E-Journal STIE AAS Surakarta (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi)
Not a member yet
7087 research outputs found
Sort by
EMPLOYEE ENGAGEMENT AS MEDIATION OF TALENT MANAGEMENT AND AUTHENTIC LEADERSHIP ON JOB SATISFACTION AT PT. XYZ
Abstract: This study aims to analyze the effect of Talent Management and Authentic Leadership on Employee Engagement and Job Satisfaction, as well as to examine the role of Employee Engagement as a mediating variable in these relationships at PT. XYZ. The object of this research is 87 employees of PT. XYZ. The sampling technique used is non-probability sampling with purposive sampling, with data collected through the distribution of questionnaires using a Likert scale. Data analysis was performed using Smart PLS 4.0 to test the hypotheses. The results indicate that Talent Management has a positive effect on Employee Engagement, and Authentic Leadership also positively influences Employee Engagement. Furthermore, Employee Engagement was found to positively affect Job Satisfaction. However, Talent Management does not have a direct effect on Job Satisfaction, although it influences Job Satisfaction through Employee Engagement. In contrast, Authentic Leadership does not have an effect on Job Satisfaction through Employee Engagement
MENINGKATKAN KESADARAN KESELAMATAN JALAN PADA ANAK PAUD DAARUL QURAN Al MUHMADIYAH MELALUI EDUKASI MENYEBRANG JALAN AMAN
Keselamatan lalu lintas merupakan aspek penting yang perlu diperkenalkan sejak usia dini untuk membentuk kebiasaan berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai keselamatan jalan melalui metode pembelajaran interaktif, yaitu senam keselamatan (Salud), penyampaian materi edukatif, kuis, dan praktik menyeberang jalan. Penyuluhan ini dilaksanakan di PAUDQu Darul Qur’an Al Mahmudiyah dengan peserta sebanyak 70 anak. Kegiatan ini dirancang agar sesuai dengan tingkat pemahaman anak-anak, menggunakan pendekatan visual, sensorik, serta partisipatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode yang digunakan berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak terhadap aturan keselamatan jalan. Guru-guru juga melaporkan adanya perubahan positif dalam cara anak-anak memahami dan menerapkan konsep keselamatan di lingkungan mereka. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan anak-anak dapat membangun kebiasaan berlalu lintas yang lebih baik sejak dini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
 
INVESTIGASI KUALITAS GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA BPJS KETENAGAKERJAAN KANTOR WILAYAH JAWA TENGAH DAN DIY
BPJS Ketenagakerjaan merupakan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang berbentuk badan hukum publik dan secara terus menerus berusaha meningkatkan kinerja karyawan dalam mewujudkan Good Corporate Governance. BPJS Ketenagakerjaan merupakan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau disebut dengan Good Corporate Governance dengan mengadopsi prinsip Good Governance dan best practice yang berlaku di Indonesia. Faktor risiko tata kelola perusahaan yang disebabkan oleh sumber daya manusia dan dapat mempengaruhi prinsip good corporate governance pada BPJS Ketenagakerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: Mengetahui kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan Good Corporate Governance dan mengetahui kompetensi karyawan BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan Good Corporate Governance. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Kepala Kantor Wilayah (Wilayah II) Kanwil Jateng & DIY, Wakil Kepala Wilayah Keuangan dan Manajemen Risiko, Wakil Kepala Wilayah Digitalisasi, Human Capital dan Aset, serta Wakil Kepala Wilayah Pengawasan dan Pemeriksaan. Objek penelitian adalah investigasi kualitas good corporate governance pada institusi pemerintah, yaitu BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan objek lokasi adalah BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY. Hasil dari penelitian ini adalah BPJS Ketenagakerjaan telah menerapkan prinsip-prinsip good governance dengan perbaikan secara berkelanjutan. BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki kualitas tata kelola perusahaan yang baik. Penilaian good governance yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan menggunakan pedoman penilaian 9 area spesifik pada ISSA Guidelines on Good Governance, antara lain perencanaan strategis, manajemen risiko, audit internal operasional, penilaian aktuaria mengenai ketahanan dana, menegakkan prinsip kehati-hatian manajer investasi dalam mengelola investasi, pencegahan dan pengendalian kesalahan, penggelapan dan fraud dalam pengelolaan iuran dan pemberian manfaat, standar layanan untuk peserta dan penerima manfaat, kebijakan SDM: pengembangan, retensi dan kaderisasi, serta tata kelola teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Kata kunci: Investigasi Kualitas, Good Corporate Governance, tata kelola Perusahaan, BPJS Ketenagakerjaa
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU PADA UD. SAHIDA MEBEL, DI KECAMATAN SANGGALANGI KABUPATEN TORAJA UTARA
Every trading business always requires an inventory of raw materials. Without having inventory, the company will face risks such as delays in the production process and not being able to meet consumer demand on time due to a shortage of raw materials. This can happen because raw materials are not available at any time, which means the company will lose the opportunity to gain the profits it should get. Therefore, the company must have an inventory management strategy in which the company must ensure that it is able to provide supplies with quality, quantity and on time. Therefore UD. Sahida Mebel must pay attention to the amount of inventory in order to meet consumer demand, using the Just In Time method approach. This research aims to evaluate an inventory system that can minimize inventory and inventory costs by comparing the current inventory system with the Just In Time method. The minimum inventory and inventory costs using the Just In Time method are more economical, namely 2 m3 and Idr 4,000,000, while the minimum inventory and inventory costs using the method applied by the company are 3 m3 and Idr 5,000,000. From these results, it is known that Just In Time is more efficient to use.
Keywords: Just In Time; raw material inventory; minimum inventory; and cost saving
ANALISIS PERBEDAAN HPP PENGGUNAAN PAKAN TERNAK BERBASIS KOMERSIL DAN BERBASIS NON KOMERSIL PADA USAHA PETERNAKAN BABI
“Analisis Perbedaan HPP Penggunaan Pakan Ternak Berbasis Komersil dan Berbasis Non Komersil pada Usaha Peternakan Babi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan HPP penggunaan pakan ternak berbasis komersil dan berbasis non komersi pada usaha peternakan babi di Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian yaitu peternak yang menggunakan pakan ternak komersil dan pakan ternak non komersil dengan jumlah cukup besar. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap peternak babi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produksi pada pakan ternak berbasis komersil lebih tinggi dibandingkan dengan harga pokok produksi pada pakan ternak berbasis non komersil. Namun, pakan ternak berbasis komersil memberikan efisiensi dan kualitas bagi peternak selain itu juga memberikan perbedaan pada pertumbuhan ternak babi.
Kata Kunci : harga pokok produksi, pakan ternak, peternakan bab
Prosedur Audit Sewa PSAK 116 Pada PT. X
The implementation of Financial Accounting Standards Statement (PSAK) 116, formerly known as PSAK 73, which came into effect in Indonesia on January 1, 2020, marked a significant shift in the accounting treatment of lease transactions. Unlike the previous PSAK 30, which only required recognition of finance leases on the balance sheet, PSAK 116 mandates the recognition of all lease transactions—both operating and finance leases—in financial statements. The primary goal of this standard is to enhance transparency of long-term obligations, such as lease liabilities, which were previously unrecorded. This allows stakeholders to gain a clearer picture of a company’s financial position. This study aims to analyze the audit procedures for building leases at PT X and to assess whether the company has applied PSAK 116 accurately in its financial reporting. Data were collected through interviews with senior auditors, documentation of lease contracts, and literature review. The findings show that PT X has applied PSAK 116 since 2022; however, in 2024, lease transactions were no longer recorded in accordance with the standard. The implementation of PSAK 116 significantly increased the company’s reported assets and liabilities, thereby improving the relevance and transparency of its financial statements
Perspektif Ekonomi Islam: Dampak Keberadaan Kawasan Industri Cikarang Pada Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
