Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Not a member yet
164 research outputs found
Sort by
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Terhadap Covid-19
Knowledge is information that is known or realized by someone in doing work. Knowledge is one of the factors that can affect anxiety. Anxiety is fear and anxiety is part of the response to stress. High anxiety can have an impact on health so that it can reduce productivity and quality of life such as decreased immunity, causing fever, flu, cough, and dizziness. Disorders are the most common group of mental disorders and have substantial functional impairment and decreased quality of life in up to 21% of patients not completing treatment, and approximately 35% receiving inadequate treatment Among those who improve, relapse occurs in more than 50% of cases in two cases. year. The purpose of this study was to determine the relationship between students\u27 knowledge of health protocols and the anxiety of PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo students. This research method uses the correlation method, the instrument uses a knowledge questionnaire and a Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) questionnaire. The analysis in this research uses the Chi Square test. The results of this study indicate that there is no significant relationship between the knowledge possessed by adolescents about Covid-19 and the level of anxiety experienced by adolescents. Therefore, further researchers can re-identify what factors cause adolescent anxiety during the Covid-19 pandemic, so that it can be used as a basis in efforts to overcome adolescent mental disorders due to the pandemic.Pengetahuan yang baik melakukan protokol kesehatan berdampak terhadap keamanan diri di masa pandemi Covid-19. Namun Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya ansietas. Ansietas adalah rasa takut dan rasa cemas termasuk bagian dari respon terhadap stress dalam rentan sehat dan tanda bagi seseorang untuk melindungi dari situasi yang berbahaya Orang dengan pengetahuan yang kurang baik tentang protokol kesehatan covid-19 cenderung memiliki kecemasan yang tinggi. Kecemasan yang tinggi bisa berdampak terhadap kesehatan sehingga dapat menurunkan produktifitas dan kualitas hidup seperti daya imun menurun sehingga menyebabkan demam, flu, batuk, dan pusing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan santri tentang protokol kesehatan dengan kecemasan santri PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Metode penelitian ini menggunakan metode survey analitik, instrumennya menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety ( HRS-A) Analisis pada penilitian ini menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan yang dimiliki remaja tentang Covid-19 dengan tingkat kecemasan yang dialami pada remaja. Oleh sebab itu peneliti selanjutnya dapat mengidentifikasi ulang faktor apa yang menyebabkan kecemasan remaja saat pandemi Covid-19, sehingga dapat dijadikan dasar dalam upaya untuk menangani gangguan mental remaja karena pandemi.  
Pengaruh Terapi Murottal Q.S Ar Rahman Terhadap Status Hemodinamika Pada Pasien Hemodialisa
Chronic kidney disease (CKD) is an irreversible and progressive damage to renal function in which the body\u27s capabilities fail to carry out metabolic defenses. Hemodialysis is one of several treatments that can be done, but many sufferers face medical complications. Problems that are always experienced are hypertension and hypotension. One of several methods to improve hemodynamic status is Al-Qur\u27an murottal therapy. The purpose of this study was to determine the effect of murottal Al-Qur\u27an therapy on hemodynamic status. This research is a Quasy-Experiment using pre and post test with control group design. The sample of this research is 38 respondents using simple random sampling technique. The analysis used is the T test. The results showed that there was a decrease in systolic blood pressure (p value 0.000) and MAP (p value 0.000), HR (p value 0.017) and RR (p value 0.011) and there was no decrease in diastolic blood pressure (p value 0.112). The conclusion of this research is that murottal Al Qur\u27an performed for one week has an effect on decreasing hemodynamic status (systolic blood pressure, mean arterial pressure (MAP), heart rate (HR) and respiratory rate (RR) for hemodialysis patients.Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kerusakan fungsi renal secara irreversible serta progresif dimana kapabilitas tubuh gagal demi melakukan pertahanan metabolisme. Hemodialisis ialah satu dari beberapa pengobatan yang bisa dilakukan, tetapi penderita banyak yang menghadapi komplikasi medis. Masalah yang selalu dialami ialah hipertensi serta hipotensi. Satu dari beberapa metodedalam memperbaiki status hemodinamika yakni terapi murottal Al Qur’an. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al Qur’an atas status hemodinamika. Riset ini ialah Quasy-Experiment menggunakan pre and post test with control group design. Sampel riset ini sebanyak 38 responden menggunakan teknik simple random sampling. Analisa yang dipakai ialah uji T Test. Hasil riset membuktikan bahwa terjadi, penurunan tekanan darah sistolik (p value 0,000) dan MAP (p value 0,000), HR (p value 0,017) dan RR (p value 0,011) serta tidak terjadi penurunan tekanan darah diastolik (p value 0,112). Kesimpulan riset ini ialah murottal Al Qur’an yang dilakukan selama satu minggu berpengaruh terhadap menurunnya status hemodinamika (tekanan darah sistolik, mean arterial pressure (MAP), heart rate (HR) dan respiratory rate (RR) untuk penderita hemodialisis
Pengaruh Edukasi Quartet Card Terhadap Pengetahuan Anak Sekolah Tentang Isi Piringku
The level of nutritional knowledge of a child is a very important domain for the formation of behavior. Lack of knowledge of children about nutrition resulted in irregular nutritional intake. Therefore, children really need special attention, especially in the level of knowledge about nutrition which is visualized in Isi Piringku. The purpose of this study was to determine the effect of Quartet Card education on school children\u27s knowledge of the contents of Isi Piringku before and after health education. This type of research is quantitative with a pre-experimental method with a one-group pretest posttest approach without a control group. Determination of the sampling technique using cluster random sampling with a target population of 112 students. The research sample is 4th and 5th grade students of SD Negeri 102 Palembang, totaling 88 respondents. The instrument used was a knowledge level questionnaire that was given before and after the Quartet Card educational intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank test with a significance level of p value <0.05. The results of statistical tests using the Wilcoxon Signed Rank test showed that the median value before education was 10.00, after education was 14.00, and the p value = 0.000 (p value <0.05). The conclusion of this research is that there is an effect of using Quartet Card education on school children\u27s knowledge about Isi Piringku Contents.Tingkat pengetahuan gizi seorang anak merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku. Kurangnya pengetahuan anak tentang gizi mengakibatkan ketidakteraturan asupan gizi. Oleh sebab itu, anak sangat membutuhkan perhatian khusus terutama dalam tingkat pengetahuan tentang gizi yang di visualisasikan dalam Isi Piringku. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi Quartet Card terhadap pengetahuan anak sekolah tentang isi piringku sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pra experiment dengan pendekatan one grup pretest posttest tanpa kelompok kontrol. Penentuan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan populasi target berjumlah 112 siswa. Sampel penelitian yaitu siswa kelas 4 dan 5 SD Negeri 102 Palembang yang berjumlah 88 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner tingkat pengetahuan yang diberikan sebelum dan setelah intervensi edukasi Quartet Card. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat kemaknaan p value <0,05. Hasil uji statistik didapatkan nilai median sebelum edukasi 10,00, setelah edukasi 14,00, dan nilai p value = 0,000 (p value <0,05). Simpulan yaitu ada pengaruh penggunaan edukasi Quartet Card terhadap pengetahuan anak sekolah tentang Isi Piringku. Oleh karena itu, diharapkan para siswa bisa mengkonsumsi makanan dalam sekali makan sesuai porsi yang direkomendasikan yaitu slogan “Isi Piringku” agar memperoleh gizi yang seimbang
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Corona Virus Disease : Literature Review
Coronavirus Disease (Covid-19) is a dangerous virus that infects the respiratory tract so that it can have an impact on death. The initial discovery of this virus came from China. The spread of the Covid-19 virus is very fast and the transmission rate is quite high. The rate of increase in cases is growing faster, so it takes people\u27s behavior that can change themselves to maintain cleanliness. The public must also adhere to health protocols, such as wearing masks, washing hands and keeping a distance. The purpose of writing this literature review is to determine the relationship between knowledge and community behavior in preventing the transmission of COVID-19. This study uses the Literature Review method, namely by searching for article data sources taken using Google Scholar. The period of the articles that are used as references is from 2020 - 2021. From the results of the selection that has been carried out using the inclusion criteria, 10 articles are obtained that will be reviewed. The results obtained from the 10 articles reviewed were 6 articles which stated that there was a significant relationship between knowledge and community behavior in preventing Cofid-19. While the 3 articles there is no significant relationship.Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan virus berbahaya yang menginfeksi saluran pernafasan sehingga dapat berdampak kematian. Tidak disiplinnya perilaku masyarakat membuat angka kasus COVID-19 di Indonesia terus bertambah drastis setiap harinya. Untuk menekan angka kasus terus berkembang, maka perilaku masyarakat untuk menjaga kebersihan dirinya sangatlah penting. Tujuan penulisan literature review ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review yaitu dengan pencarian sumber data artikel yang diambil menggunakan Google Scholar, Portal Garuda dan Pubmed. Periode artikel yang dijadikan referensi adalah dari tahun 2017-2021. Dari hasil seleksi yang telah dilakukan dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 10 artikel yang akan di review. Hasil yang diperoleh dari 10 artikel yang direview ada 6 artikel yang menyatakan ada hubungan secara signifikan antara pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Sedangkan 3 artikel tidak terdapat hubungan yang signifikan
Intervensi Untuk Menurunkan Kecemasan Keluarga Yang Mendampingi Pasien Kritis Di Intensive Care Unit : Literature Review
The family plays an important role in determining the method or treatment needed by the patient in the intensive care unit. However, vulnerable families experience anxiety which will prolong the decision-making process and patient care, so it is very important for nurses to overcome family anxiety so as not to interfere with the functioning of the family\u27s role properly. The purpose of this study was to identify interventions to reduce anxiety in families accompanying patients in the intensive care unit. This research method is a literature review that analyzes articles from five reputable databases, namely Pubmed, CINAHL Plus, Wiley, Science Direct, and Google Scholar with the year of publication of the article between 2016-2021. The keywords used in the article search consisted of \u27Patient\u27s family\u27, \u27caregivers\u27, \u27family\u27, \u27therapy\u27, \u27anxiety in critical care\u27, and \u27fear\u27. The search results found 11 articles that met the criteria from 85,759 identified articles. The results of the article review identified that interventions that could reduce family anxiety consisted of Aurosoma Therapy, Nurse Social Support, Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Spiritual-Religious Intervention, Tele-Mental Health Intervention, Family Integrated Care (FICare), and Nursing Intervention. As well as three interventions that can reduce other psychological symptoms such as depression and stress; Communication Facilitator, Nursing Consultation, and Early Integrated Palliative Care. It is necessary to develop research with a combination of interventions that reduce the level of anxiety in families in Indonesia and be integrated with a critical care setting system to develop comprehensive and holistic nursing care with the patient\u27s family as one of the essential aspects that need to be considered by nursing.Keluarga berperan penting dalam menentukan metode atau pengobatan yang dibutuhkan pasien di intensive care unit. Tetapi keluarga rentan mengalami kecemasan yang akan memperlama proses pengambilan keputusan dan perawatan pasien, sehingga sangat penting bagi perawat untuk mengatasi kecemasan keluarga agar tidak mengganggu jalannya peran keluarga dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi intervensi untuk menurunkan kecemasan keluarga yang mendampingi pasien di intensive care unit. Metode penelitian ini adalah literature review yang menganalisis artikel dari lima database bereputasi yaitu Pubmed, CINAHL Plus, Wiley, Science Direct, dan Google Scholar dengan tahun publikasi artikel antara 2016-2021. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel terdiri dari ‘Patient’s family’, ‘caregivers’, ‘family’, ‘therapy’, ‘anxiety in critical care’, dan ‘fear’. Hasil pencarian didapatkan 11 artikel yang memenuhi kriteria dari 85.759 artikel yang teridentifikasi. Hasil review artikel mengidentifikasi bahwa intervensi yang dapat menurunkan kecemasan keluarga terdiri dari Terapi Aurosoma, Nurse Social Support, Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Spiritual-Religious Intervention, Tele-Mental Health Intervention, Family Integrated Care (FICare), dan Nursing Intervention. Serta tiga intervensi yang dapat menurunkan gejala psikologis lainnya seperti depresi dan stress; Communication Facilitator, Nursing Consultation, dan Early Integrated Paliative Care. Perlu dilakukan pengembangan pada penelitian dengan kombinasi intervensi yang menurunkan level kecemasan pada keluarga di Indonesia dan diintegrasikan dengan sistem setting critical care untuk mengembangkan asuhan keperawatan yang komprehensif dan holistik dengan keluarga pasien sebagai salah satu aspek esensial yang perlu diperhatikan oleh keperawatan
Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis)
The visit of Hypertension and Diabetes Mellitus suffers who are members og the Chronic Disease Management Program (PROLANIS) are quite high with 576 visits. Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu has the highest number of visits to 10 other Puskesmas. The purpose og this study is to detemine the implementation of PROLANIS program Puskesmas Jalan Gedang, Bengkulu City. This study used a qualitative method. The informants have been involved in this study were 8 people consisting of 1 head of Puskesmas, 1 BPJS officer, 1 Person in charge of PROLANIS, and 5 PROLANIS participants. The data of the study were analyzed through data reduction, data review, and drawing conclusions or verification. PROLANIS program policy has been programmed and planned according to the provisions. Personnel involved in PROLANIS activities were, health workers, BPJS parties, PROLANIS cadres and PROLANIS members. The process of conducting medical consultations for PROLANIS participants, cadres abd health workers, and education of PROLANIS participant groups with questions and answers and providing information, the home visit was less than optimal due to lock of the time and extensive work area of the puskesmas. Remembers sms program was still not optimally done, if there was a change in the schedule of PROLANIS activities were gymnastics.Tingginya jumlah kunjungan bagi penderita Hipertensi dan Diabetes Melitus dengan jumlah kunjungannya 576 orang yang tergabung dalam PROLANIS. Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu, memiliki jumlah kunjungan tertinggi dari 10 Puskesmas dengan peserta Prolanisnya. Tujuan penelitian ini mengetahui pelaksanaan PROLANIS di Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang yang terdiri dari 1 orang kepala puskesmas, 1 orang BPJS, 1 orang penanggung jawab prolanis, 5 orang peserta prolanis. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verfikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga yang terlibat dalam kegiatan prolanis adalah tenaga kesehatan, pihak BPJS, kader prolanis dan anggota prolanis. Kebijakan program prolanis telah sesuai dengan BPJS yaitu dengan melibatkan anggota BPJS kesehatan sebagai koordinator pemantau, pencatatan, dan pelaporan kegiatan untuk proses pencairan dana anggota prolanis, kebijakan ini juga di dukung penuh dari kepala puskesmas dan tenaga kesehatan yang bertanggung jawab. Tenaga kesehatan di puskesmas haruslah dilakukan pelatihan dengan bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk meningkatkan edukasi dalam peran dan tanggung jawab setiap anggota yang terlibat didalam program prolanis. Dana prolanis puskesmas setiap 1 bulan sekali dengan kontrol kesehatan setiap 3 bulan. Proses pelaksanaan konsultasi medis peserta prolanis, kader dan tenaga kesehatan, edukasi kelompok peserta prolanis dengan tanya jawab serta pemberian informasi dari rumah ke rumah atau home visit. Kegiatan home visit kurang optimal karena kurangnya waktu dan wilayah kerja Puskesmas luas. Aktivitas prolanis yang dilaksanakan berupa senam dan cek gula darah untuk Diabetes Melitus serta darah tinggi untuk Hipertensi
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keikutsertaan Ibu Hamil Dalam Program Vaksinasi COVID-19
Pregnant women are at high risk of being infected with COVID-19 which will increase the risk of death for both mother and baby. Currently, data regarding the participation of pregnant women in the COVID-19 vaccination program is still far from the target, due to many influencing factors such as age, education, knowledge, family support, and community culture. This study aims to analyze the factors that influence the participation of pregnant women in the COVID-19 vaccination program in the East Belitung Regency. The type of research used is quantitative research with a Cross Sectional approach. The sample size in this study was 100 pregnant women respondents in the East Belitung Regency. The observed