Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
    1907 research outputs found

    Distribusi Genotip dan Alel Sifat Kualitatif pada Ayam Silangan

    Get PDF
    Lubis, W., Baharun, A., & Putra, W. P. B. (2024). Distribution of genotypes and allales of qualitative traits in cross chicken. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 434-445). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).This study aimed to determine the diversity of phenotypes and genotype distribution of crossbred chickens based on qualitative traits. The crossbred chickens used are crossbred Merawang chickens with other chickens. Merawang chickens are dual-purpose chickens that have great potential to be developed. The main problem with Merawang chickens is that the characteristics of Merawang chickens have not been registered. Efforts made to overcome this problem were by analyzing the genotype distribution of the qualitative traits of Merawang Cross chickens and PCA analysis of the chicken morphostructure. One way to analyze the genotype distribution can be done by calculating the genotype frequency, heterozygosity, and genetic ingression values. This study was conducted using a sample of 26 male and 44 female Merawang Cross chickens. From the entire population of Merawang Cross chickens, the genotype frequency values showed that the dominant phenotype in Merawang Cross chickens was recessive in feather color, feather features, feather shimmer, and comb shape. But it is dominant in shank color which has an allele frequency value of 100% white/yellow. The heterozygosity value shows a medium-value feather color pattern and other phenotypes are low (<30). So, the genotype distribution pattern in Merawang Cross chickens is more dominantly carried by European chickens, the high genetic integration value is found in Rhode Island Red (RIR) chickens reaching 100% in males and 87% in females. This shows that crossbred chickens or Merawang Cross chickens have dominant genes from Rhode Island Red (RIR) chickens

    PEMBERIAN INTERVENSI ANKLE PUMPING EXERCISE PADA PASIEN CKD DENGAN MASALAH KEPERAWATAN EDEMA

    Get PDF
    Tujuan: Chronic Kidney Disease (CKD) ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan kronis. Salah satu komplikasi utama dari CKD adalah hipervolemia, yaitu retensi cairan yang dapat menyebabkan edema. Salah satu intervensi keperawatan yang efektif dalam mengatasi edema pada kaki adalah ankle pumping exercise, dengan cara menghasilkan kontraksi otot yang berfungsi memompa kelebihan cairan dari sel-sel tubuh ke pembuluh darah, lalu dialirkan kembali ke jantung. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien CKD dengan pemberian intervensi ankle pumping exercise unruk mengatasi edema kaki. Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap 3 pasien CKD. Hasil: Terdapat lima masalah keperawatan yang ditegakkan pada pasien CKD dan didapatkan masalah keperawatan utama hipervolemia. Intervensi yang diberikan yaitu ankle pumping exercise yang bermanfaat untuk menurunkan derajat edema sebagai salah satu tanda dan gejala hipervolemia. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan didapatkan hasil hipervolemia teratasi sebagian dengan kriteria hasil edema menurun, output urin meningkat, tekanan darah membaik, frekuensi nadi membaik, dan turgor kulit meningkat. Simpulan: Asuhan keperawatan diberikan selama tiga hari dan intervensi ankle pumping exercise berpengaruh terhadap penurunan derajat edema pada pasien CKD dengan masalah keperawatan hipervolemia.Kata Kunci: Edema, Hipervolemia, Ankle Pumping Exercise, Chronic Kidney Disease, CK

    PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA UMON (ULAR TANGGA DAN MONOPOLI) TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MENGENAI KEBERSIHAN VULVA

    Get PDF
    Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media UMON (Ular Tangga dan Monopoli) terhadap pengetahuan remaja putri mengenai kebersihan vulva. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan metode desain pretest posttest with control group. Pengambilan sampel penelitian menggunakan probability sampling melalui teknik cluster sampling dengan total sebanyak 36 responden yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Variabel independen adalah pendidikan kesehatan dengan media permainan UMON sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan. Kelompok intervensi diberikan pendidikan kesehatan melalui media permainan UMON, kelompok kontrol diberikan pendidikan kesehatan melalui booklet, sedangkan pengetahuan diukur menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji paired t test, uji independent t test, N-Gain. Hasil: Hasil uji paired t test didapatkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media UMON pada kelompok intervensi dengan nilai sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil uji independent t test didapatkan adanya perbedaan pengetahuan setelah diberikan pedidikan kesehatan dengan media UMON antar kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai sebesar 0,046 (p<0,05). Simpulan: Pemberian pendidikan kesehatan melalui modifikasi permainan ular tangga dan monopoli yang berisi informasi mengenai kebersihan vulva dapat menjadi salah satu upaya bentuk media inovasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri agar mencegah timbulnya penyakit kelamin.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Permainan, Pengetahuan, Remaja Putri, Kebersihan vulv

