AS-SALAM (Jurnal Hukum Islam & Pendidikan)
Not a member yet
179 research outputs found
Sort by
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENINGKATAN DISPENSASI KAWIN (Studi Kasus di Pengadilan Agama Kota Magelang)
Abstrak Dampak pandemi COVID-19 di Indonesia merambah ke seluruh sendisendi kehidupan masyarakat, antara lain banyaknya kasus pengajuan dispensasi kawin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alasan-alasan pemberian dispensasi kawin terhadap anak di bawah umur 19 tahun pada Pengadilan Agama Kota Magelang dan seberapa jauh dampak pandemi Covid-19 terhadap peningkatan dispensasi kawin yang terjadi di Kota Magelang. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan didukung penelitian lapangan (field research). Kemudian obyeknya diteliti menggunakan pendekatan analytical approach. Tehnik pengumpulan datanya wawancara, observasi dan dokumentasi, serta analisis datanya menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajuan dispensasi kawin mulai sebelum COVID-19 sampai dengan masa COVID-19 menunjukkan kenaikan yang luar biasa yaitu mencapai 300%. Hal ini bisa dilihat dari data di Pengadilan Agama Kota Magelang mulai Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2021. Pada Tahun 2017 permohonan dan sekaligus dikabulkannya dispensasi kawin oleh Pengadilan Agama Kota Magelang sebanyak 7 kasus, Tahun 2018 ada 5 kasus, Tahun 2019 ada 6 kasus, Tahun 2020 mulai Januari sampai Pebruari ada 4 kasus. Sedangkan mulai Maret sampai Desember 2020 yang merupakan awal munculnya COVID-19 sebanyak 22 kasus dan pada tahun 2021 terdapat 22 kasus. Namun kenaikan tersebut bukan semata-mata karena kesempatan dibalik pandemi COVID-19, tetapi karena diberlakukannya UU perkawianan terbaru yaitu UU Nomor 16 Tahun 2019 yang berisi bahwa usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun baik perempuan maupun laki-laki. Namun jika berdasarkan UU perkawinan lama yaitu UU No.1 Tahun 1974, maka tidak ada kenaikan pengajuan dispensasi kawin tetapi justru mengalami penurunan
PENDIDIKAN KONSELING PERSONEL POLRES KENDAL DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI KOGNITIF
Pada institusi Polri, psikolog kepolisian bersifat khas dalam kaitannya dengan bimbingan konseling pada anggota yang bermasalah didalam kedinasan, sehingga terdapat beberapa kompetensi profesi yang dipersyaratkan terhadap profesi psikologi di lingkungan kepolisian. Penelitian ini dilakukan di Polres Kendal dan merupakan penelitian kualitatif, data diperoleh dari anggota yang bermasalah dan para konselor Polres Kendal karena pentingnya Peran psikolog di Kepolisian dalam hal pemeriksaan psikologi, terkait anggota Polri yang bermasalah dan pembinaan di jajaran Polres Kendal. Hal ini berfungsi untuk membantu mengidentifikasi masalah yang menyebabkan tindakan indisipliner anggota Polres Kendal dan membantu dalam bentuk konseling sehingga mengurangi perilaku indisipliner anggota Polres Kendal. Pada saat yang bersamaan metode pengambilan data melalui observasi dan wawancara secara mendalam dengan menggunakan pendekatan kognitif sosial. Adapun hasil penelitian ini ialah upaya konselor di Polres Kendal dalam pembinaan mental yaitu melalui pembinaan dengan kegiatan konseling dengan mengidentifikasi masalah yang menyebabkan perilaku pelanggaran disiplin, melakukan pembinaan melalui observasi psikologis, melalui ceramah keagamaan, wawancara, pembinaan melalui diskusi, melalui praktik dan, melakukan pembinaan melalui pendampingan. Konseling Cerito lan ngudari Pikir, artinya: Konseling, bercerita (mengungkapkan apa yang dirasakan), dan mengeluarkan (beban) yang ada dalam pikiran
PENGARUH UNDANG - UNDANG PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP AKHLAQ PESERTA DIDIK KEPADA GURU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Undang-Undang Perlindungan Anak terhadap Akhlaq Peserta Didik baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Field Research dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Lokasi yang digunakan peneliti adalah MTs As Sunniyyah. Responden yang digunakan sejumlah 290 peserta didik dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling. Teknik analisis yang digunakan peniliti adalah menggunakan rumus Chi Kuadrat. Dari analisis data yang telah dilaksanakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengaruh Undang-Undang perlindungan anak terhadap akhlaq peserta didik kepada guru di MTs As Sunniyyah pada tahun pelajaran 2021-2022 adalah sangat rendah. Baik itu di dalam maupun di luar kelas. Menurut kepala madrasah itu terjadi karena pendidikan akhlaq sangat digalakkan dan dibiasakan. Sehingga peserta didik sudah terbiasa untuk berakhlaq baik kepada gurunya. Dengan begitu penelitian ini menunjukkan jika peserta didik sudah dibiasakan dengan pendidikan akhlaq, maka peluang untuk tidak berakhlaq baik adalah sangat rendah
PENDIDIKAN AGAMA PERSPEKTIF TEOLOGI ISLAM DAN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan Agama Islam dalam perspektif teologis Islam dan dunia Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melakukan eksplorasi informasi terkait tema sentral teologi Pendidikan Agama Islam. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh data penelitian bahwa pendidikan model barat tidak memiliki ruang konsepsi kehendak Tuhan, keridhaan Tuhan, konsepsi penghambaan manusia pada Tuhan, apalagi konsepsi tentang kehidupan pasca dunia. Pandangan Barat lebih mengena pada kepentingan humancentris tanpa berusaha untuk mengaitkannya dengan intervensi Realitas Tertinggi. Hal ini menyebabkan pendidikan mengantarkan manusia menjadi materalistik, hedonistik, pragmatis, dan terkadang jatuh pada lembah ateistik. Akibatnya eksistensi kejiwaan, credo, dan spiritual tidak terjamah sehingga manusia menjadi risau, resah, dan gelisah akibat pemujaan atas hasil pikir manusia. Sedang pendidikan dalam sudut pandang Islam terutama yang ditopang pemahaman teologis, memberikan pencerahan bagi permasalahan pendidikan. Islam bukan berarti tidak memandang secara optimal kemampuan manusia, namun dibalik semua itu ketercapaian kemajuan manusia sebagai hasil proses pendidikan tetap berada pada koridor relasi dan keterlibatan Tuhan
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, MATHEMATIC (STEAM ) DARI BAHAN LOOSE PARTS UNTUK MEMBANGUN MERDEKA BELAJAR ANAK USIA DINI
This study aims to determine the implementation of STEAM-based learning from loose parts so that children are free to learn fun and according to children's interests. The research method used is descriptive qualitative phenomenological techniques according to what is happening or field facts. Data collection techniques through observation, documentation and interviews. Observations were made by looking directly at the learning process in the classroom supported by photo documentation of children's activities. The subjects of this study were group B aged 5-6 years in RA Azzahra Way Jepara, East Lampung. The data analysis technique uses Miles and Huberman's three-way theory, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the implementation of STEAM-based learning activities from loose parts material was applied through several stages, namely, first, applying various kinds of play invitations by utilizing materials and tools in the surrounding environment, both teachers provoking by providing open-ended questions to stimulate thinking patterns. children about what will be done in the process of learning activities, thirdly giving freedom to children to choose tools, materials and play activities according to children's interests
SUFISM AND MENTAL HEALTH (PENDIDIKAN TASAWUF DAN KESEHATAN MENTAL)
This article is a result of research that describes where Sufism education can actually affect human mental health. This study uses a qualitative method using a tasawuf approach in understanding the object of the verses of the Qur'an related to tasawuf and the relationship between humans and God. Therefore, in this article, researchers explore further mental health and its relationship to God Almighty. So that in its goal, researchers can easily find out the implications for physical and spiritual balance in every human being
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KONSEP PELAYANAN RESTORAN KAREN’S DINER DI INDONESIA
