Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Not a member yet
7128 research outputs found
Sort by
Analisis kebutuhan elektronik lembar kerja peserta didik interaktif dalam pembelajaran pendidikan agama islam
Pendidikan yang berkualitas sangat penting dalam membentuk karakter dan pemahaman siswa, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah kejuruan. Namun, banyak tantangan yang dihadapi, termasuk kurangnya media pembelajaran yang inovatif. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran yang lebih efektif dalam mendukung proses belajar siswa di sekolah menengah kejuruan, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model DevOps, yang melibatkan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara dengan siswa dan guru di Sekolah Menengah Kejuruan Karsa Mulya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kekurangan inovasi dalam metode dan media pembelajaran yang digunakan, serta kurangnya variasi dalam penggunaan media yang menarik. Berdasarkan analisis kebutuhan, ditemukan bahwa baik guru maupun siswa menginginkan media pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif, seperti Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik berbasis digital, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam. Dengan demikian, pengembangan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif.
Analysis of electronic requirements for interactive student worksheets in islamic religious education
Quality education is very important in shaping students' character and understanding, especially in Islamic Religious Education (IRE) subjects in vocational secondary schools. However, there are many challenges, including a lack of innovative learning media. Therefore, this study aims to analyse the need for more effective learning media to support the learning process of students in vocational secondary schools, particularly in Islamic Religious Education (IRE) subjects. The method used was research and development (Research and Development) with the DevOps model, which involved data collection through questionnaires and interviews with students and teachers at Karsa Mulya Vocational School. The results showed that there was a lack of innovation in the teaching methods and media used, as well as a lack of variety in the use of interesting media. Based on a needs analysis, it was found that both teachers and students wanted more varied and interactive learning media, such as digital-based Electronic Student Worksheets, to improve the quality of learning and students' understanding of Islamic Religious Education material. Thus, the development of these Electronic Student Worksheets is expected to meet students' learning needs and provide a more interesting and effective learning experience.Pendidikan yang berkualitas sangat penting dalam membentuk karakter dan pemahaman siswa, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah kejuruan. Namun, banyak tantangan yang dihadapi, termasuk kurangnya media pembelajaran yang inovatif. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran yang lebih efektif dalam mendukung proses belajar siswa di sekolah menengah kejuruan, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model DevOps, yang melibatkan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara dengan siswa dan guru di Sekolah Menengah Kejuruan Karsa Mulya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kekurangan inovasi dalam metode dan media pembelajaran yang digunakan, serta kurangnya variasi dalam penggunaan media yang menarik. Berdasarkan analisis kebutuhan, ditemukan bahwa baik guru maupun siswa menginginkan media pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif, seperti Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik berbasis digital, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam. Dengan demikian, pengembangan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif.
Analysis of electronic requirements for interactive student worksheets in islamic religious education
Quality education is very important in shaping students' character and understanding, especially in Islamic Religious Education (IRE) subjects in vocational secondary schools. However, there are many challenges, including a lack of innovative learning media. Therefore, this study aims to analyse the need for more effective learning media to support the learning process of students in vocational secondary schools, particularly in Islamic Religious Education (IRE) subjects. The method used was research and development (Research and Development) with the DevOps model, which involved data collection through questionnaires and interviews with students and teachers at Karsa Mulya Vocational School. The results showed that there was a lack of innovation in the teaching methods and media used, as well as a lack of variety in the use of interesting media. Based on a needs analysis, it was found that both teachers and students wanted more varied and interactive learning media, such as digital-based Electronic Student Worksheets, to improve the quality of learning and students' understanding of Islamic Religious Education material. Thus, the development of these Electronic Student Worksheets is expected to meet students' learning needs and provide a more interesting and effective learning experience
Kolaborasi edukatif dalam penguatan kepemimpinan, kreativitas, dan kesadaran lingkungan siswa sekolah menengah pertama
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur di SMP Negeri 1 Muara Jawa bertujuan untuk mengembangkan karakter kepemimpinan, kreativitas, dan kesadaran lingkungan melalui pendekatan kolaboratif berbasis pengalaman belajar. Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan sekolah untuk memperkuat pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan nyata siswa. Metode pengabdian dilakukan melalui kegiatan pelatihan kepemimpinan remaja, proyek kreatif daur ulang, dan gerakan lingkungan hijau sekolah. Pelaksanaan program dilakukan selama 30 hari melalui serangkaian kegiatan seperti Student Leadership Workshop, Creative Waste Project, dan Green Movement Day. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah, kemampuan bekerja sama, dan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa mendorong munculnya budaya gotong royong dan kepedulian sosial. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dan refleksi memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan karakter remaja. Oleh karena itu, direkomendasikan agar kegiatan serupa dijadikan bagian dari kurikulum penguatan profil pelajar Pancasila, serta dikembangkan menjadi program berkelanjutan berbasis kemitraan universitas dan sekolah.
Educational collaboration for strengthening leadership, creativity, and environmental awareness among students at junior high school
Abstract: The Community Service Program (KKN) of Muhammadiyah University of East Kalimantan at SMP Negeri 1 Muara Jawa aimed to foster students’ leadership, creativity, and environmental awareness through a collaborative and experiential learning approach. The program was designed in response to the school’s need to strengthen contextual education relevant to students’ daily lives. The method involved a series of activities, including student leadership training, creative recycling workshops, and a school-wide green movement. Implemented over 30 days, the program engaged students in reflective and participatory learning experiences such as the Student Leadership Workshop, Creative Waste Project, and Green Movement Day. The findings revealed improved student participation, teamwork, and environmental consciousness. Furthermore, the collaboration among university students, teachers, and pupils nurtured a culture of mutual responsibility and social empathy. This program highlights that experiential and reflective education significantly contributes to character development in adolescents. Therefore, similar initiatives should be integrated into the “Profil Pelajar Pancasila” curriculum and institutionalized as sustainable university–school partnership programs
Gamifikasi digital untuk meningkatkan keterampilan mengetik siswa sekolah berasrama
Keterampilan mengetik merupakan bagian penting dari literasi digital karena berkontribusi pada efisiensi penyelesaian tugas akademik dan peningkatan kualitas tulisan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas situs berbasis gamifikasi dalam meningkatkan kecepatan dan akurasi mengetik siswa di Madina Boarding School Samarinda. Penelitian menggunakan eksperimen dasar dengan desain pra–pasca tes melalui platform Monkeytype. Pelatihan dilakukan secara terjadwal, meliputi penguasaan 10 jari, latihan teknik cepat dan tepat, serta tantangan kompetitif untuk meningkatkan fokus dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada sebagian besar kelas, terutama kelompok tingkat menengah, dengan KPM tertinggi mencapai 54,7 pada kelas VIII B. Latihan berulang, penggunaan situs digital, dan lingkungan kompetitif terbukti meningkatkan kemampuan dan keterlibatan siswa. Meskipun terdapat sedikit penurunan skor akhir akibat kelelahan, temuan ini menegaskan bahwa pelatihan terstruktur berbasis gamifikasi efektif meningkatkan keterampilan mengetik dan mendukung perkembangan literasi digital.
Enhancing Typing Skills through Gamified Digital Platforms in Boarding School Settings
Abstract: Typing skills are an essential component of digital literacy, contributing to efficiency in completing academic tasks and improving writing quality. This study investigates the effectiveness of a gamification-based website in enhancing the typing speed and accuracy of students at Madina Boarding School Samarinda. A basic experimental approach with a pre-test and post-test design was employed using the Monkeytype platform. Scheduled training sessions included ten-finger mastery, fast and accurate technique drills, and competitive challenges to maintain students’ focus and motivation. The results revealed significant improvements across most classes, particularly among intermediate-level students, with the highest adjusted WPM reaching 54.7 in Class VIII B. Repetitive practice, the use of digital platforms, and a competitive learning environment were shown to improve students’ performance and engagement. Although minor declines occurred due to fatigue, overall findings indicate that structured, gamified training effectively strengthens typing skills and supports digital literacy development
Penerapan Project Based Learning Produk Poster Materi Norma untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Critical thinking is the main provision in the problem-solving process. Meanwhile, problem-solving ability is one of the peak aspects in education. So the need for special procedures to stimulate students' critical thinking in learning. This study aims to improve students' critical thinking skills through the Project Based Learning Poster Product model. The type of research used is PTK or Classroom Action Research. The subjects of the study were 16 fourth-grade students of SD Negeri Menggermalang, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta in the PPKn subject on norms and rules in daily life. Data were collected using observation instruments, written tests, and activity documentation. The results