Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
REKONSTRUKSI KARAKTER BANGSA MELALUI NILAI-NILAI DIDAKTIS GURIDAM DUA BELAS DALAM DIRI MASYARAKAT KEPULAUAN RIAU
Ada empat jenis karakter dalam pelaksanaan proses pendidikan : Pendidikan berbasis nilai religius/didaktis religius yang merupakan kebenaran wahyu Tuhan (konservasi moral), pendidikan karakter berbasis nilai budaya, antara lain budi pekerti, pancasila, apresiasi sastra, keteladanan tokoh-tokoh sejarah dan pemimpin bangsa, pendidikan karakter berbasis lingkungan (konservasi Lingkungan) dan pendidikan karakter berbasis potensi diri, hasil proses kesadaran pemberdayaan potensi diri yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan (konservasi humanis). Tulisan ini memfokuskan pada pendidikan berbasis nilai religius atau didaktis religius yang terdapat dalam sebuah karya fenomenal Raja Ali Haji yaitu Gurindam Dua Belas.Nilai-nilai didaktis religius ini harus ditanam dan dimiliki setiap individu manusia yang tercermin dalam sikap dan prilakunya.Raja Ali Haji mengisyaratkan bahwa orang berbangsa, orang yang bahagia, orang yang mulia, orang berilmu, orang berakal dan orang yang baik perangai bermuara pada akhlak mulia dengan sandaran syariat agama secara totalitas karena agama adalah sumber nilai yang paling fundamental. Pemahaman dan pengamalan agama yang benar menjadi syarat utama “me-manusiakan manusia.
Adapun proses pendidikan-pembentukan-penguatan yang terakumulasi dalam Pemberdayaan potensi manusia dalam aspek jasmani dan aspek rohani serta akal dengan pendidikan karakter berbasis spritualitas dan sarat nilai-nilai moralitas agama yang kuat akan melahirkan generasi berkarakter paripurna (insan kamil). Raja Ali Haji yang memberikan ide,gagasan tentang pendidikan karaktermengemukakan bahwa prilaku yang baik serta prilaku yang sopan merupakan kewajiban orang Melayu. Gurindam Dua belas Raja Ali Haji yang sarat dengan nasehat dan petuah ini adalah kontribusi bagi semua elemen masyarakat khususnya masyarakat Melayu dalam totalitas aktivitasnya dalam menjalani relasi hablum min allah dan hablum min annas mengariskan konsep hubungan manusia dengan Allah yaitu potensi individu diri manusia, konsep hubungan manusia dengan manusia yaitu potensi sosial manusia berkaitan aktualitas diri manusia, manusia dengan manusia lainnya (masyarakat) ,dan manusia dengan lingkungannya (bangsa
STUDENTS’ WRITING OF SIMPLE PRESENT TENSE SENTENCES: AN ERROR ANALYSIS
Penelitian ini dimaksudkan untuk memaparkan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menulis kalimat simple present tense dan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan manasajakah yang sering dilakukan oleh siswa tersebut. Sejalan dengan tujuan tersebut, jenis-jenis kesalahan yang dipaparkan oleh Dulay, Burt, and Krashen (1982:146) digunakan oleh peneliti sebagai landasan teori.Terdapat 4 (empat) jenis-jenis kesalahan yang dipaparkan oleh Dulay, Burt, and Krashenyaitu: (1) omission, (2) addition, (3) misformation, dan (4) misordering. Metode deskriptif dipakai untuk menjawab permasalahan-permasalahan penelitian melalui pendekatan kualititatif. Data dalam penelitian ini adalah hasil tulisan karangan siswa berhubungan dengan penggunaan simple present tense.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII1 SMPN 4 Tanjungpinang Tahun Akademik 2011/2012 sejumlah 37 siswa. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Hasilpenelitian ini secara umum menunjukkan bahwa siswa melakukan 4 (empat) jenis-jenis kesalahan yang dipaparkan oleh Dulay, Burt, and Krashen. Dari keempat jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa, ada dua jenis kesalahan yang sering dilakukan oleh mereka. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil persentase masing-masing jenis kesalahan sebagai berikut: 40% untuk kesalahan omission, 14,29% untuk kesalahan addition, 41,21% untuk kesalahan misformation, dan 4,39% untuk kesalahan misodering
Impact Of Emotional Intelligence And Parenting Style (Democratic) On The Performance Of Bilingual Chemistry Learning
The purpose of this study was to examine the relationship between students’ emotional intelligence and students’ democratic parenting style on the bilingual learning achievement of chemistry. This study was conducted on 159 students in the second class of International Pioneering School (RSBI), namely Senior High School 1 and 10, Samarinda, East Kalimantan, selected randomly. Questionnaires given to the students were related to students’ demographics, emotional intelligence and pattern of parental upbringing of students. The data were analyzed by using the Statistics Package for the Social Sciences (SPSS Version 17.0) to get the value of the Pearson’s Correlation. The analysis showed that there was a positive relationship between the students’ democratic parenting style with the students’ emotional intelligence in learning of bilingual chemistry subject (r = 0.289); there was a positive relationship between the learning achievement of bilingual chemistry with democratic parenting style (r = 0.106); there was positive relationship between students’ emotional intelligence with the learning achievement of bilingual chemistry (r = 0.112). Therefore, this study is expected to be the basis for teachers to develop effective learning process by building on students\u27 emotional intelligence elements. In addition, parents can also apply a democratic parenting style to students at home. So that the merger of these two elements can enhance the results of students’ bilingual in chemistry subject