e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)Not a member yet
1348 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAMPAK KERJASAMA INTERNASIONAL INDONESIA AUSTRALIA COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (IA CEPA) TERHADAP NERACA PERDAGANGAN
Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2023, dengan salah satu perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia adalah Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA). Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana dampak IA CEPA terhadap impor, ekspor dan neraca perdagangan Indonesia. Data yang berasal dari Badan Pusat Statsistik (BPS) dengan periode data Februari 2017 sampai dengan September 2023 merupakan data sekunder yang digunakan pada penelitian ini. Setelah dilakukan uji normalisasi dan uji beda berpasangan atau paired t-test pada data nilai impor, nilai ekspor dan neraca perdagangan didapatkan hasil bahwa tidak cukup bukti untuk menerima H0 karena p-value < 0,05. yang artinya terdapat perbedaan pada nilai impor, nilai ekspor dan neraca perdagangan antara sebelum dan setelah berlakunya IA CEPA. Nilai impor Indonesia dari Australia mengalami kenaikan, begitu juga nilai ekspor Indonesia ke Australia, namun demikian kenaikan nilai impor jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kenaikan nilai ekspor yang mengakibatkan defisit neraca perdagangan menjadi lebih besar.Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2023, dengan salah satu perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia adalah Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dampak kerjasama IA CEPA terhadap neraca perdagangan Indonesia. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statsistik (BPS) dengan periode data Februari 2017 sampai dengan September 2023. Setelah dilakukan uji normalisasi dan uji beda berpasangan atau paired t-test pada data nilai impor, nilai ekspor dan neraca perdagangan didapatkan hasil bahwa tidak cukup bukti untuk menerima H0 karena p-value < 0,05. yang artinya terdapat perbedaan pada nilai impor, nilai ekspor dan neraca perdagangan antara sebelum dan setelah berlakunya IA CEPA. Nilai impor Indonesia dari Australia mengalami kenaikan, begitu juga nilai ekspor dari Indonesia ke Australia, namun demikian kenaikan nilai impor jauh lebih besar dibandingkan kenaikan nilai ekspor yang mengakibatkan defisit neraca perdagangan menjadi lebih besar
Meningkatkan Akses Keuangan UMKM Unggulan Kabupaten Wonogiri
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan akses keuangan bagi 50 pelaku umkm dengan berbagai produk unggulan mulai olahan pangan, produk buah kemasan, produk kerajinan dan kuliner. Skala usaha 50 pelaku UMKM tersebut rata – rata ultra mikro yang membutuhkan pengetahuan mengenai aspek keuangan / permodalan untuk memperkuatkan bisnis yang dijalankan. Pelatihan ini bekerjasama dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menegah, dan Perindustria Perdagangan (Dinas KUKM dan Perindag) Kabupaten Wonogiri. Objek kegiatan ini adalah UMKM yang berlokasi di Desa Bulusulur Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Pelatihan yang dilakukan dengan menggunakan 3 strategi yaitu strategi peningkatan literasi keuangan, inklusi keuangan dan manajemen keuangan UMKM. Metode yang digunakan dengan analisis SWOT dan Fishbone, dengan kegiatan berupa pelatihan, FGD dan pendampingan. Implementasi pendekatan tersebut memperhatikan analisis isu yaitu Urgent, Seriously and Growth (USG). Artinya persoalan akses permodalan merupakan persoalan urgent yang perlu segera dipecahkan, dan apabila tidak terselesaikan akan berdampak pada pelemahan bisnis UMKM, sehingga keberlanjutan usaha UMKM akan terganggu dalam jangka menengah dan panjang. Melalui pendekatan tersebut pelatihan diharapkan mampu menghasilkan sejumlah pelaku UMKM yang dapat mengakses permodalan dari perbankan, terutama Bank milik Pemerintah (Daerah dan Pusat) baik BPR, BKK, BPD dan Bank BUMN. Hasil pelatihan juga dapat dijadikan role model pendampingan akses keuangan bagi UMKM di Daerah, sebagai bagian upaya pemerintah untuk mendukung kemajuan UMKM. 
