HR-Institut: Journal of Econimics and Scienties
Not a member yet
    119 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DISKUSI SISWA PADA MATERI POKOK TEKS EKSPOSISI KELAS X SMKN I BETARA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran diskusi dan meningkatkan keterampilan diskusi siswa pada materi teks eksposisi kelas X SMKN 1 Betara melalui model pembelajaran Two Stay Two Stray. Model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dipilih karena dapat memacu dan mendorong siswa untuk aktif berbicara menyampaikan ide/gagasan dalam kegiatan berdiskusi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 1 Betara. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan, wawancara, tes keterampilan berdiskusi siswa, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu persentase ketercapaian indikator keterampilan diskusi mengalami peningkatan pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan: (1) secara proses, pembelajaran diskusi mengalami peningkatan yang signifikan. Sebelum implementasi tindakan, siswa masih belum aktif melakukan diskusi dan belum mampu bekerjasama dengan baik pada saat berdiskusi. Setelah implementasi tindakan, siswa menjadi aktif dan mampu bekerjasama dengan baik pada saat berdiskusi; (2) secara produk, siswa dalam berdiskusi pada saat pratindakan dengan skor rata-rata 7,31 dan pada akhir pelaksanaan tindakan yakni siklus III menjadi 20,90. Kemampuan siswa dalam berdiskusi mengalami peningkatan sebesar 13,59

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MENENTUKAN VOLUM BANGUN RUANG MENGGUNAKAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA KUBUS SATUAN DI KELAS VI SD NEGERI 110/I TENAM KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANGHARI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 110/I Tenam Kecamatan Muara Bulian dalam menentukan volum bangun ruang (balok dan kubus) melalui penggunaan alat peraga kubus satuan. Penelitian ini dengan penelitian tindakan kelas (PTK), dilaksanakan selama tiga siklus, metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan pengamatan dan tes. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI, indikator keberhasilan penelitian ini adalah jika rata-rata kelas telah meperoleh nilai minimal 7,0. Dari hasil penelitian diperoleh hasil belajar siswa pada pokok bahasan menentukan volum bangun ruang (balok dan kubus) mencapai rata-rata 6,4 pada siklus I, 6,8 pada siklus II dan 8,5 pada siklus III. Berdasarkan hasil tersebut, disimpukan bahwa penggunaan alat peraga kubus satuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan tersebut. Dari hasil pengamatan juga dapat dilihat adanya peningkatan aktivitas dalam pembelajaran. Saran, yang dapat disampaikan kepada guru kelas VI agar menggunakan alat peraga kubus satuan dalam mengajarkan materi menentukan volum bangun ruang, dan siswa kelas VI diharapkan berlatih dengan menggunakan alat peraga kubus satuan untuk mengerjakan soal-soal latihan menentukan volum bangun ruang sehingga memudahkan dalam menyelesaikan soal tersebu

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENATAAN PRODUK KELAS XI PM 1 PADA MATERI PELABELAN PRODUK MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SMKN 1 BATANGHARI

    Get PDF
    Pembelajaran Kooperatif biasa disebut dengan pembelajaran berkelompok. Pembelajaran ini membuat siswa untuk bisa mencari dan menyelidiki suatu masalah dengan cara berkelompok (kolaborasi) sistematis, kritis, logis dan dianalisis dengan baik. Tujuan dari penelitian ini: (1) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Penataan Produk siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD. (2) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas proses pembelajaran Penataan Produk siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMkN 1 Batanghari, Jambi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI PM 1 tahun pelajaran 2018/2019 sebanyak 35 orang. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus I terdiri dari 3 pertemuan dan siklus II terdiri dari 3 pertemuan. Tes kemampuan kemampuan komunikasi siswa dilakukan di awal dan akhir setiap siklus. Adapun hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari: (1) Hasil tes ulangan kemampuan siswa siklus I diketahui jumlah siswa yang mencapai nilai di atas 70 adalah 35% sebanyak 14 orang siswa dan yang tidak tuntas sebanyak 26 orang yaitu 65%, hasil rata-rata yang dicapai oleh siswa adalah 62.74 %. (2) Hasil tes ulangan siswa siklus II diketahui nilai rata-rata 70,26, tuntas 32 orang, tidak tuntas 3 orang, dan peningkatan hasil belajar Penataan Produk siswa naik 10,1 poi

    PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENGELOLAAN BISNIS RITEL KELAS XI BISNIS DARING DAN PEMASARAN 1 SMK NEGERI 1 BATANGHARI TAHUN 2018

    Get PDF
    Drs. Karsidi, “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Mata Pelajaran Pengelolaan Bisnis Ritel Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Batanghari Tahun 2018”.Berdasarkan hasil analisis data dan refleksi pada setiap siklus, maka penulis dapat menarik kesimpulan dan mengemukakan saran sebagai berikut : Menjadikan suasana pembelajaran atau kelas yang menyenangkan merupakan suatu hal yang harus terlaksana dengan baik, karena itu guru atau pendidik dituntut untuk menyadari bahwa betapa penting penerapan model-model pembelajaran. Dengan penerapan model-model pembelajaran yang bervariasi maka dapat menciptakan suasana belajar yang efektif, efisien dan menyenangkan sehingga akan mempengaruhi terhadap keberhasilan mata pelajaran yang dipelari leh siswa. Tujuan penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Mata Pelajaran Pengelolaan Bisnis Ritel Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Batanghari Tahun 2018. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Penerapan Model Problem Base Learing pada pembelajaran Pengelolaan Bisnis Ritel di Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran 1 SMK N1. Batanghari? Bagaimanakah Hasil Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pengelolaan Bisnis Ritel di Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran 1 SMK N1. Batanghari dengan Penerapan Model Problem Base Learing? Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai dengan siklus II. Subjek dan objek dari penelitian ini adalah Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran 1 SMK N1. Batanghari sebanyak 32 orang siswa. Dari analisis pada post test siklus I siswa yang memperoleh nilai < 80 sebanyak 6 siswa (18,75%) dan siswa yang memperoleh nilai > 80 sebanyak 26 siswa dengan prosentase ketuntasan (81,25%) dengan rata-rata kelas 78,25%. Sedangkan nilai post test pada siklus II siswa yang memperoleh nilai < 80 sebanyak 0 siswa (0%) dan siswa yang memperoleh nilai >80 sebanyak 32 siswa dengan prosentase ketunasan (100%), dengan rata-rata kelas 89,38%. Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat dengan presentase ketuntasan 100%. Hal ini berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)yang telah terpenuhi yaitu 80. Dengan demikian peneliti bisa mengakhiri penelitian, karena hasil belajar siswa sudah sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Mata Pelajaran Pengelolaan Bisnis Ritel Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Batanghari Tahun 2018 berhasil

    PENGEMBANGAN SIKAP POSITIF TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 BATANG HARI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE GROUP INVESTIGATION (GI)

    Get PDF
    Cooperative learning is an alternative in the learning process, because cooperative learning is able to improve students' ability to work together, solve problems and think critically so that it is suitable in the special guidance and counseling professional education class which aims to provide an understanding of the rules of professional counseling and guidance services. Group Investigation (GI) is one of the cooperative learning models that can increase students' confidence in using knowledge and skills that are useful for the group. Besides that, it can also improve relationship between groups, so it can be created a good learning environment and a positive attitude. This is a pattern of professional attitudes of a counselor to be able to understand, appreciate, and practice abilities of the Positive attitudes, which deserve to be the role models or examples for the community. &nbsp

    UPAYA PENINGKATAN AKTIFITAS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA (Studi Pada Siswa kelas X SMKN 1 Batang Hari)

    Get PDF
    the efforts to improve the quality of human resources is through improving the quality of education. The quality of education will be good if the teaching process can be understood by students not only mastering the knowledge material but also being able to use their knowledge in real life that has relevance to the knowledge they have. Based on the objectives above , the approach used in this study is a qualitative descriptive approach. Data analysis is carried out covering three elements, namely data reduction, data presentation and conclusions or data verification. To ensure the validity of the data is done by using four techniques, they are the extension of the presence of researchers, perseverance of observation, triangulation (sources, methods, techniques), and peer examination. Based on the results of the study it can be seen that; first, the learning activities of students at Batang Hari Vocational High School are an increase in student learning activities from the ability to answer questions, the courage to ask questions, the ability to express opinions, skills in giving advice, the ability to express conclusions have increased in each cycle. Second, the way to implement the contextual teaching and learning approach in the learning at the Batang Hari Vocational High School 1 has been well implemented by the teacher by including the REACT indicator in the learning process carried out in each cycle. Third, the use of contextual teaching and learning approaches that can improve student learning activities in 1 Batang Hari Vocational School students learn from learning activities that actively acquire new knowledge through the process of experiencing, finding, and analyzing material. Then use his abilities in other situations.&nbsp

    PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI KARYA ILMIAH DI SMK NEGERI 12 SEROLANGUN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode diskusi kelompok di SMKN 12  Serolangun dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI  SMK Negeri 12 Serolangun tahun pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian sebagai berikut : (1) Metode diskusi kelompok dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia hal ini terlihat pada hasil penelitian yang menunjukkan pada siklus I jumlah rata-rata siswa yang aktif saat diskusi 63,3% dengan kriteria tinggi, sedangkan pada siklus II aktivitas siswa mengalami peningkatan dengan persentase rata-rata 70,8 % (kriteria tinggi) (2) Metode diskusi kelompok dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dan suasana kelas saat PBM menjadi lebih hidup

    PENERAPAN METODE DRILL PADA PEMBELAJARAN BOLA VOLLEY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

    Get PDF
    The used of drill methods is able to improve the bottom basic skills and passing students of class XII Adm (administration) of Office of SMK 1 Tanjabtim. This research is a classroom action research that aims to determine the extent to which students' ability to perform lower service and passing by looking at hypotheses and indicators of performance is if 75% of the total number of students. it shows the ability of the categorized as good category (75% -89% ) As for the subjects of this study were students of class XII Adm. Office of SMK 1 Tanjabtim, are 20 people. Based on the results of the observations, it has not increased which only reached 35.77%, so it was continued in the first cycle after being given an action that increased of an average of 65.23% but the first cycle had not reached the expectation with the target of 75% - 85 %. So that it is continued to the second cycle by refining learning process, then in the second cycle experienced an increase by an average of 85.69%. This exceeded the expected target so that this study was declared complete

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROLE PLAYING DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI NOMOR 55/I SRIDADI KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANG HARI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar melalui Pembelajaran Kooperatif tipe Role Playing pada mata pelajaran PKN kelas IV Sekolah Dasar Negeri No.55/I Sridadi . Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini fokus pada proses aktivitas siswa dan guru dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe role playing dan fokus hasil belajar siswa setelah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe role playing. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri No.55/I Sridadi dengan objek penelitian siswa kelas IV yang berjumlah 30 orang. Hasil belajar yang diperoleh dari taraf keberhasilan siswa yang tuntas mencapai KKM sekolah, yang cenderung mengalami peningkatan, berturut-turut: siklus I, kualifikasi cukup, dan siklus II, kualifikasi baik. Kesimpulan hasil penelitian yaitu terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn melalui pembelajaran kooperatif tipe role playing di kelas IV Sekolah Dasar Negeri No.55/I Sridadi&nbsp

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA KELAS X PADA MATERI BARISAN DAN DERET MENGGUNAKAN METODE KOOPERATIF TIPE MAKE-A MATCH DI SMKN 5 KOTA JAMBI PROVINSI JAMBI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X pada materi barisan dan deret menggunakan metode kooperatif tipe make-a match di SMKN 5 Kota Jambi Provinsi Jambi. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data diperoleh kesimpulan yaitu: (1) Aktivitas siswa selama pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Make-A Match tergolong efektif dan aktif. Hal ini sejalan dengan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dalam kategori sangat baik. (2) Hasil belajar siswa pada siklus 1 yaitu 76% meningkat menjadi 91,17% pada siklus 2. Respon siswa terhadap materi barisan dan deret dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Make-A Match sangat positif. Ketuntasan belajar siswa terhadap materi barisan dan deret dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Make-A Match menunjukkan sebanyak 23 siswa yang secara klasikal tuntas dengan persentase 94,12% dan mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapka

    29

    full texts

    119

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HR-Institut: Journal of Econimics and Scienties
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