Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Not a member yet
7128 research outputs found
Sort by
Learning science physics is more fun: an exploration of blended learning to stimulate students' critical thinking, lowercase
Critical thinking in Natural Sciences (IPA) learning at the elementary school level is essential to develop students' analytical and evaluative abilities. The research discussed in this paper is a systematic literature review related to blended learning, critical thinking, and science published in the last five years. Using scoping reviews, 41 articles were selected for this systematic literature review based on seven research questions. The implications of this conclusion show that applying a constructivist-based blended learning model can improve students' understanding of concepts and learning motivation. However, its success depends on technological readiness, teacher skills, and infrastructure support. To achieve optimal effectiveness, continuous efforts are needed to improve student access to technology, provide intensive training for teachers, and strengthen cooperation between schools, parents, and the government. Without this support, the full potential of blended learning in science learning in elementary schools may be challenging to achieve
Implementation of problem-based learning e-modules to enhance problem-solving skills on global warming
This study aims to describe the improvement of student’s problem-solving abilities through the implementation of a Problem-Based Learning (PBL) e-teaching module supported by Augmented Reality and an adventure game. The research involved 36 students from class X3 of SMA N 3 Sukoharjo and was conducted over two cycles spanning five weeks. Data were collected through observation, interviews, and tests, and analyzed using both qualitative and quantitative methods. The results showed that the implementation of the PBL-based e-teaching module significantly improved student’s problem-solving abilities. The improvement was indicated by an average n-gain score of 0.46 in cycle I, categorized as medium, and an average n-gain score of 0.90 in cycle II, categorized as high. In the pre-cycle, all problem-solving indicators were below 70%; in the first cycle, two indicators met the target (≥70%) and in the second cycle, all indicators exceeded the target. Future research is encouraged to explore the development of PBL-based e-modules across different grade levels and to examine their impact on other 21st-century skills
KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN SUBTITUSI AGREGAT KASAR LIMBAH PECAHAN GENTENG DENGAN PERSENTASE 0% 15% 45% 75%
Concrete is a mixture of Portland cement or other hydraulic cements, fine aggregates, coarse aggregates, and water, with or without the use of additives that form a solid mass. Porous concrete, known as pervious concrete, is a type of concrete that is porous or hollow in its structure, allowing the possibility of fluid flow through the gaps present in the concrete. Tile fragments are the remnants of the tile production process or tiles that are defective during manufacturing and cannot be reused. Currently, the utilization of tile waste is still ineffective, necessitating research to enhance the use of tile fragments, particularly as coarse aggregates in concrete mixtures. This study employs an experimental method in the laboratory. The test specimens consist of porous concrete with tile fragment substitution percentages of 0%, 15%, 45%, and 75%, totaling 12 specimens. Each variation of tile fragment percentage includes 3 test specimens in the form of concrete cylinders with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. Tests for concrete porosity and compressive strength are conducted at 28 days of concrete age.Beton adalah campuran dari semen Portland atau semen hidrolik lainnya, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan yang membentuk masa padat. Beton berpori yang dikenal sebagai pervious concrete atau porous concrete merupakan jenis beton yang berpori atau berongga pada bagian strukturnya, sehingga mengakibatkan kemungkinan terjadinya aliran cairan melalui celah yang terdapat pada beton. Pecahan genteng adalah sisa dari proses produksi genteng atau genteng yang cacat pada saat proses pembuatannya sehingga tidak dapat di gunakan kembali. Untuk saat ini pemanfaatan limbah pecahan genteng masih kurang efektif sehingga diperlukan adanya penelitian yang dapat meningkatkan pemanfaatan pecahan genteng khususnya sebagai agregat kasar dalam campuran beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium . Benda uji terdiri dari beton porous dengan subtitusi limbah pecahan genteng dengan persentase 0% 15% 45% 75% dengan jumlah total benda uji sebanyak 12. Setiap variasi persentase limbah pecahan genteng dibuat 3 benda uji yang berupa silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. uji porositas beton dan kuat tekan beton di lakukan saat umur beton 28 hari