of this study indicate that after the implementation of the Project Based Learning poster product model there was a significant increase in students' critical thinking skills. The pre-cycle score showed 0% completeness, the first cycle post-test score showed 53.86% completeness, and in the second cycle showed 76.92% completeness. It can be concluded that the application of the Project Best Learning poster product model can significantly improve elementary school students' critical thinking skills.Berpikir kritis merupakan bekal utama dalam proses pemecahan masalah. Sedangkan kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu aspek puncak dalam pendidikan. Sehingga perlunya prosedur khusus untuk menstimulan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model Project Based Learning Produk Poster. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK atau Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Menggermalang, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta yang berjumlah 16 siswa pada mata pelajaran PPKn materi norma dan aturan dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan dengan instrument observasi, tes tertulis, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah diterapkannya model Project Based Learning produk poster terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa secara signifikan. Nilai prasiklus menunjukkan ketuntasan 0%, nilai post tes siklus pertama menunjukkan ketuntasan 53,86%, dan pada siklus ke 2 menunjukkan ketuntasan 76, 92%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Best Learning produk poster dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar secara signifikan
PENGEMBANGAN E-JOBSHEET PERAWATAN SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK PADA MATA PELAJARAN PKKR UNTUK SISWA KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK PERINDUSTRIAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2021/2022
Penelitian memiliki tujuan yaitu untuk mengembangkan E-jobsheet untuk pemeliharaan sistem pengapian elektronik dan melihat apakah itu dapat digunakan untuk mengajar siswa dalam mata pelajaran tersebut. Ini adalah usaha studi dan pengembangan (Research and Development). Desain studi mengacu pada model pengembangan 4-D dan mencakup langkah-langkah berikut: Define, Design, Develop, dan Disseminate adalah empat langkah pertama (diseminasi). Selama tahap analisis awal, peneliti berbicara dengan guru untuk mengumpulkan data dan pemikiran untuk desain pengembangan produk. Dalam tahap penelitian proses pengembangan uji coba produk, digunakan metode berbasis kuesioner. Siswa, pakar media, dan pakar materi berkolaborasi dalam langkah ini untuk menilai dan memberikan umpan balik tentang kelayakan e-jobsheet. Deskriptif kuantitatif digunakan selama proses analisis data. Proporsi siswa XI TKR 1 yang memperoleh skor sebesar 84,33 persen, persentase siswa XI TKR 2 yang memperoleh skor sebesar 84,85 persen, dan persentase ahli media yang memperoleh skor 76,25 persen. Demikian temuan skor kelayakan media pembelajaran e-jobsheet untuk pemeliharaan sistem pengapian elektronik. Berdasarkan hasil dari penilaian dan jawaban yang diberikan, maka dapat diketahui media pembelajaran e-jobsheet pemeliharaan sistem pengapian elektronik sangat praktis untuk digunakan.
Kata kunci : media pembelajaran, e-jobsheet, sistem pengapia
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Problem Based Learning Siswa Kelas V SDN Kropak
Abstract: The background of this study is the low critical thinking skills and learning outcomes of students in science learning at SDN Kropak. This study aims to: improve critical thinking skills and learning outcomes of fifth grade students in science subjects through the application of the Problem based learning (PBL) learning model. This type of research is classroom action research. The subjects of this study were fifth grade students of SDN Kropak. The object of the study was improving critical thinking attitudes and science learning outcomes of students using the Problem based learning (PBL) learning model. This study used data collection techniques in the form of observation, interviews and tests. The results of this study indicate that (1) the Problem based learning (PBL) learning model can improve students' critical thinking skills, indicated by the average score of critical thinking skills in cycle I, which was 64.18 to 80.38 in cycle II. (2) the Problem based learning (PBL) learning model can improve students' learning outcomes from an average initial condition value of 69.3 increasing to 76.21 in cycle I and increasing again in cycle II, which was 82.19.
