Jurnal Universitas PGRI Banyuwangi
Not a member yet
3428 research outputs found
Sort by
TREN PENELITIAN BERPIKIR KOMPUTASI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA: ANALISIS BIBLIOMETRIK
This study aims to analyze the global trend of computational thinking research in mathematics learning through a bibliometric approach. The analysis was conducted on 536 documents retrieved from the Scopus database during the period 2007–2024 using the PRISMA method and analyzed through RStudio and VOSviewer software. The results show an average increase in publication trends of 31.04% each year, with the largest contribution coming from Vanderbilt University and the dominance of publications by authors from the United States. The most prolific source is the ACM International Conference Proceeding Series with influential authors include Gautam Biswas and Shuchi Grover. Keyword mapping revealed six main thematic clusters, focusing on computational thinking integration, digital tools, and its relationship with mathematics and STEM education. Five emerging keywords were identified—systematic review, GeoGebra, CT-Tools, mathematics lesson, and ChatGPT—signaling new directions for future research
Implementasi Internet Of Thing Untuk Pertanian Cerdas di Geopark Ciletuh Sukabumi
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun server Internet of Things (IoT) untuk optimasi pertanian cerdas di Geopark Ciletuh Sukabumi, sebuah destinasi wisata alam yang terletak di Jawa Barat, Indonesia. IoT, atau sensor jaringan nirkabel, merupakan sistem jaringan yang menghubungkan beberapa sensor dan dilengkapi dengan alat komunikasi untuk menerima informasi atau data dari perangkat yang terhubung. Server IoT ini dirancang untuk memudahkan monitoring kelembaban tanah pada area pertanian, di mana data tersebut disimpan dalam database dan ditampilkan melalui website. Dengan demikian, petani dapat melakukan pemantauan kelembaban tanah secara efisien dan real-time, yang akan membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi risiko gagal pane
Perancangan Alat Pemantauan Konsumsi Listrik Multipoint Berbasis IOT untuk Meningkatkan Efisiensi Energi
Konsumsi energi listrik yang tidak efisien dapat menyebabkan pemborosan daya dan peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan alat pemantauan konsumsi listrik multipoint berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengirimkan data penggunaan daya secara nirkabel dan real-time. Sistem dirancang menggunakan sensor PZEM-004T (Closed CT) sebagai pengukur daya, mikrokontroler ESP32 sebagai unit pemroses utama, modul NRF24L01 sebagai media komunikasi antar node, serta WiFi untuk konektivitas ke Google Spreadsheet sebagai basis data dan antarmuka pengguna daring. Proses penelitian meliputi tahapan perancangan perangkat keras, pemrograman sistem, integrasi modul, serta pengujian fungsionalitas pada dua skenario beban, yaitu kombinasi charger laptop dan 3D printer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memantau parameter listrik—tegangan, arus, daya aktif, energi, dan faktor daya—dengan akurasi tinggi dan latensi rendah. Pada pengujian pertama, Node 1 mencatat rata-rata 212,42 V dan 21,64 W, sedangkan Node 2 mencatat 211,81 V dan 35,59 W. Pada pengujian kedua, Node 1 menunjukkan daya rata-rata 35,55 W, sementara Node 2 sebesar 85,10 W. Sistem terbukti dapat bekerja stabil untuk pemantauan multipoint tanpa kabel tambahan, dengan kemampuan pencatatan data otomatis dan akses daring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rancangan alat ini efektif digunakan sebagai solusi monitoring energi berbasis IoT untuk mendukung efisiensi dan manajemen energi listrik di lingkungan rumah tangga maupun industri
ANALISIS POLIMORFIK GENETIK DNA IKAN MAS KOKI GENUS Carrasius MENGGUNAKAN METODE RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA)
Ikan mas koki (Carrasius auratus) adalah ikan memiliki ciri khas yang tersendiri. Keunikan dan keragamannya dapat diukur dari warna yang cemerlang, bentuk dan kelengkapan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui primer yang efektif, polimorfik genetik DNA dan kekerabatan pada Carrasius auratus yang terdapat di pembudidayaan ikan hias, Binjai Utara dengan menggunakan metode RAPD dengar enam primer yaitu OPA 13, UBC 101, UBC 456, OPD 20, OPA 02 dan OPC 02. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini diantaranya isolasi DNA menggunakan Kit Favorgen, amplifikasi PCR, dan elektroforesis. Hasil penelitian menunjukkan primer yang teramplifikasi dan menghasilkan pita polimorfik adalah primer OPA 13, OPA 02 dan OPD 20. Jumlah pola pita dari hasil amplifikasi primer tersebut sebanyak 32 pita dengan panjang basa yang berkisar antara 100 bp – 1500 bp. Pita yang muncul kemudian diterjemahkan kedalam data biner dan dianalisis dengan program NTSYS versi 2.02. Menunjukkan bahwa kekerabatan terdekat adalah pada ikan mas koki jenis Ryukin dan Oranda dengan memiliki koefisien 0,74 atau sebesar 74%, sedangkan kekerabatan jauh pada Ikan Mas Koki Rachu dan Teleskop dengan koefisien sebesar 0,75 atau sebesar 75%. Dari data hasil panjang pita 900 bp, 600 bp, 400 bp, 300 bp 200 bp dan 100 bp dari komponen pertama memiliki peran penting dalam pengelompokkan Carrasius auratus dalam dendogram
