Online Journals Publications IAIN Langsa (Institut Agama Islam Negeri Zawiyah Cot Kala Langsa)
Not a member yet
3085 research outputs found
Sort by
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM FILM JEMBATAN PENSIL KARYA HASTO BROTO
Saat ini banyak fenomena yang memperlihatkan rusaknya akhlak generasi zaman sekarang, dimana banyak ditemukan tidakan kriminalitas yang terjadi dimana –mana, salah satu usaha untuk memahami akhlak yang baik bisa melalui film. Film tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mengajarkan nilai- nilai pendidikan, terutama pendidikan akhlak. Salah satu film yang mengandung nilai- nilai pendidikan akhlak adalah film “Jembatan Pensil Karya Hasto Brotoâ€. Jenis penilitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik Ppengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi serta menggunakan Teknik Analisis Data yaitu analisis isi (content analysis). Nilai-nilai pendidikan akhlak yang ditemukan meliputi: 1) Akhlak terhadap Allah, tawakal, syukur dan ikhlas. 2) Akhlak terhadap Rasulullah, mengikuti sunahnya seperti mengucap salam ketika akan memasuki rumah. 3) Akhlak terhadap sesama manusia, berbakti pada orang tua dan tolong menolong. 4) Akhlak terhadap alam sekitarnya, memanfaatkan alam sebagai mata pencaharian dan menjaganya, mempelajari apa yang ada di alam. 5) Akhlak terhadap diri sendiri, tawadhu, dan sabar
Strategi Pembelajaran Tahfizh Al-Qur'an Di Pesantren Tahfizh Qur'an Al-Fuad Seruway Aceh Tamiang
Al-Qur'an merupakan kitab sempurna yang menjadi pedoman bagi umat manusia, sehingga menjadi kewajiban umat Islam untuk menjaganya, dengan salah satu cara yaitu menghafalnya. Menghafal kalamullah yang jumlahnya begitu banyak meurut akal sangat sulit menjalaninya. Apalagi bagi seorang santri yang merangkap sebagai siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses menghafal Al-Qur'an ditinjau dari sudut pandang ustad/ustadzah di Pesantren Tahfizh Qur'an Al Fuad Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode penelitian menggunakan dengan teknik analisis data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) strategi pembelajaran tahfidzul qur'an yang diterapkan di Pesantren Tahfizh Qur'an Al Fuad Seruway Kabupaten Aceh Tamiang adalah dengan menumbuhkan rasa nyaman dalam menghafal Al-Qur'an. Adapun strategi yang diterapkan santri dalam menghafal “tidak beralih pada ayat selanjutnya sebelum ayat yang dihafal benar-benar hafalâ€. Sedangkan sistem pembelajaran dilakukan dengan 2 kali setoran dan 1 kali muroja'ah setiap harinya kecuali hari libur. (2) faktor pendukung meliputi: siswa, guru, lingkungan, kecerdasan dan motivasi. Sedangkan faktor penghambat meliputi: rasa malas, faktor usia siswa, keluarga, hafalannya kesusul dengan teman, bacaa
REKONSTRUKSI MAQÂSID AL-SYARΑAH DALAM PARADIGMA FIQH NEGARA-BANGSA
Basically there is no contradiction between Islamic law and Human Rights (HAM). Because the purpose of Islamic law is to realize the favor of human life, which includes basic human needs. The problem is, the formulation of maqasid sharia which is called by al-Ghazali as a real favor, in addition, maqasid al-khalq or maslahah gharîbah currently still not accommodate the basic needs of people who live in the nation-state system, it is tend to give the favor to individual oriented (fardiyyah). While the nation-state paradigm is more oriented towards the realization of public benefit (ijtima'iyyah). In ijtihad fiqh nation state, maqasid al-syar'iah as a value ​​that guide the process of reasoning, because it is the final movement (al-'illah al-ghâiyyah). By making maqasid sharia as a value, it will affect a shift paradigm maqasid sharia from the principles of protection which tends to maintain the minimum boundaries to become a necessity for the values of fundamental, which is oriented towards to realize a favor maximall
KEBIJAKAN PIMPINAN DALAM MENINGKATKAN MUTU TPA MIFTAHUL NURA DI DESA RANTAU PANJANG KARANG BARU ACEH TAMIANG
Pimpinan atau kepala sekolah sebagai seorang pemimpin mempunyai andil yang cukup besar terhadap perkembangan dan peningkatan mutu sekolah,perkembangan dan kemajuan sekolah dapat di lihat dari kenerja pimpinan yang profesional serta pimpinan tersebut mampu memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. Pimpinan juga dituntut untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan mutu sekolah atau TPA. Kebijakan sendiri merupakan suatu keputusan yang dipikirkan secara matang dan hati-hati oleh pengambilan keputusan puncak dan bukan kegiatan-kegiatan berulang dan rutin yang terprogram atau terkait dengan aturan-aturan keputusan. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan dan memperoleh gambaran tentang Kebijakan Pimpinan dalam Meningkatkan Mutu pendidikan di TPA di Miftahul Nura Desa Rantau Panjang. Fokus penelitian ini meliputi Bagaimana keadaan Mutu Pendidikan Di TPA Miftahul Nura Desa Rantau Panjang, faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif, dengan tekhnik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menggungkapkan Kebijakan- kebijakan yang diterapkan oleh Pimpinan TPA Miftahul Nura Desa Rantau Panjang Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang adalah Menciptakan taman bermain belajar, menerima siswa baru tanpa seleksi, melibatkan orang tua siswa dalam memantau perkembangan anak melalui buku laporan mengaji dan sholat, memberikan hukuman ringan sebagai efek jera, menjalin hubungan dengan desa sebagai kerjasama, melibatkan guru terhadap perkembangan anak Adapun faktor pendukung nya adalah peserta didik yang aktif, dukungan dari orang tua siswa, guru yang kreatif dalam proses belajar mengajar, adanya dukungan dari Instansi Pemerintahan Desa setempat serta dukungan dari masyarakat sekitar. Dan yang menjadi faktor penghambat adalah kurangnya tenaga pengajar, kurangnya fasilitas sarana dan prasarana, kurangnya perhatian dari pimpinan, kurangnya pendanaan serta minimnya perhatian dari Dinas Pendidikan Kota dan Provinsi. Upaya pimpinan meningkatkan mutu pendidikan belum begitu baik, hal ini dapat terlihat bagaimana pimpinan TPA Miftahul Nura kurang memperhatikan perkembangan mutu pendidikan yang ada di TPA tersebut, pimpinan TPA lebih banyak membebankan mutu pendidikan kepada guru serta minimnya usaha pimpinan untuk menjalin hubungan dengan Dinas Pendidikan Kota Aceh Tamian
The Contribution Of Waqaf Properties Toward Acehnese Dayah's Educational Empowerment
Waqaf, throughout the Islamic history, serves tremendous dedications to sustain the Islamic development. For almost one and half millennium, waqaf is one of the key success factors in supporting the Islamic education. In the context of Aceh, waqaf has widely been used to fund the traditional institutions of education (Dayah). This study intent to examine the roles of waqaf properties in supporting the educational development, how dominant is the waqaf system has been perceived as an important function in Acehnese Dayah, and whether the spirit of generosity among Acehnese towards the Islamic education is reflected through the waqaf tradition. This research based on the interview sessions with the principal leaders of Dayahs in three different regions where the largest number of Dayah is found.
The results of the study showed that Waqaf has played the significant roles in supporting the Islamic traditional education or dayah in Aceh, and become the important source for many dayah since waqaf properties are utilized for the purpose of facilitating, enhancing and achieving the educational processes towards the student development. Besides, waqaf system has been also perceived its important function in funding the dayah institutions via four ways; providing the infrastructure facilities of the Dayah, supporting the principal, teachers and other dayah educational staffs in conducting the teaching learning processes, managing the programs and activities, controlling and evaluation the rules and strategies towards better student's achievement, preparing the financial assistance to the teachers and tutors, and by handling the daily operational cost of these institutions. The findings also mentioned that the Acehnese generosity towards the Islamic education has been reflected by community as their dedications through the waqaf donations. As the territory that the Islamic Sharia is implemented, waqaf should be reactualize in maximaling its contribution towards better educational development in Aceh