Jurnal Universitas PGRI Banyuwangi
Not a member yet
    3428 research outputs found

    Rancang Bangun Stabilisasi Pengisian Baterai Sepeda Listrik Menggunakan Buck-Boost Converter

    No full text
    Kemajuan teknologi kendaraan listrik, khususnya sepeda listrik, menuntut sistem pengisian daya yang efisien dan stabil untuk menjaga kinerja dan umur baterai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengisian daya baterai yang stabil untuk sepeda listrik menggunakan Buck-Boost Converter yang dikontrol oleh pengontrol PID berdasarkan metode Ziegler-Nichols. Sistem ini memungkinkan penyesuaian tegangan input dari generator sepeda agar sesuai dengan kebutuhan baterai, baik dengan meningkatkan (boost) maupun menurunkan (buck) tegangan sesuai kebutuhan. Untuk mencapai stabilitas dan efisiensi tegangan, pengontrol PID digunakan untuk mengatur siklus kerja melalui potensiometer digital. Sistem diuji dengan variasi tegangan input mulai dari 7V hingga 30V, dan hasilnya menunjukkan bahwa tegangan output berhasil distabilkan pada 25,2V, dengan deviasi maksimum ±0,4V. Arus output juga dipertahankan pada tingkat yang stabil, tidak melebihi 2A, selama pengisian daya baterai lithium-ion 24V/10Ah. Dengan menggunakan metode coba-coba, nilai Ku dan Pu ditentukan masing-masing sebesar 4,0 dan 0,6. Berdasarkan metode penyetelan Ziegler-Nichols, parameter PID yang dihasilkan adalah Ti = 0,30, Td = 0,80, Kp = 2,40, Ki = 8,00, dan Kd = 0,18, dengan waktu penyelesaian 3 detik dan overshoot kurang dari 7,7%. Sistem pengisian daya juga dilengkapi pemantauan tegangan dan arus secara real-time menggunakan dua sensor PZEM-017 dan layar LCD I2C. Hasil menunjukkan bahwa proses pengisian daya aman, tidak terjadi overcharging, dan suhu baterai tetap di bawah 40 °C, dengan rata-rata 27,5 °C selama periode pengisian daya. Penelitian ini berhasil meningkatkan stabilitas pengisian daya, memperpanjang masa pakai baterai, dan menawarkan solusi pengisian daya mandiri bertenaga pedal yang efisien dan ramah lingkungan

    IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SISIK IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DI TEMPAT PENDARATAN IKAN MUNCAR DAN PULAU SANTEN BANYUWANGI

    No full text
    Ikan lemuru (Sardinella lemuru) adalah salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digunakan oleh masyarakat. Ikan ini sangat kaya akan nutrisi, menyediakan banyak protein, asam amino, serta asam lemak omega-3 dan omega-6. Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan ikan pelagis yang dapat ditemukan di perairan pantai yang dangkal dan kadang-kadang di perairan laut yang lebih dalam, dengan kadar garam yang cukup tinggi. Ciri-ciri makro dan mikro dari sisik ikan memiliki peran penting dalam proses klasifikasi dan identifikasi spesies. Selain itu, karakteristik sisik ikan (Sardinella lemuru) juga dapat membantu dalam menentukan jenis kelamin dan rekam jejak pertumbuhannya, serta memperkirakan usia ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sisik ikan lemuru (Sardinella lemuru) dari lokasi pendaratan ikan Muncar dan Pulau Santen Banyuwangi, serta untuk mengamati perbedaan karakteristik sisik dari ikan lemuru (Sardinella lemuru)  yang berasal dari Pendaratan Ikan Muncar dan Pulau Santen Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif yang melibatkan pengamatan sampel ikan lemuru (Sardinella lemuru) dalam dua tahap, yaitu tahap makro dan mikro, serta mencakup bagian dorsal, ventral, dan caudal ikan tersebut. Analisis dilakukan terhadap sisik ikan menggunakan mikroskop dan menggunakan uji-t berpasangan dengan software (SPSS). Hasil analisis data menunjukkan bahwa kadar nutrisi di perairan Selat Bali Muncar lebih baik dibandingkan dengan kadar nutrisi di perairan Selat Bali Pulau Santen. Dengan menggunakan sisik ikan lemuru (Sardinella lemuru) dari kedua lokasi penelitian, para peneliti menemukan circuli, radii , dan focus, terutama pada sisik bagian punggung dan ekor

    UJI IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA SUNGAI KALILO KECAMATAN BANYUWANGI: Identification Test of Pathogenic Bacteria in the Kalilo River, Banyuwangi District

