Online Journals Publications IAIN Langsa (Institut Agama Islam Negeri Zawiyah Cot Kala Langsa)
Not a member yet
3085 research outputs found
Sort by
Psychological and behavioral impacts of early adult women victims of gaslighting behavior in romantic relationships
This study aims to identify and analyze the psychological and behavioral impact of early adult women who are victims of gaslighting in romantic relationships. Gaslighting is a behavior carried out by a gaslighter by intimidating, lying, dominating and manipulating victims where the goal is for the victims to doubt themselves, their memories, their own thoughts, and their own sanity. This study uses a qualitative research method with a case study approach. Subjects amounted to early adult woman who was a victim of gaslighting behavior in North Sulawesi, Indonesia. The data collection method used was observation and semi-structured interviews and then the data were analyzed using the data reduction process analysis method. The results showed that the psychological impacts experienced by victims of gaslighting behavior were confusion, frustration, anxiety, stress and low self-esteem. Meanwhile, the behavioral impact experienced by victims of gaslighting behavior is the emergence of argumentative behavior, desperate to convince the gaslighter, starting to doubt their own views, having difficulty making decisions, giving in and being silent to avoid conflict, and depending on the gaslighter
RETRACTED: Advanced strategies for cognitive and emotional coping among high school students
This article has been retracted: please see INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Retraction, Withdrawal, & Correction (R-W-C) Policy (https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/inspira/rwc-policy).
This article has been retracted at the request of the corresponding author. The corresponding author claimed the article had been submitted to another journal
Jaminan Sosial dan Perlindungan Tenaga Kerja Informal : Menuju Keadilan Sosial yang Inklusif
Abstrak
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas jaminan sosial dan perlindungan bagi tenaga kerja informal di Indonesia, serta mengevaluasi upaya yang dilakukan untuk mencapai keadilan sosial yang inklusif. Tenaga kerja informal sering kali berada di luar cakupan sistem jaminan sosial formal, sehingga mereka rentan terhadap risiko ekonomi dan sosial. Penelitian ini mengidentifikasi hambatan utama dan solusi potensial untuk meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja informal.
Metode – Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri dari tenaga kerja informal, pembuat kebijakan, dan ahli di bidang ketenagakerjaan. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama.
Hasil Penelitian – Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa inisiatif untuk meningkatkan perlindungan sosial bagi tenaga kerja informal, masih terdapat banyak tantangan yang harus diatasi. Beberapa hambatan utama meliputi keterbatasan akses terhadap informasi, kesulitan dalam membayar iuran jaminan sosial, dan kurangnya kesadaran akan manfaat perlindungan sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil sangat penting untuk menciptakan sistem jaminan sosial yang lebih inklusif.
Keterbatasan – Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan geografis yang terbatas dan jumlah sampel yang relatif kecil, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mewakili kondisi di seluruh Indonesia. Namun, temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan perlindungan sosial yang lebih efektif dan inklusif.
Implikasi Praktis –Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya reformasi kebijakan yang lebih komprehensif dan inklusif, serta peningkatan upaya edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya jaminan sosial bagi tenaga kerja informal. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta keadilan sosial yang lebih merata dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi tenaga kerja informal yang selama ini terpinggirkan
the Infak Persenan ISRUN Lembaga Dakwah Islam Indonesia Perspective of Fatwa of Majelis Tarjih Muhammadiyah
Tujuan – The purpose of this study is to examine the infaq sedekah routine (ISRUN) at Lembaga Dakwah IslamIndonesia (LDII) organisation in the perspective of the fatwa of the Majelis Tarjih Muhammadiyah.
Metode – This research uses library research method with descriptive research type. The data sources in this research are data from documents, books, internet journals and references related to ISRUN of LDII mass organisation..
Hasil Penelitian The result of this research is that in giving infaq, both LDII and the fatwa of Majelis Tarjih Muhammadiyah view infaq as an integral part of Islamic religious practice. the difference lies in the approach and implementation and regulation of the practice of infaq. LDII requires isrun as part of religious practices that must be followed, while the Majelis Tarjih emphasises the principle of freedom and voluntarism in giving without binding a certain amount or percentage.
Keterbatasan – This research has shortcomings in the lack of sources from previous research that discusses LDII's gratuity infaq so that the sources taken from previous research are not much found. This research combines the fatwas of Islamic mass organisations in Indonesia which have differences in terms of views on worship, especially infaq and alms.
Implikasi Praktis – As a practical implication, the results of this study can be used as a reference by community organisations in Indonesia to determine the laws and policies of infaq, of course, differences are a natural thing so that it can be used as knowledge for readers to fin
Fostering Children's Solidarity Through Donations for Palestine
The community service activity with the theme "Caring for Palestine: Your Resilience and Endurance Are an Inspiration for Us" at TPQ Darul Ihsan aims to raise awareness and concern about the humanitarian conditions faced by the Palestinian people. For a long time, Palestine has been a symbol of struggle and resilience in the face of oppression. Through this activity, the people of Aceh, especially the younger generation, are expected to cultivate empathy and solidarity for the Palestinian struggle. This activity includes education about the history and current situation in Palestine, fundraising to help ease the burden on the Palestinian people, and a children's creativity competition with a Palestine theme. In addition, this activity aims to instill values of resilience and endurance in children, which are expected to serve as motivation in facing life's challenges. This activity also serves as a bridge between the people of Aceh and Palestine, strengthening solidarity among Muslims and building social awareness in the local community. With a spirit of togetherness, this activity is expected to have a positive impact not only on Palestine but also on the young generation involved.Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema "Peduli Palestina: Keteguhan dan Ketabahanmu adalah Inspirasi bagi Kami" di TPQ Darul Ihsan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan yang dihadapi oleh rakyat Palestina. Sejak lama, Palestina telah menjadi simbol perjuangan dan ketahanan dalam menghadapi penindasan. Melalui kegiatan ini, masyarakat Aceh, khususnya generasi muda, diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina. Kegiatan ini meliputi edukasi mengenai sejarah dan kondisi terkini Palestina, penggalangan dana untuk membantu meringankan beban rakyat Palestina, serta lomba kreativitas anak yang bertema Palestina. Di samping itu, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keteguhan dan ketabahan dalam diri anak-anak, yang diharapkan dapat menjadi motivasi dalam menghadapi tantangan hidup. Kegiatan ini juga menjadi jembatan antara masyarakat Aceh dan Palestina, memperkuat solidaritas antar umat Islam, serta membangun kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi Palestina, tetapi juga bagi generasi muda yang terlibat
Meniti Harmoni: Potret Toleransi dalam Film Ajari Aku Islam
This research employs Roland Barthes' semiotic analysis and the agenda-setting theory to analyze the film "Teach Me Islam" and understand the attitude of tolerance in Indonesia. Within the constructivist paradigm and using a qualitative descriptive method, the study reveals that the film portrays a positive attitude of religious tolerance in Indonesia, emphasizing the importance of respecting and understanding differences in maintaining interfaith harmony. The values of tolerance depicted in the film include allowing religious freedom, respecting differences in beliefs, and fostering good relationships among different religious communities. The research findings provide valuable insights into the role of media, particularly films, in promoting religious tolerance and harmony in Indonesia, while highlighting the significance of semiotic analysis and agenda-setting theory in comprehending the messages conveyed through media
Pelatihan Komunikasi Interaktif dengan Menggunakan Bahasa Daerah dalam Menstimulasi Minat Anak dalam Berbicara Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Desa Lubuk Damar
Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris semakin menjadi kebutuhan esensial di era globalisasi. Anak-anak, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap sumber belajar Bahasa Inggris, sering menghadapi kesulitan dalam mempelajari bahasa asing ini. Kegiatan pada pengabdian ini adalah melakukan pelatihan komunikasi interaktif yang memanfaatkan bahasa daerah sebagai jembatan untuk menstimulasi minat dan kemampuan berbicara Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Desa Lubuk Damar. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research, dengan memberikan pelatihan komunikasi interaktif kepada 2 orang guru dan 10 orang siswa selama 7 JP baik langsung maupun melalui WAG. Pelatihan interaktif yang melibatkan bahasa daerah membuat proses belajar lebih menyenangkan dan mengurangi hambatan bahasa. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya dan keberagaman bahasa daerah yang perlu disesuaikan dengan konteks lokal. Pelatihan ini disarankan dapat diberikan lagi di sekolah yang masih menggunakan metode komunikasi satu arah hingga dapat menstimulasi minat siswa terhadap Bahasa Inggris dan menambah pengetahuan guru-guru terhadap cara berkomunikasi yang tepat sesuai kebutuhan
KONSEP MOOD DISORDERS: GANGGUAN BUNUH DIRI DAN PENYEBABNYA
Mood disorder dan gangguan bunuh diri merupakan isu kompleks dengan berbagai faktor yang saling terkait. Gangguan ini merupakan yang sering dan lazim terjadi, ini termasuk kondisi kesehatan mental yang serius, namun dapat diobati. Mood Disorder atau yang dikenal juga dengan gangguan afektif adalah sekelompok kondisi kesehatan mental yang memengaruhi cara seseorang merasakan dan mengekspresikan emosi. Gangguan ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti perasaan sedih yang mendalam (depresi) atau perasaan senang yang berlebihan (mania). Ada beberapa jenis gangguan mood yang umum terjadi adalah gangguan depresi, gangguan bipolar, gangguan dysthymia, gangguan siklotimik. Gejala gangguan mood dapat bervariasi tergantung pada jenis gangguannya. Namun, beberapa gejala umum yang sering terjadi adalah Perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti merasa sedih yang mendalam atau senang yang berlebihan Perubahan energi, seperti merasa lelah atau gelisah perubahan nafsu makan dan pola tidur, kesulitan berkonsentrasi dan membuat keputusan, penurunan minat pada aktivitas yang disukai, perasaan putus asa atau tidak berharga, pikiran untuk bunuh diri. Pemulihan gangguan mood biasanya melibatkan kombinasi terapi dan pengobatan. Terapi dapat membantu individu untuk memahami dan mengelola pikiran mereka mengembangkan mekanisme koping yang sehat. Pengobatan dapat membantu meredakan gejala dan meningkatkan mood, dengan adanya pengobatan yang tepat, individu dengan gangguan mood dapat menjalani kehidupan yang penuh dan produktif
Information Technology as a Modern Da'wah Media in Indonesia: Prospects and Challenges
The current da'wah media continues to develop along with the development of information technology, this condition poses a challenge for preachers to be careful in choosing da'wah media. Information technology as a digital medium today can be used for various purposes, one of which is as a medium of da'wah, given the rapid development of technology in recent decades. This paper aims to analysis the opportunities and challenges of da'wah in the current era of information technology. This paper is a type of qualitative research with a netnographic approach, this approach aims to examine, observe and observe the use of information technology in preaching. In addition, to strengthen the data in this study, this paper also uses several important articles produced by the researchers. This paper argues that in Indonesia today the use of information technology with various digital media platforms is a priority in preaching, even with digital media making it easier for preachers to convey religious knowledge. Even da'wah through online media is able to reach and influence the whole world without having to meet in person, but the limited internet infrastructure available in remote areas is a separate obstacle
Multimedia Flipbook Development Using the Hannafin and Peck Model in IPAS Learning at MIS Terpadu Langsa
Students have a significant affinity with digital technology. Therefore, teachers are required to have basic skills in designing and packaging learning that utilizes digital technology to attract and motivate students. This study aims to develop multimedia flipbooks with the Hannafin and Peck model, test the feasibility of the media, and analyze teacher responses and student responses. This research uses the Research and Development (R&D) method with the Hannafin and Peck development model which consists of three phases, namely: (1) needs analysis (analysis); (2) design (design); (3) development (development), implementation (implementation). In the Hannafin and Peck model, all phases involve a process of evaluation and revision. The research subjects were digital fifth grade students of MIS Terpadu Langsa. The results showed that the feasibility of the media can be seen from the average results of validation from the six validators. Material expert validation 94.6% (Very Feasible), media expert validation 95.3% (Very Feasible), language expert validation 82.65% (Very Feasible). Thus it can be concluded that multimedia flipbooks using the Hannafin and Peck model are suitable for use in the learning process for digital fifth grade students of MIS Terpadu Langsa