e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)

e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
Not a member yet
    1348 research outputs found

    The Effects of Perception of Fairness and Trust in Government on Voluntary Tax Compliance with Religiosity as The Moderating Variable: an Analysis

    No full text
    This study aims to determine the influence of perceptions of fairness and trust in the government on voluntary tax compliance with religiosity as a moderator variable. The object of this study is a private person who does independent work in the DKI Jakarta area. This study uses a quantitative approach with primary data in the form of 206 respondents' answers obtained from the questionnaire survey. Data analysis is using the Partial Least Square (PLS) model with the Structural Equation Modeling (SEM) method. The test results found that perceptions of fairness, trust in the government, and partial religiosity had a positive and significant influence on voluntary tax compliance. However, religiosity is not able to strengthen the relationship between perceptions of justice and trust in the government towards voluntary tax

    Tinjauan Literatur : Underground Economy dan Perpajakan Prostitusi

    Full text link
    Prostitution is actually an undergorund economy that is difficult to detect, because every commercial sex worker in this business is difficult to distinguish from ordinary people in general. In terms of taxation, tax is designed not to recognize assets obtained from legal activities, and from illegal activities, no matter whether the income is obtained from corruption, prostitution, human trafficking, illegal arms trade and even narcotics. As long as it is known that there is an increase in income or enjoyment, the state has the right to collect taxes. However, the relationship between prostitution and taxes is very sensitive. Prostitution business has a huge potential. Exploring the potential of this business if done massively will increase tax revenue quite significantly, but there are externalities that DGT must face. In this case, DGT must also use the moral point of view prevailing in society. Taxing something illegal and immoral will indirectly give an opinion to the public that the state legalizes the activity.     Prostitusi sejatinya merupakan undergorund economy yang sulit dideteksi keberadaannya, karena setiap pekerja seks komersial yang ada di bisnis ini sulit dibedakan dengan masyarakat biasa pada umumnya. Di lihat dari sisi perpajakan, Pajak didesain dengan tidak mengenal harta yang didapat dari aktivitas yang legal, dan dari aktivitas ilegal, tidak peduli apakah penghasilan tersebut didapat dari hasil korupsi, prostitusi, perdagangan manusia, perdagangan senjata ilegal bahkan narkotika. Selama diketahun terdapat penambahan penghasilan atau kenikmatan, maka negara memiliki hak untuk memungut pajak. Namun hubungan antara prositutsi dengan pajak sangatlah sensitif. Bisnis Prostitusi memang memiliki potensi yang sangat besar. Penggalian potensi bisnis ini jika dilakukan secara masif maka akan meningkatkan penerimaan pajak cukup signifikan, akan tetapi terdapat ekternalitas yang harus dihadapi DJP. Dalam hal ini DJP juga harus menggunakan sudut pandang moral-moral yang berlaku di masyarakat Mengenakan pajak terhadap sesuatu yang ilegal dan amoral akan memberikan opini secara tidak langsung kepada masyarakat bahwa negara melegalkan aktivitas tersebut

    Property Valuation: Using Machine Learning for Rent Value Prediction

    No full text
    The rising demand for rental spaces, such as hotel lodging rooms, has led property owners in high-potential areas to begin renting out their properties to meet this need. The Directorate General of State Assets (DJKN) under the Ministry of Finance, which manages state-owned assets, oversees approximately 1,100 room units with potential for rental. In alignment on increasing non-tax state revenue from state-owned assets (BMN), offering lodging room rentals as a form of BMN utilization presents a promising opportunity for expansion. To facilitate efficient rental services for these BMN rooms, a quick and accurate valuation process is essential. However, establishing fair rental prices for both property owners and tenants poses a significant challenge. This study, therefore, aims to develop automated valuation model (AVM). Since rental price predictions depend on various bebas variabels, the study employs several machine learning algorithms, including Ridge, Linear Regression, Random Forest (RF), Lasso, SVR, Elastic Net, and Extreme Gradient Boosting. The research focuses on rental markets in Jakarta, Bogor, and Bandung, using a dataset of fewer than 500 rental room samples sourced from marketplaces. These data points are adjusted for state-owned asset variabels, followed by feature engineering. The performance of the various algorithms is then compared. The results indicate that the best-performing model and the most important features vary by city, but overall, the Random Forest model delivers strong performance, with room size, road width, and room quality emerging as the most influential factors.   &nbsp

