Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Not a member yet
7128 research outputs found
Sort by
Manajemen Sarana Prasarana Dalam Meningkatkan Prestasi Peserta Didik Di SMA Negeri 3 Yogyakarta
This research was conducted with the objectives of: (1) To obtain an analysis of infrastructure management planning at SMAN 3 Yogyakarta in improving student achievement; (2) To obtain an analysis of the organization of infrastructure at SMAN 3 Yogyakarta in improving student achievement; (3) To obtain an analysis of the implementation of infrastructure at SMAN 3 Yogyakarta in improving student achievement; (4) To obtain an analysis of the supervision of infrastructure at SMAN 3 Yogyakarta in improving student achievement; (5) To find out the supporting and inhibiting factors in the infrastructure management process in improving student achievement. This type of research uses descriptive qualitative methods using data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. Sources of data in the study consisted of school principals, vice principals for infrastructure, vice principals for student affairs, assistant treasurer for infrastructure, school inventory, school infrastructure maintenance coordinator, teachers, and students. The data obtained were analyzed using the Miles and Huberman models with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. Based on the results of data analysis, it was obtained (1) Planning for SMAN 3 Yogyakarta involved several strategies, involving various parties, and this school had sources of funds from various sources (2) Organizing carried out at SMAN 3 Yogyakarta was carried out to coordinate the components involved in managing infrastructure facilities (3) The implementation of facilities is manifested in procurement, inventory using the DIY Provincial Government E-Inventory application and the DIY Provincial Government Asset Management Information System, utilization of infrastructure using an application developed by schools, namely padmanaba smart service, maintenance of infrastructure and removal of infrastructure. (4) Monitoring of infrastructure facilities at SMAN 3 Yogyakarta is carried out to control the overall management of infrastructure facilities (5) SMAN 3 Yogyakarta obtains financial support from various parties. Several obstacles were encountered in the form of inadequate storage capacity for infrastructure facilities, high prices for infrastructure needs, and negotiations for school committee approval.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) Untuk memperoleh analisis perencanaan manajemen sarana prasarana di SMAN 3 Yogyakarta dalam meningkatkan prestasi peserta didik; (2) Untuk memperoleh analisis pengorganisasian sarana prasarana di SMAN 3 Yogyakarta dalam meningkatkan prestasi peserta didik; (3) Untuk memperoleh analisis pelaksanaan sarana prasarana di SMAN 3 Yogyakarta dalam meningkatkan prestasi peserta didik; (4) Untuk memperoleh analisis pengawasan sarana prasarana di SMAN 3 Yogyakarta dalam meningkatkan prestasi peserta didik; (5) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat proses manajemen sarana prasarana dalam meningkatkan prestasi peserta didik. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian sarana prasarana, wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, pendamping bendahara bagian sarana prasarana, inventaris sekolah, koordinator pemeliharaan sarana prasarana sekolah, guru dan peserta didik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh (1) Perencanaan SMAN 3 Yogyakarta melibatkan beberapa strategi, keterlibatan berbagai pihak, serta sekolah ini memiliki sumber dana dari berbagai sumber (2) Pengorganisasian yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta dilakukan untuk mengkoordinasi komponen yang terlibat dalam pengurusan sarana prasarana (3) Pelaksananaan sarana diwujudkan dalam pengadaan, inventaris menggunakan aplikasi E-Persediaan Pemprov DIY dan Sistem Informasi Manajemen Aset Pemprov DIY, pemanfaatan sarana prasarana menggunakan aplikasi yang dikembangkan sekolah yaitu padmanaba smart service, pemeliharaan sarana prasarana dan penghapusan sarana prasarana. (4) Pengawasan sarana prasarana SMAN 3 Yogyakarta dilakukan untuk mengontrol keseluruhan manajemen sarana prasarana (5) SMAN 3 Yogyakarta mendapatkan dukungan dana dari berbagai pihak. Beberapa hambatan yang ditemui berupa kapasitas gudang penyimpanan sarana prasarana yang masih kurang, harga kebutuhan sarana prasarana yang tinggi serta negosiasi persetujuan komite sekolah
Analisis Pemanfaatan Alat Permainan Tradisional untuk Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
The research objectives were as follows ;(1) To nalyzing the planning, the implementation, evaluation and To analyzing the results obtained from the implementation of the use of traditional game tools for the development of P5 at Kapanewon Girisubo Kindergarten.This type of qualitative research uses interview, observation, and documentation techniques. This research explored how the utilization traditional game tools are used to development of the Pancasila student profile project at Kapanewon Girisubo Kindergarten. The analysis used is the Miles and Huberman model. Researchers reduced, presented, drew conclusions, and verified data.Based on the results of the data analysis, the conclusions were obtained: (1) The learning planning of the utilization of traditional game tools for the development of P5 at kindergarten Kapanewon Girisubo the was very good, the school analysed of the characteristics of the educational unit, formulated program plan, defined, objectives and involved all school members. (2) The implementation of the use of traditional game tools for the development of P5 at Kapanewon Girisubo Kindergarten had been carried out well, using taditional games that have evoved, such as Javanese tradisional children'sgames (3) Evaluation of the use of traditional game tools for the development of P5 in Kapanewon Girisubo Kindergarten, Evaluation was good, which includes reflection on activities carried out after completing learning and to determine next steps. (4) The results obtained from the implementation of the use of tools Traditional games for the development P5 at Kapanewon Girisubo Kindergarden, were is good, that traditional game tools can enhance the profile dimensions of the Pancasila students profile.
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan hasil yang diperoleh dari pemanfaatan alat permainan tradisional untuk pengembangan P5 di TK Kapanewon Girisubo.Jenis penelitian kualitatif, menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggali bagaimana pemanfaatan alat permainan tradisional untuk pengembangan projek profil pelajar pancasila di TK Kapanewon Girisubo. Analisis yang digunakan adalah analisis model Miles dan Huberman. Peneliti mereduksi, menyajikan, menarik kesimpulan, dan memverifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data, maka diperoleh kesimpulan: (1) Perencanaan pembelajaran pemanfaatan alat permainan tradisional untuk pengembangan P5 sangat baik, sekolah melakukan analisis karakteristik satuan pendidikan, menyusun rencana program, merumuskan tujuan dan melibatkan semua warga sekolah. (2)Pelaksanaan pemanfaatan alat permainan tradisional untuk pengembangan P5, sudah dilakukan dengan baik (3) Evaluasi pemanfaatan alat permainan tradisional untuk pengembangan P5 sudah baik, yakni meliputi refleksi kegiatan yang dilakukan setelah selesai pembelajaran dan untuk menentukan langkah selanjutnya (4) Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pemanfaatan alat permainan tradisional sangat efektif untuk pengembangan P5 di TK Kapanewon Girisubo
Strategi Kepala Sekolah Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di TK Bina Anak Islam Kabupaten Bantul
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) strategi yang diterapkan Kepala Sekolah Penggerak dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka; (2) tantangan, hambatan dan daya dukung yang ditemui dalam Implementasi Kurikulum Merdeka; (3) dampak yang timbul dengan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diperoleh kesimpulan: (1) strategi Kepala Sekolah TK Bina Anak Islam Krapyak dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah melakukan sosialisasi Kurikulum Merdeka kepada guru dan warga sekolah, menyelenggarakan kegiatan In House Training, menyelenggarakan kegiatan workshop Pembuatan Modul Ajar, membentuk tim kurikulum, membentuk dan mengaktifkan Komunitas Belajar, menghidupkan budaya positif, memfasilitasi guru dalam digitalisasi sekolah, mensosialisasikan KOSP ke seluruh warga sekolah serta melakukan refleksi dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum Merdeka; (2) ditemukan hambatan, tantangan, daya dukung dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di TK Bina Anak Islam Krapyak. Kepala sekolah sudah melakukan upaya untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang ada; (3) dampak dalam IKM di TK Bina Anak Islam Krapyak dirasakan oleh berbagai pihak. Baik guru, murid, orang tua dan sekolah lain merasakan dampak positif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) strategi yang diterapkan Kepala Sekolah Penggerak dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka; (2) tantangan, hambatan dan daya dukung yang ditemui dalam Implementasi Kurikulum Merdeka; (3) dampak yang timbul dengan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diperoleh kesimpulan: (1) strategi Kepala Sekolah TK Bina Anak Islam Krapyak dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah melakukan sosialisasi Kurikulum Merdeka kepada guru dan warga sekolah, menyelenggarakan kegiatan In House Training, menyelenggarakan kegiatan workshop Pembuatan Modul Ajar, membentuk tim kurikulum, membentuk dan mengaktifkan Komunitas Belajar, menghidupkan budaya positif, memfasilitasi guru dalam digitalisasi sekolah, mensosialisasikan KOSP ke seluruh warga sekolah serta melakukan refleksi dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum Merdeka; (2) ditemukan hambatan, tantangan, daya dukung dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di TK Bina Anak Islam Krapyak. Kepala sekolah sudah melakukan upaya untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang ada; (3) dampak dalam IKM di TK Bina Anak Islam Krapyak dirasakan oleh berbagai pihak. Baik guru, murid, orang tua dan sekolah lain merasakan dampak positif
Kajian Komparatif Persepsi Guru terhadap Kompetensi Manajerial dan Supervisi Kepala Sekolah di Sekolah Negeri Dan Swasta Se-Kecamatan Cikarang Pusat
This study aims to comparatively analyze teachers’ perceptions of school principals’ managerial and supervisory competencies in public and private schools. Using a qualitative library research approach, the investigation was conducted from January to June 2024. Data were gathered through literature review of scholarly publications and school leadership policy documents, then subjected to descriptive-comparative analysis. Findings indicate that public school principals tend to employ structural-bureaucratic management with standardized supervision, whereas private school principals demonstrate greater flexibility and adaptive, clinical-collaborative supervision and planning. These differences are influenced by organizational culture, governance autonomy, and teachers’ professional experience. Private school teachers report higher satisfaction with supervision due to its responsiveness to their needs, while public school teachers value consistency and regulatory compliance. The study recommends developing a competency model for school principals that integrates flexibility and accountability, alongside strengthening continuous evaluation mechanisms to enhance leadership quality and learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif persepsi guru terhadap kompetensi manajerial dan supervisi kepala sekolah di sekolah negeri dan swasta. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekaan kualitatif. Penelitian dilakukan pada periode Januari-Juni 2024. Data dikumpulkan melalui telaah pustaka terhadap literatur ilmiah dan dokumen kebijakan sekolah terkait kepemimpinan, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepala sekolah negeri cenderung menerapkan manajemen yang struktural dan birokratis dengan supervisi yang terstandarisasi, sedangkan kepala sekolah swasta lebih fleksibel dan adaptif dalam perencanaan serta supervisi yang bersifat klinis-kolaboratif. Perbedaan ini dipengaruhi oleh budaya organisasi, otonomi pengelolaan, dan pengalaman profesional guru. Guru di sekloah swasta melaporkan tingkat kepuasan supervisi lebih tinggi karena supervisi yang bersifat responsif terhadap kebutuhan mereka, sedangkan guru di sekolah negeri menghargai konsistensi dan kepatuhan terhadap regulasi. Temuan ini merekomendasikan pengembangan model kompetensi kepala sekolah yang mengintegrasikan fleksibilitas dan akuntabilitas serta penguatan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pembelajaran
Pengaruh Pengaruh Motivasi Belajar, Efikasi Diri, dan Komunikasi Interpersonal Guru terhadap Kinerja Akademik Siswa MAS Persiapan Negeri 04 Medan
This study aims to comprehensively examine the influence of students’ motivation to learn, their self-efficacy, and teachers’ interpersonal communication skills on academic achievement, employing a quantitative correlational research design. The research population consisted of all 288 twelfth-grade students at MAS Persiapan Negeri 04 Medan, with a sample size of 167 students determined using Slovin’s formula at a 5% margin of error. Data were analyzed through descriptive statistics facilitated by Smart PLS 4 software. The results of the hypothesis testing indicated that the P-values for each independent variable were below the customary threshold of 0.05, which signifies a statistically significant positive effect on the dependent variable. Moreover, the collective influence of these independent variables was confirmed by a p-value of 0.000, further validating their joint impact, explaining approximately 70.8% of the variance in students’ academic performance. The remaining 29.2% of variance is attributable to other factors not accounted for within the scope of this study.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi belajar, efikasi diri, dan kemampuan komunikasi interpersonal guru terhadap kinerja akademik siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII di MAS Persiapan Negeri 04 Medan yang berjumlah 288 orang, dengan sampel sebanyak 167 siswa yang diperoleh menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan Smart PLS 4. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa nilai p-value untuk setiap variabel independen lebih kecil dari 0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen, yaitu kinerja akademik siswa. Uji simultan juga menghasilkan nilai p-value < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja akademik. Kontribusi ketiga variabel dalam memengaruhi kinerja akademik sebesar 70,8%, sedangkan sisanya sebesar 29,2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini
Implementasi dan Pengembangan Model Teaching Factory di Pendidikan Vokasi
Teaching factory model learning is applied to create vocational education graduates who are competent and ready to work in facing the competitive labor market. The purpose of evaluating the implementation of the teaching factory is to determine the suitability of the implementation of the teaching factory with the guidelines for the implementation of the teaching factory. In addition, knowing the obstacles and solutions in their implementation according to the understanding of the teaching factory manager in the school. Using a qualitative approach with a case study on the Stigma Resto Teaching Factory by conducting interviews with PIC, Waka for Public Relations, and Waka for Curriculum. The interview was conducted to obtain information in the form of the main components of the teaching factory, namely the Block Schedule, Goods/Services Products, and Jobsheets. The information obtained shows that the implementation of the teaching factory is carried out according to the understanding and ability of managers who try to adopt the concept of the teaching factory model but are not fully in accordance with the Teaching Factory Implementation Guidelines of the Directorate of Vocational Development. The main obstacle is the lack of a common mindset between teachers and students in implementing TeFa ideallyPembelajaran model teaching factory diterapkan guna menciptakan lulusan pendidikan vokasi yang kompeten dan siap kerja dalam menghadapi pasar persaingan tenaga kerja. Tujuan evaluasi pelaksanaan teaching factory adalah guna mengetahui kesesuaian penerapan pelaksanaan teaching factory dengan panduan pelaksanaan teaching factory. Selain itu, mengetahui hambatan dan Solusi dalam pelaksanaannya sesuai pemahaman pengelola teaching factory di sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada Teaching Factory Stigma Resto dengan melakukan wawancara kepada PIC Stigma Resto, Waka Bidang Humas, dan Waka Bidang Kurikulum. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi berupa komponen utama dari teaching factory yaitu Jadwal Blok, Produk Barang/Jasa, dan Jobsheet. Informasi yang diperoleh menunjukan bahwa pelaksanaan teaching factory dilaksanakan sesuai kesepahaman dan kemampuan pengelola yang mencoba mengadopsi konsep model teaching factory namun belum sepenuhnya sesuai dengan Panduan Pelaksanaan Teaching Factory Direktorat Pembinaan SMK. Hambatan utama yaitu belum adanya kesamaan mindset guru dengan siswa dalam melaksanakan TeFa secara idea
Investigating Item Invariance in Geography Essay Questions of West African Senior Certificate Examinations for Nigerian Candidates
The distinctive feature of test items in an instrument is its quality that brings about fairness, consistency, and reliability. The study, therefore, examined item invariance in geography essay questions for Nigerian candidates in West African Senior Certificate Examinations across gender and school location The design was descriptive survey. The population comprised Senior geography students attending senior secondary schools 1, 2 and 3, while the target population included Senior Secondary School students 3 who registered 2020–2021 academic session across Nigeria. Multiphase sampling process involving stratified, proportionate, purposive, and simple random sampling techniques were considered. The sample size was 1,546 examinees. The 2019 2020 West African Senior Certificate Examinations essay questions on the physical and practical geography component, paper 3 were chosen as the research tool. The research questions raised were answered using line graphs. It was concluded that WASSCE 2019/2020 physical geography paper 3 items were invariance based on gender, while they were at variance based on the school location. It was suggested that education stakeholders collaborate in addressing the issues of rural-urban disparities in terms of better access to educational resources
An e-module development for vocational accounting students: Project-based learning media
The limited adequate learning resources and productive subject teaching materials for vocational school students open up opportunities to develop teaching materials integrated with technology to master 21st-century skills. This research aims to develop e-modules based on Project-Based Learning to improve the skills of vocational school students. Development research is built with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This research is limited to the development stage at Wonosari Muhammadiyah Vocational School involving Class X Accounting Students. The e-module feasibility test was carried out by involving material experts, media experts, and student responses. Data collection was carried out through interviews, observations, and questionnaires. The feasibility of the e-module was analyzed using scores converted into four quantitative categories. The research output is in the form of an e-module softfile and guidelines for teachers and students. The e-module is also uploaded to the website to make it easier to access via a mobile web browser. The material validation test got an average score of 3.49 in the very decent category, while the media validation test got an average score of 3.58 in the very decent category. Furthermore, the student response results in the main field trial were 3.22, and the operational field trial was 3.33, getting the very feasible category. This e-module is appropriate for accounting learning to improve students' skills
Pengembangan Digital Assessment untuk Pemahaman Konsep Dasar IPAS di SD Kota Palu
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji efektivitas digital assessment dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar Kota Palu. Metode yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE, yang meliputi lima tahap utama: Analisis (Analyze), Perancangan (Design), Pengembangan (Develop), Penerapan (Implement), dan Evaluasi (Evaluate). Subjek penelitian melibatkan 120 siswa kelas V dan 4 guru IPAS dari empat sekolah yang dipilih secara purposif. Hasil validasi menunjukkan bahwa digital assessment yang dikembangkan memiliki kelayakan konten dan desain yang sangat baik. Penggunaannya terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa, dengan rata-rata skor pre-test 65% dan post-test 85%, menunjukkan peningkatan sebesar 20%. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa soal berbasis simulasi interaktif memberikan dampak terbesar terhadap pemahaman siswa. Meskipun hasilnya positif, keterbatasan akses teknologi di beberapa sekolah masih menjadi tantangan, terutama di daerah pedesaan. Solusi yang dapat diterapkan mencakup peningkatan infrastruktur dan pelatihan guru dalam pemanfaatan digital assessment secara optimal. Hal ini mengindikasikan bahwa asesmen digital dapat berperan sebagai alat yang efektif dalam memperkuat pemahaman konsep IPAS di SD, terutama jika didukung oleh infrastruktur yang memadai dan kesiapan guru dalam menggunakannya.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji efektivitas digital assessment dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar Kota Palu. Metode yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE, yang meliputi lima tahap utama: Analisis (Analyze), Perancangan (Design), Pengembangan (Develop), Penerapan (Implement), dan Evaluasi (Evaluate). Subjek penelitian melibatkan 120 siswa kelas V dan 4 guru IPAS dari empat sekolah yang dipilih secara purposif. Hasil validasi menunjukkan bahwa digital assessment yang dikembangkan memiliki kelayakan konten dan desain yang sangat baik. Penggunaannya terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa, dengan rata-rata skor pre-test 65% dan post-test 85%, menunjukkan peningkatan sebesar 20%. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa soal berbasis simulasi interaktif memberikan dampak terbesar terhadap pemahaman siswa. Meskipun hasilnya positif, keterbatasan akses teknologi di beberapa sekolah masih menjadi tantangan, terutama di daerah pedesaan. Solusi yang dapat diterapkan mencakup peningkatan infrastruktur dan pelatihan guru dalam pemanfaatan digital assessment secara optimal. Hal ini mengindikasikan bahwa asesmen digital dapat berperan sebagai alat yang efektif dalam memperkuat pemahaman konsep IPAS di SD, terutama jika didukung oleh infrastruktur yang memadai dan kesiapan guru dalam menggunakannya
PENGEMBANGAN MODUL AJAR IPAS BERBASIS TRI-N UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI JOGOSIMO
Keadaan siswa yang malu menyampaikan gagasan berbeda, kecenderungan diam dan mengikuti hasil kesimpulan teman, kekurangaktifan bertanya selama pembelajaran membuktikan masih rendahnya berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS. Kegiatan pembelajaran IPAS kurang menerapkan strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan abad 21 siswa. Tujuan penelitian: (1) menghasilkan modul ajar IPAS berbasis Tri-N untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V; (2) menguji kelayakan modul ajar IPAS berbasis Tri-N untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V; dan (3) menguji efektivitas modul ajar IPAS berbasis Tri-N untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V. Metode penelitian adalah research and development model ADDIE. Teknik pengumpulan data: kuesioner, observasi, wawancara, dan lembar validasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) dihasilkannya produk modul ajar IPAS berbasis Tri-N untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V; (2) hasil persentase validasi ahli materi sebesar 70,00%, ahli media sebesar 85%, hasil validasi ahli ketamansiswaan sebesar 94%, dan praktisi sebanyak 91% sehingga diperoleh rata-rata hasil validasi ahli dan praktisi adalah 85% dengan kriteria “Sangat Layak”; dan (3) produk modul ajar dinyatakan sangat efektif dengan peningkatan nilai sebesar 0,40 berdasarkan perhitungan rerata skor N-Gain.
Abstract
The condition of students who are embarrassed to convey different ideas, the tendency to remain silent and follow their friends' conclusions and the lack of activity in asking questions during learning prove that students' critical thinking is still low in science learning. Science and science learning activities do not apply learning strategies to improve students' 21st century skills. Research objectives: (1) produce a Tri-N-based science teaching module to enhance critical thinking skills of fifth graders; (2) test the feasibility of the Tri-N-based science module and science teaching to improve fifth-grade students' critical thinking skills; and (3) test the effectiveness of the Tri-N-based science teaching module in improving fifth-grade students' critical thinking skills. The research method is the ADDIE research and development model. Data collection techniques: questionnaires, observations, interviews and validation forms. The data analysis used is descriptive, quantitative and qualitative. The research results show (1) the production of a Tri-N-based science teaching module to improve the critical thinking skills of class V students; (2) the material experts' validation percentage results were 70.00%, the media experts' were 85%, the student affairs experts' validation results were 94%, and the professionals' were 91%, of so that the average validation results from experts and professionals were 85% with the "Very worthy" criteria; and (3) the effectiveness of the teaching module is obtained by calculating the average N-Gain score before and during implementation of 0.43 and 0.83 with the qualification being very effective.Keadaan siswa yang malu menyampaikan gagasan berbeda, kecenderungan diam dan mengikuti hasil kesimpulan teman, kekurangaktifan bertanya selama pembelajaran membuktikan masih rendahnya berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS. Kegiatan pembelajaran IPAS kurang menerapkan strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan abad 21 siswa. Tujuan penelitian: (1) menghasilkan modul ajar IPAS berbasis Tri-N untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V; (2) menguji kelayakan modul ajar IPAS berbasis Tri-N untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V; dan (3) menguji efektivitas modul ajar IPAS berbasis Tri-N untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V. Metode penelitian adalah research and development model ADDIE. Teknik pengumpulan data: kuesioner, observasi, wawancara, dan lembar validasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) dihasilkannya produk modul ajar IPAS berbasis Tri-N untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V; (2) hasil persentase validasi ahli materi sebesar 70,00%, ahli media sebesar 85%, hasil validasi ahli ketamansiswaan sebesar 94%, dan praktisi sebanyak 91% sehingga diperoleh rata-rata hasil validasi ahli dan praktisi adalah 85% dengan kriteria “Sangat Layak”; dan (3) keefektifan modul ajar diperoleh dari perhitungan rerata skor N-Gain pada sebelum dan saat pelaksanaan sebesar 0,43 dan 0,83 dengan kualifikasi sangat efektif