Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Dengan Permainan Bola Voli Melalui Pendekatan Drill Siswa Kelas V SDN Senduro 03 Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016
Rendahnya nilai hasil belajar siswa menggambarkan rendahnya tingkat kemampuan siswa pada mata pelajaran Penjas siswa kelas V SDN Senduro 03 Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Hasil tes formatif tentang servis atas permainan bola voli dibawah nilai ideal. Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian untuk memecahkan masalah tersebut. Rancangan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus tersebut terdiri dari empat tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Adapun instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini digunakan dua macam instrumen penelitian sebagai berikut : 1) Test Hasil Belajar. 2) Non Test, terdiri dari : Wawancara, Observasi, Studi Dokumentasi. Hasil penelitiannya adalah pada siklus 1 : Siswa tuntas 5 (35,71%). Siswa tidak tuntas 9 (64,28%). Nilai ketuntasan : Tidak Tuntas. Deskripsi Hasil Belajar Servis dasar Bola Voli Siklus I aspek Kemampuan service dasar bola voli berikut : Kegiatan awal : 4 (28,57%). Kegiatan Inti : 6 (42,85%). Kegiatan akhir 4 (28,57%). Kriteria : Tidak Tuntas. Sedangkan pada siklus 2 : Siswa tuntas 14 (100%). Siswa tidak tuntas 0 (0%). Nilai ketuntasan : Tuntas. Dari data di atas dapat dilihat bahwa ketuntasan hasil belajar siwa sudah dinyatakan berhasil dengan nilai rata-rata 79,78 dengan posentase ketuntasan 100%. Dengan demikian adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Deskripsi Hasil Belajar Servis dasar Bola Voli Siklus II aspek Kemampuan service dasar bola voli berikut : Kegiatan awal : 12 (85,71%). Kegiatan Inti : 13 (92,85%). Kegiatan akhir 14 (100%). Kriteria : Tuntas. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep tentang materi servis dasar bola voli siswa menunjukkan perubahan dari siklus I ke siklus II adanya peningkatan hasil belajar yang sangat memuaskan.Terdapat 14 siswa atau (85%) yang melaksanakan kegiatan akhir dengan baik sedangkan nilai pada kegian awal dan inti juga mengalami peningkatan sesuai dengan harapan peneliti
Pengunaan Metode STAD Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021
Dengan Penggunaan Metode STAD hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap keterampilan kooperatif, dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang keterampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai keterampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn jika belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn menggunakan keterampilan kooperatif dan keterampilan proses, khususnya pada komponen keterampilan proses melakukan pengamatan dimana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Penerapan Metode STAD dalam Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Pokok Bahasan Bela Negara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021 tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn. Penerapan Metode STAD dalam Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Pokok Bahasa Bela Negara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021. berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn. Kasus di Atas terdiri Atas dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subjek (dalam hal ini para murid) mendapat pengukuran yang sama, yaitu diukur pada siklus 1 dan siklus 2. Data hanya sedikit dan dianggap tidak diketahui distribusi (berdistribusi bebas). Maka digunakan uji nonparametrik dengan dua yang sampel yang berhubungan (dependen). Karena nilai Asymp.Sign. (2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak. Dengan demikian Ha diterima, berarti Penerapan Metode STAD dalam Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Pokok Bahasan Bela Negara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021 berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn. Dan Akhirnya dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasi
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Materi Persamaan Garis Lurus Melalui Metode Inkuri Pada Siswa Kelas VIII-C SMP Negeri 2 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-C SMP Negeri 2 Bondowoso melalui metode Inkuiri pada materi persamaan garis lurus. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-C SMP Negeri 2 Bondowoso sebanyak 31 siswa, terdiri dari 17 laki-laki, dan 14 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat komponen, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta analisis dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan atau observasi, dan pemberian tes pada setiap akhir siklus pembelajaran. Data-data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada kegiatan belajar mengajar mengalami peningkatan dari kondisi awal sebanyak 10 siswa atau 32,26%, pada siklus I naik menjadi 21 siswa atau 67,74%, dan pada siklus II menjadi 31 siswa atau 100%. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kondisi awal hanya 55,81, pada siklus I naik menjadi 66,77, dan pada siklus II menjadi 77,74, dengan jumlah siswa yang tuntas pada kondisi awal sebanyak 7 siswa (22,58%) pada siklus I menjadi 19 siswa (61,29%), dan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas menjadi 28 siswa (90,32%), walaupun masih ada 3 siswa (9,68%) yang belum tuntas, namun karena semua kriteria keberhasilan proses pembelajaran telah tercapai pada siklus II, maka proses perbaikan pembelajaran dinyatakan selesai dan berhasil pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Inkuiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII-C SMP Negeri 2 Bondowoso tahun pelajaran 2019/2020 pada pembelajaran matematika materi persamaan garis lurus
Peningkatan Hasil Belajar Materi Kelangsungan Hidup Organisme Dengan Model Jigsaw Pada Siswa Kelas IXB SMP Negeri 11 Madiun Tahun Pelajaran 2017 - 2018
Tujuan dari penelitian ini adalah Meningkatkan hasil belajar materi Kelangsungan Hidup Organisme pada siswa kelas IXB SMP Negeri 11 Madiun Tahun Pelajaran 2017 – 2018 dengan menerapkan model jigsaw. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 11 Madiun Jalan PG Kanigoro No. 11 Kota Madiun pada siswa kelas IX semester ganjil tahun pelajaran 2017-2018. Dari hasil evaluasi nilai ulangan harian pada beberapa Kompetensi Dasar yang telah diajarkan pada semester ganjil tahun pelajaran 2017 – 2018 di kelas IXB di SMP Negeri 11 Madiun, menunjukkan hasil belajar yang rendah dibuktikan dengan siswa yang mendapat nilai ulangan di bawah KKM setelah dirata – rata dari beberapa Kompetensi Dasar adalah adalah 14 siswa dari 32 siswa, sedangkan yang tuntas 18 siswa atau baru mencapai 56,25 % dari 32 siswa. Rata – rata kelas nilai ulangan harian baru mencapai 69,46. Kriteria ketuntasan minimal yang sudah ditentukan berdasarkan kesepakatan MGMPS IPA kelas IXdi SMP Negeri 11 Madiun adalah 70. Untuk itulah peneliti berusaha untuk melakukan penelitian dengan mengubah metode mengajar menggunakan metode kooperatif learning model Jigsaw. Metode pembelajaran ini diharapkan dapat menarik perhatian siswa dan termotivasi untuk meningkatkan prestasi belajar sehingga bisa meningkatkan pemahaman tentang mata pelajaran IPA pada materi Kelangsungan Hidup Organisme. Peningkatan minat belajar siswa menyebabkan peningkatan pula pada hasil belajar siswa. Dari hasil evaluasi sebelum siklus siswa yang tuntas 18 (56,25 %) dari 32 siswa, setelah siklus pertama jumlah siswa yang tuntas 23 (71,88 %) dan setelah siklus kedua menjadi 30 ( 93,75% ). Dari hasil penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman tentang materi Kelangsungan Hidup Organisme pada siswa kelas IXB SMP Negeri 11 Madiun Tahun Pelajaran 2017– 2018 dan dapat meningkatkan motivasi belajar IPA pada siswa
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Materi Menentukan Persamaan Dari Suatu Barisan Bilangan Melalui Metode Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Pada Siswa Kelas VIII E Di SMP Negeri 4 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Matematika materi menentukan persamaan dari suatu barisan bilangan melalui Metode Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) pada siswa kelas VIII E Di SMP Negeri 4 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020? Tujuan dari penelitian ini adalah: Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar Matematika materi menentukan persamaan dari suatu barisan bilangan melalui Metode Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) pada siswa kelas VIII E Di SMP Negeri 4 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) adalah salah satu cara mengajar, di mana guru melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaulasi oleh guru. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII E, di SMP Negeri 4 Ngawi Kabupaten Ngawi. Penerapan Metode Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dapat meningkatkan motivasi belajar Matematika materi menentukan persamaan dari suatu barisan bilangan pada siswa kelas VIII E Di SMP Negeri 4 Ngawi, hal ini terbukti rata-rata hasil belajar meningkat dari siklus I, II, dan III yaitu masing-masing 68.91, 80,31, dan 87,97 dan prosentase ketuntasan belajar secara klasikal meningkat dari siklus I, II, dan III yaitu masing-masing 68,75 %, 81,25 %, dan 87,50 %. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai”