SUPERVISION OF GOODS AND SERVICES PROCUREMENT DURING THE COVID-19 PANDEMIC BY THE GOVERNMENT’S INTERNAL SUPERVISORY APPARATUS (APIP)
This study aims to review the supervision of goods and services carried out by the Government's Internal Supervisory Apparatus (APIP) during the Covid-19 pandemic. This study uses a qualitative method using a scoping review approach. The data used in this study are laws and regulations, journal articles and online news using the keywords monitoring of government goods and services and the covid19 pandemic. This study concludes that the role of APIP in supervising state finances is urgently needed, one of which is through a Specific Purpose Audit. Audits for certain purposes aim to provide adequate assurance for the procurement of goods/services carried out following laws and regulations, which can be useful in meeting the needs for goods/services to accelerate the handling of Covid-19
Proportion of Agriculture, Industry and Services Sector to Value Added Tax Revenue in Low Income and Lower-Middle Income Countries: Rule of Law as a Moderating Variable
This study aims to determine how much the agricultural, industrial and service sectors affect Value Added Tax revenues in low and lower middle income countries with rule of law as moderating variable. The independent variables used in this study are the proportion of the agricultural sector to GDP, the proportion of the industrial sector to GDP, the proportion of the service sector to GDP, the dependent variable used is VAT revenue while the moderating variable is the rule of law. This study uses secondary data with a population of 27 countries with low and lower middle income in a span of seven years, from 2009 to 2015. The statistical method used in this study is quantitative method with multiple linear regression using panel-corrected standard error regression model. The results showed that before being moderated by the rule of law, the agricultural, industrial and service sectors had no effect on VAT revenues. But after being moderated by the rule of law, the agricultural, industrial and service sectors have a positive influence on VAT revenues. Thus, the government is expected to focus attention on the rule of law. Good rule of law will increase investor confidence in the existence of applicable laws and also related to property rights, law enforcement officers, courts and also low levels of crime and violence which ultimately increase tax revenues reflected in increased VAT revenues
Review Of Electricity Subsidies In Indonesia 2015-2020
To meet the adequacy of electricity needs and help people's purchasing power, the government through the State Revenue and Expenditure Budget (APBN) provides cheap and affordable electricity services for certain segments of society every year. Electricity subsidies are assistance provided by the government to consumers in the form of electricity tariffs that are lower than their economic tariffs. The difference between the subsidized tariff and the economic tariff is borne by the Government, which is then paid to PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN Persero). This research will review the burden of subsidy spending that must be borne by the government and the journey of electricity subsidy reform on target. In addition, it will also review the role of electricity as an instrument in handling COVID-19 in 2020. Based on data on the realization of electricity subsidy spending for the last 5 years which have been audited (2015-2020), it can be seen that starting in 2015 there was a decline in spending as policy reforms began. more targeted electricity subsidies. However, since 2018 electricity subsidies have again increased due to one of the reasons for the increase in the cost of providing electricity (BPP) of electricity in FY 2018 compared to FY 2017 and a significant increase in the number of 450 VA customers. In 2020, an increase in electricity subsidies also occurred due to the electricity discount policy for certain groups of people and business entities as part of handling the impact of COVID-19
Pengaruh Managerial Ownership, Market to Book Value, dan Interest Coverege Rasio Terhadap Keputusan Hedging: Studi Empiris Pada Perusahaan di Bursa Efek Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Managerial Ownership, Market to Book Value, dan Interest Coverage Ratio terhadap Keputusan Hedging pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah perusahaan perbankan di BEI tahun 2018-2021. Jumlah perusahaan perbankan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 17 perusahaan setelah melalui metode purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan alat bantu aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel managerial ownership berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan hedging, market to book value berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan hedging, interest coverage ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan hedging serta secara simultan managerial ownership, market to book value, dan interest coverage ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan hedging. Dari hasil penelitian tersebut, diharapkan dapat membantu investor dalam memberikan pendanaan terhadap perusahaan serta dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan hedging secara efektif..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Managerial Ownership, Market to Book Value, dan Interest Coverage Ratio terhadap Keputusan Hedging pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah perusahaan perbankan di BEI tahun 2018-2021. Jumlah perusahaan perbankan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 17 perusahaan setelah melalui metode purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan alat bantu aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel managerial ownership berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan hedging, market to book value berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan hedging, interest coverage ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan hedging serta secara simultan managerial ownership, market to book value, dan interest coverage ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan hedging. Dari hasil penelitian tersebut, diharapkan dapat membantu investor dalam memberikan pendanaan terhadap perusahaan serta dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan hedging secara efektif.
Penentuan Nilai Pasar Wajar Saham (Studi Kasus Divestasi PT Vale Indonesia Tbk.)
Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi dan menjelaskan nilai pasar wajar saham PT Vale Indonesia Tbk. dalam transaksi divestasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penilaian bisnis. Metode yang digunakan yaitu discounted cash flow dengan pendekatan pendapatan (free cash flow to firm). Hasil penelitian menunjukkan nilai pasar wajar saham PT Vale Indonesia Tbk. adalah senilai AS524.500.036,00. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi harga saham bagi Pemerintah Indonesia untuk membeli saham PT Vale Indonesia Tbk
Analisis Kepatuhan Pajak Berdasarkan Theory of Planned Behavior
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak dengan menggunakan model Theory of Planned Behavior. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer berupa kuesioner penelitian yang disebar langsung kepada Wajib Pajak. Analisis data dilakukan dengan metode SEM – PLS dan pengolahan data dilakukan dengan aplikasi SmartPLS. Penelitian dilakukan terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku. Sebanyak 140 orang responden terkumpul dan menjadi data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap dan norma subjektif berpengaruh signifikan terhadap niat kepatuhan pajak, sementara niat kepatuhan pajak dan kontrol perilaku persepsian juga berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak. Adapun kontrol perilaku persepsian tidak menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap niat kepatuhan paja
Analisis Pemanfaatan Sewa Barang Milik Negara untuk Menentukan Nilai Wajar atas Sewa Gedung (Studi Kasus: Penilaian Sewa Gedung Auditorium Milik LPP RRI Medan Tahun 2007-2026)
The purpose of this study is to determine the fair value range for the lease of the Auditorium Building belonging to LPP RRI Medan as an effort to optimize the use of State Property. In addition, an analysis is carried out on the difference in fair value of auditorium rentals in four periods, namely the period 2007-2011, the period 2012-2016, the period 2017-2021, and the period 2022-2026. This study uses field research methods and library research methods and the approach used is the market data approach. The field research method is carried out by conducting observation, documentation, and interviewing with the management of the LPP RRI Medan Auditorium Building and the comparison object that is rented out in the vicinity. Meanwhile, library research is a method carried out by reading various reading sources such as journals, laws and regulations, books, articles, internet, and so on. The results of the research conducted on the LPP RRI Medan Auditorium Building showed that the fair value of the rent in the four periods had increased. The fair value of the lease for the period 2007-2011 is Rp2.036.000, for the period 2012-2016 is Rp3.144.000, for the period 2017-2021 is Rp4.091.000, and for the period 2022-2026 is Rp6.867.000. The highest growth was in the period 2017-2021 to the period 2022-2026 and the lowest growth rate was in the period 2012-2016 to the period 2017-2021, and the average growth was 50.8%.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kisaran nilai wajar atas sewa Gedung Auditorium milik LPP RRI Medan sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Negara. Selain itu, dilakukan analisis terhadap perbedaan nilai wajar atas sewa auditorium pada empat periode yaitu periode 2007-2011, periode 2012-2016, periode 2017-2021, dan periode 2022-2026. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dan metode penelitian kepustakaan serta pendekatan yang digunakan adalah pendekatan data pasar. Metode penelitian lapangan dilakukan dengan melakukan observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap pihak objek penilaian yaitu Gedung Auditorium LPP RRI Medan dan pihak objek pembanding yang disewakan di sekitarnya. Sementara itu, penelitian kepustakaan adalah metode yang dilakukan dengan cara membaca berbagai sumber bacaan seperti jurnal, peraturan perundang-undangan, buku, artikel, internet, dan sebagainya. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap Gedung Auditorium LPP RRI Medan menunjukkan bahwa nilai wajar atas sewa pada empat periode mengalami peningkatan. Nilai wajar atas sewa untuk periode 2007-2011 adalah sebesar Rp2.036.000, periode 2012-2016 sebesar Rp3.144.000, periode 2017-2021 sebesar Rp4.091.000, dan periode 2022-2026 sebesar Rp6.867.000. Tingkat growth tertinggi berada di periode 2017-2021 ke periode 2022-2026 dan tingkat growth terendah berada di periode 2012-2016 ke periode 2017-2021, serta rata-rata growth sebesar 50,8%
PELATIHAN PUBLIC RELATION UNTUK MEMBANGUN CITRA POSITIF SEKOLAH
Keberadaan Public Relation dalam suatu lembaga pendidikan adalah sebagai jembatan atau mediasi antara sekolah dengan publiknya sehingga tiap-tiap unsur dalam sekolah perlu merancang hubungannya dengan berbagai elemen masyarakat agar tercapai hubungan yang serasi dan harmonis. Hubungan antara sekolah dengan publik, melalui kegiatan Public Relation, dapat dimaknai sebagai sarana komunikasi yang memberikan informasi tentang sekolah kepada masyarakat. Komunikasi yang baik dapat dirasakan tidak hanya oleh orang tua peserta didik, namun juga masyarakat luar sehingga dapat mempengaruhi publik untuk menjadikannya sekolah favorit. Menerapkan strategi Public Relation yang baik adalah salah satu elemen penting untuk meraih kesuksesan tersebut. Memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka Pelatihan Public Relation bagi Pengelola Sekolah ini sangatlah penting untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan pengelola sekolah, baik itu kepala sekolah, wakil-wakil kepala sekolah, bagian kehumasan dan juga guru-guru, dalam bidang Public Relation sehingga dapat membantu sekolah dalam membangun citra positif kepada masyarakat. Hasil akhir dari pengabdian ini adalah sekolah dapat membuat rancangan kegiatan Public Relation sehingga dapat berguna bagi para pengambil kebijakan di sekolah untuk membangun citra positif sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan