Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    PENYULUHAN DAN PEMAHAMAN HUKUM TERHADAP PASAL SANTET DALAM RUU KUHP DAN BAGAIMANA PROSES PENEGAKAN HUKUMNYAPENYULUHAN DAN PEMAHAMAN HUKUM TERHADAP PASAL SANTET DALAM RUU KUHP DAN BAGAIMANA PROSES PENEGAKAN HUKUMNYA

    No full text
    Latar belakang munculnya pasal santet ialah dikarenakan santet di Indonesia sendiri diakui dan juga dipercaya keberadaanya ditengah- tengah masyarakat dan menimbulkan keresahan namun tidak dapat diberantas oleh hukum karena kesulitan dalam hal pembuktiannya. Dalam RKUHP sendiri munculnya pasal santet disebabkan karena keresahan yang bersipat penipuan karena ada beberapa oknum yang mengaku atas kemampuannya bisa mencelakai orang lain dan menjadikan itu sebagai usaha untuk mendapatkan penghasilan. Selain itu banyaknya kasus hukum main hakim sendiri juga menjadikan alasan munculnya pasal santet diindonesia. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan gambaran dan penjelasan tentang pemahaman hukum terhadap pasal santet dalam RKUHP dan bagaimana proses penegakan hukumnya. Agar mahasiswa dan masyarakat lebih memahami terkait perbuatan apa yang sebenarnya dihukum yang dimaksudkan didalam RKUHP yang mengatur tentang santet. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan diskusi secara langsung Ketiadaan pengaturan yang mengatur masalah santet di Indonesia mengakibatkan banyak sekali terjadinya tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat terhadap orang yang diduga sebagai dukun santet. Hal ini tentu saja melanggar Hak Asasi Manusia jika korban tersebut tidak bersalahLatar belakang munculnya pasal santet ialah dikarenakan santet diindonesia sendiri diakui dan juga dipercaya keberadaanya ditengah- tengah masyarakat dan menimbulkan keresahan namun tidak dapat diberantas oleh hukum karena kesulitan dalam hal pembuktiannya. Dalam RKUHP sendiri munculnya pasal santet disebabkan karena keresahan yang bersipat penipuan karena ada beberapa oknum yang mengaku atas kemampuannya bisa mencelakai orang lain dan menjadikan itu sebagai usaha untuk mendapatkan penghasilan. Selain itu banyaknya kasus hukum main hakim sendiri juga menjadikan alasan munculnya pasal santet diindonesia. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan gambaran dan penjelasan tentang pemahaman hukum terhadap pasal santet dalam RKUHP dan bagaimana proses penegakan hukumnya. Agar mahasiswa dan masyarakat lebih memahami terkait perbuatan apa yang sebenarnya dihukum yang dimaksudkan didalam RKUHP yang mengatur tentang santet. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan diskusi secara langsung Ketiadaan pengaturan yang mengatur masalah santet di Indonesia mengakibatkan banyak sekali terjadinya tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat terhadap orang yang diduga sebagai dukun santet. Hal ini tentu saja melanggar Hak Asasi Manusia jika korban tersebut tidak bersalah

    Tanggung Jawab Perusahaan Terhadap Polusi Lintas Batas

    Get PDF
    Tulisan ini mengkaji tentang tanggung jawab korporasi terhadap polusi lintas batas dalam konteks Hukum Internasional. Fokusnya adalah pada penyelesaian kasus polusi lintas batas yang diakibatkan oleh pembakaran lahan di Riau, Indonesia. Penelitian ini membahas bagaimana korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban atas dampak polusi lintas batas yang mengganggu negara-negara tetangga. Studi ini juga meneliti peran International Court of Justice (ICJ) dalam menyelesaikan kasus polusi lintas batas yang melibatkan negara-negara tetangga. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normative, yaitu pendekatan yang lebih menekankan pada pemahaman dalam memperoleh jawaban dengan mendasarkan pada prinsip-prinsip dan asas-asas hukum yang dikaji dari peraturan dalam menganalisa permasalahan dari penelitian ini. Tulisan ini bertujuan untuk bertujuan untuk menelaah tangungjawab korporasi terhadap polusi lintas batas dan peran International Court of Justice (ICJ) dalam penyelesaian kasus polusi lintas batas tersebut. Hasilnya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang tanggung jawab korporasi dalam konteks polusi lintas batas dan peran ICJ dalam penyelesaian kasus tersebut.Tulisan ini mengkaji tentang tanggung jawab korporasi terhadap polusi lintas batas dalam konteks Hukum Internasional. Fokusnya adalah pada penyelesaian kasus polusi lintas batas yang diakibatkan oleh pembakaran lahan di Riau, Indonesia. Penelitian ini membahas bagaimana korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban atas dampak polusi lintas batas yang mengganggu negara-negara tetangga. Studi ini juga meneliti peran International Court of Justice (ICJ) dalam menyelesaikan kasus polusi lintas batas yang melibatkan negara-negara tetangga. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normative, yaitu pendekatan yang lebih menekankan pada pemahaman dalam memperoleh jawaban dengan mendasarkan pada prinsip-prinsip dan asas-asas hukum yang dikaji dari peraturan dalam menganalisa permasalahan dari penelitian ini. Tulisan ini bertujuan untuk bertujuan untuk menelaah tangungjawab korporasi terhadap polusi lintas batas dan peran International Court of Justice (ICJ) dalam penyelesaian kasus polusi lintas batas tersebut. Hasilnya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang tanggung jawab korporasi dalam konteks polusi lintas batas dan peran ICJ dalam penyelesaian kasus tersebut

    PENGARUH LIKUIDITAS, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ( BEI) PERIODE TAHUN 2016-2020

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of liquidity, corporate social responsibility and institutional ownership on profitability. This research was conducted on companies in the basic and chemical industry sectors listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2016-2020 period. The population in this study amounted to 80 companies, while the sample in this study amounted to 28 companies using a purposive sampling method. Data analysis using multiple linear regression. Partially, liquidity has an insignificant negative effect on profitability, while corporate social responsibility has a non-significant positive effect on profitability, and institutional ownership has a significant positive effect on profitability in companies in the basic and chemical industry sectors listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2020.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas, corporate social responsibility dan kepemilikan institusional terhadap profitabilitas.  Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2016-2020. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 80 perusahaan, sementara sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Secara parsial likuiditas berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap profitabilitas, sementara corporate social responsibility berpengaruh positif tidak signifikan terhadap profitabilitas, dan kepemilikan institusional pengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020

    The Influence of Facilities and Service Quality on Visitor Satisfaction in the New Normal: Case Study of Taman Bunga Baturaja

    Get PDF
    This research discussed the influence of Facilities and Service Quality on Visitor Satisfaction (Case Study of Taman Bunga Baturaja in the New Normal). The population of this study was 100 visitors to Taman Bunga Baturaja. The analytical method used was a quantitative method with t count for each variable Facility (X1) of 3,656 and Service Quality (X2) of 2,954 stating that all variables had a significant influence on visitor satisfaction at Baturaja Flower Park. The calculated F value of 14,623 was greater than F table 3.09 which stated that together the facilities and service quality had a significant influence on the satisfaction of visitors to Taman Bunga Baturaja. The value of the coefficient of determination (R Square) of 0.232 means that in this case the contribution of the influence of Facilities and Service Quality on Visitor Satisfaction was 23.2% while the remaining 76.8% was influenced by other variables not mentioned in this case such as as the resulting product, Emotional Factors, Interesting and informative advertisement

    Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru dalam Merancang Proyek P5 Berbasis Literasi di SDN 1 Silanca Poso

    Get PDF
    Kompetensi guru adalah faktor utama keberhasilan perancangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 yang sesuai dengan kebutuhan siswa, satuan pendidikan, dan masyarakat. Guru yang berkompeten dalam mengintegrasikan berbagai jenis literasi dalam P5 akan mampu merancang proyek P5 sebagai aksi dan solusi atas permasalahan sehari-hari yang dialami oleh siswa dan masyarakat sekitarnya, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Hasil analisis situasi tim pelaksana menunjukkan bahwa permasalahan sosial yang dialami oleh SDN 1 Silanca sebagai mitra program pengabdian kepada masyarakat ini adalah cyberbullying dan pornografi di media sosial yang mengincar anak-anak serta pencemaran lingkungan di daerah aliran sungai Sungai Poso di Desa Silanca, sehingga P5 yang dibutuhkan oleh SDN 1 Silanca adalah P5 berbasis literasi lingkungan, literasi kewargaan, dan literasi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk pelatihan dan pendampingan bagi guru SDN 1 Silanca yang dilaksanakan selama dua bulan dengan metode Participatory Learning and Action. Data kuantitatif dan kualitatif diperoleh melalui tes, daftar tilik, observasi, dan Focus Group Discussion serta diolah dengan prosedur deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif. Output dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi serta mengolah informasi digital untuk merancang P5 berbasis literasi lingkungan dan literasi kewargaan

    Pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai Media Presentasi dalam Mendukung Pembelajaran di Kelas bagi Guru SD di Magelang

    Get PDF
    Saat ini, semua sekolah berupaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Guru sebagai fasilitator di dalam kelas diharapkan mampu untuk menampilkan proses pembelajaran yang inovatif dan kreatif dengan memanfaatkan teknologi. Meskipun kendala yang dihadapi guru dalam hal pemanfaatan teknologi masih sering ditemui, namun ternyata masih ada kelompok guru yang ingin terus mengembangkan kemampuan di bidang pengajaran. Oleh karena itu, kegiatan pendampingan sangat diperlukan untuk membantu guru-guru dalam memanfaatkan teknologi. Tujuan kegiatan pendampingan yaitu mendampingi guru dalam mengenal fitur aplikasi Canva, mendesain template, layout dan gaya desain yang menarik untuk media presentasi yang digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, tim pengabdian ingin mengetahui bagaimana respons guru dalam pelaksanaan kegiatan pendampingan. Metode yang dilakukan terbagi menjadi beberapa tahap yaitu: observasi, sosialisasi pelaksanaan, pendampingan dan evaluasi. Mitra dari kegiatan pendampingan ini yaitu guru SD Kramat 5 di Wilayah Magelang. Teknik pengumpulan data didapatkan melalui observasi langsung, wawancara serta angket yang dianalisis secara deskriptif. Dari kegiatan pendampingan didapatkan hasil bahwa para guru tampak antusias dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan pendampingan dengan memanfaatkan aplikasi Canva. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa media canva yang dibuat para guru untuk digunakan dalam kegiatan presentasi materi dan diskusi di kelas. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan pemanfaatan aplikasi Canva ini dapat memberikan manfaat bagi para guru SD dalam memvariasikan kegiatan pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak menggunakan buku atau media presentasi konvensional menjadi menggunakan aplikasi yang lebih menarik

    Korelasi Capaian dan Persepsi Kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTs) Siswa Di Kota Palembang

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara capaian dan persepsi siswa dalam menyelesaikan soal-soal higher order thinking skills di Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 404 siswa yang merupakan siswa dari sekolah berstatus negeri dan swasta dengan akreditasi A. Data penelitian diambil dengan memberikan soal-soal higher order thinking skills yang berjumlah 42 soal dan angket persepsi siswa tentang kemampuang HOTs yang dimilikinya. Persepsi yang dilihat dari angket ini antara lain kemampuan penguasaan HOTs, pengaplikasian HOTs, pengaplikasian HOTs dalam tugas yang diberikan, dan penyelesaian soal HOTs yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara capaian siswa dalam menyelesaikan soal-soal HOTs dengan persepsi siswa terhadap kemampuan HOTs yang dimilikinya sangat lemah dengan keofisien korelasi 0,09. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi tentang kemampuan HOTs yang dimiliki oleh siswa tidak diikuti dengan capaian siswa tersebut dalam menyelesaikan HOTs. Hasil ini membuktikan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan di kelas harus ditekankan pada aktivitas pembelajaran yang berfokus pada pembiasaan cara berpikit tingkat tinggi untuk siswa, sehingga siswa terbiasa menggunakan HOTs dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya dimasyarakat

    AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK ETANOL 96% ANGGUR LAUT (Caulerpa racemosa) YANG BERASAL DARI PANTAI CIMANDIRI, KABUPATEN LEBAK-BANTEN

    Get PDF
    Seaweed is known to have the ability as an antioxidant, antibacterial, and immunostimulant. Antioxidants are compounds that can inhibit free radical oxidation reactions. This study aimed to determine the antioxidant activity of 96% ethanol extract of sea grapes (C.racemosa). Sea grapes extract (C.racemosa) for extract characteristics (moisture content and ash content), phytochemical analysis, heavy metal test, and antioxidant analysis using the DPPH method. The results of the characteristic test of the extract obtained water content (14.49%) and ash content (0.30%), these values ??did not exceed the standard extract values. The results of the phytochemical analysis showed that 96% ethanol extract of sea grapes (C.racemosa) contained steroid/triterpenoid compounds, flavonoids, saponins, and alkaloids. The levels of heavy metals found were still within safe limits, namely, lead (Pb) (TTD), mercury (Hg) (<0.001 ppm), Arsenic (As) (<0.001 ppm), and Cadmium (Cd) (0.005 ppm). The test results showed that the sea grape (C.racemosa) used was safe and free from heavy metal contamination. The results of antioxidant analysis on 96% ethanol extract of sea grape (C.racemosa) obtained an IC50 value of 237.51 mg/L. The IC50 value for quercetin is 9.52 mg/L. The results of antioxidant analysis on 96% ethanol extract of sea grapes (C.racemosa) were included in the moderate antioxidant range (100-250 mg/L). Sea grapes (C.racemosa) have the potential as a natural antioxidant.      Seaweed is known to have the ability as an antioxidant, antibacterial, and immunostimulant. Antioxidants are compounds that can inhibit free radical oxidation reactions. This study aimed to determine the antioxidant activity of 96% ethanol extract of sea grapes (C.racemosa). Sea grapes extract (C.racemosa) for extract characteristics (moisture content and ash content), phytochemical analysis, heavy metal test, and antioxidant analysis using the DPPH method. The results of the characteristic test of the extract obtained water content (14.49%) and ash content (0.30%), these values ??did not exceed the standard extract values. The results of the phytochemical analysis showed that 96% ethanol extract of sea grapes (C.racemosa) contained steroid/triterpenoid compounds, flavonoids, saponins, and alkaloids. The levels of heavy metals found were still within safe limits, namely, lead (Pb) (TTD), mercury (Hg) (<0.001 ppm), Arsenic (As) (<0.001 ppm), and Cadmium (Cd) (0.005 ppm). The test results showed that the sea grape (C.racemosa) used was safe and free from heavy metal contamination. The results of antioxidant analysis on 96% ethanol extract of sea grape (C.racemosa) obtained an IC50 value of 237.51 mg/L. The IC50 value for quercetin is 9.52 mg/L. The results of antioxidant analysis on 96% ethanol extract of sea grapes (C.racemosa) were included in the moderate antioxidant range (100-250 mg/L). Sea grapes (C.racemosa) have the potential as a natural antioxidant.   &nbsp

    Kondisi Kesehatan Terumbu Karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas

    Get PDF
    Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pada daerah tropis dan subtropis. Ekosistem ini terbentuk dari kegiatan biologis hewan karang yang hidup di dasar perairan laut dangkal. Komponen utama yang menyusun ekosistem ini adalah karang keras, sehingga tutupan karang keras dapat dijadikan sebagai indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang. Selain itu, kondisi tutupan substrat dasar atau komponen bentik juga menjadi salah satu aspek penilaian kondisi kesehatan terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi kesehatan ekosistem terumbu karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas. Penelitian dilakukan pada tahun 2021 pada 21 stasiun pengamatan di lokasi penelitian yang terdiri dari zona inti, pemanfaatan, perikanan berkelanjutan dan luar kawasan. Persentase tutupan karang dihitung menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) dan analisis dilakukan dengan aplikasi CPCe. Hasil pengamatan menunjukkan adanya penempelan larva karang (Coral Recruitment) pada lokasi penelitian. Kategori tutupan bentik didominasi oleh Dead Coral with Algae (DCA) dengan persentase rata-rata yaitu 42,83%. Kondisi kesehatan terumbu karang menunjukkan terdapat empat stasiun dengan kategori baik (ANBC007, ANBC045, ANBC072 dan ANBC110), empat stasiun masuk dalam kategori buruk (ANBC003, ANBC010, ANBC069 dan ANBC122), sedangkan 13 stasiun lainnya masuk dalam kategori sedang. Kondisi kesehatan terumbu karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas termasuk dalam kategori cukup/sedang, dengan persentase rata-rata tutupan karang keras hidup sebesar 37,83%.Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pada daerah tropis dan subtropis. Ekosistem ini terbentuk dari kegiatan biologis hewan karang yang hidup di dasar perairan laut dangkal. Komponen utama yang menyusun ekosistem ini adalah karang keras, sehingga tutupan karang keras dapat dijadikan sebagai indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang. Selain itu, kondisi tutupan substrat dasar atau komponen bentik juga menjadi salah satu aspek penilaian kondisi kesehatan terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi kesehatan ekosistem terumbu karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas. Penelitian dilakukan pada tahun 2021 pada 21 stasiun pengamatan di lokasi penelitian yang terdiri dari zona inti, pemanfaatan, perikanan berkelanjutan dan luar kawasan. Persentase tutupan karang dihitung menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) dan analisis dilakukan dengan aplikasi CPCe. Hasil pengamatan menunjukkan adanya penempelan larva karang (Coral Recruitment) pada lokasi penelitian. Kategori tutupan bentik didominasi oleh Dead Coral with Algae (DCA) dengan persentase rata-rata yaitu 42,83%. Kondisi kesehatan terumbu karang menunjukkan terdapat empat stasiun dengan kategori baik (ANBC007, ANBC045, ANBC072 dan ANBC110), empat stasiun masuk dalam kategori buruk (ANBC003, ANBC010, ANBC069 dan ANBC122), sedangkan 13 stasiun lainnya masuk dalam kategori sedang. Kondisi kesehatan terumbu karang di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas termasuk dalam kategori cukup/sedang, dengan persentase rata-rata tutupan karang keras hidup sebesar 37,83%

    Performance Measurement Of Stunting Management Policy Implementation In Batam City

    Get PDF
    This study analyzes the performance measurement of stunting prevention policy implementation in Batam City by taking a case study of Integrated Stunting Prevention Convergence Policy Implementation in Batam City. The Batam City Government has implemented an integrated stunting prevention convergence policy to accelerate the reduction of stunting in Batam City since 2021. This study uses a qualitative research method with data collection techniques using in-depth interviews, observation, and documents. Selection of informants using a purposive sampling technique. The results of the study found that the performance of integrated stunting prevention convergent policy implementation in Batam City has been going well in achieving its goals because 0f the results of the policy output assessment, namely access; scope; frequency; service promptness; and the suitability of the program with the needs has been going well in its implementation. However, this policy still has deficiencies in terms of outreach to the public about stunting

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