Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Not a member yet
7128 research outputs found
Sort by
Media Pembelajaran Simulasi Kelistrikan Otomotif Berbasis Web pada Mata Pelajaran Praktik AC Mobil
The study findings indicate that the developed media was rated as "highly feasible" by media and subject matter experts. Classroom implementation received a "very good" response from students, who found it easier to comprehend the material. Furthermore, student learning outcomes improved significantly, with 100% successfully completing the post-test. The N-gain test results categorized the effectiveness of the simulation-based learning media as "moderate." Thus, this media has proven to be an effective and safe tool for enhancing students' understanding of AC electrical systems.Memasuki era digital, pendidikan perlu beradaptasi dengan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memungkinkan siswa mengakses sumber belajar di luar sekolah dan menuntut guru mengintegrasikan teknologi dalam pengajaran. Penggunaan media digital yang kreatif dapat meningkatkan efisiensi dan pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran praktik AC mobil, siswa sering mengalami kesulitan dalam merangkai kelistrikan AC dan takut mengalami kecelakaan kerja, seperti kebakaran. Oleh karena itu, dikembangkan media pembelajaran simulasi berbasis web untuk mempermudah pemahaman dan meningkatkan efektivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini mendapatkan predikat "sangat layak" dari ahli media dan materi. Implementasi di kelas mendapatkan respons "sangat baik" dari siswa, yang merasa lebih mudah memahami materi. Selain itu, hasil belajar siswa meningkat secara signifikan, dengan 100% siswa berhasil menyelesaikan post-test. Pengujian N-gain menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan media pembelajaran simulasi dikategorikan dalam tingkat "sedang." Dengan demikian, media ini terbukti membantu siswa dalam memahami kelistrikan AC mobil secara lebih efektif dan aman
Analisis Penggunaan Fly Ash Tipe F pada Beton Non Pasir sebagai Green Concrete
The use of concrete as a construction material has become an industry standard; however, excessive exploitation of natural sand has had a negative impact on the environment. No-fines concrete has emerged as an innovative alternative to reduce dependence on sand, offering advantages such as a porous structure that enhances permeability and thermal insulation. This study analyzes the use of Type F Fly Ash, a byproduct of coal combustion from the Asam-Asam Power Plant in South Kalimantan, as an additive in no-fines concrete to improve its mechanical properties and durability. Fly Ash acts as a pozzolanic material, which can partially replace cement and enhance compressive strength and resistance to extreme environmental conditions. The research was conducted through a literature review and cement and Fly Ash testing. The results indicate that the increase in Fly Ash content affects the cement hydration reaction, necessitating the selection of an appropriate dosage tailored to specific construction project needs. The incorporation of Type F Fly Ash enhances ecological sustainability and concrete efficiency, while simultaneously reducing industrial waste and the environmental impact of cement production. Therefore, no-fines concrete based on Fly Ash presents a sustainable solution for environmentally friendly infrastructure development.Penggunaan beton sebagai material konstruksi telah menjadi standar dalam industri, namun eksploitasi pasir alam yang berlebihan berdampak negatif terhadap lingkungan. Beton non pasir muncul sebagai alternatif inovatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasir, dengan keunggulan berupa struktur berpori yang meningkatkan permeabilitas dan isolasi termal. Penelitian ini menganalisis penggunaan Fly Ash Tipe F , limbah hasil pembakaran batubara dari PLTU Asam-Asam di Kalimantan Selatan, sebagai bahan tambahan dalam beton non pasir guna meningkatkan sifat mekanik dan ketahanannya. Fly Ash berperan sebagai bahan pozzolanik , yang dapat menggantikan sebagian semen dan meningkatkan kuat tekan serta ketahanan terhadap lingkungan ekstrem. Penelitian dilakukan dengan literatur review dan pengujian semen dan Fly Ash. Hasil penelitian didapatkan bahwa peningkatan Fly Ash mempengaruhi reaksi hidrasi semen, sehingga pemilihan dosis yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan proyek konstruksi. Penambahan Fly Ash Tipe F mampu meningkatkan daya tahan ekologi dan efisiensi beton, sekaligus mengurangi limbah industri dan dampak produksi semen. Dengan demikian, beton non pasir berbasis Fly Ash dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan
Ethnomodelling as a polysemy of ethnomathematics
Ethnomathematics values various forms of mathematical knowledge in different cultural contexts. This polysemic concept refers not only to different forms of knowledge, but also to the interconnection between these practices and other fields of knowledge. Ethnomathematics provides a perspective that respects cultural diversity and fosters a deeper comprehension of mathematics as an integral aspect of human activities. In that regard, this article discusses Ethnomodelling as a polysemy or conception of Ethnomathematics from an intercultural viewpoint. To do so, the concepts of Ethnomodelling and ethnomodels are introduced, along with their contributions to an intercultural Mathematics Education. Ethnomodelling is understood here as a theoretical-methodological construct, an emerging approach that connects Ethnomathematics to Mathematical Modelling based on ethnomodels, aiming to establish communication among different systems of mathematical knowledge and enabling intercultural comparisons and translations between local and global approaches. This research contributes theoretically by expanding Ethnomathematics through modelling processes, methodologically by proposing dialogical analysis between formal and informal mathematics, and practically by enhancing culturally responsive mathematics education
The relationship between mathematical attitudes and procrastination in learning exponential concepts
This study examines the relationship between students' attitudes toward mathematics, procrastination habits, and their mastery of NCTM's basic mathematical abilities in exponential material. Using a quantitative correlational approach, the research employed saturated sampling with 34 eighth-grade students from MTs Islamic Center as both sample and population. Data were collected via a mathematics attitude questionnaire, a procrastination questionnaire, and an NCTM-based math test, then analyzed using IBM SPSS Statistics 25 and Microsoft Excel. Results indicated: (1) a significant positive correlation (r = 0.730, R² = 53.2%) between mathematics attitude and NCTM ability mastery; (2) a significant negative correlation (r = -0.568, R² = 32.3%) between procrastination and NCTM mastery; and (3) a combined correlation (r = -0.485, R² = 59.2%) between both factors and NCTM ability. Theoretically, this study enriches understanding of affective influences—motivation and anxiety—on math learning. Practically, it highlights the need for teaching strategies that address students' emotional needs, such as contextual and participatory approaches, aligning with NCTM standards for fostering conceptual understanding and problem-solving skills. These findings emphasize improving math attitudes and reducing procrastination to enhance foundational competencies in exponential functions. Additionally, this research provides empirical evidence supporting the integration of psychological and pedagogical interventions in mathematics education to optimize learning outcomes
ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN JOGONALAN - KRAPYAK KABUPATEN KLATEN DENGAN METODE ACCIDENT RATE
