Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
1907 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERBEDAAN KEJADIAN BENTUK PENGABAIAN YANG DIALAMI LANSIA DI PANTI DAN KOMUNITAS MENGGUNAKAN METODE SCREENING DENGAN APLIKASI
Penuaan merupakan proses perubahan biologik, psikologik, dan sosial yang terjadi seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia seseorang. Tua bukan penyakit namun proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh, dan kadang bisa memicu terjadinya permaasalahan pada lansia yaitu kekerasan pengabaian. Kejadian pengabaian lansia ditemukan satu dari sepuluh lansia setiap bulannya, namunhanya satu dari duapuluh empat kasus yang berhasil dilaporkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kejadian pengabaian yang dialami lansia di panti dan Komunitas menggunakan metode screening dengan aplikasi. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif bersifat analitik dengan desain penelitaian yang digunakan adalah uji beda mean. Hasil yang didapatkan bahwa lansia mengalami kekerasan fisik di panti dan komunitas didapatkan p Value 0.00. berarti ada perbedaan yang signifikan, lansia mengalami kekerasan verbal di panti dan komunitas didapatkan p Value 0.00. berarti ada perbedaan yang signifikan, lansia mengalami kekerasan finansial di panti dan komunitas didapatkan p Value 0.822, berarti tidak ada perbedaan yang signifikan, dan lansia mengalami kekerasan emosi/psikologi di panti dan komunitas didapatkan p Value 0.031, berarti ada perbedaan yang signifikan. Kekerasan pengabaian pada lansia bisa berdampak pada pemenuhan kebuutuhan lansia, salah satu upaya pencegahannya dengan komunikasi, dan memfasilitasi kebutuhan lansia.Kata kunci: pengabaian, lansia, aplikas
TERAPI BEKAM PADA LANSIA
Bekam digunakan sebagai terapi komplementer untuk beberapa keluhan diantaranya nyeri yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar asam urat dan aktivitas fisik yang berlebihan. Penggunaan bekam pada lansia masih jarang dilakukan dan dipublikasikan. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian ilmiah dalam bentuk literatur review terhadap penggunaan terapi bekam oleh lansia di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan website Garba Rujukan Digital (Garuda), kata pencarian bekam DAN lansia tanpa pengaturan tahun publikasi sehingga diperoleh 10 artikel dalam kurun waktu 2016-2022. Penggunaan bekam pada lansia di Indonesia dengan metode kombinasi bekam luncur dan bekam basah, bekam basah saja dan bekam kering saja; dan bekam pada lansia paling banyak digunakan untuk menurunkan tekanan darah.Kata kunci: asam urat, Indonesia, lansia, tekanan darah, terapi bekam
UPAYA PENCEGAHAN DEPRESI, ANSIETAS DAN STRES PADA REMAJA MELALUI PSIKOEDUKASI DENGAN APLIKASI SDASI BERBASIS LAYANAN ANDROID
Remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak ke masa dewasa yang rentan terhadap masalah psikososial. Banyak dari remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan namun tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga banyak remaja melampiaskan kearah perilaku negatif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi yang mereka dapat terkait masalah kesehatan jiwa dan penatalaksanaanya membuat remaja semakin rentan terhadap masalah-masalah psikososial. Untuk itu, tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mendeteksi dini dan memberikan pemahaman yang benar kepada remaja tentang depresi, ansietas dan stres. Design pengabdian masyarakat ini adalah quasy experimental dengan pendekatan one group pre-post test design . Responden intervensi berjumlah 25 orang yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Dilakukan analisis statistik menggunakan uji dependent t-Test didapatkan nilai signifikasi 0,001 (p value < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat depresi, ansietas dan stress remaja sesudah diberikan psikoedukasi melalui aplikasi SDASI.Kata Kunci: Remaja, depresi, ansietas, stres, androi
TEKNIK RAPY UNTUK LANSIA DENGAN RISIKO DEMENSIA
Kejadian demensia memiliki banyak dampak terhadap kualitas hidup serta ditakuti sebagian besar lansia. Demensia merupakan sindrom gangguan kognitif bersifat progresif yang dapat mengganggu seseorang akibat dari penurunan fungsi kognitif mulai dari penurunan ingatan hingga fungsi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pengaruh penerapan intervensi Reminiscence dan Art Therapy sebagai bentuk Evidence Based Nursing Practice pada lansia demensia. Penelitian ini dilakukan di komunitas dengan 45 lansia yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Hasil evaluasi intervensi RAPY menunjukkan terjadi peningkatan sebelum dan sesudah intervensi pada kemandiran keluarga (rerata 3,6), pengetahuan, sikap, dan keterampilan lansia (p = 0.000), dan nilai HVLT (p = 0.000). Intervensi RAPY efektif untuk mempertahankan atau meningkatkan fungsi kognitif. Intervensi ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup lansia dengan demensia di wilayah Limo, Kota Depok.Kata kunci: Demensia, HVLT, lansi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN BELAJAR SECARA ONLINE PADA MAHASISWA
Kasus Covid-19 pertama kali terjadi di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020, menyebabkan berbagai perguruan tinggi menghentikan proses belajar mengajar secara tatap muka untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di lingkungan kampus. Pembelajaran yang awalnya tatap muka berubah menjadi daring (dalam jaringan). Perubahan metode pembelajaran dari tatap muka ke daring akan mempengaruhi tingkat kepuasan belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi variabel independen berupa tingkat kesiapan mahasiswa, ketersediaan teknologi, motivasi mahasiswa, sikap mahasiswa, kemandirian mahasiswa dan gambaran distribusi frekuensi variabel dependen yaitu kepuasan belajar secara daring pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah Mahasiswa Keperawatan Universitas Sriwijaya, sampel berjumlah 226 responden, tehnik pengambilan sampel stratified random sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner elektronik berupa google form. Didapatkan hasil uji bivariat sebesar, tingkat kesiapan mahasiswa (p=0,000), ketersediaan teknologi (p=0,004), motivasi mahasiswa (p=0,000), sikap mahasiswa (p=0,000), kemandirian mahasiswa (p=0,000) dengan (α≤0,05). Adanya hubungan antara faktor-fakor kepuasan belajar secara daring dengan kepuasan belajar secara daring pada mahasiswa program studi ilmu keperawatan universitas sriwijaya.Kata kunci: Kemandirian, kepuasan belajar, kesiapan belajar, ketersediaan teknologi, motivasi, sika
PENGETAHUAN SEBAGAI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PERAWATAN ORGAN REPRODUKSI PADA REMAJA
Infeksi saluran reproduksi (ISR) rentan terjadi pada remaja karena perilaku perawatan organ reproduksi yang buruk. Pembentukan perilaku perawatan organ reproduksi disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya pengetahuan, sikap, jenis kelamin, keterpaparan informasi, uang saku, kebersihan toilet dan kamar mandi, dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan perilaku perawatan organ reproduksi pada remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 344 responden yakni 174 remaja perempuan dan 170 remaja laki-laki yang diambil dengan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis data bivariat menggunakan uji chi square diperoleh faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan organ reproduksi adalah pengetahuan (p=0,000). Faktor yang tidak berhubungan dengan perilaku perawatan organ reproduksi adalah jenis kelamin (p=0,289), keterpaparan informasi (p=0,205). Hasil analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik didapatkan pengetahuan adalah faktor yang paling berhubungan dengan perilaku perawatan organ reproduksi dengan nilai OR = 3,409. Artinya, remaja yang berpengetahuan baik memiliki peluang sebesar 3,409 kali lebih tinggi untuk berperilaku perawatan organ reproduksi yang baik. Pengetahuan dapat menimbulkan kesadaran sehingga menyebabkan remaja berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Oleh sebab itu, peningkatan pengetahuan pada remaja sangat diperlukan agar remaja memahami dan sadar akan pentingnya perawatan organ reproduksi. Perlu adanya pendidikan kesehatan menggunakan leaflet mengenai perawatan organ reproduksi untuk meningkatkan pengetahuan remaja.Kata Kunci: Keterpaparan informasi, pengetahuan, perawatan, organ reproduksi, perilaku, remaj
KELUHAN FORWARD HEAD POSTURE SELAMA PERKULIAHAN DARING COVID 19 PADA MAHASISWA ILMU KEPERAWATAN
Forward head posture (FHP) adalah salah satu kelainan postur dimana kepala mengarah ke depan pada bidang sagital menjauhi dari garis vertikal bahu, ditandai dengan tidak segarisnya kepala dengan bahu. FHP sangat memengaruhi kehidupan manusia dimana dalam jangka panjang dapat menyebabkan nyeri leher kronis, gangguan ketegangan otot, dan berpengaruh juga pada aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan forward head posture pada mahasiswa keperawatan selama perkuliahan daring di masa pandemi covid-19. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, tenik pengambilan data dengan kuisioner online. Sampel penelitian sebanyak 87 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan yang banyak dialami oleh mahasiswa adalah nyeri punggung (punggung terasa berat dan pegal) sebanyak 69 orang (79,3%), diikuti dengan nyeri leher (leher terasa berat dan pegal) sebanyak 61 orang (70,1%), diikuti otot leher terasa tegang sebanyak 56 orang (64,4%), nyeri kepala (sakit kepala, kepala terasa pusing dan berat) sebanyak 54 orang (62,1%) dan nyeri leher meningkat apabila menunduk sebanyak 48 orang (55,2%) dengan pemakaian laptop dan smartphone durasi tinggi sebanyak 79 orang (90,8%), dan durasi rendah sebanyak sebanyak 8 orang (9,2%). Perlu diberikan informasi mengenai penggunaan laptop dan smartphone yang benar beserta dampak penggunaannya pada mahasiswa sehingga nantinya dapat meminimalisasi keluhan forward head posture akibat penggunaan laptop dan smartphone.Kata kunci: Forward head posture, Muskuloskeletal disorder
