Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Not a member yet
7128 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA SEBAGAI PEMEDIASI
Security guards play a strategic role in maintaining security and comfort in various institutions and companies. PT. GADA 86, as a security service provider, has a crucial responsibility to improve service quality through education and training activities to support security guard performance and develop competent human resources. The objectives of this study include: (1) to understand the education and training, performance, and competency of human resources at PT. GADA 86; (2) to understand the effect of education and training on security guard performance, with human resource competency as a mediator at PT. GADA 86. The research method used is descriptive quantitative, with data collected using questionnaires distributed to members of the PT. GADA 86 security unit, which were then processed using the SPSS program. The data analysis technique in this study used path analysis. The results show that education and training influence security guard performance, education and training influence human resource competency, and education and training influence security guard performance at PT. GADA 86, with human resource competency as a mediator. Based on the analysis of direct and indirect influences, it is known that the direct influence is greater than the indirect influence
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN KERTAS DI JAWA TIMUR
This study aims to analyze the influence of leadership style and career development on employee performance with job satisfaction as an intervention variable in a paper company in East Java. This study uses a quantitative approach with data analysis using the Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) method involving 120 respondents. Data were collected through a survey and analyzed to test the relationship between variables: leadership style, career development, job satisfaction, and employee performance.
The study's results indicate that leadership style and career development significantly affect employee performance, both directly and indirectly through job satisfaction as a mediating variable. Job satisfaction has been shown to play an important role as a mediator that connects the influence of leadership style and career development on employee performance. These results provide empirical evidence that increasing effective leadership style and structured career development can increase job satisfaction, ultimately improving employee performance.
The contribution of this study lies in developing HR management literature by including job satisfaction variables as a mediating factor in the relationship between leadership style, career development, and employee performance. In addition, this study provides contextual insight for paper companies in East Java to design more effective strategies in improving employee performanc
EVALUASI PROSES ATAS KETERLAMBATAN PENGIRIMAN PAKET DI PERUSAHAAN JASA & LOGISTIK KANTOR CABANG PT XYZ
This study aims to evaluate the distribution process and identify the main factors causing package delivery delays at the branch office of PT XYZ, as well as to propose improvement strategies to enhance on-time delivery performance.
This research employs a descriptive qualitative approach using observations, interviews, and documentation as data collection techniques. Data analysis is conducted using the Fishbone Diagram (6M) to identify the root causes of delays and the Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) framework as a systematic process improvement method.
The results indicate that delivery delays are mainly caused by three dominant factors: human resources, particularly in handling heavy packages; work methods, especially delays in real-time data entry at service counters; and technology, due to unstable tracking systems and delayed data updates. The proposed improvement strategies include implementing real-time data entry, adding dedicated staff for peak hours, optimizing digital tracking systems, and regulating courier workload distribution. These improvements are expected to enhance distribution efficiency and improve on-time delivery performance at the branch office of PT XY
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB GAGAL KIRIM PAKET MENGGUNAKAN METODE FTA DAN FMEA PADA PT XYZ
This study aims to analyze the factors causing delivery failures at PT XYZ, which include delivery delays, package damage, and package loss. These issues represent the most frequent operational failures reported by customers and have the potential to reduce service quality, customer satisfaction, and the company’s competitiveness in the logistics industry. Therefore, a systematic analysis is required to identify the root causes of failures and determine appropriate improvement priorities.
The research employs a descriptive-quantitative approach by integrating Fault Tree Analysis (FTA) and Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) methods. Data were collected through field observations, interviews with operational staff, risk assessment questionnaires, and customer complaint data from 2025. The FTA method was used to map the cause-and-effect relationships leading to delivery failures, while the FMEA method was applied to assess the risk level of each failure mode based on severity, occurrence, and detection parameters, resulting in the calculation of the Risk Priority Number (RPN).