Kota Klaten merupakan salah satu kota penghubung jalur transportasi antara kota Solo dan Yogyakarta guna menunjang roda perekonomian daerah dengan demikian arus volume lalu lintas menjadi padat dan dapat menurunkan konsentrasi dalam berkendara, hal tersebut akan menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas antar pengendara serta berdampak adanya korban dan kerugian. Lokasi penelitian ini terletak pada ruas jalan wilayah Jogonalan-Krapyak Kabupaten Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Jogonalan-Krapyak Kabupaten Klaten periode 2018-2022 berdasarkan klasifikasi kecelakaan dan mengetahui nilai accident rate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah accident rate. Berdasarkan hasil analisis didapat rata-rata kecelakaan pada ruas jalan Tegalmas-Plawikan 14,90 kecelakaan/km.pertahun, ruas jalan Plawikan-Jetis 7,46 kecelakaan/km.pertahun, ruas jalan Jetis-Tegalyoso 11,85 kecelakaan/km.pertahun, ruas jalan Tegalyoso-Krapyak 6,12 kecelakaan/km.pertahun. Sedangkan tingkat kecelakaan berdasarkan klasifikasi didapatkan jumlah kasus kecelakaan selama 5 tahun mengalami naik turun, dimana 59 korban meninggal dunia, 519 korban luka ringan, dan 135 korban tidak luka, dengan rentang usia korban 19-30 tahun, kecelakaan sering terjadi di segmen waktu pagi hari pada pukul 06.00-12.00 dengan jenis kendaraan sepeda motor yang terbanyak dan tipe tabrakan didominasi tabrak depan-samping.Kota Klaten merupakan salah satu kota penghubung jalur transportasi antara kota Solo dan Yogyakarta guna menunjang roda perekonomian daerah dengan demikian arus volume lalu lintas menjadi padat dan dapat menurunkan konsentrasi dalam berkendara, hal tersebut akan menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas antar pengendara serta berdampak adanya korban dan kerugian. Lokasi penelitian ini terletak pada ruas jalan wilayah Jogonalan-Krapyak Kabupaten Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Jogonalan-Krapyak Kabupaten Klaten periode 2018-2022 berdasarkan klasifikasi kecelakaan dan mengetahui nilai accident rate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah accident rate. Berdasarkan hasil analisis didapat rata-rata kecelakaan pada ruas jalan Tegalmas-Plawikan 14,90 kecelakaan/km.pertahun, ruas jalan Plawikan-Jetis 7,46 kecelakaan/km.pertahun, ruas jalan Jetis-Tegalyoso 11,85 kecelakaan/km.pertahun, ruas jalan Tegalyoso-Krapyak 6,12 kecelakaan/km.pertahun. Sedangkan tingkat kecelakaan berdasarkan klasifikasi didapatkan jumlah kasus kecelakaan selama 5 tahun mengalami naik turun, dimana 59 korban meninggal dunia, 519 korban luka ringan, dan 135 korban tidak luka, dengan rentang usia korban 19-30 tahun, kecelakaan sering terjadi di segmen waktu pagi hari pada pukul 06.00-12.00 dengan jenis kendaraan sepeda motor yang terbanyak dan tipe tabrakan didominasi tabrak depan-samping
ANALISIS RAB STRUKTUR BETON GEDUNG RSUD YOGYAKARTA MEGGUNAKAN REVIT
The analysis of the Bill of Quantities (BOQ) for the concrete structure of the RSUD Yogyakarta building is an analytical activity that uses Autodesk Revit Software. The issue that arises is estimating the costs and identifying which items are calculated using Revit. The solution to this problem using Autodesk Revit Software is by identifying the modeling and then extracting the volume of each work item, such as reinforcement and rebar, within Autodesk Revit. The calculation results using Autodesk Revit show the volume of each work item. For the foundation work, it requires 159.3 m³ for concrete pouring and 18,658.6 kg for rebar. For the first floor, concrete pouring requires 174.58 m³ and rebar weighs 29,307.6 kg. On the second floor, the concrete pouring volume is 182.06 m³ with rebar weighing 27,196.17 kg. The third floor requires 139.81 m³ of concrete and 21,810.75 kg of rebar. Finally, for the concrete roof deck, the rebar volume is 25.98 m³ with rebar weighing 1,572.99 kg. Thus, the total concrete pouring volume is 681.73 m³, and the rebar weight is 98,546.17 kg. From the volume, an estimation of the reinforcement and rebar costs for each work item is generated. The foundation work requires a cost of IDR 373,090,357.00 for concrete pouring and IDR 1,758,704,534.00 for rebar. For the first floor, the concrete pouring costs IDR 107,569,354.00, and the rebar costs IDR 962,141,433.00. On the second floor, the concrete pouring costs IDR 97,560,372.00, with rebar costing IDR 1,261,605,190.00. The third floor requires IDR 50,112,904.00 for concrete pouring and IDR 696,583,946.00 for rebar. Finally, for the concrete roof deck at a height of 12.45 m, the rebar costs IDR 49,215,359.00, with rebar