e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)Not a member yet
1348 research outputs found
Sort by
TINJAUAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK PENGUSAHA TEMBAKAU DI KPP PRATAMA TEMANGGUNG
Penelitian ini bertujuan meninjau tingkat kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak Pengusaha Tembakau di daerah penghasil tembakau terbesar pertama di Indonesia yaitu Temanggung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yang terdiri atas wawancara dan pengumpulan data sekunder. Sumber data penelitian ini yaitu pegawai dan wajib pajak pengusaha tembakau terdaftar di KPP Pratama Temanggung. Pengolahan data sekunder dilakukan dengan menggunakan norma absolut skala lima. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan Wajib Pajak Pengusaha Tembakau di KPP Pratama Temanggung secara keseluruhan adalah baik. Pengetahuan dan kepatuhan Wajib Pajak Pengusaha Tembakau dipengaruhi positif dan signifikan terhadap pelayanan pegawai pajak. Semakin aktif pegawai memberikan pemahaman perpajakan dan melakukan pelayanan dengan maksimal kepada wajib pajak maka akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan penerimaan pajak
Analisis Implementasi Kebijakan Pengkreditan Pajak Masukan Dalam Masa Pajak Tidak Sama
Crediting Input Tax with Output Tax in different Tax Period is an alternative for crediting Input Tax in the event that crediting Input Tax with Output Tax in the same Tax Period cannot be executed. In practice, the norms regulated in Article 9 paragraph (9) of the VAT Law have become recurring disputes. The purpose of this study is to analyze the implementation of the input tax crediting policy with the output tax in the different tax period that is running and to present a new perspective in interpreting the legal norms for crediting input tax in a holistic manner according to the characteristics of these norms and in line with the historical background of the previous policy. Two new things that support each other were found, namely the construction of the input tax crediting legal norms using paired legal norms and the findings of the legal basis that the input tax crediting was applied in the era before the 1984 VAT Law amendment which was the forerunner of the policy of crediting input tax with output tax in the different Tax Period, Article 9 paragraph (9) of the VAT Law.
Pengkreditan Pajak Masukan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak tidak sama menjadi alternatif pengkreditan Pajak Masukan dalam hal pengkreditan Pajak Masukan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama tidak dapat dijalankan. Pada praktik di lapangan justru norma yang diatur dalam Pasal 9 ayat (9) UU PPN tersebut menjadi sengketa yang berulang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis implementasi kebijakan pengkreditan Pajak Masukan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak tidak sama yang berjalan dan menyajikan perspektif baru dalam menginterpretasikan norma hukum pengkreditan Pajak Masukan secara holistik sesuai karakteristik norma tersebut dan selaras dengan latar belakang historis kebijakan sebelumnya. Diperoleh dua temuan baru yang saling mendukung yaitu konstruksi hukum pengkreditan Pajak Masukan menggunakan norma hukum berpasangan dan adanya temuan dasar hukum yang berlaku pada era sebelum amandemen UU PPN 1984 yang merupakan cikal bakal kebijakan pengkreditan Pajak Masukan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak tidak sama, Pasal 9 ayat (9) UU PPN.Pengkreditan Pajak Masukan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak tidak sama menjadi alternatif pengkreditan Pajak Masukan dalam hal pengkreditan Pajak Masukan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama tidak dapat dijalankan. Pada praktik di lapangan justru norma yang diatur dalam Pasal 9 ayat (9) UU PPN tersebut menjadi sengketa yang berulang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis implementasi kebijakan pengkreditan Pajak Masukan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak tidak sama yang berjalan dan menyajikan perspektif baru dalam menginterpretasikan norma hukum pengkreditan Pajak Masukan secara holistik sesuai karakteristik norma tersebut dan selaras dengan latar belakang historis kebijakan sebelumnya. Diperoleh dua temuan baru yang saling mendukung yaitu konstruksi hukum pengkreditan Pajak Masukan menggunakan norma hukum berpasangan dan adanya temuan dasar hukum yang berlaku pada era sebelum amandemen UU PPN 1984 yang merupakan cikal bakal kebijakan pengkreditan Pajak Masukan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak tidak sama, Pasal 9 ayat (9) UU PPN
Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat Sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Fiskal
The existence of the Covid-19 pandemic has implications for the economic conditions of West Java Province. This includes the revenue and financing of the West Java Provincial Government (West Java Province) which has a deficit of IDR 5.04 trillion in 2020. Therefore, it is necessary to optimize Regional Original Income (PAD) as an effort to realize regional fiscal independence. This study in addition to describing the urgency of optimizing PAD, also efforts that can be made by the Government in maximizing its PAD revenue. The research methodology used in this research is qualitative. The results of this study indicate the urgency of optimizing PAD, because the economic potential in West Java is high; PAD contribution which tends to decrease in regional income; Pandemic conditions that have not yet ended will have an impact on the community's economy; and the actions of the West Java Provincial Government that have not been optimal to increase PAD. Based on this urgency, efforts to optimize PAD that can be carried out include strengthening the commitment of regional heads in optimizing PAD, mapping the potential of all types of taxes, strengthening tax collection and optimization strategies, providing tax incentives, and providing adequate tax infrastructure and human resources. Thus, PAD optimization can be carried out even in the Covid-19 pandemic situation.
