Jurnal Universitas PGRI Banyuwangi
Not a member yet
3428 research outputs found
Sort by
Perancangan Mesin Pembelah Bambu dengan Pisau Portabel untuk Kapasitas 500 Bambu per Jam
Industri bambu memiliki peran penting dalam mendukung usaha kecil, namun proses pembelahan bambu secara manual masih menjadi kendala utama yang menghambat produktivitas dan berisiko terhadap keselamatan pekerja. Mesin pembelah bambu yang tersedia di pasaran saat ini cenderung mahal dan sulit dijangkau oleh produsen skala kecil, sehingga diperlukan alternatif yang lebih terjangkau dan efisien. Penelitian ini merancang dan mengembangkan mesin pembelah bambu yang ringkas untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan bagi usaha kecil. Mesin ini menggunakan motor berdaya 1 hp dan dilengkapi lima bilah pisau untuk membelah bambu selebar 3 cm menjadi empat bagian seragam berukuran 6x6x200 mm. Sistem transmisinya terdiri dari motor, reduktor, sproket dan rantai, serta pulley dan sabuk untuk memastikan operasi yang stabil dan andal. Solusi yang diusulkan ini menawarkan alternatif yang lebih hemat biaya dan efisien dibandingkan metode manual, sekaligus meningkatkan keselamatan kerja dan skalabilitas dalam pengolahan bambu. Studi ini menekankan pentingnya mekanisasi berbiaya rendah dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan di industri bambu skala kecil
Pengaruh Renang Gaya Bebas dan Gaya Katak Terhadap Motorik Kasar Anak Usia 6-7 Tahun di Myu Swimming Club
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh renang gaya bebas dan gaya dada terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 6-7 tahun di Myu Swimming Club, serta mengidentifikasi gaya mana yang memberikan dampak lebih besar. Metode yang digunakan adalah desain eksperimental dengan pre-test dan post-test, yang melibatkan 24 anak yang dibagi menjadi dua kelompok. Hasil uji-t sampel berpasangan menunjukkan bahwa kedua gaya renang secara signifikan meningkatkan kemampuan motorik kasar, termasuk lari cepat, kelincahan, keseimbangan, dan melempar bola. Namun, analisis uji-t sampel independen menunjukkan bahwa gaya bebas memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan dengan gaya dada. Temuan ini menunjukkan bahwa program renang dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak-anak, dengan gaya bebas menjadi pilihan yang lebih unggul. Kesimpulan ini memberikan wawasan bagi orang tua dan pelatih dalam memilih teknik renang yang sesuai untuk perkembangan anak
Pandangan Masyarakat Ngemplak Simongan Kota Semarang terhadap Olahraga Billiard
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan masyarakat Ngemplak Simongan Kota Semarang terhadap olahraga billiard. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan sampel sejumlah 20 responden yang terdiri tokoh masyarakat serta warga umum dari berbagai usia dan latar belakang sosial di Kelurahan Ngemplak Simongan Kota Semarang. Instrumen penelitian menggunakan wawancara dan observasi lapangan. Simpulan penelitian bahwa pandangan masyarakat di Ngemplak Simongan terhadap olahraga billiard termasuk positif (80%) karena billiard sudah masuk di dalam cabang olahraga yang dipertandingkan meskipun di Kota Semarang masih minim adanya atlet profesional. Selain itu ada beberapa pandangan bahwa billiard adalah olahraga yang unik tetapi susah untuk memainkannya. Tidak semua masyarakat memberi pandangan positif, ada juga yang berpandangan negatif (10%) karena masih ada beberapa masyarakat yang berpegang pada pandangan zaman dulu yaitu mengaitkan billiard dengan penyimpangan sosial dan ada juga orang tua yang khawatir anak atau keluarganya terjerumus ke penyimpangan tersebut. Di lain sisi masih ada masyarakat yang berpandangan netral (10%) yang tetap mendukung adanya olahraga billiard meskipun ada beberapa pelaku yang ditemui masih menyalahgunakan olahraga billiard ke hal yang tidak baik
Pengembangan Main Game Bareng Olahraga (Mabor) Berbasis Canva untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik dan Kreativitas Siswa SMP Negeri 1 Pamekasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif berupa permainan edukatif berjudul “Main Game Bareng Olahraga” (MABOR) berbasis Canva, yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan motorik dan kreativitas siswa di SMP Negeri 1 Pamekasan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan media pembelajaran interaktif dan menyenangkan yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VII. Alat yang digunakan meliputi observasi, kuesioner, dan tes keterampilan. Hasil menunjukkan bahwa pengembangan media MABOR berbasis Canva dianggap sangat layak berdasarkan validasi oleh ahli materi pelajaran dan ahli media. Implementasi produk menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan motorik (33,8%) dan kreativitas siswa (31,8%) setelah menggunakan media ini. Permainan yang dikembangkan melalui platform Canva mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Oleh karena itu, media MABOR berbasis Canva dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di tingkat sekolah menengah pertama (SMP)
