Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    TREN GLOBAL DAN EVOLUSI PENGETAHUAN DALAM PENELITIAN IKAN ASAP (1975–2025): SUATU ANALISIS BIBLIOMETRIK YANG KOMPREHENSIF

    Full text link
    Ikan asap merupakan produk pangan dengan nilai gizi tinggi serta daya simpan yang panjang, namun juga memiliki potensi mengandung senyawa berbahaya seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAHs). Penelitian mengenai ikan asap telah berkembang pesat selama lima dekade terakhir. Meskipun demikian, belum ada tinjauan komprehensif yang membahas tren global penelitian di bidang ini, khususnya terkait keamanan pangan, keberlanjutan, dan inovasi teknologi pengasapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi ilmiah mengenai ikan asap selama periode 1975–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik, guna memahami pola penelitian, jejaring kolaborasi internasional, serta arah penelitian di masa mendatang. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan menggunakan kata kunci “smoked fish” untuk publikasi tahun 1975–2025. Analisis meliputi kuantifikasi jumlah publikasi, identifikasi topik dominan, serta pemetaan kolaborasi antarnegara. Data kemudian dianalisis dengan perangkat lunak VOSviewer dan RStudio. Sebanyak 910 dokumen yang relevan dianalisis dalam studi ini. Hasil menunjukkan peningkatan publikasi yang signifikan dalam dua dekade terakhir, dengan fokus yang bergeser dari aspek tradisional pengasapan ikan menuju isu keberlanjutan, kesehatan, dan inovasi teknologi.Tren utama mencakup pengembangan teknik pengasapan ramah lingkungan serta peningkatan perhatian terhadap keamanan pangan dan mutu produk. Tercatat pula kolaborasi internasional yang kuat antara negara-negara seperti Indonesia, Italia, dan Nigeria. Jurnal utama yang banyak mempublikasikan topik ini antara lain Food Control dan Journal of Food Protection. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa ikan asap semakin menarik perhatian global, dengan kebutuhan mendesak untuk mengembangkan teknologi pengasapan yang lebih berkelanjutan dan aman bagi kesehatan

    Hubungan Tekstur Sedimen Terhadap Vegetasi Mangrove di Sungai Marana Desa Marannu Kecamatan Lau Kabupaten Maros

    Full text link
    Pohon mangrove merupakan tumbuhan yang ditemukan diantara pertemuan air tawar dan air asin yang dipengaruhi pasang surut air laut. Pertumbuhan mangrove dapat dipengaruhiukuran butir sedimen. Kondisi sedimen merupakan salah satu faktor yang berperan dalam pembentukan zonasi mangrove. Mangrove dapat beradaptasi dan tumbuh dengan baik pada sedimen bersubsrat pasir, lumpur atau batu karang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis mangrove, komposisi jenis mangrove dan pola sebaran jenis mangrove terhadap jenis sedimen dan kandungan Bahan Organik Total (BOT) serta mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan jenis mangrove di Muara Sungai Marana, Desa Marannu, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Pengambilan data mangrove dilakukan dengan menggunakan metode transek garis lurus pada stasiun pengamatan, dimana stasiun 1 dan 3 jauh dari muara sungai sedangkan untuk stasiun 2 berdekatan langsung dengan muara sungai dan untuk pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan dengan menggunakan sediment core yang terbuat dari pipa PVC (diameter 6-7 cm dan panjang pipa sekitar 30 cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua jenis mangrove dengan jumlah komposisi jenis sebanyak 69,643% untuk Rhizophora mucronata dan 30,357% untuk jenis Avicennia marina. Nilai korelasi kerapatan mangrove dengan Bahan Organik Total (BOT) sebesar 0,1724 sedangkan nilai korelasi kerapatan mangrove dengan ukuran butir sedimen sebesar 0,0285. Pola sebaran mangrove menunjukan bahwa jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia marina ditemukan pada substrat pasir halus dan pasir sedang.Pohon mangrove merupakan tumbuhan yang ditemukan diantara pertemuan air tawar dan air asin yang dipengaruhi pasang surut air laut. Pertumbuhan mangrove dapat dipengaruhiukuran butir sedimen. Kondisi sedimen merupakan salah satu faktor yang berperan dalam pembentukan zonasi mangrove. Mangrove dapat beradaptasi dan tumbuh dengan baik pada sedimen bersubsrat pasir, lumpur atau batu karang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis mangrove, komposisi jenis mangrove dan pola sebaran jenis mangrove terhadap jenis sedimen dan kandungan Bahan Organik Total (BOT) serta mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan jenis mangrove di Muara Sungai Marana, Desa Marannu, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Pengambilan data mangrove dilakukan dengan menggunakan metode transek garis lurus pada stasiun pengamatan, dimana stasiun 1 dan 3 jauh dari muara sungai sedangkan untuk stasiun 2 berdekatan langsung dengan muara sungai dan untuk pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan dengan menggunakan sediment core yang terbuat dari pipa PVC (diameter 6-7 cm dan panjang pipa sekitar 30 cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua jenis mangrove dengan jumlah komposisi jenis sebanyak 69,643% untuk Rhizophora mucronata dan 30,357% untuk jenis Avicennia marina. Nilai korelasi kerapatan mangrove dengan Bahan Organik Total (BOT) sebesar 0,1724 sedangkan nilai korelasi kerapatan mangrove dengan ukuran butir sedimen sebesar 0,0285. Pola sebaran mangrove menunjukan bahwa jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia marina ditemukan pada substrat pasir halus dan pasir sedang

