Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Not a member yet
    7128 research outputs found

    Adsorpsi Ion Logam Pb (II) Menggunakan Karbon Aktif Teraktivasi H3PO4 dari Cangkang Buah Karet

    No full text
    The use of activated carbon in Indonesia is increasingly expanding in line with the increasing demand for activated carbon, so it is necessary to develop activated carbon preparation using many raw materials and activators. Activated carbon from the shell of  rubber fruit using H3PO4 as activator has been synthesized  for adsorption of Pb (II) metal ion. The objective of this research is to find out the best concentration of H3PO4 activator on the activation of activated carbon of rubber shell, to know its ability as Pb (II) metal ion absorbent in solution and to know the characteristics of activated carbon. Parameters observed included activator concentration, pH and initial concentration of adsorbate. The results showed that the optimum activator concentration on preparation of activated carbon from the rubber shell was H3PO4 20% with the Pb(II)efficiency adsorption of 98,20%, while the optimum pH found at 4 with the adsorption capacity of 87,48% . The adsorption capacity increases with the concentration of adsorbate up to 30,73 mg/g at a concentration of 175 ppm. Activated carbon from rubber shell activated with H3PO4 has moisture content 9,22%, moisture content of 23,53%, ash content of 10,27% and carbon bonded 66,20% fulfilling the requirements of SNI 06-3730-1995 . The results of morphological analysis and carbon constituents using SEM-EDX showed that activated carbon contained 93,91% carbon element and Pb element concentration contained in activated carbon after adsorption of 1,13%.Penggunaan karbon aktif di Indonesia semakin berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan akan karbon aktif, sehingga perlu untuk mengembangkan pembuatan karbon aktif menggunakan berbagai bahan baku dan aktivator. Karbon aktif dari cangkang buah karet dengan menggunakan H3PO4 sebagai aktivator telah disintesis untuk adsorpsi ion logam Pb (II). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi H3PO4 optimum pada aktivasi karbon aktif dari cangkang karet dan  kapasitas kemampuannya sebagai penyerap ion logam Pb (II). The observed parameters include activator concentration, pH, and initial adsorbate concentration using determination methods based on measurements obtained from the AAS instrument.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi aktivator optimum pada persiapan karbon aktif dari cangkang karet adalah H3PO4 20% dengan efisiensi adsorpsi Pb(II) sebesar 98,20%, sementara pH optimum adalah 4 dengan kapasitas adsorpsi sebesar 87,48%. Kapasitas adsorpsi meningkat dengan konsentrasi adsorbat hingga 30,73 mg/g pada konsentrasi 175 ppm. Karbon aktif dari cangkang karet yang diaktifkan dengan H3PO4 memiliki kandungan air sebesar 9,22%, kandungan air 23,53%, kandungan abu 10,27%, dan karbon terikat 66,20%, memenuhi persyaratan SNI 06-3730-1995. Hasil analisis morfologi dan unsur karbon menggunakan SEM-EDX menunjukkan bahwa karbon aktif mengandung 93,91% unsur karbon dan konsentrasi unsur Pb dalam karbon aktif setelah adsorpsi sebesar 1,13%.

    Studi Kasus Nitrogen Dioksida dalam Ruang Bahan Kimia

    No full text
    Indoor air quality is something that describes the indoor air quality in a building suitable for human activity and comfort. The purpose of this research was to determine indoor air quality based on NO2 levels in the air and No2-N levels resulting from dehumidifier absorption. The research was conducted on June 20 2023 and June 27 2023 in the materials room of the environmental quality laboratory faculty of civil engineering and planning (FTSP UII) Yogyakarta. In the morning at 08.00 WIB and in the afternoon at 16.00 WIB with each measurement for 60 minutes. The research method used in this research is quantitative research with data analysis techniques descriptive analysis. In the material room, the nitrogen dioxide (NO2) parameter does not meet the NAV while the NO2-N parameter meets the NAB.Kualitas udara dalam ruangan adalah suatu hal yang mendeskripsikan kualitas udara ruang di dalam suatu bangunan yang sesuai untuk aktivitas dan kenyamanan manusia. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui kualitas udara dalam ruang berdasarkan kadar NO2 di udara dan kadar NO2-N hasil dari penyerapan dehumidifier. Penelitian dilakukan pada tanggal 20 Juni 2023 dan 27 Juni 2023 di ruang bahan laboratorium kualitas lingkungan fakultas teknik sipil dan perencanaan universitas islam indonesia (FTSP UII) Yogyakarta. Pada pagi hari saat pukul 08.00 WIB dan saat sore hari pukul 16.00 WIB dengan masing-masing pengukuran selama 60 menit. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif. Pada ruang bahan untuk parameter nitrogen dioksida (NO2) tidak memenuhi NAB sedangkan untuk parameter NO2-N memenuhi NAB

    Hubungan antara persepsi kualitas hubungan romantis orang tua dan kualitas hubungan romantis mahasiswa di Malang

    No full text
    In a romantic relationship, the quality of a romantic relationship is one of the factors that can maintain a relationship, where individuals subjectively evaluate the relationship carried out with their partner. The quality of romantic relationships can also be influenced by the family especially in terms of relating to others because parents are considered important and are models for their children. This study aims to determine whether or not there is a relationship between the perception of the quality of romantic relationships of parents and the quality of romantic relationships among students in Malang. This research method uses a correlational quantitative method approach on 402 students in Malang aged 18-25 years. The data collection instrument used The Parental Relationship Evaluation Questionnaire (PRE) with 34 items (α = .986) and The Perceived Relationship Quality Component (PRQC) with 17 valid items (α = .944) which have been translated into Indonesian. The sampling technique uses convenience sampling with the Spearman Rank correlation test analysis technique. The results of this study showed that there was a significant relationship with a value of .160 between the Perception of the Quality of Romantic Relationships of Parents with the Quality of Romantic Relationships of Students in Malang with the direction of a positive relationship. This means that the lower the quality of romantic relationships of students, the lower the perception of the quality of romantic relationships of parents and vice versa.Dalam sebuah hubungan romantis, kualitas hubungan romantis merupakan salah satu faktor yang dapat mempertahankan sebuah hubungan, dimana individu mengevaluasi secara subjektif hubungan yang dilakukan bersama pasangannya. Kualitas hubungan romantis juga dapat dipengaruhi oleh keluarga terutama dalam hal berhubungan dengan orang lain karena orang tua dianggap penting dan merupakan model bagi anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara persepsi kualitas hubungan romantis orang tua dan kualitas hubungan romantis pada mahasiswa di Malang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif korelasional pada 402 mahasiswa di Malang yang berusia 18-25 tahun. Instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen The Parental Relationship Evaluation Questionnaire (PRE) dengan 34 item (α = 0,986) dan The Perceived Relationship Quality Component (PRQC) dengan 17 item valid (α = 0,944) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan teknik analisis uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dengan nilai sebesar 0,160 antara Persepsi Kualitas Hubungan Romantis Orang Tua dengan Kualitas Hubungan Romantis Mahasiswa di Malang dengan arah hubungan yang positif. Hal ini berarti semakin rendah kualitas hubungan romantis mahasiswa maka semakin rendah persepsi terhadap kualitas hubungan romantis orang tua dan sebaliknya

    Peran tradisi Gantangan dalam pelestarian nilai-nilai budaya lokal di Kabupaten Subang: The role of the Gantangan tradition in preserving local cultural values in Subang Regency

    No full text
    Gantangan is a tradition that exists in celebration activities in Subang Regency. This tradition has grown and developed in the local community. In addition, this tradition teaches people to interact socially which has a deep meaning.  This study aims to determine the practice, role and cultural values of the gantangan tradition in the Subang Regency community. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected by direct observation in the field, interviews, documentation, and literature study. The results of this study are as follows: (1) the gantangan tradition originated from the activities of men when spreading invitations to celebrations using a pack of cigarettes and invited guests donated using a sum of money, then the activity changed to an activity carried out by women using soap as an invitation tool and rice as a means of donation; (2) the gantangan tradition indirectly supports the survival of the community's economy and cultural arts in Subang Regency; (3) the gantangan tradition was born from the community's concern for individuals who will hold a celebration event, besides that the activity also contains cultural values such as the nature of life, the nature of human work, the nature of space and time, the nature with nature, and the nature of fellow humans which can be used as guidance by the community in improving the quality of life.Gantangan adalah tradisi yang ada dalam kegiatan hajatan di Kabupaten Subang. Tradisi ini telah tumbuh dan berkembang di masyarakat setempat. Selain itu, tradisi ini mengajarkan masyarakat untuk berinteraksi sosial yang memiliki makna mendalam.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik, peran dan nilai-nilai budaya tradisi gantangan di masyarakat Kabupaten Subang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan cara melakukan pengamatan seacara langsung di lapangan, wawancara, pendokumentasian, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini sebagai berikut : (1) tradisi gantangan bermula dari kegiatan para lelaki saat menyebar undangan hajatan dengan menggunakan sebungkus rokok dan tamu undangan menyumbang dengan menggunakan sejumlah uang, selanjutnya kegiatan tersebut berubahan menjadi kegiatan yang dilakukan oleh perempuan dengan menggunakan sabun sebagai alat undang serta beras sebagai alat sumbangnya; (2) tradisi gantangan secara tidak langsung menjadi pendukung keberlangsungan hidup perekonomian masyarakat dan seni budaya yang ada di Kabupaten Subang; (3) tradisi gantangan terlahir dari kepedulian masyarakat terhadap individu yang akan melaksanakan acara hajatan, selain itu kegiatan tersebut juga mengandung nilai-nilai budaya seperti hakikat hidup, hakikat karya manusia, hakikat ruang dan waktu, hakikat dengan alam, dan hakikat sesama manusia yang bisa dijadikan sebagai tuntunan oleh masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup

    Pengembangan media powerpoint interaktif pada pembelajaran tematik di sekolah dasar

    No full text
    This research and development was conducted at SD N 1 Joton. Interactive PowerPoint Learning Media in Elementary School Thematic Learning aims to develop thematic learning media in grade II. This research and development use the ADDIE model which consist of analysis, design, development, implementation and evaluation. The method used is descriptive kuantitative. Data collection techniques used interviews and questionnaires. The research instrument, in the form of a questionnaire, is used to validate learning media. The validators consist of media experts and material experts. The result of the validation instrument  are calculated as an average. The validity criterion is if media gets a score between 3,4 <    4,1 which is included in the valid category or 4,2 <    5 which is included in the very valid category. The results of the research are: (1) The product meets the very valid criteria. This can be seen from the validation results of interactive PowerPoint learning media in thematic learning in class II elementary schools by material experts and media experts.  (2) Obtaining the overall average score obtained by the first and second material experts was 4.90 and was included in the "Very Valid" category. The overall average score obtained from the first and second media expert validation was 4.54 and was included in the "Very Valid" category. The validation results show that the interactive PowerPoint learning media for thematic learning in grade II elementary schools has been tested to be very valid, so it can be used as an alternative learning media in class II elementary schools.Penelitian dan pengembangan ini di lakukan di SD N 1 Joton. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media PowerPoint interaktif untuk pembelajaran tematik di kelas II Sekolah Dasar. Penelitian dan pengembangan ini mempergunakan model ADDIE, yang terdiri dari beberapa tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan deskripsi kuantitatif.  Pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner.. Intsrumen penelitan berupa kuesioner, digunakan untuk memvalidasi media pembelajaran. Validator terdiri dari ahli media dan ahli materi. Hasil dari instrument dihitung rata-ratanya. Kriteria kevalidan apabila media mendapat skor Antara 3,4 <  4,1 yang termasuk dalam kategori valid atau 4,2 < 5 yang termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil penelitian yaitu : (1) media memenuhi kriteria sangat  valid. Perihal ini bisa diketahui dari hasil validasi media PowerPoint interaktif pada pembelajaran Tematik di kelas II Sekolah Dasar oleh ahli media dan ahli materi. (2) Untuk pembelajaran tematik di kelas II sekolah dasar teruji, ahli materi pertama dan kedua mendapatkan skor rata-rata 4,90 dan termasuk dalam kategori "Sangat Valid"; ahli media pertama dan kedua mendapatkan skor rata-rata 4,54 dan termasuk dalam kategori "Sangat Valid". Perolehan validasi memperlihatkan bahwa media pembelajaran PowerPoint interaktif sangat valid dan dapat dijadikan alternatif untuk media pembelajaran

    Keefektifan model pembelajaran problem-based learning berbasis literasi terhadap pemecahan masalah siswa MI Al Mustajab

    No full text
    This research aims to determine the effectiveness of the Literacy-based Problem Based Learning (PBL) learning model in solving problems for MI Al Mustajab students. This type of research is a quasi-experimental design in the form of the non-equivalent group design. The population in this research are all MI Al Mustajab students. The sampling technique uses a non-probability sampling technique which is taken by purposive sampling. The research sample was class IIA and IIB MI Al Mustajab. Data collection techniques in this research are test and non-test techniques. The test technique uses pretest and posttest while the non-test technique uses observation, questionnaires and documentation. Data analysis techniques include normality test, homogeneity test, one way anova test, simple linear regression test, independent sample t test and paired sample t test. The results of the research show: (1) There is an influence of the use of the literacy-based Problem Based Learning (PBL) learning model on problem solving abilities, as evidenced by a significance level of 0.000 <0.05 using a simple linear regression test (2) There are differences in students' abilities regarding the use of the learning model Literacy-based Problem Based Learning (PBL), proven by a significance level of 0.016 < 0.05 using the independent sample t test (3). The literacy-based Problem Based Learning (PBL) learning model is able to improve problem solving abilities, proven by a significance level of 0.000 < 0.05 using the paired sample t test. The conclusion of this research is that the literacy-based Problem Based Learning (PBL) learning model is effective in students' conceptual understanding abilities. Keywords: Problem Based Learning (PBL); Literacy; Problem SolvingThis research aims to determine the effectiveness of the Literacy-based Problem Based Learning (PBL) learning model in solving problems for MI Al Mustajab students. This type of research is a quasi-experimental design with a non-equivalent group design. The population in this research are all MI Al Mustajab students. The sampling technique uses a non-probability sampling technique which is taken by purposive sampling. The research sample was class IIA and IIB MI Al Mustajab. Data collection techniques in this research are test and non-test techniques. Data analysis techniques using simple linear regression tests, independent sample t tests and paired sample t tests. The results of the research show: There is an influence of the use of the literacy-PBL learning model on problem solving abilities, as evidenced by a significance level of 0.000<0.05 using a simple linear regression test, There are differences in students' abilities regarding the use of the learning model Literacy-PBL, proven by a significance level of 0.016<0.05 using the independent sample t test, The literacy-PBL learning model is able to improve problem solving abilities, proven by a significance level of 0.000<0.05 using the paired sample t test. The conclusion of this research is that the literacy-based Problem Based Learning (PBL) learning model is effective in students' ability to understand problems

    Korelasi minat dan metode tutor sebaya terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Sampangan Yogyakarta

    No full text
    This study aims to 1) Determine the relationship between peer teaching methods and learning outcomes; 2) Determine the relationship between student interest and learning outcomes; 3) Determine the relationship between peer teaching methods and student interest in learning outcomes. This research is quantitative research with a correlational research type. The population in this study are students of class IV B SD N Sampangan Yogyakarta. Data collection techniques use questionnaire instruments. Data analysis techniques are processed with PLS-SEM analysis and regression analysis using SmartPLS. The results of the study show that: 1) There is a positive relationship between peer teaching methods and learning outcomes with a t-statistic value of 2.04 > 1.96 and a p-value of 0.041 < 0.05; 2)There is a positive relationship between student interest in learning outcomes with a t-statistic value of 2.33 > 1.96 and a p-value of 0.020 < 0.05; 3) There is a relationship between peer teaching methods and student interest simultaneously towards learning outcomes with an F count value = 40.597 and a p- value = 0.000. The R2 value = 0.750 means that 75% of students learning outcomes are influenced by peer teaching methods and student interest, while the remaining 25% are influenced by other variables outside the research variables, such as learning readiness and parenting patterns.   Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui hubungan antara metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar; 2) Mengetahui hubungan antara minat siswa terhadap hasil belajar; 3) Mengetahui hubungan antara metode pembelajaran tutor sebaya dan minat siswa terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV B SD Negeri Sampangan Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket. Teknik analisis data diolah dengan analisis PLS-SEM dan analisis regresi menggunakan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat hubungan yang positif antara metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar dengan nilai t statistik 2,04 > 1,96 dan nilai p values 0,041 < 0,05; 2) Terdapat hubungan yang positif antara minat siswa terhadap hasil belajar dengan nilai t statistik 2,33 > 1,96 dan nilai p values 0,020 < 0,05; 3) Terdapat hubungan antara metode pembelajaran tutor sebaya dan minat siswa secara simultan terhadap hasil belajar dengan nilai F hitung = 40,597 dan nilai p value = 0,000. Nilai R2 = 0,750 yang berarti 75% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh metode tutor sebaya dan minat siswa, sedangkan sisanya 25% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian, seperti kesiapan belajar dan pola asuh orang tua

