e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)Not a member yet
1348 research outputs found
Sort by
Tinjauan Atas Pajak Penghasilan Pekerja Lepas (Freelancer)
This research aims to discuss the Income Tax for Freelancers in the city of Malang. The methods used in this research include literature review and interviews, the collection of data and information from various relevant literature on the research topic, as well as primary data obtained through interviews with informants. The rapid advancement of technology has made it easier for people to work as freelancers from anywhere. In general, there is no withholding tax (Article 21) on commissions earned by freelancers, but freelancers using freelancing platforms such as Upwork will be subject to commission deductions. Freelancers who have earned income above the Non-Taxable Income Threshold (PTKP) or have met the subjective and objective criteria are required to have a Tax Identification Number (NPWP) and fulfill their tax obligations. However, in practice, only a few freelancers are aware of their tax obligations.Penelitian ini bertujuan untuk membahas Pajak Penghasilan Pekerja Lepas (Freelancer) di Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi pustaka dan wawancara, pengumpulan data dan informasi dari berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian, serta data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan informan. Perkembangan teknologi yang semakin pesat memudahkan masyarakat untuk bekerja sebagai pekerja lepas atau freelancer dari mana pun. Secara umum, tidak ada potongan PPh Pasal 21 atas komisi yang diperoleh oleh freelancer, namun freelancer yang menggunakan freelancing platform seperti Upwork akan dikenakan potongan komisi. Freelancer yang telah memperoleh penghasilan di atas PTKP atau telah memenuhi syarat subjektif dan objektif wajib memiliki NPWP dan memenuhi kewajiban perpajakannya, namun faktanya hanya sedikit freelancer yang menyadari kewajiban perpajakannya.
 
MENGAPA DJP KALAH DALAM SENGKETA PAJAK? STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN
This research is driven by the increasing trend of tax disputes in recent years, the high number of losses of the Directorate General of Taxes (DGT), and intragroup service transactions that are mostly used in tax avoidance. This research was conducted by analyzing judicial verdicts on disputes between the DGT and PT Tirta Investama due to affiliated transactions of management services. This research aims to determine the dispute resolution process and the cause of DGT's loss. The method used is qualitative, by implementing a case study. This research explains that there are . This research implies that DGT needs to evaluate and enhance the performance of the tax auditor. Suggestions of this research is DGT needs to improve several regulations related to intragroup services and burden of proof in the tax trial process.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tren peningkatan sengketa pajak dalam beberapa tahun terakhir, tingginya tingkat kekalahan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), serta transaksi jasa intragrup yang sering dijadikan media penghindaran pajak. Studi dilakukan dengan menganalisis putusan pengadilan atas sengketa antara DJP dengan PT. Tirta Investama atas transaksi afiliasi berupa jasa manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian sengketa dan penyebab kekalahan DJP. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan menerapkan strategi penelitian studi kasus. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa proses sengketa telah berjalan sesuai dengan ketentuan administratif yang berlaku dalam Undang-Undang Pengadilan Pajak. Selain itu, penelitian ini menjelaskan lima faktor penyebab kekalahan DJP dalam sengketa pajak antara lain justifikasi tanpa analisis mendalam, uji kewajaran yang tidak solid, uji manfaat yang tidak solid, uji eksistensi yang tidak solid, dan inkonsistensi sikap selama proses pengadilan
Kontribusi Aktif Pemerintah Pada Penanganan Isu GRK dan Perubahan Iklim Global