    No full text
    Kalilo River is one of the main rivers that flows through densely populated areas in Banyuwangi District. Various community activities such as bathing, washing, waste disposal, and defecation directly into the river have contributed to the decline in water quality. These conditions increase the potential for microbiological contamination, particularly the presence of pathogenic bacteria that can harm public health. This study aims to identify pathogenic bacterial species present in the Kalilo River as indicators of pollution. Water samples were collected from a single location and tested at the Regional Health Laboratory using NA, SSA, and EMB media. Gram staining was conducted to observe bacterial morphology. The results revealed the presence of two pathogenic bacteria, Escherichia coli and Shigella sp., indicating fecal contamination. These findings suggest a significant health risk if the water is used without treatment. Proper domestic waste management and community environmental education are needed to address this issue

    STUDI KUALITAS AIR SUNGAI KALILO, BANYUWANGI: ANALISIS BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND (BOD) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EKOSISTEM

    No full text
    The Kalilo River in Banyuwangi plays a vital role in supporting ecosystems and community activities but faces ecological pressures due to human activities. This study aims to analyze the Biological Oxygen Demand (BOD) levels at the upstream and downstream sections of the Kalilo River and their impact on the ecosystem. The research was conducted in December 2024 using standard BOD testing methods through a quantitative and qualitative approach. Water samples were collected from Grogol Village (upstream) and Kampung Ujung Neighborhood (downstream) and tested at the Environmental Laboratory of Banyuwangi Environmental Agency. Results showed that BOD levels were 0.32 mg/L upstream and 1.33 mg/L downstream. Although both sites met the class II water quality standards (≤ 3 mg/L) according to Government Regulation No. 22 of 2021, the higher BOD level downstream indicated organic pollution from domestic activities. The ecological impact includes reduced dissolved oxygen levels, potentially disrupting aquatic life. This study highlights the importance of waste management and continuous water quality monitoring to ensure the sustainability of the Kalilo River ecosystem

    PROFIL VEGETASI HUTAN MANGROVE DI KAWASAN TELUK PANGPANG RESORT KUCUR TAMAN NASIONAL ALAS PURWO

    No full text
    Climate change and anthropogenic pressures threaten mangrove ecosystems, including in Pangpang Bay, Alas Purwo National Park. This study aims to analyze the mangrove vegetation profile in Kucur Resort, covering species diversity, density, zonation, and environmental parameters. The line transect plot method was applied across four stations (Mangrove Trail, Gendoh, Curah Wuluh, Pletesan), measuring vegetation structure (seedlings, saplings, trees), importance value index (IVI), and temperature, salinity, and pH. Results identified 11 true mangrove species from 7 families, dominated by Rhizophoraceae. Species such as Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, and Ceriops tagal were widely distributed, while Bruguiera sexangula was only found in Gendoh. The highest density occurred in Mangrove Trail (2,554 trees/ha), with moderate Shannon-Wiener diversity (H'=1.57) and low evenness (E'=0.26–0.32). Classic zonation patterns were observed in three stations, driven by salinity and substrate gradients. These findings highlight the need for ecology-based conservation for sustainable management

    IDENTIFIKASI JAMUR PENYEBAB TINEA UNGUIUM PADA KUKU KAKI PETANI DI DUSUN BAROS TIRTOHARGO KRETEK BANTUL

    No full text
    Tinea unguium is a type of superficial mycosis that attacks the nail plate as a result of dermatophyte infection. This study aimed to identify the fungal genera responsible for tinea unguium in the toenails of farmers in Baros Hamlet, Tirtohargo Village, Kretek District, Bantul Regency. Thirteen nail samples were examined microscopically with 20 % KOH and Lactophenol Cotton Blue preparations, and cultured on Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Three fungal genera were identified: Aspergillus (9 isolates), Penicillium (3 isolates) and Trichophyton (1 isolate). Hence, the dermatophyte causing tinea unguium in these farmers’ feet was Trichophyton sp. Microscopic observations revealed conidiophores, vesicles, phialides, and conidia consistent with the morphological characteristics of each genus. These results underscore the need for education on preventative measures, such as wearing appropriate footwear, maintaining foot hygiene, and increasing farmers’ awareness of the risk of fungal infection

    PENGARUH SUHU SINTESIS HIDROTERMAL TERHADAP SIFAT OPTIK KARBON DOTS TERDOPING NITROGEN (N-CDs)

    No full text
    Karbon dots (CDs) telah menarik perhatian luas dalam berbagai aplikasi optik dan biomedis karena memliki sifat fluoresensi, stabilitas kimia, serta biokompatibilitas. Doping nitrogen diketahui dapat meningkatkan intensitas fluoresensi dan quantum yield (QY) dari CDs. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu sintesis hidrotermal terhadap sifat optik karbon dots terdoping nitrogen (N-CDs) yang disintesis menggunakan rumput gajah sebagai sumber karbon dan etilendiamin sebagai sumber nitrogen. Karbon dots terdoping nitrogen disintesis pada berbagai suhu (150°C, 180°C, dan 200°C) dengan metode hidrotermal satu tahap. Karakterisasi dilakukan menggunakan spektroskopi UV-Vis, spektrofluorometer, dan Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk mengidentifikasi perubahan sifat optik dan mengetahui gugus fungsi N-CDs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu sintesis mempengaruhi pergeseran panjang gelombang emisi maksimum dan intensitas fluoresensi N-CDs. Pada suhu yang lebih tinggi, terjadi peningkatan delokalisasi elektron yang berkontribusi terhadap pergeseran emisi merah (red-shift), sedangkan pada suhu yang lebih rendah, N-CDs menunjukkan emisi biru (blue-shift) dengan intensitas yang lebih tinggi. Selain itu, analisis FTIR mengindikasikan perubahan gugus fungsi pada permukaan N-CDs akibat variasi suhu, yang berkontribusi terhadap perubahan sifat optik. Temuan ini memberikan wawasan lebih lanjut mengenai optimasi suhu sintesis hidrotermal dalam rekayasa sifat optik N-CDs untuk aplikasi di bidang sensor, bioimaging, dan optoelektronik

    PEMBUATAN Dye (Zat Warna) BERBAHAN DASAR KUBIS MERAH (Brassica Oleracea L.) DENGAN METODE MASERASI

    No full text
    DSSC fabrication using expensive and difficult to obtain synthetic dye  sensitizers can be overcome by utilizing natural dyes from red cabbage. Dye or dye functions as a compound that absorbs sunlight. This study aims to explore the characteristics of anthocyanin pigments extracted from natural materials, namely red cabbage (Brassica Oleracea) as a dye-sensitizer in Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) type solar cells. Anthocyanin pigments were chosen because of their ability to absorb light in a broad spectrum, their environmentally friendly nature, and their abundant availability in nature. Pigment extraction was carried out using 70% ethanol solvent and characterization was carried out using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and UV-Visible (UV-Vis). The results of the FTIR analysis showed anthocyanin. UV-Vis analysis showed an absorption peak at a wavelength of 323 nm. The results of this study indicate that anthocyanin pigments from natural materials have the potential as effective and environmentally friendly dye-sensitizers in the development of DSS

    Motor Speed Control Using IC Timer 555 Based on Proteus Software Simulation

    No full text
    This simulation aims to determine the effect of the percentage of potential resistance on the waves produced from a dc motor circuit using IC 555 as a wave generator. The simulation results show that the smaller the percentage of potential resistance, the faster the RPM on the motor with the greater the voltage and amperage on the motor. The resulting wave has a very strong influence on the potential resistance, the smaller the resistance, the longer the wave produced by the IC 555 will be and will have a relatively short density. Analysis shows that changes in resistance percentage affect the voltage, amperes, RPM and waves on the moto

    EKSTRAKSI DAN PENENTUAN GUGUS FUNGSI ASAM HUMAT DARI KOTORAN SAPI PETERNAKAN YAYASAN SASMITA JAYA SERANG

    No full text
    Asam Humat adalah turunan bahan organik atau hasil dekomposisi bahan organik yang berwarna hitam kecoklatan, bersifat masam, tak larut dalam pelarut asam, namun larut pada pelarut basa, dan merupakan makro molekul kompleks. Asam humat merupakan salah satu bagian substansi humat/humus disamping asam –asam organik lainnya (fulvat, himatomelanik dan humin). Pada penelitian ini akan asam humat akan diekstrak dari pupuk kotoran sapi. Pupuk kotoran sapi adalah kotoran sapi yang telah dikomposkan. Pemisahan asam humat dari campurannya didasarkan atas kelarutannya dalam asam dan alkali. Pemisahan asam humat melalui proses ekstraksi perlu untuk diketahui dan dipahami supaya memudahkan dalam penentuan kualitas kompos. Dua pertimbangan untuk pemilihan ekstraktan yang cocok didasarkan pada: 1) pengekstrak seharusnya kimia bahan yang diekstrak; dan 2) pengekstrak harus dapat memisahkan asam humat dari campurannya secara kuantitatif. Ekstraksi dilakukan dengan basa dan ditinjau dari berbagai konsentrasi basa dan lama proses ektraksi. Asam humat yang diperoleh dikarakterisasi serapan gugus fungsinya dengan FTIR dan ditentukan kandungan total keasaman, kandungan gugus karboksilat dan kandungan gugus –OH fenolatnya. Urgensi penelitian ini adalah pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi asam humat yang berguna untuk kesuburan tanah yang nantinya akan menaikan nilai jual dari kotoran sapi sebagai limbah ternak

    1,112

    full texts

    3,428

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas PGRI Banyuwangi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