    The Effect of pedagogic competence on teaching experience and achievement motivation on the performance of vocational teachers

    No full text
    This study aims to determine the effect of pedagogic competence, teaching experience, and achievement motivation on the performance of SMK teachers in Sleman Regency. This research includes quantitative research that emphasizes the aspect of objectively measuring social phenomena. Data collection by using a questionnaire. To test the instrument, in this study using validity and reliability tests. The instrument validity test is carried out to see that the instrument can really be used as a tool to measure something precisely. While the reliability test sees whether the respondents' answers to the questions are consistent from time to time. In this study, the data were tested by prerequisite test and major and minor hypothesis testing. The results showed that pedagogic competence (X1), teaching experience (X2), and achievement motivation (X3) contributed significantly to the performance of SMK teachers (Y) in Sleman Regency simultaneously, namely 75.3% and the remaining 24.7%. from other factors. Partially, the contribution of teaching experience is greater, namely 50.7%, compared to partially pedagogic competence of 13.5% and achievement motivation contributing 11.19% to the performance of SMK teachers in Sleman Regency.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik,pengalaman mengajar,  dan motivasi berprestasi terhadap kinerja guru SMK di Kapupaten Sleman. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang menekankan pada aspek pengukuran secara objektif terhadap fenomena sosial. Pengumpulan data dengan menggunakan angket. Untuk uji instrument, pada penelitian ini menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji vaiditas instrument dilakukan untuk  melihat instrumen tersebut benar-benar dapat dijadikan alat untuk mengukur sesuatu secara tepat. Sedangkan uji reliabilitas melihat apakah jawaban responden terhadap perntanyaan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Pada penelitian ini data diuji dengan uji prasyarat dan uji hipotesis mayor dan minor. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi pedagogik (X1), pengalaman mengajar (X2), dan motivasi berprestasi (X3) berkontribusi secara signifikan  terhadap kinerja guru (Y) SMK di Kabupaten Sleman secara bersamaan yaitu sebesar  75,3%  dan sisanya sebesar 24,7% dari faktor lain .Secara parsial kontribusi pengalaman mengajar lebih besar yaitu 50,7%, dibandingkan dengan kompetensi pedagogik secara parsial sebesar 13,5% dan motivasi berprestasi berkontribusi sebesar 11,19% terhadap kinerja  guru  SMK di Kabupaten Sleman

    Penerapan Teaching Factory: Berbasis Unit Produksi Dalam Meningkatkan Keterampilan Siswa Kompetensi Keahlian Tata Busana SMK Negeri 7 Purworejo