Gas rumah kaca (GRK) merupakan gas-gas yang terkumpul dan terakumulasi di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca ( greenhouse effect ) sehingga menjadikan pemanasan global ( global warming ) dan perubahan iklim ( climate change ).). akibat negatif dari emisi GRK dan perubahan iklim menurut para ahli dan pengamat perubahan iklim global akan mempengaruhi kehidupan manusia di seluruh permukaan bumi di masa depan jika tidak segera dimitigasi. Isu perubahan iklim dan penanganan GRK menjadi topik yang sangat penting di dunia, sehingga pada tahun 2016 terciptalah kesepakatan Paris dimana hasil dari kesepakatan ini mengharuskan seluruh negara yang hadir termasuk Indonesia untuk berkontribusi secara aktif dalam melakukan mitigasi GRK dan perubahan iklim. Komitmen pemerintah Indonesia dalam melakukan penanganan GRK dan perubahan ditandai dengan diresmikannya isu perubahan iklim sebagai isu prioritas dalam RPJMN 2020-2024. Dalam pelaksanaannya pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran khusus dalam APBN dalam isu perubahan iklim dan penanganan GRK. Target pemerintah Indonesia dalam penurunan emisi GRK (NDC) hingga tahun 2030 membutuhkan dana sebesar Rp3.461 triliun atau setiap tahun memerlukan alokasi sebesar Rp 266,2 triliun. Pendanaan anggaran merupakan instrumen yang sangat penting dalam pelaksanaan program RAN/RAD-GRK demi tercapainya tujuan globalnol emisi pada tahun 2050.Gas rumah kaca (GRK) merupakan gas-gas yang terkumpul dan terakumulasi di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca ( greenhouse effect ) sehingga menjadikan pemanasan global ( global warming ) dan perubahan iklim ( climate change ).). akibat negatif dari emisi GRK dan perubahan iklim menurut para ahli dan pengamat perubahan iklim global akan mempengaruhi kehidupan manusia di seluruh permukaan bumi di masa depan jika tidak segera dimitigasi. Isu perubahan iklim dan penanganan GRK menjadi topik yang sangat penting di dunia, sehingga pada tahun 2016 terciptalah kesepakatan Paris dimana hasil dari kesepakatan ini mengharuskan seluruh negara yang hadir termasuk Indonesia untuk berkontribusi secara aktif dalam melakukan mitigasi GRK dan perubahan iklim. Komitmen pemerintah Indonesia dalam melakukan penanganan GRK dan perubahan ditandai dengan diresmikannya isu perubahan iklim sebagai isu prioritas dalam RPJMN 2020-2024. Dalam pelaksanaannya pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran khusus dalam APBN dalam isu perubahan iklim dan penanganan GRK. Target pemerintah Indonesia dalam penurunan emisi GRK (NDC) hingga tahun 2030 membutuhkan dana sebesar Rp3.461 triliun atau setiap tahun memerlukan alokasi sebesar Rp 266,2 triliun. Pendanaan anggaran merupakan instrumen yang sangat penting dalam pelaksanaan program RAN/RAD-GRK demi tercapainya tujuan globalnol emisi pada tahun 2050
Optimalisasi Pekarangan Menjadi Kebun Toga dalam Upaya Mitigasi Iklim di Desa Ploso, Kota Kudus
Pertumbuhan ekonomi di wilayah perkotaan meningkat sangat cepat dan berkontribusi pada peningkatan pembangunan wilayah. Dampak yang ditimbulkan adalah penyempitan pekarangan rumah di perkotaan dan menyebabkan suhu lebih panas karena berkurangnya tanaman sebagai penghasil oksigen. Desa Ploso adalah daerah yang ramai penduduknya dengan lahan rumah yang terbatas, namun memiliki potensi yang bisa ditingkatkan. Salah satu opsi yang menjanjikan untuk pengembangan di pekarangan rumah adalah tanaman obat keluarga (TOGA), karena selain dimanfaatkan sebagai obat alami, TOGA juga menyumbang oksigen dan bisa menurunkan suhu lingkungan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mendukung warga dalam memanfaatkan sepenuhnya lahan pekarangan mereka untuk menanam tanaman obat keluarga (TOGA) dan memberikan pemahaman mengenai hubungan tanaman dengan iklim mikro dalam mewujudkan kampung proklim. Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Ploso, di wilayah Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus pada bulan September 2023. Pendekatan dalam pelaksanaan kegiatan mencakup penyampaian materi, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta secara umum telah memahami proses budidaya TOGA. Selain itu, masyarakat juga menunjukkan minat untuk mewujudkan konsep kampung iklim dengan menanam tanaman di pekarangan rumah menggunakan Polibag
