Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
1907 research outputs found
Sort by
Potensi Agen Hayati Trichoderma spp. dalam Mengendalikan Ganoderma boninense Penyebab Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit
Mulawarman, M., Aziz, H. A., Rizky, D., Tampubolon, D. E., & Ramadhani, C.D. (2025). The Potential of the Biological Agent Trichoderma spp. in Controlling Ganoderma boninense, the Cause of Basal Stem Rot in Oil Palm. In: Herlinda S et al. (Eds), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-13 Tahun 2025, Palembang 30 September. Pp. 274-282. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Ganoderma boninense is the main cause of basal stem rot disease in oil palm plants. Controlling this disease using biological control agents, such as Trichoderma, is an environmentally friendly and sustainable solution. This study aimed to evaluate the ability of three Trichoderma isolates, namely Trichoderma harzianum, Trichoderma asperellum, and Trichoderma viride, to inhibit the growth of G. boninense in vitro and test them in plant conditions. This research was conducted at the PT. Sampoerna Agro Laboratory from March 2018 to April 2018 and also at the Nematology Laboratory from March 2019 to May 2019. This study used a Completely Randomized Design method, which included: (1) isolating and growing G. boninense on Ganoderma Selective Agar medium, (2) conducting in vitro antagonism tests using a double culture technique on the three Trichoderma isolates, (3) calculating the percentage of pathogen growth reduction, and (4) conducting in planta tests using oil palm leaf sticks inoculated with G. boninense. The in vitro test results showed that T. harzianum and Trichoderma viride isolates were able to inhibit the growth of G. boninense at a significant and equal level, while Trichoderma asperellum showed lower ability. In a two-month in planta test, oil palm plants treated with sticks inoculated with G. boninense and the biological agent Trichoderma showed good growth without any symptoms of basal stem rot. Based on these results, Trichoderma harzianum and Trichoderma viride isolates have the potential to be effective biological control agents for controlling basal stem rot in oil palm plants
Daya Hambat Asap Cair dan Pestisida Nabati Berbahan Umbi Teki terhadap Jamur Fusarium Pada Vanili
Dirmawati, S. R., Wibowo, L., Hasibuan, R., Hariri, A. M., Evizal, R., & Rugayah, R. (2025). Inhibiting Effectiveness of Liquid Smoke and Tuber-Based Pesticides Against Fusarium in Vanilla. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-13 Tahun 2025, Palembangg 20 Oktober 2025. (pp. x–y). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Vanilla is a plantation crop with high economic value in export value up to 116.7 million USD (BPS, 2023). However, vanilla cultivation have many problems, including stem rot disease caused by Fusarium oxysporum. The purpose of this study was to determine the effect of various concentrations of coconut shell liquid smoke in suppressing infections of pathogens that cause BBV, and to evaluate the effectiveness of using arrowroot tubers as a plant-based pesticide to suppress infections of pathogens that cause BBV.This vanilla research was conducted to determine the effect of liquid smoke concentration in inhibiting the growth of the F. oxysporum which causes vanilla stem rot disease, and to evaluate the use of botanical pesticides made from nutsedge tubers in suppressing the growth of F. oxysporum. The research was conducted from June to September 2025 at the Plant Disease Laboratory and Integrated Field Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung. This research consisted of two separate parts: a test of F. oxysporum inhibition by liquid smoke, and a second part was a test of F. oxysporum inhibition using botanical pesticides made from nutsedge tubers. The experiment used a Completely Randomized Design (CRD) with four replications. The treatment of liquid smoke and nutsedge tuber concentrations consisted of no liquid smoke, 1% liquid smoke, 2% liquid smoke, and 3% liquid smoke. The second experiment was the application of nutsedge tubers at 1%, 2%, and 3%. Data homogeneity was tested using the Bartlett test, and additivity using the Tukey test. Analysis of variance and further testing using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level were performed. The results showed that liquid smoke at 1 to 3% and botanical pesticides made from nutsedge tubers at 1 to 3% were effective treatments in inhibiting the growth of F. oxysporum
EFEKTIFITAS PEMBERIAN MINYAK ZAITUN PADA PASIEN DENGAN KULIT KERING (XEROSIS CUTIS)
Tujuan: menggambarkan efektifitas minyak zaitun dalam mengatasi masalah gangguan integritas kulit berupa kulit kering (xerosis cutis) pada pasien yang dirawat di ruang perawatan intensif.Metode: metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan pada tiga pasien yang mengalami kulit kering.Hasil: setelah dilakukan asuhan keperawatan dan pemberian intervensi berupa pengolesan minyak zaitun pada kulit yang kering selama 3 hari berturut-turut terjadi penurunan rata-rata skor overall dry skin (ODS score). Rata-rata skor ODS awal sebesar 2 (kekeringan sedang) menurun menjadi 1 (kekeringan ringan).Diskusi: penurunan skor ODS setelah pemberian intervensi pengolesan minyak zaitun menunjukkan adanya perbaikan kondisi kulit dan peningkatan kelembapan kulit. Pengolesan minyak zaitun pada pasien dengan kulit kering dapat menjadi salah satu terapi non-farmakologis alternatif yang efektif, aman, dan mudah diterapkan oleh perawat dalam perawatan pasien dengan kulit kering di ruang perawatan intensif.Kata Kunci : Kulit, Kulit Kering, Minyak Zaitun
PENERAPAN KOMPRES HERBAL THAI PADA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI DI DESA PERMATA BARU INDRALAYA UTARA: CASE STUDY
Tujuan: Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menerapkan terapi kompres herbal Thai dalam asuhan keperawatan keluarga dengan hipertensi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada tiga keluarga dengan anggota yang mengalami hipertensi.Hasil: hasil pengkajian ditemukan masalah keperawatan nyeri kronis. Didapatkan nyeri pada Ny. Y pre skala 3 dan post skala 2, Ny. S pre skala 4 dan post skala 2 dan Ny. SR pre skala 3 dan post skala 1. Implementasi terapi kompres herbal Thai dilakukan selama 10–15 menit sebanyak tiga kali selama 3 hari berturut-turut.Simpulan: Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari sedang menjadi ringan pada seluruh klien. Terapi ini juga meningkatkan kemampuan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri. Dengan demikian, kompres herbal Thai dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam asuhan keperawatan keluarga dengan hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Nyeri Tengkuk, Keluarga, Kompres Herbal Thai
INTERVENSI NON FARAMAKOLOGI TERAPI BUTTERFLY HUG PADA REMAJA DENGAN MASALAH KECEMASAN
Tujuan: Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang banyak dialami oleh remaja dan dapat mengganggu aktivitas belajar, hubungan sosial, dan kesehatan mental secara umum. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan adalah terapi Butterfly Hug. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi Butterfly Hug terhadap kecemasan remaja.Metode penelitian: yang digunakan yaitu quasi experiment design dengan pre dan post without control group. Subjek penelitian berjumlah 42 remaja yang mengalami kecemasan berdasarkan hasil pengukuran dengan kuesioner DASS.Hasil penelitian berdasarkan uji t diperoleh nilai p value < 0,001, sehingga terdapat pengaruh butterfly hug terhadap kecemasan pada remaja.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terapi nonfarmakologi Butterfly Hug mampu menurunkan tingkat kecemasan pada remaja dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam intervensi keperawatan jiwa dengan masalah kecemasan.Kata Kunci: Kecemasan, Remaja,Terapi Butterfly Hug, Nonfarmakologi, Keperawatan Jiw
PERBANDINGAN TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DAN STRETCHING EXERCISE TERHADAP SKALA NYERI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS
Tujuan : Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya inflamasi pada sendi terutama sendi tangan dan kaki dan menimbulkan rasa nyeri. Progressive muscle relaxation dan stretching exercise merupakan terapi komplementer untuk mengatasi keluhan yang dirasakan penderita rheumatoid arthritis seperti nyeri pada persendian, kekakuan sendi, dan keterbatasan gerak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan terapi progressive muscle relaxation dan stretching exercise terhadap skala nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pre experimental design dengan rancangan two group pre test-post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia dengan rheumatoid arthritis yang berjumlah 24 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling, dan dibagi menjadi dua kelompok intervensi yaitu, 12 orang kelompok terapi progressive muscle relaxation dan 12 orang kelompok stretching exercise. Terapi progressive muscle relaxation dilakukan dengan 15 gerakan, sedangkan stretching exercise dilakukan dengan 9 gerakan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengukuran langsung oleh peneliti. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan NRS (Numeric Rating Scale).Hasil : Hasil uji statistik menggunakan Paired T-Test pada kedua kelompok menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi progressive muscle relaxation dan stretching exercise nilai p 0,05) dan selisih perbedaan antara keduanya 0,500.Simpulan : Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kedua terapi memiliki efek yang sama dalam membantu mengurangi skala nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis dan dapat dijadikan sebagai terapi komplementer. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai terapi untuk membantu mengurangi skala nyeri selain menggunakan obat pada lansia dengan rheumatoid arthritis.Kata Kunci : Rheumatoid Arthritis, Skala Nyeri, Progressive Muscle Relaxation, Stretchin
Pendekatan Keperawatan Respiratori pada Pasien dengan Komorbid Tuberkulosis Paru, Pneumonia, dan Adenokarsinoma Paru Kanan
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif pendekatan keperawatan respiratori pada pasien dengan komorbid Tuberkulosis Paru, Pneumonia, dan Adenokarsinoma Paru Kanan. Kombinasi ketiga penyakit tersebut menimbulkan gangguan respirasi yang kompleks akibat kerusakan jaringan paru, inflamasi, serta tekanan mekanik oleh massa tumor atau efusi pleura.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain tinjauan literatur, dengan menganalisis berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025. Proses penelusuran dilakukan melalui basis data elektronik dengan seleksi berdasarkan relevansi topik dan kelayakan metodologis.Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan keperawatan respiratori yang efektif mencakup pengkajian menyeluruh terhadap fungsi pernapasan, teknik pembersihan jalan napas, latihan pernapasan, pemberian oksigen yang dititrasi sesuai kebutuhan, serta penerapan posisi modified-prone untuk meningkatkan ventilasi dan oksigenasi. Selain itu, intervensi edukatif dan dukungan psikososial terbukti berkontribusi dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan memperbaiki kualitas hidup. Pendekatan yang bersifat kolaboratif dan berorientasi pada pasien menjadi kunci dalam mengoptimalkan hasil terapi serta mencegah komplikasi respiratori.Simpulan: Asuhan keperawatan intensif mampu memperbaiki fungsi ventilasi, meningkatkan oksigenasi, menurunkan risiko infeksi, serta mengurangi nyeri akut pasien.Kata kunci: adenokarsinoma paru, keperawatan respiratori, pneumonia, tuberkulosis par
TELAAH LITERATURE: AROMATERAPI LAVENDER DAN GUIDED IMAGERY SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN NYERI KRONIS
Tujuan : Nyeri merupakan salah satu gejala yang paling sering dirasakan oleh pasien kanker, termasuk mereka yang menderita kanker serviks. Penatalaksanaan nyeri yang optimal berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu menurunkan nyeri adalah kombinasi teknik relaksasi guided imagery dengan aromaterapi lavender. Tujuan dari literature review ini adalah untuk menelaah pengaruh penerapan kombinasi terapi guided imagery dan aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien kanker serviks.Metode : Proses penelusuran artikel dilakukan melalui beberapa electronic databases yaitu PubMed dan Google Scholar dengan pencarian literature tidak ada batasan mengenai bahasa yang digunakan. Artikel yang dimasukkan memenuhi kriteria inklusi berupa penelitian dengan desain RCT atau quasi-eksperimen yang meneliti efek kombinasi guided imagery dan aromaterapi lavender terhadap nyeri pada pasien kanker serviks, serta diterbitkan dalam rentang tahun 2019–2025.Hasil : Berdasarkan hasil telaah, ditemukan bahwa kombinasi terapi guided imagery dan aromaterapi lavender terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri pada pasien kanker serviks. Sejumlah penelitian melaporkan adanya penurunan skor nyeri berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS), dari kategori nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Selain itu, intervensi ini juga memberikan efek relaksasi, membantu menstabilkan kondisi emosional pasien, dan meningkatkan kenyamanan selama menjalani perawatan.Simpulan : Dapat disimpulkan bahwa kombinasi terapi guided imagery dan aromaterapi lavender merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien kanker serviks, serta berpotensi diterapkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan dalam manajemen nyeri.Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Aromaterapi Lavender, Guided Imagery, Kanker Serviks, Nyeri Kroni
GAMBARAN TINGKAT STRES PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI
Tujuan: Proses diagnosis serta pengobatan kanker payudara dapat menimbulkan dampak psikologis yang signifikan bagi pasien. Wanita yang menjalani terapi kemoterapi cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi, yang sebagian besar disebabkan oleh berbagai efek samping yang ditimbulkan oleh prosedur tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stress pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di dua Rumah Sakit di Kota Padang.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr M Djamil Padang dan RS Unand Padang. Sampel penelitian ini dipilih menggunakan teknik non-probability sampling jenis puposive sampling terdiri dari 36 responden. Hasil: Hasil penelitian didapatkan adanya gambaran tingkat stress pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dengan tingkat stress berat di RSUP Dr M Djamil Padang berjumlah 12 orang (66,7%). Sedangkan pada kelompok RS Universitas Andalas mayoritas berada pada tingkat Stres Berat yaitu berjumlah 14 orang (77,7%).Simpulan: Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di dua rumah sakit pemerintah Kota padang sebagian besar berada pada usia lansia awal 46-55 tahun dengan stadium II dan pada tingkat stress berat.Kata kunci: Stres, Kanker Payudara, Kemoterap
PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP ANSIETAS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS
Tujuan: Memberikan gambaran mengenai pemberian aromaterapi lavender terhadap masalah keperawatan ansietas pada pasien gagal ginjal kronisMetode: Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus pada tiga pasien dengan diagnosis GGK yang memiliki masalah keperawatan ansietas. Implementasi dilakukan dengan memberikan aromaterapi lavender. Pengukuran tingkat ansietas dilakukan menggunakan Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS) sebelum dan setelah intervensi. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan tingkat ansietas pada masing-masing pasienHasil: Setelah pemberian aromaterapi selama tiga hari, terjadi penurunan tingkat ansietas pada seluruh pasien. Pasien pertama mengalami penurunan skor dari 62 (ansietas sedang) menjadi 37 (tidak ansietas), pasien kedua dari 70 (ansietas sedang) menjadi 25 (tidak ansietas), dan pasien ketiga dari 75 (ansietas berat) menjadi 59 (ansietas sedang).Simpulan: Aromaterapi lavender efektif menurunkan ansietas pada pasien gagal ginjal kronis sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer non-farmakologis dalam praktik keperawatan yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gangguan psikologis akibat penyakit kronisKata kunci: Ansietas, Aromaterapi Lavender, Gagal Ginjal Kroni