PENGARUH APLIKASI G-CARE TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PERAWATAN GASTRITIS PADA MAHASISWA
Gastritis merupakan peradangan pada dinding lambung yang dapat menyebabkan kekambuhan berulang. Penerapan perawatan gastritis yang baik dapat dipengaruhi oleh pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi G-Care terhadap pengetahuan tentang perawatan gastritis pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental rancangan one group pretest-posttest dengan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 55 mahasiswa yang memiliki riwayat gastritis. Pengetahuan mahasiswa tentang perawatan gastritis diukur menggunakan kuesioner pengetahuan tentang perawatan gastritis. Analisis statistik pada penelitian menggunakan uji marginal homogeneity dan didapatkan p value 0,003 (α ≤ 0.05) yang menunjukkan bahwa media aplikasi android berpengaruh terhadap pengetahuan mahasiswa tentang perawatan gastritis. Aplikasi G-Care efektif untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang perawatan gastritis sehingga media tersebut dapat digunakan sebagai salah satu media untuk pendidikan kesehatan.Kata Kunci: Perawatan gastritis, pendidikan kesehatan, pengetahua
FAKTOR YANG TERKAIT DENGAN BURNOUT PERAWAT DI PERAWATAN INTENSIVE CARE UNIT: AN INTEGRATIVE REVIEW
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat analisis sistematis literatur yang berkaitan dengan burnout perawat di perawatan intensif serta melihat faktor apa saja yang berkaitan. Tinjauan ini mencakup penelitian yang dilakukan antara tahun 2011-2021 yang : Ditulis dalam bahasa Inggris, penelitian asli, dapat diakses secara terbuka dan tersedia dalam teks lengkap, mengeksplorasi isu yang berkaitan dengan (stres terkait pekerjaan, kelelahan), berfokus pada perawat yang bekerja di ruangan Intensive Care Unit. Kriteria Eksklusi adalah perawat yang tidak berkerja di ruangan Intensive Care Unit, artikel berisi tentang review dan tidak berbahasa Inggris. Instrumen kritisi jurnal Cross Sectional Study dari CEBM (Center for evidence based management). Panduan rekomendasi dari Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis Protocols (PRISMA-P). Pencarian dilakukan dalam database PubMed, Pro Quest, Science Direct, dan Wiley. Sepuluh Artikel teridentifikasi, dengan hasil artikel tersebut membahas factor terkait burnout perawat yaitu faktor organisasi, hubungan kerja, dan karakteristik pribadi yang akan mempengaruhi terjadinya burnout pada perawat yang berkerja khusunya di ruangan Intensive Care Unit atau Critical care. Burnout lebih sering terjadi pada lingkungan perawatan kritis yang terkait erat dengan perkembangan sindrom ini. Dalam penelitian ini menjelaskan factor terkait burnout perawat yang bekerja di intensive care unit.Kata Kunci: Kelelahan perawat, sindrom kelelahan, perawatan intensi
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI PETANI KARET DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASA PANDEMI COVID-19
Hipertensi merupakan penyakit yang jarang ada keluhan sehingga disebut sebagai The Silent Disease, penderita hipertensi sering tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipertensi. Hipertensi sebagian besar terjadi pada kalangan masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah. Status sosial ekonomi juga berpengaruh terhadap pola makan. Pola makan memberikan kontribusi terbesar terhadap hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi petani karet dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik menggunakan pendekatan cross sectional.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling yang memenuhi kriteria inklusi.Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kondisi status sosial ekonomi dan kuesioner pola makan, serta menggunakan alat sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah. Analisis statistik menggunakan uji chi square. Berdasarkan pada hasil uji statistik variabel status sosial ekonomi diperoleh nilai p value sebesar 0,000 ( p < 0,05) dan hasil uji statistik variabel pola makan diperoleh nilai p value sebesar 0,001 ( p < 0,05). Hal ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi petani karet dan pola makan terhadap kejadian hipertensi. Hipertensi pada penelitian ini berhubungan dengan status sosial ekonomi sedang hingga rendah dan pola makan tidak sehat. Diharapkan masyarakat lebih memperhatikan status kesehatan serta menjaga pola makan sehingga meminimalisir kejadian hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, pola makan, status sosial ekonomi