e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)Not a member yet
1348 research outputs found
Sort by
DIGITAL BRANDING PASAR DESA NIRMALA MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN YOUTUBE
Pasar Desa Nirmala merupakan pasar tradisional yang kurang dilirik oleh masyarakat walaupun terletak di lokasi yang sangat strategis. Dengan demikian, digital branding sangat diperlukan untuk memajukan pasar tradisional. Digital branding yang digunakan melalui YouTube dan Instagram. Kedua platform tersebut dinilai sangat efisien dalam digital branding karena di era saat ini kedua platform tersebut sering digunakan oleh masyarakat. Pendekatan yang kami gunakan adalah pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) yang dipadukan dengan teknik wawancara dan observasi langsung di tempat pengabdian. Hasil dari pengabdian yang telah kami lakukan adalah penggunaan Instagram dan YouTube sebagai medium branding digital. Platform Instagram kami gunakan untuk edukasi berupa mikroblog, pengetahuan umum, dan quotes islami. Platform YouTube kami manfaatkan untuk liputan dan konten video berupa video profil Pasar DesaNirmala
PENDAMPINGAN PENGADAAN BAHAN BAKU DAN PENINGKATAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA USAHA KERAJINAN SAMPAH PLASTIK
Sampah plastik menimbulkan tantangan pencemaran lingkungan yang unik dan menarik perhatian besar karena intriknya. Proses penguraian sampah plastik yang menghasilkan integrasi sempurna dengan tanah membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun. Untuk mengatasi masalah ini secara efektif, sampah plastik memerlukan metode pengolahan khusus, salah satunya dengan mengolahnya menjadi produk kerajinan seperti keranjang, tikar, dan tempat tisu.Dalam inisiatif pokdarwis Kecamatan Banten, Luluana Craft Indonesia berperan penting dalam menciptakan solusi dari sampah plastik. Namun, organisasi ini menghadapi tantangan dalam mendapatkan pasokan bahan mentah yang memadai untuk sampah plastik dan dalam mengelola sumber daya manusianya secara efektif. Untuk mengatasi kekurangan bahan baku, solusi yang diusulkan adalah dengan mengembangkan pemahaman dan kolaborasi di antara masyarakat lokal dan pemulung mengenai bahaya sampah plastik dan pentingnya memisahkannya dari sampah lainnya. Sampah plastik yang dihasilkan selanjutnya dapat disuplai ke Luluana Craft Indonesia sebagai bahan baku produknya. Selain itu, organisasi menyadari perlunya manajemen sumber daya manusia yang kuat untuk memastikan pelaksanaan tugas yang terorganisir dan efisien sesuai dengan tugas masing-masing anggota. Hal ini dicapai melalui pembentukan struktur organisasi yang terdefinisi dengan baik
SOSIALISASI KONSUMEN CERDAS PADA IBU-IBU PKK KELURAHAN KREMBANGAN SELATAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PERLINDUNGAN KONSUMEN
Konsumen yang cerdas tidak hanya konsumen berpikir/berperilaku kritis dan berani memperjuangkan haknya jika barang/jasa yang dibeli tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan tidak sesuai dengan yang diperjanjikan, tetapi konsumen juga harus mengerti akan hak dan kewajibannya. Sayangnya dewasa ini, banyak konsumen yang tidak mengerti akan hak dan kewajibannya sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sehingga, perlu diadakan sosialisasi konsumen cerdas kepada masyarakat luas. Salah satunya yakni komunitas ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Tujuan sosialisasi konsumen cerdas kepada ibu-ibu PKK ini adalah untuk menciptakan agen perubahan dalam perlindungan konsumen melalui ibu-ibu Rumah Tangga sebagai kelompok konsumen terbesar di Indonesia. Ibu-ibu PKK Kelurahan dapat juga menularkan kiat konsumen cerdas pada lingkungan RW dan RT. Sehingga diharapkan ibu-ibu rumah tangga mengetahui tentang perlindungan konsumen, agar hak sebagai konsumen dapat terpenuhi
ANALISIS PENGARUH FAKTOR KEUANGAN TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2021]
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali faktor yang mempengaruhi opini audit going concern khususnya pada faktor keuangan dalam perusahaan meliputi rasio keuangan dan pertumbuhan perusahaan.
Metode: Penelitian ini menggunakan seluruh perusahaan kecuali perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 – 2021 sebagai sampel penelitian. Berdasarkan purposive sampling, sampel data diperoleh 359 perusahaan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik.
Temuan Penelitian: Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa rasio likuiditas dan solvabilitas berpengaruh positif terhadap opini audit going concern. Rasio aktivitas dan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern. Pertumbuhan Perusahaan tidak berpengaruh terhadap opini Audit going concern. Penelitian ini menggunakan ukuran perusahaan sebagai variable kontrol.
