Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
English
Students still have limited algebraic reasoning skills, so a learning model called Problem-Based Learning (PBL) is utilized as a teaching strategy to help student develop their algebraic thinking abilities. This study uses the learning model Problem-Based Learning (PBL) to the algebraic thinking skills of class VIII students. The method of research is descriptive qualitative research. The students in class VIII students of SMPN 1 Lahat participated in this study. Problem-Based Learning (PBL) worksheet in accordance with three algebraic thinking abilities: generational activities, transformational activities, and global, meta-level, and mathematical activities. Data for the study came from observations, interviews and written exams. Data from the results of observation sheets are used to see the emergence of indicators of students\u27 algebraic thinking during learning with a total of 2 sessions; data from the results of written tests are used to categorize students\u27 algebraic thinking abilities after learning, taking 2 students from each category, and interviews to clarify the results of students\u27 answers. The findings of this study show that students possess a range of low, medium, and high levels of algebraic thinking ability. The result of the implementation learning model showed that 14 students were in the medium category and 17 students were in the low category.Kemampuan berpikir aljabar peserta didik masih terbilang rendah, maka dari itu digunakan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) sebagai salah satu pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir aljabar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir aljabar peserta didik kelas VIII dengan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Lahat. Data penelitian diambil dari hasil observasi, tes tertulis, dan wawancara. Model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dengan menggunakan LKPD sesuai dengan 3 indikator kemampuan berpikir aljabar yaitu generational activities, Tranformational activities, dan global, meta-level, mathematical activities. Hasil dari penelitian ini siswa mempunyai kemampuan berpikir aljabar yang berbeda dengan tingkat kemampuan rendah, sedang, dan tinggi. hasil dari penerapan model pembelajaran menunjukan bahwa 14 peserta didik berada di kategori sedang dan 17 peserta berada di kategori renda
Analisis Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Biologi
Multiple intelligence theory can be used as a basis for assessing children\u27s intelligence potential, the results or multiple intelligence profiles will be very useful for guidance and education. The challenges of era 4.0 and the characteristics of today\u27s generation of learners encourage teachers to be able to innovate and develop the learning process continuously. One of the innovations that can be carried out is the implementation of multiple intelligence-based learning. For this reason, it is necessary to know the multiple intelligences that can be accommodated in learning biology on cell material. This research is a descriptive narrative research. The sample taken was total sampling using subjects as many as 7 grade 8 students and 1 science teacher. The research was conducted at Equal Bright School Bandung because this school is based on multiple intelligence in its learning. Data collection techniques were conducted by direct observation techniques to see the implementation of biology learning, interview sheets to describe learning from teachers and students, documentation in the form of photos and videos and multiple intelligence inventory questionnaire adapted from McKenzie (1999). The data collected from the analysis of lesson plans, interviews and multiple intelligence questionnaires were analyzed using descriptive methods, the calculations carried out in the form of categorization. The results of the research show that the teachers\u27 learning of the biology of the cells can facilitate several multiple intelligences, kinesthetic, naturalistic, interpersonal, visual-spatial, verbal and intrapersonal. The creation of a biology learning plan based on multiple intelligence and learning in the classroom is based on the dominant intelligence of the student
Learning Styles and Reading Comprehension Achievement: A Correlation Study
