Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Not a member yet
    7128 research outputs found

    Fish dryer machine technology based on cartridge heater through the utilization of immune stimulant ions

    No full text
    The Coordinating Minister for Maritime Affairs believes that Indonesia is experiencing an increase in exports, particularly in the fisheries sector. This is very important because Indonesian waters consist of 44.7% fish, and fisheries are one of Indonesia's key commodity advantages. However, abundant natural resources alone do not guarantee that a nation will become superior if not accompanied by good human resources as well. The issue of fish drying is a crucial problem in the fish processing sector, including for UKM Jaya Utama in Probolinggo City. UKM Jaya Utama still uses traditional drying methods, relying on sunlight as the main drying tool. As a result, UKM Jaya Utama faces drying challenges during the rainy season. The cartridge heater-based fish dryer machine is a machine specially designed for drying and preservation, offering an alternative solution for fish drying during the rainy season and extending the shelf life of the fish. The research method used was an R&D approach with mackerel fish as the research sample, with a capacity of 10 to 15 kg per drying cycle. The machine trial results showed improved work efficiency by reducing the drying duration from 6 hours without the machine to just 2 hours, with potential profit increases of up to 3.6 times.Masalah pengeringan ikan merupakan masalah krusial dalam proses pengeringan ikan, termasuk UKM Jaya Utama di Kota Probolinggo.  Proses pengeringan ikan UKM Jaya Utama masih menggunakan pengeringan secara tradisional yaitu dengan menggunakan panas matahari sebagai alat utama pengeringan. Akibatnya, UKM Jaya Utama menghadapi masalah pengeringan saat kondisi cuaca hujan. Teknologi Mesin Pengering Ikan berbasis cartridge  heater,  merupakan  mesin  yang  dibuat  khusus  untuk  pengeringan,  dan  pengawetan  sebagai alternatif solusi pengeringan ikan saat musim hujan dan memperpanjang masa simpan ikan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah melakukan persiapan, pengembangan konsep, persiapan bahan, pembuatan mesin, dan penerapan  konsep.  Hasil  implementasi mesin  menunjukkan efisiensi  jam  kerja  dengan  mengurangi durasi pengeringan menjadi 2 jam yang awalnya 6 jam tanpa mesin dan potensi kenaikan keuntungan hingga 3,6 kali lipat

    Implementasi ajaran Tamansiswa TRI N sebagai pendidikan karakter pembiasaan cuci tangan di SD Negeri 2 Padokan

    No full text
    This research aims to implement the teaching of Tamansiswa “Tri N” in cultivating character education at SDN 2 Padokan. Observations from the research results show that students have implemented the habit of washung their hands before and after eating. Students are taught by teachers about the importance of washing their hands before and after eating. This research is a qualitative descriptive study that describe the implementation of “Tri N” through hand washing activities for students at SDN 2 Padokan. The object of this research was carried out at the hand washing place at SDN 2 Padokan and carried out before and after washing. Data collection techniques used include observation and interview techniques. Instiling character education maintaining cleanliness by applying the “Tri N” principles in hand washing activities can be carried out well. This is reflected in the teacher`s ability to teach students the hand washing habits so that they can imitate this positive habit.    Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan ajaran Tamansiswa “Tri N” dalam penanaman pendidikan karakter di SDN 2 Padokan. Observasi dari hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sudah menerapkan kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Siswa diajarkan oleh guru tentang pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan penerapan “Tri N” melalui kegiatan cuci tangan pada siswa di SDN 2 Padokan. Objek penelitian ini dilakukan di tempat cuci tangan SDN 2 Padokan dan dilakukan sebelum dan sesudah mencuci tangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik observasi dan wawancara. Penanaman pendidikan karakter menjaga kebersihan dengan menerapkan prinsip “Tri N” dalam kegiatan mencuci tangan dapat terlaksana dengan baik. Hal ini tercermin dari kemampuan guru dalam mengajarkan kebiasaan mencuci tangan kepada siswa sehingga mereka dapat meniru kebiasaan positif tersebut. 