This research aims to analyze the impact of the presence of the Cikarang Industrial Estate on the improvement of the welfare of the community in Bekasi Regency from the perspective of Islamic economics. This research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews and documentation. The respondents in this research are the community living around the Cikarang Industrial Estate, and there are several key informants involved in the development of the Cikarang Industrial Estate. The results of the research show that the presence of the Cikarang Industrial Estate has both positive and negative impacts on the improvement of the welfare of the community in Bekasi Regency. The positive impacts include increased employment opportunities, increased income, and improved infrastructure development around the industrial estate. On the other hand, the negative impacts include the shifting of jobs from the agricultural sector to the industrial sector and environmental damage. From the perspective of Islamic economics, the presence of the Cikarang Industrial Estate needs to be analyzed in terms of social and moral aspects in economic activities, emphasizing the importance of justice, equality, and sustainability in economic activities. Therefore, the development of the Cikarang Industrial Estate needs to be carried out in accordance with the principles of Islamic economics to optimize economic benefits and minimize negative impacts on the community
INVESTASI AKHIRAT: MEMAKSIMALKAN POTENSI ZAKAT MAL UNTUK KESEJAHTERAAN UMAT
This study aims to analyze the potential for optimizing zakat mal in improving the welfare of the people through the concept of “investment in the hereafter.” Zakat mal, as one of the pillars of Islamic economics, plays an important role in the distribution of wealth and economic empowerment of the community. However, its distribution has not yet reached its maximum potential in overcoming poverty and social inequality. This study employs a descriptive qualitative approach through a literature review of various primary and secondary sources related to zakat, community welfare, and the concept of investment from an Islamic perspective. Data collection methods include academic literature reviews, books, scientific journals, and official documents from zakat management institutions. Data analysis was conducted thematically, identifying key concepts, patterns, and relationships between variables to build a conceptual framework for afterlife investment through zakat mal. The research findings indicate that an afterlife investment approach in zakat mal management can transform zakat from mere consumption into sustainable productive capital. This concept emphasizes the distribution of zakat for programs that not only meet basic needs (consumptive) but also create economic independence (productive) for mustahik, such as skills training, business capital, or sustainable education programs. Optimizing zakat mal as an investment in the afterlife requires transparent, accountable, and innovative management strategies from zakat management institutions, as well as awareness among zakat payers of the long-term impact of their zakat. The implementation of this concept is expected to significantly improve the holistic and sustainable well-being of the community, in line with the objectives of Islamic sharia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi optimalisasi zakat mal dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui konsep "investasi akhirat". Zakat mal, sebagai salah satu pilar ekonomi Islam, memiliki peran penting dalam distribusi kekayaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, penyalurannya masih belum mencapai potensi maksimal dalam mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan zakat, kesejahteraan umat, dan konsep investasi dalam perspektif Islam. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur akademik, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi dari lembaga amil zakat. Analisis data dilakukan secara tematik, dengan mengidentifikasi konsep-konsep kunci, pola, dan hubungan antarvariabel untuk membangun kerangka konseptual investasi akhirat melalui zakat mal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan investasi akhirat dalam pengelolaan zakat mal dapat mentransformasi zakat dari sekadar konsumsi menjadi modal produktif yang berkelanjutan. Konsep ini menekankan penyaluran zakat untuk program-program yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar (konsumtif) tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi (produktif) bagi mustahik, seperti pelatihan keterampilan, modal usaha, atau program pendidikan berkelanjutan. Optimalisasi zakat mal sebagai investasi akhirat memerlukan strategi pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan inovatif dari lembaga pengelola zakat, serta kesadaran muzaki akan dampak jangka panjang dari zakatnya. Implementasi konsep ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan umat secara holistik dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan syariah Islam
Penguatan Peran Sektor Perbankan dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
The banking sector plays a crucial role in accelerating economic recovery post-COVID-19. This study aims to analyze the impact of banking policies, digital transformation, and Islamic banking contributions in supporting economic recovery. Using a qualitative approach with a literature review method, this research examines various financial policies, technological advancements, and alternative financing mechanisms within the banking sector. The findings indicate that flexible credit policies, digital banking adoption, and the growth of Islamic banking significantly contribute to economic resilience. Credit restructuring and government-backed financing programs have supported micro, small, and medium enterprises (MSMEs), enabling them to sustain operations amid financial challenges. Digital banking transformation has expanded financial access, improved transaction efficiency, and reduced reliance on traditional banking services. Meanwhile, the increasing acceptance of Islamic banking reflects a growing preference for sustainable and ethical financial systems. This study provides new insights by linking banking policies with digitalization trends and the role of Islamic banking in post-pandemic economic recovery. Further research should focus on evaluating the long-term impact of digital banking on consumer behavior and the role of financial technology in fostering economic resilience.Sektor perbankan memainkan peran krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi pasca-COVID-19. Studi ini bertujuan menganalisis dampak kebijakan perbankan, transformasi digital, dan kontribusi perbankan syariah dalam mendukung pemulihan ekonomi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai kebijakan keuangan, kemajuan teknologi, dan mekanisme pembiayaan alternatif di sektor perbankan. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan kredit yang fleksibel, adopsi perbankan digital, dan pertumbuhan perbankan syariah berkontribusi signifikan terhadap ketahanan ekonomi. Restrukturisasi kredit dan program pembiayaan yang didukung pemerintah telah mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memungkinkan mereka mempertahankan operasional di tengah tantangan keuangan. Transformasi perbankan digital telah memperluas akses keuangan, meningkatkan efisiensi transaksi, dan mengurangi ketergantungan pada layanan perbankan tradisional. Sementara itu, meningkatnya penerimaan perbankan syariah mencerminkan meningkatnya preferensi terhadap sistem keuangan yang berkelanjutan dan etis. Studi ini memberikan wawasan baru dengan menghubungkan kebijakan perbankan dengan tren digitalisasi dan peran perbankan syariah dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi. Penelitian lebih lanjut perlu difokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang perbankan digital terhadap perilaku konsumen dan peran teknologi finansial dalam mendorong ketahanan ekonomi
MODEL CASH BACK JUAL BELI PAKET LEBARAN PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
This study examines the mechanism and consumer perception of the Ceria Eid Savings Package program conducted by a business owner in Village Cigasong. The program offers basic needs and children’s gift packages (My Baby) that can be paid daily over a 300-day period, with a cashback incentive as an added appeal. The research method used is interviews with three sources: the business owner (Mrs. Lina Marlina) and two consumers (Mrs. Eni Rohaeni and Mrs. Titing). The findings indicate that while some consumers feel helped by the program due to reduced Eid expenses and cashback benefits, others express concerns regarding package transparency, potential misuse of funds, and the risk of price increases closer to Eid. Therefore, transparency, clear legality, and proper oversight are required to build trust and ensure the sustainability of such a savings scheme.Penelitian ini membahas tentang mekanisme dan persepsi konsumen terhadap program Tabungan Paket Lebaran Ceria yang dijalankan oleh pemilik usaha di Desa Cigasong. Program ini menawarkan paket sembako dan paket anak (My Baby) yang dapat dicicil setiap hari selama 300 hari, dengan sistem cashback sebagai daya tarik tambahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara kepada tiga narasumber, yaitu pemilik usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian konsumen merasa terbantu dengan adanya tabungan ini karena meringankan pengeluaran saat Lebaran dan mendapatkan keuntungan berupa cashback. Terdapat juga kekhawatiran dari konsumen mengenai ketidakjelasan isi paket, kemungkinan penyalahgunaan dana, serta risiko harga barang yang naik menjelang hari raya itu dibutuhkan transparansi, legalitas yang jelas, dan pengawasan dalam pelaksanaan program ini agar dapat dipercaya dan berkelanjutan