Pemanfaatan Model Pembelajaran Modifikasi Numbered Head Together Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021
Kompetensi yang diharapkan dari pokok bahasan ini adalah kemampuan menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia. Pada Siklus I diperoleh nilai rata-rata siswa adalah 66.56 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 80. jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 17 siswa, yang berarti 51% dari sejumlah 32 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Dan Pada Siklus II didapatkan nilai rata-rata siswa adalah 92.66 dengan nilai terendah 55 dan nilai tertinggi 100. Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 1 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Dari siklus 2 ini dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran telah berhasil mencapai apa yang sudah ditargetkan. Sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah memenuhi apa yang diharapakan yaitu adanya peningkatan kualitas pembelajaran yang ditunjukkan dengan peningkatan kualitas prestasi siswa secara menyeluruh. Ditinjau dari hasil belajar yang ditunjukkan oleh nilai test pada siklus 1 dan 2, maka dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran ini sudah berhasil. Kekurangan yang terdapat pada Siklus 1, sudah diperbaiki pada siklus 2. sehingga pada saat observasi dan refleksi pada siklus 2, sudah diperoleh gambaran yang menunjukkan peningkatan kualitas belajar siswa. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan diberikan perlakuan-perlakuan tertentu yang sesuai dengan materi pokok bahasan yang harus dipelajari oleh siswa. Hal ini juga nampaknya dipengaruhi oleh gairah beljar yang dimiliki, karena model pembelajaran yang monoton saja akan membuat siswa bosan dan menganggap proses pembelajaran bukanlah suatu hal yang menarik. Kegairahan belajar siswa juga ditunjukkan dengan partisipasi mereka yang meningkat selama diskusi berlangsung, ataupun juga kesiapan pada saat mereka harus saling bertukar peran. Kasus di atas terdiri dari dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subyek (dalam hal ini adalah para murid) mendapat pengukuran yang sama yaitu diukur pada siklus 1 dan siklus 2. Sehingga dinyatakan Tuntas
Peranan Metode Active Knowledge Sharing Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas IX-E Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi Pada Tahun Pelajaran 2019/2020
Penggunaan metode Active Knowledge Sharing Learning diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sehingga dalam proses belajar mengajar itu aktivitas belajar mengajar tidak terjadi kejenuhan, dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual yang pada gilirannya diharapkan konsep perubahan benda yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh siswa. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode Active Knowledge Sharing Learning? (b) Bagaimanakah pengaruh metode Active Knowledge Sharing Learning terhadap motivasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode Active Knowledge Sharing Learning. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode Active Knowledge Sharing Learning. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas IX-E Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi pada Tahun Pelajaran 2019/2020.. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (69,66%), siklus II (74,53%), siklus III (83,09%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode Active Knowledge Sharing Learning dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa Kelas IX-E Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi pada Tahun Pelajaran 2019/2020. serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Inggris. Sehingga dalam pelaksanaan Penelitian dapat dinyatakan Berhasil atau Tuntas
Mendayagunakan Hasil Prestasi Belajar Matematika Dengan Materi Pembelajaran Menentukan Luas Trapesium Dan Layang-Layang Melalui Metode Authentic Assesment Approach Learning Pada Siswa Kelas V Semester Ganjil Di SDN Ngegong, Kota Madiun