VACANT HOUSE TAX, A SOLUTION TO HIGH HOUSE PRICES
This paper will discuss the proposed Vacant House Tax (VHT) implementation scheme in Indonesia, the benefits and potential of VHT implementation in Indonesia, as well as the challenges that must be faced by the government in implementing this tax in Indonesia. the research uses a qualitative method in discussing the topic that is the purpose of this research. The qualitative method in this research is conducted by collecting various literature from books, articles, news, and so on that are relevant to the topic discussed. The potential for additional revenue from VHT is significant enough to increase Regional Original Revenue. This research also provides an overview of the challenges that may occur in the implementation of VHT such as: determining the status and ownership of vacant houses, regulatory adjustments, and environmental and monetary impact. there are research limitations such as in calculating the potential that uses several assumptions caused by the absence of data on the number of vacant houses in Indonesia so that it uses estimated data according to the OECD. This research can add to the study of taxation literature in Indonesia. The research can also be a consideration for the government in designing a tax imposition scheme on vacant houses
MAPALUS ACTIVITY-BASED REVENUE MANAGEMENT ANALYSIS FOR SUSTAINABLE GOVERNANCE
This study focuses on the integration of revenue management and cultural values in Mapalus activities, specifically in managing income obtained from farmers' dues in the Manado region. The study aims to explore the blend of cultural values and income management in Mapalus activities, identify advantages and disadvantages, and develop strategies to maintain transparency, accuracy, and fairness in fund allocation. The interpretive paradigm with a qualitative approach is employed, using a case study research design. Primary data from interviews with key stakeholders and secondary data from accounting reports are utilized. The research highlights the importance of cultural values in revenue management and how they influence decision-making processes. It also emphasizes the role of accounting in maintaining transparency and accuracy in managing funds raised from activities like collecting dues. The findings contribute to a deeper understanding of the unique accounting practices that reflect the values and culture of the Mapalus community
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SNACK KETEMPRING KHAS KUNINGAN MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA:“ALAT PENCETAK KETEMPRING”
Mitra kegiatan Community Development tahun 2023 ini adalah UMKM penghasil snack ketempring yang terletak di Desa Karangtawang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. UMKM bernama “Aalif Snack” berfokus pada produksi dan penjualan cemilan ketempring. Ketempring merupakan cemilan semacam kerupuk yang terbuat dari tepung singkong. UMKM Ketempring Aalif memiliki beberapa permasalahan terkait lamanya proses pembuatan ketempring karena pencetakan ketempring dilakukan secara manual dan satu persatu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu mitra menyelesaikan masalah terkait lambatnya proses produksi. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menciptakan alat pencetak ketempring secara masal. Mahasiswa mendampingi mitra dengan cara live-in di rumah mitra selama kurang lebih satu bulan guna melakukan observasi dan terlibat secara langsung dalam proses produksi dan penjualan, mendesain alat pencetak ketempring, hingga penciptaan Teknologi Tepat Guna untuk meningkatkan produktivitas dan penjualan produk. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra mempunyai alat cetak ketempring dan proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien
PENYUSUNAN PERATURAN DESA TENTANG TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DESA BERBASIS “SDGs Desa”