    Sastra anak media penumbuhan nasionalisme bagi siswa sekolah dasar

    No full text
    The development of nationalism values ​​among elementary school students is a crucial aspect in character education. In childhood, children experience a period of self-identity formation, so it is important to apply an approach that is appropriate to their environment. Children's literature, as one type of literary work that is adapted to the characteristics and needs of children, has great potential in instilling national values ​​in a gentle and enjoyable way. This article aims to analyze the role of children's literature as a means of developing nationalism for elementary school students, both in terms of story content, characters, and the values ​​contained therein. Through literature studies and analysis of expert opinions, it was revealed that children's literature can shape nationalist attitudes such as love for the homeland, tolerance, and appreciation for cultural diversity. Children's literature can also be used in thematic learning in elementary schools as a means to strengthen the values ​​of Pancasila and national identity. Therefore, the integration of children's literature into the education process is a strategic step to create a young generation that has a nationalist character.Penumbuhan nilai-nilai nasionalisme di kalangan siswa sekolah dasar adalah aspek krusial dalam pendidikan karakter. Di masa kanak-kanak, anak-anak mengalami periode pembentukan identitas diri, sehingga penting untuk menerapkan pendekatan yang sesuai dengan lingkungan mereka. Sastra anak, sebagai salah satu jenis karya sastra yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan anak, memiliki potensi besar dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara lembut dan menyenangkan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran sastra anak sebagai sarana pengembangan nasionalisme bagi siswa sekolah dasar, baik dari aspek konten cerita, karakter, maupun nilai-nilai yang ada di dalamnya. Melalui studi literatur dan analisis pendapat para pakar, terungkap bahwa sastra anak dapat membentuk sikap nasionalisme seperti cinta terhadap tanah air, toleransi, dan penghargaan terhadap keragaman budaya. Sastra anak juga bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar sebagai sarana untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila dan identitas nasional. Oleh karena itu, pengintegrasian sastra anak ke dalam proses pendidikan merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang memiliki karakter nasionalis. &nbsp

    Penciptaan Huruf Tradisonal Motif Tato Dayak

    No full text
    Abstrak Tato Dayak memiliki beragam motif dimana setiap motif yang dimiliki mempunyai makna tersendiri dalam pengunaanya sesuai dengan aturan adat masayarakat Dayak. Berdasarkan analisa dan beberapa pertimbangan yang telah dilakukan menganggap tato Suku Dayak memiliki potensi untuk digunakan sebagai sumber ide dalam menciptakan desain huruf motif tato Dayak Kalimantan. Tujuan penelitian dan penciptaan karya ini adalah upaya pembangunan branding budaya Tato dengan penerapan media huruf sehingga budaya dapat dilestarikan dan dapat difungsikan dalam masyarakat. Metode penciptaan karya ini menggunakan metode eksplorasi, improvisasi dan eksperimentasi, serta pembentukan (forming). Dalam mendeskripsikan ide, konsep karya dan gagasan menciptakan huruf motif corak tato Dayak melalui pendekatan estetik tanpa menghilangkan makna setiap motif. Ruang lingkup pengembangan gagasan serta penerapan karya dilakukan secara bertahap. Hasil dari penelian dan penciptaan karya ini adalah berupa Huruf motif tato Dayak dan Tipografi yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya Dayak dan proses kreatif berfungsi sebagai alat pendidikan yang efektif. Aplikasi huruf dan tipografi tersebut Melalui buku, poster, atau materi informasi lainnya yang menggunakan jenis huruf bergaya Dayak. Abstract Dayak tattoos have various motifs, each with its own meaning in their use according to the customs of the Dayak community. Based on the analysis and several considerations that have been made, it is believed that Dayak tattoos have the potential to be used as a source of ideas in creating letter designs for Dayak Kalimantan tattoo motifs. The purpose of this research and creation of this work is an effort to build tattoo culture branding thru the application of letter media so that the culture can be preserved and function within society. The method of creating this work uses exploration, improvisation, and experimentation methods, as well as forming. In describing the idea, concept of the work, and the idea of creating letters with Dayak tattoo motifs thru an esthetic approach without losing the meaning of each motif. The scope of idea development and the application of the work are carried out in stages. The result of this research and creation is in the form of Dayak tattoo motif letters and typography that integrate elements of Dayak culture and the creative process, serving as an effective educational tool. The application of these letters and typography is thru books, posters, or other informational materials that use Dayak-style fonts

    Implementasi Sistem Among Dalam Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah Sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Di Smp Negeri 1 Seyegan