This research was aimed at knowing whether there was a correlation between students’ learning styles and their reading comprehension achievement. This research applied quantitative method, i.e., a correlation study. There were 20 eleventh-grade students of MAN Bintan participated as subject of this research. The data were collected through questionnaire and test. The questionnaire was used to know the learning styles the students have, and the test was used to know their reading comprehension achievement. In analyzing the data, the authors used Pearson Product Moment formula to figure out its coefficient correlation. In this research, the authors found that R-values of visual, auditory, and kinesthetic learning styles were 0.99, while the value of R-table was 0.468. Therefore, it can be said that there was a significant correlation between students’ learning styles and their reading comprehension achievement. Hence, learning to read as much possible as also pays attention to students’ learning styles
Suplementasi HYPEROL untuk Peningkatan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)
Peneleitian ini bertujuan untuk megevaluasi efek suplementasi kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 (HYPEROL) pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Selama 60 hari udang diberi pakan dengan perlakuan yang berbeda yaitu kontrol (tanpa suplementasi kombinasi kalsium, magnesiun dan vitamin D3) dan empat tingkat suplementasi kombinasi kalsium, magnesiun dan vitamin D3 yaitu 0.25%; 0.50%; 0.75%; 1,00%. Pemeliharaan udang dilakukan di dalam akuarium dengan ukuran 40x25x30cm yang berisi 4 L air laut yang didesinfeksi pada kepadatan tebar 100 larva m-2. Penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi HYPEROL pada konsentrasi hingga 10 mL Kg-1 secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang vaname.Peneleitian ini bertujuan untuk megevaluasi efek suplementasi kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 (HYPEROL) pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Selama 60 hari udang diberi pakan dengan perlakuan yang berbeda yaitu kontrol (tanpa suplementasi kombinasi kalsium, magnesiun dan vitamin D3) dan empat tingkat suplementasi kombinasi kalsium, magnesiun dan vitamin D3 yaitu 0.25%; 0.50%; 0.75%; 1,00%. Pemeliharaan udang dilakukan di dalam akuarium dengan ukuran 40x25x30cm yang berisi 4 L air laut yang didesinfeksi pada kepadatan tebar 100 larva m-2. Penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi HYPEROL pada konsentrasi hingga 10 mL Kg-1 secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang vaname
Kelangsungan Hidup Larva Yellow Fin Tuna (YFT) yang Dipelihara dengan Desain Aerasi Berbeda pada Bak Bundar
Tingkat kelangsungan hidup yang sangat rendah pada larva merupakan faktor pembatas dalam produksi benih ikan tuna sirip kuning. Larva mengalami kematian massal pada hari ke sepuluh hingga juvenil, dengan nilai kelangsungan hidup kurang dari 0,05%. Faktor utama penyebab kematian larva ikan tuna adalah lingkaran arus air dalam bak pemeliharaan yang mengakibatkan terjadinya kematian karna tegangan permukaan dan larva yang tenggelam. Maksud dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah larva yellow fin tuna yang dipelihara dengan beberapa desain aerasi di dalam bak pemeliharaan memiliki dampak terhadap kelangsungan hidup larva. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan: empat batu aerasi ditengah bak sebagai kontrol A, empat batu aerasi di bawah B dan gabungan dua batu aerasi di tengah dan dua batu aerasi di bagian bawah C. Pemeliharaan dengan desain aerasi pada bagian bawah dan gabungan memberikan pengaruh nyata pada kelangsungan hidup larva yellow fin tuna dengan sintasan 0,31±0,04% dan 0,30±0,06%.Tingkat kelangsungan hidup yang sangat rendah pada larva merupakan faktor pembatas dalam produksi benih ikan tuna sirip kuning. Larva mengalami kematian massal pada hari ke sepuluh hingga juvenil, dengan nilai kelangsungan hidup kurang dari 0,05%. Faktor utama penyebab kematian larva ikan tuna adalah lingkaran arus air dalam bak pemeliharaan yang mengakibatkan terjadinya kematian karna tegangan permukaan dan larva yang tenggelam. Maksud dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah larva yellow fin tuna yang dipelihara dengan beberapa desain aerasi di dalam bak pemeliharaan memiliki dampak terhadap kelangsungan hidup larva. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan: empat batu aerasi ditengah bak sebagai kontrol A, empat batu aerasi di bawah B dan gabungan dua batu aerasi di tengah dan dua batu aerasi di bagian bawah C. Pemeliharaan dengan desain aerasi pada bagian bawah dan gabungan memberikan pengaruh nyata pada kelangsungan hidup larva yellow fin tuna dengan sintasan 0,31±0,04% dan 0,30±0,06%
