Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Not a member yet
    164 research outputs found

    Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Pada Anak Usia Sekolah : Literature Review

    Full text link
    Obesity is an excessive accumulation of fat due to an imbalance in energy intake with energy used (energy expenditure) for a long time. A lifestyle of lack of physical activities accompanied by excessive eating patterns, namely high intake of carbohydrates, fat, protein and low fiber can cause obesity. This study aims to determine the relationship between physical activities and the incidence of obesity in school-age children based on literature searches. This research was a literature review research with a cross sectional study. The data used consisted of six journals in Indonesian and English which could be accessed in full-text. This study used six national and international articles, the search for articles was carried out using the keywords physical activities, obesity, and school-age children. Articles were searched through Google Scholar, Garuda Portal and PubMed. The six articles were used as material for analyzing the conditions of physical activities, obesity and knowing the relationship between the two. Light physical activities caused energy output to be low, resulting in an imbalance. Obesity was very detrimental to the quality of life of children and the results of this study indicated a relationship between physical activities and obesity. This study showed that five of the six articles studied indicated a significant relationship between physical activities and the incidence of obesity in school-age children. Nursing science is expected to be able to improve health services and health workers are able to provide information and interventions. Future researchers are expected to be able to carry out further research related to intervention and it is hoped that parents and teachers can control children to do physical activities.Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidak seimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Gaya hidup kurang aktivitas fisik  disertai dengan pola makan yang berlebih, yaitu asupan tinggi karbohidrat, lemak, protein dan rendah serat dapat menyebabkan faktor tejadinya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah berdasarkan penelusuran literature. Penelitian ini merupakan penelitan literature review dengan study cross sectional. Bahan terdiri dari enam jurnal dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris yang dapat diakses full-text. Penelitian menggunakan enam artikel nasional dan intenasional, pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci (keyword) berupa aktivitas fisik, obesitas, dan anak usia sekolah. Metode pencarian Artikel melalui Google Scholar, Portal Garuda dan PubMed. Keenam artikel tersebut dengan masing-masing sebagai bahan analisa kondisi aktivitas fisik, obesitas serta mengetahui hubungan. Aktivitas fisik yang ringan menyebabkan keluaran energi menjadi rendah sehingga terjadi ketidakseimbangan, serta obesitas pada anak sangat merugikan kualitas hidup anak, sehingga ada hubungan antara aktivitas fisik dengan obesitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa lima dari enam artikel terdapat adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah. Ilmu keperawatan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan mampu memberikan informasi dan intervensi, peneliti selanjutnya diharapkan mampu melakukan penelitian lanjutan terkait intervensi, dan diharapkan orang tua dan guru dapat mengontrol anak melakukan aktifitas fisik

    Kepatuhan Penderita Diabetes Mellitus Dalam Melaksanakan Diet Dan Terapi Olahraga

