Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Pelatihan dan Pendampingan Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran POS PAUD Nusa Indah Teluk Bakau
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan satuan Pendidikan yang sangat penting dalam menunjang dan mengembangkan kemampuan peserta didik pada usia keemasan. Berbagai permasalahan dihadapi oleh Pos PAUD Nusa Indah Teluk Bakau terkait implementasi kurikulum merdeka, pelaksanaan pembelajaran, serta pengembangan minat dan bakat anak melalui penyelenggaraan PAUD. Dalam rangka memberikan solusi, Tim Pengabdian UMRAH melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk implementasi kurikulum merdeka bagi Guru POS PAUD Nusa Indah Teluk Bakau. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun Modul Ajar, mengoptimalkan komunitas belajar, dan menyelenggarakan pembelajaran dalam rangka meningkatkan minat dan bakat siswa. Metode dilakukan dengan cara kuantitatif, dengan menggunakan instrumen untuk menganalisis ketercapaian luaran dari implementasi kurikulum Merdeka. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest serta penilaian tugas pelatihan melalui metode dokumentasi berupa modul ajar, dokumen pelaksanan pembelajaran dan dokumen pelaksanaan komunitas belajar. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pelatihan dalam memahami konsep implementasi kurikulum merdeka, penyusunan modul ajar, serta komunitas belajar. Melalui kegiatan ini, guru juga telah mampu menyusun modul ajar, melaksanakan komunitas belajar secara optimal, dan melaksanakan pembelajaran dengan mengoptimalkan penyalur minat dan bakat peserta didik melalui Pojok Kreasi
Struktur Komunitas Ikan Karnivora (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) di Pulau Lingga
Ikan ekonomis penting yang Sebagian besar merupakan ikan karnivora yang hidup di terumbu karang (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) memiiliki perananan yang sangat penting karena mereka menyediakan sumber daya pangan, sumber pendapatan bagi masyarakat lokal, serta berkontribusi pada ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi komunitas ikan karnivora (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) di Perairan Lingga. Metode Pengambilan sampel menggunakan Underwater Visual Census (UVC) dengan Belt Transect sepanjang 70-meter dengan lebar pengamatan sisi sebesar 5-meter dari 12 titik stasiun penelitian yang tersebar di Perairan Kabupaten Lingga. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 jenis ikan dari famili Haemulidae, 6 jenis ikan dari famili Lutjanidae dan 5 Jenis ikan dari famili Serranidae. Populasi ikan karnivora terbesar yang ditemukan di perairan Lingga yaitu dari jenis Lutjanus corponatatus.Ikan ekonomis penting yang Sebagian besar merupakan ikan karnivora yang hidup di terumbu karang (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) memiiliki perananan yang sangat penting karena mereka menyediakan sumber daya pangan, sumber pendapatan bagi masyarakat lokal, serta berkontribusi pada ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi komunitas ikan karnivora (Haemulidae, Lutjanidae dan Serranidae) di Perairan Lingga. Metode Pengambilan sampel menggunakan Underwater Visual Census (UVC) dengan Belt Transect sepanjang 70-meter dengan lebar pengamatan sisi sebesar 5-meter dari 12 titik stasiun penelitian yang tersebar di Perairan Kabupaten Lingga. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 jenis ikan dari famili Haemulidae, 6 jenis ikan dari famili Lutjanidae dan 5 Jenis ikan dari famili Serranidae. Populasi ikan karnivora terbesar yang ditemukan di perairan Lingga yaitu dari jenis Lutjanus corponatatus
SOSIALISASI MAKANAN SEHAT PRODUK PERIKANAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR SEBAGAI CIKAL BAKAL GENERASI TANGGUH COVID-19 DI DESA PENGUJAN KABUPATEN BINTAN
Tahun 2019 merupakan tahun dimana semua aspek kehidupan mengalami perubahan, pada penghujung tahun terjadi pandemi yang disebut Covid-19 yang melanda semua negara, dampak pendemi ini membuat banyak pihak melakukan perubahan dan mencari solusi untuk keluar dari situasi ini, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengkonsumsi makanan sehat. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk mengenalkan makanan sehat produk perikanan pada siswa Sekolah Dasar sebagai cikal bakal generasi tangguh Covid-19 di Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Target dari sosialisasi ini adalah siswa-siswi Sekolah Dasar dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran untuk mengkonsumsi makanan sehat dari produk perikanan. Permasalahan yang ditemukan di lapangan yaitu kurangnya informasi kepada siswa Sekolah Dasar mengenai makanan sehat yang dapat membantu meningkatkan imunitas dan Kesehatan. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang keamanan produk perikanan serta pengaruhnya terhadap kesehatan. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terhadap siswa Sekolah Dasar, adanya peningkatan pemahaman siswa setelah mendapatkan materi tentang makanan yang sehat untuk anak usia sekolah dasar dan mengetahui perilaku hidup sehat yang baik selama masa pandemi Covid-19
