Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Analysis of Factors Affercting Employee Work Competence in the Field of Employee Mutations at the Personnel Agency and Human Resources Development of the Riau Islands Province
This research aims to analyze the factors that influence the work competence of employees in the Transfer, Rank and Promotion Sector of the Regional Civil Service Agency and KORPRI Riau Islands Province. So this research focuses on the essence of the factors that influence employee work competence, namely, education, experience, skills, expertise and creativity. This research is descriptive qualitative in nature with data collection techniques in the form of interviews and observations. By using theories from experts who argue that there are several factors that influence work competence, namely, the educational environment. The level of education and training received by employees can influence their work competence. Apart from that, extensive and varied work experience can help employees in dealing with complex problems or situations. Employee motivation is also needed because they tend to work better and produce better results. The skills possessed by employees can improve the quality and productivity of work, as well as ensure that the tasks given can be completed well and on time. The expertise factor has a very big influence on employee competence. This is because the expertise factor includes the knowledge, skills and work experience possessed by employees. The higher the employee\u27s expertise, the better the employee\u27s competence. A high creativity factor can increase employees\u27 ability to solve problems, generate new ideas, and adapt to environmental changes. Creativity is the ability to produce innovative new ideas, creative solutions to problems, and the ability to adapt to environmental changes
ANALISIS PROBLEMATIKA ANAK PADA TOKOH UTAMA PEREMPUAN DALAM FILM CRY ME A SAD RIVER
Fenomena problematika anak yang terjadi di kehidupan masyarakat tanpa masyarakat sadari, terdapat bentuk-bentuk problematika anak pada film Cry Me A Sad River. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk problematika anak perempuan pada film Cry Me A Sad River. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori Emile Durkheim tentang fakta sosial dan nilai baik dan buruk di masyarakat. Penelitian ini mendapatkan hasil yaitu terdapat bentuk- bentuk problematika anak yang di hadapi oleh Yi Yao anak perempuan dalam film Cry Me A Sad River seperti, 1) kurangnya komunikasi anak dan orang tua, 2) bullying atau perundungan, 3) masalah percintaan anak remaja. Penulis berharap penelitian ini menjadi acuan informasi bagi masyarakat dan penulis selanjutnya tentang problematika yang dihadapi anak perempuan terutama di sekolah.Abstrak
Penelitian berjudul Analisis Problematika Anak Pada Tokoh Utama Perempuan Dalam Film Cry Me A Sad River. Latar belakang penelitian ini berdasarkan fenomena problematika anak yang terjadi di kehidupan masyarakat tanpa di sadari sehingga mengambil rumusan masalah bagaimana bentuk-bentuk problematika anak pada film Cry Me A Sad River. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk-bentuk permasalahan anak pada Tokoh utama perempuan. Adapun metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendapatkan hasil yaitu terdapat beberapa bentuk problematika anak yang di hadapi oleh Yi Yao sebagai tokoh utama perempuan dalam film Cry Me A Sad River, seperti kurangnya komunikasi anak dan orangtua mengakibatkan anak tertutup terhadap masalahnya, perundungan terjadi akibat dari perbedaan strata ekonomi dari tiap anak murid, hingga percintaan yang menjadi pembuktian diri. Penulis berharap penelitian ini menjadi acuan informasi bagi masyarakat dan penulis selanjutnya tentang problematika anak terutama di sekolah.
