Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
1907 research outputs found
Sort by
DEVELOPING A PROTOTYPE OF MOLECULEARN: INTERACTIVE SCAFFOLDING-BASED MEDIA FOR MODERN CHROMATOGRAPHY LEARNING
This study presents the development of MolecuLearn, a prototype of interactive learning media based on scaffolding strategies, designed to support students' understanding of modern chromatography in a distance learning. Using the design thinking approach—empathize, define, ideate, prototype, and test—the development process was conducted systematically and collaboratively between researchers, chemistry education lecturers, and IT developers. The initial needs analysis involved 29 chemistry education students at Universitas Terbuka, revealing that 51.16% strongly agreed and 37.21% agreed on the importance of interactive, scaffolded media to support concept mastery. The Define stage highlighted core problems such as the abstract nature of chromatography, limited access to laboratory practice, and students’ need for structured learning guidance. The Ideate stage produced flowcharts, user interface designs, and key features including animated videos, feedback-based quizzes, and simulations—all integrating scaffolding principles to provide stepwise guidance. A web-based prototype of MolecuLearn was then developed with functional backend (course management, user administration, quiz scoring) and frontend (learning dashboard, interactive modules, user registration) components. Validation by three experts (subject, media, language) and limited trials with students confirmed the media’s effectiveness and usability. Key strengths identified were its visual clarity, interactive features, and adaptive learning path. The findings suggest that MolecuLearn is a viable and engaging platform that bridges the gap between theory and practice in chemistry education. Its scaffolding-based design helps students learn independently while still receiving structured support, especially in complex topics like chromatography. The study recommends broader implementation and further development of this platform for other abstract chemistry topics in distance education
STUDI KEANEKARAGAMAN FAUNA DI TAMAN WISATA ALAM GREEN PARADISE PAGAR ALAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna di Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam. Eksplorasi jenis-jenis fauna dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu pengamatan langsung dan dokumentasi di sepanjang jalur jelajah. Hewan diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologi menggunakan aplikasi digital berbasis android, serta literatur pendukung. Sebanyak 36 spesies fauna yang terklasifikasi dalam 16 ordo dan 26 famili tercatat dalam penelitian ini. Setiap jenis ini termasuk dalam lima kelas vertebrata utama: pisces, amfibi, reptil, aves, dan mamalia. Setiap spesies yang ditemukan diklasifikasikan secara sistematis berdasarkan tingkatan taksonomi, yaitu filum, kelas, ordo, suku, genus, dan spesies. Hasil klasifikasi disertai dengan deskripsi karakteristik morfologi utama masing-masing spesies. Hasil ini memberikan informasi dasar tentang keanekaragaman fauna di kawasan Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam dan dapat menjadi acuan bagi upaya konservasi dan penelitian lebih lanjut
ARTIFICIAL INTELLIGENCE-ASSISTED CRITICAL AND REFLECTIVE THINKING DESIGN
The current development of artificial intelligence technology demands that everyone improve their critical and reflective thinking skills. Therefore, efforts are needed to prevent weakening human thinking skills due to dependence on this technology. This research aims to describe a critical and reflective thinking design framework suitable for applying artificial intelligence technology in the biology learning process. It was conducted through a literature review related to this topic. Based on the results obtained, there are eight elements of a critical and reflective thinking design framework for applying artificial intelligence technology
ANALISIS KETERLAKSANAAN INDIKATOR FACIONE DALAM PENYELESAIAN SOAL HIGH ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATERI STRUKTUR ATOM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan indikator berpikir kritis Facione dalam penyelesaian soal High Order Thinking Skill (HOTS) pada materi struktur atom di SMA Negeri 2 Indralaya Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 30 siswa kelas XI yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian meliputi delapan soal esai berbasis indikator berpikir kritis Facione serta lembar wawancara untuk memperdalam hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan indikator berpikir kritis siswa berada pada kategori baikdengan rata-rata persentase sebesar 61,39%. Indikator dengan capaian tertinggi adalah explanation (63,3%), sedangkan indikator dengan capaian terendah adalah evaluation (60,0%), keduanya tetap termasuk dalam kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa telah berkembang dengan cukup baik, khususnya dalam memahami makna soal, mengaitkan konsep-konsep kimia, dan memberikan penjelasan ilmiah terhadap jawaban. Namun demikian, kemampuan evaluatif dan reflektif siswa masih perlu ditingkatkan karena sebagian besar siswa belum terbiasa meninjau kembali logika penyelesaian dan hasil jawabannya. Oleh karena itu, diperlukan penerapan strategi pembelajaran yang mendorong pengembangan keterampilan berpikir reflektif serta pemberian latihan soal HOTS secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama pada aspek evaluation dan self-regulation
VALIDASI LKPD IPA TERPADU TOPIK ZAT ADIKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning yang valid. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan ADDIE dengan tahap evaluasi menggunakan evaluasi formatif Tessmer. Data dikumpulkan melalui walktrough dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD IPA Terpadu berbasis problem-based learning valid. Uji kevalidan LKPD terdiri dari uji kevalidan desain, pedagogik dan materi oleh 3 dosen ahli yang dilakukan pada tahap expert review. Hasil analisis data rata-rata dari skor validasi ini valid atau layak digunakan dengan persentas sebesar 0.89 yang kategori tinggi menurut teori Aiken’V. Produk hasil penelitian diharapkan menjadi fasilitas perangkat pembelajaran untuk guru dan peserta didik serta disarankan agar dapat digunakan dalam proses pembelajara
POTENSI KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS L.) GALUR SUB SWISS WEBSTER
Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya analgesik atau pereda nyeri dari ekstrak kulit kopi robusta (Coffea canephora) pada mencit (Mus musculus L.) galur Sub Swiss Webster. Penggunaan kulit kopi robusta, yang sering dianggap sebagai limbah, sebagai sumber potensi obat tradisional perlu diselidiki lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode geliat (writhing test) yang diinduksi oleh asam asetat 1% secara intraperional untuk menilai efek pereda nyeri dari ekstrak tersebut. Mencit dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan dengan berbagai konsentrasi ekstrak dengan dosis 40 mg/kg BB, 80 mg/kg BB, 160 mg/kg BB dan Parameter yang diukur pada metode uji geliat adalah menghitung jumlah geliat mencit setiap5 menit selama 60 menit. kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Uji Anova dan Uji Duncan untuk mengetahui perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan dan membandingkannya dengan kontrol negatif dan positif. Dari analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak kulit kopi robusta mempunyai daya analgesik ditandai dengan nilai signifikan P< 0,05 dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasilnya diharapkan dapat menunjukkan konsentrasi ekstrak kulit kopi robusta yang paling efektif dalam mengurangi rasa nyeri, Ekstrak kulit kopi robusta mempunyai daya analgesik yang paling baik adalah ekstrak kulit kopi robusta pada dosis 160 mg/kg BB yang hasilnya mendekati pembanding. Penelitian ini menunjukkan terdapat potensi pada kulit kopi robusta sebagai anti nyeri atau analgesik
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS SIMULASI PYTHON PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL DI SMA
Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan semakin relevan, terutama dalam pembelajaran fisika yang sering dianggap abstrak dan sulit dipahami oleh siswa. Di sekolah, bahan ajar yang digunakan masih terbatas pada LKPD cetak, yang dinilai kurang efektif dalam membantu siswa memvisualisasikan konsep-konsep kompleks. Kondisi ini mendorong perlunya media pembelajaran yang lebih interaktif, praktis, dan mampu meningkatkan motivasi belajar. Salah satu alternatif yang ditawarkan adalah pengembangan E-LKPD berbasis simulasi Python untuk topik pemanasan global. Penelitian ini merupakan studi Research & Development (R&D) yang menerapkan model Rowntree pada tahap perencanaan awal. Subjek penelitian terdiri dari 50 siswa SMA Negeri 7 Prabumulih, dengan data diperoleh melalui angket tertutup yang disebarkan secara daring dan wawancara dengan guru fisika. Hasil analisis menunjukkan bahwa 84% siswa membutuhkan visualisasi berupa simulasi, 78% tertarik pada bahan ajar digital yang interaktif, dan 86% menginginkan media yang mudah digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis simulasi Python memiliki potensi untuk menjembatani keterbatasan LKPD konvensional dan memenuhi kebutuhan siswa yang telah akrab dengan teknologi digital. Penelitian ini memberikan pijakan awal bagi pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21
PEMANFAATAN MACHINE LEARNING DALAM APLIKASI PREDIKSI KESEHATAN HEWAN PERCOBAAN BERDASARKAN DATA LINGKUNGAN DAN FISIOLOGIS