Adanya pandemi covid-19 berimplikasi pada kondisi ekonomi Provinsi Jawa Barat. Hal ini termasuk pada pendapatan-pembiayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang defisit Rp5,04 triliun pada 2020. Oleh karena itu, perlu dilakukan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai upaya mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini selain menguraikan urgensi dilakukannya optimalisasi PAD, juga upaya yang dapat dilakukan oleh Pemerintah dalam memaksimalkan penerimaan PAD-nya. Hasil penelitian ini menunjukan urgensi dilakukan optimalisasi PAD, karena potensi ekonomi di Jawa Barat yang tinggi; kontribusi PAD yang cenderung mengalami penurunan pada pendapatan daerah; kondisi Pandemi yang belum usai menyebabkan dampak pada perekonomian masyarakat; dan tindakan Pemprov Jabar yang belum optimal untuk m eningkatkan PAD. Atas urgensi tersebut, maka upaya optimalisasi PAD yang dapat dilakukan antara lain dengan penguatan komitmen kepala daerah dalam mengoptimalkan PAD, mapping potensi semua jenis pajak, penguatan strategi pemungutan dan optimalisasi pajak, pemberian insentif pajak, dan penyediaan infrastruktur dan SDM pajak yang memadai
Peran Moderasi Teknologi Informasi Dalam Hubungan Antara Pengetahuan Pajak, Sanksi Pajak Dan Kepatuhan Pajak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengetahuan pajak dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Selain itu, penelitian ini juga menempatkan teknologi informasi sebagai variabel moderasi dalam hubungan variabel independen dan variabel dependen. Data yang digunakan merupakan data primer yang perolehan data dari penyebaran kuesioner melalui google form dengan subjek penelitian adalah dokter yang bekerja secara independen. Kuisioner disebarkan selama periode 14 Maret sampai dengan 25 Maret 2022. Berdasarkan purposive sampling, sampel penelitian ini berjumlah 30 observasi. Data penelitian diolah menggunakan structural equation model dengan software Smart PLS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan pajak tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan sanksi pajak memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini juga menemukan bahwa teknologi informasi tidak memoderasi pengaruh pengetahuan pajak dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini mengindasikan bahwa otoritas pajak di Indonesia untuk mengembangkan fasilitas perpajakan yang memudahkan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya terutama peningkatan teknologi informasi yang mudah untuk digunakan.