 
Livelihood Strategies of Rainfed Rice Farmers During the Covid-19 Pandemic in Kalampadu Village, Ogan Ilir Regency
The COVID-19 pandemic has profoundly affected rural livelihoods, particularly among rainfed rice farmers whose income heavily depends on seasonal rainfall and market access. This study explores the livelihood strategies adopted by rainfed rice farmers in Kalampadu Village, Ogan Ilir Regency, during the pandemic era. The research aims to identify how farmers adapted their agricultural and non-agricultural activities in response to declining productivity, market disruptions, and mobility restrictions. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving 25 farming households. The analysis applied the Sustainable Livelihood Framework (SLF) to assess changes in five livelihood assets: human, natural, physical, financial, and social capital. The findings indicate that farmers experienced significant income reduction due to unstable rainfall patterns and limited access to agricultural inputs. To cope, they diversified their income sources through wage labor, small-scale trading, livestock rearing, and social network-based cooperation. Social capital played a crucial role in maintaining food security and sustaining mutual aid systems such as “gotong royong.” Furthermore, women contributed to household resilience by engaging in home-based economic activities, including food processing and handicrafts. The government’s social assistance programs and local institutions’ support were identified as key external factors enhancing adaptive capacity. This study concludes that livelihood sustainability among rainfed farmers during the pandemic relied on a combination of diversification, adaptation, and social collaboration. Strengthening local institutional capacity and promoting climate-resilient agricultural practices are recommended to enhance future livelihood resilience in rural communities vulnerable to environmental and economic shoc
Classroom Action Research: What Are Mathematics Teachers’ Problems in the Implementation?
This study aims to describe the problems of mathematic teachers in doing classroom action research (CAR). Specifically, this study aims to: (1) Describe the problem of mathematics teachers in planning, implementing, and making reports on the results of classroom action research; (2) Describe the factors causing the problems of mathematics teachers in planning, implementing, and making reports on the results of classroom action research. The study applied a descriptive method. The samples were civil servant mathematics teachers who served in several State Junior High Schools, State High Schools, and State Vocational Schools in Tanjung Pinang City. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. Data were analyzed and presented descriptively. Some of them were caused by: 1) being busy; 2) difficulty getting literature; 3) Lack of technology mastery; 4) the CAR training could be more optimal.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan problematika yang dialami guru matematika dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan problema guru matematika dalam merencanakan, melaksanakan dan membuat laporan hasil penelitian tindakan kelas; (2) Mendeskripsikan faktor penyebab problema guru matematika dalam merencanakan, melaksanakan dan membuat laporan hasil penelitian tindakan kelas. Penelitian menerapkan metode deskriptif. Sampel penelitian merupakan guru-guru matematika PNS yang bertugas di beberapa SMP Negeri, SMA Negeri dan SMK Negeri Kota Tanjungpinang. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Data dinalisis dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 84,6% guru kurang mampu dalam merencanakan dan melaksanakan PTK, 88,5% guru kurang mampu dalam menyusun laporan hasil PTK. Untuk jenjang SMPN, 100% guru matematika PNS kurang mampu dalam melakukan PTK, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun penyusunan laporan. Beberapa penyebab problema guru matematika dalam merencanakan, melaksanakan dan membuat laporan PTK adalah: 1) adanya persepsi keterbatasan waktu alias sibuk; 2) keterbatasan literatur; 3) Kurang menguasai teknologi; 4) belum optimalnya pelatihan PTK
PEMANFAATAN APLIKASI SRIKANDI BAGI PEGAWAI DI PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA REGIONAL BUKITTINGGI