    Full text link
    The implementation of the DM diet is indirectly influenced by the results of education, sources of information and mass media. The success rate in the treatment of DM depends on the patient. DM sufferers at the Pundong Health Center said that special pronal exercises for DM patients have been carried out every week but are sometimes less effective because the specified schedule is not in accordance with the family who delivers and there are also several factors that prevent patients from coming to take prolanis exercise that has been scheduled by health workers. one of which is in the puskesams is Family Support. This type of research method uses quantitative with a cross sectional design. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 36 respondents and used a questionnaire measuring instrument. Data analysis using univariate with frequency distribution and bivariate with chi square test. The results of the analysis showed the influence of knowledge, attitudes, support from officers, family support on the behavior of DM sufferers in carrying out diet and exercise therapy for DM in the work area of ??the Pundong Health Center Yogyakarta using chi square with p values ??of 0.032, 0.008, 0.002, 0.029 which indicates that p value < 0.005.there is an influence between knowledge, attitude, support from health workers, family support on the behavior of DM patients in carrying out diet and exercise therapy for DM in the work area of ??the Pundong Health Center Yogyakarta.Pelaksnaan diet DM secara tidak langsung dipengaruhi oleh hasil pendidikan, sumber informasi maupun media massa. Tingkat Keberhasilan dalam pengobatan DM bergantung pada penderita. Penderita DM  di Puskesmas Pundong mengatakan bahwa senam pronalis khusus pasien DM sudah dilakukan setiap minggunya tetapi kadang kurang efektif karena jadwal yang ditentukan tidak sesuai dengan keluarga yang mengantar dan juga ada beberapa faktor yang menghambat pasien untuk datang mengkuti senam prolanis yang sudah di jadwalkan oleh petugas kesehatan yang ada di puskesams tersebut salah satunya adalah Dukungan Keluarga. Jenis metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan  purposive sampling dengan jumlah 36  responden dan menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data dengan menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukan pengaruh pengetahuan, sikap, dukungan petugas, dukungan keluarga terhadap perilaku penderita penderita DM dalam melaksanakan diet dan terapi olahraga DM di area kerja Puskesmas Pundong Yogyakarta menggunakan chi square dengan nilai p sebesar 0,032, 0,008, 0,002, 0,029 yang menunjukan bahwa nilai p<0,005. ada pengaruh antara pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan, dukungan keluarga terhadap perilaku penderita DM dalam melaksanakan diet dan terapi olahraga DM di area kerja Puskesmas Pundong Yogyakarta

    Hubungan Pengetahuan, Frekuensi Menyusui Dan Hisapan Bayi Dengan Produksi ASI

    Full text link
    The coverage of exclusive breastfeeding is still below the target of achieving 80% both in the world and in Indonesia. This study aims to determine the relationship between knowledge, frequency of breastfeeding, and infant sucking with breast milk production. Methods: This type of research is observational analytic using a cross sectional design. The population in this study were all breastfeeding mothers with exclusive breastfeeding and PASI in the working area of ??the 23 Ilir Health Center Palembang. The number of samples in this study was 85 respondents, the data was taken by distributing questionnaires. The sampling technique is purposive sampling. The data analysis technique used the Chi-Square test. Results: The results of statistical tests showed that there was a significant relationship between mother\u27s knowledge and breast milk production (P=0.012), there was a significant relationship between breastfeeding frequency and breast milk production (P=0.006), and there was a significant relationship between infant sucking and breast milk production (P= 0.094). The conclusion in this study is that mothers need to have knowledge about the benefits of breastfeeding, so that mothers will often breastfeed their babies, the more often they are breastfed, the more milk production will be. Suggestions for health workers to continue to provide IEC regarding exclusive breastfeeding, especially for mothers who have no experience in breastfeeding.Cakupan ASI ekslusif ini masih dibawah target pencapaian 80% baik di Dunia maupun di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, frekuensi menyusui, dan hisapan bayi dengan produksi ASI. Metode: Jenis penelitian merupakan analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini semua ibu- ibu menyusui ASI ekslusif dan PASI di wilayah kerja Puskesmas 23 Ilir Palembang. Jumlah sampel dalam penelitian ini 85 responden, data diambil dengan menyebarkan kuesioner. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Teknik analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji statistic ada hubungan yang signifikan antara penegtahuan ibu dengan produksi ASI (P=0.012), ada hubungan sginifikan antara frekuensi menyusui dengan produksi ASI (P=0.006), dan terdapat hubungan yang signifikan antara hisapan bayi dengan produksi ASI (P=0.094). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ibu perlu memiliki pengetahuan tentang manfaat ASI, sehingga ibu akan sering menyusui bayinya, semakin sering disusui maka produksi ASI pun semakin banyak. Saran petugas-petugas kesehatan tetap memberikan KIE mengenai ASI ekslusif terutama untuk ibu yang belum ada pengalaman dalam memberikan ASI