The results indicate that delivery delays represent the highest-risk failure mode with an RPN value of 280, followed by package damage with an RPN of 192 and package loss with an RPN of 189. These findings suggest that delivery delays should be prioritized for corrective actions. This study concludes that the combined use of FTA and FMEA is effective in identifying root causes and prioritizing risk mitigation strategies to improve operational performance and delivery service qualit
Honorifik dalam Bahasa Kerinci di Desa Diilir, Jambi, Kajian: Sosiolinguistik: Honorific in Kerinci Language in Diilir Village, Jambi Study: Sosiolinguistics
Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa klasifikasi jenis honorifik, serta deskripsi bentuk, fungsi, dan makna penggunaan honorifik dalam bahasa Kerinci. Data dikumpulkan melalui percakapan lisan dan rekaman suara dari penutur asli. Sumber data utama berupa tuturan yang mengandung sistem honorifik, diperoleh dari informan yang merupakan tokoh adat sekaligus orang tua yang memiliki pengetahuan dan wawasan luas tentang bahasa Kerinci di Desa Dusun Diilir, Kecamatan Hamparan Rawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk honorifik tersebut terdiri atas kata, singkatan kata, kelompok kata, dan kelompok singkatan kata. Adapun jenis honorifik dalam bahasa Kerinci, yang diklasifikasikan berdasarkan penamaan diri, kata ganti, jabatan tradisional, profesi, kekerabatan, dan ciri fisik. Fungsi honorifik digunakan untuk menunjukkan sikap sopan santun dan penghormatan terhadap orang lain, meninggikan lawan tutur, serta memperlihatkan kedekatan hubungan antara penutur. Penggunaan honorifik yang tepat, sesuai dengan kedudukan dan status sosial dalam masyarakat, dapat membangun hubungan yang harmonis antara penutur dan mitra tutur.Sosiolinguistik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, data ialah berbentuk kualisifikasi jenis honorifik, mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna penggunaan honorifik. Data tersebut didapatkan dari percakapan lisan dan rekaman suara. Sumber data dalam penelitian kualitatif beup tuturan yang mengandung sistem honorifik, selanjutnya peneliti mengambil sumber data yang akurat dari informan yang meruakan penutur asli seperi tokoh adat sekaligus orang tua yang memiliki pengetahun dan wawasan yang luas tentang bahasa Kerinci di Desa Dusun Diilir. Hasil penelitian ini adalah ditemukan jenis honorifik dalam bahasa Kerinci di Desa Dusun Diilir, diklasifikasikan berdasarkan penamaan diri, kata ganti, jabatan tradisional,profesi, kekerabatan dan ciri fisik. Adapun bentuk honorifiknya Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, bentuk, fungsi dan makna penggunaan honorifik dalam bahasa Kerinci di Desa Dusun Diilir, Kecamatan Hamparan Rawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan ialah kata, singatan kata, kelompok kata, dan kelompok singktan kata. Fungsi penggunaan honorifik merupakan salah satu sarana untuk menunjukkan sopan santun dan sikap hormat terhadap orang lain, untuk meninggikan lawan tutur, dan menunjukkan kedekatan antara penutur. Melalui penggunaan honorifik yang tepat sesuai kedudukan dan status sosial seseorang dalam masyarkat, dapat membangun hubungan yang harmonis dengan lawan bicara.