Implikasi Penelitian:Implikasi dari penelitian ialah perlunya restrukturisasi utang, penghematan biaya, perbaikan strategi bisnis, mencari tambahan pembiayaan, hingga penjualan aset tidak produktif agar perusahaan dapat meningkatkan efisiensi untuk mengatasi masalah keberlanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali faktor yang mempengaruhi opini audit going concern khususnya pada faktor keuangan dalam perusahaan meliputi rasio keuangan dan pertumbuhan perusahaan. Penelitian ini menggunakan seluruh perusahaan kecuali perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 – 2021 sebagai sampel penelitian. Berdasarkan purposive sampling, sampel data diperoleh 359 perusahaan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa rasio likuiditas dan solvabilitas berpengaruh positif terhadap opini audit going concern. Rasio aktivitas dan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern. Implikasi dari penelitian ialah perlunya restrukturisasi utang, penghematan biaya, perbaikan strategi bisnis, mencari tambahan pembiayaan, hingga penjualan aset tidak produktif agar perusahaan dapat meningkatkan efisiensi untuk mengatasi masalah keberlanjutan
Perubahan Nilai Akibat Aksi Right Issue (Studi Kasus: PT Wijaya Karya, Tbk): Studi Kasus: PT Wijaya Karya, Tbk
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari aksi korporasi right issue yang dilakukan oleh PT Wijaya Karya, Tbk pada tahun 2016 terhadap nilai ekuitas perusahaan. Teknik analisis yang digunakan berupa, analisis komparasi atas hasil penilaian saham yang dilakukan dengan menggunakan dua jenis pendekatan. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari PT Wijaya Karya, Tbk 2011-2019. Dalam penelitian ini dihasilkan bahwa aksi korporasi right issue pada PT Wijaya Karya, Tbk memberikan dampak terhadap perubahan nilai ekuitas perusahaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam melakukan aksi korporasi berupa right issue, serta menjadi pertimbangan bagi investor dalam investasi pada saham yang melakukan aksi korporasi right issue.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari aksi korporasi right issue yang dilakukan oleh PT Wijaya Karya, Tbk pada tahun 2016 terhadap nilai ekuitas perusahaan. Teknik analisis yang digunakan berupa, analisis komparasi atas hasil penilaian saham yang dilakukan dengan menggunakan dua jenis pendekatan. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari PT Wijaya Karya, Tbk 2011-2019. Dalam penelitian ini dihasilkan bahwa aksi korporasi right issue pada PT Wijaya Karya, Tbk memberikan dampak terhadap perubahan nilai ekuitas perusahaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam melakukan aksi korporasi berupa right issue, serta menjadi pertimbangan bagi investor dalam investasi pada saham yang melakukan aksi korporasi right issue
English
This study explores the appropriateness of using VAT to tax the digital economy in Indonesia, concentrating on the issues highlighted in the OECD's BEPS Action 1 report. Among the key challenges are the exemptions for low-value imports and remote digital services. The paper assesses these issues to gauge the effectiveness of VAT in addressing the taxation of Indonesia's digital economy. The study adopts a qualitative research methodology, utilizing OECD guidelines, Indonesian tax law, policy papers, and scholarly works to analyze the relevant tax challenges. Additionally, it considers VAT as both an alternative and a potential future supplement to Pillar One in the Indonesian context. The findings indicate that while Indonesia's VAT framework tackles certain digital economy challenges, concerns such as collection costs, system complexity, fairness, legal certainty, compliance, and enforcement persist. VAT is viewed as a practical temporary solution and a prospective complement to direct taxes under Pillar One, particularly in addressing gaps not covered by Amount A.Penelitian ini menganalisis kesesuaian PPN untuk memajaki ekonomi digital di Indonesia, dengan fokus pada tantangan yang diidentifikasi dalam laporan OECD dalam BEPS Action 1. Tantangan utama mencakup pengecualian untuk impor barang bernilai rendah dan pasokan barang dan/atau jasa digital jarak jauh. Penelitian ini mengevaluasi tantangan-tantangan tersebut untuk menentukan efektivitas implementasi PPN dalam memajaki ekonomi digital di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis PPN sebagai pajak alternatif dan pelengkap masa depan bagi pajak langsung menurut Pillar One dalam konteks Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa meskipun sistem PPN di Indonesia mengatasi beberapa tantangan ekonomi digital, masalah seperti biaya pengumpulan pajak, penyederhanaan sistem, keadilan, kepastian hukum, kepatuhan, dan penegakan hukum masih ada. PPN dianggap sebagai solusi sementara yang layak dan pelengkap masa depan untuk pajak langsung di bawah Pillar One, terutama untuk mengisi celah yang tidak tercakup oleh Amount A.
 
BOS Funds Keep Being Misused: APIP, What’s Your Next Move?