    JOB PERFORMANCE PEGAWAI BEA CUKAI: PERAN TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, EMOTIONAL INTELLIGENCE DAN JOB SATISFACTION

    Full text link
    This research aims to examine the effects of transformational leadership, emotional intelligence and job satisfaction on job performance in public sector organizations. It also determines the role of job satisfaction as a mediator of the relationship between transformational leadership and emotional intelligence on job performance. This research was conducted at the Directorate General of Customs and Excise Indonesia (DGCE). Primary data was obtained through questionnaire with a total of 611 respondents from ASN employees in each of DGCE units starting from the head office, vertical offices and technical implementation units. The research hypothesis was tested using partial least squares structural equation model (PLS-SEM). The results of this research show that transformational leadership and emotional intelligence have a significant influence on job performance and job satisfaction. However, job satisfaction does not have a significant influence or mediating role on job performance in DGCE. Keywords : transformational leadership, emotional intelligence, job satisfaction, job performance, public sector organization.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh transformational leadership, emotional intelligence dan job satisfaction terhadap job performance di organisasi sektor publik. Selain itu dilakukan juga pengujian atas peran job satisfaction sebagai mediasi hubungan antara transformational leadership dan emotional intelligence terhadap job performance. Penelitian ini dilakukan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Data primer diperoleh melalui kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 611 responden yang merupakan pegawai ASN di seluruh unit DJBC mulai dari kantor pusat, kantor vertikal dan unit pelaksana teknis. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan partial least square structural equation model (PLS-SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformational leadership dan emotional intelligence memiliki pengaruh signifikan terhadap job performance maupun job satisfaction. Namun job satisfaction tidak memiliki pengaruh yang signifikan maupun peran mediasi terhadap job performance di DJBC. Kata kunci : transformational leadership, emotional intelligence, job satisfaction, job performance, organisasi sektor publik

    Analisis Daya Saing Ekonomi Sektoral Kota Depok: Kajian LQ, DLQ, dan Shift Share untuk Optimalisasi Pajak Daerah

    No full text
    This study aims to identify the sectors that serve as the basis of economic competitiveness in Depok City, West Java Province. The analysis is conducted using a descriptive quantitative approach through the Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), and Shift Share analysis methods, with data sourced from the Central Bureau of Statistics. The LQ and DLQ results provide information regarding the leading sectors in quadrant 1, while the Shift Share analysis reveals rapidly growing and competitive sectors. The combined findings indicate that the construction and financial services sectors could become top priorities for the government to maximize tax revenue potential in Depok CityPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang menjadi basis daya saing ekonomi di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Analisis dilakukan secara kuantitatif deskriptif menggunakan metode Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient  (DLQ) dan analisis Shift Share dengan perolehan data berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017–2021. Hasil penelitian LQ dan DLQ memberikan informasi terkait sektor-sektor unggulan pada kuadran 1 serta sektor-sektor dengan pertumbuhan cepat dan berdaya saing pada hasil analisis Shift Share. Kombinasi hasil tersebut menunjukan sektor konstruksi dan jasa keuangan dapat menjadi prioritas utama bagi pemerintah untuk memaksimalkan potensi pendapatan pajak di Kota Depok

