Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
1907 research outputs found
Sort by
STUDI LITERATUR: PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM MEMBERIKAN PERAWATAN PALIATIF DI INDONESIA
Dalam proses memberikan perawatan paliatif, perawat mempunyai peranan penting. Di Indonesia, perawatan paliatif masih kurang terkenal dibandingkan perawatan kuratif. Di sisi lain perawatan paliatif sangat penting untuk pasien dengan penyakit terminal yang tidak memungkinkan lagi untuk diberikan perawatan kuratif. Oleh sebab itulah, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan paliatif yang dapat dicapai melalui pengetahuan dan sikap perawat. Berdasarkan kondisi tersebut, studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan dan sikap perawat dalam memberikan perawatan paliatif di Indonesia. Studi literatur ini dilakukan dengan menggunakan panduan alur PRISMA, melalui penelusuran artikel dari beberapa basis data seperti Google Scholar, PubMed, dan Science Direct dengan dibatasi rentang tahun 2017-2022. Hasil literature review dari 5 artikel, secara umum menunjukkan bahwa sikap perawat dalam memberikan perawatan paliatif berada pada kategori sedang, meskipun tingkat pengetahuannya masih rendah. Pengetahuan dan sikap perawat inilah yang sangat diperlukan dalam memberikan perawatan paliatif. Maka dari itu, diharapkan perawat ikut serta dalam pelatihan mengenai perawatan paliatif secara berkelanjutan, agar perawat lebih memahami perawatan paliatif serta dapat meningkatkan kualitas perawatan paliatif itu sendiri.Kata Kunci: Perawatan paliatif, pengetahuan, sika
HUBUNGAN PROGRAM POS BINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program Posbindu PTM terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden yang diambil dengan cara nonprobability sampling menggunakan teknik accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa data penelitian ini menggunakan uji chi-square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Posbindu PTM dilakukan dengan baik (97,1 %) dengan responden penderita diabetes melitus yang memiliki kualitas hidup sedang-tinggi. Uji bivariat didapatkan p value = 0,000, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara program Posbindu PTM terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus. Pelaksanaan program Posbindu PTM yang rutin dan sesuai dengan peraturan dari Kemenkes RI yang diikuti oleh penderita diabetes melitus dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus.Kata kunci: Diabetes melitus, posbindu PTM, kualitas hidu
EFEKTIFITAS TERAPI SLOW STROKE BACK MASSAGE (SSBM) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI : A SYSTEMATIC REVIEW
Hipertensi pada lanjut usia disebabkan oleh pembuluh darah yang mengeras dan kaku sehingga jantung memompa darah lebih kuat. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi hipertensi adalah terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi lanjut usia. Metode penelitian ini menggunakan systematic review dengan melibatkan 3 database yaitu Google Scholar, Pubmed, dan Garuda dengan kriteria berupa artikel nasional dan internasional yang bersifat experimental study yang sudah terindeks dengan populasi sampel penderita hipertensi lanjut usia 60 tahun hingga 75 tahun. Hasil meliputi 2 artikel menggunakan metode quasi experimental, 2 artikel menggunakan pre-experimental dan 1 artikel menggunakan non-blind clinical trial. Menilai dan menganalisis kualitas setiap studi dilakukan menggunakan The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) berpengaruh terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.Kata Kunci: Slow stroke back massage, tekanan darah, hipertensi, lanjut usi
HUBUNGAN METODE PEMBELAJARAN DENGAN TINGKAT STRES PESERTA DIDIK SELAMA MASA PANDEMI
Pandemi Covid-19 memiliki dampak dalam setiap aspek kehidupan, salah satunya dalam bidang pendidikan, terjadinya perubahan metode pembelajaran bagi seluruh peserta didik yang diharuskan menggunakan metode pembelajaran secara daring. Adanya perubahan metode pembelajaran tidak menutup kemungkinan mempunyaidampak psikologis terhadap peserta didik, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Metode Pembelajaran Dengan Tingkat Stres Peserta Didik Selama Masa Pandemi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang menggunakan desain Korelatif Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini didapatkan dengan menggunakan metode probability sampling dengan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 91 orang. Penelitian ini diukur menggunakan kuesioner ESSA dilakukan secara offline dengan memberikan kuesioner kepada peserta didik yang melakukan proses pembelajran secara luring dan secara daring dengan pengisian kuisioner menggunakan google form untuk responden yang melakukan proses pembelajaran secara daring. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0.012, sehingga ada hubungan yang signifikan antara metode pembelajaran dengan tingkat stres peserta didik selama masa pandemi. Berdasarkan hasil analisis dari 91 responden terdapat perbedaan tingkat stres yang dialami oleh responden, untuk responden yang menggunakan metode pembelajaran secara luring termasuk kedalam stres dengan kategori rendah sedangkan responden yang menggunakan metode pembelajaran secara daring termasuk kedalam stres dengan kategori sedang. Dan stres yang dialami oleh peserta didik harus di kelola dengan melakukan mekanisme koping yang benar sehingga dapat memberikan dampak yang positif.Kata kunci: Metode pembelajaran, tingkat stres, pandem
