Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Konstruksi Sosial Sungai Sebagai Tempat Sampah: (Studi Kasus Di Desa Aikmel Barat)
Penelitian ini berjudul Konstruksi Sosial Sungai Sebagai Tempat Sampah (Studi Kasus di Desa Aikmel Barat), bertujuan untuk meneliti tentang konstruksi sosial sungai sebagai tempat sampah serta, faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat menjadikan sungai sebagai tempat sampah di Desa Aikmel Barat. Teori yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini ialah teori Konstruksi Sosial memiliki konsep yakni Eksternalisasi, Objektivasi, Internalisasi oleh Peter L. Berger. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, konstruksi sosial masyarakat yang terbentuk tentang sungai telah mengalami perubahan seiring dengan dinamika pola konsumsi masyarakat sehingga sungai beralih fungsi menjadi tempat sampah. Dialektika teori konstruksi sosia loleh Peter L Berger menghasilkan tiga konsep berpikir yakni Eksternalisasi (perilaku), Objektivasi (sikap), Internalisasi (tindakan). Eksternalisasi (perilaku) yakni pengalaman-pengalaman yang diperoleh oleh masyarakat dari pengetahuan sebelumnya, pengetahuan tentang sungai yang mulai kotor dan terecemar. Objetivasi (sikap) membentuk pola piker terhadap sungai yang tercemar hanya dimanfaatkan sebagai tempat sampah. Kedua proses tersebut membentuk sebuah Internalisasi (tindakan) berupa tindakan positif dan negatif. Tindakan positif ialah tindakan masyarakat yang menjaga lingkungan sungai dan tindakan negative ialah tindakan masyarakat yang terus menerus membuang sampah dan menjadikan sungai sebagai tempat sampah. selain itu, faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat membuang sampah di sungai ialah faktor kesadaran, faktor kebiasaan, kebudayaan menyimpang, faktor pemahaman yang salah, dan fasilitas yang tidak memadai
Penyadartahuan Larangan dan Ancaman terhadap Penangkapan dan Perdagangan Penyu melalui Media Poster di Desa Lalowaru dan Desa Ranooharaya
Threats to sea turtles in nature are newly hatched turtles which are prone to death caused by threats from animals such as birds, reptiles and crabs. The biggest threat to sea turtles is humans. Human exploitation of animals is a conservation challenge in the 21st- century. The sea turtles population in the world in the last 30 years has been exploited by humans. The percentage level of exploitation of turtle species consists of 39% hawksbill turtles and 56% green turtles (Senko et al., 2022). Optimizing the government\u27s efforts to protect sea turtles as law number 5 of 1990, government regulation number 7 of 1999 and in regulation of the minister of environment and forestry number. 16 of 2018. The purpose of the service is to provide knowledge to the target community to recognize protected fish resources and instill community concern in preserving fish resources, limiting trade and consumption of protected fish resources. Community service activities are carried out in several stages: observation, poster media design, preparing poster models for erringering information that will be used in socialization activies. Consists of determining the size of banner designing information senteces, and determing the material for banners and pamphlets, permitting poster media, monitoring and evaluation of poster media performance. The result show that most of visitors are interest and understand the content of the poster. The initiation of the formation of a sea turtle observer association is more likely to occur in Ranooharaya Village, Moramo District.Ancaman bagi penyu saat di alam yaitu penyu yang baru menetas rentan mengalami kematian diakibatkan oleh ancaman dari hewan seperti burung, reptil, dan kepiting. Ancaman terbesar penyu adalah manusia. Eksploittasi manusia terhadap hewan merupakan tantangan konservasi pada abad ke-21. Populasi penyu di dunia dalam 30 tahun terakhir telah di eksploitasi oleh manusia. Tingkat persentase eksploitasi terhadap spesies penyu terdiri dari 39% penyu sisik dan 56% penyu hijau (Senko dkk, 2022). Optimalisasi upaya Pemerintah Indonesia dalam melindungi penyu sebagaimana UU No. 5 Tahun 1990, PP No. 7 Tahun 