    No full text
    The research objectives include: (1) To understand the principal's management in realizing a Child-Friendly School at SMP Negeri 1 Seyegan. (2) To understand the implementation of Ki Hajar Dewantara's Among system in the principal's leadership in realizing a Child-Friendly School at SMP Negeri 1 Seyegan. (3) To identify the obstacles or challenges faced by the principal in realizing a Child-Friendly School at SMP Negeri 1 Seyegan. (4) To understand the strategies implemented by the principal in realizing a Child-Friendly School at SMP Negeri 1 Seyegan.The type of research used is qualitative research, employing techniques such as interviews, observations, and documentation. In this study, the researcher will explore and discover how the Among system is implemented in the school principal's leadership management as an effort to realize a Child-Friendly School at SMP Negeri 1 Seyegan. The analysis used is the Miles and Huberman model. The researcher reduces, presents, draws conclusions, and verifies the data. Based on the results of the data analysis, the following conclusions were drawn: (1) Leadership management in realizing a Child-Friendly School has been well implemented by the principal through planning, organizing, executing, and supervising the implementation of Child-Friendly School activities. (2) The Among System has been implemented by the principal by involving school members in planning, organizing, mobilizing, and supervising Child-Friendly School activities. (3) The obstacles in realizing a Child-Friendly School at SMP Negeri 1 Seyegan can be overcome through communication and involvement of all internal and external parties, resulting in a safe and comfortable school for students and educators. This can be seen from the absence of violence and bullying at SMP Negeri 1 Seyegan, creating a safe and comfortable environment for students and educators, allowing the teaching and learning activities to proceed well. (4) Effective communication has been implemented by the principal with parents/guardians at SMP Negeri 1 Seyegan as a strategy to enhance supervision of students to prevent violence and bullying

    The role of quality of work life in increasing employee job satisfaction: A study on retail company

    No full text
    As human resources, employees play an essential role in maintaining customer satisfaction, quality, and professionalism. One factor that plays a role in increasing job satisfaction is the quality of work life. Employees with low quality of work life tend to experience decreased job satisfaction, which ultimately impacts work productivity. This study examines the role of quality of work life in improving job satisfaction among employees in retail companies. The study used a quantitative approach with a purposive sampling technique and involved 82 respondents. The instruments used comprised a quality of work-life scale (26 items) and a job satisfaction scale (30 items). The results showed a positive relationship between quality of work life and job satisfaction, with a significance value of 0.383 and an effectiveness contribution of 27.9% (r² = 0.279). This finding shows that the better the quality of work life perceived by employees, the higher the level of job satisfaction they experience in a retail company environment

    Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Terhadap Keterampilan Menulis Puisi Pada Siswa Kelas V SD Negeri Tamansari I Yogyakarta

    No full text
    Secara deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) keterampilan menulis puisi sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Talk, Write (TTW) di kelas V SD Negeri Tamansari 1 Yogyakarta. (2) keterampilan menulis puisi sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe (Direct Learning) di kelas V SD Negeri Tamansari 1 Yogyakarta. (3) perbedaan pada keterampilan menulis puisi siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Talk, Write (TTW) dan Direct learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SD Negeri Tamansari I Yogyakarta pada bulan Oktober 2024 dengan populasi seluruh siswa kelas V (55 siswa), terdiri dari kelas VB sebagai kelas ekserimen, kelas VA sebagai kelas kontrol, dan siswa kelas V MI I Kebumen sebagai kelas uji coba instrumen. Desain penelitian menggunakan eksperimen semu Quasi Experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes untuk mengukur keterampilan menulis puisi siswa yang dianalisis dengan uji-t uji prasyarat analisis yang mencakup uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pre-test kelas eksperimen sebesar 66 (tes) dan 50 (non tes) sedangkan kelas kontrol sebesar 68 (tes) dan 52 (non tes). Pada perolehan post-test kelas eksperimen mendapat rata-rata 81 dan kelas kontrol 70. Untuk perolehan post-test (non tes) kelas eksperimen sebesar 73 dan kelas kontrol 56. Hasil uji normalitas pre-test kelas eksperimen diperoleh 0,058 (tes) dan 0,192 (non tes), lalu post-test kelas eksperimen diperoleh 0,133 (tes) dan 0,175 (non tes). Taraf signifikansi pada Shapiro-Wilk lebih dari 0,05 yang menunjukkan perolehan data pre-test dan post-test kelas eksperimen berdistribusi normal. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh pre-test 0,183 (tes) dan 0,192 (non tes), lalu post-test kelas kontrol 0,030 (tes) dan 0,314 (non tes). Hal tersebut menunjukkan data yang diperoleh berdistribusi normal karena nilai signifiksansi pada Shapiro-Wilk lebih dari 0,05. Hasil uji homogenitas dengan nilai signifikan 0,041 (tes) dan 0,291 (non tes) yang lebih besar dari 0,05. Dapat diartikan keduanya memiliki varian yang sama. Hasil uji hipotesis dengan uji-t menunjukkan signifikansi 0,000<0,005 yang membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran Think, Talk, Write (TTW) berpengaruh terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD Negeri Tamansari I Yogyakarta.Secara deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) keterampilan menulis puisi sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Talk, Write (TTW) di kelas V SD Negeri Tamansari 1 Yogyakarta. (2) keterampilan menulis puisi sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe (Direct Learning) di kelas V SD Negeri Tamansari 1 Yogyakarta. (3) perbedaan pada keterampilan menulis puisi siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Talk, Write (TTW) dan Direct learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SD Negeri Tamansari I Yogyakarta pada bulan Oktober 2024 dengan populasi seluruh siswa kelas V (55 siswa), terdiri dari kelas VB sebagai kelas ekserimen, kelas VA sebagai kelas kontrol, dan siswa kelas V MI I Kebumen sebagai kelas uji coba instrumen. Desain penelitian menggunakan eksperimen semu Quasi Experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes untuk mengukur keterampilan menulis puisi siswa yang dianalisis dengan uji-t uji prasyarat analisis yang mencakup uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pre-test kelas eksperimen sebesar 66 (tes) dan 50 (non tes) sedangkan kelas kontrol sebesar 68 (tes) dan 52 (non tes). Pada perolehan post-test kelas eksperimen mendapat rata-rata 81 dan kelas kontrol 70. Untuk perolehan post-test (non tes) kelas eksperimen sebesar 73 dan kelas kontrol 56. Hasil uji normalitas pre-test kelas eksperimen diperoleh 0,058 (tes) dan 0,192 (non tes), lalu post-test kelas eksperimen diperoleh 0,133 (tes) dan 0,175 (non tes). Taraf signifikansi pada Shapiro-Wilk lebih dari 0,05 yang menunjukkan perolehan data pre-test dan post-test kelas eksperimen berdistribusi normal. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh pre-test 0,183 (tes) dan 0,192 (non tes), lalu post-test kelas kontrol 0,030 (tes) dan 0,314 (non tes). Hal tersebut menunjukkan data yang diperoleh berdistribusi normal karena nilai signifiksansi pada Shapiro-Wilk lebih dari 0,05. Hasil uji homogenitas dengan nilai signifikan 0,041 (tes) dan 0,291 (non tes) yang lebih besar dari 0,05. Dapat diartikan keduanya memiliki varian yang sama. Hasil uji hipotesis dengan uji-t menunjukkan signifikansi 0,000<0,005 yang membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran Think, Talk, Write (TTW) berpengaruh terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD Negeri Tamansari I Yogyakarta