    PEDIATRIC PALLIATIVE CARE: PENDEKATAN ANALISIS KONSEPTUAL DALAM PERAWATAN HOLISTIK ANAK

    Get PDF
    Tujuan: Makalah ini bertujuan untuk menganalisis konsep perawatan paliatif pada anak-anak, termasuk atribut, anteseden, konsekuensi, dan referensi empiris yang relevan. Metode: Analisis konsep dilakukan melalui tinjauan literatur terkait perawatan paliatif pada anak, dengan fokus pada kondisi terminal, dan penyakit kronis lainnya. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data secara online. Hasil: Atribut perawatan paliatif pediatrik mencakup pengurangan penderitaan fisik dan psikologis melalui manajemen gejala yang komprehensif, komunikasi terbuka dengan anak dan keluarga, perawatan individual dan holistik sejak diagnosis, pendekatan interdisipliner untuk menyediakan berbagai perspektif dan keahlian, serta ketersediaan perawatan di fasilitas hospice, pusat kesehatan masyarakat, dan di rumah. Antecedents perawatan paliatif pediatrik mencakup penyakit terminal, yang mendorong kebutuhan perawatan untuk anak-anak dengan penyakit akut dan kronis. Consequences dari perawatan paliatif pediatrik meliputi peningkatan kualitas hidup anak dan dukungan keluarga dalam merencanakan masa depan. Menentukan empirical referents melibatkan identifikasi layanan perawatan saat diagnosis dan pertemuan rutin tim interdisipliner untuk rencana perawatan anak. Simpulan: Pemahaman mendalam tentang tujuan atribut, antecedents, consequences, borderline, contrary case, dan empirical referents tentang pediatrik palliative care sangat penting untuk memberikan perawatan yang efektif dan holistik bagi anak dan keluarga. Analisis ini menekankan perlunya pendekatan yang komprehensif dalam merespons kebutuhan unik pasien anak yang mengalami penyakit serius, sehingga dapat berkontribusi pada pengembangan praktik perawatan paliatif pediatrik yang lebih baik dengan berbasis bukti.Kata kunci: Analisis Konsep, perawatan paliatif, Perawatan paliatif pediatrik, palliative care, pediatric palloative car

    GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP

    Get PDF
    Tujuan: Kualitas tidur buruk merupakan salah satu dampak penyakit stroke yang dapat meningkatkan risiko pasien pascastroke mengalami serangan stroke berikut nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada pasien stroke. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah pasien stroke yang dirawat inap di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel penelitian ini dipilih menggunakan teknik non-probability sampling jenis puposive sampling terdiri dari 30 responden. Hasil: Hasil analisis ditemukan bahwa responden dalam penelitian ini seluruhnya mengalami kualitas tidur buruk yang berkaitan dengan penyakitnya. Dari 30 pasien stroke yang dirawat inap dan dijadikan responden penelitian, seluruh responden (100%) memiliki kualitas tidur buruk. Simpulan: Kualitas tidur buruk yang dialami responden mayoritas dikarenakan kecemasan yang sedang dialaminya. Kecemasan yang muncul pada pasien dengan stroke antara lain cemas tentang kesembuhan penyakitnya, cemas akan biaya pengobatan dan kecemasan akan masa depannya. Hal ini yang berdampak pada tingginya tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien stroke.Kata Kunci: Kualitas Tidur, Strok

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN LANSIA YANG MENGALAMI GANGGUAN MEMORI: STUDI KASUS

    Get PDF
    terajadi secara alamiah sehingga menyebabkan terjadinya penyakit degeneratif salah satunya fungsi kognitif yaitu gangguan memori lansia akan mengalami kesulitan untuk menyimpan, mengendalikan dan mengingat sehingga pentingnya meningkatkan koginitif pada lansia dalam pemberian asuhan keperawatan berupa intervensi terapi komplementer yaitu senam otak. Metode: Metode digunakan deskriptif kualitatif pendekatan studi kasus terhadap 3 klien lansia, diagnosa utama gangguan memori dengan menerapkan latihan senam otak selama 8 hari skala 2 kali/hari selama 10-15 menit. Hasil: Setelah pemberian intervensi terjadi perubahan pada setiap aspek kriteria hasil gangguan memori yang terpenuhi dan perubahan status kerusakan fungsi intelektual sedang menjadi ringan. Berdasarkan skor nilai jawaban salah short portable mental status questionnaire (SPMSQ), terjadi penurunan jawaban pre post pada Tn. A 6 menjadi 4, TN I 5 menjadi 4 dan Tn M 5 menjadi 3. Kriteria : verbalisasi kemampuan mempelajari hal baru meningkat dibuktikan klien dapat memahami dan mempraktekkan ulang secara mandiri terapi senam otak yang sudah diajarkan sebelumnya, verbalisasi mengingat informasi faktual meningkat dibuktikan dengan ketiga klien dan keluarga yang dapat mengulangi kembali informasi terkait masalah gangguan memori yang sudah dijelaskan melalui penyuluhan kesehatan, verbalisasi kemampuan mengingat perilaku tertentu yang pernah dilakukan meningkat dibuktikan mampu mempraktekkan salah satu gerakan yang disebutkan untuk dicontohkan dan dilakukan ulang, verbalisasi kemampuan mengingat peristiwa meningkat dibuktikan dmampu melakukan gerakan senam otak secara mandiri, verbalisasi pengalaman lupa menurun. Simpulan: Latihan senam otak sangat diperlukan pada lansia meningkatkan fungsi kognitif sehingga lansia mengingat kegiatan harian dalam melakukan aktivitas sehari-hari.Kata Kunci: Gangguan Memori, Lansia, Latihan Senam Ota

    Budidaya Berlapis Sayuran-Ikan di Kawasan Urban pada Zona Iklim Tropis

    Get PDF
    Lakitan, B., & Muda, S. A. (2024). Layered cultivation of vegetable-fish in urban areas at the tropical climate zone. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 1–10).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).The land area for agricultural cultivation is continuously declining due to conversion for various economic and social interests, so that limited spaces in urban areas also need to be managed for vegetable and fish cultivations. The purpose of this study is to increase the productivity of limited spaces in urban areas through layered cultivation of vegetables and fishes. Shallow concrete fish tanks (45 cm) are used for freshwater fish cultivation (catfish, tilapia, climbing perch) and on the water surface are placed rafts using recycled plastic bottles (1.5 liters) as a float for the cultivation of leafy vegetables with a short harvest cycle (< 3 months). The climbing frame is 2 meters high designed for the cultivation of climbing fruit vegetables (ridged gourd, bitter gourd, cucumber). The results of this study show that the three types of fish used can grow and develop in shallow fish tank where the catfish develop faster, on the other hand, the climbing perch grow much slower. The plant medium in the floating vegetable cultivation system is always moist so it does not need to be watered during its growth cycle. Small-leaved liana plants (bitter gourds) are better to use than broad-leaved ones (ridged gourd, cucumbers) because they reduce the intensity of sunlight that plants receive on the floating raft underneath. Based on results of the research that has been carried out, layered vegetable cultivation can be recommended to be applied by urban communities in utilizing the narrow space available

    Analisis Neraca Air Lahan Gambut pada Kesatuan Hidrologis Gambut Pulau Rupat Provinsi Riau