Pembangunan Desa terus dilakukan perbaikan. Sejak 2021 pembangunan di desa merujuk kepada kebijakan Pembangunan berkelanjutan desa (SDGS Desa). Berbagai piranti perlu disiapkan oleh desa agar bisa mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan pada level desa. Salah satu piranti yang sangat penting pada tataran desa adalah adanya regulasi yang memayungi tentang implementasi SDGS Desa di tingkat desa. Selama ini memang belum ada peraturan pada tingkat desa yang mengatur tentang implementasi SDGs di Desa. Desa Krandegan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah belum memiliki peraturan pada tingkat desa yang bisa dijadikan pijakan operasional untuk menerapkan SDGs Desa dalam perencanaan Pembangunan di Desa. Terkait dengan permasalah tersebut maka Pengabdian Masyarakat dari dosen PKN STAN ditargetkan untuk bisa melakukan pendampingan kepada desa untuk menyusun peraturan desa tentang SDGs Desa. Dengan Pengmas ini diharapkan SDGs Desa bisa diimplementasikan oleh desa sesuai dengan regulasi operasional pada tingkat desa
PENINGKATAN KAPASITAS USAHA MIKRO KAMPUNG CIJERUK DI ERA DIGITAL DENGAN STRATEGI 5P (ENHANCING MICRO BUSINESSES IN CIJERUK VILLAGE IN THE DIGITAL ERA WITH THE 5P STRATEGY)
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran sentral dalam ekonomi global. Namun, UMKM menghadapi tantangan baru yang signifikan akibat perkembangan teknologi dan adopsi gaya hidup digital yang semakin berkembang pesat. Salah satu kerangka kerja strategis yang efektif adalah Strategi 5P, yang mencakup Produk, Harga, Promosi, Tempat, dan Orang. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan dan keterampilan antara UMKM di Kampung Cijeruk Pandeglang dan strategi 5P dalam konteks digital. Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan bagi UMKM setempat untuk menjawab tantangan era digital. Program ini terdiri dari serangkaian lokakarya interaktif, sesi konsultasi, dan penyediaan materi informasional yang komprehensif. Selama lokakarya, para peserta diajak untuk memahami bagaimana mengoptimalkan Produk mereka agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan digital yang beragam. Mereka juga belajar tentang pentingnya menetapkan Harga yang kompetitif dan transparan. Selain itu, peserta diajar untuk memanfaatkan Promosi melalui media sosial dan platform e-commerce untuk mencapai audiens yang lebih luas. Tempat dalam konteks digital mencakup pemilihan platform e-commerce yang tepat, dan peserta diajar untuk memilih platform yang sesuai dengan produk mereka. Terakhir, pemahaman yang kuat tentang Orang dalam bisnis digital, termasuk manajemen pelanggan dan interaksi yang efektif
PELATIHAN KONTEN KREATIF DAN COPYWRITING BAGI UMKM DIGITAL KOTA CILEGON
Perkembangan bisnis digital memberikan dampak signifikan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bisa beradaptasi dengan digitalisasi. Pemanfaatan digitalisasi dapat menjadi alternatif utama dalam mendorong pengembangan skala bisnis UMKM. Kendati demikian pengembangan UMKM digital sangat membutuhkan kompetensi terutama untuk memperkuat saluran komunikasi bisnis, promosi dan pemasaran digital. UMKM digital membutuhkan kompetensi dalam pembuatan konten kreatif dan copywriting karena kedua aspek ini menjadi prasyarat utama menarik atensi para pelanggan dan konsumen. Diperlukan peningkatan kompetensi bagi para pegiat UMKM digital tentang pembuatan konten kreatif seperti meme, infografis, foto dan videografi, termasuk pembuatan tulisan berbasis teks untuk copywriting. Dalam pengabdian masyarakat di Kelurahan Bulukan Kota Cilegon yang dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2023, telah diberikan pelatihan tentang pembuatan konten kreatif dan teknik copywriting. Pelatihan dimulai dengan memberikan pendampingan secara teknis pembuatan infografis, meme, foto dan video kreatif. Keberhasilan dari program ini dapat diketahui dari meningkatnya kompetensi para pegiat UMKM digital dalam menciptakan konten kreatif dan copywriting, sehingga berkontribusi dalam peningkatan penjualan produk dan jasa. Dari hasil kegiatan ini diketahui bahwa pelatihan konten kreatif dan copywriting dapat berkontribusi memperkuat kompetensi bagi para pegiat UMKM di Kelurahan Bulukan Kota Cilegon