    Era Baru Program Relawan Pajak: Pemanfaatan Media Sosial dalam Penyuluhan Pajak

    Full text link
    Penggunaan media sosial dalam penyuluhan pajak menjadi fenomena dalam upaya meningkatkan kepatuhan pajak. Penduduk Indonesia cukup banyak yang merupakan penduduk produktif berusia 15-64 tahun, yang termasuk Generasi Z (Gen Z). Generasi Z, yang lahir di era internet, dapat dimanfaatkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai relawan pajak. Mereka dapat membantu menyebarkan materi pendidikan perpajakan melalui teknologi internet serta memberikan bantuan dalam pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi di berbagai lokasi seperti Kantor Pelayanan Pajak (KPP), kantor wilayah DJP, dan tempat lain yang memerlukan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendukung DJP dalam meningkatkan kepatuhan dan pemahaman masyarakat tentang perpajakan, terutama dalam pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Program relawan pajak diharapkan dapat secara aktif menyebarkan informasi melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, TikTok, atau Spotify, sehingga generasi muda yang produktif dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai pajak.

    PENERAPAN DIGITALISASI APLIKASI SIAP AIR PADA DESA SINDANGPANON KECAMATAN BANJARAN DEMI TERWUJUDNYA MANAJEMEN PENGELOLAAN AIR YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

    Full text link
    Pada Pengabdian ini, kami bekerja sama dengan mitra dari Desa Sindangpanon, yang berada di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, dan menghadapi kesulitan dalam mengelola sumber daya air. Meskipun desa ini sangat membutuhkan air bersih, pengelolaan airnya buruk dan sumber daya manusianya terbatas. Hasil tinjauan menunjukkan dua masalah utama di Desa Sindangpanon: yang pertama adalah struktur kepengurusan yang tidak jelas, yang membuat tugas pengelolaan air tidak teratur. Kedua, beberapa proses pengolahan data masih dilakukan secara manual. Misalnya, pelaporan keuangan dan pencatatan meteran air dilakukan secara konvensional menggunakan kertas dan Google Spreadsheet. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan keteraturan dalam pengolahan data dan pengelolaan air di Desa Sindangpanon. Desa ingin membangun organisasi yang terstruktur dengan peran dan tanggung jawab yang jelas serta membentuk tim yang efektif untuk mengelola sumber daya air. Selain itu, mereka ingin mengoptimalkan pencatatan meteran air melalui sistem yang lebih canggih untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan efisiensi. Tujuan penggunaan sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi adalah untuk mengotomatisasi pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan, sehingga keuangan desa dapat dikelola dengan lebih tepat dan mudah dipahami. Untuk mencapai tujuan ini, diberikan pelatihan dasar akuntansi dan keuangan, organisasi, struktur organisasi, dan pengelolaan dan pemeliharaan sistem informasi. Masyarakat mitra sangat senang untuk berpartisipasi dalam program ini. Hasil survei setelah kegiatan menunjukkan bahwa mereka lebih memahami akuntansi, pengelolaan air bersih, dan cara menggunakan aplikasi SIAP Air. Pengelolaan air bersih Desa Sindangpanon lebih terorganisir, mandiri, dan efisien dengan menggunakan aplikasi ini.Pada Pengabdian ini, kami bekerja sama dengan mitra dari Desa Sindangpanon, yang berada di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, dan menghadapi kesulitan dalam mengelola sumber daya air. Meskipun desa ini sangat membutuhkan air bersih, pengelolaan airnya buruk dan sumber daya manusianya terbatas. Hasil tinjauan menunjukkan dua masalah utama di Desa Sindangpanon: yang pertama adalah struktur kepengurusan yang tidak jelas, yang membuat tugas pengelolaan air tidak teratur. Kedua, beberapa proses pengolahan data masih dilakukan secara manual. Misalnya, pelaporan keuangan dan pencatatan meteran air dilakukan secara konvensional menggunakan kertas dan Google Spreadsheet. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan keteraturan dalam pengolahan data dan pengelolaan air di Desa Sindangpanon. Desa ingin membangun organisasi yang terstruktur dengan peran dan tanggung jawab yang jelas serta membentuk tim yang efektif untuk mengelola sumber daya air. Selain itu, mereka ingin mengoptimalkan pencatatan meteran air melalui sistem yang lebih canggih untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan efisiensi. Tujuan penggunaan sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi adalah untuk mengotomatisasi pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan, sehingga keuangan desa dapat dikelola dengan lebih tepat dan mudah dipahami. Untuk mencapai tujuan ini, diberikan pelatihan dasar akuntansi dan keuangan, organisasi, struktur organisasi, dan pengelolaan dan pemeliharaan sistem informasi. Masyarakat mitra sangat senang untuk berpartisipasi dalam program ini. Hasil survei setelah kegiatan menunjukkan bahwa mereka lebih memahami akuntansi, pengelolaan air bersih, dan cara menggunakan aplikasi SIAP Air. Pengelolaan air bersih Desa Sindangpanon lebih terorganisir, mandiri, dan efisien dengan menggunakan aplikasi ini