The Srikandi application is a general government application that is useful for supporting the management and administration of documents electronically and saves paper use. This study aims to determine the use of the Srikandi Application for employees at the Bukittinggi Regional Human Resource Development Center. The main problems regarding the utilization and use of the Srikandi application for employees include limited access and infrastructure, no notifications from the Srikandi application, lack of socialization, training and understanding and lack of standardization in the use of the Srikandi application. This type of research is a qualitative research with descriptive method. Which describes the level of utilization and use of the Srikandi application based on the variables Performance Expectancy, Effort Expectancy, Facilitating Conditions, Standardization, solution and provides recommendations. The model used in this study is the modified Unified Theory of Acceptance and Use of Technology. The informants in this study used a purposive sampling technique. This data the writer obtained by conducting interviews, observations, and documentation using interview guidelines and recordings. The data analysis technique used is the MAXQDA application. The results of this study indicate that the majority of employees\u27 interest in adopting the Srikandi application based on the six variables has quite good results, because this application has benefits for employees and agencies to make administrative and filing work easier, more accountable, and easier to use and learnAplikasi Srikandi merupakan aplikasi umum Pemerintah yang berguna mendukung pengelolaan dan penatausahaan dokumen secara elektronik serta menghemat penggunaan kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Aplikasi Srikandi bagi pegawai di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Regional Bukittinggi. Pokok permasalahan mengenai pemanfaatan dan penggunaan aplikasi Srikandi bagi pegawai seperti keterbatasan akses dan infrastruktur, tidak adanya notivikasi dari aplikasi Srikandi, kurangnya sosialisasi, pelatihan dan pemahaman serta kurang standardisasi dalam penggunaan aplikasi Srikandi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Dimana mendeskripsikan tingkat pemanfaatan dan penggunaan aplikasi Srikandi berdasarkan variabel Performance Expectancy, Effort Expectancy, Facilitating Conditions, Standardization, solution dan memberikan rekomendasi. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah Unified Theory of Acceptance and Use of Tehcnology yang telah termodifikasi. Informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data ini penulis peroleh dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan mengunakan pedoman wawancara dan rekaman. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan mengunakan aplikasi MAXQDA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat pegawai dalam mengadopsi aplikasi Srikandi berdasarkan keenam variabel tersebut mayoritas mempunyai hasil yang cukup baik, karena aplikasi ini memiliki manfaat bagi pegawai dan istansi untuk pekerjaan administrasi dan pengarsipan menjadi lebih mudah, akuntabel, serta mudah untuk digunakan dan dipelajari
Pengaruh Pembelajaran Berbasis penggunaan museum sebagai model pembelajaran out-class terhadap Perilaku dan Motivasi Siswa Sekolah Dasar di Pesisir Madura
Pandemi telah mengubah pembelajaran pada siswa Sekolah Dasar. Perkembangan inovasi global dalam teknologi informasi menjadikan konstruktivisme sebagai pendekatan yang membangun pengetahuan semakin populer di seluruh dunia. Artikel ini berusaha menjelaskan tentang kartun sebagai pengembangan desain pembelajaran untuk genre populer, penceritaan digital yang dibuat oleh pembelajar. Representasi desain pembelajaran tertentu digunakan untuk menyajikan deskripsi terstruktur dari pendekatan penceritaan digital, dan isu-isu yang diangkat berkaitan dengan literasi desain pembelajaran di masa depan. Literatur tentang video digital kartun dalam pendidikan menekankan penggunaan aset video digital kartun bergaya instruksional yang telah dibuat sebelumnya. Desain pembelajaran untuk mendukung penggunaan produk video digital kartun yang dibuat oleh pakar ini telah dikembangkan. Namun, terkadang ada kekurangan kerangka pedagogis untuk memfasilitasi genre tertentu dari proyek video digital kartun yang dibuat. Maka dari itu, perlu pengembangan pembelajaran menggunakan digital storytelling
Analysis of the Potential of North Bengkulu\u27s Air Nokan River in the Context of Fulfilling Water Needs for Micro-hydro Power Plants and Irrigation
The Air Nokan River is located in Kemumu Village, Arma Jaya District, North Bengkulu Regency which is thought to have potential for agricultural water resources and Micro Hydro Power Plants (PLTMH).The detailed objectives of this study are as follows: i). Calculating how much water is available in the Air Nokan river. ii). Calculating the water requirement for an irrigation area. iii). Calculating the need for water for power generation and iv). Designing buildings for PLTMH. The method of this study is to use various mathematical equations that have been found by previous researchers. The primary data used are river dimensions and flow velocity. The water discharge in the river is calculated using the continuity equation. The mainstay discharge is calculated using the Mock method. Secondary data in the form of rainfall was obtained from three rain measuring stations. Rainfall data is processed using the algebraic average method. Climatological data were obtained from BMKG Bengkulu Province. Evapotranspiration was calculated using the modified Penman method. The results of data processing obtained a cross-sectional area of ??the river 58 m2 and a flow velocity of 1.5 m/s so that the river water discharge is 69.6 m3/s. The maximum discharge required for irrigation purposes is 2.13 m3/s. The maximum discharge required for power generation is 5.5 m3/s. The mainstay discharge with the lowest 85% probability in January is 7.63 m3/s.Based on the results of the analysis, it was concluded that the Air Nokan river can meet the needs of water to flow irrigation canals and power plant
Peningkatan Budaya Belajar Anak Usia Dini Melalui Diseminasi Buku Calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung)
Usia dini merupakan periode emas bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan. Sebab, periode ini adalah tahun-tahun berharga bagi anak untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya sebagai stimulans terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosial. Pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) harus didukung dengan tersedianya sumber belajar yang dapat menstimulus. Aspek dasar PAUD secara umum meliputi membaca, menulis dan menghitung (Calistung). Berdasarkan wawancara dan observasi Tim PKM dengan Kepala Desa Mongpok dan Desa Citaman di Kabupaten Serang, diperoleh informasi bahwa meskipun kedua desa ini memiliki lembaga PAUD namun sumber belajar Calistung belum ada. PAUD hanya memfokuskan anak-anak bermain tanpa memiliki sasaran aspek dasar pendidikan anak usia dini pada Calistung. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan budaya belajar anak usia dini melalui diseminasi buku calistung yang dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan anak di lokasi kegiatan. Metode yang digunakan adalah observasi, sosialisasi dan diseminasi. Teknik pengumpulan data secara wawancara dan survei. Waktu pelaksanaan kegiatan pada 18 Juli-28 Agustus 2022. Hasil dari kegiatan diseminasi buku calistung ini memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan anak usia dini sekitar 70% dilihat dari peningkatan hasil belajar anak-anak melalui nilai rapor dan wawancara langsung dengan guru dan para orang tua
PENDAMPINGAN APARATUR DESA DALAM PENYUSUNAN ALUR PELAYANAN PUBLIK DESA DUARA KABUPATEN LINGGA
Dalam proses penyediaan layanan pada kenyataannya masih banyak pelayanan yang tidak baik atau kurang bersifat transparan kepada masyarakat. Kasus-kasus yang berkaitan dengan buruknya pelayanan publik dapat ditemukan contohnya pada beberapa instansi, seperti mental aparat yang kurang simpatik, adanya korupsi, kolusi dan nepotisme. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan bagi aparatur desa untuk mewujudkan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya Desa Duara Kabupaten Lingga. Gagasan yang diusung dalam pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada aparatur pemerintahan desa untuk menyusun alur pelayanan publik di pemerintahan Desa Duara Kabupaten Lingga. Metode pelaksanaan dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dengan melakukan kegiatan peningkatan kapasitas melaluiedukasi ilmiah dan pendampingan penyusunan alur pelayanan publik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik pemerintahan desa. Dalam pemberian pendampingan, aparatur desa melakukan diskusi serta simulasi dalam pelaksanaaan penyusunan alur pelayanan publik terhadap masyarakat desa. Pada tahap akhir kegiatan pengabdian ini melakukan evaluasi dampak yang ditimbulkan untuk dinilai kontribusinya pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan Desa Duara dalam mendukung peningkatan Pelayanan Publik Desa Duara Kabupaten Lingga.