e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)Not a member yet
1348 research outputs found
Sort by
Time Management untuk Hidup Lebih Efisien dan Efektif
Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menyiapkan para anggota Yayasan Raudlatul Makfufin di Buaran Serpong bisa secara mandiri melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien atas segala kekurangan mereka. Berdasarkan hasil observasi, para anggota Yayasan masih sulit mengatur waktu mereka antara pekerjaan dan urusan pribadi dengan keluarga. Para anggota sendiri adalah para wirausaha yang sangat membutuhkan masukan dalam membagi waktu mereka yang terbatas agar lebih produktif. Target dari pengabdian ini adalah seluruh warga Taman Tunanetra Yayasan Raudlatul Makfufin di Buaran Serpong. Hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini terbukti bahwa warga taman tuna netra Yayasan Raudlatul Makfufin di Buaran Serpong mampu mengelola waktu dalam mengerjakan aktivitas yang terencana. Hal ini dapat terlihat bagaiÂmana para peserta dapat membuat jadwal masing masing dengan menggunakan 6 langkah yaitu Brainstorming, Breakdown Task, Priority Scale, membuat agenda yang Smart, membuat to do List dan Stop Doing List
STRATEGI MENINGKATKAN KESADARAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi, kendala, tolok ukur keberhasilan, dan tindak lanjut dari pelaksanaan strategi untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak UMKM di lingkup Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara dan penelitian dokumentasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan dalam pelaksanaan tugasnya tidak ada pembagian fokus antara Wajib Pajak UMKM dan Non UMKM. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan melakukan kolaborasi bersama pihak eksternal DJP untuk melaksanakan kegiatan baik untuk UMKM maupun Wajib Pajak pada umumnya. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi salah satunya ialah perbedaan pemahaman petugas pajak terhadap suatu kebijakan. Indikator Kinerja Utama (IKU) digunakan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan strategi yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi
OECD/G20 PILLAR TWO: IS IT A COMPATIBLE AND FEASIBLE SOLUTION?
This study aims to contribute to the continuing discussion about the compatibility and feasibility of the OECD/G20 Pillar Two measures as a solution to address the remaining base erosion and profit-shifting (BEPS) issues. One triggering such a discussion is the significance of Pillar Two for developing countries. In so doing, a literature review is conducted to gain relevant considerations to the Pillar Two implementation. The analysis lead to the comprehension of the issues surrounding Pillar Two, i.e. justification, complicated design, fairness issues, and effectiveness. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi berkelanjutan tentang kompatibilitas dan kelayakan Pilar Dua OECD/G20 sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan penggerusan basis pajak dan penggeseran laba (BEPS) yang belum terselesaikan. Salah satu pemicu diskusi tersebut adalah pentingnya Pilar Dua bagi negara berkembang. Untuk itu, penelitian ini melibatkan studi literatur untuk memperoleh berbagai pandangan yang relevan terkait implementasi Pilar Dua. Analisis tersebut menghasilkan pemahaman terhadap isu-isu seputar Pilar Dua, yaitu justifikasi sebagai penangkal BEPS, desain yang rumit, isu keadilan pemajakan, dan efektivitas penerapan
Studi Kasus Pengaruh Dana Desa Terhadap Peningkatan Aset Desa Waru Jaya Menggunakan Sustainable Livelihood Impact Assessment Method
After the village fund program runs, it is necessary to review the impact of the Village Fund's performance to determine the achievement of the program with parameters for changes to assets/capital using the SLIA (Sustainable Livelihood Impact Assessment) method, to measure changes in village assets before and after the program. Data on changes in village assets is important to set further policy on the progra
PENGARUH DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS, DANA BAGI HASIL, DAN DANA KEISTIMEWAAN TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH
This study aims to examine the effect of General Purposed Transfer, Special Purposed Transfer, Revenue Sharing, and Special Fund on district/city level of regional fiscal independence, especially in Special region of Yogyakarta (DIY). Data analysis using panel data regression with fixed effect model and Generalized Least Square method. The research sample is all districts/cities in Special Region of Yogyakarta (total sampling) that have realized the DAU, DAK, DBH, Special Fund and also the components forming the ratio of regional fiscal independence in 2013 to 2019. The result shows that DAU has a significant negative effect on the level of regional fiscal independence. DAK and Special Fund have a significant positive effect on the level of regional fiscal independence. Meanwhile, DBH has no effect