    PENGUATAN KONSEP GREEN ACCOUNTING BAGI PENGRAJIN SENTRA INDUSTRI GERABAH BUMIJAYA KABUPATEN SERANG

    Full text link
    Pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penerapan konseptual green accounting bagi pengrajin di Sentra Industri Gerabah Bumijaya. Kendati demikian, kendala utama yang masih dihadapi oleh para pengarajin adalah minimnya pengetahuan bagi para pengrajin dalam memproduki Gerabah Bumijaya yang ramah lingkungan. Selama ini proses produksi Gerabah Bumijaya hanya fokus pada meraih keuntungan tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang diciptakan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan konseptual green accounting yang digelar pada tanggal 12 September 2024. Dalam pelatihan telah diberikan berbagai pengetahuan dan kompetensi tentang konsep green accounting yang meliputi pengukuran dampak lingkungan, sumber daya berkelanjutan, pengelolaan limbah, dan kesadaran tentang integrasi ekonomi sirkular. Keberhasilan dari kegiatan ini tampak dari meningkatnya pengetahuan dan pemahaman para pengrajin Gerabah Bumijaya tentang konsep daur ulang dan ramah lingkungan. Selain itu program ini telah berhasil memberikan pengetahuan baru tentang green accounting sehingga dapat memberikan nilai tambah dan data saing para pengrajin Gerabah Bumijaya di pasar global.Pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penerapan konseptual green accounting bagi pengrajin di Sentra Industri Gerabah Bumijaya. Kendati demikian, kendala utama yang masih dihadapi oleh para pengarajin adalah minimnya pengetahuan bagi para pengrajin dalam memproduki Gerabah Bumijaya yang ramah lingkungan. Selama ini proses produksi Gerabah Bumijaya hanya fokus pada meraih keuntungan tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang diciptakan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan konseptual green accounting yang digelar pada tanggal 12 September 2024. Dalam pelatihan telah diberikan berbagai pengetahuan dan kompetensi tentang konsep green accounting yang meliputi pengukuran dampak lingkungan, sumber daya berkelanjutan, pengelolaan limbah, dan kesadaran tentang integrasi ekonomi sirkular. Keberhasilan dari kegiatan ini tampak dari meningkatnya pengetahuan dan pemahaman para pengrajin Gerabah Bumijaya tentang konsep daur ulang dan ramah lingkungan. Selain itu program ini telah berhasil memberikan pengetahuan baru tentang green accounting sehingga dapat memberikan nilai tambah dan data saing para pengrajin Gerabah Bumijaya di pasar global

