Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Talking Stick Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 57 Sikabu Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam
Penelitian ini berawal dari permasalahandalam pembelajaran Matematikadi kelas VISD Negeri 56 Sikabu Kecamatan Lubuk Basungdimanasebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran matematika, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa pun rendah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematikaditerapkan Model Cooperative Learning Tipe Talking Stick pada siswa kelas VISD Negeri 56 Sikabu Kecamatan Lubuk Basung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VISD Negeri 56 Sikabu Kecamatan Lubuk Basung dengan jumlah siswa 24 orang. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, dokumentasi dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalis dengan menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua kali siklus dansetiap siklusterdiri dari satu kali pertemuan. Hasil penelitian dari setiap siklus yang telah dilaksanakandengan menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Talking Stick menunjukkan adanya peningkatan baik proses pembelajaran maupun hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian siswa dalam pembelajaran, dimana pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa baru mencapai ketuntasan 70,8 % dengan nilai rata-rata siswa 68,75, sedangkan pada siklus II menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi dengan ketuntasan mencapai 87,5% dan nilai rata-rata siswa 82.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Cooperative Learning Tipe Talking Stickdapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika dikelas VISD Negeri 56 Sikabu Kecamatan Lubuk Basung
Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Kepala Sekolah Di SDN 1 Pandak Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo
Guru dan kepala sekolah dengan semangat tinggi berarti mempunyai gairah kerja, disiplin kerja serta kerja sama dengan karyawan lain dalam melaksanakan tugasnya. Tetapi jika ada karyawan yang tidak mempunyai semangat kerja tinggi maka akan mengalami banyak hambatan yang akan menimbulkan kekeliruan atau kesalahan kerja sehingga menyebabkan kerusakan dalam pekerjaannya. Tercapainya tujuan organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi pimpinan. Begitu juga dalam lembaga pendidikan, tercapainya tujuan lembaga pendidikan menjadi tolok ukur bagi peneliti dalam menilai keberhasilan pimpinan yakni guru di dalam memimpin para guru. Namun demikian sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan semangat kerja guru SDN 1 Pandak Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo melalui Supervisi Komunikasi Administrasi pada Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya
Upaya Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Rapat Pembinaan Pada Guru SD Negeri Sukokerto 1 Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019
Hasil dari obeservasi pada bulan Pebruari 2019 indikasi semangat kerja guru di SD Negeri Sukokerto 1 Kecamatan PajarakanKabupaten Probolinggo yang rendah masih ditemukan. Kenyataan ini tampak dari persiapan guru dalam pembelajaran seperti program tahunan, program semester, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) belum tertata dengan baik/ efektif juga keinginan yang rendah dari guru untuk melaksanakan pembelajaran yang variatif demikian juga dalam hal pemanfaatan media dan sumber belajar. Untuk mengatasi hal ini upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah dengan melaksanakan kegiatan rapat pembinaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan semangat kerja guru di SD Negeri Sukokerto 1 Kecamatan PajarakanKabupaten Probolinggo dalam kegiatan seperti masuk kerja tepat waktu, disiplin dalam menyusun administrasi dan melaksanakan pembelajaran yang variatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis, catatan peneliti sebagai kepala sekolah, dapat dimanfaatkan untuk melihat perkembangan semangat kerja guru dan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru, setidak-tidaknya dapat mengurangi kendala-kendala yang muncul atau yang mungkin akan muncul. Umpan balik akan memberi pertolongan bagi supervisor dalam melaksanakan tindak lanjut supervisi kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan semangat kerja guru melalui rapat pembinaan di SD Negeri Sukokerto 1 Kecamatan PajarakanKabupaten Probolinggo semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Pada Siklus I, meskipun belum tuntas namun terjadi peningkatan semangatkerja guru dalam pengembangan profesionalisme guru dengan rata-rata 62%. Pada Siklus II pengamatan proses pembelajaran rata-rata 86% karena semua guru sudah mendapat nilai baik. Maka pelaksanaan siklus II sudah berhasil sehingga tidak dilanjutkan lagi pada siklus berikutnya
