Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    THE Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas dan Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Sustainability Report dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating

    No full text
    This study aims to examine and analyze the effect of profitability, liquidity, the audit committee and the board of directors on the disclosure of the sustainability report with firm size as a moderating variable. The population of this research are basic materials and energy companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2020. The sample selection was done by using purposive sampling, the number of samples was 57 companies. Data analysis using SPSS version 25 software. The results of this study indicate that profitability, liquidity, audit committee and the board of directors have a significant influence on the disclosure of the sustainability report. The size of the company is able to strengthen the influence of profitability and the board of directors on the disclosure of the sustainability report, but cannot moderate the effect of liquidity and the audit committee on the disclosure of the sustainability report.Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, komite audit dan dewan direksi terhadap pengungkapan sustainability report dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderating. Populasi penelitian ini adalah perusahaan basic material dan energi yang terdaftar di BEI pada tahun 2018-2020. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 57 perusahaan. Analisis data menggunakan metode SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  profitabilitas, likuiditas, komite audit dan dewan direksi  memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Ukuran perusahan mampu memperkuat pengaruh profitabilitas dan dewan direksi terhadap pengungkapan sustainability report tetapi tidak dapat memoderasi pengaruh likuiditas dankomite audit terhadap pengungkapan sustainability report. &nbsp

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Milenial Sebagai Viewer terhadap YouTuber Gaming di Batam

    Get PDF
    The aim of this research is to identify and analyze the factors that influence the perception of the millennial generation as YouTuber gaming viewers in Batam. The technique used to collect data is a questionnaire. The data analysis method used in this research is confirmatory factor analysis (CFA). The results of the research show that from the 14 indicators analyzed, 4 new factors were formed, namely: impact on viewers, content sharing, audience perceptions of YouTuber videos, and benefits received. After analysis, the most dominant factor influencing the perception of the millennial generation as viewers towards gaming YouTubers in Batam is the impact on viewers, with a variance value of 22.169%.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi generasi milenial sebagai penonton YouTuber gaming di Batam. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor konfirmatori (CFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 indikator yang dianalisis, terdapat 4 faktor baru yang terbentuk, yaitu: dampak terhadap penonton, pembagian konten, persepsi penonton terhadap video YouTuber, dan manfaat yang diterima. Setelah dianalisis, faktor yang paling dominan mempengaruhi persepsi generasi milenial sebagai penonton terhadap YouTuber gaming di Batam adalah dampak terhadap penonton, dengan nilai variansi sebesar 22,169%

    Efektivitas Alat Tangkap Bubu Berdasarkan Jenis Umpan dan Waktu Perendaman Terhadap Hasil Tangkapan Ikan di Rawa Wasur, Kabupaten Merauke

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan di salah satu perairan rawa yang berlokasi pada Taman Nasional Wasur, dimana perairan tersebut merupakan lokasi mata pencaharian dari masyarakat sekitar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas alat tangkap bubu berdasarkan jenis umpan dan waktu perendaman terhadap hasil tangkapan ikan di Rawa Wasur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2023, dimana metode yang digunakan yaitu experimental fishing dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dalam upaya memahami bagaimana variasi jenis umpan serta lama waktu perendaman memengaruhi hasil tangkapan ikan. Hasil tangkapan ikan yang didapatkan menunjukkan bahwa jenis umpan semut mendominasi jika dibandingkan dengan jenis umpan yang lain, baik itu pada periode waktu perendaman pagi dan malam hari. Secara total, jenis ikan gabus dan ikan betok merupakan jenis ikan yang paling banyak tertangkap dengan jumlah masing-masing sebanyak 268 dan 210 ekor. Namun demikian, analisis sidik ragam (ANOVA) pada variasi jenis umpan menunjukkan bahwa nilai F hitung < F tabel (2,24 < 4,10), dimana interaksi antara perlakuan tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan. Meskipun demikian, hasil analisis pada perbedaan waktu perendaman memberikan interaksi antara perlakuan dengan rerata jumlah tangkapan yang tidak sama, dengan kata lain memberikan perbedaan yang nyata (7,49 > 4,10). Hal ini menunjukkan bahwasanya alat tangkap bubu lebih efektif digunakan pada waktu malam hari pada perairan yang berjenis rawa dengan spesies target tertentu.Penelitian dilaksanakan di salah satu perairan rawa yang berlokasi pada Taman Nasional Wasur, dimana perairan tersebut merupakan lokasi mata pencaharian dari masyarakat sekitar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas alat tangkap bubu berdasarkan jenis umpan dan waktu perendaman terhadap hasil tangkapan ikan di Rawa Wasur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2023, dimana metode yang digunakan yaitu experimental fishing dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dalam upaya memahami bagaimana variasi jenis umpan serta lama waktu perendaman memengaruhi hasil tangkapan ikan. Hasil tangkapan ikan yang didapatkan menunjukkan bahwa jenis umpan semut mendominasi jika dibandingkan dengan jenis umpan yang lain, baik itu pada periode waktu perendaman pagi dan malam hari. Secara total, jenis ikan gabus dan ikan betok merupakan jenis ikan yang paling banyak tertangkap dengan jumlah masing-masing sebanyak 268 dan 210 ekor. Namun demikian, analisis sidik ragam (ANOVA) pada variasi jenis umpan menunjukkan bahwa nilai F hitung < F tabel (2,24 < 4,10), dimana interaksi antara perlakuan tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan. Meskipun demikian, hasil analisis pada perbedaan waktu perendaman memberikan interaksi antara perlakuan dengan rerata jumlah tangkapan yang tidak sama, dengan kata lain memberikan perbedaan yang nyata (7,49 > 4,10). Hal ini menunjukkan bahwasanya alat tangkap bubu lebih efektif digunakan pada waktu malam hari pada perairan yang berjenis rawa dengan spesies target tertentu

    Indeks Antropogenik Mangrove di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau

    Get PDF
    Faktor antropogenik (aktivitas manusia) langsung ataupun tidak langsung menjadi salah satu penyebab utama terjadinya degradasi ekosistem mangrove. Pertumbuhan jumlah penduduk dan mengingkatnya kegiatan di wilayah pesisir menyebabkan terjadinya tekanan terhadap ekosistem mangrove baik langsung ataupun tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks risiko antropogenik kawasan mangrove di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilakukan di Kota Tanjungpinang pada wilayah Kelurahan Dompak, Kelurahan Kampung Bugis dan Kelurahan Senggarang. Penelitian dilakukan dengan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Aktivitas antropogenik diidentifikasi menggunakan data citra satelit (google earth) yang diverifikasi dengan survei lapangan melalui observasi langsung. Analisis indeks antropogenik menggunakan model Environmental Risk Surface (ERS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Tanjungpinang, sumber tekanan antropogenik terdiri dari area permukiman, industri galangan kapal, jalan dan dermaga. Indeks risiko antropogenik sangat tinggi berada pada wilayah Kampung Bugis (pesisir selatan, sekitar Sungai Terusan dan sekitar Jembatan Gugus Sungai Carang), Kelurahan Dompak (wilayah sekitar Jembatan Dompak dan sekitar Jembatan Dompak Lama), dan Kelurahan Senggarang (wilayah sekitar Kampung Senggarang dan Tanjung Sebauk).Faktor antropogenik (aktivitas manusia) langsung ataupun tidak langsung menjadi salah satu penyebab utama terjadinya degradasi ekosistem mangrove. Pertumbuhan jumlah penduduk dan mengingkatnya kegiatan di wilayah pesisir menyebabkan terjadinya tekanan terhadap ekosistem mangrove baik langsung ataupun tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks risiko antropogenik kawasan mangrove di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilakukan di Kota Tanjungpinang pada wilayah Kelurahan Dompak, Kelurahan Kampung Bugis dan Kelurahan Senggarang. Penelitian dilakukan dengan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Aktivitas antropogenik diidentifikasi menggunakan data citra satelit (google earth) yang diverifikasi dengan survei lapangan melalui observasi langsung. Analisis indeks antropogenik menggunakan model Environmental Risk Surface (ERS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Tanjungpinang, sumber tekanan antropogenik terdiri dari area permukiman, industri galangan kapal, jalan dan dermaga. Indeks risiko antropogenik sangat tinggi berada pada wilayah Kampung Bugis (pesisir selatan, sekitar Sungai Terusan dan sekitar Jembatan Gugus Sungai Carang), Kelurahan Dompak (wilayah sekitar Jembatan Dompak dan sekitar Jembatan Dompak Lama), dan Kelurahan Senggarang (wilayah sekitar Kampung Senggarang dan Tanjung Sebauk)

    Pekanbaru City District Regional Development Model: (Case Study of Binawidya District Expansion)

    Get PDF
    This study aims to find a model for the development of the subdistrict area by strengthening the functions of the sub-district work field in improving services to the community. The research approach is descriptive qualitative, explaining and revealing the existence of the implementation of public services. Data collection techniques through action and development through observation, interviews, documentation and then analyzed and drawn conclusions. the results of the study, that a structured and systematic regional development model can facilitate the sub-district government in actualizing policies, programs of development activities and empowerment of the community

    Analisis Dampak Pemberdayaan Sadar Wisata Pelabuhan Dengan Konsep Ekonomi Biru Berorientasi Potensi Lokal Bagi Masyarakat Kota Probolinggo

    Get PDF
    The central government and local governments require commitment and coordination of marine tourism development relevant to the regulation of Law Number 10 of 2009 concerning Tourism. Probolinggo City as an area with authority ownership of marine areas. In Probolinggo City, there is Tanjung Copper Port with quality and superior marine and fisheries potential. So that it requires cohesiveness and participation according to the roles and duties of each actor. One of the strategies carried out by the government is the uniformity of goals, the dissemination of policies, the improvement of knowledge related to the management of tourist areas and the utilization of marine resources, and others through empowerment. Such an empowerment activity is the conscious empowerment of port tourism with the concept of blue economy oriented to local potential in Probolinggo City. This is interesting to study to find out the impact of this empowerment for partners or communities in tourism awareness with local potential according to the principles of the blue economy. This research uses descriptive qualitative methods with a case study approach in Probolinggo City. The focus of the research is a conceptual study related to indicators of empowerment success. The results showed that partners understood the importance of local tourism awareness, especially local tourism in the Probolinggo City Port Complex. As well as added understanding of tourism development in the Probolinggo City Port Complex must be developed with the concept of blue economy and orientation to the utilization of local potential. Measurement of partner acceptance and understanding of the material presented in more detail in four indicators of conceptual studies related to empowerment, including partners showing increased awareness and desire to change, increased ability in role capacity to gain access to participation, increased ability to deal with existing obstacles within the scope of the Probolinggo City port, and increased ability for cooperation and solidarity

    PEMBERDAYAAN IBU-IBU RUMAH TANGGA DALAM MENUNJANG DESA BUSUNG SEBAGAI DESA WISATA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN KERAJINAN TANGAN DARI GONGGONG

    Get PDF
    Sebagai salah satu daerah penghasil gonggong (Strombus canarium) terbesar di Kabupaten Bintan, limbah gonggong belum dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu hasil kerajinan tangan yang mampu memberikan nilai tambah pendapatan bagi masyarakat Desa Busung, dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pengolahan cangkang gonggong menjadi kerajinan tangan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Busung dari nilai jual aksesoris gonggong. Pelatihan dilaksanakan terhadap 30 ibu-ibu rumah tangga. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah penyampaian materi terhadap nilai tambah yang akan diperoleh masyarakat dari pengolahan limbah gongong, pelatihan pengolahan limbah gonggong melalui pembuatan gantungan kunci, bross, magnet kulkas dan pembuatan tempat tisu. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya tingkat pengetahuan ibu-ibu rumah tangga terhadap pengolahan limbah gonggong dan mampu membuat kerajinan tangan secara mandiri, dengan tingkat kepuasan peserta pelatihan terhadap materi pelatihan sebesar 4,44 (sangat baik). Hasil kerajinan gonggong dapat dipasarkan sebagai cendera mata dalam mendukung Desa Busung sebagai Desa Wisata

    Peningkatan Pendapatan melalui Diversifikasi Usaha Pengolahan Perikanan pada Desa Mitra Kampung Vanamei Desa Pengambengan Kabupaten Jembrana Bali

    Get PDF
    One of problems occurred in Kombading, Pengambengan Village, Jembrana District is earnings of village community leaned only on vannamei shrimp farming with traditional ponds. Moreover, Women, member of Family Welfare Empowerment (wives of shrimp farmers) do not mainly conduct activities with economic value. Introduction of the diversification of fisheries activities, for example seafood product processing, is expected to give valuable knowledge related to other fisheries activities other than shrimp farming that is able to increase family income. The aim of this community service is to enhance knowledge and skills in diversification of fisheries activities with seafood product processing. The service was conducted with five methods, such as survey and problem identification, training, practices, mentoring, as well as monitoring and evaluation. This activity was attended by ten women, members of Family Welfare Empowerment Kombading Village gathered in Mina Jaya group. Mentoring courses were introduction of fisheries diversification, fish processing coaching and practices with raw materials such as lemuru, surimi and seaweed, as well as packaging and distribution lessons. This community service was held from June to August 2022 and followed well by all participants.Salah satu permasalahan yang terjadi di dusun Kombading Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana adalah pendapatan masyarakat hanya bertumpu pada usaha budidaya udang vanamei pada tambak tradisional. Ibu-ibu anggota PKK (istri pembudidaya) tidak banyak melakukan kegiatan yang bernilai ekonomi. Melalui pengenalan diversifikasi usaha perikanan yaitu pengolahan hasil perikanan, diharapkan dapat memberikan pengetahuan terkait kegiatan usaha perikanan lain diluar usaha budidaya udang, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan diversifikasi usaha perikanan yaitu usaha pengolahan hasil perikanan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan lima metode yaitu : metode survey dan identifikasi masalah, metode pelatihan, metode praktik, metode pendampingan dan metode monitoring dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh sepuluh orang anggota PKK dusun Kombading yang berkumpul dalam kelompok Mina Jaya. Dalam kegiatan ini dilaksanakan pengenalan diversifikasi usaha perikanan, pemberian materi dan praktik pengolahan ikan: berbahsan dasar ikan lemuru, surimi dan rumput laut, serta pengemasan dan pemasaran. Kegiatan dilaksanakan selama bulan Juni s,d Agustus 2022 dan diikuti oleh peserta dengan sangat baik

    The Practicality of Plane and Space Geometry Textbook as Teaching Materials in Mathematics Education Department of UMRAH

    Get PDF
    This study aims to produce teaching materials in the Geometry of Plane and Space course integrated with the maritime context of the Riau Islands. This research is a solution to problems arising from a need for teaching materials to the characteristics of students in the Mathematics Education Department of UMRAH. The 4D model (Define, Design, Development, and Disseminate) is used as the research development model. The research has reached the final activity of the Development stage, namely the practicality test of textbooks produced. The instrument used in the practicality test is a practicality questionnaire with a Likert scale. The evaluation results show that the textbooks produced through this development research have met the applicable criteria for use as teaching materials, with an achievement level of 72,85%. Thus, the textbook produced with the title Plane and Space Geometry Textbook has met the practical to use as teaching material in the Geometry of Plane and Space course. Integrating the maritime context of the Riau Islands helps students connect the content of teaching materials with their daily life. It helps them more easily understand the new knowledge

    The Selection of Suppliers of Ready Mix Concrete Raw Materials Using the Fuzzy AHP Method (The Case Studies: Sadawarna Dam Construction Project Package 1)

    No full text
    The construction of facilities such as buildings, roads, and dams has an important part role in supporting daily life activities. One of all the facilities currently being built is the Sadawarna Dam Construction Project Package 1. Where does the project function to supply the needs of water resources and irrigation in West Java. However, in the construction process  the project has encountered obstacles such as delays in the delivery of raw materials by the suppliers which caused the casting time to be delayed. The solution to these problems can be found by the improvement the supplier selection method. One of the methods that can be used is the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy-AHP). Where in the process will expand measuring tools in the selection decisions that involve expert respondent. As The variables in determining suppliers use 4 criteria such as price, delivery, quality, and location as well as 7 sub-criteria such as payment methods, bid prices, delivery times, delivery of flexibility, delivery of capacity, consistency of quality, and specification conformance. From these variables, a comparison value with the AHP scale will be obtained which will be converted into a Triangular Fuzzy Number (TFN) scale. The results of this research obtained the best criteria is quality and sub-criteria is the bid price, as well as the best alternative from the selection of suppliers of concrete raw materials suppliers of fine aggregate materials is CV BTP Cimalaka at 51.3% and suppliers of coarse aggregate materials are PT Fajar Mandiri at 63.7%

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