1999 dan pada Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No. 16 Tahun 2018. Tujuan pengabdian adalah memberikan pengetahuan masyarakat sasaran untuk mengenal sumberdaya ikan yang dilindungi dan dan menanamkan kepedulian masyarakat dalam melestarikan sumberdaya ikan, membatasi perdagangan dan konsumsi sumberdaya ikan yang dilindungi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam beberapa tahapan: observasi, rancangan desain media poster, mempersiapkan model poster penyampaian informasi yang akan digunakan dalam kegiatan sosialisasi Terdiri dari penentuan ukuran spanduk, rancangan kalimat informasi, dan penentuan bahan spanduk dan pamflet, izin penempatan media poster, pemasangan media poster, monitoring dan evaluasi kinerja media poster. Hasil menunjukkan bahwa Sebagian besar pengunjung tertarik dan paham dengan isi poster. Inisiasi pembentukan lembaga pemerhati perlindungan penyu lebih memungkikan terjadi di Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo
Sosialisasi Penggunaan Bahan Bahan Baku Alternatif untuk Pakan Ikan Budidaya di Desa Pengujan Kabupaten Bintan
Feed is one of the main factors in the success of aquaculture and covers almost 70% of the production cost. The problem of relatively expensive feed raw materials requires an alternative to the main raw material for making fish feed, which has the nutritional quality needed by cultured fish. The community service activity was carried out in several stages, namely the survey and coordination to stakeholder, the dissemination, and the feed application to cultured fish. Based on the results of these activities, it was found that the Selayang Pandang Arowana Mas fish farming group already knew the raw materials that could be used as an alternative feed for cultured fish.Pakan merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan budidaya dan juga mengambil porsi terbesar dalam biaya produksi, yakni hampir 70%. Untuk mengatasi permasalahan bahan baku pakan yang harganya relatif mahal, maka diperlukan alternatif pengganti bahan baku utama pembuatan pakan ikan, yang memiliki kualitas nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan budidaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dalam beberapa tahap, yakni tahap survei dan koordinasi kegiatan, tahap sosialisasi serta tahap aplikasi pakan kepada ikan budidaya. Berdasarkan hasil kegiatan tesebut, didapatkan bahwa kelompok budidaya ikan Selayang Pandang Arowana Mas telah mengetahui bahan-bahan baku yang dapat dijadikan sebagai alternatif pakan untuk ikan budidaya
Kajian Kesesuaian Wisata Pantai di Pulau Temawan Kecil, Kabupaten Kepulauan Anambas
Pulau Temawan Kecil merupakan pulau pesisir dengan ekosistem pantai yang sangat indah. Potensi ekologi yang tinggi menjadi daya tarik Pantai Pulau Temawan Kecil. Usaha dalam menjaga kelestarian sumber daya alamnya, maka Pantai Pulau Temawan Kecil perlu dikaji kesesuaian wisata pantai, agar mendapatkan strategi pengelolaan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi ekologi dan tingkat kesesuaian wisata pantai di Pantai Pulau Temawan Kecil, serta persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Temawan Kecil pada bulan Agustus tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, metode purposive sampling untuk menentukan stasiun penelitian, yaitu stasiun 1, stasiun 2, dan stasiun 3, serta accidental sampling untuk menentukan responden, yaitu 30 pengunjung, 1 pengelola wisata, dan 1 pemerintah daerah. Analisis yang digunakan penelitian ini adalah analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan analisis statistik deskriptif menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini adalah potensi ekologi di Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori sangat sesuai dan cukup sesuai setiap stasiun, Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) setiap stasiun yaitu stasiun 1 sebesar 91% atau S1 (sangat sesuai), stasiun 2 sebesar 85% (sangat sesuai), dan stasiun 3 sebesar 83% (sangat sesuai), dan persepsi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori tinggi atau sangat baik, artinya Pantai Pulau Temawan Kecil sesuai untuk aktivitas wisata