    PENDAMPINGAN PENYUSUNAN KEBIJAKAN AKUNTANSI PADA YAYASAN IBNU SINA

    Full text link
    Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan pendampingan penyusunan pedoman akuntansi pendidikan sesuai ISAK 35 dan penyusunan laporan keuangan yayasan pendidikan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan terhadap Yayasan Ibu Sina dimana telah melakukan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan sistem akuntansi yang belum sesuai dengan ISAK 35. Namun, untuk tujuan laporan keuangan, output laporan keuangan dari sistem tersebut kemudian dikonversi secara manual sesuai ISAK 35. Dalam praktiknya masih ada perlakuan akuntansi yang belum sesuai. Metode pelaksanaan menjadi beberapa tahap, tahap pertama identifikasi awal praktik akuntansi, tahap kedua analisis permasalahan setiap pos laporan keuangan, tahap ketiga penyusunan pedoman, dan tahap keempat diseminasi. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa output Pedoman Akuntansi untuk yayasan pendidikan, penyempurnaan atas temuan praktik akuntansi yang belum sesuai standar, dan diseminasi hasil pedoman serta pendampingan praktik penyusunan laporan keuangan. Adapun untuk pedoman kebijakan akuntansi yayasan terdiri dari lima ban, yaitu bab I mengenai pendahuluan berisi kebijakan akuntansi umum, bab II mengenai kebijakan akuntansi ppos laporan keuangan, bab III mengenai bagan akun, bab IV mengenai perlakuan akuntansi, dan bab V mengenai simulasi.   Kata kunci: YIS, Pedoman Akuntansi, Laporan KeuanganPengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan pendampingan penyusunan pedoman akuntansi pendidikan sesuai ISAK 35 dan penyusunan laporan keuangan yayasan pendidikan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan terhadap Yayasan Ibu Sina dimana telah melakukan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan sistem akuntansi yang belum sesuai dengan ISAK 35. Namun, untuk tujuan laporan keuangan, output laporan keuangan dari sistem tersebut kemudian dikonversi secara manual sesuai ISAK 35. Dalam praktiknya masih ada perlakuan akuntansi yang belum sesuai. Metode pelaksanaan menjadi beberapa tahap, tahap pertama identifikasi awal praktik akuntansi, tahap kedua analisis permasalahan setiap pos laporan keuangan, tahap ketiga penyusunan pedoman, dan tahap keempat diseminasi. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa output Pedoman Akuntansi untuk yayasan pendidikan, penyempurnaan atas temuan praktik akuntansi yang belum sesuai standar, dan diseminasi hasil pedoman serta pendampingan praktik penyusunan laporan keuangan. Adapun untuk pedoman kebijakan akuntansi yayasan terdiri dari lima ban, yaitu bab I mengenai pendahuluan berisi kebijakan akuntansi umum, bab II mengenai kebijakan akuntansi ppos laporan keuangan, bab III mengenai bagan akun, bab IV mengenai perlakuan akuntansi, dan bab V mengenai simulasi.   Kata kunci: YIS, Pedoman Akuntansi, Laporan Keuanga

    DO INFORMATION SYSTEM AND COMPLEXITY MATTER? A PRELIMINARY STUDY

    Full text link
    Taxation has a significant role in Indonesia as most of national revenue is sourced from taxation. Taxes in Indonesia is based on the self-assessment system. The key in such system is taxpayer compliance. Improving compliance can be achieved through two different routes, namely through voluntary compliance and enforced compliance. Tax audits have a critical role in the latter. This research seeks to understand the effect of the complexity of tax rules and information system on audit effectiveness. For this purpose, this research uses a questionnaire that are electronically sent to auditors at the Banten Regional Tax Office. Using structural equation modelling, this research demonstrates that the complexity of tax rules negatively affects audit effectiveness. This means the more difficult tax rules are, the less effective the audits become. On the other hand, information system does not significantly affect audit effectiveness. Based on this finding, making tax rules simple is the key ingredient in improving audit effectiveness. An effective audit leads to in an increase in enforced compliance, which will improve taxpayer overall compliance in the end. A simple set of tax rules also makes taxpayer easier to comply. This in turn improves voluntary compliance. At the end of the day, this makes compliance level higher. As compliance is the key in improving tax revenue, then it is clear from this research that a simple set of tax rules is imperative

    1,193

    full texts

    1,348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) is based in Pakistan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