Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
1907 research outputs found
Sort by
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA IKAN HASIL TANGKAPAN DI SUNGAI ENIM
Peningkatan penggunaan plastik oleh masyarakat di bantaran Sungai Enim menyebabkan meluasnya pencemaran mikroplastik pada air hingga biota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, ukuran, warna dan kelimpahan mikroplastik pada ikan hasil tangkapan di Sungai Enim. Sebanyak 5 jenis ikan didapatkan dari hasil tangkapan nelayan dari Sungai Enim, yakni ikan lampam (Barbonymus schwanenfeldii), gabus (Channa striata), baung (Hemibagrus nemurus), tembakang (Helostoma temminckii) dan betutu (Oxyeleotris marmorata). Ikan ini kemudian dibawa ke laboratorium dalam coolbox, kemudian dibedah untuk diambil pencernaan dan direndam dengan larutan KOH lalu di oven selama 24 jam dengan suhu 75 oC. Identifikasi mikroplastik dalam pencernaan menggunakan mikroskop stereo meliputi bentuk, ukuran, dan warna. Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel ikan mengandung mikroplastik dengan dominansi bentuk serat dan fragmen. Ukuran mikroplastik yang ditemukan antara 37.12 – 1350.97 μm. Warna mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh warna hitam dan biru. Kelimpahan mikroplastik yang ditemukan. Kelimpahan mikroplastik yang diperoleh pada setiap jenis ikan berkisar antara 4 sampai 10 partikel/ikan, yang terbesar ditemukan pada ikan lampam dan yang terkecil ditemukan pada ikan baung. Hasil ini menekankan pentingnya mengurangi dan mengelola plastik untuk melindungi ekosistem perairan
TINJAUAN RPS MATA KULIAH KIMIA PANGAN BERDASARKAN KETERCAPAIAN CPL DAN CPMK DALAM PENDEKATAN OBE
Kesesuaian antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan SubCPMK merupakan komponen penting dalam implementasi Outcome-Based Education (OBE) untuk memastikan ketercapaian kompetensi lulusan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kesesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah Kimia Pangan berdasarkan ketercapaian CPL dan CPMK dalam kerangka pendekatan OBE. Kajian ini dilakukan melalui analisis dokumen RPS, buku ajar, dan rencana materi pembelajaran yang digunakan pada semester ganjil tahun akademik 2025. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi untuk menilai keterpaduan antara CPL, CPMK, SubCPMK, tujuan pembelajaran, dan kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPS Kimia Pangan telah tersusun secara sistematis dan konsisten dengan prinsip OBE. Setiap CPL berhasil diturunkan menjadi CPMK dan SubCPMK yang selaras dengan dimensi kognitif dan psikomotorik, mencerminkan peningkatan kemampuan mahasiswa dari pemahaman dasar hingga kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penerapan model pembelajaran konstruktivisme lima fase Needham yang terdiri dari orientasi, pencetusan ide, penstrukturan ide, penerapan, dan refleksi, mendukung ketercapaian pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa RPS Kimia Pangan telah mampu memfasilitasi penguasaan konsep, keterampilan laboratorium, dan sikap ilmiah mahasiswa secara seimbang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa RPS ini telah memenuhi prinsip keselarasan (constructive alignment) dalam pendekatan OBE serta efektif dalam mendorong tercapainya profil lulusan yang kompeten di bidang kimia pangan berkelanjutan
TINJAUAN RPS MATA KULIAH BIOKIMIA 1 BERDASARKAN KETERCAPAIAN CPL DAN CPMK DALAM PENDEKATAN OBE
Pendidikan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan teoretis, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan dunia kerja. Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi pendekatan strategis untuk menjamin ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) melalui perencanaan yang sistematis antara Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), sub-CPMK, dan tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan meninjau kesesuaian antara CPL, CPMK, sub-CPMK, dan tujuan pembelajaran pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Biokimia 1, serta meninjau keterpaduannya dengan prinsip constructive alignment dan model konstruktivisme lima fase Needham. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen terhadap RPS, buku ajar, serta rumusan tujuan tiap pertemuan. Analisis dilakukan dengan pemetaan kesesuaian antara CPL, CPMK, sub-CPMK, materi, dan tujuan pembelajaran, disertai klasifikasi dimensi kognitif dan psikomotorik berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi dan Taksonomi Simpson. Hasil menunjukkan bahwa keterpaduan CPL–CPMK–subCPMK dalam RPS Biokimia 1 tergolong sangat sesuai, dengan dominasi aktivitas kognitif pada tingkat C3–C5 dan psikomotorik P3–P5. Integrasi fase Application dan Reflection dalam model Needham mendukung pembelajaran aktif dan bermakna. Namun, keterpaduan horizontal antara tujuan, aktivitas, dan asesmen masih perlu diperkuat, khususnya dalam penerapan dimensi psikomotorik. Kesimpulan menunjukkan bahwa RPS Biokimia 1 telah mencerminkan prinsip constructive alignment dan mendukung capaian pembelajaran secara komprehensif
RUMPUT MUTIARA (HEDYOTIS CORYMBOSA L.) DAN PENINGKATAN MEMORI SPASIAL MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER
Penurunan daya ingat merupakan masalah kognitif yang dapat dipicu oleh stres oksidatif akibat aktivitas radikal bebas. Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa L.) dikenal mengandung flavonoid dan asam fenolat yang berpotensi meningkatkan memori melalui efek antioksidan dan neuroprotektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol rumput mutiara terhadap peningkatan skor memori spasial mencit jantan galur Swiss Webster yang diinduksi alkohol 10% serta menentukan dosis efektifnya. Metode eksperimental dengan rancangan kelompok kontrol dan perlakuan, dimana mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (piracetam 200 mg/kg BB), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak rumput mutiara 100 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 800 mg/kg BB. Perlakuan diberikan secara oral selama 3 hari berturut-turut, lalu memori diukur menggunakan tes Radial Arm Maze (RAM). Data skor memori dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji Duncan pada signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak rumput mutiara dosis 400 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB secara signifikan meningkatkan skor memori spasial mencit dibandingkan kontrol negatif (p < 0,05). Dengan demikian, ekstrak etanol rumput mutiara berpotensi sebagai agen alami yang efektif dalam meningkatkan fungsi memori, dengan dosis efektif pada penelitian ini adalah 400 mg/kg BB. Temuan ini dapat mendukung pengembangan bahan alami untuk terapi gangguan memori dan sebagai media pembelajaran interaktif di bidang Biologi SMA
IMPLEMENTASI MODEL PLACE-BASED PROJECT LEARNING (PBPL) BERBASIS EKOPEDAGOGI DENGAN BANTUAN APLIKASI IDENTIFIKASI TUMBUHAN BERBASIS AI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI EKOLOGIS MAHASISWA
Penelitian ini merupakan bagian dari tahapan implementasi model Place-Based Project Learning (PBPL) berbasis ekopedagogi yang dikembangkan untuk meningkatkan literasi ekologis mahasiswa Pendidikan Biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keterlaksanaan dan efektivitas model PBPL yang diintegrasikan dengan aplikasi identifikasi tumbuhan berbasis kecerdasan buatan, yaitu PlantNet dan Seek by iNaturalist, dalam meningkatkan literasi ekologis mahasiswa pada mata kuliah Ekologi Tumbuhan. Penelitian menggunakan pendekatan research and development (R&D) pada tahap uji coba terbatas dengan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sriwijaya semester genap tahun akademik 2024/2025. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi keterlaksanaan model, angket respon mahasiswa, dan tes literasi ekologis dengan reliabilitas α = 0,87. Intervensi pembelajaran berlangsung selama empat minggu dengan tahapan eksplorasi lingkungan, perancangan proyek, implementasi proyek lapangan berbasis aplikasi AI, dan refleksi ekopedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model mencapai 93% (kategori sangat baik), respon mahasiswa terhadap pembelajaran mencapai 91% (kategori sangat positif), dan terjadi peningkatan signifikan pada literasi ekologis mahasiswa dari skor rata-rata 61,5 menjadi 77,2 (t(29)=10,54, p<0,001, Cohen’s d=2,20). Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi teknologi cerdas dalam model PBPL efektif dalam meningkatkan keterlibatan, kesadaran ekologis, dan kemampuan reflektif mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan
INDEKS SAPROBIK: UJI KUALITAS AIR BERDASARKAN KEBERADAAN PLANKTON DI PERAIRAN KAMBANG IWAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan Kolam Retensi Kambang Iwak Palembang berdasarkan indeks saprobik plankton. Penelitian ini dilakukan pada empat titik stasiun yang ditentukan secara purposive sampling. Analisis data meliputi keanekaragaman, dominansi, dan indeks saprobik plankton. Berdasarkan hasil penelitian, plankton yang ditemukan di perairan Kolam Retensi Kambang Iwak terdiri atas enam kelas, yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Conjugatophyceae, Cyanophyceae, dan Euglenophyceae sebagai fitoplankton, serta Ciliata sebagai zooplankton. Nilai koefisien saprobik berkisar antara 1,00–1,22, yang menunjukkan fase β-mesosaprobik hingga β–meso/oligosaprobik. Hal ini mengindikasikan bahwa perairan Kolam Retensi Kambang Iwak Palembang berada pada tingkat pencemaran ringan, dengan bahan pencemar berupa organik dan anorganik
INTEGRASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI KEMANDIRIAN BELAJAR
Istilah pembelajaran mendalam sering dibahas oleh para pendidik mulai dari jenjang Pendidikan Dasar hingga jenjang Pendidikan Tinggi. Istilah ini menjelaskan apakah pembelajaran mendalam merupakan istilah baru karena seringnya dibahas atau bahkan istilah lama yang kembali menjadi pembahasan pada akhir-akhir ini. Secara konsep pembelajaran mendalam bukan hanya sekedar transfer ilmu melainkan menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses pembelajaran dengan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Suasana belajar yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan tersebut menjelaskan bagaimana peran kesadaran diri yang ditunjukkan dalam kemandirian belajar peserta didik untuk memaknai bahwa belajar merupakan kebutuhan adalah bagian integral pada kegiatan belajar. Kesadaran dan kepekaan otak dari segi biologi, persepsi, ingatan dan kaitannya dengan pembelajaran dalam artikel ini dibahas menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam suatu bidang yang disebut Neurosains. Kajian neurosains ini tidak bisa dilepaskan dari peran pendidik sebagai fasilitator yang menghadirkan variasi stimulus dalam lingkungan belajar untuk menguatkan konsepsi visual dengan keterlibatan indera peserta didik yang menjadi dasar terbentuknya ingatan dan akan menjadi pemahaman utuh ketika diproses lebih lanjut dalam Long Term Memory (LTM). Hal tersebut menjadikan catatan besar dalam integrasi Deep Learning di pembelajaran IPA yang berkaitan erat dengan kemandirian belajar baik dari sudut pandang peserta didik maupun sudut pandang pendidik. Pendidik diharapkan memiliki motivasi dalam menghadirkan sitimulus yang bermakna sehingga peserta didik akan mudah membawanya ke dalam pemahaman jangka panjang yang bermanfaat dalam pemecahan masalah sehari-hari di lingkungannya
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS STEM BERBANTUAN ARTICULATE STORYLINE MATERI HUKUM ARCHIMEDES DI SMA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan terhadap pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis STEM berbantuan Articulate Storyline materi Hukum Archimedes di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner melalui Google Forms yang melibatkan 105 peserta didik kelas XI SMA Negeri 21 Palembang serta seorang guru fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,1% siswa mengalami kesulitan memahami fisika dengan metode konvensional, sedangkan 95,2% siswa sudah memiliki perangkat TIK dengan akses internet memadai yang mendukung pembelajaran digital. Sebanyak 65,7% siswa merasa kesulitan memahami materi Hukum Archimedes karena sifatnya yang abstrak, dan 43,8% menyatakan kurangnya visualisasi. Sebanyak 90,5% siswa menyatakan media interaktif membantu memahami Hukum Archimedes, dan 88,6% menilai simulasi atau game mempermudah pembelajaran, dan sebanyak 87,6% menilai pendekatan STEM penting. Bahkan 95,2% menyatakan setuju terhadap pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis STEM. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk menghadirkan media pembelajaran interaktif berbasis STEM berbantuan articulate storyline yang relevan dengan karakteristik siswa, serta berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep fisika, khususnya pada materi HukumArchimedes. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan serta pengujian efektivitas media pembelajaran interaktif berbasis STEM dengan cakupan materi dan responden yang lebih luas.
