Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
1907 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN KOLABORASI MAHASISWA MELALUI MODEL RESEARCH TEAM-BASED LEARNING (RTBL) PADA MATAKULIAH ILMU LINGKUNGAN
Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad ke-21. Keterampilan kolaborasi termasuk aspek penting dalam lifelong learning dan dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa kini. Akan tetapi, keterampilan kolaborasi sebagian mahasiswa pada umunya masih rendah dan perlu ditingkatkan. Penelitian ini mengeksplor apakah model Research Team-Based Learning (RTBL) berhasil dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi pada matakuliah Ilmu Lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eskperimen dengan sampel 79 mahasiswa yang mengambil matakuliah ilmu lingkungan yang dibagi ke dalam 2 kelas eksperimen yaitu RTBL dan Team-Based Learning (TBL). Data keterampilan kolaborasi mahasiswa diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model RTBL lebih unggul dibandingkan model TBL dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi mahasiswa pada matakuliah ilmu lingkungan. Model RTBL dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi mahasiswa. Model RTBL juga direkomendasikan untuk diintegrasikan secara formal dalam kurikulum perguruan tinggi
URGENSI INOVASI BAHAN AJAR DIGITAL BERBASIS CTL PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI ERA DIGITAL: TINJAUAN LIT
Perkembangan teknologi digital mendorong dunia pendidikan untuk bertransformasi melalui inovasi pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan abad ke-21. Salah satu pendekatan yang di anggap efektif adalah Contextual Teaching and Learning (CTL) karena menghubungkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa. Artikel ini bertujuan mengkaji pentingnya pengembangan bahan ajar digital berbasis CTL dalam pembelajaran fisika di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan meninjau berbagai sumber pustaka terkait mengenai pengembangan e-modul berbasis CTL pada berbagai topik fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis CTL telah terbukti valid, berguna, dan efisien dalam meningkatkan literasi sains, motivasi belajar, serta pemahaman konseptual siswa. Integrasi teknologi digital melalui platform seperti Book Creator, Flip PDF Professional, Canva, dan sejenisnya memungkinkan penyajian materi yang lebih interaktif dan menarik. Oleh karena itu, langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisik di era digital adalah mengembangkan bahan ajar digital yang berbasis CTL. Ini juga mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan uji coba empiris guna mengukur efektivitas penerapan e-modul CTL terhadap hasil belajar siswa dalam berbagai konteks pendidika
PENGARUH OPERASI STERIL TERHADAP POLA MAKAN KUCING DAN PENGEMBANGAN LKPD SISTEM PENCERNAAN BERBASIS PBL
Operasi steril (ovariohysterectomy dan orchiectomy) merupakan prosedur umum untuk mengontrol populasi kucing. Namun, prosedur ini dilaporkan memengaruhi metabolisme dan pola makan kucing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh operasi steril terhadap pola makan kucing dan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Sistem Pencernaan. Penelitian menggunakan desain Quasi-Experimental dengan Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 20 ekor kucing (10 kelompok kontrol/tidak disteril dan 10 kelompok eksperimen/disteril). Data pola makan (nafsu makan, frekuensi, dan jumlah konsumsi) dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan yang dikonfirmasi oleh Uji T Independen dan Uji Mann-Whitney U pada berat badan (p=0,001), takaran makan (p=0,000), dan nafsu makan (p=0,000) antara kucing steril dan tidak steril. Kucing steril memiliki rata-rata berat badan (5,22 kg vs 3,66 kg), takaran makan (97 g/hari vs 69 g/hari), dan skor nafsu makan (4,5 vs 3,1) yang lebih tinggi. Selain itu, LKPD Sistem Pencernaan berbasis PBL yang dikembangkan dinyatakan "Sangat Valid" dengan nilai validasi 92%. Disimpulkan bahwa operasi steril berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pola makan kucing dan LKPD yang dihasilkan layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran biologi
PEDAGOGICAL SHIFTS IN SCIENCE CLASSROOMS: INSIGHTS FROM MASTER OF TEACHING CANDIDATES IN BRUNEI DARUSSALAM
Science education is increasingly required to respond to the demands of 21st-century learning, rapid technological advancement, and the need for inclusive and meaningful learning experiences. This paper examines pedagogical shifts in secondary science classrooms through insights drawn from Master of Teaching (MTeach) science candidates in Brunei Darussalam. Using reflective accounts grounded in sustained school-based practice, the paper highlights shifts from teacher-centred instruction toward student-centred, inquiry-driven, and adaptive pedagogies. It further explores the growing emphasis on conceptual understanding, the purposeful integration of digital and artificial intelligence (AI) tools, and the ethical considerations that accompany their use. The paper argues that reflective practice, mentorship, and professional support are central to sustaining pedagogical transformation and shaping future-ready science classrooms
PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN BERBASIS STEM UNTUK MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SEKOLAH
Perkembangan teknologi sekarang mempengaruhi banyak aspek kehidupan, salah satunya adalah aspek pendidikan. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan dan mengembangkan keterampilan abad 21 adalah menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis STEM di sekolah khususnya pada pelajaran biologi. Namun persepsi peserta didik mengenai pendekaran pembelajaran berbasis STEM ini perlu diidentifikasi , oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan persepsi peserta didik mengenai pembelajaran STEM pada pelajaran biologi di SMA (Sekolah Menengah Atas). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 159 peserta didik kelas X yang pernah mendapatkan pembelajaran berbasis STEM pada pelajaran biologi di sekolah. Data didapatkan dari angket (kuesioner) yang mengukur empat indikator: persepsi terhadap guru, persepsi terhadap assessment atau penilaian, persepsi terhadap belajar dan pembelajaran, dan persepsi terhadap lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik secara keseluruhan termasuk ke dalam kategori baik (rata-rata skor 4,2 dari skala 5). Secara spesifik persepsi peserta didik terhadap guru mendapatkan skor 4,3 yang termasuk kategori sangat tinggi, lalu persepsi terhadap assessment atau penilaian memiliki skor 4,1 yang termasuk pada kategori tinggi, yang ketiga persepsi terhadap belajar dan pembelajaran yang memiliki skor 4,0 termasuk kategori tinggi dan terakhir persepsi terhadap lingkungan sosial mendapatkan skor 4,2 dan masuk ke dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil ini disimpulkan bahwa persepsi peserta didik mayoritas memiliki respon positif terhadap pelaksanaan pembelajatan STEM pada pelajaran biologi di sekolah
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS INKUIRI TERBIMBING MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT KELAS XII SMA
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan E-LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang sesuai untuk materi larutan elektrolit dan non-elektrolit kelas XII SMA, dan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Pengembangan E-LKPD dilakukan melalui model ADDIE, namun dibatasi hanya sampai tahap development. Selain itu, pengembangan ini juga dipadukan dengan tahapan evaluasi formatif Tessmer, yang mencakup self-evaluation, penilaian oleh ahli (expert review), evaluasi individual (one-to-one evaluation), evaluasi kelompok kecil (small group evaluation), serta uji lapangan (field test). Hasil validasi pada tahap expert review menunjukkan bahwa aspek pedagogik memperoleh skor sebesar 0,83 dengan kategori tinggi, aspek materi sebesar 0,83 dengan kategori tinggi, dan aspek desain sebesar 0,88 yang juga termasuk dalam kategori tinggi. Rata-rata skor validasi dari ketiga aspek tersebut sebesar 0,84 yang tergolong dalam kategori tinggi. Kepraktisan produk dinilai sangat praktis, dengan rata-rata persentase 98,41% pada tahap one-to-one evaluation, dan 98,94% pada tahap small group evaluation. Sementara itu, untuk aspek efektivitas pada tahap field test, hasil perhitungan menggunakan rumus N-Gain menunjukkan nilai sebesar 0,84 yang termasuk dalam kategori tinggi
PELUANG DAN TANTANGAN INTEGRASI CODING DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN STEM UNTUK MENDUKUNG KETERAMPILAN ABAD KE-21
Perkembangan teknologi digital, khususnya coding dan Artificial Intelligence (AI), membuka peluang strategis dalam pembelajaran STEM untuk mendukung keterampilan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang, peran, dan tantangan integrasi coding dan AI dalam pembelajaran STEM, khususnya pada pengembangan keterampilan Berpikir tingkat tinggi, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Metode yang digunakan adalah kajian literatur deskriptif terhadap artikel nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir yang relevan dengan pendidikan STEM, AI, dan coding. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memfasilitasi pembelajaran personal, adaptif, dan interaktif melalui simulasi virtual, analisis data, dan sistem pembelajaran cerdas, sementara coding memperkuat logika berpikir komputasi dan kreativitas peserta didik melalui perancangan algoritma, simulasi, dan model komputasional. Sinergi AI dan coding mendorong pembelajaran berbasis proyek, gamifikasi, dan robotika yang menstimulasi pengambilan keputusan berbasis data. Tantangan utama mencakup kesenjangan akses teknologi, keterbatasan infrastruktur, kesiapan kurikulum, dan kompetensi guru. Implementasi strategi yang sistematis dan berkelanjutan meliputi perancangan kurikulum holistik, pengembangan modul interaktif, pelatihan guru, serta pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kajian menegaskan bahwa integrasi coding dan AI merupakan pendekatan pedagogis strategis untuk pembelajaran STEM yang inovatif, efektif, dan kontekstual pada pembelajaran di abad ke-2
INTEGRASI DEEP LEARNING DALAM IDENTIFIKASI MISKONSEPSI PADA PEMBELAJARAN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS
Dalam pembelajaran tidak semua pendidik dapat menyampaikan secara langsung kepada peserta didik, oleh karena itu hal ini dapat menjadi penghambat bagi peserta didik untuk memahami teori secara mendalam. Pemahaman konsep yang tidak sesuai dengan pemahaman ilmiah atau ilmuwan dalam bidang tertentu disebut sebagai miskonsepsi. Studi terbaru meneliti penerapan kecerdasan buatan (AI) dan deep learning dalam pengajaran. Deep learning yang merupakan subset dari AI, telah menunjukkan potensi dalam menyelesaikan masalah kompleks dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kajian sistematis yang mengintegrasikan berbagai pendekatan deep learning dalam konteks identifikasi miskonsepsi fisika masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis penggunaan deep learning dalam mengidentifikasi miskonsepsi pada pembelajaran. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis sesuai dengan pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), dengan pencarian dilakukan pada empat mesin pencari akademik utama (Google Scholar, DOAJ, ERIC, dan Publish Or Perish 8) untuk publikasi dari tahun 2020 hingga 2025. Dari 200 artikel yang diidentifikasi, 10 artikel dipilih untuk analisis lebih lanjut. Hasil menunjukkan intergrasi deep learning ini dalam mengidentifikasi miskonsepsi meunjukkan potensi signifikan, melalui umpan balik otomatis yang cepat dan mendekati akurasi manusia, namun masih rentan terhadap konteks non-Inggris atau tanpa pelatihan khusus. Sementara itu,pembelajaran mendalam yang menggabungkan pendekatan bermakna, menyenangkan serta berbasis masalah terbukti lebih efektif dalam mencegah dan mengatasi miskonsepsi melalui pemahaman konseptual dan keterlibatan aktif siswa
PERAN KANTIN SEHAT DALAM MENUMBUHKAN PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN DI KALANGAN SISWA
Permasalahan rendahnya kepedulian siswa terhadap lingkungan dapat diatasi melaluipembiasaan perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah. Salah satu sarana strategisyang dapat dimanfaatkan adalah kantin sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perankantin sehat dalam menumbuhkan perilaku peduli lingkungan di kalangan siswa. Metodepenelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptifmelalui analisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian relevan.Hasil kajian menunjukkan bahwa kantin sehat berperan penting dalam membentuk kebiasaanpositif siswa, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan pemilahansampah, serta menumbuhkan kesadaran terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungansekolah. Selain menyediakan makanan bergizi, kantin sehat juga menjadi contoh nyatapenerapan perilaku peduli lingkungan di sekolah. Kesimpulannya, keberadaan kantin sehattidak hanya mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, tetapi jugaberkontribusi dalam membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab terhadap kelestarianlingkungan
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PRAKTIKUM PENETAPAN KAPASITAS PENETRALAN ASAM TABLET ANTASIDA DENGAN TITRASI BALIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan keterampilan proses sains (KPS) kelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia pada mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik 1. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel penelitian ini adalah kelompok mahasiswa Pendidikan kimia universitas sriwijaya yang mengikuti mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik 1 pada tahun ajaran 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh aspek KPS yang diukur, tiga aspek memiliki persentase tertinggi, yaitu Mengamati (100%) dan Mengukur (100%), serta Menyimpulkan (95%). Sementara itu, aspek dengan persentase terendah adalah Komunikasi (80%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains siswa berada pada ketegori sangat baik terutama pada aspek mengamati dan mengukur, namun masih diperlukan upaya untuk mengoptimalkan kemampuan mengomunikasikan hasil percobaan secara logis dan sistematis