totaling IDR 685,800,691.00. Thus, the total overall cost for the RSUD Yogyakarta building is IDR 9,065,085,905.00.Industri konstruksi di Indonesia berkembang pesat, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proyek, perusahaan konstruksi perlu menyelesaikan proyek dengan cepat, berkualitas, dan biaya rendah. Penerapan teknologi informasi seperti Autodesk Revit dengan pendekatan Building Information Modeling (BIM) membantu dalam perencanaan, perancangan, dan biaya pengelolaan proyek konstruksi secara terkoodinasi. Anlisis RAB struktur beton Gedung RSUD yogyakarta adalah suatu kegiatan analisis yang menggunakan Software Autodesk Revit Masalah yang muncul yaitu berapa estimasi biaya yang diperoleh dan item apasaja yang dihitung menggunakan Revit.Penyelesaian permasalahan menggunakan Software Autodesk Revit yaitu dengan melakukan identifikasi pada pemodelan kemudian memunculkan volume tiap item pekerjaan seperti volume penulangan dan pembesian di dalam Autodesk Revit Hasil perhitungan menggunakan Autodesk Revit diperoleh volume tiap item perkerjaan, pekerjaan pondasi memerlukan 159,3 m³ untuk pengecoran dan 18.658,6 Kg untuk pembesian, kemudian untuk lantai satu, pengecoran memerlukan 174,58 m³ dan pembesian sebanyak 29.307,6 Kg. Pada lantai dua, volume pengecoran adalah 182,06 m³ dengan pembesian 27.196,17 Kg. lantai tiga membutuhkan 139,81 m³ pengecoran dan 21.810,75 Kg pembesian. Terakhir, untuk dak beton volume penulangannya adalah 25,98 m³ dengan pembesian seberat 1.572,99 Kg. Sehingga diperoleh total volume pengecoran sepanjang 681,73 m³. Dan pembesian seberat 98546,17 Kg. Dari Volume kemudian dimunculkan estimasi biaya penulangan dan pembesian tiap item pekerjaan senilai pekerjaan pondasi memerlukan biaya Rp.373.090.357,00 untuk pengecoran dan Rp.1.758.704.534,00 untuk pembesian, kemudian untuk lantai satu, pengecoran memerlukan biaya Rp.107.569.354,00 dan pembesian sebanyak Rp.962.141.433,00, pada lantai dua biaya pengecoran adalah Rp.97.560.372,00 dengan pembesian Rp.1.261.605.190,00, selanjutnya lantai tiga membutuhkan Rp.50.112.904,00 biaya pengecoran dan Rp.696.583.946,00 biaya pembesian. Terakhir, untuk dak beton diketinggian 12,45 m, biaya penulangan adalah Rp. 49.215.359,00 dengan biaya pembesian sebesar Rp.685.800.691,00. Sehingga diperoleh total biaya keseluruhan Gedung RSUD Yogyakarta senilai Rp.9.065.085.905,00
HUMANISTIC DIRECTIVE SPEECH ACTS IN LEARNING INTERACTIONS AT SMA NEGERI 1 GEBOG KUDUS: A PRAGMATIC PERSPECTIVE: Humanistic Directive Speech Acts in Learning Interactions at SMA Negeri 1 Gebog Kudus: A Pragmatic Perspective
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif humanis berdasarkan perspektif pargmatik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa penggalan tuturan. Sumber data yang digunakan yakni tuturan direktif humanis dalam interaksi pembelajaran. Populasi berjumlah 5 rombel dari kelas XI dan 38 guru. Teknik yang dipilih melalui teknik random sampling. Pengambilan data melalui observasi, dengan metode simak, teknik Simak Bebas Libas Cakap (SBLC), dan teknik catat. Pengumpulan data melalui menyimak dan mencatat tuturan, menstranskrip tuturan, pengkodean, dan reduksi data. Metode analisis data menggunakan metode padan pragmatig dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP). Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Hasil penelitian menemukan bentuk tindak tutur meliputi bentuk langsung dan bentuk tidak langsung. Bentuk langsung yang muncul dalam interaksi pembelajaran meliputi bentuk langsung modus imperatif, interogatif, dan deklaratif sedangkan bentuk tidak langsung meliputi bentuk tidak langsung modus deklaratif-imperatif dan interogatif-imperatif. Fungsi tindak tutur direktif humanis yang muncul meliputi fungsi meminta, fungsi menasihati, fungsi menyarankan, dan fungsi melarang.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif humanis berdasarkan perspektif pargmatik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa penggalan tuturan. Sumber data yang digunakan yakni tuturan direktif humanis dalam interaksi pembelajaran. Pengambilan data melalui observasi, dengan metode simak, teknik Simak Bebas Libas Cakap (SBLC), dan teknik catat. Pengumpulan data melalui menyimak dan mencatat tuturan, menstranskrip tuturan, pengkodean, dan reduksi data. Metode analisis data menggunakan metode padan pragmatig dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP). Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Hasil penelitian menemukan bentuk tindak tutur meliputi bentuk langsung dan bentuk tidak langsung. Bentuk langsung yang muncul dalam interaksi pembelajaran meliputi bentuk langsung modus imperatif, interogatif, dan deklaratif sedangkan bentuk tidak langsung meliputi bentuk tidak langsung modus deklaratif-imperatif dan interogatif-imperatif. Fungsi tindak tutur direktif humanis yang muncul meliputi fungsi meminta, fungsi menasihati, fungsi menyarankan, dan fungsi melarang
Manajemen Pendidikan Kewirausahaan Dalam Menciptakan Kemandirian Siswa di SMK Ma’arif Nurul Haromain Sentolo
Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pendidikan kewirausahaan dalam menciptakan kemandirian siswa di SMK Ma’arif Nurul Haromain Sentolo. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan manajemen pendidikan kewirausahaan melalui tahapan sosialisasi, identifikasi tantangan, perumusan visi-misi, analisis potensi lingkungan, pemilihan solusi alternatif, perencanaan peningkatan mutu, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan.Faktor pendukung keberhasilan program ini meliputi tersedianya fasilitas belajar yang memadai serta kepemimpinan yang menciptakan lingkungan kerja kondusif. Namun, kendala utama adalah rendahnya keterampilan teknologi di kalangan beberapa guru. Secara keseluruhan, manajemen pendidikan kewirausahaan di SMK Ma’arif Nurul Haromain Sentolo telah berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil positif. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya prestasi siswa serta kelulusan 100% peserta ujian sekolah, yang mencerminkan efektivitas program dalam membentuk kemandirian siswa.This study aims to analyze the management of entrepreneurship education in creating student independence at SMK Ma'arif Nurul Haromain Sentolo. Using a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The analysis was carried out using the Miles and Huberman model through the process of reduction, presentation, verification, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the school has implemented entrepreneurship education management through the stages of socialization, identification of challenges, formulation of vision-mission, analysis of environmental potential, selection of alternative solutions, quality improvement planning, implementation, evaluation, and reporting. Supporting factors for the success of this program include the availability of adequate learning facilities and leadership that creates a conducive work environment. However, the main obstacle is the low technological skills among some teachers. Overall, the management of entrepreneurship education at SMK Ma'arif Nurul Haromain Sentolo has gone according to plan and provided positive results. This is evidenced by the increase in student achievement and the graduation of 100% of school exam participants, which reflects the effectiveness of the program in forming student independence
Pengembangan Model Kegiatan Ekstrakurikuler Menjahit untuk Meningkatkan Soft Skill dan Kesiapan Berwirausaha Siswa MTs N 2 Purworejo
This study aims to develop a management model for sewing extracurricular activities based on Project-Based Entrepreneurial Learning (PjBEL) at MTs N 2 Purworejo, designed to enhance students’ soft skills and entrepreneurial readiness. The research employed a Research and Development (R&D) approach, adapting the Borg and Gall development model with a simplified seven-step procedure: preliminary data collection, planning, initial product development, initial testing, product revision, field testing, and final revision. The study involved subject matter experts, language experts, entrepreneurship experts, and 32 students participating in the sewing extracurricular program. Data were collected through observation, documentation, and questionnaires. The findings indicate that the developed extracurricular sewing module received “excellent” validation ratings from all expert reviewers and a highly positive response from students. Furthermore, observation results demonstrated a notable improvement in students’ soft skills, increasing from 63.95% to 70.8% following the implementation of the module. These results suggest that the PjBEL-based management model is effective in promoting soft skill development and entrepreneurial orientation at the madrasah level.