STUDI FLORISTIK KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DI TAMAN WISATA ALAM GREEN PARADISE PAGARALAM
Keanekaragaman tumbuhan merupakan komponen penting dalam ekosistem dan perlu didokumentasikan untuk mendukung konservasi biologi serta pembelajaran kontekstual. Taman Wisata Alam Green Paradise Pagaralam memiliki kondisi lingkungan yang mendukung keberadaan berbagai jenis tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan keanekaragaman tumbuhan di kawasan TWA Green Paradise Pagaralam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode jelajah untuk mengumpulkan data di lapangan. Setiap tumbuhan diamati berdasarkan karakteristik morfologisnya dan diidentifikasi hingga tingkat jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Taman Wisata Alam Green Paradise terdapat 194 jenis tanaman yang terdiri dari 4 jenis Bryophyta, 18 jenis Pteridophyta, dan 172 jenis Magnoliophyta. Jenis-jenis tanaman tersebut memiliki variasi habitus, ciri morfologi yang beragam, serta menempati habitat yang berbeda-beda, sehingga mencerminkan tingginya keanekaragaman tumbuhan di kawasan tersebut. Temuan ini memberikan data floristik yang komprehensif dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi untuk mendukung pemahaman siswa terhadap klasifikasi, morfologi, dan keanekaragaman tumbuhan secara nyata
E-MODUL BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MELALUI BIOINFORMATIKA UNTUK LITERASI BIOLOGI: SEBUAH KAJIAN BIBLIOMETRIK
Kondisi literasi biologi di Indonesia yang rendah menekankan pentingnya strategi pembelajaran inovatif, seperti e-modul berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diintegrasikan dengan bioinformatika, untuk meningkatkan literasi biologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren publikasi, produktivitas, co-authorship, dan co-occurrence, serta peta tema riset terkait e-modul, CTL, bioinformatika, dan literasi biologi. Penelitian ini menggunakan metode bibliometrik dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data publikasi diperoleh dari basis data Dimensions AI dengan periode 2020–2024. Data dianalisis dengan perangkat lunak VOSviewer untuk menghasilkan peta bibliometrik berupa co-authorship, dan co-occurrence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi terbanyak terjadi pada tahun 2023. Kategori dominan berasal dari bidang teknologi informasi, kesehatan, dan manajemen, dengan kontribusi bidang pendidikan yang masih rendah. Pola co-authorship lebih kuat di lingkup internal institusi, dan kata co-occurrence terkait dengan digital transformation, business, dan digital health, sementara kata kunci pendidikan masih kurang menonjol. Temuan ini mengindikasikan adanya celah dan peluang strategis bagi pengembangan e-modul berbasis CTL melalui bioinformatika untuk meningkatkan literasi biologi. Penelitian ini juga menekankan perlunya kolaborasi interdisipliner antara bidang pendidikan, teknologi, dan kesehatan