    Efektivitas Pemberian Audiovisual Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Terhadap Tingkat Pengetahuan Nelayan Dalam Menangani Korban Tenggelam

    Full text link
    Cases of drowning in the sea which are quite high require first treatment, which is mostly done by fishermen. The handling cannot be separated from the provision of Basic Life Support (BLS) to drowning victims by fishermen, so fishermen must have basic knowledge of how to provide Basic Life Support (BLS). The aimed of the study was to determine the effectiveness of providing audiovisuals about Basic Life Support on the level of knowledge of fishermen in dealing with drowning victims in Jetis Village. The research design was two group pre-post test design. 140 respondents was invited to this study. The research instrument used a knowledge questionnaire and audiovisual media. Data analysis using wilcoxon test. The results showed that fishermen before the intervention had an average score of 14.47 in the control group and 13.84 in the experimental group and after the intervention had an average value of 14.39 in the control group and 15.77 in the experimental group. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (p-value ). The conclusion is that there was an effect of providing audiovisuals about BLS on the knowledge of fishermen in dealing with drowning victims in Jetis Village.Angka kasus tenggelam di laut yang cukup tinggi memerlukan penanganan pertama yang mayoritas dilakukan oleh nelayan. Penanganan tersebut tidak lepas dari pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada korban tenggelam oleh nelayan, sehingga nelayan harus memiliki pengetahuan dasar tentang bagaimana cara memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pemberian audiovisual tentang Bantuan Hidup Dasar terhadap tingkat pengetahuan nelayan dalam menangani korban tenggelam di Desa Jetis. Desain penelitian two group (kelompok eksperimen dan kontrol) pre-post test design. Sebanyak 140 responden (nelayan) menjadi sampel dalam penelitian ini. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan media audiovisual. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan nelayan sebelum intervensi memiliki nilai rata-rata 14.47 pada kelompok kontrol dan 13.84 pada kelompok eksperimen dan sesudah intervensi memiliki nilai rata-rata 14.39 pada kelompok kontrol dan 15.77 pada kelompok eksperimen. Hasil dari uji wilcoxon didapatkan hasil nilai p-value sebesar 0.000 (p-value ? ?). Kesimpulannya bahwa ada pengaruh pemberian audiovisual tentang BHD terhadap pengetahuan nelayan dalam menangani korban tenggelam di Desa Jetis

    Mobilisasi Progresif Meningkatkan Status Hemodinamika Pada Pasien Kritis Di Intensive Care Unit: Literature Review

    Full text link
    Patients treated in the Intensive Care Unit (ICU) are critical patients who are in a life-threatening condition due to failure or dysfunction in one or multiple organs accompanied by hemodynamic disorders. Critical patients in a state of decreased consciousness have limitations in mobilization, which have an impact on unstable hemodynamic status (Heart Rate (HR), Respiratory Rate (RR), oxygen saturation (Sa), and blood pressure. One of the interventions that can be done to deal with this is progressive mobilization. Objective: to identify research articles on the effect of progressive mobilization on hemodynamic status and the incidence of pressure sores in critically ill patients in the ICU. The method is a literature review, which analyzes scientific articles from 4 databases: Science Direct, Proquest, Ebscohost, and Google Scholar. Keywords progressive mobilization, hemodynamics, pressure sores. Inclusion criteria for research articles, 2016-2020, Indonesian and English. Obtained 7 articles using the PICO formulation. The research article analysis technique is in a table format containing the author, title, year, method (design, sample and analysis), and results. Based on 7 research articles obtained, it shows that there is an effect of progressive mobilization on hemodynamic status and the incidence of pressure sores in critically ill patients in the ICU. All articles show different results.Pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) merupakan pasien kritis yang dalam keadaan terancam jiwanya karena kegagalan atau disfungsi pada satu atau multiple organ yang disertai gangguan hemodinamik. Pasien kritis dalam keadaan penurunan kesadara memiliki keterbatasan dalam mobilisasi, yang berdampak terhadap status Hemodinamik (Heart Rate (HR), Respiratory Rate (RR), saturasi oksigen (Sa ), Tekanan Darah) yang tidak stabil. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk menangani hal tersebut dengan mobilisasi progresif. Tujuan: mengidentifikasi artikel penelitian tentang pengaruh mobilisasi progresif terhadap status Hemodinamika pada pasien kritis di ICU.  Metodenya tinjauan pustaka, yang menganalisis artikel ilmiah dari 4 database: Science Direct, Proquest, Ebscohost, dan Google Scholar. Kata kunci mobilisation progresive, hemodinamika, dekubitus. Kriteria inklusi research article, tahun 2016-2020, bahasa indonesia dan bahasa Inggris. Didapatkan 7 artikel dengan menggunakan perumusan PICO. Teknik analisis artikel penelitian yaitu dengan format tabel yang berisi penulis, judul, tahun, metode (desain, sampel dan analisis), dan hasil. Berdasarkan 7 artikel penelitian yang diperoleh, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh mobilisasi progresif terhadap status Hemodinamika pada pasien kritis di ICU. Dapat disimpulkan mobilisasi progresif dapat meningkatakn status hemodinamika pada pasien kritis di Ruang ICU

    Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Motivasi Terhadap Kepatuhan Minum Obat Dengan Frekuensi Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia

    Full text link
     Schizoprenia is a chronic, complex and heterogeneous disease that affect most of the functions of the psychological aspect, the impact is heavy As a resukt, individuals with schizophrenia can destroy aspects of the family, social roles, and dependence on antipsychotic drugs as a major factor  in preventing recurrence and the emergence of symptom-symptom present in the patient. The purpose this study was determine the relationship between knowledge, attitudes and motivation towards medication adherence with frequency schizophrenia in the outpatient clinic in the Clinic of the Bangka Belitung Regional Mental Hospital in 2021. This study used a cross-sectional design. The number of responden is 59 people with sampling technique using quota sampling. Use statistical analysis of uil chi square on the mean 95% confidence level (? = 0,005) the results of this study found that there was a between knowledge (0,017), attitude (0,003) and motivation (0,016) with adherence to taking medication at the Outpatient Clinic Of mental Hospital in 2021.  Skizofrenia merupakan penyakit kronis, kompleks, dan heterogen yang mempengaruhi sebagian besar fungsi dari aspek psikologis, dampak yang  berat akibat individu dengan skizofrenia dapat menghancurkan aspek kekeluargaan, peranan dalam lingkup sosial, dan ketergantungan terhadap obat antipsikotik sebagai faktor utama dalam mencegah terjadinya kekambuhan dan munculnya gejala-gejala yang ada pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan motivasi terhadap kepatuhan minum obat dengan frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Daerah Bangka Belitung Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 59 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Menggunakan analisis statistik uji chi square pada mean dengan tingkat kepercayaan 95%( ? = 0,05) hasil penelitian ini yang di dapat ada hubungan pengetahuan (0,017), sikap (0,003) dan motivasi (0,016) dengan kepatuhan minum obat di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Bangka Belitung tahun 2021.&nbsp