on the level of regional fiscal independence. Â Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh realisasi Dana Alokasi Umum, dana alokasi khusus, dana bagi hasil, dan dana Keistimewaan terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah, khususnya di kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan model Fixed Effect metode Generalized Least Square. Sampel penelitian adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi DIY (total sampling) yang memiliki realisasi DAU, DAK, DBH, Dana Keistimewaan, serta komponen pembentuk rasio kemandirian keuangan daerah tahun 2013 s.d. 2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa DAU berpengaruh signifikan negatif terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah. DAK dan Dana Keistimewaan berpengaruh signifikan positif terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah. Sementara itu, DBH tidak berpengaruh terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah.Â
Pelatihan Digitalisasi dan Pengelolaan Produk UMKM Makanan Halal Tradisional di Sukoharjo
Pelatihan ini bertujuan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mempunyai kemampuan dalam peningkatan penjualan dan jangkauan pasar melalui media digital. UMKM yang dipilih sebagai obyek pelatihan adalah anggota yang mendapatkan pembiayaan dari Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Fadhilah Sentosa. Tujuan lain yang diharapkan dari pelatihan ini adalah UMKM mampu mengelola produk makanan tradisional sehingga menjadi ekosistem produk unggulan halal di Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah Pelatihan tatap muka dengan materi Teknik foto produk, pencatatan keuangan secara digital, optimalisasi pemasaran melalui marketplace dan beberapa persiapan untuk perijinan produk makanan halal. Hasil yang didapatkan adalah Peserta mampu mengikuti dan melaksanakan materi pelatihan dengan baik. Hambatan-hambatan yang muncul pada saat monitoring adalah kekurangan sumber daya yang mengurus khususnya pemasaran online dan pencatatan keuangan
Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Manipulatif Bernuansa Budaya Lokal di SD Negeri II Kedungjaya Kabupaten Cirebon
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di kelas dengan menggunakan media pembelajaran yaitu alat peraga manipulatif. Sumber daya lingkungan sekitar sekolah dapat dimanfaatkan untuk membuat alat peraga yang sederhana. Konsep matematika yang abstrak dapat dijembatani dengan keberadaan bahan manipulatif ini. Selain itu, siswa sekolah dasar yang pola perkembangan kognitifnya berada pada tahapan operasional konkrit, dapat lebih mudah memahami konsep matematika dan lebih termotivasi lagi untuk belajar. Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan di SDN II Kedungjaya Kabupaten Cirebon, diperoleh informasi bahwa guru memberikan materi dengan berpedoman pada buku paket saja, dan jarang menggunakan alat peraga. Guru sering kehabisan waktu jika menggunakan alat peraga. Adapun tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan pelatihan, keterampilan pada guru untuk mengembangkan dan membuat alat peraga manipulatif dengan bahan utama botol atau plastik. Metode pengabdian ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu analisis, desain dan pembuatan alat peraga manipulatif. Instrumen yang digunakan meliputi wawancara terstruktur, angket dan dokumentasi. Dari hasil pengabdian yang telah diselenggarakan, guru-guru sangat antusias dalam mengikuti kegiatan workshop. Hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan, dan sharing tentang pembelajaran yang telah dilakukan selama ini. Guru-guru pun mencoba membuat alat peraga dari bahan manipulatif yang akan diimplementasikan di kelas nya masing-masing
The Effect of Trade Openness, Customs Tariff, Financial Penalty, and Regional Trade Agreement on Trade Misinvoicing
Trade misinvoicing is one of the illegal practices hiding behind legal trade with the purpose of tax evasion and capital flight. It is estimated that Indonesia had a potential loss of 6,5 miliar pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh faktor trade openness, customs tariff, financial penalty, dan trade agreement terhadap trade misinvoicing yang terdapat pada perdagangan antara Indonesia dan negara mitra dagangnya. Analisis dalam penelitian ini dilakukan terhadap 83 negara mitra dagang yang tercatat di UN Comtrade selama kurun waktu 2010 s.d. 2019 dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 830 observasi. Penelitian ini menggunakan dua model regresi data panel, yaitu model dengan import misinvoicing dan export misinvoicing sebagai proksi dari trade misinvoicing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa customs tariff, financial penalty, dan trade agreement berpengaruh terhadap import misinvoicing. Selanjutnya, customs tariff dan financial penalty berpengaruh terhadap export misinvoicing. Sedangkan trade openness tidak berpengaruh terhadap trade misinvoicing baik dari sisi impor maupun ekspor.