Belakangan terdapat sebuah konsep pelayanan di restoran Karen’s Diner yang dianggap bertolak belakang dengan konsep pelayanan restoran pada umumnya di Indonesia. Dalam melayani pelanggan, para pelayan Karen’s Diner bersikap arogan dan tidak ramah. Padahal, Islam menganjurkan bersikap ramah dalam menjalankan aktivitas bisnis. Penelitian ini secara spesifik bertujuan mendiskusikan konsep pelayanan Karen’s Diner dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kepustakaan. Studi kepustakaan dilakukan dengan melakukan pencarian terhadap berbagai sumber tertulis seperti buku, arsip, majalah, artikel-jurnal, atau dokumen-dokumen yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis-deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep Pelayanan Karen’s Diner di Indonesia dapat disimpulkan absah dari kacamata fikih muamalat, sepanjang syarat dan rukun jual belinya sudah terpenuhi dengan baik dan benar, serta sudah dapat dipastikan objek yang diperjualbelikan tidak mengandung unsur haram-najis menurut syariat Islam. Konsep pelayanan ala Karen’s Diner menjadi bermasalah ketika dilihat dari perspektif etika bisnis Islam. Etika bisnis Islam bukan semata-mata tentang keabsahan akad, melainkan juga menyangkut aspek estetika yang meliputi keindahan, keramahan, kesopanan, dan cinta kasih kepada sesama. Konsep pelayanan Karen’s Diner bukan tidak mungkin membuat generasi bangsa beranggapan bahwa cara-cara yang kasar merupakan budaya masyarakat Indonesia yang dapat dilestarikan dalam dunia bisnis
The REALIZATION OF BIRRUL WALIDAIN'S EDUCATION CONCEPT IN THE QURAN SURAT AL-ISRA ': 23-24 IN THE MILLENIAL ERA: Pendidikan birrul walidain, surat Al-Isra‟ ayat 23-24,
Pendidikan Birrul Walidain menjadi faktor utama dalam pendidikan karakter yang ideal pada era milenial. Terciptanya generasi muda yang berakhlakul karimah adalah suatu impian bagi para orang tua terhadap anaknya. Pendidikan Birrul Walidain sangat berpengaruh terhadap adab kepada orang tua terkhusus pada era Milenilal ini. Di dalam bentuk pendidikan birrul walidain diantaranya, mentaati mereka, menghormati dan tidak berkata kasar terhadap orang tua, menafkahi orang tua, memenuhi kebutuhan orang tua, meminta izin dan restu dari orang tua. Anak dapat membalas dengan berbuat baik kepada orang tua dan tidak durhaka kepadanya. Dalam Al-quran Allah sudah menjelaskan ayat-ayat yang berkaitan dengan Birrul Walidain, salah satunya dalam surat Al-isra’: 23-24. Dalam surat Al-isra: 23-24 terdapat larangan dalam bekata “ah”, larangan membentak dengan kata-kata kasar, berkata dengan perkataan yang mulia, bersikap tawadhu, dan mendoakan orang tuanya baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Di dalam Al-quran dan hadist menegaskan bahwa birrul walidain sebagai kewajiban bagi setiap anak, hal ini menjelaskan betapa besarnya perhatian islam terhadap kedua orang tua. Realisasi Konsep Pendidikan Birrul Walidain dalam perspektif Al-Isra ayat 23-24 pada era milenial yang pada umumnya generasi ini adalah generasi yang dikenal dengan generasi modern berpikir inovatif tentang organisasi, aktif bekerja, memiliki rasa kemauan yang tinggi untuk bekerja dengan optimisme, kreatif, terbuka, dan fleksibel sangat penting sehingga generasi ini memiliki harapan yang sangat berbeda berkaitan dengan permasalahan ekonomi, lingkungan, dan persoalan sosial-politik karena berbakti kepada orang tua dapat dipahami sebagai kewajiban yang mutlak dan tuntunan bagi setiap anak
IMPLEMENTASI POLA ASUH DEMOKRATIS DALAM MENANAMKAN SIKAP JUJUR PADA ANAK USIA DINI
Keadaan anak bangsa makin hari kian memprihatinkan terlihat dari cara pergaulan, cara belajar dan permasalahan yang banyak terjadi pada anak dibawah umur, salah satu factor dari permasalahan keluarga. Padahal keluarga merupakan pondasi awal untuk menanamkan karakter yang baik. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui implementasi pola asuh demokratis dalam penanaman karakter jujur anak usia dini. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini dilakukan di paud annisa waykandis. Hasil penelitian ini penerapan karakter jujur orang tua menggunakan pola asuh demokratis, dimana orang tua membebaskan anak untuk memilih dan mengeksplor sesuai dengan kebutuhan anak agar tercapainya tujuan penanaman karakter perlu adanya kebiasaan,dan menceritakan hal-hal terkait kejujuran secara konkrit dengan harapan agar kejujuran tertanam pada diri anak
CHILDFREE PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Memiliki anak merupakan salah satu tujuan dari pernikahan. Namun seiring berjalannya waktu, memiliki keturunan tidak lagi menjadi tujuan dalam pernikahan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan childfree (keengganan untuk memiliki keturunan) dalam kerangka hukum Islam dengan menggunakan teori maqashid al-syari'ah dan maslahah. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode deskriptif analisis. Childfree by choice pada dasarnya diperbolehkan karena hukum dasar perkawinan juga diperbolehkan. Childfree diperbolehkan dalam kondisi maslahah dharuriyyat. Childfree tidak diperbolehkan dengan alasan yang bertentangan dengan maqashid al-syari'ah