Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    How students with masculine and feminine genders solve circle problem: A commognitive perspective

    Full text link
    Cognitive is the way students communicate their thinking processes in problem-solving. In solving problems, it is not only influenced by their thinking process, but other factors can affect it, such as gender differences. One of the subjects that can demonstrate students\u27 cognitive abilities is the topic of circles. This study aims to determine students\u27 cognitive abilities in solving circle problems from the perspective of masculine and feminine gender. The type of this research is exploratory research with a qualitative approach. This research was conducted in the 11th grade at SMA Negeri 1 Torue. The subjects in this study consist of one male student and one female student. After determining the research subjects, they were given a circular task. In addition, interviews were conducted while the subjects completed the task. The data analysis techniques used in this study are data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that female students can solve circle problems by expressing all cognitive aspects in detail, neatly, clearly, and correctly. Meanwhile, when solving circle problems, male students express all cognitive aspects briefly and correctly

    Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Berkonteks Budaya Melayu Kepulauan Riau

    No full text
    Existing studies show that problem-solving is still a problematic learning outcome faced by grade XI students at SMA Negeri 1 Bintan Timur. This study aims to describe the mathematical problem-solving ability of high school students in the context of the Malay culture of the Riau Islands. The type of research applied is descriptive qualitative. The source of information for this study came from students of class XI E at SMA Negeri 1 Bintan Timur. The data collection methods applied consisted of tests, interviews, and documentation. The data analysis process in this study included data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that there are 2 students with a percentage of 7% in the high category, 9 students with a rate of 33% in the medium category, and 16 students with a percentage of 60% in the low category. Integrating Malay culture in mathematics research can help students understand mathematics in everyday life and enrich their understanding. In addition, students learn theory and see the real application of mathematics in their daily lives.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMA dalam konteks budaya Melayu Kepulauan Riau. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas XI E SMA Negeri 1 Bintan Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 siswa dengan presentase 7% berada pada kategori tinggi, 9 siswa dengan presentase 33% berada pada kategori sedang, dan 16 siswa dengan presentase 60% berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis data, siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi dapat memenuhi tahapan memahami masalah, merencanakan strategi, melaksanakan strategi, dan menarik kesimpulan. Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika sedang juga menunjukkan kemampuan memenuhi tahapan memahami masalah, merencanakan strategi, dan melaksanakan strategi pada soal nomor 1 dan 2. Namun, pada soal nomor 3, siswa hanya dapat memenuhi tahapan memahami masalah. Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika rendah cenderung hanya mampu memenuhi satu indikator yaitu pemecahan masalah matematika, yaitu memahami masalah

    PERAN MIKROBIOMA TANAH DALAM MEMPENGARUHI PERKECAMBAHAN SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN

    Full text link
    The soil microbiome is a complex community of microorganisms that plays an important role in the life cycle of plants, including the seed germination phase. The soil microbial community contributes to plant health and is a highly diverse complex. The soil microbial community influences plant growth in various ways, such as enhancing nutrient uptake, increasing root exudate secretion, and improving plant defense against pathogens.  Additionally, the interaction between plants and the soil microbiome is also very important. This primarily occurs in the rhizosphere, the small portion of soil where plant roots influence the microbiome through the secretion of exudates containing sugars, vitamins, organic acids, hormones, amino acids, and fatty acids. This article aims to examine the soil microbiome that plays a role in influencing seed germination as a supporting factor for sustainable agriculture. This type of research uses a literature review method. Information collection was conducted through literature studies by analyzing data from various sources over the past 10 years. The research findings indicate that microbiomes such as Azotobacter sp., Lactobacillus sp., Trichoderma sp., Bacillus subtilis, Gliocladium sp., and Beauveria bassiana can have an impact on plant germination. From the literature review conducted, it can be concluded that germination is a crucial initial stage in the life cycle of seed-bearing plants

    Ekonomi Biru Budidaya Keramba Jaring Apung dan Pelestarian Ekosistem di Pesisir Kecamatan Teluk Pandan