    Get PDF
    Kusairi, M., Sutikno, S., Yusa, M., Hendri, A., Rinaldi, R. (2024). Analysis of peatland water balance in the peatland hydrological unit Pulau Rupat, Riau Province. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 649–658).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Peatlands are the largest place that can be used as water storage. Peatlands consist of 90% water and 10% organic matter, most of which is carbon. With a very large water content, water balance analysis is very appropriate to be used to determine the characteristics of PHU Pulau Rupat. Water balance analysis is a very important analysis to see the condition of the volume of water available spatially and temporally. This study aimed to analyze the condition of the water balance in PHU Pulau Rupat. The analysis is based on the condition of the water balance of each Sub PHU using the MONALAGA water balance model. Based on this method, it was found that PHU Pulau Rupat has two periods of deficit conditions each year. This condition is in accordance with the characteristics of the dry season in Riau Province. The difference between surplus and deficit was -80.46 million m3 in 2014, this condition is in accordance with the presence of 1,216 hotspots in sub PHU-2. The deficit month period that is prone to fires occurs in January to March, then in the period from June to August. Based on these conditions, it can be the basis for water management in controlling peatland fire disasters. So that the level of fire vulnerability in PHU Pulau Rupat can be reduced through collaboration between parties in dealing with deficit months

    Pengaruh Ketersediaan Air dan Interval Waktu Pemberian Mulsa terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Padi Gogo

    Get PDF
    Yakup, Y., Sefrila, M. (2024). The effects of water supplies and mulching intervals on growth and development of upland rice. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 305–312). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Water availability is one of the factors that can influence the productivity of upland rice, so the use of mulch is an alternative that can be applied because applying mulch at certain time intervals can suppress evaporation and support groundwater availability. This research aimed to determine the effect of water provision and mulch application intervals on the growth and development of upland rice. The experiment used a randomized complete block design with two factors and 3 replications.The first factor were water supplies when showed by proportion of field capacity (FC) in some weeks after planting (WAP), i.e. : FC (since 0 WAP); 4/5 FC (0 WAP) and FC (since 2 WAP); 3/5 FC (0 WAP), 4/5 FC (2 WAP),  and FC (since 4 WAP);  2/5 FC (0 WAP), 3/5 FC (2 WAP), 4/5 FC (4 WAP), FC (since 6 WAP). The second factor were mulching intervals, i.e.: 0 – 2 WAP; 0 – 4 WAP; and 0 – 6 WAP. The Observations included plant height (2, 4, and 6 WAP), and number of tillers (6 WAP). The results showed that water supply 3/5 FC (0 – 4 WAP) still could be tolerated by early growth of upland rice, but water supply 2/5 FC (0 – 2 WAP) decreased early growth of upland rice significantly. Mulching interval since planting to 4 and 6 weeks after planting able to increased tillers number, while the mulching interval since planting to 2 weeks after planting had no significantly effect on tillers number of upland rice.

    Eksplorasi Cendawan Dark Septate Endophyte Asal Pertanaman Karet (Hevea brasiliensis) Wilayah Sumatra Utara

    Get PDF
    Andriyanto, M., Triyoyani, A., Sulastri, Y. S., Dalimunthe, C. I. (2024). Exploration of dark septate endophyte fungi in north sumatra rubber plantations. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 313–322). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Dark Septate Endophytes (DSE) are non-pathogenic microorganisms that ubiquitous root-colonizing fungi with a wide range of host plants. DSE biodiversity in the rubber plantations of North Sumatra has not been investigated. The research objective was to collect indigenous DSE isolates from rubber plantations. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Sungei Putih Research Unit, Rubber Research Center in Deli Serdang. This research consisted of several stages, namely DSE investigated 14 soil samples taken from rhizosphere of healthy rubber plant in the area of Serdang Berdagai, Tebing Tinggi, Labuhan Batu Utara, Rantauprapat, Asahan, and Tapanuli Selatan. The exploration is followed by selecting DSE (dark septate endophytes) through indirect soil baiting techniques and pathogenicity test of DSE isolates. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Sungei Putih Research Unit, Rubber Research Center in Deli Serdang. The results showed that height of chinese cabbage ranged 3,69- 5,17 cm, and number of leaves ranged 4,80-6,16 over the course of one month. The average DSE isolation rate was found to be 12,87%. The colony growth of isolates measured between 15,31 and 50,72 cm² in eight days after incubation, and the pathogenicity test had ability to promote chinese cabbage seed germination by 65,50- 70,60%. The present study showed that five DSE isolates from rubber plantation can be used as indigenous DSE and identified as having potential for development

    1,639

    full texts

    1,907

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Conference - Universitas Sriwijaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