Identifikasi Alat Tangkap Perikanan Ramah Lingkungan di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh
Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo (PPSL) telah menjadi salah satu pelabuhan perikanan yang berkontribusi signifikan dalam sektor perikanan tangkap di wilayah Banda Aceh. Para nelayan mengandalkan berbagai alat penangkapan ikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan utama penelitian ini mengidentifikasi alat tangkap perikanan eco-friendly berbasis Code of Conduct Responsible for Fisheries (CCRF) di PPSL, Banda Aceh. Penelitian dilakukan secara observasi dan wawancara kepada responden. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan, yaitu pukat cincin, pancing ulur, dan pancing rawai. Alat tangkap jenis pancing ulur dan pancing rawai menjadi prioritas layak beroperasi di PPSL dengan perolehan nilai tingkat keramahan lingkungan masing-masing sebesar 35 dan 33, sehingga kedua alat tangkap tersebut tergolong ke dalam kategori sangat eco-friendly. Sementara pukat cincin masuk ke dalam kategori alat tangkap kurang eco-friendly dengan nilai sebesar 26. Meskipun demikian, pukat cincin masih layak beroperasi di PPSL karena memenuhi kriteria CCRF dengan baik, tidak begitu mengancam lingkungan dan perikanan secara keberlanjutan.Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo (PPSL) telah menjadi salah satu pelabuhan perikanan yang berkontribusi signifikan dalam sektor perikanan tangkap di wilayah Banda Aceh. Para nelayan mengandalkan berbagai alat penangkapan ikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan utama penelitian ini mengidentifikasi alat tangkap perikanan eco-friendly berbasis Code of Conduct Responsible for Fisheries (CCRF) di PPSL, Banda Aceh. Penelitian dilakukan secara observasi dan wawancara kepada responden. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan, yaitu pukat cincin, pancing ulur, dan pancing rawai. Alat tangkap jenis pancing ulur dan pancing rawai menjadi prioritas layak beroperasi di PPSL dengan perolehan nilai tingkat keramahan lingkungan masing-masing sebesar 35 dan 33, sehingga kedua alat tangkap tersebut tergolong ke dalam kategori sangat eco-friendly. Sementara pukat cincin masuk ke dalam kategori alat tangkap kurang eco-friendly dengan nilai sebesar 26. Meskipun demikian, pukat cincin masih layak beroperasi di PPSL karena memenuhi kriteria CCRF dengan baik, tidak begitu mengancam lingkungan dan perikanan secara keberlanjutan
Performance of the Secretariat of the House of Representatives Ciamis Regency
The research conducted on the performance of the Ciamis Regency DPRD Secretariat was motivated by the still low percentage of achieving benefits from DPRD Secretariat activities in 2022 by 71.43% of the target. Of course, this is due to the performance in terms of human resources in the Secretariat of the DPRD Ciamis not optimal in carrying out their duties and functions. The method used in this study is a descriptive research method with a qualitative approach, data collection techniques used by the author in this study are literature studies and field studies consisting of observations, interviews, and documentation. Meanwhile, data analysis techniques are carried out by data reduction, data processing, drawing conclusions and verification. Based on the results of the study it is known that the performance of the DPRD Secretariat Ciamis is quite good, although in practice there are still some indicators of performance that is not optimal
Pelatihan Literasi Digital Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong
Perkembangan teknologi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan. Dengan teknologi, masyarakat semakin mudah mengakses berbagai informasi dan mendukung pekerjaan sehari-hari. Dalam rangka memperkuat kecakapan penggunaan teknologi bagi pekerja migran, perlu dilakukan peningkatan kegiatan yang sesuai dengan muatan teknologi digital, yaitu dengan melakukan pelatihan online bagi pekerja migran di Hongkong. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan literasi digital pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Metode kegiatan adalah pendidikan masyarakat dengan menggunakan pelatihan dan pendekatan kepada mitra yang dituju, melaksanakan pelatihan dan evaluasi. Dari kegiatan ini diambil data untuk melihat pencapaian tujuan dengan teknik kuesioner atau angket. Data diolah dengan analisis deskriptif memberikan informasi bahwa: 1) kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Pekerja Migran (PMI) di Hong Kong, 2) PMI telah meningkatkan kompetensi literasi digital, 3) adanya pengetahuan dan pengalaman baru yang diperoleh peserta pelatihan tentang pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan sehari-hari, dan 4) tingkat kehadiran peserta kegiatan mencapai 100%