    Hubungan Beban Kerja dan Kejenuhan Kerja Terhadap Stres Kerja Perawat

    Full text link
    Work stress is pressure from work that can affect the psychology of workers. Several factors that cause work stress are workload and work saturation. The purpose of this study was to determine the relationship between workload and work saturation on nurses\u27 work stress. This study uses a quantitative method with a Cross Sectional approach. The population in this study were nurses who served in the inpatient room as many as 120 people from 7 rooms. The sample in this study was 73 people with a sampling technique using Propionate Stratified Random Sampling. The research instrument used a questionnaire of work stress, workload and work saturation. This study uses statistical analysis using the Chi-Square test at a 95% confidence level (? = 0.05). The results of this study indicate that the nurse\u27s workload has a p value = 0,585 and work saturation, p value = 1,000, has no significant relationship with nurses\u27 work stress. Suggestions from this study are expected to be input for hospitals to determine steps in stress management or stress management for nurses.Stres kerja merupakan tekanan dari pekerjaan yang dapat mempengaruhi psikologis pekerja. Beberapa faktor penyebab stres kerja yaitu beban kerja dan kejenuhan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dan kejenuhan kerja terhadap stres kerja perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas diruang rawat inap yaitu sebanyak 120 orang dari 7 ruangan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Propotionate stratiefed Random Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner stres kerja, beban kerja dan kejenuhan kerja. Penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada beban kerja perawat di dapatkan nilai p value = 0,585 dan kejenuhan kerja nilai  p value = 1,000 secara signifikan tidak ada hubungan dengan stres kerja perawat. Saran dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi rumah sakit untuk menentukan langkah-langkah dalam pengelolaan stres atau manajemen stres kepada perawat

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil

    Full text link
      Anemia is a condition with hemoglobin, hematocrit and red blood cell levels lower than the normal value <11 gr/dl in pregnant women. Anemia in pregnancy has an unfavorable effect on the mother, both in pregnancy, childbirth and in the puerperium. The purpose of this study was to determine the relationship between age, pregnancy interval, parity, nutritional status, consumption of Fe tablets, ANC visits, and knowledge of the incidence of anemia in pregnant women in the working area of the Gerunggang Health Center, Pangkal Pinang City. This study used an analytic survey with a cross sectional approach. The number of respondents was 90 people at the Gerunggang Health Center, with the sampling technique using simple random sampling. The research instrument used a questionnaire. Using statistical analysis with the chi square test at the 95% confidence level (? = 0.05). The results of the study showed that pregnancy spacing (p value = 0.027), parity (p value = 0.02), nutritional status (p value = 0.001), adherence to consumption of Fe tablets (p value = 0.04) and knowledge (p value = 0.003) there is a significant relationship with anemia in pregnant women.Anemia adalah keadaan dengan kadar hemoglobin, hermatokrit dan sel darah merah yang lebih rendah dari nilai normal < 11 gr/dl pada ibu hamil. Anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh yang kurang baik bagi ibu, baik dalam kehamilan, persalinan maupun dalam nifas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur, jarak kehamilan, paritas, status gizi, konsumsi tablet Fe, kunjungan ANC, dan pengetahuan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Gerunggang Kota PangkalPinang. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 90 orang di Puskesmas Gerunggang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simpel random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Menggunakan analisa statistik dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian yang didapat bahwa jarak kehamilan (p value = 0,027), paritas (p value = 0,02), status gizi (p value = 0,001), kepatuhan konsumsi tablet Fe (p value = 0,04) dan pengetahuan (p value = 0,003) secara signifikan ada hubungan dengan anemia pada ibu hamil

    Pengaruh Abdominal Lifting Dan Counter Pressure Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Persalinan Kala I : Literature Review