Kesehatan hewan percobaan merupakan faktor fundamental dalam keberhasilan penelitian biomedis, karena kondisi fisiologis yang terganggu dapat memengaruhi validitas data eksperimen. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi prediksi kesehatan hewan percobaan berbasis machine learning dengan memanfaatkan integrasi data lingkungan dan fisiologis. Data dikumpulkan dari 30 ekor mencit selama 60 hari menggunakan sensor IoT yang merekam parameter lingkungan (suhu 22–29 °C, kelembaban 55–85%, CO₂ 450–900 ppm, amonia 0–15 ppm) serta fisiologis (berat badan 18–30 g, denyut jantung 300–650 bpm, dan aktivitas harian 50–300 unit). Analisis awal menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban berhubungan negatif dengan aktivitas (r = –0,42), sedangkan peningkatan amonia >10 ppm cenderung menurunkan berat badan hingga 12% dalam 10 hari. Visualisasi boxplot dan violin plot memperlihatkan distribusi fisiologis yang lebih stabil pada mencit dengan label “Sehat” dibandingkan “Kurang Sehat”. Heatmap korelasi mengindikasikan bahwa denyut jantung dan berat badan merupakan indikator fisiologis paling dominan dalam memengaruhi status kesehatan. Untuk prediksi status kesehatan (Sehat, Kurang Sehat), tiga algoritma machine learning diuji, yaitu Random Forest (RF), Support Vector Machine (SVM), dan Artificial Neural Network (ANN). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Random Forest memberikan kinerja terbaik dengan akurasi 92%, precision 91%, recall 90%, dan F1-score 90%, lebih tinggi dibanding SVM (akurasi 88%, F1-score 86%) dan ANN (akurasi 85%, F1-score 83%). Integrasi data lingkungan dan fisiologis meningkatkan akurasi prediksi sebesar 7% dibanding penggunaan data tunggal (lingkungan saja 84%, fisiologis saja 85%). Studi ini membuktikan bahwa integrasi multi-sumber data berbasis IoT dan machine learning tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi kesehatan hewan percobaan, tetapi juga berpotensi mengurangi keterlambatan deteksi gangguan kesehatan. Dengan demikian, aplikasi ini dapat mendukung kesejahteraan hewan percobaan serta meningkatkan efisiensi riset biomedis di masa depan
PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI BAHAN PANGAN OLEH ORANG LOM DI KABUPATEN BANGKA
Pemanfaatan tanaman sebagai bahan pangan oleh Orang Lom di Kabupaten Bangka mencerminkan kearifan lokal yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan kelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman pangan yang digunakan serta menganalisis tingkat signifikansi budayanya menggunakan Cultural Food Significance Index (CFSI). Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri atas ibu rumah tangga, juru masak, tokoh adat, dan individu yang diakui memiliki pengetahuan tradisional di Dusun Pejem dan Dusun Air Abik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 83 jenis tanaman pangan yang tergolong ke dalam 32 suku tumbuhan. Tanaman tersebut diolah menjadi berbagai makanan tradisional, seperti kelamay, aruk, buk ajit, dan lempah darat, yang sebagian memiliki keterkaitan dengan upacara adat dan tradisi budaya Orang Lom. Berdasarkan analisis CFSI, diperoleh kategori sangat tinggi sebanyak 16 jenis tanaman, tinggi 24 jenis, sedang 20 jenis, rendah 10 jenis, sangat rendah 9 jenis, dan tidak signifikan 4 jenis. Tanaman dengan nilai sangat tinggi antara lain Singkong (Manihot esculenta), Kencur (Kaempferia galanga) dan Pepaya (Carica papaya). Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional Suku Lom mengenai tanaman pangan masih lestari dan berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati serta memperkuat identitas budaya masyarakat setempat
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN KOLABORASI MAHASISWA MELALUI MODEL RESEARCH TEAM-BASED LEARNING (RTBL) PADA MATAKULIAH ILMU LINGKUNGAN
Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad ke-21. Keterampilan kolaborasi termasuk aspek penting dalam lifelong learning dan dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa kini. Akan tetapi, keterampilan kolaborasi sebagian mahasiswa pada umunya masih rendah dan perlu ditingkatkan. Penelitian ini mengeksplor apakah model Research Team-Based Learning (RTBL) berhasil dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi pada matakuliah Ilmu Lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eskperimen dengan sampel 79 mahasiswa yang mengambil matakuliah ilmu lingkungan yang dibagi ke dalam 2 kelas eksperimen yaitu RTBL dan Team-Based Learning (TBL). Data keterampilan kolaborasi mahasiswa diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model RTBL lebih unggul dibandingkan model TBL dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi mahasiswa pada matakuliah ilmu lingkungan. Model RTBL dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi mahasiswa. Model RTBL juga direkomendasikan untuk diintegrasikan secara formal dalam kurikulum perguruan tinggi