Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Biologi Dasar untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa IPA
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui validitas media pembelajaran biologi dasar berbasis web; (2) mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan Research and Development (ADDIE). Ada lima tahapan dalam desain ini yaitu (1) Analisis (Analyze), (2) Rancangan (Design), (3) Kegiatan Produk Pengembangan (Development), (4) Kegiatan Uji coba lapangan (Implementation), dan (5) Kegiatan evaluasi (Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) validasi mencapai 93% (kategori sangat baik) sesuai sehingga tujuan pembelajaran matakuliah biologi dasar dapat tercapai; dan (2) ada peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada perkuliahan Biologi dasar sebesar 0,57 (kategori sedang)
Asosiasi Makrozoobentos pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan
Makrozoobentos adalah organisme yang hidup di dasar perairan (substrat), baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi makrozoobentos yang terdapat pada ekosistem padang lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021. Metode penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun yang ditemukan di Perairan Desa Pengujan terdiri atas; Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halophila ovalis. Kerapatan tergolong berbeda di setiap stasiun. Stasiun satu memiliki nilai kerapatan lamun total tertinggi termasuk dalam kategori sangat rapat, sedangkan stasiun tiga nilai kerapatan lamun total terendah termasuk dalam kategori rapat. Nilai Tutupan lamun tertinggi terdapat pada stasiun satu termasuk dalam kategori sedang, sedangkan nilai tutupan lamun yang rendah terdapat pada stasiun tiga termasuk dalam kategorikan sedang. Kepadatan makrozoobentos tertinggi terdapat pada stasiun dua sebesar 64 ind/m2. Makrozoobentos yang ditemukan terdiri dari 11 jenis. Makrozoobentos yang paling banyak ditemukan di Perairan Desa Pengujan adalah jenis Archaster sp. Adanya hubungan antara kerapatan lamun dengan kepadatan makrozoobentos di Perairan Desa Pengujan yang membuktikan bahwa kerapatan lamun juga memengaruhi kepadatan makrozoobentos.Makrozoobentos adalah organisme yang hidup di dasar perairan (substrat), baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi makrozoobentos yang terdapat pada ekosistem padang lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021. Metode penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun yang ditemukan di Perairan Desa Pengujan terdiri atas; Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halophila ovalis. Kerapatan tergolong berbeda di setiap stasiun. Stasiun satu memiliki nilai kerapatan lamun total tertinggi termasuk dalam kategori sangat rapat, sedangkan stasiun tiga nilai kerapatan lamun total terendah termasuk dalam kategori rapat. Nilai Tutupan lamun tertinggi terdapat pada stasiun satu termasuk dalam kategori sedang, sedangkan nilai tutupan lamun yang rendah terdapat pada stasiun tiga termasuk dalam kategorikan sedang. Kepadatan makrozoobentos tertinggi terdapat pada stasiun dua sebesar 64 ind/m2. Makrozoobentos yang ditemukan terdiri dari 11 jenis. Makrozoobentos yang paling banyak ditemukan di Perairan Desa Pengujan adalah jenis Archaster sp. Adanya hubungan antara kerapatan lamun dengan kepadatan makrozoobentos di Perairan Desa Pengujan yang membuktikan bahwa kerapatan lamun juga memengaruhi kepadatan makrozoobentos
UPAYA GERAKAN ME TOO DALAM MENGHADAPI KEKERASAN DAN PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI KOREA SELATAN
The issue of sexual violence against women is an issue that can be found in various countries, both in developed and developing countries. As one of the developed countries, South Korea also has many issues regarding sexual violence against women in its country. This happens as a result of the patriarchal culture and Confucianism inherent in South Korean society itself. This causes the existence of a superior that is owned by men to control and dominate women. This is certainly an impetus for men to commit violence and sexual harassment against women because women are placed as objects of male sexuality. In fact, as fellow human beings, men and women should be able to have the same rights and be at the same level without dominating or making one of them a mere sexual object. Therefore, in response to this, a lot of feminist movements have sprung up in South Korea, one of which is the Me Too movement which seeks to empower women and fight against patriarchal culture to get equal rights with men through campaigns both at home and abroad. social media or directlyIsu mengenai kekerasan seksual terhadap perempuan merupakan sebuah isu yang dapat ditemukan diberbagai negara, baik di negara maju maupun berkembang. Sebagai salah satu negara maju, Korea Selatan juga memiliki banyak sekali isu mengenai kekerasan seksual terhadap perempuan di negaranya. Hal tersebut terjadi akibat dari adanya budaya patriarki dan konfusianisme yang melekat dalam masyarakat Korea Selatan itu sendiri. Sehingga menyebabkan adanya superrior yang dimiliki laki-laki untuk mengendalikan dan mendominasi perempuan. Hal tersebut tentulah menjadi pendorong bagi kaum laki-laki untuk melakukan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan karena perempuan ditempatkan sebagai objek seksualitas laki-laki. Padahal, sebagai sesama seorang manusia, seharusnya antara kaum laki-laki maupun perempuan dapat memiliki hak yang sama dan berada pada tingkat yang setara tanpa mendominasi atau menjadikan salah satunya sebagai objek seksual semata. Maka dari itu, dalam menanggapi hal tersebut, banyak sekali gerakan-gerakan feminis yang bermunculan di Korea Selatan, salah satunya adalah gerakan Me Too yang berupaya untuk memberdayakan perempuan dan dan melawan budaya patriarki untuk mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki melalui kampanye baik di media sosial maupun secara langsung.