    Full text link
    Budidaya ikan di keramba jaring apung idealnya dilakukan sesuai dengan prinsip ekonomi biru sambil tetap menjaga kelestarian ekosistem. Tujuan penelitian ini untuk sejauh mana prinsip ekonomi biru diterapkan dan penjagaan kelestarian ekosistem pada budidaya ikan KJA di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung pada bulan Juli – September 2024. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka, selanjutnya dianalisis untuk mengukur sejauh mana prinsip tersebut diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pembudidaya ikan tidak mengenal istilah "ekonomi biru". Namun beberapa prinsip ekonomi biru, seperti memajukan pertumbuhan ekonomi, memperbaiki kesejahteraan sosial dan menjaga ekosistem laut, telah diimplementasikan meski belum sepenuhnya optimal. Contohnya adalah upaya pembudidaya dalam tidak membuang sampah sembarangan dan menggunakan pakan sesuai padat tebar optimal. Diperlukan bimbingan teknis yang intensif untuk memperkuat penerapan prinsip ekonomi biru pada usaha budidaya ikan dengan sistem KJA.Budidaya ikan di keramba jaring apung idealnya dilakukan sesuai dengan prinsip ekonomi biru sambil tetap menjaga kelestarian ekosistem. Tujuan penelitian ini untuk sejauh mana prinsip ekonomi biru diterapkan dan penjagaan kelestarian ekosistem pada budidaya ikan KJA di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung pada bulan Juli – September 2024. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka, selanjutnya dianalisis untuk mengukur sejauh mana prinsip tersebut diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pembudidaya ikan tidak mengenal istilah "ekonomi biru". Namun beberapa prinsip ekonomi biru, seperti memajukan pertumbuhan ekonomi, memperbaiki kesejahteraan sosial dan menjaga ekosistem laut, telah diimplementasikan meski belum sepenuhnya optimal. Contohnya adalah upaya pembudidaya dalam tidak membuang sampah sembarangan dan menggunakan pakan sesuai padat tebar optimal. Diperlukan bimbingan teknis yang intensif untuk memperkuat penerapan prinsip ekonomi biru pada usaha budidaya ikan dengan sistem KJA

    Star Wars: Comparing Military Space Power Among Major Nations

    Full text link
    Advancements in space technology have significantly altered military and geopolitical dynamics worldwide. This research aims to explore the space military capabilities of major powers, specifically the United States, China, and Russia. Utilizing a qualitative method that includes literature review and case analysis, this study examines the latest developments in space technology, the military strategies employed, and the geopolitical impacts arising from competition in this domain. The findings indicate that these three countries enhance their space capabilities in different ways, such as the establishment of the Space Force by the U.S., the launch of the BeiDou navigation system by China, and the strengthening of the Aerospace Force by Russia. Additionally, this research highlights new challenges in maintaining global stability, where reliance on space technology may increase security risks. By understanding the strengths and weaknesses of each country, this study provides deeper insights into the dynamics of global power in the era of space

    Analisis Gender pada Suksesi Perusahaan Keluarga (Multicase Study pada Lima Perusahaan Keluarga di Kabupaten Grobogan)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gender pada suksesi bisnis keluarga menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan multicase study dengan lima perusahaan keluarga yang bergerak di beberapa bidang yang berbeda. Suksesi dalam perusahaan keluarga sangat krusial dan kompleks yang melibatkan aspek bisnis dan manajemen, serta dinamika hubungan antara anggota keluarga. Suksesi yang berhasil bukanlah penyerahan tongkat estafet, melainkan proses strategis, terencana, dan berkelanjutan bersama kepentingan keluarga, kepemilikan, dan manajemen. Pada tiga perusahaan yang menjadi obyek penelitian isu gender sangat berpengaruh pada suksesi perusahaan, gender menjadi tolok ukur keberhasilan suksesi yakni anak laki – laki berhak dan wajib menjadi penerus kepemimpinan perusahaan keluarga. Sementara pada dua perusahaan lain, isu gender sama sekali tidak berpengaruh, dengan pertimbangan keberhasilan perusahaan tergantung pada situasi dan kondisi perusahaan serta kemampuan suksesor mengelola perusahaan

    Pendampingan Kelembagaan Dalam Optimalisasi Pengelolaan Potensi Ekowisata Mangrove Di Desa Kelumu, Kabupaten Lingga

    Full text link
    Pengabdian ini berfokus pada pendampingan kelembagaan dalam optimalisasi pengelolaan potensi ekowisata mangrove di Desa Kelumu, Kabupaten Lingga. Tujuan utama dari Kegiatan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan ekowisata mangrove melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat lokal serta pengembangan infrastruktur pendukung yang ramah lingkungan. Pengabdian menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan mengembangkan strategi pengelolaan yang optimal. Hasil menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia, teknologi, dan finansial merupakan tantangan utama dalam pengelolaan ekowisata mangrove di Desa Kelumu. Selain itu, kurangnya komunikasi dan kerjasama antar mitra juga menjadi kendala dalam mencapai pengelolaan yang efektif. Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis menyarankan beberapa solusi, seperti pengembangan strategi pengelolaan yang mencakup aspek lingkungan, ekonomi, sosial, dan kesehatan (ESG), serta pengembangan infrastruktur wisata yang memadai. Selain itu, program pendidikan dan kemanusiaan yang melibatkan masyarakat lokal juga diusulkan untuk meningkatkan pemahaman dan perhatian terhadap nilai tambah mangrove. Kegiatan eksternal seperti pariwisata, seminar, dan workshop juga disarankan untuk meningkatkan popularitas wisata mangrove di Desa Kelumu. Selain itu dengan kerjasama yang baik antara berbagai pihak, pengelolaan ekowisata mangrove dapat menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove

    Pengaruh Penambahan Ikan Tamban (Sardinella lemuru) terhadap Pembuatan Choux Pastry

    Full text link
    Saat ini variasi pengembangan choux pastry masih sangat terbatas. Salah satu cara pengembangan produk ini adalah pembuatan choux pastry dengan penambahan ikan tamban. Pemanfaatan daging ikan tamban pada choux pastry diharapkan mengandung kualitas serta kandungan gizi yang baik. Selain itu, penggunaan protein yang terkandung dalam ikan tamban pada pembuatan choux pastry mampu menghasilkan produk dengan cita rasa gurih. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan dan mengetahui formulasi terbaik dari penambahan ikan tamban pada choux pastry berdasarkan uji hedonik serta menentukan karakteristik fisik dan nutrisi dari choux pastry yang terpilih berdasarkan uji hedonik. Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu IK0 (0%), IK1 (15%), IK2 (20%), IK3 (25%). Hasil pengujian hedonik menunjukkan bahwa pada perlakuan IK3 dengan penambahan ikan 25% mendapatkan hasil terbaik dengan nilai parameter warna (2,50%), aroma (2,66%), rasa (2,79%) dan tekstur (2,66%). Nilai proksimat yang dihasilkan dari hasil uji hedonik yang terpilih mendapatkan nilai kadar air (8,41%), kadar abu (3,81%), kadar protein (20,37%), kadar lemak (37,77%) dan kadar karbohidrat (32,80%)

    The Meaning of the Word "Homeland" According to the Perspective Indonesian Nation

    No full text
    The term “homeland” holds a profound and multidimensional meaning in the context of the Indonesian nation, reflecting not only a geographical territory but also an emotional, cultural, and ideological bond uniting diverse ethnic groups within one national identity. This study explores the meaning of “homeland” (tanah air) from a sociocultural and philosophical perspective, emphasizing its significance in shaping national consciousness and patriotism among Indonesians. Using a qualitative descriptive approach, this research analyzes literary works, historical narratives, and cultural expressions that illustrate how the Indonesian people conceptualize their homeland as both physical land (tanah) and life-giving water (air). The findings reveal that the word “homeland” symbolizes the inseparable relationship between people and nature, portraying Indonesia as a living entity that nurtures and sustains its citizens. It embodies a sense of belonging, sacrifice, and shared destiny rooted in collective struggle against colonialism and the aspiration for independence. From a sociological viewpoint, “homeland” functions as a moral and emotional foundation that strengthens social solidarity and unity amidst diversity. It also serves as a source of identity and pride that motivates citizens to protect national sovereignty and preserve cultural heritage. The study concludes that, for the Indonesian nation, the word “homeland” transcends territorial boundaries—it represents a spiritual and symbolic space where history, identity, and national ideals converge. Strengthening this awareness is crucial to maintaining unity and resilience in an era of globalization and cultural transformation

    Models of Traditional Fishing in Teluk Sepang: A Study from the Perspective of Rational Action Analysis

    No full text
    This study analyzes the changing patterns and models of traditional fishing in Teluk Sepang through the lens of rational action theory. The research aims to understand how fishermen make strategic and calculated decisions in adapting to ecological, economic, and technological transformations that affect their livelihoods. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving local fishermen and community leaders. The findings indicate that shifts in fishing methods, gear selection, and time allocation reflect rational responses to limited resources, fluctuating fish stocks, and rising operational costs. Fishermen tend to adjust their fishing patterns according to weather conditions, market demand, and fuel availability to maximize benefits and minimize risks. The introduction of modern fishing tools and collaborative group systems also signifies a transformation from traditional subsistence orientation toward semi-commercial operations. From a sociological perspective, rational action is not only economically motivated but also socially embedded shaped by cultural norms, local wisdom, and collective decision-making practices. Social networks, cooperation, and shared experiences remain crucial in reducing uncertainty and sustaining economic security. The study concludes that traditional fishermen in Teluk Sepang demonstrate adaptive rationality, balancing economic pragmatism with social values and environmental awareness. Strengthening institutional support, promoting technological literacy, and integrating local participation into fisheries management are essential to enhance sustainability and resilience in traditional fishing communities

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