Kata Kunci: Sistem Honorifik, Bahasa Kerinci, Jamb
Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Pada Tuturan Penolak dan Pembela Ba’alawy di Kolom Komentar Facebook Reels : Politeness Violations in the Utterances of Ba’alawi’s Supporters and Opponents in Facebook Reels Comment Sections
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pelanggaran kesantunan berbahasa pada tuturan penolak dan pembela Ba’alawi di kolom komentar Facebook Reels, serta (2) menjelaskan jenis tuturan pada bidal yang melanggar prinsip kesantunan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui metode simak dengan teknik sadap, baca, dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran kesantunan terjadi pada lima bidal, yaitu ketimbangrasaan, kemurahhatian, kerendahhatian, keperkenanan, dan kesetujuan. Dari 120 tuturan, ditemukan 116 tuturan yang melanggar kesantunan, dengan rincian: 19 tuturan melanggar bidal ketimbangrasaan, 8 bidal kemurahhatian, 27 bidal kerendahhatian, 42 bidal keperkenanan, dan 20 bidal kesetujuan. Bidal yang paling sering dilanggar adalah keperkenanan (42 tuturan atau 36,20%). Jenis tindak tutur yang muncul meliputi komisif, representatif, perlokusi, direktif, lokusi, ilokusi, dan ekspresif, dengan variasi yang dominan pada bidal keperkenanan. Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi kebahasaan di media sosial cenderung melanggar prinsip kesantunan, terutama pada aspek keperkenanan.Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pelanggaran kesantunan berbahasa pada tuturan penolak dan pendukung ba’alawy di kolom komentar facebook reels, (2) mengeksplanasi jenis tuturan pada bidal yang melanggar kesantunan berbahasa pada tuturan penolak dan pendukung ba’alawy di kolom komentar facebook reels. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan pragmatis dan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dengan teknik sadap, baca dan catat. Analisis data menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan. Temuan penelitian ini adalah (1) pelanggaran kesantunan berbahasa pada tuturan penolak dan pendukung ba’alawy di kolom komentar facebook reels, (2) jenis tuturan pada bidal yang melanggar kesantunan berbahasa. Pelanggaran terjadi pada lima bidal, yaitu (1) ketimbangrasaan, (2) kemurahhatian, (3) kerendahhatian (4) keperkenanan, (5) kesetujuan. Jenis tuturan menggunakan tuturan komisif, representatif, perlokusi, direktif, lokusi, ilokusi, ekspresif. Dari 120 tuturan, ditemukan 116 tuturan melanggar kesantunan, yaitu 19 tuturan melanggar bidal ketimbangsaraan, 8 tuturan melanggar bidal kemurahhatian, 27 tuturan melanggar bidal kerendahhatian, 42 tuturan melanggar bidal keperkenaan, 20 tuturan melanggar bidal kesetujuan. Bidal yang sering dilanggar adalah ‘keperkenaan’ sebanyak 42 tuturan dengan presentase 36,20%. Jenis tuturan pada bidal keperkenaan yaitu perlokusi, direktif, representatif, ekspresif.
Kata Kunci: pelanggaran kesantunan, tuturan, kolom komentar, facebook reel
Efektivitas Pemberian POC Urien Kelinci dan NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Caisim (Brassica junces L.) Dalam Polybag
This study aims to determine the effect and interaction of lequid ferdilizer of fer rabbit urine and NPK inorganic fertilizer doses on the growth and yield of green mustard in polybags. This research was conducted on agricultural land in Rejowinangung village, Kotagede district, and Yoygakarta city. This research was conducted from November 2022 to December 2022. This study used 2 x 3 factorial experiment using a Completely Randomized Design (RAL). The first factor is the dose of NPK Mutiara fertilizer: NPK Mutiara dose K1: 0.10 gr/plant, K2: 0.18 gr/plant, and the second factor is the concentration of liquid organic fertilizer (CRD) rabbit urine: P1: 50 ml/plant, P2: 100 ml/plant, and P3: 150 ml/plant. The variables observed were plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, stem diameter, plant fresh weight, and root/shoot ratio. Data analysis using multiple tests (ANOVA) and Ducan multiple range (DMRT) 5% The results show no interaction between the dose of NPK and the concentration of rabbit urine. At a concentration of 50 ml/liter of rabbit urine, treatment produced a better shoot ratio than concentrations of 100 ml/liter and 150 ml/liter. Concentrations of 100 ml/liter and 150 ml/liter gave results that were not significantly different in yield (fresh weight) plant. Similarly, the Dosing of NPK at 0.10 g/plant and 0.18 g/plant did not give significantly different of the results (fresh weight) of the plants.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi pemberian POC urin kelinci dan dosis NPK Mutiara terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau dalam polybag. penelitian ini dilaksanakan dilahan pertanian, desa Rejowinangung, Kecamatan Kotagede, kota Yoygakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November hingga bulan Desember 2022. Penelitian ini mengunakan percobaan faktorial 2 x 3 menggunakan Rancanagan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama yaitu Dosis pupuk NPK Mutiara: dosis NPK Muitiara K1: 0,10 gr/tanaman, K2: 0,18 gr/tanaman, dan faktor kedua konsentrasi pupuk organik cair (POC) urin kelinci P1: 50 ml/tanaman, P2: 100 ml/tanaman dan P3: 150 ml/tanaman. Variabel yang diamati yaitu, Tinggi tanaman, Jumlah Daun, Panjang Daun, Lebar Daun, Diameter Batang, Berat segar tanaman dan Root/Shoots Ratio. Analisi data menggunakan uji beragam (anova) dan jarak berganda Ducan (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara dosis NPK mutiara dan konsentrasi POC urin kelinci. Pada konsentrasi 50ml/liter perlakuan urin kelinci menghasilkan shoots ratio yang lebih baik dari konsentrasi 100 ml/liter dan 150 ml/liter. konsentrasi 100 ml/liter dan 150 ml/liter memberikan hasil yang tidak beda nyata pada hasil (berat segar) tanaman. Pemberian Dosis NPK Mutiara 0,10 g/tanaman dan 0,18 g/tanaman tidak menunjukan beda nyata pada hasil (berat segar) tanaman.