 
Pengaruh Kepercayaan Kepada Pemerintah Terhadap Kepatuhan Pajak Dengan Persepsi Keadilan Pajak Sebagai Variabel Intervening
This study aims to examine the role of tax justice perception in mediating the effect of trust in government on tax compliance. The research was conducted using quantitative methods. The type of data used in this study is primary data obtained directly from respondent answers to the questionnaires that have been distributed. The population in this study is WPOP Non Karyawan in Indonesia. The sampling technique used in this study is non probability sampling with convenience sampling technique. The research sample used in this study was 385 taxpayers. The results show that trust in government had a positive effect on perception of tax justice and tax compliance, perception of tax justice had a positive effect on tax compliance, and perception of tax justice mediates between trust in government and tax compliance.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran persepsi keadilan pajak dalam memediasi pengaruh kepercayaan kepada pemerintah terhadap kepatuhan pajak. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari jawaban responden atas kuesioner yang telah dibagikan. Populasi dalam penelitian ini adalah WPOP Non Karyawan di Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan teknik convenience sampling. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 385 Wajib Pajak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan kepada pemerintah berpengaruh positif terhadap persepsi keadilan pajak dan kepatuhan pajak, persepsi keadilan pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak, dan persepsi keadilan pajak menjadi mediasi antara kepercayaan kepada pemerintah terhadap kepatuhan pajak.Â
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran persepsi keadilan pajak dalam memediasi pengaruh kepercayaan kepada pemerintah terhadap kepatuhan pajak. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari jawaban responden atas kuesioner yang telah dibagikan. Populasi dalam penelitian ini adalah WPOP Non Karyawan di Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan teknik convenience sampling. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 385 Wajib Pajak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan kepada pemerintah berpengaruh positif terhadap persepsi keadilan pajak dan kepatuhan pajak, persepsi keadilan pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak, dan persepsi keadilan pajak menjadi mediasi antara kepercayaan kepada pemerintah terhadap kepatuhan pajak
COMPARING NEURAL NETWORK AUTOREGRESSIVE METHOD FOR IMPORT DUTY REVENUE FORECASTING
Neural Network is one of the interesting methods in data analytics used to forecast time-series data in the previous years. In one of the initiative strategies, the Directorate General of Customs and Excise (DGCE) compares this method with Holt-Winters exponential smoothing to get more accurate forecasting of import duty revenue. This paper compares Holt-Winters and Neural Network(NN) to get better forecasting for import duty revenue using data from Customs and Excise Information System Automation (CEISA) billing system. As a result, NN gives a better result with a lower Mean Absolute Error (MAE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), and Root Mean Square Error (RMSE). Therefore, neural networks should be used to forecast and monitor the realization of import duty revenue so DGCE can identify the change in economic indicators that can affect import duty revenue earlier and produce the right policy to respond to it
PEMBATASAN SEBAGAI SOLUSI PELARANGAN EKSPOR BAHAN BAKU NIKEL: STUDI KASUS EKSPOR BAHAN BAKU NIKEL INDONESIA
Akhir-akhir ini, terjadi perdebatan antara Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa terkait ekspor nikel mentah. Pemerintah Indonesia menilai ekspor mineral secara mentah tidak memberikan nilai tambah yang layak bagi negara dan melakukan larangan ekspor nikel mentah. Namun bagi Uni Eropa, ketersediaan bahan baku mentah diperlukan untuk keberlangsungan indutri mereka. Makalah ini berusaha memberikan alternatif kebijakan atas larangan ekspor menjadi pengetatatan pembatasan ekspor. Penelitian ini menggunakan simulasi
model Computable General Equilibrium (CGE) dengan GTAP 9
. Hasil penelitian menunjukkan pengetatan ekspor nikel mentah menghasilkan penurunan produktivitas industri nikel mentah Indonesia, kenaikan produktivitas dan ekspor industri manufaktur Indonesia, serta kenaikan produktivitas industri manufaktur Uni Eropa
Implementasi Insentif Pajak Menurut Model G Edward III
