e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)Not a member yet
1348 research outputs found
Sort by
MENELADAN FALSAFAH MASYARAKAT BALI DALAM MELAKSANAKAN KEWAJIBAN PAJAKNYA
This study aims to determine the level of compliance of Balinese people, various Balinese philosophies that play a role in tax compliance, and find out the philosophies that play a role in the green economy. The uniqueness of the religion embraced by the Balinese, namely Hinduism, certainly makes many new philosophies that can be exemplified. The research was conducted with a literature study and the data collection technique was documentation. Data were obtained from various reliable sources then analyzed and conclusions were drawn. The tax compliance indicator used is the level of local tax ratio, which is the ratio between local tax realization and GRDP. This research has several conclusions. First, Balinese people are obedient in paying taxes. Second, the philosophy of Tri Hita Karana, Yadnya, Tri Kaya Parisudha affects the tax compliance of Balinese people. Third, with the implementation of Tri Hita Karana, the Balinese have implemented a green economy. The central tax authority or other regions in Indonesia can make the three Balinese philosophies as educational materials for tax awareness.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat Bali, berbagai falsafah masyarakat Bali yang berperan terhadap kepatuhan pajak, dan mengetahui falsafah yang berperan dalam green economy. Uniknya agama yang dianut oleh masyarakat Bali, yakni Hindu, tentunya membuat banyak falsafah baru yang dapat diteladan. Penelitian dilakukan dengan studi literatur dan teknik pengumpulan datanya adalah dokumentasi. Data diperoleh dari berbagai sumber terpercaya kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulan. Indikator kepatuhan pajak yang digunakan adalah tingkat local tax ratio, yakni perbandingan antara realisasi pajak daerah dengan PDRB. Penelitian ini mendapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, masyarakat Bali patuh dalam membayar pajak. Kedua, falsafah Tri Hita Karana, Yadnya, Tri Kaya Parisudha berpengaruh terhadap kepatuhan pajak masyarakat Bali. Ketiga, dengan implementasi Tri Hita Karana, masyarakat Bali telah menerapkan green economy. Otoritas pajak pusat atau daerah lain di Indonesia dapat menjadikan ketiga falsafah Bali tersebut sebagai bahan edukasi kesadaran pajak.
 
Menilik Urgensi Recordation Oleh Pemegang Hak Kekayaan Intelektual Dalam Sistem Perlindungan Kepabeanan
This research explores the urgency of Recordation by intellectual property rights (IPR) holders in the context of customs protection systems. Recordation, as the process of documenting intellectual property rights, plays a crucial role in enforcing IPR protection within the customs environment. The study aims to analyze the effectiveness of Recordation in enhancing IPR protection, identify barriers faced by IPR holders in the Recordation process, and explore its impact on law enforcement and international trade. The research methodology includes policy analysis, case studies, and interviews with relevant stakeholders. The findings of this study are expected to provide in-depth insights into the role of Recordation in optimizing customs protection systems to support IPR holders. The implications of the findings can serve as a foundation for policy enhancements and practices in promoting the effective use of Recordation as a tool to safeguard intellectual property rights on a global scale.
Keywords : Recordation, Property Rights, Customs.Penelitian ini menggali urgensi perekaman oleh pemegang hak kekayaan intelektual (HKI) dalam konteks sistem perlindungan kepabeanan. Perekaman sebagai proses pencatatan hak kekayaan intelektual, memainkan peran vital dalam menegakkan perlindungan HKI di lingkungan kepabeanan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perekaman dalam meningkatkan perlindungan HKI, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh penegak hukum dalam penegakan proses perekaman, dan mengeksplorasi dampaknya terhadap penegakan hukum dan perdagangan internasional. Metodologi penelitian mencakup analisis kebijakan, studi kasus, dan wawancara dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan wawasan mendalam tentang peran perekaman dalam mengoptimalkan sistem perlindungan kepabeanan untuk mendukung pemegang HKI. Implikasi temuan dapat membentuk dasar untuk peningkatan kebijakan dan praktik dalam mendorong penggunaan perekaman sebagai alat efektif dalam melindungi hak kekayaan intelektual di tingkat global
Kata Kunci : Perekaman, Kekayaan Intelektual, Bea Cukai
Pengaruh Luas Tanah, Luas Bangunan, Jarak Menuju Pusat Perekonomian, dan Jumlah Penduduk terhadap Harga Properti
Pasar tidak sempurna merupakan pasar di mana penjual dan pembeli memiliki keterbatasan informasi mengenai produk yang ditransaksikan dalam pasar tersebut. Pasar properti merupakan pasar yang termasuk dalam kategori tersebut. Para penjual dan pembeli di pasar properti tidak memiliki informasi pasti mengenai barang yang akan dijual atau dibeli. Keterbatasan informasi mengenai properti dapat dimitigasi dengan menggunakan jasa agen properti. Penggunaan jasa agen properti ternyata menimbulkan fenomena peningkatan harga properti. Kenaikan harga properti dibuktikan dengan indeks Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan oleh Bank Indonesia yang menunjukkan adanya peningkatan harga properti bahkan pada masa pandemi. Basis data yang up to date dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi keterbatasan informasi properti mengenai properti. Indonesia masih belum memiliki basis data properti yang up to date sehingga keterbatasan informasi mengenai properti yang akan ditransaksikan tidak dapat dimitigasi. Keterbatasan informasi mengenai properti dapat diatasi dengan menggunakan jasa pihak ketiga, yaitu penilai. Penilai dapat menentukan harga dari properti dengan memperhatikan informasi mengenai spesifikasi dari properti tersebut. Spesifikasi dari properti dapat menjadi faktor yang memengaruhi harga properti sesuai dengan teori Hedonic Price Model. Teori tersebut menjelaskan bahwa atribut/spesifikasi dari suatu produk dapat memengaruhi harga atau nilai dari produk tersebut. Variabel properti yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah luas tanah, luas bangunan, jarak ke pusat ekonomi, dan jumlah penduduk. Kelima variabel tersebut merupakan variabel yang menjadi penentu utama dari harga properti di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan variabel luas tanah, luas bangunan, memberi pengaruh positif terhadap harga properti. Variabel jumlah penduduk dan jarak ke pusat ekonomi memberi pengaruh negatif terhadap harga propertiPasar tidak sempurna merupakan pasar di mana penjual dan pembeli memiliki keterbatasan informasi mengenai produk yang ditransaksikan dalam pasar tersebut. Pasar properti merupakan pasar yang termasuk dalam kategori tersebut. Para penjual dan pembeli di pasar properti tidak memiliki informasi pasti mengenai barang yang akan dijual atau dibeli. Keterbatasan informasi mengenai properti dapat dimitigasi dengan menggunakan jasa agen properti. Penggunaan jasa agen properti ternyata menimbulkan fenomena peningkatan harga properti. Kenaikan harga properti dibuktikan dengan indeks Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan oleh Bank Indonesia yang menunjukkan adanya peningkatan harga properti bahkan pada masa pandemi. Basis data yang up to date dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi keterbatasan informasi properti mengenai properti. Indonesia masih belum memiliki basis data properti yang up to date sehingga keterbatasan informasi mengenai properti yang akan ditransaksikan tidak dapat dimitigasi. Keterbatasan informasi mengenai properti dapat diatasi dengan menggunakan jasa pihak ketiga, yaitu penilai. Penilai dapat menentukan harga dari properti dengan memperhatikan informasi mengenai spesifikasi dari properti tersebut. Spesifikasi dari properti dapat menjadi faktor yang memengaruhi harga properti sesuai dengan teori Hedonic Price Model. Teori tersebut menjelaskan bahwa atribut/spesifikasi dari suatu produk dapat memengaruhi harga atau nilai dari produk tersebut. Variabel properti yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah luas tanah, luas bangunan, jarak ke pusat ekonomi, dan jumlah penduduk. Kelima variabel tersebut merupakan variabel yang menjadi penentu utama dari harga properti di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan variabel luas tanah, luas bangunan, memberi pengaruh positif terhadap harga properti. Variabel jumlah penduduk dan jarak ke pusat ekonomi memberi pengaruh negatif terhadap harga properti
Pengaruh Kompetensi, Profesionalisme, Pengalaman Kerja Dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus Pada Auditorat Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia): Studi Kasus pada Auditorat Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh Kompetensi, Profesionalisme, Pengalaman Kerja dan Etika Auditor terhadap Kualitas Audit Pada Auditorat Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Populasi dalam Penelitian ini adalah 277 Auditor yang terdapat pada AKN III BPK RI yang masih aktif bekerja sebagai auditor. Metode penelitian ini menggunakan sampel 74 responden dengan kriteria auditor yang memiliki masa kerja minimal dua tahun, dan dipilih secara acak tanpa memperhatikan strata di dalam populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi terhadap kualitas audit Pada AKN III BPK RI, hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi kompetensi yaitu 0,571 < 0,05 (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara profesionalisme terhadap kualitas audit Pada AKN III BPK RI, hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi profesionalisme yaitu 0,002 < 0,05 (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman kerja terhadap kualitas audit Pada AKN III BPK RI, hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi pengalaman kerja yaitu 0,011 < 0,05. (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara etika auditor terhadap kualitas audit Pada AKN III BPK RI, hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi etika auditor yaitu 0,000 < 0,05.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh Kompetensi, Profesionalisme, Pengalaman Kerja dan Etika Auditor terhadap Kualitas Audit Pada Auditorat Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Populasi dalam Penelitian ini adalah 277 Auditor yang terdapat pada AKN III BPK RI yang masih aktif bekerja sebagai auditor. Metode penelitian ini menggunakan sampel 74 responden dengan kriteria auditor yang memiliki masa kerja minimal dua tahun, dan dipilih secara acak tanpa memperhatikan strata didalam populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi terhadap kualitas audit Pada AKN III BPK RI, hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi kompetensi yaitu 0,571 < 0,05 (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara profesionalisme terhadap kualitas audit Pada AKN III BPK RI, hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi profesionalisme yaitu 0,002 < 0,05 (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman kerja terhadap kualitas audit Pada AKN III BPK RI, hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi pengalaman kerja yaitu 0,011 < 0,05. (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara etika auditor terhadap kualitas audit Pada AKN III BPK RI, hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi etika auditor yaitu 0,000 < 0,05
The The Influence of Gross Regional Domestic Product (GRDP), Local Own-Source Revenue (PAD), and Balance Funds on Capital Expenditure Allocation in All Provincial Governments in Indonesia in 2019-2021
This research aims to determine the influence of gross regional domestic product (GRDP), local own-source revenue (PAD), and balance funds on local government capital expenditure allocation, both partially and simultaneously. The population in this study consists of all provincial governments in Indonesia, totaling 34 provincial governments from 2019 to 2021, resulting in a total sample size of 102 observations. This research uses Budget Realization Report (LRA) data for capital expenditure, PAD, and balance funds data, while GRDP data is obtained from BPS-Statistics Indonesia. The multiple linear regression technique is used for longitudinal/panel data in hypothesis testing. The results of the study indicate that GRDP does not significantly influence capital expenditure allocation; otherwise, PAD and balance funds have a significant positive impact on capital expenditure allocation. This research contributes to the literature on state and regional financial management in the context of state and regional revenue and expenditure
THE INFLUENCE OF LEADERSHIP STYLE, ORGANIZATIONAL CULTURE, AND INDEPENDENCE ON THE PERFORMANCE EFFECTIVENESS OF AUDITORS OF FINANCIAL AND DEVELOPMENT SUPERVISION AGENCY WITH ORGANIZATIONAL COMMITMENT AS MEDIATION
The efficient control of corruption and financial accountability at the state or regional level mostly relies on internal supervision that is effective. To guarantee maximum effectiveness in its supervisory role, the Financial and Development Supervisory Agency, serving as the Government Internal Supervisory Apparatus, is committed to improving auditor performance. Both external and internal factors can influence the effectiveness of auditor performance, such as auditor independence, organizational culture, and leadership style. This study delves into how these factors impact auditor performance through the lens of organizational commitment as a mediating variable. Using survey data collection techniques, the research methodology is quantitative. The study was conducted at the Financial and Development Supervisory Agency, with 228 respondents selected through convenience sampling. Data analysis was carried out using the smartPLS.3.0 application. The results of the study indicate that leadership style, organizational culture, and independence have a significant effect on the effectiveness of auditor performance at the Financial and Development Supervisory Agency. Moreover, organizational commitment is identified as a mediator that can influence the relationship between the aforementioned factors and the effectiveness of auditor performanc
Pendampingan Penghitungan Zakat pada Muzakki Melalui Kemitraan
Pengabdian ini memiliki tujuan, pertama, memberikan wawasan kepada para muzakki tentang cara penghitungan zakat mal yang harus dikeluarkan, kedua melakukan pendampingan penghitungan zakat dari jenis zakat mal yang akan dikeluarkan. Tujuan tersebut dicapai dengan model kemitraan yang dilakukan antara BAZNAS Jember dengan UIN Kiai Haji Jember sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang memiliki Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf. Pengabdian berbentuk collaborative action antara dua lembaga, yaitu BAZNAS Jember dengan UIIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Sehingga dalam hal ini ada keterlibatan para praktisi serta juga BAZNAS sebagai pengelola dan penyalur zakat. Hasil pengabdian ini, pertama muzakki memiliki wawasan yang cukup dengan mengikuti kegiatan pendampingan ini. Sehingga mereka memahami haul dan nishab dalam mengeluarkan zakat. Kedua, pendampingan penghitungan zakat menjadikan muzakki paham hitungan zakat dari harta yang mereka miliki. Selain itu, pendampingan ini juga meningkatkan kredibilitas BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat. Pendampingan ini juga menghasilkan akuntabilitas penghitungan harta zakat yang dilakukan oleh muzakki dan BAZNAS Jember. Pola kemitraan dalam melakukan pendampingan menjadikan proses pendampingan menjadi lebih mudah dan sosialisasi lebih mudah dipahami oleh para muzakki
EDUKASI ANTI BULLYING TERHADAP PENGARUH TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KOLABORASI ANTAR SEKOLAH DAN ORANG TUA
Perundungan di lingkungan Pendidikan menjadi permasalahan utama untuk diselesaikan oleh pihak pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. bentuk dari perundungan memiliki jenis perbedaan diantaranya perundungan verbal, cyber dan fisik. ketiga jenis perundungan ini menjadi permasalahan bagi generasi Z dalam menghadapi adaptasi baru di lingkungan Pendidikan dengan system digitalisasi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan system kolaborasi antara Masyarakat dan guru di lingkungan pendidian formal. metodologi penelitian dengan pendekatan kualitatif fenomenologi digital. tempat penelitian di SDN 1 Mayung , SDN 2 Klayan dan SDN 4 Klayan di kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dan analisis data dengan Teknik triangulasi sumber. hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku bullying di lingkungan Pendidikan dapat dicegah dengan mengadakan sosialisasi dari guru – guru di sekolah bekerjasama dengan psikolog atau konselor untuk memberikan sosialisasi kepada siswa di sekolah dengan kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pemahaman bahaya bullying dan memahami dapak negative dari bullying. kolaborasi di kembangkan di lingkungan sekolah oleh guru sebagai penanggung jawab formal dan orang tua di lingkungan rumah dan Masyarakat di lingkungan penduduk. Kerjasama antara sekolah, orang tua dan Masyarakat dapat menjadi alternatif edukasi sosial. Adapun media sosial dan plat form digital menjadi pusat peradaban utama pada pelajar dan Masyarakat guru dapat mengakses jaringan medsos dengan meningkatkan edukasi youtube, penyebaran platform digital di medsos dan contoh komentar netizen secara positif. Teknik modelling dalam meningkatkan perubahan atas pembiasaan lebih ditentukan dari proses imitation.
Kata Kunci : Kolaborasi, Digital, Sekolah, Orang Tua dan BullyingPerundungan di lingkungan Pendidikan menjadi permasalahan utama untuk diselesaikan oleh pihak pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. bentuk dari perundungan memiliki jenis perbedaan diantaranya perundungan verbal, cyber dan fisik. ketiga jenis perundungan ini menjadi permasalahan bagi generasi Z dalam menghadapi adaptasi baru di lingkungan Pendidikan dengan system digitalisasi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan system kolaborasi antara Masyarakat dan guru di lingkungan pendidian formal. metodologi penelitian dengan pendekatan kualitatif fenomenologi digital. tempat penelitian di SDN 1 Mayung , SDN 2 Klayan dan SDN 4 Klayan di kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dan analisis data dengan Teknik triangulasi sumber. hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku bullying di lingkungan Pendidikan dapat dicegah dengan mengadakan sosialisasi dari guru – guru di sekolah bekerjasama dengan psikolog atau konselor untuk memberikan sosialisasi kepada siswa di sekolah dengan kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pemahaman bahaya bullying dan memahami dapak negative dari bullying. kolaborasi di kembangkan di lingkungan sekolah oleh guru sebagai penanggung jawab formal dan orang tua di lingkungan rumah dan Masyarakat di lingkungan penduduk. Kerjasama antara sekolah, orang tua dan Masyarakat dapat menjadi alternatif edukasi sosial. Adapun media sosial dan plat form digital menjadi pusat peradaban utama pada pelajar dan Masyarakat guru dapat mengakses jaringan medsos dengan meningkatkan edukasi youtube, penyebaran platform digital di medsos dan contoh komentar netizen secara positif. Teknik modelling dalam meningkatkan perubahan atas pembiasaan lebih ditentukan dari proses imitation.
Kata Kunci : Kolaborasi, Digital, Sekolah, Orang Tua dan Bullyin
INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA PADA SISWA MELALUI PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SISWA SMK
Pancasila sebagai dasar negara memerlukan perawatan agar terus lestari hingga anak cucu nanti. Internalisasi nilai Pancasila pada siswa melalui profil pelajar Pancasila sangat penting demi kelangsungan hidup berpancasila. Tujuan kegiatan ini adalah untuk ini untuk memberikan pemahaman teori dan praktek interanlisasi Pancasila melalui profil pelajar Pancasila pada siswa SMK. Kegiatan dilakukan di SMK Bunda Auni Kota Bekasi. Sebanyak 31 siswa ikut dalam kegiatan ini. Metode kegitan dengan menggunakan penyuluhan, penyebaran ilmu, bermain peran dan evaluasi. Hasil kegiatan ialah siswa sudah dapat dilatih untuk menjadi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Ini mencakup kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan berinovasi serta memiliki rasa kepedulian terhadapsesama. siswa menjadi lebih sadar akan identitas kebangsaan dan berkomitmen untuk menjadi warga negara yang aktif dan positif. Mereka memahami pentingnya Pancasila sebagai dasar negara. Hasil evaluasi teori dan praktek sebanyak 73 dan 70. Hasil ini dapat menjadi pijakan dalam pengembangan kegiatan berikutnya.Pancasila sebagai dasar negara memerlukan perawatan agar terus lestari hingga anak cucu nanti. Internalisasi nilai Pancasila pada siswa melalui profil pelajar Pancasila sangat penting demi kelangsungan hidup berpancasila. Tujuan kegiatan ini adalah untuk ini untuk memberikan pemahaman teori dan praktek interanlisasi Pancasila melalui profil pelajar Pancasila pada siswa SMK.
Kegiatan dilakukan di SMK Bunda Auni Kota Bekasi. Sebanyak 31 siswa ikut dalam kegiatan ini. Metode kegitan dengan menggunakan penyuuahn, penyebaran ilmu, bermain peran dan evaluasi. Hasil kegiatan ialah siswa sudah dapat dilatih untuk menjadi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Ini mencakup kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan berinovasi serta memiliki rasa kepedulian terhadap sesama. siswa menjadi lebih sadar akan identitas kebangsaan dan berkomitmen untuk menjadi warga negara yang aktif dan positif. Mereka memahami pentingnya Pancasila sebagai dasar negara. Hasil evaluasi teori dan praktek sebanyak 73 dan 70. Hasil ini dapat menjadi pijakan dalam pengembangan kegiatan berikutnya
PERANCANGAN DOKUMEN INDUSTRI TEPUNG MOCAF DI DESA CIPETE, KABUPATEN BANYUMAS (DESIGN OF MOCAF FLOUR INDUSTRY DOCUMENTS IN CIPETE VILLAGE, BANYUMAS DISTRICT)
Singkong merupakan subsektor pertanian utama yang berkontribusi penting dalam peningkatan perekonomian di Indonesia. Singkong dapat diolah menjadi pangan yang bermanfaat melalui diversifikasi pangan seperti tepung mocaf. Desa Cipete yang terletak di Kabupaten Banyumas, menghasilkan singkong dalam jumlah yang besar, yaitu sekitar 40-50 ton/tahun. Pemerintah desa melihat potensi pengembangan tepung mocaf sebagai peluang usaha yang efisien dan menguntungkan. Pendirian industri tepung mocaf tentunya memerlukan dokumen-dokumen yang wajib dipersiapkan. Oleh karena itu, program kegiatan pengabdian yang dilakukan akan difokuskan dalam pembuatan dokumen seperti opini hukum, standar operasional prosedur (SOP) dan tata letak pabrik. Selain itu, masyarakat desa akan diberi pelatihan dan simulasi guna meningkatkan minat dan motivasi pembuatan tepung mocaf. Adapun kendala kegiatan yang dihadapi yaitu: 1) keterbatasan untuk mengakses dokumen yang valid; 2) penentuan pra perlakuan chips singkong yang belum tepat; 3) kesalahpahaman penulisan ukuran pada lembar kerja pabrik; 4) ketidaktersediaan alat simulasi pelatihan. Program ini dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, dosen ahli dan para pemangku kepentingan seperti perangkat desa dan kelompok masyarakat, serta adanya dukungan dari pihak universitas. Partisipasi aktif dan kolaboratif memegang peranan yang signifikan dalam hal keberhasilan penyelenggaraan program. Pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat terus termotivasi dengan bantuan pembuatan dokumen dan pelatihan yang telah diberikan untuk merealisasikan pendirian industri tepung mocaf di Desa Cipete.
Kata kunci: Desa Cipete, Dokumen, Industri, Singkong, Tepung Mocaf.Singkong merupakan subsektor pertanian utama yang berkontribusi penting dalam peningkatan perekonomian di Indonesia. Singkong dapat diolah menjadi pangan yang bermanfaat melalui diversifikasi pangan seperti tepung mocaf. Desa Cipete yang terletak di Kabupaten Banyumas, menghasilkan singkong dalam jumlah yang besar, yaitu sekitar 40-50 ton/tahun. Pemerintah desa melihat potensi pengembangan tepung mocaf sebagai peluang usaha yang efisien dan menguntungkan. Pendirian industri tepung mocaf tentunya memerlukan dokumen-dokumen yang wajib dipersiapkan. Oleh karena itu, program kegiatan pengabdian yang dilakukan akan difokuskan dalam pembuatan dokumen seperti opini hukum, standar operasional prosedur (SOP) dan tata letak pabrik. Selain itu, masyarakat desa akan diberi pelatihan dan simulasi guna meningkatkan minat dan motivasi pembuatan tepung mocaf. Adapun kendala kegiatan yang dihadapi yaitu: 1) keterbatasan untuk mengakses dokumen yang valid; 2) penentuan pra perlakuan chips singkong yang belum tepat; 3) kesalahpahaman penulisan ukuran pada lembar kerja pabrik; 4) ketidaktersediaan alat simulasi pelatihan. Program ini dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, dosen ahli dan para pemangku kepentingan seperti perangkat desa dan kelompok masyarakat, serta adanya dukungan dari pihak universitas. Partisipasi aktif dan kolaboratif memegang peranan yang signifikan dalam hal keberhasilan penyelenggaraan program. Pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat terus termotivasi dengan bantuan pembuatan dokumen dan pelatihan yang telah diberikan untuk merealisasikan pendirian industri tepung mocaf di Desa Cipete.
Kata kunci: Desa Cipete, Dokumen, Industri, Singkong, Tepung Mocaf