Motivasi Atlet Putra Floorball Jawa Timur dalam Mengikuti Pertandingan Eksibhisi PON 2024
Kajian motivasi atlet di Indonesia masih sangat minim pada cabang olahraga minor atau yang sedang berkembang seperti Floorball, padahal motivasi (baik intrinsik maupun ekstrinsik) merupakan elemen penting yang menentukan keberhasilan dalam olahraga beregu yang menuntut teknik dan kekompakan tinggi. Penelitian ini bertujuan utama untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan secara spesifik tingkat motivasi atlet putra Floorball Jawa Timur yang berlaga di ajang eksibisi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 19 responden atlet putra Floorball Jawa Timur, setelah peneliti dikeluarkan dari sampel untuk menjaga objektivitas. Hasil analisis deskriptif menemukan kontradiksi yang menarik, meskipun tim berhasil meraih medali emas, tingkat motivasi umum atlet didominasi pada kategori cukup hingga kurang (73,7%). Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja puncak tim dicapai karena adanya faktor penentu kemenangan yang kuat di luar aspek motivasi individu, seperti keunggulan kemampuan teknis, strategi pelatih yang unggul, dan kekompakan tim (team cohesion) yang berfungsi sebagai faktor kompensasi. Kesimpulan: penelitian ini menantang asumsi bahwa motivasi tinggi adalah syarat mutlak bagi prestasi tertinggi dalam konteks tertentu. Implikasi praktisnya adalah mempertahankan dan mengoptimalkan faktor kompensasi tersebut sambil meningkatkan motivasi ekstrinsik. Penelitian masa depan disarankan untuk menganalisis secara kualitatif faktor kompensasi ini secara mendalam
THE CONCEPT OF MASHLAHAH ACCORDING TO THE VIEW OF RAMADHAN AL-BUTHI DAN NAJMUDDIN AT-THUFI : KONSEP MASHLAHAH MENURUT PANDANGAN RAMADHAN AL-BUTHI DAN NAJMUDDIN AT-THUFI
Fenomena penggunaan akal yang terkadang melampaui batas dalam istinbat hukum Islam menjadi kegelisahan Ramadhan al-Buthi. Mashlahah dalam pandangan Ramadhan al-Buthi bukan merupakan dalil yang sifatnya independen, melainkan harus didukung dengan dalil lainnya. Oleh karenanya, menanggapi fenomena tersebut Ramadhan al-Buthi membuat batasan dalam konsep maslahah. Menurut Ramadhan al-Buthi dalam bukunya Dhawabith al-Mashlahah fi as-Syari’ah al-Islamiyyah, mashlahah dapat diakomodir menjadi hukum syara’ apabila memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: Pertama, bahwa mashlahah masih dalam ruang lingkup tujuan syari’ (maqashid as-syar’iyyah). Kedua, tidak bertentangan dengan al-Qur’an. Ketiga, tidak bertentangan dengan sunnah. Keempat, tidak bertentangan qiyas, dan kelima tidak bertentangan dengan kemashlahatan yang lebih tinggi. Dalam pandangan Ramadhan al-Buthi konsep mashlahah meliputi hifdz addin, hifdz an-nafs, hifdz al-aql, hifdz an-nasl, hifdz al-mal. Implementasinya tentunya berdasarkan urutannya. Kemaslahatan yang lebih tinggi harus didahulukan terhadap kemaslahatan yang lebih rendah. Sedangkan pandangan at-Thufi tentang mashlahah merupakan dalil tersendiri dan mandiri di luar teks, sehingga akal bebas menentukan kemaslahatan dan kemafsadatan. Dengan demikian secara epistemologis, at-Thufi lebih menempatkan posisi akal dari pada wahyu dalam menentukan kemashlahatan dan kemafsadatan hukum
STUDY ON THE UTILIZATION OF LOCAL HISTORICAL HERITAGE OF JAPANESE FORTS IN BADEAN VILLAGE AS AN EFFORT TO INCREASE THE INTEREST IN LEARNING HISTORY OF MTS NURUL IMAN STUDENTS: Studi Pemanfaatan Warisan Sejarah Lokal Benteng Jepang di Desa Badean sebagai Upaya Meningkatkan Minat Belajar Sejarah Siswa MTs Nurul Iman
Interest in learning history among students, especially in rural areas of Indonesia, has decreased significantly, so that only about 35% of students show high interest in the subject. This condition has the potential to threaten their understanding of culture and national identity. This study aims to examine the use of the Japanese Fortress located in Badean Village as a source of history learning to increase the learning interest of MTs Nurul Iman students. A qualitative approach with an exploratory design is applied to explore the experiences and perceptions of students, teachers, and the community through in-depth interviews, participatory observations, and focused group discussions. The results of the study revealed that visits and hands-on learning at the Japanese Fort site were able to increase students' interest and understanding of history. Interactive and contextual learning experiences encourage deeper emotional engagement of students. In addition, the use of these local historical sites helps students identify and live the cultural values inherent in their communities. These findings show the effectiveness of the Japanese Fortress as a historical educational medium in strengthening the cultural identity and learning motivation of MTs Nurul Iman students. The research recommends the need for adequate education policy support, special training for teachers, and improvements to the physical facilities of the site to optimize the use of local historical heritage. The integration of historical sites into the formal curriculum is also suggested as a strategic step in improving the quality of history learning in Indonesia as a whole
Financial Hardship and Its Correlation with Teacher Professionalism in Rural Primary Schools of Modoinding
This study aims to provide an overview of the professionalism of elementary school teachers, the relationship between economic burdens and the level of teacher professionalism, and what economic burdens are wrapped around and most wrapped around teachers in rural areas located in the Modoinding sub-district, South Minahasa district, North Sulawesi, Indonesia. This research uses a descriptive qualitative method. A total of 92 teachers were selected as the sample of this study varying between levels D-II, D-III, and D-IV/S1. In-depth interviews were conducted in this study, and the identification results found that 30 teachers belonged to class IIIa with working periods varying between 10 to 16 years and a salary range between IDR.3,252,900 to IDR.3,570,100. The research results found several types of financial burdens experienced by teachers, and the most wrapped around them are limited salaries, incentives, and debt. It showed that instructors deal with a variety of financial difficulties, the most common being inadequate pay, little incentives, and excessive debt. Their inability to pay for necessities is hampered by these financial difficulties, which also have a negative effect on their concentration and commitment to their work-related obligations. Particularly when it comes to debt, teachers are frequently compelled to look for other means of money, which takes them away from their core responsibility as educators. As a result, these financial constraints may have a negative impact on the standard of instruction underscoring the need for more focused interventions to address these problems
Shadow puppet, Gamelan, Malangan TAXONOMY OF THE GENDING OF THE FILM IN THE CASE OF NICK O'NEILL, NICK O'NEILL : Taksonomi Gending Wayang Kulit Gaya Malangan Dalam Pementasan Dalang Ki Niko Anom Carito
This research aims to examine the taxonomy of gending wayang kulit gaya Malangan in the performances of the puppeteer Ki Niko Anom Carito. This study also employs a qualitative approach with a focus on art taxonomy, identifying and classifying the gending used in the performances, as well as understanding the symbolic meanings of the gending and their functions in creating the atmosphere of wayang kulit gaya Malangan performances. The results indicate that puppeteer Ki Niko Anom Carito preserves traditional gending such as Eling-Eling Malangan, Gandakusuma, and Samirah, each of which holds its own philosophical and spiritual values. Additionally, the wayang kulit gaya Malangan performances by Ki Niko Anom Carito rely on the structure of pathet and ayak-ayak as characteristic musical features of the East Javanese wayang kulit, with the addition of pathet sepuluh introducing various innovations that make wayang kulit gaya Malangan distinct from other East Javanese styles. This research demonstrates how wayang kulit gaya Malangan performances serve not only as entertainment but also as a means of preserving local culture and showcasing the identity of the Malang community
BUILDING SOCIAL AND ECOLOGICAL AWARENESS OF STUDENTS OF SMP NEGERI 4 TENGGARONG THROUGH PPKN LEARNING IN THE CONTEXT OF THE IMPACT OF COAL MINING IN TENGGARONG
This study aims to determine the strategies and roles of teachers in increasing students' awareness and responsiveness to the socio-ecological impacts of coal mining activities at at Tenggarong Junior High School, East Kalimantan. The study used a descriptive qualitative approach with research subjects consisting of the vice principal, social studies and civics teachers, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through the process of reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that students' awareness was still relatively low due to the lack of environmental education in the curriculum and the lack of information from external sources. The strategies implemented by teachers in learning such as the use of local case studies, focus group discussions, collaborative projects, and the Problem-Based Learning (PBL) approach were proven to be effective in increasing students' awareness and responsiveness. The improvement was seen from the results of the pre-test and post-test as well as the quality of project work such as mind mapping. This study emphasizes the importance of integrating socio-ecological education in the learning process to form a generation that is critical, environmentally conscious, and socially responsible