    Full text link
    Labor pain is a major problem experienced by maternity mothers which, if not handled properly, can increase anxiety or worry to depression and have an effect on increasing adrenaline hormones affecting maternal cardiac output and decreased uteroplacental perfusion and can cause prolonged labor. One of the steps to reduce labor pain is to use abdominal lifting and counter pressure techniques which are categorized as safe and quite effective interventions. The purpose of this study was to determine the effect and effectiveness of abdominal lifting and counter pressure in reducing labor pain in the first stage of normal delivery. This study is a systematic literature review using secondary data obtained from research results by previous researchers. Literature search using several databases such as Google Scholar, PUBMED and Sci-Hub. Based on the results of article screening, 13 articles were obtained according to the inclusion criteria, consisting of 10 national journals and 3 international journals spanning the last 5 years, from 2018-2022. A total of 11 journals with a quasi-experimental design and 2 other pre-experimental designs with the overall research subjects used were first-stage maternity mothers. Based on the results of the review, there is a difference between before and after the intervention, namely a decrease in the level of pain felt by maternity after giving Abdominal lifting and counterpressure therapy. So it can be concluded that these two techniques have influence and effectiveness in reducing pain during labor.Nyeri pada saat bersalin termasuk masalah utama yang dirasakan, apabila tidak tertangani dengan baik, dapat meningkatkan kecemasan atau rasa khawatir hingga depresi dan berefek pada peningkatan hormon adrenalin mempengaruhi cardiac output Ibu dan  perfusi uteroplasenta menurun serta dapat menyebabkan terjadinya partus lama. Salah satu langkah dalam menurunkan nyeri yaitu dengan penerapan abdominal lifting dan counter pressure  yang dikategorikan sebagai intervensi yang aman dan cukup efektif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dan keefektifan abdominal lifting dan counter pressure dalam mengurangi nyeri persalinan kala I pada persalinan normal. Penelitian ini merupakan systematic literature review  dengan menggunakan data sekunder dari hasil penelitian sebelumnya. Pencarian literatur dengan menggunakan beberapa database seperti  google scholar, PUBMED dan Sci-Hub. Berdasarkan hasil penyaringan artikel, diperoleh 13 artikel sesuai kriteria inklusi, terdiri dari 10 jurnal nasional dan 3 jurnal internasional rentang waktu 5 tahun terakhir yaitu dari 2018-2022. Sebanyak 11 jurnal dengan desain quasy eksperimen dan 2 lainnya desain pre eksperimen dengan keseluruhan subjek penelitian yang digunakan adalah Ibu dengan persalinan kala I.  Berdasarkan review, terdapat perbandingan yang berbeda antara sebelum dan sesudah intervensi, yaitu terjadi penurunan tingkat nyeri yang dirasakan oleh Ibu bersalin  setelah di berikannya terapi  Abdominal lifting  dan counter pressure.  Sehingga dapat disimpulkan  bahwa kedua teknik ini memiliki pengaruh dan efektif dalam mengurangi rasa nyeri selama persalinan

    Kualitas Hidup Orang Tua dengan Anak Disabilitas

    Full text link
    Children with disabilities have greater physical and psychological needs than children without disabilities. This will affect the response of parents. The condition of parents in dealing with children with disabilities will also affect the quality of life of parents. Objective: To analyze the quality of life of parents with children with disabilities. Method: Using descriptive quantitative cross sectional approach. The number of samples was 122 respondents using total sampling technique. Results: The domain of quality of life with the highest average value is the domain of social relations (64.80) followed by the domain that has the same value, namely psychological (63.07), and environment (62.98), while the lowest domain is physical health (54.24). The median value of Q1 for the quality of life of the parents in general is 4 which means good, and the median value of Q2 is 4 which means that it is satisfactory.Anak dengan disabilitas memiliki kebutuhan fisik dan psikis yang lebih banyak dari pada anak tanpa disabilitas. Hal ini akan mempengaruhi respon orang tua. Kondisi orang tua dalam menghadapi anak dengan disabilitas juga akan mempengaruhi kualitas hidup orang tua. Tujuan: Menganalisis kualitas hidup orang tua dengan anak disabilitas. Metode: Menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 122 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil: Domain kualitas hidup dengan nilai rerata tertinggi adalah domain hubungan sosial (64,80) disusul dengan domain yang memiliki nilai yang sama besarnya yaitu psikologis (63,07), dan lingkungan (62,98), sedangkan domain terendah adalah kesehatan fisik (54,24). Kesimpulan: Nilai median Q1 kualitas hidup orang tua secara umum adalah 4 yang berarti baik, dan nilai median Q2 adalah 4 yang bermakna memuaskan

    149

    full texts

    164

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