PENGARUH TERAPI KANGAROO MOTHER CARE PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DENGAN HIPOTERMIA : LITERATURE REVIEW
Hipotermia merupakan keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami penurunan suhu tubuh terus menerus di bawah 35,5°C per rectal karena peningkatan kerentanan terhadap faktorfaktor eksternal. Menurut WHO sebesar 42% kematian bayi baru lahir disebabkan oleh hipotermia. Salah satu metode perawatan alternatif yang lebih mudah, murah dan efektif dalam menstabilkan suhu tubuh bayi berat badan lahir rendah (BBLR), yaitu dengan cara metode Kangaroo Mother Care (KMC). Telaah literatur bertujuan untuk melakukan review artikel tentang pengaruh Kangaroo Mother Care (KMC) pada bayi BBLR dengan hipotermia. Literature review dengan cara mengumpulkan, membaca dan menganalisis artikel-artikel penelitian yang diterbitkan antara tahun 2011-2021 dan bisa diakses seluruh bagian artikel. Artikel dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional dengan menggunakan kata kunci BBLR, Hipotermia, KMC Artikel penelitian diperoleh melalui google scholar, science direct, BMJ journal, cochrane library dan PubMed. Penelitian dalam telaah literatur ini dianalisis menggunakan analisis PICO (Population, Intervention, Compare, Outcome). Didapatkan 10 artikel penelitian yang menganalisis terkait dengan judul yaitu pengaruh Kangaroo Mother Care (KMC) pada bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian-penelitian tersebut dilakukan di Indonesia, Bangladesh dan Nepal. Penelitian-penelitian yang ditelaah paling sedikit memiliki jumlah sampel sebanyak 15 responden dan paling banyak 126 responden. Implikasi keperawatan berupa pelayanan keperawatan melalui metode kangguru diperlukan untuk meningkatkan angka kelangsungan hidup bayi bblr dengan hipotermia. Penatalaksanaan terapi Kangaroo Mother Care (KMC) dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup bayi. Kanggaro Mother Care juga dapat meningkatkan suhu dan mengurangi risiko hipotermia pada bayi berat badan lahir rendah.Kata Kunci: BBLR, hipotermia, kangaroo mother car
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI YANG MENDAPAT EDUKASI MAPS FOR EDUCATION “DYSMENORRHEA”
Dismenore dapat menyebabkan sebagian besar remaja putri mengalami keterbatasan dalam beraktivitas, ketidakhadiran di sekolah, bahkan penarikan diri dari pergaulan sehari-hari, oleh karena itu dibutuhkan adanya penanganan yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi dismenore. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi upaya penanganan dismenore adalah pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore sesudah intervensi pendidikan kesehatan maps for education “dismenorrhea”. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperiment design dengan rancangan deskriptif survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah probability sampling dengan teknik stratified random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 orang remaja putri yang mengalami dismenore. Pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore diukur dengan menggunakan kuesioner pengetahuan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore sesudah intervensi pendidikan kesehatan berada dalam kategori pengetahuan baik yaitu sebanyak 45 orang dengan persentase sebesar 68,2%. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah remaja putri sudah memiliki pengetahuan yang baik dalam penanganan dismenore. Tenaga kesehatan terutama perawat dapat terus meningkatkan pemberian edukasi kesehatan kepada remaja putri mengenai penanganan dismenore.Kata kunci: Dysmenorrhea, maps for education, pendidikan kesehatan, pengetahua
PERBEDAAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG PENGELOLAAN POSYANDU SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PELATIHAN DI DESA WANANTARA KECAMATAN SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU
Posyandu adalah kegiatan yang dilaksankan oleh, dari dan untuk masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan pada umumnya serta kesehatan ibu dan anak pada khususnya. Pelayanan di posyandu dilakukan oleh para kader yang bersifat sukarela. Kader posyandu merupakan anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu. Peran Kader dalam menggerakkan masyarakat dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mengikuti kegiatan posyandu. Pentingnya peran kader, maka harus dibekali dengan pengetahuan yang baik agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Kader yang berada di Desa Wanantara semuanya adalah kader baru, yang sudah mengikuti pelatihan kader 1 orang, sehingga untuk dapat menjalankan perannya dengan baik maka diperlukan adanya pelatihan bagi kader tentang pengelolaan posyandu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan kader posyandu tentang pengelolaan posyandu sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Metode penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh kader yang berada di Desa Wanantara sebanyak 20 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan kepada kader sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebelum dilakukan pelatihan kader yang memiliki pengetahuan baik tentang pengelolaan posyandu sebanyak 7 (35%) dan kader dengan pengetahuan kurang cukup sebanyak 13 (65%). Setelah dilakukan pelatihan, kader yang memiliki pengetahuan baik tentang pengelolaan posyandu menjadi 20 kader (100%) mengalami peningkatan. Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan kader tentang pengelolaan posyandu setelah dilakukan pelatihan.Kata Kunci: Pengetahuan, pelatihan, kader, pengelolaan posyand
MOTIVASI MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA MAHASISWI KEPERAWATAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Fibroadenoma Mammae (FAM) merupakan tumor jinak pada payudara dengan karakteristik tidak nyeri, dapat digerakkan, berbatas tegas, berkonsistensi padat kenyal dan sering terjadi pada wanita usia 15-25 tahun. Pemeriksaan payudara sendiri adalah salah satu jenis metode deteksi awal yang dilakukan guna mendeteksi adanya kelainan pada payudara yang sangat efektif jika dilakukan sedini mungkin atau lebih sering disingkat dengan sebutan Sadari. Sadari dianggap cara yang aman, terekonomis serta sangat sederhana yang bisa dilakukan guna mendeteksi keberadaan kelainan pada payudara. Namun, dari data studi pendahuluan masih banyak mahasiswi yang belum melakukan Sadari secara rutin. untuk mengetahui motivasi melakukan pemeriksaan payudara sendiri pada mahasiswi Keperawatan Universitas Sriwijaya. Desain penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif, populasi adalah Mahasiswi Keperawatan Universitas Sriwijaya, sampel berjumlah 221 responden, tehnik pengambilan sampel stratified random sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner elektronik berupa google form. Motivasi yang dimiliki responden adalah motivasi tinggi 29%, motivasi sedang 54,3%, dan motivasi rendah 16,7%. Motivasi Mahasiswi Keperawatan mayoritas berada pada motivasi sedang untuk melakukan Sadari.Kata Kunci: Motivasi, pemeriksaan payudara sendiri, fibroadenoma mamma
PENGARUH PIJAT “BROKEN” TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS GEYER 1
ASI merupakan makanan utama untuk bayi, target ASI di Puskesmas Geyer 1 masih rendah yaitu 57,33% dari 70% dikarenakan masalah menyusui seperti puting susu datar, payudara mengalami pembengkakan, nyeri saat menyusui, payudara besar sebelah setelah menyusui, payudara tegang saat tidak memberikan ASI pada bayi dan stress saat menyusui sehingga ASI tidak lancer. Tujuan : Salah satu teknik untuk masalah menyusui adalah dengan pemberian pijat “BROKEN” yaitu pijat kombinasi yang terdiri dari breast care atau perawatan payudara, pijat oksitosin dengan memijat bagian sisi kedua tulang belakang dan pijat endorphin yaitu pijat ringan dibagian leher, lengan dan tangan untuk meningkatkan produksi hormon prolaktin, oksitosin dan endorphin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat “BROKEN” terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu nifas di Puskesmas Geyer 1. Jenis penelitian ini adalah pra experiment dengan desain penelitian one group pra-post test design. Penentuan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Instrument penelitian adalah kuesioner kelancaran pengeluaran ASI. Besar sampel yang digunakan 36 ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum diberikan pijat “BROKEN” kategori responden 100% mengalami ketidaklancaran pengeluaran ASI dan sesudah diberikan pijat “BROKEN” kategori responden 75% mengalami kelancaran pengeluaran ASI, dengan nilai p = 0,000 (p <0,05). Dapat disimpulkan bahwa pijat “BROKEN” memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelancaran pengeluaran ASI. Pijat “BROKEN” dapat menjadi rekomendasi membantu meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu nifas. karena mudah, non invasif, dapat diterima responden dan tanpa efek samping.Kata Kunci: Pijat BROKEN, breast care, oksitosin, endorphin, ibu nifa