pantai, dan partisipasi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori tinggi atau sangat baik, artinya masyarakat siap ikut terlibat menjaga kelestarian alam Pantai Pulau Temawan Kecil. Kesimpulan penelitian ini adalah Pantai Pulau Temawan Kecil merupakan wisata pantai yang sangat sesuai (S1) untuk aktivitas wisata pantai.Pulau Temawan Kecil merupakan pulau pesisir dengan ekosistem pantai yang sangat indah. Potensi ekologi yang tinggi menjadi daya tarik Pantai Pulau Temawan Kecil. Usaha dalam menjaga kelestarian sumber daya alamnya, maka Pantai Pulau Temawan Kecil perlu dikaji kesesuaian wisata pantai, agar mendapatkan strategi pengelolaan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi ekologi dan tingkat kesesuaian wisata pantai di Pantai Pulau Temawan Kecil, serta persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Temawan Kecil pada bulan Agustus tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, metode purposive sampling untuk menentukan stasiun penelitian, yaitu stasiun 1, stasiun 2, dan stasiun 3, serta accidental sampling untuk menentukan responden, yaitu 30 pengunjung, 1 pengelola wisata, dan 1 pemerintah daerah. Analisis yang digunakan penelitian ini adalah analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan analisis statistik deskriptif menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini adalah potensi ekologi di Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori sangat sesuai dan cukup sesuai setiap stasiun, Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) setiap stasiun yaitu stasiun 1 sebesar 91% atau S1 (sangat sesuai), stasiun 2 sebesar 85% (sangat sesuai), dan stasiun 3 sebesar 83% (sangat sesuai), dan persepsi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori tinggi atau sangat baik, artinya Pantai Pulau Temawan Kecil sesuai untuk aktivitas wisata pantai, dan partisipasi masyarakat terhadap Pantai Pulau Temawan Kecil terkategori tinggi atau sangat baik, artinya masyarakat siap ikut terlibat menjaga kelestarian alam Pantai Pulau Temawan Kecil. Kesimpulan penelitian ini adalah Pantai Pulau Temawan Kecil merupakan wisata pantai yang sangat sesuai (S1) untuk aktivitas wisata pantai
Karakteristik Reproduksi Ikan Tembakul (Boleophthalmus boddarti) di Kong Khew Pak Kung, Kalimantan Barat
Ikan tembakul (Boleophthalmus boddarti) ialah ikan yang seringkali dijumpai pada wilayah mangrove, ikan yang mampu berjalan di darat, serta memijah pada lubang lumpur kawasan persembunyian. Ikan ini dimanfaatkan sebagai bahan pangan, obat tradisional maupun umpan untuk memancing, tetapi masih banyak dari sebagian masyarakat yang tidak mengetahui manfaatnya. Penurunan kualitas lingkungan di Kawasan Wisata Religi Kong Khew Pak Kung Kecamatan Sungai Pinyuh akibat penumpukan sampah diduga dapat menurunkan populasi ikan tembakul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik reproduksi ikan tembakul yang meliputi nisbah kelamin, faktor kondisi, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Penelitian ini dilakukan mulai Desember 2022 hingga Februari 2023 dengan metode random sampling menggunakan alat tangkap jaring dengan panjang 10 m dan lebar mata jaring 1/1,5 inch. Data dianalisis secara deskriptif. Nisbah kelamin didapatkan 1:1 dengan dominansi ikan muda dengan Tingkat Kematangan Gonad (I-II). Indeks kematangan gonad (IKG) jantan rata-rata berkisar 0,07-1,93% dan nilai IKG betina rata-rata berkisar 0,06-5,76%. Fekunditas sebanyak 42.212-80.198 butir dengan diameter telur antara 0,15-0,60 mm dan termasuk dalam kelompok pemijahan serempak (total spawner).Ikan tembakul (Boleophthalmus boddarti) ialah ikan yang seringkali dijumpai pada wilayah mangrove, ikan yang mampu berjalan di darat, serta memijah pada lubang lumpur kawasan persembunyian. Ikan ini dimanfaatkan sebagai bahan pangan, obat tradisional maupun umpan untuk memancing, tetapi masih banyak dari sebagian masyarakat yang tidak mengetahui manfaatnya. Penurunan kualitas lingkungan di Kawasan Wisata Religi Kong Khew Pak Kung Kecamatan Sungai Pinyuh akibat penumpukan sampah diduga dapat menurunkan populasi ikan tembakul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik reproduksi ikan tembakul yang meliputi nisbah kelamin, faktor kondisi, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Penelitian ini dilakukan mulai Desember 2022 hingga Februari 2023 dengan metode random sampling menggunakan alat tangkap jaring dengan panjang 10 m dan lebar mata jaring 1/1,5 inch. Data dianalisis secara deskriptif. Nisbah kelamin didapatkan 1:1 dengan dominansi ikan muda dengan Tingkat Kematangan Gonad (I-II). Indeks kematangan gonad (IKG) jantan rata-rata berkisar 0,07-1,93% dan nilai IKG betina rata-rata berkisar 0,06-5,76%. Fekunditas sebanyak 42.212-80.198 butir dengan diameter telur antara 0,15-0,60 mm dan termasuk dalam kelompok pemijahan serempak (total spawner)
Piracy in the Gulf of Guinea: The Role of UNODC in Combating Maritime Crime
The Gulf of Guinea is a center of maritime crime, which harms seafarers, shipping companies, and other countries that conduct international trade by sea. United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) is a United Nations organization whose role is to address international organized crime issues including ship piracy. The United Nations Office on Drugs and Crime has conducted various programs to combat maritime crimes around the world including in the Gulf of Guinea (Gulf of Guinea). This research uses a qualitative research method with a descriptive analysis approach and uses secondary data sourced which is obtained from written materials collected through literature studies. Through the concept of maritime security, this study analyzes the role of the United Nations Office on Drugs and Crime in tackling piracy in the Gulf of Guinea and concludes various factors that lead to piracy, such as political, social, and economic. This research is important to understand the United Nations Office on Drugs and Crime’s efforts in dealing with pirates in the Gulf of Guinea and will contribute to the treaty on combating transnational organized crime. This research highlights the role of the United Nations Office on Drugs and Crime in combating piracy in the Gulf of Guinea. Through cooperation with several African nations, the case of piracy has been declining in the past several years. The research found that the United Nations Office on Drugs and Crime’s role in dealing with piracy in the Gulf of Guinea has not been fully optimized due to several factors that cause piracy to persist, some of the factors including the political issues, lack of law integration between the country, and non-contribution from the leaders of the pirate organization in the authorities\u27 investigations
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial Masyarakat Nelayan di Desa Kelombok Lingga
There are many factors that influence the social mobility process of fishermen, both internally and externally, which become incentives or obstacles for fishing communities in carrying out mobility movements both vertically and horizontally. To answer the above problems, this research uses a qualitative descriptive approach, with data collection methods through observation, interviews and documents using the Miles, Huberman and Saldan analysis model, namely through data condensation, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of the analysis, it is found that in general the factors driving fishermen\u27s social mobility are influenced by individual factors such as (age, access to health, skills or personal abilities), educational factors (fishermen\u27s education factors, continuing children\u27s education, and better school access), economic factors. (high operational costs, fluctuating income, high living needs,) natural factors (extreme weather, environmental pollution), social situation factors (invitation from relatives or neighbors, new environment, trying new leisure activities, new experiences and luck in other places). Meanwhile, the researchers found that the factors inhibiting social mobility of fishing communities in Kelombok Village were cultural factors, traditional values, race and ethnicity, economic limitations, concerns about adapting to a new environment)
Validitas Model Sharing Reading Literacy
Abstrak
Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih banyak Guru Bahasa Indonesia Kelas X SMA Negeri 15 Padang mengalami kesulitan dalam menganalisis tingkat validitasan model pembelajaran yang akan diujikan kepada siswa kelas X SMA Negeri 15 Padang. Di samping itu, Guru Bahasa Indonesia Kelas X SMA Negeri 15 Padang belum pernah melakukan analisis validitas model pembelajaran yang diujikan kepada siswa sehingga Guru Bahasa Indonesia Kelas X SMA Negeri 15 Padang tersebut tidak pernah mengetahui apa saja sistem pendukung dalam penerapan model pembelajaran yang akan diujikan kepada siswa-siswinya. Ini menyebabkan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai dengan baik dan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk validitas Model Sharing Reading Literacy serta tingkat validitas Model Sharing Reading Literacy yang valid akan diterapkan oleh Guru kepada siswa Kelas X SMA Negeri 15 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan desain pembelajaran menurut Dick dan Carey. Subjek pada penelitian ini yaitu Tim Validator. Berdasarkan analisis data dan pembahasaan, dapat disimpulkan bahwa hasil validasi isi tergolong valid yaitu: validiasi isi dengan nilai 60 atau kategori cukup valid sedangkan untuk hasil validasi konstruk tergolong sangat valid yaitu 100.
Abstract
The problem behind this research is that there are still many Indonesian language teachers in Class X SMA Negeri 15 Padang having difficulty in analyzing the level of validity of the learning model that will be tested on Class X students at SMA Negeri 15 Padang. Besides that, the Indonesian Class X teacher of SMA Negeri 15 Padang has never conducted an analysis of the validity of the learning model that was tested on students. So that the Class X Indonesian teacher of SMA Negeri 15 Padang never knew what the support system was in implementing the learning model that would be tested on his students. So that the learning objectives cannot be achieved properly and optimally. This study aims to see the form of validity of the Sharing Reading Literacy Model and the level of validity of the valid Sharing Reading Literacy model that will be applied by the teacher to Class X students of SMA Negeri 15 Padang. This research is a development research that uses a Dick and Carey model. However, in this research, only up to the development stage (develop). The subject of this research is the validator team. Based on data analysis and discussion, it can be concluded that the content validation results are valid, namely . Content validation 60 with quite valid category. Meanwhile, the results of construct validation are classified as very valid, namely 100.
IMPLEMENTASI SISTEM KEAMANAN LOKER BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK DI PERPUSTAKAAN PUSAT UMRAH: Implementasi Sistem Keamanan Loker Berbasis Wireless Sensor Network di Perpustakaan Pusat UMRAH
Perkembangan teknologi dan sistem automasi berkembang semakin pesat. Kemajuan teknologi turut membantu dalam pengembangan sistem keamanaan menjadi lebih baik. Pada awalnya sistem keamanaan pada loker dilakukan secara manual dan kurang praktis dibandingkan dengan sistem teknologi saat ini. Hal ini membuat peneliti melakukan inovasi membangun sistem keamanan loker pada perpustakaan menggunakan RFID berbasis Wireless Sensor Network, dan tidak lagi menggunakan kunci konvensional sebagai akses membuka loker. Harapannya keberadaan suatu barang yang berada di loker dapat dilakukan monitoring dalam layar atau informasi node, baik dalam tampilan layar dan penyimpanan database sehingga memastikan kondisi loker tetap aman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa sistem keamanan loker