EFL Undergraduate Students’ Competence, Relatedness, and Autonomy in Online Learning: A Self-Determination Perspective
Due to the pandemic of Covid-19, numerous educational institutions have attempted to shift their pedagogical instruction from face-to-face to online teaching and learning. A plethora of studies have been published on how online learning should be provided. However, there is a paucity of research on the psychological needs that online learning provides for language learners. To bridge that gap, this descriptive study aims to investigate the university students\u27 perspectives on psychological needs, particularly regarding their competence, relatedness, and autonomy concerning self-determination theory. The quantitative research design study attempts to investigate students\u27 autonomy, competence, and relatedness in online tertiary learning. Sixty people were asked to fill out a survey-based questionnaire that included questions about autonomy (5 items), competence (5 items), and relatedness (8 items). The study\u27s findings reveal that online grammar sessions meet undergraduate students\u27 basic physiological learning needs despite the lack of physical human interaction. Among those three aspects, students\u27 sense of relatedness had the highest mean. It meant the undergraduate students had no feeling of isolation while attending online learning. This present study suggests that teachers should consider students\u27 interests to improve autonomy, competence, and relatedness
KOMBINASI TEPUNG DAUN KELOR DAN PROBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP KECERNAAN PAKAN, KETAHANAN STRESS, PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN NILA (O. niloticus)
Penyediaan benih ikan nila yang berkualitas di Sulawesi Selatan banyak mengalami masalah khususnya masalah sintasan pada fase larva yang rendah. Penyediaan benih ikan nila yang berkualitas di sulawesi selatan banyak mengalami masalah khususnya masalah sintasan pada fase larva yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan daun kelor dan probiotik terhadap kecernaan pakan, pertumbuhan dan sintasan larva ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan di pada bulan juli sampai agustus 2023 di UMK. Widya Aquatic, Kota Makassar. Larva ikan nila berumur 3 hari di tebar kedalam wadah penelitian berkapasitas 40L dengan kepadatan 100 ekor/wadah dan dipelihara selama 40 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu dosis ekstrak daun kelor 0%(kontrol) 2%, 4%, 6% dan 8% ditambah 6 mL probiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kelor 6% berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap kecernaan pakan, pertumbuhan, sintasan dan ketahanan stres larva ikan nila. Oleh karena itu peneltiian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor dengan dosis 6% merupakan yang terbaik dalam meningkatkan produksi benih ikan nila.Penyediaan benih ikan nila yang berkualitas di sulawesi selatan banyak mengalami masalah khususnya masalah sintasan pada fase larva yang rendah. Penyediaan benih ikan nila yang berkualitas di sulawesi selatan banyak mengalami masalah khususnya masalah sintasan pada fase larva yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan daun kelor dan probiotik terhadap kecernaan pakan, pertumbuhan dan sintasan larva ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan di pada bulan juli sampai agustus 2023 di UMK. Widya Aquatic, Kota Makassar. Larva ikan nila berumur 3 hari di tebar kedalam wadah penelitian berkapasitas 40L dengan kepadatan 100 ekor/wadah dan dipelihara selama 40 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu dosis ekstrak daun kelor 2%, 4%, 6% dan 8% ditambah 6 mL probiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kelor 6%+6mL probiotik berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap kecernaan pakan, pertumbuhan, sintasan dan ketahanan stres larva ikan nila. Oleh karena itu peneltiian ini menunjukkan bahwa dosis kombinasi ekstrak daun kelor dan probiotik 6% merupakan yang terbaik dalam meningkatkan produksi benih ikan nila