Berdasarkan analisis data kualitatif dan profil tingkat pemahaman dengan hasil hasil prestasi belajar ditunjukkan melalui kegiatan siklus pada masing masing siklus. Maka Pada Siklus I Dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 57.4 (57%) dari sejumlah 26 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 57.4 (57%) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke II. Dan Pada Siklus II Dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 65.4 (65%) dari sejumlah 26 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 65.4 (65%) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke III. Dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 74.9 (75%) dari sejumlah 26 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 74.9 (75%) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke IV. Setalah pada siklus IV ini data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 97.4 (97%) dari sejumlah 26 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). dimana rata rata prestasi belajar menunjukkan 97.4 ( 97 % ) Karena hal ini berada diatas standart ketuntasan, Maka tidak perlu diadakan kegiatan pada siklus berikutnya. Maka dengan adanya pembelajaran Metode Authentic Assesment Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan dan Penerapan Penilaian Otentik) akan memperoleh beberapa keuntungan bagi guru dan bagi siswa. Dengan pembelajaran Metode Authentic Assesment Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan dan Penerapan Penilaian Otentik) akan membantu, mengembangkan dan menyelesaikan materi atau bahan Matematika tersebut tetapi anak didiknya benar-benar sudah berlatih dan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam. Selain itu tugas yang diberikan harus dicek apakah dikerjakan atau belum, kemudian perlu dievaluasi, karena akan memberi motivasi belajar siswa
Peningkatan Hasil Belajar Di Masa Pandemi Covid-19 Tentang Tata Tertib Di Rumah Dan Sekolah Pada Muatan Pelajaran PPKn Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas I SDN 1 Cokrokembang Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang PPKn khususnya pada kompetensi dasar melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah sangat rendah, yakni hanya 54,55% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 59,09. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Learning Expeditions diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil pada kompetensi dasar melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas I SDN 1 Cokrokembang Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan hasil belajar PPKn kompetensi dasar melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 70,91; siklus II 76,82, dan siklus III 82,73. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 63,64%, siklus II meningkat menjadi 81,82%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam proses pembelajaran dapat meningkatan hasil belajar melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah pada muatan pelajaran PPKn
Membandingkan Hasil Belajar Siswa Kelas XII IPS 3 Dengan Siswa Kelas XII IPS 4 Dengan Metode Belajar Daring Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 2 Kota Serang Provinsi Banten Tahun Pelajaran 2020/2021
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas XII IPS 3 Dengan Siswa Kelas XII IPS 4 di SMA Negeri 2 Kota Serang maka dapat diidentifkasi masalah yang terjadi di kelas yaitu pada pembelajaran online yang terjadi selama masa pandemik Covid-19, peserta didik menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan pembelajaran yang menjenuhkan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I terdiri dari satu pertemuan demikian pula halnya dengan Siklus II. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 3 yang berjumlah 36 siswa, sedangkan siswa kelas XII IPS 4 berjumlah 33 siswa. Data hasil belajar peserta didik digali dengan tes hasil belajar melalui metode belajar daring. Indikator keberhasilan apabila 75% siswa dapat mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh sekolah yaitu 75. Hasil penelitian yang dilakukan di kelas XII IPS 3 dengan kelas XII IPS 4 menunjukkan peningkatan dari tiap siklusnya. Pada siklus I di kelas XII IPS 3 siswa yang tuntas belajar naik sebanyak 24 siswa dengan persentase sebesar 72% sedangkan 12 siswa atau 28% masih belum tuntas belajar, di kelas XII IPS 4 siswa yang tuntas belajar naik sebanyak 18 siswa dengan persentase sebesar 69% sedangkan15siswa atau 31% masih belum tuntas belajar. Pada siklus II di kelas XII IPS 3 siswa yang tuntas belajar naik sebanyak 36 siswa dengan persentase sebesar 100%, sedangkan di kelas XII IPS 4 siswa yang tuntas belajar naik sebanyak 30 siswa dengan persentase sebesar 92% sedangkan 3 siswa atau 8% masih belum tuntas belajar. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kelas XII IPS 3 dengan kelas XII IPS 4 dalam hal ketuntasan yang telah ditetapkan. Namun untuk nilai KKM yang ditetapkan dua kelas tersebut sudah terpenuhi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran metode belajar daring mampu meningkatkan hasil belajar di kelas XII IPS 3 dan IPS 4 SMA Negeri 2 Kota Serang tahun pelajaran 2020-2021