Pengembangan Instrumen Uji Validitas dan Praktikalitas Media Pembelajaran IPA
Metode riset dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa sehingga dapat menghasilkan suatu karya yang inovatif. Metode riset dapat mendukung kegiatan pembelajaran penelitian bagi mahasiswa. Namun, metode ini membutuhkan penguatan khususnya penelitian pengembangan mahasiswa karena belum mampu menyusun instrumen penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan instrumen validitas dan praktikalitas media pembelajaran IPA yang valid dan reliabel. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan tiga dari empat tahapan dalam model pengembangan 4D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen uji validitas dan praktikalitas yang dikembangkan berada dalam kategori valid dan sangat reliabel. Oleh karena itu, instrumen yang dikembangkan layak dan dapat dipercaya untuk digunakan oleh peneliti lainnya
Effectiveness of the Riau Islands Province Planning, Research and Development Agency in Carrying out Priority Activities In the Riau Islands Province
This research aims to determine the effectiveness of the Riau Islands Province Planning, Research and Development Agency in carrying out priority activities in the Riau Islands Province. As well as knowing the obstacles that influence the effectiveness of the Riau Islands Province Planning, Research and Development Agency in carrying out priority activities in the Riau Islands Province. This research is descriptive qualitative in nature with data collection techniques in the form of interviews and observations. According to Richard M. Steers, effectiveness is usually used to measure the extent to which a group or organization is effective in achieving a goal. According to Steers (2014:45-48) the essence of organizational effectiveness is, Clarity of Goals, Philosophy, Composition and Structure, Organizational Technology and Organizational Environment. The results of this research are that there are several factors that influence the effectiveness of the Riau Islands Bapelitbang, including limited budget, lack of experts, lack of involvement of local government, community and other stakeholders, lack of availability and quality of accurate and up-to-date data and information, and lack of supervision. and regular and periodic evaluation. The limited budget makes it difficult for the Riau Islands Bapelitbang to meet its operational needs, such as purchasing tools and equipment, implementing training, and improving facilities and infrastructure. Apart from that, the lack of experts is an obstacle in implementing the Riau Islands Bapelitbang\u27s priority activities. Adequate experts are required who have competence in accordance with the needs of Bapelitbang Riau Islands in carrying out priority activities. The involvement of local government, the community and stakeholders Is a very important key factor in supporting and facilitating Bapelitbang Riau Islands activities so that they can run effectively and efficiently. The availability and quality of accurate and up-to-date data and information is an important factor in supporting the implementation of Bapelitbang Riau Islands\u27 priority activities and the need for more regular and periodic monitoring and evaluation is very necessary to measure the effectiveness of Bapelitbang Riau Islands in carrying out priority activities, as well as making necessary repairs and improvements
Government Innovation in Implementing the E-Pokir Application at the Pekanbaru City Regional People\u27s Representative Council Secretariat Office: Studi Kasus di DPRD Kota Pekanbaru
Indonesia is a democratic country where the people are the main holder of sovereignty in the goals of government. Public service as an orientation in providing services must support good governance to achieve this. This research was conducted with the aim of knowing and analyzing government innovation in implementing the E-Pokir application at the Pekanbaru City Regional People\u27s Representative Council Secretariat Office. The collection techniques used were observation, interviews and documentation. The data analysis used is a descriptive qualitative method. The results of this research show that the Government\u27s Innovation in Implementing the E-Pokir Application at the Pekanbaru City Regional People\u27s Representative Council Secretariat Office is still not effective and implemented optimally, where in its realization there is still a lack of openness to information, especially in terms of fulfilling community aspirations. Among other things, the implementation of the e-Pokir application by the leadership and members of the Pekanbaru City DPRD is still not ideal, this application has been implemented for almost 3 years but it has not been able to be reached and observed by the community so it cannot become public data for the community as the main target of e-application innovation. Poker. The obstacles that arise in implementing this e-Pokir application innovation are that the community environment still has not received socialization, budget limitations, lack of support from related parties, and application accessibility. This application has been implemented for almost 3 years, but it has not been able to be reached and observed by the public so it cannot become public data for the community as the main target of the e-Pokir application innovation. The obstacles that arise in implementing this e-Pokir application innovation are that the community environment still has not received socialization, budget limitations, lack of support from related parties, and application accessibility. This application has been implemented for almost 3 years, but it has not been able to be reached and observed by the public so it cannot become public data for the community as the main target of the e-Pokir application innovation. The obstacles that arise in implementing this e-Pokir application innovation are that the community environment still has not received socialization, budget limitations, lack of support from related parties, and application accessibility
PENGARUH LEVERAGE, INTENSITAS ASET TETAP, DAN INSENTIF PAJAK TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK (Studi Kasus pada Perusahaan Basic Materials di Bursa Efek Indonesia): (Studi Kasus pada Perusahaan Basic Materials di Bursa Efek Indonesia)
Various findings of previous studies have motivated research on tax aggressiveness. This study intends to examine how tax aggressiveness is influenced by leverage, fixed asset intensity, and tax incentives. All basic materials companies listed on the Indonesia Stock Exchange, totalling 80 companies, are the research population. Observations were made between 2019 and 2022. The research sample was selected through purposive sampling, and a total of 26 businesses with 104 data were included. Multiple linear regression models were used to test the research. The findings show that tax aggressiveness is positively and significantly affected by fixed asset intensity and leverage. The financial statements of companies that have sizable fixed assets and debt that can be used to reduce taxes can show this. However, tax aggressiveness is not affected by tax incentives. The reason is because the majority of businesses do not meet the criteria for tax incentives. This finding has answered the inconsistency of previous research, which states that more leverage and fixed asset intensity will not affect how corporate tax outcomes are decided.Berbagai temuan penelitian sebelumnya menjadi pendorong dilakukannya penelitian tentang agresivitas pajak. Selain itu, kebutuhan akan penelitian tambahan berasal dari perbedaan antara perspektif pemerintah dan bisnis. Studi ini bermaksud akan menguji bagaimana agresivitas pajak dipengaruhi oleh leverage, intensitas aset tetap, dan insentif pajak. Seluruh perusahaan Basic Materials yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 80 perusahaan menjadi populasi penelitian. Pengamatan dilakukan antara tahun 2019 hingga 2022. Purposive sampling digunakan untuk memilih sampel penelitian, yang menghasilkan total 26 perusahaan dengan 104 data. Laporan keuangan tahunan Bursa Efek Indonesia dapat dilihat di https://www.idx.co.id/id yang menjadi sumber data sekunder untuk studi kasus ini. Model regresi linier berganda dipakai untuk menguji penelitian. Temuan menunjukkan bahwa agresivitas pajak secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh intensitas aset tetap dan leverage. Namun, agresivitas pajak tidak terpengaruh oleh insentif pajak.