    No full text
    Tujuan dari penelitian meliputi : (1) Untuk mengetahui perencanaan pembelajaran Teaching Factory berbasis unit produksi pada mata pelajaran produktif di kompetensi keahlian Tata Busana di SMK Negeri 7 Purworejo, (2) Untuk mengetahui penerapan Teaching Factory berbasis unit produksi pada mata pelajaran produktif di kompetensi keahlian Tata Busana di SMK Negeri 7 Purworejo, (3) Untuk mengetahui hasil yang dicapai melalui penerapan Teaching Factory berbasis unit produksi di SMK Negeri 7 Purworejo, (4) Untuk mengetahui dampak penerapan Teaching Factory berbasis unit produksi terhadap peningkatan ketrampilan siswa kompetensi keahlian tata busana di SMK Negeri 7 Purworejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dimana menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggali dan menemukan apakah Penerapan Teaching Factory Berbasis Unit Produksi Dalam Meningkatkan Ketrampilan Siswa Kompetensi Keahlian Tata Busana SMK Negeri 7 Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan pada SMK Negeri 7 Purworejo. Analisis yang digunakan adalah Data reduction (reduksi data), Data display (penyajian data),  Conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan). Bedasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan : (1) Perencanaan Pembelajaran Teaching Factory di SMK N 7 Purworejo Program Keahlian Tata Busana/ Busana Butik disusun berdasarkan struktur kurikulum sesuai kompetensi keahlian. Perencanaan pembelajaran Teaching Factory meliputi persiapan Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Jadwal pembelajaran., (2) Penerapan pembelajaran Teaching Factory meliputi pembelajaran di kelas, pembelajaran praktik diruang praktek atau bengkel kerja, dan pembelajaran di dunia industri melalui Praktek Kerja Lapangan (PKL)., (3) Hasil  pembelajaran  Teaching  Factory  berbasis  unit  produksi di SMK N 7 Purworejo Program Keahlian Tata Busana/ Busana Butik berupa produk atau barang., (4) Dampak pembelajaran Teaching Factory adalah nilai praktik siswa meningkat, kualitas produksi semakin baik dan dapat menghasilkan berbagai jenis busana, keterampilan siswa kompetensi Keahlian Tata Busana  SMK  Negeri  7  Purworejo meningkat terbukti dari lulusan yang diterima bekerja di industri garmen

    T PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUKURAN SIKAP JUJUR SISWA SEKOLAH DASAR DI GUGUS KARTIKA KELAS V

    No full text
    ABSTRAK   Widowati, 20200837 : Pengembangan Instrumen Pengukuran Sikap Jujur Siswa Sekolah  Dasar Di Gugus Kartika Kelas V. Tesis. Yogyakarta : Direktorat Pascasarjana, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, 2022.             Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan instrumen pengukuran  sikap jujur siswa sekolah dasar kelas V antara lain; (a) untuk menentukan indikator apa saja yang tepat untuk menunjukkan sikap jujur siswa sekolah dasar, (b) melakukan pembakuan instrument yang valid dan reliabel, sehingga pada akhirnya mengetahui kecenderungan sikap jujur yang dilakukan dengan instrument yang telah disusun.           Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas V Sekolah Dasar di Gugus Kartika Korwil Disdikbud Kecamatan Srumbung yang berjumlah 170 siswa. Analisis data yang digunakan meliputi analisis Exploratory Factor Anaysis, analisis reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dan analisis deskriptif.           Hasil penelitian menunjukkan (1) Hasil pengembangan instrument diperoleh indikator sikap jujur yang dibagi menjadi 7 yaitu; (a) sikap menyatakan apa adanya, berani menegur untuk mengajak hal positif dan mandiri; (b) sikap konsisten antara perkataan dan perbuatan, mengakui kasalahan ketika berbuat salah, dan tidak tergantung pada orang lain; (c) sikap menyampaikan informasi sesuai dengan kenyataan dan bersedia menerima akibatnya jika berbuat salah; (d) sikap untuk mengingatkan dan tidak berprasangka buruk; (e) sikap  taat aturan dan bersedia menerima hukuman; (f) sikap menepati janji, tidak curang, dan mau menerima pendapat orang lain; (g) sikap dapat dipercaya dan berani menunjungung tinggi kebenaran. Uji validitas konstruk terhadap 22 item dinyatakan valid dengan besar nilai Cronbach’s Alpha 0,91 yang terbagi dalam 7 faktor. (2) Kecenderungan sikap jujur  siswa sekolah dasar di Gugus Kartika  kelas V  berada pada kategori baik   Kata Kunci : sikap jujur, siswa, penelitian dan pengembanga

    0

    full texts

    7,128

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