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model manajemen kegiatan ekstrakurikuler menjahit berbasis Project-Based Entrepreneurial Learning (PjBEL) di MTs N 2 Purworejo, yang dirancang untuk meningkatkan soft skills dan kesiapan berwirausaha peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall melalui tujuh tahap penyederhanaan, yaitu: pengumpulan informasi awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba awal, revisi produk awal, uji coba lapangan, dan revisi produk akhir. Subjek dalam penelitian ini meliputi ahli materi, ahli bahasa, ahli kewirausahaan, serta 32 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler menjahit. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul kegiatan ekstrakurikuler menjahit yang dikembangkan memperoleh validasi dengan kategori “sangat baik” dari seluruh ahli yang terlibat, serta respon positif dari siswa. Selain itu, hasil observasi mengindikasikan adanya peningkatan soft skills siswa dari 63,95% menjadi 70,8% setelah implementasi modul. Temuan ini mengindikasikan bahwa model manajemen kegiatan ekstrakurikuler berbasis PjBEL efektif dalam mendukung pengembangan soft skills dan orientasi kewirausahaan di tingkat madrasah
Keefektifan Program Induksi Gutu Pemula (PIGP) di Kecamatan Bandar Kabupaten Batang
This study aims to evaluate the effectiveness of the Induction Program for New Teachers (PIGP) implemented in Bandar District, Batang Regency, Central Java. A qualitative research approach with a case study design was employed. The research subjects consisted of civil servant teachers participating in the PIGP program. Data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that implementing the PIGP program in Bandar District aligns with existing regulations, specifically the Regulation of the Minister of National Education No. 27 of 2010 and the Decree of the Director General of Islamic Education No. 5792 of 2019. The program has proven effective in supporting novice teachers in adapting to their professional environment and enhancing their pedagogical, professional, social, and personal competencies. This effectiveness is evident in the increased self-confidence and preparedness of teachers in fulfilling their professional responsibilities. Nevertheless, several challenges were identified, including insufficient training for mentors, the unavailability of comprehensive technical implementation guidelines, and limited outreach efforts by the local education authorities. To address these issues, it is recommended that the implementation quality be improved through ongoing professional development for mentors and the provision of detailed technical manuals.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif berdesain studi kasus. Subjek yang diteliti merupakan guru ASN yang telah mengikuti program PIGP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan jika pelaksanaan program PIGP di kecamatan Bandar sudah berjalan sesuai regulasi yang berlaku, yaitu Permendiknas Nomor 27 Tahun 2010 dan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 5792 Tahun 2019. PIGP efektif dalam membantu guru pemula dalam beradaptasi dengan lingkungan kerjanya, meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Keberhasilan program ditunjukkan melalui peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan guru dalam menjalankan tugas profesional. Namun, ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya pelatihan untuk pembimbing, belum tersedianya buku panduan teknis pelaksanaan, serta minimnya sosialisasi dari pihak dinas pendidikan. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan mutu implementasi melalui pelatihan berkelanjutan dan penyediaan pedoman teknis yang komprehensif