Kata Kunci: leverage, intensitas aset tetap, insentif pajak, agresivitas paja
Pengaruh Strategi Pembelajaran Flipped Classroom yang Diintegrasikan dengan Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Flipped Classroom yang diintegrasikan dengan model Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa. Penelitian menggunakan jenis quasi experiment dengan desain penelitian berupa post test only control group design. Populasi subyek penelitian adalah siswa kelas XI SMA N 1 Banyumas. Pengambilan sampel penelitian dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh siswa kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol dan XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi, lembar observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran, dan dokumentasi. Instrumen tes merupakan instrument utama dalam penelitian, dan dikembangkan dalam bentuk pilihan ganda berdasarkan kisi-kisi HOTS sesuai dengan teori Taxonomy Bloom’s, namun masih terbatas pada level menganalisis (C4) dan menyimpulkan (C5). Analisis data untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji T-test, uji F, dan uji eta. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji T-test menunjukkan nilai sig. = 0,000, yang artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata HOTS siswa antara kelas eksperimen dan kelas control. Hasil uji F menunjukan nilai sig. = 0,000, yang artinya terdapat pengaruh Flipped Classroom yang diintegrasikan dengan model Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Hasil uji korelasi eta menunjukan nilai koefisien korelasi = 0,507, artinya pengaruh Flipped Classroom yang diintegrasikan dengan model Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi pada kategori sedang. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Flipped Classroom yang diintegrasikan dengan model Discovery Learning berpengaruh sedang terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
This study aims to determine the effect of the Flipped Classroom learning strategy applied to the Discovery Learning model on students\u27 higher-order thinking skills. This research is quantitative with quasi experiment method. The subject of research are students in senior high school at SMAN 1 Banyumas. Sampling was carried out using cluster random sampling technique. The research design used post-test only control group design. Tests and documentation were used to collecting data. The instrument used in this research is multiple choice test questions which are arranged with a HOTS grid with Blooms\u27 Taxonomy criteria in analyze (C4) and evaluation (C5). There are two methods of data analysis, namely 1) prerequisite test consisting of normality test and homogeneity test, and 2) hypothesis testing using T-test, F test, and eta test. The results showed that: on the T-test, there was a difference in the students\u27 average HOTS scores between the experimental class and the control class (sig. = 0.000), and the F test results showed that there was an effect of Flipped Classroom applied to the Discovery Learning model on students\u27 HOTS ( sig value = 0.000) and the eta correlation test shows that there is a moderate effect (correlation coefficient = 0.507). Therefore, it can be concluded that Flipped Classroom learning strategy applied to the Discovery Learning model has a moderate effect on students\u27 higher-order thinking skills
PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DARI JEROAN IKAN
Increasing the economic value of fish innards by processing them into one of the more useful products is Local Microorganisms (MOL). MOL is a decomposer in the manufacture of organic fertilizer in this study can be made from waste with fish offal as the basic ingredient. This study aims to determine the production of local microorganisms (MOL) and the MOL content of fish offal. The method used in the process of making MOL is fermented fish offal. Samples of fish offal MOL that had been successfully fermented for 14 days were then tested for TPC using Media Plate Count Agar. Isolation of Lactic Acid Bacteria (LAB) will be tested using MRS Agar + 1% used to differentiate LAB from non-acid producing bacteria. While the findings of mushroom identification using Potato Dextrose Agar. The results of the research that has been done show that the composition of 500 grams of fish offal, 1 liter of coconut water and 3 ounces of brown sugar in the manufacture of MOL from fish offal shows a bacterial count of 6.85x CFU/ml, which does not exceed the TPC standard threshold. The results of isolation of lactic acid bacteria found that bacteria in MOL from fish offal, namely Lactobacillus, identified the growth of fungi, where the fungi in MOL are beneficial for plant development from amino acids and sugars secreted by photosynthetic bacteria, organic matter and plant roots.Peningkatan nilai ekonomis dari Jeroan ikan ini dengan mengolahnya menjadi salah satu produk yang lebih bermanfaat adalah Mikroorganisme Lokal (MOL). MOL merupakan dekomposer dalam pembuatan pupuk organik pada penelitian ini dapat dibuat dari limbah dengan bahan dasar Jeroan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) dan kandungan MOL dari Jeroan Ikan. Metode yang digunakan dalam proses pembuatan MOL adalah Jeroan Ikan yang di fermentasi. Sampel MOL Jeroan Ikan yang telah berhasil difermesntasi selama 14 hari kemudian di uji TPC menggunakan Media Plate Count Agar. Isolasi Bakteri Asam Laktat (BAL) akan di uji menggunakan MRS Agar + 1% digunakan untuk membedakan BAL dengan bakteri yang bukan penghasil asam. Sedangkan temuan identifikasi jamur menggunakan Potato Dextrose Agar. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa komposisi dari 500 gr Jeroan Ikan, 1 liter air kelapa dan 3 ons gula merah dalam pembuatan MOL dari Jeroan Ikan menunjukkan jumlah bakteri sebesar 6,85x CFU/ml, dimana perhitungan tersebut tidak melewati ambang batas standar TPC. Hasil isolasi bakteri asam laktat bahwa ditemukanya bakteri dalam MOL dari Jeroan Ikan yaitu Lactobacillus dan teridentifikasi tumbuhnya jamur, dimana jamur pada MOL bermanfaat untuk perkembangan tanaman dari asam amino dan gula yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik, bahan organik serta akar tanaman
Kondisi Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Bintan Provinsi Kepulauan Riau
Kawasan Konservasi Perairan Bintan Provinsi Kepulauan Riau telah ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sesuai KEPMEN-KP-18 Tahun 2022 dikelola sebagai Taman Wisata Perairan. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Bintan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022 sampai bulan Mei 2023 Titik sampling penelitian berada di Desa Pengudang, Desa Berakit, Kelurahan Kawal, Desa Malang Rapat, Desa Teluk Bakau, Desa Gunung Kijang, Desa Mapur, Desa Numbing, Desa Mantang Besar, Desa Air Glubi, dan Desa Kelong. Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling dan metode snowball sampling melalui wawancara, FGD, survei menggunakan kuisioner, verifikasi dokumen dan studi literatur. Data dianalisis menggunakan perangkat ukur dengan EVIKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penilaian EVIKA berdasarkan kriteria input 80,47%, proses 53,49%, output 16,92% dan outcome 3,20%. Persentase akhir penilaian EVIKA sebesar 43,55% dengan Status efektivitas “dikelola Minimum” dengan peringkat “Perunggu”. Kawasan Konservasi Perairan Bintan terkait desain dan rancangan kawasan sudah dilaksanakan namun masih diperlukan upaya untuk mencapai tujuan pengelolaan. Rekomendasi untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Bintan untuk Kriteria Input: meningkatkan fungsi kelembagaan dengan membentuk UPTD, meningkatkan kompetensi SDM, meningkatkan alokasi anggaran dan sarana prasarana; Kriteria Proses: melengkapi SOP pengelolaan, menerapkan SOP, meningkatkan pengjangkauan secara terencana, meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana, memberdayakan masyarakat; Kriteria Output: mengidentifikasi kegiatan pemanfaatan kawasan, mengidentifikasi ancaman, melakukan monitoring kepatuhan, melakukan sosialisasi, membuat sistem database termutakhirkan dan mudah diakses; Kriteria Outcome: melakukan monitoring terhadap kondisi target konservasi, kondisi ekosistem, sosial ekonomi secara berkala, meningkatkan partisipasi masyarakat.Kawasan Konservasi Perairan Bintan Provinsi Kepulauan Riau telah ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sesuai KEPMEN-KP-18 Tahun 2022 dikelola sebagai Taman Wisata Perairan. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Bintan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022 sampai bulan Mei 2023 Titik sampling penelitian berada di Desa Pengudang, Desa Berakit, Kelurahan Kawal, Desa Malang Rapat, Desa Teluk Bakau, Desa Gunung Kijang, Desa Mapur, Desa Numbing, Desa Mantang Besar, Desa Air Glubi, dan Desa Kelong. Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling dan metode snowball sampling melalui wawancara, FGD, survei menggunakan kuisioner, verifikasi dokumen dan studi literatur. Data dianalisis menggunakan perangkat ukur dengan EVIKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penilaian EVIKA berdasarkan kriteria input 80,47%, proses 53,49%, output 16,92% dan outcome 3,20%. Persentase akhir penilaian EVIKA sebesar 43,55% dengan Status efektivitas “dikelola Minimum” dengan peringkat “Perunggu”. Kawasan Konservasi Perairan Bintan terkait desain dan rancangan kawasan sudah dilaksanakan namun masih diperlukan upaya untuk mencapai tujuan pengelolaan. Rekomendasi untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Bintan untuk Kriteria Input: meningkatkan fungsi kelembagaan dengan membentuk UPTD, meningkatkan kompetensi SDM, meningkatkan alokasi anggaran dan sarana prasarana; Kriteria Proses: melengkapi SOP pengelolaan, menerapkan SOP, meningkatkan pengjangkauan secara terencana, meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana, memberdayakan masyarakat; Kriteria Output: mengidentifikasi kegiatan pemanfaatan kawasan, mengidentifikasi ancaman, melakukan monitoring kepatuhan, melakukan sosialisasi, membuat sistem database termutakhirkan dan mudah diakses; Kriteria Outcome: melakukan monitoring terhadap kondisi target konservasi, kondisi ekosistem, sosial ekonomi secara berkala, meningkatkan partisipasi masyarakat