Pemanfaatan Pengembangan Desain Pembelajaran Cooperative Approach Learning Dapat Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Untuk Siswa Kelas XII-MIPA-1 Semester Genap Di SMA Negeri Tulakan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021
Melalui pemanfaatan strategi pembelajaran Cooperative Approach Learning. Dengan hasil belajar yang baik menunjukkan motivasi siswa Kelas XII-MIPA-1 Semester Genap di SMA Negeri Tulakan, Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2020/2021. Meningkat dengan pengembangan strategi pembelajaran Cooperative Approach Learning yang digunakan oleh peneliti dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas XII-MIPA-1 Semester Genap di SMA Negeri Tulakan, Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2020/2021. bahwa Penerapan Pengembangan Desain Pembelajaran Cooperative Approach Learning dapat meningkatkan Motivasi dan Prestasi Hasil Belajar Siswa Kelas XII-MIPA-1 Semester Genap di SMA Negeri Tulakan, Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2020/2021. Hal ini ditunjukkan oleh prestasi siswa tersebut dalam mempelajari mata pelajaran Matematika dengan Materi Pelajaran Persamaan fungsi eksponen dan penerapannya. Yang terlihat Bahwa Pada Siklus I didapatkan kelompok Dari frekuensi data tersebut diketahui nilai terendah 66 - 70 dengan prosentase sebanyak 7 (18,91%), dan nilai 61 - 65 senanyak 30 frekuensi dengan prosentasi 81,08%. Pada Siklus II Dari frekuensi data tersebut diketahui nilai 76 - 80 dengan frekuensi sebanyak 5 dengan prosentase 13,51%, Nilai 71 - 75 dengan frekuensi sebanyak 12 dengan prosentase 32,34%, Nilai 66 - 70 dengan frekuensi sebanyak 11 dengan prosentase 29,72%, Nilai 61- 65 dengan frekuensi sebanyak 9 dengan prosentase 24,32%. Sehingga dalam Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil. Hal ini menunjukkan semakin berpengaruhnya strategi belajar mengajar yang digunakan olel guru. Sehingga peningkatan hasil belajar tersebut, membuktikan bahwa strategi pembelajaran dengan Cooperative Approach Learning dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta dididik. Sehingga dalam kegiatan penelitian dapat dinyatakan Tuntas atau Berhasil
Penerapan Metode Multipt Accut Learning Pada Materi Pelajaran Mendiskripsikan Konsep Getaran Dan Gelombang Serta Parameter Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XII-IPA-1 Semester Genap Di SMA Negeri Tulakan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 20
Dengan Multipt Accut Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Potensi Peserta didik) dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Fisika pada siswa Kelas XII-IPA-1 semester genap di SMA Negeri Tulakan, Kabupaten Pacitan pada Tahun Pelajaran 2020/2021. Hasil belajar (prestasi) yang diperoleh sangat menunjukkan hasil yang signifikan dengan menggunakan strategi pembelajaran Multipt Accut Learning. Dengan hasil belajar yang baik menunjukkan prestasi siswa Kelas XII-IPA-1 semester genap di SMA Negeri Tulakan, Kabupaten Pacitan pada Tahun Pelajaran 2020/2021. meningkat dengan menggunakan strategi pembelajaran Multipt Accut Learning pada mata pelajaran Fisika untuk siswa Kelas XII-IPA-1 semester genap di SMA Negeri Tulakan, Kabupaten Pacitan pada Tahun Pelajaran 2020/2021. Hal ini dapat dilihat pada hasil penelitian pada setiap siklusnya. Untuk Siklus I Dari data diatas dapat disimpulkan secara rata rata nilai didapatkan sebesar 59.0 (59 %) dari sejumlah 33 siswa. Hal ini masih berada dibawah KKM yang ditentukan sebesar 75 (75 %). Maka penelitian ini perlu dilanjutkan ke Siklus 2. Pada Siklus 2 diperoleh Dari data diatas dapat disimpulkan secara rata rata nilai didapatkan sebesar 62.5 (63 %) dari sejumlah 33 siswa. Hal ini masih berada dibawah KKM yang ditentukan sebesar 75 (75 %). Maka penelitian ini perlu dilanjutkan ke Siklus 3. Pada Siklus 3 diperoleh Dari data diatas dapat disimpulkan secara rata rata nilai didapatkan sebesar 72.5 (73 %) dari sejumlah 33 siswa. Hal ini masih berada dibawah KKM yang ditentukan sebesar 75 (75 %). Maka penelitian ini perlu dilanjutkan ke Siklus 4. Pada Siklus 4 didapatkan hasil Dari data diatas dapat disimpulkan secara rata rata nilai didapatkan sebesar 88.1 (88 %) dari sejumlah 33 siswa. Hal ini masih berada diatas KKM yang ditentukan sebesar 75 (75 %). Maka penelitian ini tidak perlu dilanjutkan pada Siklus Berikutnya. Sehingga Penelitian dapat dinyatan Tuntas atau Berhasil
