Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
ANAK PESISIR CERDAS FINANSIAL : MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN DAN PERAN PADA DESA WISATA
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan siswa sekolah dasar di wilayah pesisir melalui program "Anak Pesisir Cerdas Finansial" di SDN 005 Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Sebanyak 30 siswa kelas IV dan V mengikuti pembelajaran interaktif yang mencakup pengertian literasi keuangan, sumber pemasukan, pemisahan kebutuhan dan keinginan, manfaat menabung, serta pengelolaan uang saku, melalui ceramah, permainan edukatif, dan simulasi transaksi. Evaluasi dilakukan menggunakan angket pre-test dan post-test berisi 10 pertanyaan, serta observasi dan wawancara guru pendamping. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman siswa dari 55% menjadi 90%, yang membuktikan efektivitas metode interaktif untuk menyampaikan materi keuangan pada anak. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang baik dan berkelanjutan bagi anak-anak di wilayah pesisir.
INISIASI BANK SAMPAH TERHADAP POTENSI BUMDES DI DESA PENGUDANG
Pengelolaan sampah di kawasan pesisir menghadapi tantangan yang kompleks karena kombinasi antara sampah rumah tangga masyarakat setempat dan sampah laut yang terbawa arus. Desa Pengudang di Kabupaten Bintan merupakan salah satu contoh wilayah pesisir yang rawan dengan persoalan tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi bank sampah yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai bentuk strategi kelembagaan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pendampingan, serta penguatan kapasitas pengurus BUMDes dalam tata kelola bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dan mekanisme operasional bank sampah. Selain itu, terbentuk komitmen awal untuk menjadikan bank sampah sebagai unit usaha desa yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi bank sampah ke dalam BUMDes dapat menjadi alternatif solusi dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah pesisir
Coral Reef Bleaching Crisis: Impacts on Indonesia\u27s Marine Ecosystems and Coastal Economy
Indonesia, as the world’s largest archipelagic state, is home to vast marine biodiversity, particularly coral reefs that support more than 25% of marine species despite covering less than 1% of the ocean floor. However, these vital ecosystems are increasingly threatened by climate-induced stressors such as rising sea surface temperatures and anthropogenic pressures including pollution, destructive fishing practices, and coastal development. The most visible manifestation of this crisis is coral bleaching, which compromises reef health and biodiversity. This study aims to explore the ecological and economic impacts of coral reef bleaching in Indonesia and propose strategic responses for sustainable marine governance. Employing a descriptive qualitative approach, the research draws upon peer-reviewed literature, government reports, and international assessments to analyze the drivers, consequences, and policy implications of coral bleaching. Findings reveal that elevated sea temperatures caused by global warming and phenomena like El Niño have led to mass coral bleaching events, reducing coral cover, disrupting marine food chains, and impairing ecosystem services. Socio-economically, the bleaching crisis has diminished fisheries productivity, reduced marine tourism revenue, and heightened economic vulnerability in coastal communities. Coral reef degradation also weakens natural coastal defenses, increasing exposure to storm damage. The study concludes that integrated policy interventions centered on conservation, community-based management, and climate adaptation are critical for reversing coral decline. Strengthening marine spatial planning, enforcing sustainable fishing regulations, and promoting blue economy principles can help safeguard coral reefs and enhance the resilience of Indonesia’s coastal economy
Analisis Technological Pedagogical Content Knownledge (TPACK) dan Content Representation (CoRes) Sebagai Upaya dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Materi Genetika di Sekolah
Education plays a critical role in developing the potential of each individual, and the quality of the teaching and learning process is vital for the success of the education undertaken by students. Innovative learning designs that meet student needs are required. Genetic material in biology, which is complex and conceptual, requires deep understanding. Therefore, it is important for educators to use teaching strategies that allow students to better understand genetic concepts. The purpose of this study is to evaluate genetic teaching strategies including curriculum analysis, approaches, and the application of various models, methods, and media in learning. This research method is qualitative with a descriptive approach, aiming to describe current genetic teaching practices, including the use of TPACK by teachers. Data was collected through literature study with stages such as data collection, organization, analysis, interpretation, and conclusion with descriptive qualitative data analysis. The analysis results were verified by experts. The findings show that teachers have implemented various approaches, models, methods, and learning media. The success of the learning process greatly depends on effective teacher planning so that students can clearly understand the material. These findings provide useful information for teachers to implement TPACK in genetics learning
STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN EKOWISATA MANGROVE YANG BERKELANJUTAN DI PANTAI PALUH GETAH
Ekowisata mangrove berkelanjutan mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ekowisata mangrove berkelanjutan tidak hanya melibatkan wisatawan dalam aktivitas pengamatan dan penelusuran keindahan alam, tetapi juga menyediakan pendidikan lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove, termasuk di Pantai Paluh Getah yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengelolaan kawasan ekowisata mangrove yang berkelanjutan di Pantai Paluh Getah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Paluh Getah dengan ekosistem mangrove yang kaya dan panorama alam yang memukau, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekowisata yang berkelanjutan. Ekowisata mangrove di Pantai Paluh Getah tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Ekowisata mangrove dapat membantu menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi pencemaran serta meningkatkan citra daerah sebagai daerah yang peduli terhadap lingkungan. Untuk mencapai SDGs di Pantai Mangrove Paluh Getah, optimasi pengelolaan ekowisata mangrove harus dilakukan dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pihak. Pemerintah perlu memperkuat regulasi dan kebijakan terkait pengelolaan ekowisata mangrove untuk memastikan kelestarian ekosistem dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat lokal
Ethics of Artificial Intelligence Usage in the Judiciary to Uphold Efficiency and Justice
The adoption of Artificial Intelligence (AI) in the judiciary has sparked significant interest due to its potential to enhance efficiency and accuracy in legal processes. However, this advancement also brings ethical concerns that demand careful attention. This paper examines key ethical issues surrounding AI usage in judicial systems, including the risks of algorithmic bias, the lack of transparency in decision-making processes, and the possible erosion of human judgment. It highlights the importance of maintaining accountability and fairness while integrating AI tools to support, not replace, the role of judges. Using real-world examples and analyzing existing legal frameworks, the discussion emphasizes the need to align AI innovation with the fundamental principles of justice and human rights. The findings of this paper aim to provide practical insights for legal professionals, policymakers, and AI developers to establish ethical guidelines that ensure AI contributes to a fair and equitable judiciary. Balancing efficiency with justice remains the central goal of this exploration
ANALISIS MUTU DAN KEAMANAN PANGAN KERUPUK IKAN DI BEBERAPA DAERAH KABUPATEN BINTAN, KEPULAUAN RIAU
Sektor perikanan menjadi penyumbang tertinggi pada perekonomian Provinsi Kepulauan Riau dengan capaian 1.059.050 ton terhadap potensi tangkapan per tahun. Tingginya hasil perikanan yang ada, menimbulkan diversifikasi produk untuk mempertahankan mutu dan menambah nilai jual hasil perikanan. Kerupuk menjadi salah satu produk diversifikasi yang banyak diolah oleh masyarakat. Kerupuk ikan adalah sejenis makanan kering dengan tambahan pati dan daging ikan. Pengolahan kerupuk juga ditambahkan bahan tambahan pangan yang dapat disalahgunakan oleh produsen. Bahan-bahan tersebut ditambahkan dengan maksud agar produk kerupuk ikan lebih awet, warna kerupuk lebih cerah, atau membuat kerupuk lebih renyah. Formalin, boraks, dan pewarna sintetik merupakan bahan tambahan pangan terlarang yang sering kali ditambahkan dalam pengolahan produk pangan. Hal tersebut menjadikan perlunya dilakukan penelitian terhadap keamanan pangan dan nilai gizi pada kerupuk ikan dari beberapa daerah Kabupaten Bintan. Uji yang dilakukan berupa uji proksimat yang terdiri dari kadar protein, abu, air dan lemak. Sedangkan uji keamanan pangan yang dilakukan adalah uji kandungan boraks, formalin dan rhodamin B. Hasil uji menunjukkan kadar protein kerupuk Y1 13,24% dan Y2 13,72%, kadar abu kerupuk Y1 2,57% dan Y2 2,94%, kadar air kerupuk Y1 10,27% dan Y2 13,32%, kadar lemak kerupuk Y1 0,93 dan Y2 0,24. Semua kerupuk uji dinyatakan tidak mengandung formalin dan pewarna rhodamin B. uji boraks yang dilakukan menunjukkan bahwa kerupuk Y1 mengandung 0,9% dan Y2 mengandung 1,05%. Secara keseluruhan kerupuk Y1 dan Y2 belum memenuhi SNI 8272:2016 dan masih mengandung bahan tambahan pangan yang dilarang sehingga dapat membahayakan kesehatan
Exploring mathematics history: Desargues’ contributions and perspectives of teacher candidates
This research explores the contributions of Girard Desargues, a pivotal but often overlooked mathematician in geometry. The study aims to provide insights, inspire interest, and evaluate the understanding of prospective mathematics teachers regarding Desargues\u27 contributions, particularly his work on projective geometry. Employing a qualitative approach, the research integrates a literature review and a case study. Literature data were sourced from academic journals and books, while the case study involved interviews with students from five mathematics education classes. Open-ended interviews assessed students\u27 familiarity with Desargues and their ability to comprehend and apply his theorem. Data were analyzed through meta-analysis and thematic analysis. The findings categorize student responses into three levels: Medium of Desargues and Desargues Theorem, Intermediate Knowledge of Desargues and Desargues Theorem, and Low of Desargues and Desargues Theorem. The results underscore varying levels of awareness among future mathematics educators and suggest that integrating historical mathematical insights into education may support a deeper understanding of concepts
