Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Analisis Kondisi Lamun Enhalus acoroides di Perairan Desa Sutera Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara
Lamun merupakan salah satu ekosistem penting untuk kehidupan biota laut di sekitarnya. Salah satu spesies lamun yang ada di perairan Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara adalah Enhalus acoroides. Kajian kondisi lamun dan parameter perairan perlu dilakukan sebagai informasi awal untuk pengelolaan secara terpadu. Analisis kondisi lamun meliputi kerapatan jenis, dan persentase tutupan jenis. Pengambilan data lamun dilakukan dengan metode line transect pada satu stasiun terdapat 3 line transek dengan panjang 50 m dan lebar 10 m dan kuadran transek 50 cm x 50 cm yang dipasang tegak lurus dengan garis pantai ke arah laut. Kerapatan jenis E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 25,87 ind/m², 16,37 ind/m², dan 20,5 ind/m², secara berurutan. Rata-rata persentase tutupan lamun E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 27,77%, 17,01% dan 21,52% secara berurutan. Data kerapatan jenis dan persentase tutupan lamun ini dapat dikategorikan lamun di perairan dalam kondisi jarang. Parameter fisika-kimia perairan di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), kecerahan, kedalaman dan substrat telah dilakukan. Perairan Desa Sutera memiliki salinitas 19-20‰, temperatur 29-30oC dan pH 5,70-7,45. Kedalaman 1,38 cm dan kecerahan habitat lamun 45 cm. Substrat yang ditemukan berupa substrat debu, liat dan pasir yang di mana jenis substrat ini kurang cocok untuk pertumbuhan lamun E. acoroides. Hasil analisis korelasi antara kerapatan lamun dengan parameter fisika-kimia perairan menunjukan nilai korelasi dari sedang hingga sangat kuat hal ini sesuai dengan data lapangan dimana parameter fisika-kimia perairan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lamun.Lamun merupakan salah satu ekosistem penting untuk kehidupan biota laut di sekitarnya. Salah satu spesies lamun yang ada di perairan Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara adalah Enhalus acoroides. Kajian kondisi lamun dan parameter perairan perlu dilakukan sebagai informasi awal untuk pengelolaan secara terpadu. Analisis kondisi lamun meliputi kerapatan jenis, dan persentase tutupan jenis. Pengambilan data lamun dilakukan dengan metode line transect pada satu stasiun terdapat 3 line transek dengan panjang 50 m dan lebar 10 m dan kuadran transek 50 cm x 50 cm yang dipasang tegak lurus dengan garis pantai ke arah laut. Kerapatan jenis E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 25,87 ind/m², 16,37 ind/m², dan 20,5 ind/m², secara berurutan. Rata-rata persentase tutupan lamun E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 27,77%, 17,01% dan 21,52% secara berurutan. Data kerapatan jenis dan persentase tutupan lamun ini dapat dikategorikan lamun di perairan dalam kondisi jarang. Parameter fisika-kimia perairan di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), kecerahan, kedalaman dan substrat telah dilakukan. Perairan Desa Sutera memiliki salinitas 19-20‰, temperatur 29-30oC dan pH 5,70-7,45. Kedalaman 1,38 cm dan kecerahan habitat lamun 45 cm. Substrat yang ditemukan berupa substrat debu, liat dan pasir yang di mana jenis substrat ini kurang cocok untuk pertumbuhan lamun E. acoroides. Hasil analisis korelasi antara kerapatan lamun dengan parameter fisika-kimia perairan menunjukan nilai korelasi dari sedang hingga sangat kuat hal ini sesuai dengan data lapangan dimana parameter fisika-kimia perairan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lamun
Produksi Serasah Mangrove Avicenia alba di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung
Mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di pesisir tropis yang mampu beradaptasi terhadap salinitas dan dipengaruhi oleh pasang surut. Keberadaan mangrove dengan produksi serasahnya setelah mengalami dekomposisi merupakan salah satu sumber unsur hara bagi perairan sekitarnya. Serasah mangrove merupakan sumber bahan organik di perairan. Desa Sungai Nibung merupakan salah satu desa yang memliki ekosistem mangrove yang masih alami. Penelitian mengenai serasah mangrove untuk jenis Avicennia alba masih jarang dilakukan. Penelitian mengenai produksi serasah mangrove penting dilakukan agar dapat menganalisis produksi serasah mangrove di Desa Sungai Nibung. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli-Agustus 2022. Lokasi penelitian di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Pengambilan data mangrove dilakukan menggunakan metode transect kuadrat. Pengambilan contoh mangrove dilakukan dengan menganalisis jumlah serasah dari daun, ranting, bunga dan buah. Produktivitas serasah mangrove sebanding dengan umur, kerapatan mangrove dan fluktuasi curah hujan. Semakin tinggi umur dan kerapatan tajuk dan curah hujan maka semakin besar produksi serasah mangrove. Produksi serasah untuk jenis daun lebih besar dibandingkan jenis ranting dan bunga/buah karena dauh lebih cepat untuk regenerasi.Mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di pesisir tropis yang mampu beradaptasi terhadap salinitas dan dipengaruhi oleh pasang surut. Keberadaan mangrove dengan produksi serasahnya setelah mengalami dekomposisi merupakan salah satu sumber unsur hara bagi perairan sekitarnya. Serasah mangrove merupakan sumber bahan organik di perairan. Desa Sungai Nibung merupakan salah satu desa yang memliki ekosistem mangrove yang masih alami. Penelitian mengenai serasah mangrove untuk jenis Avicennia alba masih jarang dilakukan. Penelitian mengenai produksi serasah mangrove penting dilakukan agar dapat menganalisis produksi serasah mangrove di Desa Sungai Nibung. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli-Agustus 2022. Lokasi penelitian di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Pengambilan data mangrove dilakukan menggunakan metode transect kuadrat. Pengambilan contoh mangrove dilakukan dengan menganalisis jumlah serasah dari daun, ranting, bunga dan buah. Produktivitas serasah mangrove sebanding dengan umur, kerapatan tajuk dan intensitas curah hujan. Semakin tinggi umur dan kerapatan tajuk serta intensitas curah hujan maka semakin besar produksi serasah mangrove. Produksi serasah untuk jenis daun lebih besar dibandingkan jenis ranting dan bunga/buah karena dauh lebih cepat untuk regenerasi
ANALISIS PENERAPAN METODE PENETRATION TESTING PADA KEAMANAN JARINGAN WLAN (Studi Kasus: Universitas Maritim Raja Ali Haji)
This test is carried out to find security holes in the Wireless Local Area Network (WLAN) network. In this paper, author simulates attacks on a WLAN network using four attack parameters: Bypassing MAC Authentication, Attacking The Infrastructure and Man In The Middle Attacks. There were four attacks carried out, and two of them were successful. Thus, it can be concluded that the Raja Ali Haji Maritime University (UMRAH) WLAN network is quite secure. Nonetheless, other offensive actions, such as infrastructure attacks or Man In the Middle Attacks, In order to ensure more security, it is necessary to add a DNS Security Extensions protocol to prevent fake DNS redirects, add a firewall to the security system and use TLS on captive portals.Pengujian ini dilakukan dengan mencari celah keamanan pada jaringan Wireless Local Area Network (WLAN). Penulis melakukan simulasi serangan dengan Metode Penetration testing menggunakan tiga parameter serangan yaitu, Bypassing MAC Authentication, Attacking The Infrastructure dan Man In The Middle Attack pada jaringan WLAN dua dari empat serangan yang dilakukan berhasil dijalankan, maka dapat disimpulkan jaringan WLAN Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sudah cukup aman, namun tidak menutup kemungkinan terhadap serangan lain seperti Attacking the infrastructure dan Man in the middle Attack, agar keamanan lebih terjamin perlunya penambahan protokol DNS Security Extensions untuk menghalangi pengarahan DNS palsu, penambahan firewall pada sistem keamanan dan penggunaan TLS pada captive portal
Studi Deskriptif Tingkat Literasi Pasar Modal: (Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi UNDANA Kupang)
The Capital Market is an object that must be known by students of economics, especially in the area of specialization in the concentration of financial accounting. Knowledge of the capital market will be beneficial for students so that they are able to engage and apply it in securities trading activities. This study aims to describe and identify the extent to which the level of knowledge of students, especially in the field of accounting in financial concentration, in observing phenomena that occur in the Indonesian capital market. There is a research location in Kupang City, Nusa Cendana University Accounting Study Program (UNDANA). The research implementation lasted 6 months. The overall level of Capital Market literacy is still low related to capital market knowledge in accounting students with a concentration in finance. It is necessary to cultivate an intention to study the capital market and the importance of the level of capital market literacy in students.Pasar Modal termasuk objek yang harus diketahui oleh mahasiswa ekonomi khususnya pada bidang peminatan konsentrasi akuntansi keuangan. Ilmu mengenai pasar modal akan bermanfaat bagi mahasiswa sehingga mampu terjun dan menerapkan dalam kegiatan perdagangan efek. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan dan identifikasi sejauh mana tingkat pengetahuan mahasiswa khususnya bidang akuntansi konsentrasi keuangan dalam mengamati fenomena yang terjadi pada pasar modal indonesia. Terdapat lokasi penelitian yang berada di Kota Kupang, Program Studi Akuntansi Universitas Nusa Cendana (UNDANA). Pelaksanaan penelitian berlangsung 6 Bulan. Tingkat literasi Pasar Modal secara menyeluruh masih rendah terkait pengetahuan pasar modal pada mahasiswa akuntansi konsentrasi keuanga