Abstrak: Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran IPA di SDN Kropak. Penelitian ini bertujuan untuk: meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran Problem based learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kropak. Objek penelitian yaitu peningkatan sikap berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa menggunakan model pembelajaran Problem based learning (PBL). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan tes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran Problem based learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, ditunjukkan dengan skor rata-rata kemampuan berpikir kritis pada siklus I yaitu 64,18 menjadi 80,38 pada siklus II. (2) model pembelajaran Problem based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari nilai kondisi awal rata-rata 69,3 meningkat menjadi 76,21 pada siklus I dan meningkat kembali pada siklus II yaitu 82,19.
Kata kunci: berpikir kritis; hasil belajar; problem based learning (PBL
The Development of A Tri-Nga Integrated Problem Based Learning Science Module to Increase Student Independence
This study was motivated by the low student independence, the lack of variety of learning models used by teachers and the unavailability of learning modules that support IPAS learning. This research aims to: (1) produce an IPAS module based on problem-based learning integrated with Tri-Nga; (2) test the feasibility of the IPAS module based on problem-based learning integrated with Tri-Nga; and (3) test the effectiveness of the IPAS module based on problem-based learning integrated with Tri-Nga to increase the independence of elementary school students. The research design used in this study is research and development (R&D) with the Borg & Gall model. The data collection techniques used were observation, questionnaires, and interviews. The subjects of this research were fifth grade students of SDN Sumbergiri and SDN Ponjong IV. The object of this research is the improvement of student independence by using the IPAS module based on problem-based learning integrated with Tri-Nga. The results showed that the expert assessment of the Tri-Nga integrated problem-based learning-based IPAS module obtained an average percentage of 93.8% with very feasible criteria. The effectiveness of the module in increasing student independence obtained an average N-Gain percentage of 0.78 with effective criteria. The N-Gain percentage obtained an average value of 77.97 with effective criteria. Based on the results of the study, it can be concluded that the IPAS module based on problem-based learning integrated with Tri-Nga is feasible and effective in increasing the independence of elementary school students.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian siswa, belum bervasianya model pembelajaran yang digunakan guru dan belum tersedianya modul pembelajaran yang mendukung pembelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan modul IPAS berbasis problem based learning terintegrasi tri-nga; (2) menguji kelayakan modul IPAS berbasis problem based learning terintegrasi Tri-Nga; dan (3) menguji efektivitas modul IPAS berbasis problem based learning terintegrasi Tri-Nga untuk meningkatkan kemandirian siswa sekolah dasar. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model Borg & Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, kuesioner, dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sumbergiri dan SDN Ponjong IV. Objek penelitian ini adalah peningkatan kemandirian siswa dengan menggunakan modul IPAS berbasis problem based learning terintegrasi Tri-Nga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian ahli terhadap modul IPAS berbasis problem based learning terintegrasi Tri-Nga memperoleh rata-rata persentasi 93,8% dengan kriteria sangat layak. Keefektivan modul dalam meningkatkan kemandirian siswa memperoleh rata-rata persentase N-Gain sebesar 0,78 dengan kriteria efektif. Persentase N-Gain memperoleh nilai rata-rata 77,97 dengan kriteria efektif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul IPAS berbasis problem based learning terintegrasi Tri-Nga layak dan efektif digunakan dalam meningkatkan kemandirian siswa sekolah dasar
Perkawinan air di desa Bunutin Kintamani sebagai pewarisan peran gender melalui folklor
In Bunutin Village's indigenous community, adolescents (16-17 years old) begin to understand and adopt gender roles by participating in the Neduh ritual (water marriage), performed annually during the third month of the Balinese lunar calendar. This research explored three key aspects: the ritual's philosophical and educational values, the specific gender roles it transmits, and the benefits the community gains from these roles. This descriptive qualitative study used a participatory ethnographic approach. Data was gathered through direct participant observation, Focus Group Discussions (FGDs), interviews, and literature reviews. The findings show: 1) The Neduh ceremony holds profound educational value, symbolizing the union of masculine and feminine principles (muani and luh), fundamental to life's origin and fertility. 2) Inherited gender roles involve distinct responsibilities for males and females within the local socio-cultural context. 