Pemerintah penerbitkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) salah satunya berupa insentif pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan insentif pajak berupa pengurangan angsuran PPh pasal 25 bagi wajib pajak Badan di KPP Pratama Medan Petisah melalui model G Edward III dan indentifikasi kendala dalam implementasi insentif pajak. Penelitian disusun dengan metode kualitatif yang berfokus pada keberhasilan implementasi insentif pajak dan kendala yang dihadapi dengan melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang terlibat dalam implementasi kebijakan insentif pajak. Hasil penelitian menemukan bahwa implementasi insentif pajak berupa pengurangan angsuran PPh pasal 25 hanya dimanfaatkan oleh wajib pajak pada bulan April 2020. Pada bulan selanjutnya pemanfaatan insentif ini terus menurun bahkan nihil di bulan Desember 2020. Adanya kendala penggunaan teknologi berupa aplikasi yang belum dipahami, administrasi yang diaanggap rumit dan persepsi wajib pajak kurang tepat mengenai insentif pajak sehingga memutuskan tidak memanfaatkan insentif tersebut. Bila dikaitkan dengan model G Edward III kebijakan insentif pajak ini belum berhasil karena faktor komunikasi yang belum efektif. Namun untuk faktor lainnya berupa sumber daya, disposisi dan sturktur birokrasi sudah cukup baik dan mendukung penerapan insentif pajak
DETERMINAN KEBIJAKAN HUTANG DENGAN DIMODERASI KEUNIKAN PRODUK: Akuntansi
The purpose of this study was to examine the effect of financial flexibility, tangibility assets, and tax shields on debt policy with product uniqueness as a moderating variable. The population in this study are various industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2016-2020 as many as 213 companies. The sampling technique was purposive sampling, in order to obtain 145 units of analysis. The data analysis method of this research is panel data regression analysis and moderating regression analysis with the selected research model being the fixed effect model (FEM) for panel data regression analysis and the random effect model (REM) for moderating regression analysis. The selection of the data analysis method was based on the results of the hausman test. The test results show that financial flexibility has a negative effect on debt policy, and tangibility assets has a significant positive effect on debt policy. Then, the uniqueness of the product is able to moderate the effect of financial flexibility and tangibility assets on debt policy. However, tax shields have no effect on debt policy and product uniqueness is unable to moderate the effect of tax shields on debt policy.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh fleksibilitas keuangan, tangibility assets, dan tax shields terhadap kebijakan hutang dengan keunikan produk sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor aneka industri yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020 sebanyak 213 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sehingga didapat 145 unit analisis. Metode analisis data penelitian ini adalah analisis regresi data panel dan analisis regresi moderasi dengan model penelitian yang terpilih adalah fixed effect model (FEM) untuk analisis regresi data panel dan random effect model (REM) untuk analisis regresi moderasi. Pemilihan metode analisis data tersebut didasarkan pada hasil hausman test. Hasil pengujian menunjukan bahwa fleksibilitas keuangan berpengaruh negatif terhadap kebijakan hutang, dan tangibility assets berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan hutang. Kemudian, keunikan produk mampu memoderasi pengaruh fleksibilitas keuangan serta tangibility assets terhadap kebijakan hutang. Namun, tax shields tidak berpengaruh terhadap kebiajakan hutang dan keunikan produk tidak mampu memoderasi pengaruh tax shields terhadap kebijakan hutang
Penerapan Metode Belajar Bahasa Inggris Dengan “Mantul†(Makan, Asyik, Nonton, Tiru, Unggul) Di Taman Kanak-Kanak (TK) Desa Darame dan Tanah Tinggi Kecamatan Morotai Selatan
Ketersediaan sarana prasarana dan sumber daya manusia termaksud metode pembelajaran yang konkrit menjadi salah satu penghambat penerapan dan kemajuan pendidikan bahasa inggris. Pelatihan pembelajaran MANTUL dilaksanakan di TK Malahayati dan Angkasa pada hari kamis 4 Agustus-Jumat 7 agustus 2022. Tahapannya dimulai dari koordinasi dengan sekolah, simulasi pelatihan, memberikan sosialisasi, pelatihan MANTUL, monitoring dan evaluasi, pelaporan. Hasil yang dicapai dalam pelatihan MANTUL dimana siswa begitu antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar. Siswa merasa terpacu dan semangat untuk mengetahui arti objek yang ada didepan. Semua siswa/anak-anak dengan cepat mampu mengenal dan mengerti maksud beberapa objek dalam artian bahasa inggris. Adanya metode pembelajaran untuk anak-anak TK yang sesuai dengan karakter keseharian, makan dan bermain. Siswa/anak anak cepat menangkap maksud terjemahan dan memahami arti dalam bahasa inggris, namun ada beberapa juga yang cepat lupa arti bahasa inggrisnya, Anak-anak lebih mudah dalam menangkap arti suatu objek dan sulit untuk lupa terhadap objek tersebut