Kata kunci: customs tariff, financial penalty, trade agreement, trade openness, trade misinvoicin
TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI DAN PRAKTIK TRANSFER PRICING DI INDONESIA
This study aims to review transactions conducted by multinational companies operating in Indonesia related to transfer pricing activities. This study uses qualitative methods using two approaches, content analysis, and interviews. The content analysis aims to obtain related party disclosure information in the financial statements as stipulated in PSAK No. 7 (2015). The data used in the financial statements of manufacturing companies in the consumer goods industry sector are included in multinational companies and listed on the Indonesia Stock Exchange from 2014-2017. Meanwhile, interviews were conducted to confirm the data obtained through content analysis. The informant in the interview is one of the Polytechnic of State Finance STAN lecturer, who has academic expertise in international tax accounting and transfer pricing. This study concludes that, in general, multinational companies operating in Indonesia have disclosed related party information in their financial statements. Furthermore, the assessment of the fairness of transactions with related parties related to transfer pricing is based on the arm's length principle. The results of this study indicate the need for broader disclosure of financial accounting standards in Indonesia and the harmonization of taxation regulations in Indonesia with tax regulations in other countries related to transfer pricing practices.
Â
Â
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengulas transaksi-transaksi yang dilakukan oleh perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia terkait dengan aktivitas transfer pricing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu content analysis dan wawancara. Content analysis bertujuan untuk mendapatkan informasi pengungkapan pihak-pihak yang berelasi dalam laporan keuangan sebagaimana diatur dalam PSAK No. 7 (2015). Data yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang termasuk dalam kategori perusahaan multinasional dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2014-2017. Sementara itu, wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mengkonfirmasi data-data yang diperoleh melalui content analysis. Informan dalam wawancara adalah salah satu dosen Politeknik Keuangan Negara STAN yang memiliki keahlian akademis dalam akuntansi perpajakan internasional dan transfer pricing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara umum perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia telah mengungkapkan informasi pihak-pihak berelasi dalam laporan keuangannya. Selanjutnya, penilaian kewajaran transaksi dengan pihak berelasi terkait dengan transfer pricing berdasarkan arm’s length principle. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya pengungkapan yang lebih luas dalam standar akuntansi keuangan di Indonesia dan harmonisasi peraturan perpajakan di Indonesia dengan peraturan perpajakan di negara lain-lain terkait dengan praktek transfer pricing.
Â
Penerapan Akuntansi Lingkungan Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan Terhadap Lingkungan
Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan akuntansi lingkungan sebagai per¬tanggung¬jawaban perusahaan terhadap lingkungan, perlakuan akuntansi lingkungan, dan aktivitas lingkungan PT Indominco Mandiri ditinjau dari konsep Quadrangle Bottom Line (QBL). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Indo¬minco Mandiri telah menerap¬kan akuntansi lingkungan pada bentuk reklamasi lahan bekas tambang, mem¬perlakukan biaya lingkungan sebagai biaya produksi yang dicatat pada sub-sub unit sejenis dalam laporan laba-rugi dan reklamasi lahan bekas tambang oleh PT Indominco Mandiri mem¬berikan nilai tambah pada aspek lingkungan, aspek ekonomi maupun aspek sosial yang dilaksanakan dengan menanam¬kan nilai-nilai spiritual. Rekomendasi peneliti bahwa pen¬yusunan laporan tentang biaya lingkungan idealnya dihadirkan secara mandiri sebagai laporan pertang-gungjawaban tentang pengelolaan lingkungan. Kegiatan reklamasi lahan bekas tambang idealnya meng¬optimalkan keterlibatan masyarakat sekitar untuk mengoptimalkan nilai tambah (value added) aspek lingkungan, ekonomi dan sosial untuk menempatkan masyarakat menjadi bagian dari perusahaan