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring Berbasis Whatsapp Group Melalui Kegiatan LHT Dengan Aplikasi Zoom Meeting Di SD Negeri 17 Bukik Malintang Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021
Penelitian ini menekankan kepada peningkatan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring berbasis Whatsapp Group dengan pelaksanaan kegiatan iHT dengan aplikasi zoom meeting. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan empat langkah pokok, yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleks. Subjek penelitian adalah 10 guru di SD Negeri 17 Bukik Malintang Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam terdiri dari 6 guru kelas dan 2 guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Validasi data dengan teknik triangulasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat kesimpulan bahwa pelaksanaan iHT dengan aplikasi zoom meeting terbukti mampu meningkatkan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring berbasis Whatsapp Group. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan hasil penilaian kemampuan guru-guru di SD Negeri 17 Bukik Malintang Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam dalam pelaksanaan pembelajaran daring berbasis Whatsapp Grouppada kondisi awal rata-rata nilai 47,38 dan masuk dalam kategori Kurang (K), meningkat pada siklus pertama dengan rata-rata nilai 70,38 dan masuk dalam kategori Cukup (C) dan pada siklus kedua dengan rata-rata nilai 90,88 dan masuk dalam kategori Baik (B)). Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan iHT dengan aplikasi zoom meeting terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru-guru di SD Negeri 17 Bukik Malintang Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam dalam pelaksanaan pembelajaran daring berbasis Whatsapp Group
Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Matematika Materi Sisi, Sudut, Dan Rusuk Bangun Ruang Melalui Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Siswa Kelas II SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun
Penelitian tindakan kelas betujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika materi sisi, sudut, dan rusuk bangun ruang Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi empat komponen yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian siswa kelas II SD Neegri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Validasi data mengunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi metode. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada setiap siklusnya. Peningkatan keaktifan siswa menunjukkan perolehan pada studi awal hanya 8 siswa atau 29,63%, siklus I ada 16 siswa atau 59,26%, dan pada siklus II ada 25 siswa atau 92,59%. Hal tersebut didukung pula oleh kenaikan prestasi belajar siswa dari rata-rata pada studi awal hanya 57,41 menjadi 65,93 dan 75,93 pada siklus kedua, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 6 siswa atau 22,22%, siklus I ada 14 siswa atau 51,85%, dan pada siklus II ada 24 siswa atau 88,89%, walaupun masih ada 3 siswa (11,11%) yang belum tuntas namun karena semua kriteria keberhasilan proses pembelajaran telah tercapai pada siklus kedua maka dinyatakan bahwa proses perbaikan pembelajaran selesai dan berhasil pada siklus kedua. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode CTL dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas II SD Neegri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2021/2022
Upaya Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Teks Eksplanasi Menggunakan Model Active Learning Berbantu Media Gambar Siswa Kelas VI SDN 15 Gasan Kecil Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester 1 tahun Pelajaran 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif model pembelajaran melalui penerapan model active learning berbantu media gambar. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis & Mc. Taggart dan terdiri dari dua siklus tindakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri 15 Gasan Kecil Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa 33 orang. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa tes dan lembar observasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat dan hasil belajar. Peningkatan minat belajar pada kondisi awal hanya hanya 9 siswa atau 27,27%, naik menjadi 24 siswa atau 72,73% pada siklus pertama, dan 93,94% atau 31 siswa pada siklus kedua. Peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata pada studi awal sebesar 67,27 dan pada siklus II rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 77,88, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 6 siswa (18,18%) pada studi awal, 66,67% atau 22 siswa pada siklus pertama, dan pada siklus terakhir menjadi 87,88%, atau 29 siswa dari 33 siswa dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) mendapatkan nilai ≥ 70 dan secara klasikal minimal 85% siswa dinyatakan tuntas belajarnya. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa model active learning berbantu media gambar terbukti dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 15 Gasan Kecil Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Meningkatkan Kemampuan Mendeskripsikan Energi Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD Pada Siswa Kelas IX H SMP Negeri 3 Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2015-2016