    PENGEMBANGAN MEDIA E-MODUL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA KOMPETENSI GAMBAR TEKNIK KELAS X SMK NEGERI 1 SAMBIREJO SRAGEN: Abstrak

    No full text
    Deskripsi: Pengembangan media modul elektronik untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kemampuan menggambar teknik SMK Negeri 1 Sambirejo Sragen kelas X materi menggambar teknik di SMK Negeri 1 Sambirejo Sragen. Skripsi, Program Pendidikan Vokasi Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.Tujuan dari penelitian ini adalah: membuat produk modul elektronik pada bahan gambar teknik untuk siswa kelas X SMK Negeri 1 Sambirejo Sragen . Serta menentukan kelayakan modul E untuk digunakan sebagai bahan ajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Sambirejo Sragen pada materi gambar teknik yang dihasilkan.Research and Development (R&D) di SMK Negeri 1 Sambirejo Sragen, yaitu pengembangan media pembelajaran berupa modul E pada teknik kendaraan ringan. Gunakan model 4D, yaitu mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan menyebarkan. Pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket. Penelitian ini melibatkan ahli materi, ahli media dan siswa untuk mendapatkan penilaian dan tanggapan terhadap kelayakan modul E. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media E-modul diuji kelayakannya oleh ahli media dan mendapat skor “137” dengan kategori “Sangat layak”. Tes skala kecil dengan skor rata-rata “146,7” tergolong “sangat layak”. Terakhir adalah tes skala besar dengan skor rata-rata “155,4” dengan kategori “Sangat Bisa”. Melalui uji kelayakan, E-modul ini dapat digunakan di kelas X SMK Negeri 1 Sambirejo Sragen. KATA KUNCI : Pengembangan, E-Modul, Pembelajaran Gambar Tekni

    PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN K3 PELAJARAN PDTO KELAS X TKR DI SMK MUHAMMADIYAH PIYUNGAN

    No full text
    This study aims to: (1) produce K3 learning videos for students of class X Automotive Engineering at SMK Muhammdiyah Piyungan Bantul; (2) Knowing the feasibility of the occupational safety and health learning videos produced to be used as teaching materials for class X Automotive Engineering students at SMK Muhammdiyah Piyungan Bantul; Research and development, which is the development of K3 learning videos for PDTO subjects at SMK Muhammadiyah Pyungan Bantul, uses the modified Four-D method by Riski and Linuhung. Feasibility data collection using interviews, questionnaires and documentation. This study involved material experts, media experts, and students to get an assessment and response to the feasibility of learning videos. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results of the study indicate that the process of developing a learning video on Occupational Health and Safety is based on the definition stage , the design stage or initial information collection, the development stage , and the dissemination stage . The results of the assessment of the feasibility level of learning videos carried out by material experts obtained a percentage of 86% with a very decent category. The results of the media expert's assessment obtained a percentage of 81% with a decent category. And the results of the assessment of the small class trial obtained a percentage of 85% in the appropriate category and the results of the large class trial obtained a percentage of 80% in the feasible category. The research shows that the occupational safety and health learning videos are appropriate to be used in the learning process at SMK Muhammdiyah Piyungan Bantul.Penelitian ini bertujuan : (1) Menghasilkan video pembelajaran K3 siswa kelas X Teknik Otomotif SMK Muhammdiyah Piyungan Bantul; (2) Mengetahui kelayakan video pembelajaran keselamatan dan kesehatan kerja yang dihasilkan untuk dipakai sebagai bahan ajar siswa kelas X Teknik Otomotif di SMK Muhammdiyah Piyungan Bantul; Penelitian pengembangan (research and developmen) yang merupakan pengembangan video pembelajaran K3 mata pelajaran PDTO di SMK Muhammadiyah Pyungan Bantul menggunakan metode Four-D oleh Riski dan Linuhung yang telah dimodifikasi. Pengupulan data kelayakan dengan menggunakan wawancara, kuisoner/angket dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan ahli materi, ahli media, serta peserta didik untuk mendapatkan penilaian dan respon kelayakan video pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunujukan bahwa proses pengembangan video pembelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design) atau pengumpulan informasi awal, tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebarluasan (disseminate). Hasil penilaian tingkat kelayakan video pembelajaran yang dilakukan ahli materi memperoleh persentase 86% dengan kategori sangat layak. Hasil penilaian ahli media memperoleh persntase 81% dengan kategori layak. Serta hasil penilaian dari uji coba kelas kecil memperoleh persentase 85% pada kategori layak dan hasil dari uji coba pada kelas besar memperoleh persentase 80% pada kategori layak. Penelitian menunjukan bahwa video pembelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja layak digunakan dalam proses pembelajaran di SMK Muhammdiyah Piyungan Bantul

    Analysis of physics teaching module development competency among prospective physics teachers from the perspective of the merdeka belajar curriculum

    No full text
    The competency of pre-service physics teachers in developing teaching modules based on the Merdeka Curriculum serves as a crucial indicator of pedagogical readiness in the era of differentiated learning. This study primarily focuses on the quality of time allocation planning and learning activity structure. A quantitative descriptive-comparative method was employed to evaluate 52 physics teaching modules created by physics education students, assessed by four expert validators. Results indicate an average competency score of 3.06 (moderate category) in an Indonesian university, with notable weaknesses in time allocation (score=2.76) and learning sequence design (score=2.73). Approximately 25% of modules demonstrated disproportionate time allocation (70-80% dedicated to core activities), while 53.5% exhibited illogical activity sequencing. Comparative analysis revealed a significant difference between Group A (score=3.21) and Group B (score=2.85) (t=3.12, p<0.01). This study recommends integrating digital tools and implementing iterative microteaching to strengthen holistic and differentiated instructional design competencies. The findings advocate for evidence-based reorientation of teacher education curricula.Kompetensi calon guru fisika dalam menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka menjadi indikator krusial kesiapan pedagogis di era pembelajaran berdiferensiasi. Fokus utama penelitian ini diarahkan pada kualitas perencanaan alokasi waktu dan struktur langkah pembelajaran. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengevaluasi 52 modul ajar dari mahasiswa pendidikan fisika yang dinilai oleh empat validator ahli. Hasil menunjukkan skor rata-rata kompetensi sebesar 3,06 (kategori cukup), dengan kelemahan utama pada alokasi waktu (skor 2,76) dan langkah pembelajaran (skor 2,73). Sebanyak 25% modul memiliki alokasi waktu tidak proporsional (70-80% untuk kegiatan inti), dan 53,5% menunjukkan urutan aktivitas tidak logis. Analisis komparatif mengungkap perbedaan signifikan antara Kelas A (skor 3,21) dan B (skor 2,85) (t=3,12; p<0,01). Studi ini merekomendasikan integrasi tools digital dan penerapan microteaching iteratif untuk memperkuat kompetensi perancangan pembelajaran yang holistik dan berdiferensiasi. Temuan ini mendorong reorientasi kurikulum pendidikan guru berbasis bukti

    0

    full texts

    7,128

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