3) The community benefits from these roles by establishing a harmonious and complementary social order between men and women. Ultimately, the Neduh ritual prepares adolescents for their adult gender roles.Peran gender dalam masyarakat adat Desa Bunutin dimulai ketika seorang anak memasuki usia remaja (16-17 tahun) dengan diikutsertakannya mereka dalam ritual Neduh (perkawinan air) setiap bulan ketiga pada kalender lunar Bali. Penelitan ini bertujuan mengidentifikasi tiga hal yaitu: nilai-nilai filosofis-edukatif dalam ritus Neduh, peran gender apa yang diwariskan di dalamnya, dan manfaat yang didapatkan masyarakat dari pewarisan peran gender itu. Penelitian ini mengoperasikan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi partisipatif Data kualitatif dikumpulkan dengan metode etnografi melalui observasi partisipasi langsung, FGD, wawancara dan studi literatur. Temuan menunjukkan bahwa 1) upacara Neduh memiliki nilai edukatif penyatuan benih maskulin dan feminine (muani dan luh) yang membentuk cikal-bakal kehidupan dan kesuburan; 2) peran gender yang diwariskan dalam ritus Neduh antara lain tanggung jawab yang berbeda antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial budaya setempat; 3) menfaat yang diperoleh masyarakat adalah terciptanya tatanan sosial yang harmonis dan saling melengkapi antara laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, para remaja diajarkan peran gender yang berbeda dan unik dalam mengelola kehidupan mereka kelak ketika dewasa
Strategi pembentukan identitas diri influencer generasi z melalui media sosial: Studi kasus akun @kakloraa
This research uses the @kakloraa account as a case study to analyse the self-identity formation strategy of an influencer from Generation Z. Social media now plays a significant role in the lives of this generation, influencing the way they form, manage and express their self-identity. The theory applied in this research is Self-Presentation Theory using the Self-Presentation Strategy indicators developed by Edward E. Jones and Thane S. Pittman in the book Impression Management Theory and Social Psychological Research edited by James T. Tedeschi, this theory examines individuals' efforts to control how others perceive them. This research adopts a descriptive qualitative approach to gain an in-depth understanding of the experiences, views and processes involved in individual identity formation. The research applied three different data collection methods, namely documentation, interviews and observation. The data analysis process includes the steps of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of this research is that Kak Lora uses ingratiation, self-promotion and exemplification presentation strategies. With the implementation of these three strategies, Kak Lora managed to build a positive self-identity, increase audience loyalty and expand her influence in the world of food vloggers
Keywords: Social Media; Self-Identity; Influencer; Generation ZPenelitian ini menggunakan akun @kakloraa sebagai studi kasus untuk menganalisis strategi pembentukan identitas diri seorang influencer dari Generasi Z. Media sosial saat ini memegang peranan penting dalam kehidupan generasi ini, mempengaruhi cara mereka dalam membentuk, mengelola dan mengekspresikan identitas diri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Presentasi Diri dengan menggunakan indikator Strategi Presentasi Diri yang dikembangkan oleh Edward E. Jones dan Thane S. Pittman dalam buku Teori Manajemen Kesan dan Penelitian Psikologi Sosial yang diedit oleh James T. Tedeschi, teori ini meneliti upaya individu untuk mengontrol bagaimana orang lain memandang mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pengalaman, pandangan dan proses yang terlibat dalam pembentukan identitas individu. Penelitian ini menggunakan tiga metode pengumpulan data yang berbeda yaitu dokumentasi, wawancara dan observasi. Proses analisis data meliputi langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Kak Lora menggunakan strategi presentasi ingratiation, self-promotion dan exemplification. Dengan penerapan ketiga strategi tersebut, Kak Lora berhasil membangun identitas diri yang positif, meningkatkan loyalitas audiens dan memperluas pengaruhnya di dunia food vlogger.
Kata Kunci: Media Sosial; Identitas Diri; Influencer; Generasi
English
This study aims to develop and evaluate the feasibility and effectiveness of nature-themed picture storybooks universe to improve science literacy among early childhood. Using the Borg and Gall development model integrated with the ASSURE model, the developed media underwent expert validation and field testing. The storybook was found to be very feasible (expert validation 87%-98%) and the storybook was declared effective due to the comparison of scores from the pre-test and post-test of 39 which was then tested for effectiveness to obtain the results (N-Gain = 0.83) declared effective in improving students' science literacy. This finding shows that picture storybooks can be an interesting media to support science education at an early age. As well as for teachers can help the learning process in the classroom so that teachers can use the storytelling method more effectively in achieving learning goal