    SOSIALISASI KONDISI STOK DAN ATURAN PENANGKAPAN PERIKANAN KAKAP DAN KERAPU DI DUSUN GILI TAPAN TELUK SALEH

    Full text link
    Kegiatan sosialisasi mengenai kondisi stok dan aturan penangkapan perikanan kakap dan erapu dilaksanakan di Desa Labuhan Sangoro, Dusun Gili Tapan, Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa, pada 30 Mei 2025. Teluk Saleh merupakan wilayah yang memiliki nilai penting secara ekologis dan sosial ekonomi, namun perikanan kakap dan kerapu di kawasan ini menunjukkan indikasi fully-exploitedingga over-exploited akibat tekanan penangkapan yang tinggi. Kegiatan sosialisasi melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga terkait dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman nelayan terhadap aturan penangkapan, termasuk larangan penggunaan alat tangkap merusak serta penerapan ukuran minimum tangkap. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan memahami pentingnya perikanan kakap-kerapu bagi keberlangsungan ekonomi keluarga mereka. Namun, pengetahuan nelayan terkait regulasi resmi masih terbatas, terutama mengenai aturan teknis yang berlaku. Diskusi partisipatif mengungkap bahwa nelayan mengalami penurunan hasil tangkapan dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi jumlah maupun ukuran ikan. Sebagian nelayan menyatakan kesediaannya untuk mulai menerapkan aturan, meskipun masih ada kekhawatiran akan dampak penurunan hasil dalam jangka pendek. Selain itu, kegiatan sosialisasi berhasil memetakan kebutuhan nelayan terhadap dukungan teknis, antara lain penyediaan alat tangkap ramah lingkungan, pelatihan, dan penguatan kelembagaan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi aturan membutuhkan tindak lanjut berupa program nyata yang dapat mendukung transisi menuju praktik perikanan berkelanjutan. Secara keseluruhan, sosialisasi di Dusun Gili Tapan menjadi langkah awal penting dalam membangun kesadaran kolektif nelayan mengenai pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan. Untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir, diperlukan pendampingan berkelanjutan, konsistensi penegakan aturan, dan dukungan nyata dari pemerintah serta pemangku kepentingan

    Pengaruh Reward, Punishment, Pengembangan Karir Terhadap Produktivitas Kerja Pada Pegawai Se-Kecamatan Batu Aji Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening

    Full text link
    Employee work productivity at the sub-district level has a very important role in increasing the efficiency and effectiveness of public services. Increased productivity not only impacts short-term performance but also contributes to the development of organizational capacity in the long term. With more productive employees, government agencies can manage resources better and respond to community needs more quickly and effectively. The method used in this study is a quantitative method. Based on the above, a conclusion can be made in this study that Reward has a direct and significant effect on work productivity. Punishment has a direct and significant effect on work productivity. Career development does not have a significant effect on work productivity. Motivation has a direct and significant effect on work productivity. Reward does not have a significant effect on motivation. Punishment does not have a significant effect on motivation. Career development has a significant effect on motivation. Reward does not have a significant effect on work productivity through motivation. Punishment through motivation has no significant effect on work productivity, and career development through motivation has a significant effect on work productivity

    Kualitas Akuntansi dan Efisiensi Investasi: Peran Eksekutif Perempuan di Sektor Properti dan Real Estate