variable is the independent variable (age, education, knowledge, family support, and community culture) which will be associated with the dependent variable (covid-19 vaccination participation) with the chi-square test. The results of this study prove that there is a significant relationship between age (p-value = 0.000), education (p-value = 0.000), knowledge (p-value = 0.000), family support (p-value = 0.000), and community culture (p-value = 0.000) with the participation of pregnant women in the COVID-19 vaccination program in the East Belitung Regency Region.Ibu hamil berisiko tinggi terinfeksi COVID-19 yang akan meningkatkan risiko terjadinya kematian pada ibu dan bayi. Saat ini data mengenai keikutsertaan ibu hamil dalam program vaksinasi COVID-19 masih jauh dari sasaran, dikarenakan banyaknya faktor yang mempengarihi seperti usia, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan ibu hamil dalam program vaksinasi COVID-19 di Wilayah Kabupaten Belitung Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden ibu hamil di wilayah Kabupaten Belitung Timur. Variabel yang diamati adalah variabel independent (usia, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan budaya masayarakat) yang akan dihubungkan dengan variabel dependen (keikutsertaan vaksinasi COVID-19) dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada hubungan yang bermakna antara usia (p-value = 0,000), pendidikan (p-value = 0,000), pengetahuan (p-value = 0,000), dukungan keluarga (p-value = 0,000), dan budaya masyarakat (p-value = 0,000) dengan keikutsertaan ibu hamil dalam program vaksinasi COVID-19 di Wilayah Kabupaten Belitung Timur
Hubungan Aspek Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap
Patient satisfaction is one indicator of success obtained from the patients. The standard of outpatient satisfaction according to the Ministry of Health in 2016 is above 90%. Patient satisfaction is one indicator of the quality of services we provide and patient satisfaction is a capital to get more patients and to get loyal patients. The purpose of this study was to determine the aspect of service quality on the satisfaction of inpatients at the DepatiBahrin Hospital Sungailiat Bangka. For the work area at the Depati Bahrin Sungai liat General Hospital, inpatient satisfaction has increased in the last 3 years. In 2018 it was 81.50%, in 2019 it was 83%, in 2020 it was 84.56%. This study was conducted using a cross sectional design and chi-square test with the results in the form of bivariate analysis and univariate analysis. The research population is hospitalized patients in June 2021. The research sample is mostly aged > 18 years from the study population, which amounted to 83 respondents. The research instrument used a questionnaire containing 21 questions. The results showed that there was a relationship between reliability p value (0.000), responsiveness p-value (0.000), physical evidence p-value (0.029), assurance p-value (0.000), empathy p-value (0.038) and patient satisfaction in inpatient services. Suggestions from this study are to improve the performance and quality of the factors of reliability, responsiveness, physical evidence, assurance, and empathy so that inpatient satisfaction indicators increase.Kepuasan pasien adalah salah satu indikator kualitas pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui aspek kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap Di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka. Untuk wilayah kerja di Rumah Sakit Umum Depati Bahrin Sungailiat, kepuasan pasien rawat inap meningkat 3 tahun terakhir. Pada tahun 2018 sebesar 81,50% , pada tahun 2019 sebesar 83%, pada tahun 2020 sebesar 84,56%. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional dan uji chi-square dengan hasil berupa analisa bivariat dan analisa univariat. Populasi penelitian yaitu pasien rawat inap pada bulan Juni 2021. Sampel penelitian yaitu sebagian besar berusia > 18 tahun dari populasi penelitian yang berjumlah 83 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi 21 pertanyaan. Hasil penelitian diketahui ada hubungan antara kehandalan p value (0,000), daya tanggap p value (0,000), bukti fisik p value (0,029), jaminan p value (0,000), empati p value (0,038) dengan kepuasan pasien dalam pelayanan rawatinap. Saran dari penelitian ini adalah meningkatkan kinerja maupun kualitas dari faktor kehandalan, daya tanggap, bukti fisik, jaminan, dan empati agar indikator kepuasan pasien rawat inap meningkat
Implementasi Inovasi Keperawatan “Therapeutic Atmosphere” di Ruang Rawat Inap