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan bagi aparatur desa untuk mewujudkan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya Desa Duara Kabupaten Lingga. Dalam proses penyediaan layanan pada kenyataannya masih banyak pelayanan yang belum optimal kepada masyarakat diantaranya masih rendahnya kesadaran aparatur penyelenggara pelayanan publik untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Selain itu kondisi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan diperlukan edukasi kepada masyarakat dan aparatur desa dalam menyusun alur pelayanan public yang mudah dipahami oleh masyarakat desa setempat.Gagasan yang diusung dalam pengabdian masyarakat ini adalah meberikan edukasi kepadaaparatur pemerintahan desa untuk menyusun alur pelayanan publik di pemerintahan Desa Duara Kabupaten Lingga. Metode pelaksanaan dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dengan melakukan kegiatan peningkatan kapasitas melaluiedukasi ilmiah dan pendampingan penyusunan alur pelayanan publik untuk meningkatkan kualitas pelayanan public pemerintahan desa. Dalam pemberian pendampingan, aparatur desa melakukan diskusi serta simulasi dalam pelaksanaaan penyusunan alur pelayanan publik terhadap masyarakat desa. Pada tahap akhir kegiatan pengabdian ini melakukan evaluasi dampak yang ditimbulkan untuk dinilai kontribusinya pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan Desa Duara dalam mendukung peningkatan Pelayanan Publik Desa Duara Kabupaten Lingga
SOSIALISASI PRAKTIK PERANCANGAN KONTRAK BISNIS DAN KONTRAK KERJA UNTUK MENGHINDARI KERUGIAN HUKUM DI DESA RESUN PESISIR KABUPATAN LINGGA
Wilayah Desa Resun Pesisir terdiri dari laut dan sungai yang menjadi tempat pencaharian ekonomi masyarakat sehari-hari di sampingpertanian dan perkebunan. Berdasarkan keadaan ekonomi masyarakat Desa Resun Pesisir Kabupatan Lingga tersebut, kebutuhanmasyarakat akan kontrak sangat penting, untuk meminimalisir risiko hukum pada kontrak bisnis bagi para pelaku usaha atau Usaha Mikro Kecil Menengah dan kontrak kerja bagi masyarakat resun pesisir yang menjadi karyawan di suatu perusahaan swasta. Sosialisasiyang ditawarkan adalah pengenalan hukum kontrak dan praktik perancangan kontrak bisnis beserta kerugian yang ditimbulkan akibat cacat hukum pada kontrak serta pengenalan hukum ketenagakerjaan dan analisis kontrak kerja. Metode penyampaian materi dilakukanmelalui pendekatan sosialisasi, meliputi ceramah, tanya jawab, pelatihan, diskusi, dan pendampingan. Simpulan bahwa kurangnyapemahaman mengenai praktik perancangan kontrak bisnis dan kontrak kerja maka diperlukan upaya sosialisasi sehingga masyarakat Desa Resun Pesisir mampu meningkatkan pengetahuan tentang praktik pembuatan kontrak bisnis maupun kontrak kerja dan memahami tentang kerugian hukum yang timbul akibat cacat hukum dalam kontrak bisnis atau kontrak kerja.Wilayah Desa Resun Pesisir terdiri dari laut dan sungai yang menjadi tempat pencaharian ekonomi masyarakat sehari-hari di samping pertanian dan perkebunan. Berdasarkan keadaan ekonomi masyarakat Desa Resun Pesisir Kabupatan Lingga tersebut, kebutuhan masyarakat akan kontrak sangat penting, untuk meminimalisir risiko hukum pada kontrak bisnis bagi para pelaku usaha atau Usaha Mikro Kecil Menengah dan kontrak kerja bagi masyarakat resun pesisir yang menjadi karyawan di suatu perusahaan swasta. Sosialisasi yang ditawarkan adalah pengenalan hukum kontrak dan praktik perancangan kontrak bisnis beserta kerugian yang ditimbulkan akibat cacat hukum pada kontrak serta pengenalan hukum ketenagakerjaan dan analisis kontrak kerja. Metode penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan sosialisasi, meliputi : ceramah, tanya jawab, pelatihan, diskusi, dan pendampingan. Simpulan bahwa kurangnya pemahaman mengenai praktik perncangan kontrak bisnis dan kontrak kerja maka diperlukan upaya sosialisasi sehingga masyarakat resun pesisir mampu meningkatkan pengetahuan tentang praktik pembuatan kontrak bisnis maupun kontrak kerja dan memahami tentang kerugian hukum yang timbul akibat cacat hukum dalam kontrak bisnis atau kontrak kerja