PENERAPAN KONSEP DIGITALISASI DALAM LAYANAN TRAVEL MOBIL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI TRANSPORTASI KOTA: STUDI KASUS WOI TRAVEL
This study aims to determine the effect of applying the concept of digitalization in car travel services to improve the efficiency of city transportation. The method used in this research is Quantitative Method with data collection techniques using questionnaires distributed via GoogleForm to 86 respondents who use car travel services (Woi Travel). The results showed that the concept of digitalization affected the efficiency of city transportation by 45.9%. The remaining 54.1% is influenced by other factors not included in this study. The t test results show that the concept of digitalization has a significant effect on the efficiency of city transportation, with a tcount of 8.447 which exceeds the ttable value of 1.663. This means that the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which shows that there is a significant effect of the application of the concept of digitalization on the efficiency of city transportation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan konsep digitalisasi dalam layanan perjalanan mobil untuk meningkatkan efisiensi transportasi kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui GoogleForm kepada 86 responden yang menggunakan layanan perjalanan mobil (Woi Travel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep digitalisasi mempengaruhi efisiensi transportasi kota sebesar 45,9%. Sisa 54,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil uji t menunjukkan bahwa konsep digitalisasi berpengaruh signifikan terhadap efisiensi transportasi kota, dengan t hitung sebesar 8,447 yang melebihi nilai t tabel 1,663. Hal ini berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari penerapan konsep digitalisasi terhadap efisiensi transportasi kota
Analisis Wacana Ujaran Kebencian pada Perempuan di Media Sosial : Discourse Analysis of Hate Speech Against Women on Social Media
Jejaring sosial digital adalah sarana teknologi yang memfasilitasi penggunanya dalam melakukan komunikasi, distribusi konten, dan kreasi materi secara daring. Perkembangan ini disertai dengan ujaran kebencian yang meningkat, terutama pada perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan posisi subjek objek dan posisi pembaca dalam komentar ujaran kebencian pada perempuan di media sosial. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini yaitu kata, kalimat, dan paragraf pada komentar di jejaring sosial. Sumber data penelitian ini adalah media sosial yang meliputi Instagram, Tiktok, Youtube, dan X. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode dokumentasi dan catat. pada hasil penelitian ditemukan ujaran kebencian terhadap perempuan di media sosial pada kata “goblok”, “ibu sapi”, “matre” yang terdapat dalam data pada posisi subjek objek. Posisi pembaca ditemukan sapaan langsung pada kata “kamu”, “aku”, dan “gue” dan sapaan tidak langsung pada kata “wanita”, “ibu”, dan “emak-emak”. Frasa dan kata pada komentar tersebut adalah contoh komentar yang ditujukan untuk menyudutkan perempuan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komentar ujaran kebencian pada perempuan masih sering terjadi yang dibuktikan dengan adanya 1) kontrol tubuh perempuan; 2) marjinalisasi yang menunjukkan pelecehan seksual; 3) pandangan negatif; 4) serangan personal; dan 5) hinaan fisik terhadap perempuanAbstrak: Media sosial adalah platform digital yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi, berbagi, dan membuat konten secara online. Perkembangan ini disertai dengan kebencian yang meningkat, terutama pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi subjek objek dan posisi wacana pembaca kebencian terhadap perempuan di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu kata, kalimat, dan paragraf pada komentar di media sosial. Sumber data penelitian ini adalah media sosial yang meliputi Instagram, Tiktok, Youtube, dan X. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode dokumentasi dan catat. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebencian terhadap perempuan di media sosial ditemukan pada kata goblok, ibu sapi, matre yang terdapat dalam data pada posisi subjek objek. Posisi pembaca ditemukan sapaan langsung pada kata “kamu, aku, dan gue” dan sapaan tidak langsung pada kata “wanita, ibu, dan emak-emak”. Frasa dan kata pada komentar tersebut adalah contoh komentar yang ditujukan untuk menyudutkan perempuan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebencian terhadap perempuan masih terjadi hingga saat ini yang dibuktikan dengan adanya 1) kontrol tubuh perempuan; 2) marjinalisasi yang menunjukkan mengungkapkan seksual; 3) pandangan negatif; 4) serangan pribadi; dan 5) hinaan fisik terhadap perempuan.