Kata kunci : Caisim,Pupuk Organik Urien Kelinci, NPK Mutiara
Evaluasi Tata Ruang dan Pencahayaan pada Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Kampung Deret Petogogan Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Simple Healthy Instant Homes (RISHA) was developed as a fast and affordable housing solution to reduce slum settlements and improve housing quality. However, optimal spatial planning and natural lighting are still needed to meet comfort and health standards. This research evaluates the suitability of spatial planning and natural lighting in RISHA housing in Kampung Deret Petogogan, focusing on type 18 and type 36 houses. The methods used include primary and secondary data collection and analysis based on the Housing and Settlement Development Guide and the Healthy Home Module. Evaluation of natural lighting using Dialux Evo 12.1 refers to SNI 03-2396-2001. The research results show that spatial planning suitability reaches 50% in type 18 houses and 53% in type 36 houses, classified as "quite suitable." The distribution of natural light only meets the standard of 50% in type 18 and 40% in type 36, with the multipurpose room and bathroom being the most affected. Improvements are needed in RISHA design to improve occupant comfort and health, such as optimizing openings and transparent materials to increase natural lighting. Further research is recommended to develop more adaptive design strategies for environmental conditions.Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dikembangkan sebagai solusi perumahan cepat dan terjangkau untuk mengurangi permukiman kumuh serta meningkatkan kualitas hunian. Namun, perencanaan tata ruang dan pencahayaan alami yang optimal tetap diperlukan guna memenuhi standar kenyamanan dan kesehatan. Penelitian ini mengevaluasi kesesuaian tata ruang dan pencahayaan alami pada perumahan RISHA di Kampung Deret Petogogan, dengan fokus pada rumah tipe 18 dan tipe 36. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data primer dan sekunder serta analisis berdasarkan Panduan Pembangunan Perumahan dan Permukiman dan Modul Rumah Sehat. Evaluasi pencahayaan alami menggunakan Dialux Evo 12.1 mengacu pada SNI 03-2396-2001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian tata ruang mencapai 50% pada rumah tipe 18 dan 53% pada tipe 36, tergolong “cukup sesuai.” Sebaran cahaya alami hanya memenuhi standar sebesar 50% pada tipe 18 dan 40% pada tipe 36, dengan ruang serbaguna dan kamar mandi paling terdampak. Diperlukan perbaikan dalam desain RISHA untuk meningkatkan kenyamanan dan kesehatan penghuni, seperti optimalisasi bukaan dan material transparan guna meningkatkan pencahayaan alami. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengembangkan strategi desain yang lebih adaptif sesuai kondisi lingkungan
HUBUNGAN PENGETAHUAN SANITASI, HIGIENE DAN KESELAMATAN KERJA PADA PRAKTIKUM PRODUK CAKE DAN KUE INDONESIA
This study aims to determine 1) the knowledge level of sanitation hygiene and K2, 2) the implementation of PCKI practicum, and 3) the relationship between sanitation hygiene and K2 with implementing PCKI practicum. The population was 199 students. The research sample used a proportionate stratified random sampling technique with Slovin, which resulted in 67 students. The data analysis technique used a Likert scale questionnaire to measure knowledge of sanitation hygiene and K2 and rating scale observation to measure the implementation of sanitation hygiene and K2. Descriptive analysis, including mean, median, mode, and standard deviation. Correlational analysis, using product moment and normality testing using lilliefors and F test. Results explain:1)Knowledge of sanitation hygiene and K2 included in the good category with a relative frequency of 36%. 