 
Tari Boria Etnomatematika pada Tari Boria di Pulau Penyengat: Etnomatematika pada Tari Boria di Pulau Penyengat
Boria dance is an art from Penyengat Island that shows the skill of marching and dancing to the rhythm of music in various song rhythms. The dance is performed by paying attention to the floor pattern, appropriateness of Movement, and appropriate rhythm. All of this is done to achieve the beauty of the dance. This research examines the ethnomathematics of the Boria dance on Penyengat Island. This research is qualitative research with an ethnographic approach. The data source for this research is arts activists at the Penyengat Heritage Cultural Studio. Data was collected by observation, interviews, and documentation with the main instrument, the researcher himself. Next, data analysis was carried out using domain, taxonomy, component, and cultural theme analysis. The research results found that there were mathematical activities, namely counting the beats made by dancers, measuring the distance between dancers before and after entering the stage, and designing the movements and floor patterns of the Boria Dance. The mathematical concepts in this research are multiplication, non-standard units of measurement, angles, and flat figures.Tari boria merupakan kesenian dari Pulau Penyengat dengan memperlihatkan kepandaian baris-berbaris dan menari dengan mengikuti irama musik dalam berbagai irama lagu. Tariannya dilakukan dengan memperhatikan pola lantai, kesesuaian gerak, dan kesesuaian ritme. Semua itu dilakukan agar tercapai keindahan tari. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji etnomatematika yang terdapat pada tari Boria di Pulau Penyengat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data penelitian ini adalah Pegiat Seni di Sanggar Budaya Warisan Penyengat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrument utamanya yaitu peneliti sendiri. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil penelitian ditemukan bahwa adanya aktivitas matematika yaitu menghitung ketukan yang dilakukan oleh penari, aktivitas mengukur jarak antar penari sebelum memasuki pentas dan setelah memasuki pentas, dan aktivitas mendesain gerakan serta pola lantai Tari Boria. Konsep matematika yang terdapat pada penelitian ini adalah perkalian, satuan ukur tidak baku, sudut, dan bangun datar
Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Pantai Marina Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau
Pantai Marina merupakan salah satu pariwisata bahari yang berada di Kota Batam. Penelitian ini mengenai makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas perairan di Pantai Marina, Kota Batam, Kepulauan Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan di Pantai Marina melalui keberadaan makrozoobentos menggunakan indeks ekologi dan Family Biotic Index (FBI). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 30 titik sampel. Berdasarkan hasil identifikasi jenis makrozoobentos ditemukan sebanyak 26 genus, terdiri dari filum Mollusca 21 genus, Annelida 3 genus, dan Arthropoda 1 genus dengan total kelimpahan makrozoobentos di Pantai Marina sebesar 157,41 ind/m2. Nilai indeks ekologi makrozoobentos di Pantai Marina dengan nilai indeks keanekaragaman (2,84) kategori “sedang”, keseragaman (0,87) kategori “tinggi”, dominansi (0,07) kategori “rendah”. Berdasarkan parameter lingkungan di Pantai Marina dapat dilihat bahwa kondisi perairan masih sesuai baku mutu air laut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 Lampiran VIII peruntukan biota laut dan bisa mendukung kehidupan makrozoobentos di Pantai Marina dan berdasarkan hasil perhitungan kriteria FBI dapat diketahui kualitas perairan di Pantai Marina berkategori “sangat baik” dengan nilai 0,35 yang berarti kualitas perairan di lokasi tersebut sangat baik.Pantai Marina merupakan salah satu pariwisata bahari yang berada di Kota Batam. Penelitian ini mengenai makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas perairan di Pantai Marina, Kota Batam, Kepulauan Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan di Pantai Marina melalui keberadaan makrozoobentos menggunakan indeks ekologi dan Family Biotic Index (FBI). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 30 titik sampel. Berdasarkan hasil identifikasi jenis makrozoobentos ditemukan sebanyak 26 genus, terdiri dari filum Mollusca 21 genus, Annelida 3 genus, dan Arthropoda 1 genus dengan total kelimpahan makrozoobentos di Pantai Marina sebesar 157,41 ind/m2. Nilai indeks ekologi makrozoobentos di Pantai Marina dengan nilai indeks keanekaragaman (2,84) kategori “sedang”, keseragaman (0,87) kategori “tinggi”, dominansi (0,07) kategori “rendah”. Berdasarkan parameter lingkungan di Pantai Marina dapat dilihat bahwa kondisi perairan masih sesuai baku mutu air laut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 Lampiran VIII peruntukan biota laut dan bisa mendukung kehidupan makrozoobentos di Pantai Marina dan berdasarkan hasil perhitungan kriteria FBI dapat diketahui kualitas perairan di Pantai Marina berkategori “sangat baik” dengan nilai 0,35 yang berarti kualitas perairan di lokasi tersebut sangat baik
Development of a HOTS-Based Mathematical Abstraction Ability Instrument in Trigonometry Using Riau Islands Province Culture
The lack of available assessment tools that effectively measure students\u27 ability to think abstractly in mathematics, particularly in trigonometry. Additionally, there is a need to incorporate local culture into the assessment instrument to make the content more relatable and relevant to students in Riau Islands Province. This study is a development study using the Define, Design, and Develop processes from the 4D development model that have been converted to 3D. 3 doctoral lecturers in mathematics education subsequently validate the instruments produced; they are modified in response to their feedback and recommendations. A team of 17 teachers and instructors of high school mathematics validated the results, followed by panelists\u27 validation. The content Validity Ratio (CVR) index value on the panelist\u27s validation of 25 items is greater equals to 0.765. The instrument has been tested on 20th-grade 10th high school students. The results show that the instrument can be used on a large scale, and the instrument with the cultural context of the Riau Islands Province enables students to break down complex problems into simpler components, identify relevant variables, and establish connections between them.
 
Perkembangan Teorisasi Regionalisme : Kerjasama Regional Dalam Konteks Komparasi Regionalisme Lama dan Baru
Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana teori-teori regionalisme menjelaskan kerjasama dan integrasi regional yang menjadi dasar perubahan dalam model regionalisme. Teori-teori ini secara eksplisit mengkonsepkan regionalisme sebagai sesuatu yang digerakkan oleh pembuatan keputusan yang independen dari aktor-aktor regional sebagai respon terhadap faktor-faktor penyebab yang berasal dalam maupun luar kawasan. Berakhirnya Dingin dan kemunculan globalisasi menjadi faktor penentu dari hadirnya teori regionalism baru yang menjadi elemen pembanding dalam diskursus komparasi antara regionalisme lama dan regionalisme baru. Tulisan ini mengawalinya dengan berpendapat bahwa teori-teori awal dari kerjasama regional dan integrasi memiliki bias dengan menempatkan negara sebagai penggerak utama dari regionalisme dan memfokuskan pada proses-proses pembentukan institusi formal pada level regional. Tulisan ini menerapkan kerangka pemikiran dari teori regionalisme baik regionalisme lama maupun regionalisme baru yang menjadi dasar acuan dalam membandingkan perkembangan teori regionalisme ini. Metode kualitatif menjadi pilihan metode yang dipergunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan sekaligus wawancara dengan mengumpulkan data dan dokumen dari jurnal, buku, dokumen rapat, serta bertanya langsung kepada informan penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa globalisasi memudahkan banyak negara melakukan kerja sama regional yang berorientasi pada ekspor, tidak memakan waktu lama dalam pembuatan kesepakatan perjanjian kerja sama, dan memiliki komplementaritas yang saling menguntungkan yang dikenal dengan Growth Triangle (GT). Indonesia Malaysia Thailand- Growth Triangle (IMT-GT) menjadi bagian dari regionalisme baru yang dipaparkan dalam penelitian ini
Pengaruh Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Ulang (Studi Kasus pada Surplus 88)
In increasingly fierce coffee shop competition marked by the significant growth in the number of coffee shops in recent years, extra efforts need to be made to understand consumer needs and desires. A better understanding of these aspects can be used as a reference in developing marketing strategies to increase consumer repurchases. This is the background for this research to analyze the factors that drive repeat purchase decisions. This research conducted a case study on Start Up Coffee Gorontalo. The population in this research are consumers who visit Surplus 88. Multiple linear regression analysis techniques were used to test the research hypothesis. The research results found that promotions and service quality can significantly encourage repurchase interest. To encourage repeat purchases, promotions need to be intensified by providing attractive discounts, providing membership