Menggunakan metode prototype berhasil diimplementasikan dalam membangun sistem keamanan loker menggunakan RFID berbasis Wireless Sensor Network yaitu, sistem keamanan loker berbasis RFID RC522 telah berhasil dibuat dan dapat bekerja dengan baik sesuai rancangannya. Sistem keamanan loker berbasis RFID ini menggantikan kunci konvensional menjadi card RFID yang dapat membuka loker dan sistem keamanan loker juga dapat dimonitoring melalui web dan perangkat ini tersambung dengan jaringan Wi-Fi.The development of technology and automation systems is growing rapidly. Advances in technology have helped in the development of a better security system. At first the security system in the lockers was done manually and was less practical than the current technological system. The purpose of this study is to build a locker security system in the library using RFID-based Wireless Sensor Network, and no longer use conventional keys as access to open lockers. In the end, the existence of the goods can be monitored on the screen or node information both in the screen display and database storage so as to ensure the locker conditions remain safe. From the results that have been carried out, it can be concluded that a locker security system based on RFID RC522 has been created and can work well. This RFID-based locker security system replaces conventional keys into RFID cards that can open lockers, the scale sensor (Load Cell) functions as a sensor that detects whether or not there are items in the locker, this locker security system can also be monitored via the web and this device is connected to a network Wi-Fi
f FENOMENA CHILDFREE DI ERA KONTEMPORER BERDASARKAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI
Fenomena ChildFree menjadi perbincangan hangat di Indonesia baru-baru ini. Diawali oleh salah satu influencer yang mengumumkan kepada publik bahwa dirinya memilih untuk ChildFree atau bebas anak. Hal ini memunculkan pro dan kontra dikehidupan masyarakat khususnya negara Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa di Indonesia umumnya mengenal prinsip ‘banyak anak banyak rezeki’. Prinsip tersebut berbanding terbalik dengan konsep ChildFree itu sendiri. ChildFree dikenal dengan kondisi dari pasangan suami dan istri yang tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak setelah proses pernikahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana para generasi muda yang berada dalam era terkini memandang konsep dari ChildFree itu sendiri, eksistensi dari ChildFree di era kontemporer terlebih dalam media sosial, dan bagaimana ilmu sosiologi menganalisis fenomena ChildFree ini dengan menggunakan teori konstruksi realitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan data pendukung yang didapatkan dari berita di media sosial dan artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan ChildFree adalah berasal dari generasi milenial, karena mereka memiliki kesadaran dan pemikiran jangka panjang terkait hal tersebut. ChildFree akhirnya menjadi perbincangan hangat media pemberitaan dan menjadi perhatian, khususnya dalam bidang ilmu sosiologi yang menganalisis fenomena ini menggunakan teori konstruksi realitas sosial.Fenomena ChildFree menjadi perbincangan hangat di Indonesia baru-baru ini. Diawali oleh salah satu influencer yang mengumumkan kepada publik bahwa dirinya memilih untuk ChildFree atau bebas anak. Hal ini memunculkan pro dan kontra dikehidupan masyarakat khususnya negara Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa di Indonesia umumnya mengenal prinsip ‘banyak anak banyak rezeki’. Prinsip tersebut berbanding terbalik dengan konsep ChildFree itu sendiri. ChildFree dikenal dengan kondisi dari pasangan suami dan istri yang tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak setelah proses pernikahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana para generasi muda yang berada dalam era terkini memandang konsep dari ChildFree itu sendiri, eksistensi dari ChildFree di era kontemporer terlebih dalam media sosial, dan bagaimana ilmu sosiologi menganalisis fenomena ChildFree ini dengan menggunakan teori konstruksi realitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan data pendukung yang didapatkan dari berita di media sosial dan artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan ChildFree adalah berasal dari generasi milenial, karena mereka memiliki kesadaran dan pemikiran jangka panjang terkait hal tersebut. ChildFree akhirnya menjadi perbincangan hangat media pemberitaan dan menjadi perhatian, khususnya dalam bidang ilmu sosiologi yang menganalisis fenomena ini menggunakan teori konstruksi realitas sosia