2)Results of the study on the implementation of PCKI practicum included in a sufficient category with a relative frequency of 46%. 3)There is a positive and significant relationship between sanitation hygiene and K2 with application in PCKI practicum, rcount=0.403> rtable= 0.244.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) tingkat pengetahuan sanitasi higiene dan K2, 2) penerapan praktikum PCKI dan 3) hubungan pengetahuan sanitasi higiene dan K2 dengan penerapan praktikum PCKI. Populasi berjumlah 199 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik Porpotionate Stratified Random Sampling menggunakan rumus slovin menghasilkan jumlah 67 siswa. Teknik analisis data menggunakan angket skala likert untuk mengukur pengetahuan sanitasi higiene dan K2 serta lembar observasi rating scale untuk mengukur penerapan sanitasi higiene dan K2. Analisis deskriptif, meliputi mean, median, modus dan standar deviasi. Analisis korelasional, meliputi uji hipotesis product moment serta uji normalitas lilliefors dan uji F. Hasil penelitian menjelaskan:1) Pengetahuan sanitasi higiene dan K2 termasuk kategori baik dengan frekuensi relatif 36%. 2) Hasil penelitian penerapan praktikum PCKI termasuk kategori cukup dengan frekuensi relatif 46%. 3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan sanitasi higiene dan K2 dengan penerapan pada praktikum PCKI rhitung=0,403> rtabel=0,244.
Implementasi Kurikulum Merdeka: Evaluasi CIPP pada Pembelajaran Teknologi Perkantoran
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembelajaran Teknologi Perkantoran di SMK Negeri 1 Kendal dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan model evaluasi CIPP. Informan meliputi WKS Kurikulum, Koordinator Jurusan MPLB, guru pengampu, dan peserta didik kelas XI MP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, kedudukan program sebagai kompetensi yang perlu dikuasai peserta didik dan urgensi dilaksanakannya program sudah kuat, serta capaian pembelajaran telah diselaraskan dengan DUDI. Pada aspek input, perangkat pembelajaran dan sarana prasarana masih perlu ditingkatkan, terutama pada segi kelengkapan modul dan fasilitas penunjang, sedangkan rubrik penilaian belum sepenuhnya adaptif. Pada aspek process, pembelajaran berdiferensiasi diterapkan untuk mengakomodasi peserta didik dengan kesulitan belajar. Pembelajaran cukup sesuai dengan rencana, namun mengalami kendala. Pada aspek product, asesmen berupa proyek yang relevan dengan tugas perkantoran dengan hasil baik. Berdasarkan hasil temuan, disarankan pengembangan perangkat ajar yang lebih adaptif dan peningkatan fasilitas.
Implementation of the Merdeka Curriculum: A CIPP evaluation of office technology learning
Abstract: This study aims to evaluate the Office Technology learning program at SMK Negeri 1 Kendal using a the CIPP evaluation model with descriptive qualitative approach. Informants include the Vice Principal of Curriculum, Head of the Office Management Department, subject teachers, and 11th-grade of the Office Management students. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles & Huberman interactive model. Findings show that in the context aspect, the program is relevant to the required competencies, its implementation is urgent, and learning outcomes are aligned with industry demands. In the input aspect, learning tools and facilities still need improvement, especially in terms of module completeness and supporting infrastructure, while the assessment rubric is not fully adaptive. In the process aspect, differentiated instruction is applied for students with learning difficulties, though some challenges remain. In the product aspect, project-based assessments are relevant to office tasks and show good results. It is recommended to develop more adaptive materials and improve facilities