This study aims to analyze the increasing misuse of School Operational Assistance (BOS) funds and evaluate the role of the Government's Internal Supervisory Apparatus (APIP) in its oversight. The main focus of this research is to identify solutions to improve the supervisory system so that BOS funds can be managed accountably and effectively. This study uses a qualitative approach with a literature review method. Data were collected from various sources, such as academic journals, oversight reports, and government regulations related to BOS fund management. The analysis was conducted to evaluate the effectiveness of APIP’s supervision and identify obstacles faced in managing BOS funds at the school level. The results show that APIP’s oversight of BOS funds has not been effective, as indicated by the increasing number of misuse cases. Factors such as limited human resources, poor internet access, and high workloads are major challenges. The synergy between central and regional APIP, the development of an information technology-based supervision system, and the strengthening of oversight culture are needed to address these issues. This research contributes to providing practical recommendations for enhancing the supervision of BOS funds through better collaboration between APIP, the Education Office, and schools. Additionally, this study offers ideas for developing an internet-based management system to improve the accountability and transparency of BOS fund management
DETERMINANTS OF CORPORATE EFFECTIVE TAX RATE: EVIDENCE FROM INDONESIA
The phenomenon in developed countries shows that the Effective Tax Rate (ETR) is much lower than the Statutory Tax Rate (STR), whereas in Indonesia it is the opposite. The main cause is that ETR and STR are determined by different variables in their calculations. This study will conduct an analysis of the variables that influence the amount of ETR in Indonesia: capital intensity, inventory intensity, and leverage. The research was conducted using a quantitative multiple linear regression method with a panel data structure in the form of company data listed on the IDX during the 2011-2019 period (before Covid-19 pandemic).The results showed that capital intensity did not have a significant effect on ETR. Every 1 percent increase in capital intensity will result in an increase in the effective tax rate of 1.8 percent. Inventory intensity has a significant and negative effect on the corporate effective tax rates. Every 1 percent increase in inventory will result in a 10.6 percent decrease in the effective tax rate. Leverage has a significant and positive effect on the corporate effective tax rate. Every 1 percent increase in leverage will result in an increase in the effective tax rate of 5.7 percent.
Keywords: effective tax rate, capital intensity, inventory intensity, leverage  
Partisipasi Usaha Kecil dalam Pengadaan: Studi Empiris Tender Pekerjaan Konstruksi Pemerintah Provinsi Papua Barat
This study aims to analyze the difference in participation of small businesses in government procurement of goods and services before and after the implementation of a Presidential Regulation Number 12 Year 2021. Based on the theory of set aside policy, it is anticipated that the participation of small businesses will increase by reducing competition with non-small businesses. The research employs a quantitative method using data on construction job tenders in West Papua and applies nonparametric difference tests analysis. The results indicate that there is no significant difference in the average participation of construction job tenders in West Papua before and after the implementation of the Presidential Regulation Number 12 Year 2021. The implication suggests the necessity for additional government policies to enhance the participation of small businesses to achieve the goals of government procurement of goods and services more expeditiously
PENGARUH JOB STRESS DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP JOB PERFORMANCE PEGAWAI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK YANG DIMEDIASI JOB SATISFACTION
This study seeks to examine the influence of workplace stress as well as work-life balance on employees' performance at the Directorate General of Taxes (DGT) through the mediation of job satisfaction. This research aims to investigate the effect of implementing remote work at DGT during the COVID-19 epidemic, specifically focusing on the potential effects of increased stress, work-life imbalance, as well as decreased employee performance. This study employed a quantitative approach, involving 504 employees of DGT, who were selected as respondents from diverse backgrounds in terms of age, education, marital status, length of service, as well as position. The respondents were located across several regions of Indonesia. Multiple linear regression as well as path analysis are employed for analysis, along with statistical testing utilizing the t-test as well as F-test. The results of the hypothesis test indicated a significant as well as unfavorable effect of job stress on both job satisfaction as well as performance. The equilibrium among work as well as personal life has a notable as well as beneficial influence on both job contentment as well as productivity. Job satisfaction could serve as a mediator in the connection among job stress as well as work-life balance, influencing the job performance of DGT personnel.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh job stress (X1) dan work-life balance (X2) terhadap job performance (Y) pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dimediasi oleh job satisfaction (Z). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 504 pegawai DJP sebagai responden yang tersebar di seluruh Indonesia dari berbagai latar belakang usia, pendidikan, status pernikahan, lama bekerja, dan jabatan. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dan uji analisis jalur serta uji statistik dengan menggunakan uji t dan uji F. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa job stress berpengaruh negatif signifikan terhadap job satisfaction dan job performance. Work-life balance berpengaruh positif signifikan terhadap job satisfaction dan job performance. Job satisfaction juga mampu memediasi hubungan antara job stress maupun work-life balance terhadap job performance pegawai DJP.