Kata Kunci: Media sosial, Ujaran Kebencian, Perempuan.
 
PENGARUH DOSIS PUPUK KASGOT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) DALAM POLYBAG
The research aimed to determine the effect of kasgot fertilizer dosage and NPK fertilizer on the growth and yield of curly chili plants (Capsicum annum L.) in polibag which was carried out from October to January 2024, located in the garden of “Tumuju Guyub” Blunyahrejo Yogyakarta, Tegal Rejo District, Yogyakarta City, Yogyakarta Special Region. This research was carried out with 3 replications using a Complete Randomized Group Design (RAKL) with two factors of kasgot fertilizer and NPK , there were 9 treatment combinations, each combination was repeated 3 times so as to obtain 27 experimental units consisting of 5 plants and 3 plants were sampled so that the total was 135 plants. K1 (100 g/polibag kasgot dose), K2 (150 g/polibag kasgot dose), K3 (200 g/polibag kasgot dose), P1 (10 g/polibag npk dose), P2 (15 g/polibag npk dose), P3 (20 g/polibag npk dose). observation variables include plant height, number of leaves, root wet weight, root length, plant fresh weight, plant dry weight, root dry weight, marketable weight, unsaleable weight, fruit weight per-hectare. Observation data using analysis of sources of variance (ANOVA) and Analysis is done using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the level of α = 5%. Based on the results of the analysis, by giving the dose treatment of pukuk kasgot and npk does not affect the growth and yield of curly chili plants.Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kasgot dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting (Capsicum annum L.) Dalam Polibag yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai bulan Januari 2024, bertempat di kebun “Tumuju Guyub” Blunyahrejo Yogyakarta, Kecamatan Tegal Rejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanaakan dengan 3 kali ulangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor pupuk kasgot dan NPK , terdapat 9 kombinasi perlakuan yang masing-masing kombinasi diulang sebanyak 3 kali sehingga memperoleh 27 unit percobaan terdiri dari 5 tanaman dan 3 tanaman dijadikan sampel sehingga total keseluruhan 135 tanaman. K1 (dosis kasgot 100 g/polibag), K2(dosis kasgot 150 g/polibag), K3 (dosis kasgot 200 g/polibag), P1 (dosis npk 10 g/polibag), P2 (dosis npk 15 g/polibag), P3 (dosis npk 20 g/polibag). Variabel pengamatan meliputi yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah akar, panjang akar, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat kering akar, berat layak jual, berat tidak layak jual, berat buah per-hektar. Data hasil pengamatan menggunakan analisis sumber keragaman (ANOVA) dan Analisis dilakukan dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α = 5%. Berdasarkan hasil analisis, dengan pemberian perlakuan dosis pukuk kasgot dan NPK tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting
Kerja atau karier: Studi biografi pada strategi musisi DIY dalam menghadapi pilihan kemiskinan di Purwokerto, Jawa Tengah
Pemuda selalu memiliki distingsi dalam memilih jenis pekerjaan dan karier untuk melanjutkan lintasan hidupnya. Contoh pilihan tersebut adalah melanjutkan karier sebagai musisi DIY. Dalam praktiknya, pilihan untuk melanjutkan karier di musik DIY seringkali harus dinegosiasikan dengan berbagai hal, mulai dari latar belakang sosial ekonomi pemuda yang mempraktikkannya hingga demografi kota tempat mereka tinggal. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan strategi musisi DIY di kota kabupaten, Purwokerto yang terletak di Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan biografi. Informan dalam artikel ini adalah 20 orang praktisi musik DIY di Purwokerto yang diwawancarai secara mendalam pada bulan Mei 2023 hingga Mei 2024. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan metode critical insider, dan menghasilkan 9 data representasi dari 2 kolektif yang diteliti dalam artikel yaitu Heartcorner Collective dan Voicehell. Temuan artikel ini adalah pilihan kemiskinan disebakan karena dua hal. Pertama kegagalan transisi pendidikan menuju kerja dan kedua keadaan kota yang tidak bisa menyediakan ruang untuk bekerja bagi para pemuda yang memilih menggunakan modal sosialnya sebagai musisi DIY. Keadaan tersebut membuat para pemuda harus menerapkan pemaknaan kerja dan karier dalam praktik bermusik mereka. Hasil dari penelitian adalah terdapatnya strategi yang diterapkan oleh para musisi DIY berupa melakukan juggling work dan menegosiasikan otentisitas DIYnya. Hal tersebut merupakan pilihan paling wajar untuk memisahkan pemaknaan terhadap kerja atau karier terhadap praktik bermusik DIY, sehingga para musisi DIY tetap dapat melanjutkan lintasan hidupnya melalui praktik bermusik DIY.Pemuda selalu memiliki distingsi dalam memilih jenis pekerjaan dan karier untuk melanjutkan lintasan hidupnya. Contoh pilihan tersebut adalah melanjutkan karier sebagai musisi DIY. Dalam praktiknya, pilihan untuk melanjutkan karier di musik DIY seringkali harus dinegosiasikan dengan berbagai hal, mulai dari latar belakang sosial ekonomi pemuda yang mempraktikkannya hingga demografi kota tempat mereka tinggal. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan strategi musisi DIY di kota kabupaten, Purwokerto yang terletak di Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan biografi. Informan dalam artikel ini adalah 20 orang praktisi musik DIY di Purwokerto yang diwawancarai secara mendalam pada bulan Mei 2023 hingga Mei 2024. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan metode critical insider, dan menghasilkan 9 data representasi dari 2 kolektif yang diteliti dalam artikel yaitu Heartcorner Collective dan Voicehell. Temuan artikel ini adalah pilihan kemiskinan disebakan karena dua hal. Pertama kegagalan transisi pendidikan menuju kerja dan kedua keadaan kota yang tidak bisa menyediakan ruang untuk bekerja bagi para pemuda yang memilih menggunakan modal sosialnya sebagai musisi DIY. Keadaan tersebut membuat para pemuda harus menerapkan pemaknaan kerja dan karier dalam praktik bermusik mereka. Hasil dari penelitian adalah terdapatnya strategi yang diterapkan oleh para musisi DIY berupa melakukan juggling work dan menegosiasikan otentisitas DIYnya. Hal tersebut merupakan pilihan paling wajar untuk memisahkan pemaknaan terhadap kerja atau karier terhadap praktik bermusik DIY, sehingga para musisi DIY tetap dapat melanjutkan lintasan hidupnya melalui praktik bermusik DIY
Preserving quezon's heritage: Challenges and strategies for sustainable conservation
This study focuses on the current problems and challenges encountered in conserving heritage sites in the province of Quezon. Likewise, it aimed to determine the consensus regarding practices and strategies for conserving said heritage sites. This quantitative research obtained data from 50 respondents from LGU offices in charge of maintaining heritage sites and representatives from the provincial tourism office. Said respondents confirmed that environmental factors such as calamities and climate change take the worst toll on the heritage sites, exacerbated by a seemingly permanent lack of funding and trained and stable workforce, which can be traced to the inadequacy of public awareness and support. In response, public education was deemed a top priority; suggestions were made to include heritage conservation in school curricula and to conduct aggressive social media campaigns. Cost management also received emphasis in terms of sustainable and cost-effective preservation strategies, such as the use of alternative restoration materials, innovative techniques, and collaboration. Involving community members is seen as sustainable and mutually beneficial in terms of employment generation and boosting the LGU economy.This study focuses on the current problems and challenges encountered in conserving heritage sites in the province of Quezon. Likewise, it aimed to determine the consensus regarding practices and strategies for conserving said heritage sites. This quantitative research obtained data from 50 respondents from LGU offices in charge of maintaining heritage sites and representatives from the provincial tourism office. Said respondents confirmed that environmental factors such as calamities and climate change take the worst toll on the heritage sites, exacerbated by a seemingly permanent lack of funding and trained and stable workforce, which can be traced to the inadequacy of public awareness and support. In response, public education was deemed a top priority; suggestions were made to include heritage conservation in school curricula and to conduct aggressive social media campaigns. Cost management also received emphasis in terms of sustainable and cost-effective preservation strategies, such as the use of alternative restoration materials, innovative techniques, and collaboration. Involving community members is seen as sustainable and mutually beneficial in terms of employment generation and boosting the LGU economy
Unveiling Speech Styles : A Sociolinguistics Analysis of Steve Harvey’s Talk Show
This research analyzed the types of speech style used by Steve Harvey in his talk show videos. The objectives of this research were to describe types of speech style based on Joos’s theory occurred in Steve Harvey’s talk show videos. The method of the research was a descriptive qualitative. The technique for collecting the data was audio-visuals. The researcher used videos talk show of Steve Harvey uploaded in January 2024 on Steve TV Show YouTube channel. There were 9 talk show videos uploaded on January 2024. In this research, the researcher found some types of speech style contained in talk show videos consist of 177 (90,77%) casual styles, 9 (4,62%) intimate styles, 5 (2,56%) formal styles, and 4 (2,05%) consultative styles. In conclusion casual style 177 (90,77%) is the most dominant used by Steve Harvey in his talk show videos in January 2024.
Keywords: Sociolinguistics, Speech Styles, Talk Sho
Cerita Roro Jonggrang Sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Tulis Untuk Busana Wanita
ABSTRAK
Cerita Rakyat di Indonesia digunakan untuk menghibur atau menceritakan sesuatu yang di masa lampau dan mengajarkan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan melestarikan batik sekaligus cerita Roro Jonggrang dalam sajian karya seni. Dari alur cerita tersebut diciptakan motif batik tulis dengan sketsa gambar adegan-adegan didalam cerita Roro Jonggrang. Kemudian diwujudkan dalam bentuk busana wanita. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan karya ada tahapan yaitu eksplorasi ide, konsep, visual, estetik, bentuk, media, teknik, dan sumber. Teknik yang digunakan dalam pembuatan batik adalah batik tulis. Teknik pewarnaan menggunakan teknik coletan dengan zat warna remasol. Hasil penciptaan karya seni batik ini mewujudkan inovasi baru, berupa busana dengan motif batik dengan gambar adegan cerita Roro Jonggrang. Karya seni tersebut diciptakan dengan teknik batik tulis. Penciptaan karya ini menghasilkan 8 busana wanita yang berjudul Peperangan Pranbanan dan Pengging, Bandung terpikat Roro Jonggrang, Permintaan Roro Jonggrang, Sumur Jalatunda, Membangun 1000 Candi, Tipu Muslihat Roro Jonggrang, Tertipu, Roro Jonggrang Candi ke-1000.Karya disajikan dengan perbedaan motif dan variasi warna pada ke delapan karya dan memiliki makna di setiap karyanya. Karya disajikan dengan warna-warna yang beragam sehingga memiliki nilai keindahan dan motif yang artistik untuk menjadi busana siap pakai.
Abstract
Indonesian Folklore is used to entertain or tell stories from the past and teach moral values. The creation of the final project is not a thesis with the title "The Story of Roro Jonggrang as an Idea for the Creation of Written Batik Motifs for Women's Clothing". The purpose of this research aims to preserve batik as well as the story of Roro Jonggrang in the presentation of works of art. From the storyline, a written batik motif was created with sketches of scenes in the Roro Jonggrang story. Then realized in the form of women's clothing. The method used in the process of creating the work is the exploration of ideas, concepts, visuals, aesthetics, forms, media, techniques, and sources. The technique used in making batik is written batik. The coloring technique uses coletan technique with remasol dye. The results of the creation of this batik art work embody new innovations, in the form of clothing with batik motifs with images of the Roro Jonggrang story scene. The artwork was created using written batik technique. The creation of this work produced 8 women's clothing entitled Pranbanan and Pengging Warfare, Bandung captivated by Roro Jonggrang, Roro Jonggrang's Request, Jalatunda Well, Building 1000 Temples, Roro Jonggrang's Deception, Deceived, Roro Jonggrang 1000th Temple. The work is presented with different motifs and color variations in the eight works. So that it has a meaning in each work. The works are presented with various colors so that they have beauty value and interesting motifs to become ready-to-wear clothing