Students\u27 Learning Obstacles in SPLDV Materials Related to Computational Thinking Skills
Integrating computational thinking into Programme for International Student Assessment (PISA) assessments presents a significant challenge for Indonesian students, particularly in mathematics education. Despite its crucial role in problem-solving, computational thinking has not been widely implemented by students due to the presence of learning obstacles. This study aims to identify the learning obstacles that junior high school students encounter in understanding systems of linear equations in two variables, specifically about their computational thinking abilities. A qualitative approach with a phenomenological method was employed. Research instruments included a computational thinking test and a semi-structured interview guide. Data were collected from 20 students at a junior high school in Wonosobo Regency, Indonesia. Data analysis consisted of three stages: reduction, display, and conclusion. The findings reveal that students experience three types of learning obstacles—epistemological, ontogenical, and didactical when engaging with systems of linear equations in two variables, indicating that these obstacles hinder the development of their mathematical computational thinking skills.The existence of computational thinking skills into PISA brings up new challenges for Indonesian students. This skill plays a significant role, yet students do not really implement it in problem solving due to learning obstacles. This is qualitative research implementing phenomenology. It aims at identifying students’ learning obstacles in junior high school regarding the computational thinking skill. Research instruments used were questions on computational thinking skills and interview guidelines. The data were taken from the test on 20 students in one of junior high schools in Regency of Wonosobo. Data reduction, data presentation, and data conclusion drawing were the data analysis techniques employed. The research results show that students underwent three types of learning obstacles in SPLDV materials related to computational thinking skills., which were epistemological, ontogenical, and didactical
Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Terhadap Waduk Sungai Pulai di Kota Tanjungpinang
Terjadinya perubahan penggunaan lahan pada kawasan waduk dapat menurunkan fungsi hutan dalam penyerapan dan mentransfer air dan fungsi lainnya air. Tujuan penelitian adalah melakukan prediksi potensi perubahan tutupan lahan dan pengaruhnya terhadap waduk Sungai Pulai Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengukuran evapotranspirasi dengan Model Penman dan debit andalan menggunakan Model FJ Mock dengan mempertimbangkan data klimatologi dan hidrologi dan analisis spasial. Hasil perhitungan evapotranspirasi berkisar antara 2,78 mm/H hingga 4,64 mm/H dan diintegrasikan kedalam perhitungan debit andalan pada tahun 2023, dengan hasil Debit hitung antara 0,138 m3/detik s.d. 0,605 m3/detik yang dipengaruhi oleh faktor curah hujan diatas 100 mm/bulan. Pada Catchment Area (CA) seluas 409,85 Ha penggunaan lahan hutan/bervegetasi diperkirakan sebesar 172,52 Ha (42 %). Dengan luas lahan terbuka sebesar 236,17 Ha (58 %) maka diprediksi potensi penyimpanan air sebanyak 213.939 m3/tahun dan transfer air sebesar 347.057.329 liter/Tahun. Jika CA yang dapat ditumbuhi pohon besar seluas 350 Ha maka dapat diprediksi Potensi menyimpan air sebesar 315 m3/tahun dan potensi transfer air sebesar 511.000.000 liter/Tahun. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah kuratif untuk menjaga keseimbangan ekosistem sumber daya air pada waduk yaitu dengan melakukan langkah reforestasi terhadap CA yang terdegredasi. Untuk penelitian lebih lanjut agar dapat dilakukan penelitian tentang pengaruh evapotranspirasi pada setiap penggunaan lahan.Terjadinya perubahan penggunaan lahan pada kawasan waduk dapat menurunkan fungsi hutan dalam penyerapan dan mentransfer air dan fungsi lainnya air. Tujuan penelitian adalah melakukan prediksi potensi perubahan tutupan lahan dan pengaruhnya terhadap waduk Sungai Pulai Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengukuran evapotranspirasi dengan Model Penman dan debit andalan menggunakan Model FJ Mock dengan mempertimbangkan data klimatologi dan hidrologi dan analisis spasial. Hasil perhitungan evapotranspirasi berkisar antara 2,78 mm/H hingga 4,64 mm/H dan diintegrasikan kedalam perhitungan debit andalan pada tahun 2023, dengan hasil Debit hitung antara 0,138 m3/detik s.d. 0,605 m3/detik yang dipengaruhi oleh faktor curah hujan diatas 100 mm/bulan. Pada Catchment Area (CA) seluas 409,85 Ha penggunaan lahan hutan/bervegetasi diperkirakan sebesar 172,52 Ha (42 %). Dengan luas lahan terbuka sebesar 236,17 Ha (58 %) maka diprediksi potensi penyimpanan air sebanyak 213.939 m3/tahun dan transfer air sebesar 347.057.329 liter/Tahun. Jika CA yang dapat ditumbuhi pohon besar seluas 350 Ha maka dapat diprediksi Potensi menyimpan air sebesar 315 m3/tahun dan potensi transfer air sebesar 511.000.000 liter/Tahun. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah kuratif untuk menjaga keseimbangan ekosistem sumber daya air pada waduk yaitu dengan melakukan langkah reforestasi terhadap CA yang terdegredasi. Untuk penelitian lebih lanjut agar dapat dilakukan penelitian tentang pengaruh evapotranspirasi pada setiap penggunaan lahan