PENGARUH AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND) DI SUNGAI BADENG BANYUWANGI
This research aims to study how human activities affect the biological oxygen demand (BOD) values in the Badeng River, Banyuwangi. These rivers are important resources that support household needs and economic activities in the surrounding area. The use of pesticides and agricultural fertilizers, as well as industrial and livestock waste, and the disposal of domestic waste, are suspected to contribute to the increase in BOD levels, indicating a decline in water quality. The research measures BOD values through laboratory analysis using iodometric titration. To examine the impact of human activities on water quality, water samples were taken from the upstream and downstream sections of the river. The research results show that the BOD value in the downstream section is higher (1.49 mg/L) compared to the upstream section (1.29 mg/L), but both are still below the threshold of class II water quality standards (3 mg/L). This indicates that the increase in BOD values downstream of the river is influenced by human activities. Therefore, better management of human activities is necessary to maintain the sustainability of the ecosystem and the quality of the river water
IDENTIFICATION OF BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND (BOD) LEVELS AS AN INDICATOR OF WATER QUALITY IN THE UPSTREAM AND DOWNSTREAM OF THE BAGONG RIVER, BANYUWANGI: IDENTIFIKASI TINGKAT BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND (BOD) SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS AIR DI HULU DAN HILIR SUNGAI BAGONG, BANYUWANGI
This study aims to determine the levels of Biological Oxygen Demand (BOD) as an indicator of water quality in the upstream and downstream sections of the Bagong River, Banyuwangi, and to identify the factors influencing changes in BOD levels. Water samples were collected from two locations, namely Sungai Licin (upstream) and Sungai Bagong (downstream). BOD analysis was conducted at the Environmental Laboratory Unit of the Banyuwangi Environmental Agency using the Winkler titration method and five-day incubation. The results showed that the BOD level at the upstream location was 1.16 mg/L and at the downstream location was 0.92 mg/L, indicating relatively good water quality. Differences in BOD values between upstream and downstream are influenced by human activities, organic pollution, and environmental factors such as dissolved oxygen (DO) levels. This study emphasizes the importance of continuous water quality monitoring to protect the Bagong River ecosystem from further pollution
KEPADATAN BAKTERI COLIFORM PADA TANAMAN AIR DI UPTD LABORATORIUM LINGKUNGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP BANYUWANGI
This study aims to determine the density of coliform bacteria on aquatic plants at the Environmental Laboratory of the Banyuwangi Environmental Agency using the Most Probable Number (MPN) method. The sampled aquatic plants include Hydrilla verticilata (algae), Pistia stratiotes (water lettuce), and Cyperus papyrus (papyrus). The results indicate that the highest coliform bacteria density was found on Pistia stratiotes with a value of 200 MPN/g, while the lowest was on Cyperus papyrus with less than 180 MPN/g. Environmental factors such as temperature, humidity, and lighting influence the presence and distribution of coliform bacteria around these aquatic plants. This research provides valuable insights into water quality management and the sustainability of aquatic plants within the ecosystem
RESPON FISIOLOGI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) AKIBAT PAPARAN TIMBAL NITRAT (Pb(NO₃)₂) DAN KADMIUM KLORIDA (CdCl2)
Logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd) merupakan polutan berbahaya yang dapat mengganggu fungsi fisiologis organisme akuatik, termasuk ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon fisiologis ikan nila terhadap paparan Pb(NO₃)₂ dan CdCl₂ pada konsentrasi 1 ppm selama 3 jam. Parameter yang diamati meliputi kecepatan respirasi, morfometrik saluran pencernaan, serta parameter hematologi seperti jumlah eritrosit, leukosit, dan kadar hemoglobin. Hasil menunjukkan bahwa paparan CdCl₂ memberikan efek toksik lebih kuat dibandingkan Pb(NO₃)₂, dengan penurunan signifikan pada jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan kecepatan respirasi. Sementara itu, paparan Pb(NO₃)₂ juga menyebabkan penurunan hemoglobin dan eritrosit, serta perubahan warna organ pencernaan seperti empedu dan hati, namun efeknya tidak sebesar CdCl₂. Kedua logam berat meningkatkan jumlah leukosit sebagai respons imun terhadap stres oksidatif. Hasil ini mengindikasikan bahwa logam berat, terutama Cd, dapat mengganggu sistem pernapasan, peredaran darah, dan fungsi pencernaan ikan nila
BETA MYRCENE DAN DL-LIMONENE SEBAGAI KOMPONEN UTAMA EKSTRAK KULIT JERUK SIAM (CITRUS NOBILIS) DARI EKSTRAKSI DENGAN METODE SOKHLETASI
Orange is one of the plants that cultivated and considered as horticultural plants. One of the regencies which have a lot of oranges crops is Banyuwangi and orange is one of the Banyuwangi commodities. The kind of orange which cultivated in Banyuwangi is Jeruk Siam (Citrus nobilis). Availability of oranges all of the years and the high of oranges consuming caused a lot of peel. To process orange peel be a product that have economics value that is be essentials oil. The aim of this research is to explore the diversity of volatile compounds of Citrus nobilis peel. The method used in this research is soxhletation which n-hexane as solvent. Extract was analyzed by using GCMS-QP2020 NX Shimadzu. Two of major volatile compound was identified as beta myrcene and dl-limonene which had Rt dan % area are 2.501 minutes, 3.75% and 3.113 minute, 41.08% the data was compared to Wiley 9 LIB. The data fragmentation (m/z) of beta myrcene are 41, 43, 53, 69, 93, 107, 121,136. The data fragmentation (m/z) of dl-limonene are 36, 41, 53, 68,79, 93, 107, 121, dan 136
INOVASI PEMBUATAN DAN ANALISA MUTU PRODUK NUTRACEUTICAL FOOD BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Polyrhizus) DENGAN METODE OVEN DRYER : Inovasi Nutraceutical Food Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus)
Pembuatan produk nutraceutical buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus) dengan metode oven dryer dengan pengeringan pada suhu optimal untuk mempertahankan kandungan nutrisi dan antioksidan yang dimilikinya. Metode ini dipilih karena efisiensi dalam menguapkan air, tanpa merusak komponen aktif buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus), sehingga diharapkan dapat menghasilkan produk dengan kualitas mutu tinggi yang memenuhi syarat kadar air, kandungan vitamin dan mineral. Proses pembuatan nutraceutical ini, dilakukan dengan tahapan trial and error sampai produk yang dihasilkan layak konsumsi . Kemudian setelah mendapatkan teknik dan suhu yang sinkron dengan waktu pemanasan, maka produk tersebut di buat dalam jumlah yang cukup untuk melalui uji hedonic sebagai evaluasi organoleptis, yang meliputi penerimaan pada bentuk, warna,bau dan rasa.
Analisa mutu dilakukan untuk mengetahui produk akhir memenuhi standar nutraceutical dengan fokus pada stabilitas organoleptis (warna, rasa), dan yang paling penting kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Metode yang digunakan pda penelitian ini yaitu random sampling, yang meliputi 4 uji mutu SNI 01-3710-1995. Hasil dari ke-empat uji tersebut adalah : 1) Uji Organoleptis, warna kecoklatan, rasa buah naga, bau seperti kismis, 2) Uji kadar air, diperoleh hasil kadar air 12,181 %, dan dinyatakan memenuhi syarat maks 31% 3) Uji Bahan Tambahan Makanan : Pemanis, Pewarna, dan Pengawet dinyatakan negatif dan dinyatakan memenuhi syarat, 4) Uji Cemaran Mikroba (Eschericia coli) diperoleh nilai rata-rata 3 APM/g, dinyatakan memenuhi syarat SNI (Maks 3 APM/g) 5. Uji lainnya terhadap produk ini ada empat, adalah 1) Uji pH, dilakukan untuk mengetahui pH produk yaitu rata-rata pH 5,3, sebagai tahap awal untuk mengetahui ketahanan produk terhadap cemaran mikroba dan jamur. 2) Uji Kadar Vitamin C diperoleh dengan nilai rata-rata 0,08% 3) Uji Kadar Karbohidrat, dengan perhitungan gula total diperoleh kadar rata-rata 20,0% 4) Uji Skrining Fitokimia diperoleh hasil Flavonoid (Positif), Tanin (Positif), Alkaloid (Positif), Terpenoid (Negatif), Saponin (Negatif).
Dari hasil keseluruhan uji yang sudah dilakukan pada produk buah naga merah kering, dapat disimpulkan bahwa : 1) Produk ini memenuhi empat persyaratan uji mutu SNI 01-3710-1995 2) Dari tahapan proses pembuatan produk yang dibuat, dan dari hasil uji mutu tambahan, dapat dinyatakan bahwa produk tersebut masih memiliki kandungan vitamin, zat gizi makronutrien (karbohidrat) dan antioksidan dari hasil uji skrining fitokimia, sebagai salah satu syarat dinyatakan layak di nyatakan sebagai produk “Nutraceutical Food