Berdasarkan hasil ulangan mata pelajaran IPA dengan materi mendeskripsikan energi yang diikuti oleh 23% yang memperoleh nilai rata-rata kelas 50,8. Dari nilai rata±rata kelas yang hanya 50,8 berarti kemampuan siswa dalam menguasai mata pelajaran IPA masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan SMP Negeri 3 Rejoso Kabupaten Nganjuk Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016 untuk kelas IX H sebesar 65. Kurang berhasilnya siswa dalam pembelajaran IPA dengan materi mendeskripsikan energi ini kemungkinan siswa tidak mampu memahami materi pelajaran, guru dalam proses pembelajaran tidak menggunakan metode, media serta pendekatan pembelajaran yang tepat dan sesuai materi yang disajikan sehingga setiap penanaman konsep dasar kurang dapat dipahami oleh siswa secara sempurna, akhirnya siswa kurang tertarik pada materi pelajaran IPA yang disajikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan belajar IPAmendeskripsikan energy melalui metode pembelajaran kooperatif model STAD pada siswa kelas IX H semester 2. Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas terdiri dari tiga siklus yaitu siklus I, siklus II dan siklus III yang dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa tentang mendeskripsikan energi melalui metode pembelajaran kooperatif model STAD di kelas IX HSMP Negeri 3 Rejoso Kabupaten Nganjuk ada peningkatan dari siklus I ke siklus III. Peningkatan ini dapat diketahui dari hasil tes siklus I sebesar 60,8% dan siklus II sebesar 72,6%, dan siklus III sebesar 94,8% ada peningkatan sebesar 34,8% dan nilai rata-rata ketuntasan klasikal lebih dari 75% dari jumlah siswa.
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Bahasa Inggris Pada Pokok Bahasan Menjelaskan Simple Present Tense Melalui Oral Activities Learning Siswa Kelas IX-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021
Dengan Menerapan Pembelajaran Oral Activities Learning hasil yang dicapai Pada Siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 25 siswa dengan prosentase 64.71 (65%) dan yang tidak tuntas sebanyak 15 siswa dengan tingkat prosentase 44.12 (44%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus I menurut kurikulum 2013 ini dalam standart ketuntasan minimum yang ditetapkan sebesar 75 dengan nilai rata-rata 68.65 (69%) tingkat ketuntasan 64.71 (65%) maka perlu diadakan siklus ke 2. dapat disimpulkan bahwa siswa masih memiliki kriteria baik 38.25 (38%), cukup 17.65 (18%) kurang 38.25 (38%). Siklus II siswa yang tuntas belajar sebanyak 34 siswa dengan prosentase 74% dan yang tidak tuntas sebanyak 3 siswa dengan tingkat prosentase 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus II menurut kurikulum 2013 standart ketuntasan minimum yang ditetapkan sebesar 75 dengan nilai rata-rata 74.44 (74%) tingkat ketuntasan 74% maka perlu diadakan siklus ke 3, Hasil pengamatan siswa sebanyak 3 anak dari 34 siswa menunjukkan 5.88 (6%) memiliki aktivitas kurang dari hasil diskusi, presentase, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki kriteria baik 85.29 (85%), cukup 8.82 (9%), dan kurang 5.88 (6%). Sedangkan pada Siklus III siswa yang tuntas belajar sebanyak 34 siswa dengan tingkat prosentase 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus 3 ini menurut kurikulum 2013 dalam standart ketuntasan minimum yang ditetapkan 75 dengan nilai rata-rata 91.88 (92%) tingkat ketuntasan 100% dapat dicapai. dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kriteria baik 94.12 (94%), cukup 5.88 (6%). Hal ini menunjukkan adanya kepedulian siswa dalam kegiatan diskusi, representase dan menjawab pertanyaan serta mengemukakan pendapat. Jadi tujuan pembelajaran tercapai seperti yang diharapkan oleh guru. Dengan demikian maka ketepatan atau keefektifan metode pembelajaran Pembelajaran Oral Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Pernyataan, Merumuskan, bertanya dan Mengeluarkan Pendapat) akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Sehingga dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil