e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)Not a member yet
1348 research outputs found
Sort by
EVALUATION OF THE ACCRUAL BASED ACCOUNTING IMPLEMENTATION IN SUB-NATIONAL GOVERNMENTS OF INDONESIA
This research examines the impact of the Accrual-Based Accounting Implementation in Sub-National Governments in Indonesia. The research was conducted using a qualitative method. Data was collected from respondents in district/city regional governments representing the four most extensive and densely populated islands: financial report preparers, regional government functionals, and financial report users.
The research result is that most respondents believe that the expected benefits from implementing accrual-based accounting have been achieved, and regional government financial reports produced by an accrual-based accounting system can be used for decision-making. However, most respondents believed that implementing accrual-based accounting had more significant challenges than cash-based accounting. The biggest challenge faced is a common understanding of accrual-based accounting. Due to the vast range of accrual-based accounting, these building applications can support accrual-based accounting and complexity in the audit process
SMALL-SCALE PUBLIC-PRIVATE PARTNERSHIP: CHALLENGES IN PROJECT ASPECTS AND CONTEXTUAL CONDITIONS IN ACHIEVING REGIONAL INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT
Local, small-scale PPP projects are relatively closer to meet end-user needs. However, the project in the regions face challenges in terms of determining project costs and coverage and also managing political risks due to the vulnerability of local leadership patterns. Viewed from the project aspect, the larger project costs as the wider project scope proposed by the government and project complexity technicalities are obstacles to project success. The Madiun Street Light project proves the evidence. It has a lower cost, complexity and project scope than the Medan Street Light project. The condition makes the Madiun project complete the project in 2023, 3 years from project initiation. Meanwhile, Medan City project, which started preparation in 2015, stuck in the preparation stage. Furthermore, the project contextual conditions namely political factors are the main concern of the Madiun government. The Regent of Madiun is strongly committed to pushing the project to reach commercial operations before the change of regional leadership. This is different from the Medan City, which had its preparation stopped in 2018, so there is potential for policy changes when regional leaders are replaced. Moreover, non-political factors such as the existence of the Central-Local Financial Relation Law also support the success of the Madiun project, as one of the driving forces for accelerating the Wilis Region as stipulated in Presidential Decree Number 80 of 2019. In its development, the stipulation of Bappenas Ministerial Regulation Number 2 of 2023, opens up wider space for regional governments to use the PPP scheme for small-scale infrastructure development projects
STRATEGI OPTIMALISASI PENGAWASAN BARANG BAWAAN PENUMPANG: STUDI KASUS PADA KPU BC SOEKARNO-HATTA
The Directorate General of Customs and Excise (DGCE) undertakes a unique dual role of supervision and facilitation. In supervising passenger goods, the KPU BC Soekarno-Hatta, as the DGCE institution overseeing Indonesia's largest international airport, applies risk management to maximize both functions simultaneously. However, over the past two years, the performance of KPU BC Soekarno-Hatta has received various complaints from the public. Thus, this study aims to analyze the baggage supervision mechanisms implemented by customs officers at KPU BC Soekarno-Hatta and identify strategies to optimize passenger goods supervision to enhance compliance and user satisfaction. A qualitative research method is used to elucidate this phenomenon. A series of interviews with goods examiners at KPU BC Soekarno-Hatta was conducted, followed by content analysis of the interview and documentation results. The analysis revealed that the implementation of risk management in passenger goods supervision at KPU BC Soekarno-Hatta faces several challenges, including the need to enhance the quality of examiner decisions and the low hit rate in supervision efforts. Therefore, KPU BC Soekarno-Hatta needs to optimize passenger profiling and more effectively disseminate information among examiners.Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menjalani dualisme fungsi yang unik, yaitu pengawasan dan pemberian fasilitas. Dalam pengawasan barang bawaan penumpang, KPU BC Soekarno-Hatta selaku institusi DJBC yang mengawasi bandara internasional terbesar di Indonesia menerapkan manajemen risiko untuk memaksimalkan kedua fungsi tersebut secara bersamaan. Namun, dalam dua tahun terakhir kinerja KPU BC Soekarno-Hatta menuai beragam komplain dari masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pengawasan barang bawaan penumpang yang diterapkan oleh petugas bea dan cukai di KPU BC Soekarno-Hatta dan mengidentifikasi strategi optimalisasi pengawasan barang bawaan penumpang yang dapat diterapkan di KPU BC Soekarno-Hatta dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan kepuasan pengguna layanan. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk memaknai fenomena ini. Peneliti melakukan wawancara dengan pemeriksa barang bawaan penumpang dan dokumentasi di KPU BC Soekarno-Hatta, kemudian menerapkan analisis konten terhadap hasil wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, peneliti menemukan bahwa penerapan manajemen risiko dalam pengawasan barang penumpang di KPU BC Soekarno-Hatta masih menyisakan berbagai tantangan seperti kualitas keputusan pemeriksa yang perlu ditingkatkan dan hit rate pengawasan yang masih rendah. Untuk itu, KPU BC Soekarno-Hatta perlu mengoptimalkan profiling penumpang dan diseminasi informasi antar pemeriksa yang lebih efektif
Pendampingan Penyusunan Perencanaan Bisnis dalam Mendukung Kearifan Lokal Maluku Utara Sebagai Produk Unggulan Nasional
Perencanaan bisnis yang baik dapat meningkatkan kinerja suatu bisnis sehingga dapat memberikan dampak positif dalam menghadapi persaingan bisnis yang kompetitif. Begitu juga dengan pengelolaan bisnis yang tidak direncanakan dengan baik dapat menjadi penyebab suatu bisnis tidak dapat bertahan lama (unsustainable). Masalah yang selalu menjadi temuan pada pengelolaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah minimnya kesadaran pelaku usaha tentang pentingnya perencanaan bisnis pada tahapan memulai bisnis. Masalah tersebut menjadi alasan dilakukannya Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, yaitu untuk mendampingi pelaku usaha yang baru memulai bisnis untuk merencanakan pengelolaan bisnisnya agar dapat bertahan dalam menghadapi persaingan bisnis. Metode yang digunakan yaitu pendampingan intensif selama 6 bulan. Hasil evaluasi dari kegiatan yang dilakukan selama 6 bulan menunjukan bahwa tahapan yang direncanakan dalam perencanaan PKM ini telah terealisasi dengan baik. Tahapan tersebut meliputi perumusan nama produk, perancangan desain kemasan, perhitungan harga pokok produksi untuk penetapan harga jual produk, analisis potensi pasar dan perencanaan strategi bisnis, penyusunan bisnis model canvas, penyusunan program kerja pengembangan, dan rekomendasi pengajuan label halal produk.
Pemanfaatan Limbah Organik Sebagai Pupuk Kompos di Kawasan Wisata Hutan Meranti, Karang Joang, Balikpapan
Wisata Hutan Meranti yang berlokasi di kota Balikpapan merupakan salah satu destinasi wisata baru yang masih berfokus mempromosikan hutan lindung khususnya pohon meranti. Luas wilayah Wisata Hutan Meranti adalah 77 hektar menjadi salah satu sumber daya alam yang sangat berpotensi untuk dikembangkan kedepannya. Hutan yang ditanami jenis pohon meranti ini menghasilkan sampah organik berupa daun dan ranting dalam jumlah yang cukup besar. Sampah organik yang ada di Wisata Hutan Meranti belum dimanfaatkan dengan maksimal karena hanya ditumpuk dan dibakar begitu saja. Hal ini dapat menyebabkan polusi udara dan pencemaran lingkungan. Pembuatan kompos dari bahan organik seperti daun dan ranting dapat menjadi salah satu solusi dalam pemanfaatan sampah organik yang ada di Wisata Hutan Meranti. Produk kompos yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai komoditas dengan nilai ekonomi. Untuk mendukung kegiatan pembuatan kompos, dibangun juga satu buah bangunan rumah kompos yang difungsikan sebagai tempat proses pembuatan dan penyimpanan kompos. Pada kegiatan pengabdian masyarakat juga dilakukan pembagian kuisioner untuk melihat dan mengevaluasi pemahaman masyarakat terkait pengolahan limbah organik khususnya pengomposan
THE ROLE OF BUREAUCRACY REFORM IN MEDIATING THE IMPACT OF FINANCIAL CONDITIONS, QUALITY OF FINANCIAL REPORTS, ACCOUNTABILITY AND INTERNAL CONTROL ON GOVERNMENT PERFORMANCE
This study aims to examine the role of bureaucracy reform in mediating the impact of financial conditions, quality of financial reports, accountability and internal control on government performance. This research is quantitative research using SEM-PLS. The population is provincial, district and city governments in Indonesia, and sampling was carried out using purposive sampling techniques. With observation data spanning 2 years, from 2021 to 2022, 424 local governments make up the sample that satisfies the standards. The research's empirical results demonstrate that financial conditions, quality of financial reports, accountability, internal control and bureaucracy reform all significantly contribute to local government performance. In addition, bureaucracy reform bureaucratic reform has also been proven to mediate the impact of financial conditions, financial reporting quality, accountability and internal control on government performance. This study provides practical implications for local governments in considering factors that are priorities for successful bureaucratic reform which will ultimately improve the quality of government performance
PKM DENGAN METODE PARTICAPATORY LEARNING AND ACTION (PLA) PADA USAHA MIKRO DI KAB.BANYUASIN MENUJU PASAR MODERN DAN PASAR EKSPOR
Pemasaran produk melalui pasar modern merupakan salah satu cara untuk memajukan usaha mikro, terutama di era digital saat ini. Di era pemulihan ekonomi pasca pandemic covid19, usaha mikro harus segera berbenah diri supaya produknya bisa lebih dikenal dan memiliki omset yang bisa menopang serta membuka peluang kerja. Pelatihan kewirausahaan ini merupakan salah satu upaya mensosialisasikan dan memberikan motivasi tentang pentingnya menguasai pasar modern dan menembus pasar ekspor, terutama untuk usaha mikro. Pelatihan kewirausahaan ini bertujuan agar usaha mikro memahami bagaimana melakukan menembus pasar modern serta mampu menguasai untuk pengurusan perizinan usaha untuk menembus pasar ekspor. Tahapan pelatihan yang dilakukan dalam pelatihan kewirausahaan ini adalah tahap sosialisasi, tahap diskusi dan tahap implementasi, yang dilaksanakan selama 3 hari. Melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan diharapkan hasilnya adalah pelaku usaha mikro di Kab. Banyuasin Sumatera mampu menguasai Teknik pemasaran pasar modern dan mampu mengurus perijinan menuju pasar ekspor. Peserta pelatihan dalam rangka pengabdian ini adalah 21 orang, yang merupakan perwakilan usaha mikro di Kab. Banyuasin provinsi Sumatera Selatan
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MEREK DAN KEMASAN PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI DESA WALANTAKA KOTA SERANG
Rendahnya kesadaran pelaku usaha atas pentingnya merek dagang dan kemasan dapat mempengaruhi pertimbangan konsumen. Berdasarkan hal tersebut tim pengabdian masyarakat melakukan pendampingan kepada pelaku usaha terkait dengan implementasi manajemen merek dan kemasan. Berdasarkan hasil pengabdian dihasilkan merek dagang Kerupuk Pedas ketilas dan AR Damai Kacang Saghrai dengan terbentuknya merek dangang dan kemasan yang layak pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing, produk lebih diterima di masyarakat, dan citra merek terbangun. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat, pengetahuan mitra terkait dengan manajemen merek dan kemasan mengalami perubahan yang lebih baik
PENGUATAN PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PROYEK DI SMK WIKRAMA BOGOR MENGGUNAKAN HUMAN-CENTERED DESIGN DAN TEKNOLOGI 3D PRINTING
Kewirausahaan merupakan salah satu pilihan karir bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selain bekerja di industri atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Pengajaran kewirausahaan memberikan tantangan tersendiri bagi para pengajar dalam transfer pengetahuan maupun keterampilan praktiskepada siswa. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan adalah pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/ PBL). Dalam implementasinya, PBL tentang kewirausahaan memiliki tantangan terkait penjembatanan materi dan atmosfer pengajaran dengan prinsip penciptaan nilai dan orientasi kepada pengguna. Untuk menjawab tantangan ini. pelatihan tentang pengembangan produk menggunakan human-centered design dan teknologi 3D printing dalam kerangka PBL telah diberikan kepada guru SMK Wikrama Bogor sebagai mitra dalam program pengabdian kepada masyarakat. Penerapan PBL ini telah menghasilkan purwarupa sebagai luaran dari sebuah proses desain produk dalam lingkup yang disederhanakan. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan efektivitas pelatihan dalam peningkatan pemahaman guru tentang kewirausahaan, human-centered design, proses empati, maupun 3D printing, yang selanjutnya dapat diterapkan dalam kerangka PBL untuk penguatan pembelajaran peserta didik
STRATEGI OPTIMALISASI POTENSI DAERAH DAN PENINGKATAN LITERASI SADAR GIZI PADA MASYARAKAT LEBOSARI MELALUI PROGRAM SEGANTING (OPTIMIZING REGIONAL POTENTIAL AND IMPROVING NUTRITIONAL LITERACY IN THE LEBOSARI COMMUNITY THROUGH THE SEGANTING PROGRAM)
Stunting merupakan kondisi di mana tinggi badan seseorang lebih rendah dibandingkan dengan mayoritas individu dalam kelompok usia yang sama disebabkan masalah gizi. Tingkat stunting yang cukup banyak di desa Lebosari mengindikasikan adanya tantangan signifikan terhadap kesadaran gizi dan potensi sumber daya daerah yang belum dimanfaatkan sepenuhnya. Dalam rangka mengatasi permasalahan ini, program SEGANTING diimplementasikan sebagai solusi yang dapat secara simultan meningkatkan pemahaman tentang gizi dan mengoptimalkan potensi desa. Program ini mencakup berbagai inisiatif termasuk inovasi pangan, Pojok gizi warga, dan bazar UMKM Desa Lebosari. Melalui tahapan Discovery, Dream, Design, serta Destiny yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, program SEGANTING dapat memberikan kontribusi pada peningkatan yang signifikan dalam pemahaman masyarakat Desa Lebosari tentang kesadaran gizi dalam mencegah stunting yang didukung oleh optimalisasi potensi yang ada di desa. Terbukti Sebelum program dimulai, hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata persentase jawaban yang benar adalah 40,33. Namun, setelah program diimplementasikan, terjadi peningkatan sebanyak 54%, dengan rata-rata persentase jawaban yang benar mencapai 88,00 pada post-test