Hospitalization for patients with mental disorders is a situation where they are far from their usual environment and live together with new and foreign people. These psychiatric disorders can cause serious psycho-social limitations for patients. The decline in social functioning is one of these limitations. Patients often experience deterioration in social functioning and self-care. Therapeutic atmosphere is designed to train the fulfillment of social needs and patient self-care. This activity aims to improve interaction skills, fulfill the patient\u27s self-care and spiritual needs in the inpatient room. Activities in a therapeutic atmosphere include morning meetings, clean Fridays, and religious time with their respective goals and assessed using pre and post observations with indicators- indicators that have been made according to the implementation objectives. The results of the activity showed that interaction skills increased from 30% to 90%, self-care fulfillment improved and increased from 20% to 90%, and spiritual fulfillment became better from 50% to 70%. Based on these results, it is hoped that therapeutic atmosphere innovation activities can become recommendations for routine activities that are therapeutic or healing and can be applied in mental hospitals.Rawat inap bagi pasien dengan gangguan jiwa merupakan situasi dimana mereka jauh dari lingkungan biasanya dan menjalani kebersamaan dengan orang-orang baru dan asing. Gangguan kejiwaan ini dapat menyebabkan keterbatasan psiko-sosial yang serius bagi pasien. Kemunduran dalam fungsi sosial merupakan salah satu di antara keterbatasan itu. Pasien kerap mengalami masalah kemunduran dalam fungsi sosial dan perawatan dirinya. Therapeutic atmosphere dirancang guna melatih pemenuhan kebutuhan sosial dan nperawatan diri pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interaksi, pemenuhan kebutuhan perawatan diri dan spiritual pasien di ruang rawat inap Kegiatan dalam therapeutic atmosphere meliputi morning meeting, jum’at bersih, dan religious time dengan tujuannya masing-masing dan dinilai menggunakan pre dan post observasi dengan indikator-indikator yang telah dibuat sesuai tujuan pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan keterampilan interaksi meningkat dari 30% menjadi 90%, pemenuhan perawatan diri membaik dan mengalami peningkatan dari 20% menjadi 90%, dan pemenuhan spiritual menjadi lebih baik dari 50% menjadi 70%. Berdasarkan hasil ini diharapkan kegiatan inovasi therapeutic atmosphere dapat menjadi rekomendasi kegiatan rutin yang bersifat therapeutic atau menyembuhkan dan dapat diterapkan di rumah sakit jiwa
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Vaksinasi Covid-19
Covid-19 is an infectious disease designated as a global health problem which as subsequently designated as a pandemic by the World Health Organization. Starting in 2021, Covid-19 vaccinations have begun to be carried out in various countries, including Indonesia. Lack of public knowledge causes one of the factors that the implementation of vaccination is not optimal. One of the people\u27s refusal is not to get vaccinated because people do not know the purpose of the vaccination. The purpose of this study is to identify the level of public knowledge about Covid-19 vaccination at Lumban Pinasa Village, Habinsaran District. The population in the study amount to 400 people, the sampling technique used the Slovin formula obtained as many as 80 people. This research use descriptive research method with the sampling technique is random sampling. The level of public knowledge about Covid-19 vaccination has good knowledge of 73 respondents (91.3%), and sufficient knowledge of 7 people (8.8%). It is hoped that the public will maintain knowledge about Covid-19 vaccination and continue to seek information related to Covid-19 vaccination.Covid-19 adalah penyakit menular yang ditetapkan sebagai masalah kesehatan global yang selanjutnya ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO. Mulai tahun 2021 vaksinasi Covid-19 sudah mulai dilakukan di berbagai negara termasuk Indonesia. Kurangnya pengetahuan masyarakat menyebabkan salah satu faktor pelaksanaan vaksinasi belum optimal. Salah satu penolakan masyarakat tidak mau divaksin karena masyarakat tidak mengetahui tujuan vaksinasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi Covid-19 di Desa Lumban Pinasa Kecamatan Habinsaran. Populasi dalam penelitian berjumlah 400 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin yang diperoleh sebanyak 80 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi Covid-19 memiliki pengetahuan baik 73 responden (91,3%), dan pengetahuan cukup 7 orang (8,8%). Kepada masyarakat diharapkan tetap mempertahankan pengetahuan tentang vaksinasi Covid-19 dan tetap mencari informasi terkait vaksinasi Covid-19