Workshop STEM Robotik Bagi Siswa dan Guru di SMPN 32 Muaro Jambi
Pelaksanaan workshop Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Robotik di SMPN 32 Muaro Jambi dilatarbelakangi oleh hasil studi awal yang menunjukkan kesulitan para Guru dalam menyiapkan dan memberikan tugas proyek kepada Siswa. Kegiatan workshop ini dilakukan melalui kolaborasi Dosen Universitas Jambi, Universitas Dinamika Bangsa dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Guru tentang kegiatan proyek terintegrasi STEM Robotik dan motivasi belajar Siswa. Kegiatan ini dilakukan dengan metode workshop. Subjek pengabdian terdiri dari 12 Guru dan 31 Siswa kelas VII. Instrumen pengabdian berupa soal tes esai untuk mengetahui pemahaman Guru tentang pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM robotic dan lembar kuesioner untuk mendapatkan data motivasi belajar Siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan tes dan survei. Analisis data peningkatan pemahaman Guru dilakukan dengan uji N-Gain dan paired t-test, sedangkan motivasi belajar Siswa dikodekan berdasarkan jawaban Siswa pada setiap item dalam kuesioner. Hasil workshop menunjukkan data N-Gain sebesar 0,4 dan paired t test sebesar 0,00, yang artinya kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman Guru dalam memahami konsep dan implementasi pembelajaran proyek yang terintegrasi STEM Robotik. Selain itu, data motivasi belajar Siswa menunjukkan bahwa kegiatan wokshop ini menjadikan Siswa termotivasi untuk lebih terlibat aktif dalam belajar
PELATIHAN PENERAPAN EKOWISATA MANGROVE BERBASIS MASYARAKAT LOKAL DI KAMPUNG DOMPAK LAMA, KOTA TANJUNGPINANG
Community service has been carried out on Empowering Coastal Community Groups through Training in the Application of Community-Based Mangrove Ecotourism in Kampung Dompak Lama, Tanjungpinang City. This activity aims to train local communities who are coastal communities to be able to independently implement community-based mangrove ecotourism activities, so that the existence of mangrove ecosystems around the Dompak estuary can be initiated into mangrove ecotourism as an effort to preserve the mangrove ecosystem in the area. The methods used consisted of; lecture and learning techniques, group discussions and practice and simulation. The results of the implementation can be explained that the level of knowledge of local communities about the basic requirements of community-based mangrove ecotourism development has increased. Likewise, the level of community awareness and ability to initiate community-based mangrove ecotourism activities in Kampong Dompak Lama, which is predominantly a Malay coastal community, has developed quite well. This can be seen from the sustainability of the program that is still running after the activity is completed.Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Pesisir Melalui Pelatihan Penerapan Ekowisata Mangrove Berbasis Masyarakat di Kampung Dompak Lama, Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih masyarakat lokal yang merupakan masyarakat pesisir untuk dapat secara mandiri menerapkan kegiatan ekowisata mangrove berbasis masyarakat, sehingga keberadaan ekosistem mangrove di sekitar estuary Dompak dapat diinisiasi menjadi ekowisata mangrove sebagai salah satu upaya menjaga kelestarian ekosistem mangrove di kawasan tersebut. Metoda yang digunakan terdiri atas; teknik ceramah dan pembelajaran, diskusi kelompok serta praktek dan simulasi. Hasil pelaksanaan dapat dijelaskan bahwa tingkat pegetahuan masyarakat local tentang persyaratan dasar pengembangan ekowisata mangrove berbasis masyarakat terjadi peningkatan. Demikian juga tingkat kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk menginisiasi kegiatan ekowisiata mangrove berbasis masyarakat di Kampong Dompak Lama yang mayoritas masyarakat pesisir suku Melayu mengalami perkembangan yang cukup baik. Hal ini terlihat dari keberlanjutan program yang masih berjalan setelah kegiatan selesai dilaksanakan
Mathematics PISA Problems Using Local Context for Elementary School Students
