Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
1907 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK DAN MASALAH KEPERAWATAN PADA PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERITHEMATHOSUS DI RUMAH SAKIT MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG (JULI 2022-MARET 2024)
dicirikan oleh produksi antibodi yang berlebihan, menyebabkan berbagai manifestasi klinis yang sifatnya unik, tidak sama untuk setiap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan masalah keperawatan pada pasien SLE di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang periode 1 Juli 2022 1 Maret 2024. Metode : penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel pada penelitian ini diambil dari medikal record menggunakan teknik total sampling, berjumlah 64 laporan. Analisis penelitian menggunakan analisis univariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden pada penelitian ini yaitu usia 26-45 tahun (42,2%), berjenis kelamin perempuan (93,8%), ibu rumah tangga (34,4%), tingkat pendidikan SMA (56,3%) dan tidak memiliki riwayat penyakit yang sama dikeluarganya (96,9%), lama sakit lebih dari 1 tahun (68,8%) dan ditemukan 17 masalah keperawatan, tertinggi masalah nyeri akut, gangguan perfusi jaringan, dan intoleransi aktivitas. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien SLE berusia produktif, dengan rentang usia 26-45 tahun, yang didominasi oleh perempuan. Hal ini sejalan dengan literatur yang menyebutkan bahwa SLE lebih sering terjadi pada wanita usia reproduktif. Sebagian besar pasien berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan memiliki pendidikan terakhir SMA, yang dapat mempengaruhi pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit. Selain itu, tingginya proporsi pasien yang mengalami SLE lebih dari satu tahun menunjukkan adanya perjalanan penyakit yang kronis, meskipun tidak ditemukan riwayat penyakit yang sama dalam keluarga. Temuan 17 jenis masalah keperawatan mengindikasikan kompleksitas perawatan pasien SLE, yang membutuhkan pendekatan komprehensif dalam intervensi keperawatan.Kata kunci : Diagnosis Keperawatan, Karakteristik Pasien, SL
PENGETAHUAN IBU HAMIL DALAM UPAYA PENCEGAHAN KELAHIRAN BBLR
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil dalam upaya pencegahan BBLR. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Hasil: Pengetahuan ibu hamil menunjukkan bahwa sebagian besar responden (57,1%) masih dalam rentang kategori kurang Simpulan: Perlu adanya peningkatan pengetahuan dengan cara pendidikan kesehatan bagi ibu hamil. Hal ini sangat penting dalam upaya pencegahan kelahiran bayi berat lahir rendah (BBLR). Ibu hamil perlu mendapatkan pengetahuan tentang konsumsi gizi seimbang, termasuk asupan protein, karbohidrat, dan vitamin yang cukup, serta pentingnya suplementasi zat besi dan asam folat. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan antenatal juga sangat dianjurkan untuk mendeteksi masalah sejak dini. Selain itu, manajemen stres dan dukungan sosial berperan penting dalam menjaga kesehatan mental ibu. Edukasi tentang pencegahan penyakit, vaksinasi, dan gaya hidup sehat, seperti menghindari rokok dan alkohol, akan semakin memperkuat upaya ini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan ibu dapat melahirkan bayi dengan berat badan yang sehat dan mengurangi risiko BBLR.Kata kunci: Ibu Hamil, Kelahiran BBLR, Pengetahua
PENERAPAN TINDAKAN SUCTION PADA PASIEN POST CRANIOTOMY ET CAUSA SPACE OCCUPYING LESION
Pendahuluan: Pasien post craniotomy akan mengalami penurunan kesadaran sehingga dibantu dengan ventilator serta Endotracheal Tube (ETT) untuk pernapasannya dan pasien tidak mempunyai reflek batuk yang efektif sehingga terjadi penumpukkan secret mengakibatkan bersihan jalan nafas tidak efektif. Salah satu pelaksanaan non farmakologi yang dapat dilakukan dalam mengatasi hal tersebut yaitu tindakan suction. Tujuan: Menggambarkan pemberian tindakan suction terhadap bersihan jalan napas pasien post op craniotomy. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif pada tiga pasien post craniotomy ec SOL yang memiliki masalah bersihan jalan nafas tidak efektif di Ruang GICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dan diberikan intervensi tindakan suction setiap hari selama 3 hari. Hasil: Setelah diberikan tindakan suction selama 3 hari, bersihan jalan nafas pasien meningkat ditandai dengan peningkatan saturasi oksigen dan pasien mulai terdapat reflek batuk. Simpulan: Tindakan suction pada pasien post craniotomy ec Space Occupying Lesion (SOL) dengan penurunan kesadaran yang mengalami penumpukkan secret menunjukkah bahwa suction dapat membebaskan jalan napas dan terjadi peningkatan saturasi oksigen pada ketiga pasien kelolaan.Kata kunci: Suction, Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif, Craniotom
DUKUNGAN ORANG TUA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI SEIMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH
Tujuan: Mengetahui gambaran dukungan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang pada anak usia sekolah dalam upaya pencegahan permasalahan gizi pada anak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 30 orang tua yang anaknya bersekolah di salah satu sekolah dasar di Kota Palembang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan tentang dukungan orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak mereka. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program komputer yaitu berupa data univariat tentang dukungan orang tua yang terbagi menjadi dua kategori yaitu baik dan kurang baik. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran hasil dukungan orang tua dalam pemenuhan gizi seimbang pada anak mereka yaitu mayoritas dukungan orang tua dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 57%. Sebagain besar orang tua belum mempersiapkan secara khusus jenis makanan yang akan diberikan kepada anak. Orang tua lebih mengikuti keinginan anak untuk makan makanan yang mereka suka saja walaupun orang tua sudah memasak makanan sebelumnya. Simpulan: Dukungan orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi seimbang bagi anak masih kurang. Perlu untuk meningkatkan dukungan keluarga dalam memenuhi asupan gizi seimbang bagi anak supaya anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dalam masa pertumbuhannya sehingga permasalahan gizi dapat dihindari.Kata kunci: Dukungan, Gizi, Orang tua, Siswa sekola
PERBEDAAN TERAPI GUIDED IMAGERY DENGAN TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM DAN MUROTTAL AL-QUR’AN PADA MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS PASIEN KANKER SERVIKS DI RS DR. MOH.HOESIN PALEMBANG
Tujuan: Tujuan dari penelitian untuk membandingkan intervensi terapi non farmakologi terapi guided imagery dengan terapi relaksasi napas dalam dan murottal Al-Qur’an dalam asuhan keperawatan pasien kanker serviks dengan masalah nyeri kronis. Metode: Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus kepada sembilan pasien kelolaan kanker serviks. Hasil: Pemberian terapi guided imagery dan kombinasi relaksasi napas dalam dan murottal Al-Qur’an yang dilakukan selama 3 hari dengan waktu selama ±15-20 menit dapat menurunkan skala nyeri 2-3 poin diukur menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Simpulan: Hal ini menunjukan bahwa terapi guided imagery dengan terapi relaksasi napas dalam dan murottal Al-Qur’an dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam upaya mengatasi masalah nyeri pada pasien kanker serviks. Terapi ini dapat dilakukan secara mandiri dan bersifat fleksibel, murah, tanpa adanya efek samping terhadap kondisi pasien.Kata kunci: Kanker Serviks, Nyeri Kronis, Terapi Guided Imagery, Terapi Murottal Al-Qur’an, Terapi Relaksasi Napas Dala
PERBEDAAN PENERAPAN MOBILISASI DINI DENGAN TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA (SC) DI RUANG ENIM 2 RS DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan intervensi non farmakologi yaitu penerapan mobilisasi dini dengan teknik relaksasi autogenik untuk menurunkan skala nyeri pada ibu post sectio caesarea. Metode: Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap 6 pasien post section caesarea yang mengalami nyeri. Hasil: Pemberian intervensi nonfarmakologi yaitu penerapan mobilisasi dini dengan durasi 10 – 15 menit dan teknik relaksasi autogenik dengan durasi 20 menit yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut serta diberikan 3 jam sebelum pemberian analgesik ketorolac dan 4 jam sebelum diberikan analgesik paracetamol dan asam mefenamat didapatkan hasil bahwa terdapat penurunan 1 hingga 4 poin skala nyeri pada keenam pasien. Simpulan: Penerapan mobilisasi dini dan teknik relaksasi autogenik efektif dalam menurunkan skala nyeri yang dialami oleh pasien post sectio caesarea.Kunci: Nyeri, Sectio Caesarea, Mobilisasi Dini, Teknik Relaksasi Autogeni
Artificial Intelligence dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman
Herlinda, S., Nursalim, Y.A., Anggraini, E., &Athalina, G. (2024). Artificial intelligence in pest and disease management. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 27–47). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).The article reviews the developments of artificial intelligence (AI) in the control of pests and diseases in agriculture. Artificial intelligence refers to the ability of digital computers or computer-controlled robots to do activities typically associated with human intelligence by emulating cognitive functions. At present, artificial intelligence is employed across various sectors, including healthcare, education, and agriculture. In agriculture, AI has been used as a mechanism for pest and disease management in plants. AI offers advantages due to its labor-saving efficiency, targeted effectiveness, and sustainability, as it ensures safety for users, the environment, and the items manufactured. Robots, in conjunction with sensors, satellites, and drones, can precisely detect symptoms and coloration of diseased plants and those infested by pests. This AI can precisely identify an appropriate methods to control plant pests and diseases. AI can facilitate routine processes in integrated pest management, such as monitoring ecosystems (biotic and abiotic factors) and determining the right timing and methods for control, thereby achieving sustainable pest management
Optimalisai Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) dengan Aplikasi Biosaka dan Pupuk NPK di Lahan Pasca Tambang Timah
Lestari, T., Niswarni, A., & Pratama, D. (2024). Optimization of growth and yield of sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) plant with application of biosaka and NPK fertilzer on post-tin mining land. In: Herlinda S et al.(Eds), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 580-590). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Post-tin mining land is land that is low in nutrients. The low nutrient content causes the land to not be used optimally. Sorghum plants are one alternative to be developed in post-tin mining land. Sorghum plant growth and yield can be optimized by providing biosaka and NPK fertilizer. The research was conducted from January to June 2024. The research location was in the Kampoeng Reclamation Air Jangkang land, Merawang District, Bangka Regency. This study used an experimental method with a Randomized Block Design (RAK) split splot consisting of 2 plots. The main map is without biosaca (A0) and biosaca and (A1), and the sub-plot of NPK use consisting of 4 levels, namely without NPK fertilizer (B1), 50% NPK (B2), 75% NPK (B3), and 100% NPK (B4). The results of the analysis of post-mining land soil have acidic pH soil content, C-Organic content, N-total in the very low category, with high sand content reaching 96%, and very low dust and clay content of 2%. The results of the study showed that the application of biosaca and NPK fertilizer did not show any interaction with all observed variables . Biosaca application on sorghum plants showed no effect on the observed variables. The use of various doses of NPK fertilizer treatment showed a very significant effect on the variables of plant height, wet weight of the crown and wet weight of the roots, and also affected the variables of stem diameter and panicle length. Treatment without biosaca and 100% NPK fertilizer produced better results compared to treatment with biosaca administration
Intensitas Serangan Penyakit Antraknosa (Collectorichum sp.) pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum) di Desa Tanjung Senai Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir
Cahyami, P, S.,Hamidson, H., Tricahyati, T., Arsi, A., Suparman, S., Melinda, D., Agustia, D., Br Saragih, E. S., Sulistianingsih, P., Rahmawati, S.. (2024). Intensity of anthracnose (Colletotrichum sp.) attacks on red chili (Capsicum annum) plants in Tanjung Senai Village, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency.In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembangg 21 Oktober 2024. (pp. 778–786). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Colletotrichum sp. Fungus is a plant pest organism (OPT) that can cause anthracnose disease in red chili plants (Capsicum annum) with damage reaching 80%. This study aimed to identify the level of anthracnose disease attacks in Tanjung Senai Village, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency. The method used is purposive sampling with field observations for two months. The results show that the percentage of anthracnose attack severity varies, with land A experiencing 6.19%, land B 8.08%, and land C 13.19%. the highest disease growth rate occurred in land C with 39.92%. anthracnose disease attacks on chili plants increase with increasing plant age
Budidaya Indigofera di Lahan Pasca Tambang Timah
Yuliana, Y., Wulandari, F., Amalliah, M., Lestari, T. (2024). Indigofera cultivation in post-tin mining land. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 600–608). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).The optimal availability of land for the development of forage in Indonesia is increasingly narrow. Suboptimal land in Bangka Belitung continues to increase due to tin mining activities. Indigofera as an alternative plant is cultivated on post-tin mining land for livestock use. The aimed of this research is to determine the growth and cultivation techniques of Indigofera on post-tin mining land. The research was carried out from July to September 2024. The research location was at the Kampoeng Water Reclamation land at Jangjang, Dwi Makmur Village, Merawang District, Bangka Regency. The method used in this research activity is a single randomized group design (RAK) experimental method. Randomized block design with several ameliorant treatments. The treatments used were A0 control (without treatment), A1 with the addition of cow manure, A2 with the addition of cassava peel waste and cow manure, A3 with the addition of cassava peel waste which had been turned into block compost. The results of the research showed that the growth response of indigofera was significantly different to the administration of several ameliorants. Providing cow manure provides better plant growth compared to other treatments. The application of cow manure showed the best treatment for the parameters of plant height, number of leaves and number of stalks on indidigofera plants. Indigofera plants are recommended as animal feed on post-tin mining land