cards with various attractive rewards, offering products at competitive prices, and offering cross promotions with other products. Intention to repurchase is also influenced by service quality which can be improved by ensuring employees appear neat, provide professional service, provide fast and responsive service, employees understand well the various products offered, and employees can communicate well with customersIn increasingly fierce coffee shop competition marked by the significant growth in the number of coffee shops in recent years, extra efforts need to be made to understand consumer needs and desires. A better understanding of these aspects can be used as a reference in developing marketing strategies to increase consumer repurchases. This is the background for this research to analyze the factors that drive repeat purchase decisions. This research conducted a case study on Start Up Coffee Gorontalo. The population in this research are consumers who visit Surplus 88. Multiple linear regression analysis techniques were used to test the research hypothesis. The research results found that promotions and service quality can significantly encourage repurchase interest. To encourage repeat purchases, promotions need to be intensified by providing attractive discounts, providing membership cards with various attractive rewards, offering products at competitive prices, and offering cross promotions with other products. Intention to repurchase is also influenced by service quality which can be improved by ensuring employees appear neat, provide professional service, provide fast and responsive service, employees understand well the various products offered, and employees can communicate well with customers
Pendampingan Belajar Sebagai Upaya Penanganan Learning Loss Pasca Pandemi Covid-19 Bagi Siswa SD Negeri 2 Lepar Pongok
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi Indonesia di berbagai sektor, salah satunya di sektor pendidikan. Situasi pembelajaran di sekolah pun terpaksa dibatasi dan belajar daring, begitu pula yang terjadi di Desa Tanjung Sangkar Kecamatan Lepar Pongok sehingga siswa mengalami Learning Loss. Oleh sebab itu, mahasiswa KKN-MB IAIN SAS Bangka Belitung mengadakan program bimbingan belajar dengan berbagai metode menarik yang ditujukan bagi siswa SD Negeri 2 Lepar Pongok. Tujuannya, agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan adanya bimbingan belajar. Pola yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini mengacu pada model Asset Based for Community Development (ABCD) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan respons angket para guru yang telah membersamai mahasiswa KKN. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dari penjabaran hasil observasi dan deskriptif kuantitatif dari respons angket. Hasil dari pengabdian ini berjalan dengan baik, tingkat literasi, numerasi dan prestasi siswa makin membaik. Dapat disimpulkan bahwa tingginya antusias siswa ketika belajar dengan metode yang menyenangkan dan juga didukung dengan berbagai respons positif dengan angka persentase yang tinggi dari para guru melalui angket
Pelatihan Penulisan Laporan Penelitian Tindakan Kelas untuk Pengembangan Kompetensi Guru di Kabupaten Magelang
Menulis PTK merupakan suatu pengembangan kompetensi profesional bagi guru untuk melakukan inovasi pembelajaran sekaligus menjadi salah satu persyaratan peningkatan karier guru. Namun, masih banyak guru belum mampu menulis laporan PTK karena keterbatasan pengetahuan serta kurangnya motivasi dalam hal ini. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah menambah pengetahuan tentang penulisan laporan PTK untuk mendukung kompetensi profesional dan motivasi guru dalam menulis PTK. Sasaran peserta yaitu para guru di SMAN 1 Salaman dan SMPN 2 Muntilan yang berjumlah 72 orang. Kegiatan pengabdian terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sementara metode pelaksanaan yaitu pelatihan yang mencakup sesi ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Untuk melihat ketercapaian tujuan kegiatan digunakan angket respons yang mengukur kebermanfaatan kegiatan dalam menambah pengetahuan penulisan laporan PTK, motivasi, dan keterlaksanaan. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase peserta yang memberikan respons positif terhadap pernyataan angket. Hasil dari program ini yaitu menambah pengetahuan guru mengenai penulisan laporan PTK yang meliputi perumusan masalah, penyusunan kajian teori, metode penelitian, hasil dan pembahasan hingga kesimpulan. Selain itu, pelatihan ini mampu membangkitkan motivasi para guru untuk menulis PTK, tidak hanya untuk tujuan karier, tetapi juga untuk pengembangan kompetensi profesional