Referring to the results of an international survey, one of which is PISA, the achievements of Indonesian students are still below the global average score. The main problem that is the causative factor is that students need to be used to solving similar problems. The issues used in PISA questions are familiar to only some students in Indonesia. This study aimed to develop PISA model mathematical problems with valid and reliable local contexts and potential impacts. The type of research conducted is development research using the ADDIE model with the stages of analysis, design, development, and evaluation. The test subjects were fifth-grade elementary school students in Bengkulu and South Sumatra provinces. The research instruments were product development validity sheets, legibility sheets, and student response questionnaires. Data analysis consisted of validity analysis using the Aiken Index and reliability with Cronbach Alpha. The study results show that PISA model mathematical questions with the regional context meet the validity, reliability, and potential impact criteria. The results of the implementation test showed that 11 students (27.50%) were in the low category, 32 students (55.00%), and 7 students (17.50%) were in the high category.Mengacu pada hasil survei internasional salah satunya PISA, prestasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata skor internasional. Masalah utama yang menjadi faktor penyebabnya adalah siswa belum terbiasa memecahkan masalah serupa. Soal-soal yang digunakan dalam soal PISA tidak asing bagi setiap siswa di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model PISA masalah matematika dengan konteks lokal yang valid dan reliabel serta potensi dampaknya. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE dengan tahapan analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Subjek uji coba adalah siswa kelas V SD di Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Instrumen penelitian berupa lembar validitas pengembangan produk, lembar keterbacaan, dan angket respon siswa. Analisis data terdiri dari analisis validitas menggunakan Aiken Index dan reliabilitas dengan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal matematika konteks regional PISA memenuhi kriteria valid, sangat reliabel, dan berpotensi berdampak. Hasil uji implementasi menunjukkan 11 siswa (27,50%) berada pada kategori rendah, 32 siswa (55,00%), dan 7 siswa (17,50%) berada pada kategori tinggi
Pengembangan Media Interaktif Berbasis Aplikasi Android untuk Mendukung Pembelajaran Hybrid pada Materi SPLDV Kelas VIII
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berbentuk aplikasi android yang Valid dan Praktis sehingga dapat mendukung pembelajaran secara hybrid terkhusus pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan (Research & Development). Model penelitian yang digunakan adalah Define, Design, and Development. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi dan lembar kepraktisan penggunaan aplikasi. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu angket. Teknik analisis data dilakukan analisis angket validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan valid dari dari segi media, materi dan bahasa serta praktis dari segi indikator efektif, interaktif, efisien, dan kreatif.
This study aims to produce a product in the form of a valid and practical android application so that it can support hybrid learning, especially in the material for the Two Variable Linear Equation System (SPLDV). The type of research conducted is research and development (R&D). The research model used is Define, Design, and Development. The research instruments used were validation sheets and practice application usage sheets. The data collection method in this study was a questionnaire. The data analysis technique was carried out by analyzing the validity and practicality of the questionnaire. The results showed that the developed media was valid in terms of media, material and language as well as practical in terms of indicators of effectiveness, interactive, efficient, and creative
IMPLEMENTASI PENGUATAN BELA NEGARA DI WILAYAH PERBATASAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Saat ini peerwujudan bela negara tidak lagi dalam wujud fisik perang dalam memaknai dan menjalankan fungsi bela negara, akan tetapi lebih pada penguatan bela negara pada aspek kekuatan sosial, ekonomi masyarakat sehingga masyarakat juga terlibat bela negara dalam konteks yang dimiliki masyarakat, terutama masyarakat yang ada diperbatasan. Upaya penguatan bela negara di daerah perbatasan ditopang oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat yang kuat seperti akses informasi, kesejahteraan, partisipasi dalam penguatan ekonomi masyarakat dan negara serta menjaga kerukunan dan kebersamaan ditengah-tengah masyarakat. Desain penelitian dirancang dengan pendekatan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan paradigma post positivism. Temuan yang berkaitan dengan situasi terkini tentang fenomena perilaku masyarakat terkait aksi bela negara di wilayah perbatasan Provinsi Kepulauan Riau sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintahan daerah secara khusus maupun pemerintahan dalam cakupan nasional karena fenomena ini telah digariskan menjadi prioritas pembangunan nasional dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dan informasi dalam penelitian ini memberdayakan 2 tahapan teknis penelitian yang saling menguatkan yakni wawancara mendalam dan focus group discussion. Penerapan penguatan aplikasi bela negara bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kepulauan Riau telah dilaksanakan oleh pemerintahan daerah terkait dengan baik. Namun demikian implementasi kebijakan penguatan bela negara tersebut masih diwarnai oleh adanya kinerja pencapaian yang belum optimal menggapai sasaran bela negara khususnya pada dimensi perwujudan kesejahteraan masyarakat yang tersebar di berbagai pulau kecil terluar wilayah perbatasan.Saat ini peerwujudan bela negara tidak lagi dalam wujud fisik perang dalam memaknai dan menjalankan fungsi bela negara, akan tetapi lebih pada penguatan bela negara pada aspek kekuatan sosial, ekonomi masyarakat sehingga masyarakat juga terlibat bela negara dalam konteks yang dimiliki masyarakat, terutama masyarakat yang ada diperbatasan. Upaya penguatan bela negara di daerah perbatasan ditopang oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat yang kuat seperti akses informasi, kesejahteraan, partisipasi dalam penguatan ekonomi masyarakat dan negara serta menjaga kerukunan dan kebersamaan ditengah-tengah masyarakat. Desain penelitian dirancang dengan pendekatan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan paradigma post positivism. Temuan yang berkaitan dengan situasi terkini tentang fenomena perilaku masyarakat terkait aksi bela negara di wilayah perbatasan Provinsi Kepulauan Riau sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintahan daerah secara khusus maupun pemerintahan dalam cakupan nasional karena fenomena ini telah digariskan menjadi prioritas pembangunan nasional dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dan informasi dalam penelitian ini memberdayakan 2 tahapan teknis penelitian yang saling menguatkan yakni wawancara mendalam dan focus group discussion. Penerapan penguatan aplikasi bela negara bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kepulauan Riau telah dilaksanakan oleh pemerintahan daerah terkait dengan baik. Namun demikian implementasi kebijakan penguatan bela negara tersebut masih diwarnai oleh adanya kinerja pencapaian yang belum optimal menggapai sasaran bela negara khususnya pada dimensi perwujudan kesejahteraan masyarakat yang tersebar di berbagai pulau kecil terluar wilayah perbatasan
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK KELAPA DALAM MEMANFAATKAN POTENSI SUMBER DAYA LOKAL
Desa Sri Bintan Kabupaten Bintan memiliki beberapa potensi sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan dan dimaksimalkan. Salah satunya adalah tanaman kelapa. Masyarakat Desa Sri Bintan sendiri memiliki tanaman kelapa, namun pemanfaatannya masih digunakan untuk keperluan pribadi. Padahal jika mereka dapat memanfaatkan potensi tanaman kelapa menjadi olahan produk, maka dapat menambah pendapatan mereka. Dalam usaha memanfaatkan potensi tersebut perlu diadakan diskusi untuk menemukan ide dan solusi baru terhadap petensi sumber daya lokal yang ada. Penelitian ini dilakukan khususnya pada Dusun II yang terdiri dari 3 kampung, yaitu Kampung Pasiran, Sidorejo, dan Poyotomo. Berdasarkan diskusi dan survey yang dilakukan menghasilkan beberapa solusi untuk membantu kelompok Wanita Dasawisma Desa Sri Bintan dalam menambah pengalaman dan pendapatan mereka dari potensi yang dihasilkan. Disisi lain, peran kemasan dan logo juga sangatlah penting dalam mendukung branding suatu produk. Hal inilah yang akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan produk lokal Desa Sri Bintan hingga mempunyai nilai tambah yang maksimal. Dari hasil survey, kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan keripik kelapa, bagaimana menentukan harga jual, menentukan logo dan kemasan sesuai dengan target pasar. Terdapat beberapa program yang akan dilaksanakan terkait masalah yang telah dipaparkan, yaitu sosialisasi pemanfaatan tanaman kelapa, pelatihan pengolahan buah kelapa menjadi keripik kelapa sehingga menjadi produk yang dapat dijual. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan menambah wawasan tentang pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki, juga akan mendorong potensi lokal dapat menjadi produk unggulan bagi Kabupaten Bintan