    No full text
    This study examines the impact of accounting quality on investment efficiency and investigates the moderating role of female executives in Indonesia’s property and real estate sector. Using data from 65 property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (2021–2023), the study employs data panel regression analysis. The results reveal that accounting quality significantly improves investment efficiency by reducing information asymmetry and minimizing inefficient capital allocation. However, the moderating role of female executives is not significant, suggesting that their current representation in managerial positions remains limited to influencing investment outcomes. The findings emphasize the importance of transparent accounting information in enhancing investment efficiency and the potential of gender diversity to strengthen governance in capital-intensive industriesStudi ini menguji pengaruh kualitas akuntansi terhadap efisiensi investasi dengan peran moderasi eksekutif perempuan pada sektor properti dan real estate di Indonesia. Dengan menggunakan data dari 65 perusahaan properti dan real estat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2023, penelitian ini menerapkan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas akuntansi secara signifikan meningkatkan efisiensi investasi dengan mengurangi asimetri informasi dan meminimalkan alokasi modal yang tidak efisien. Namun, peran moderasi eksekutif perempuan tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa representasi perempuan dalam posisi manajerial saat ini masih terbatas dalam memengaruhi hasil investasi. Temuan ini menekankan pentingnya transparansi informasi akuntansi dalam meningkatkan efisiensi investasi serta potensi keragaman gender untuk memperkuat tata kelola pada industri yang padat modal

    Pemanfaatan augmented reality sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan laut bagi siswa SD di wilayah pesisir

    Full text link
    Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan sebagai implementasi mata kuliah Pengantar Ilmu Teknologi Kemaritiman (PITK) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa sekolah dasar terhadap lingkungan laut melalui media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR). Gap kegiatan terletak pada belum terbangunnya keterhubungan antara pembelajaran kemaritiman di perguruan tinggi dan penerapannya di tingkat sekolah dasar, khususnya di wilayah pesisir. Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, dikembangkan flipbook interaktif berbarcode AR yang menampilkan visualisasi biota laut lokal sebagai media belajar kontekstual. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, refleksi, dan observasi terhadap siswa kelas V SDIT As-Sakinah Tanjungpinang pada 7 Mei 2025. Evaluasi dilakukan secara deskriptif menggunakan dua indikator utama, yaitu (1) pemahaman konseptual siswa terhadap ekosistem laut melalui jawaban reflektif dan diskusi, serta (2) kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkungan laut berdasarkan respons sikap dan partisipasi selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan bahwa penerapan AR mendorong keterlibatan aktif siswa, memperkuat pemahaman terhadap konsep ekosistem laut, dan menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini. Kegiatan ini berkontribusi dalam mengembangkan model pembelajaran lintas jenjang berbasis teknologi yang memperkuat literasi maritim di wilayah pesisir

    Pendampingan pengembangan kompetensi pedagogik guru PPKn SMA dalam pembuatan dan implementasi desain pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodir keberagaman peserta didik

    Full text link
    Guru sebagai aktor utama dalam berlangsungnya proses pendidikan harus memahami bahwa setiap anak itu unik dan beragam. Menyikapi realita ini tugas guru adalah mendesain pembelajaran yang mengakomodir keberagaman tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pertama mengembangkan kompetensi pedagogik guru dalam mendesain dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi kedua meningkatkan pelayanan guru dalam menghadapi keberagaman peserta. Metode dan bentuk kegiatan adalah pelatihan dan pendampingan.  Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari terdiri dari 5 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan, pendampingan, evaluasi, keberlanjutan program. Mitra kegiatan adalah MGMP PPKn SMA Kabupaten Ogan Ilir yang berjumlah 36 orang. Data dikumpulkan melalui angket, observasi dan wawancara. Indikator keberhasilan dilihat dari aspek guru, murid dan sistem pembelajaran. Hasil kegiatan menyimpulkan kegiatan PPM dari aspek guru berhasil meningkatkan kompetensi pedagogik guru yang ditandai dengan pemahaman konseptual, kemampuan memetakan peserta didik, mendesain modul ajar, keterampilan mengimplementasikan desain pembelajaran, dan kepuasan. Kegiatan PPM meningkatkan pelayanan guru dalam menghadapi keberagaman peserta Dari aspek peserta didik ditandai dengan terciptanya situasi nyaman, kepercayaan diri, keaktifan, serta refleksi diri peserta didik. Dari aspek sistem pembelajaran kegiatan telah berhasil menciptakan   budaya kelas berupa kepedulian, paradigma positif dan kolaborasi

    Formation of Strategic Provinces on Maritime Borders: A Political Economy Analysis of Natuna-Anambas Proposal

    Full text link
    The Natuna and Anambas regions have a strategic position as a maritime border region that is a concern in the national agenda, including through designation as part of the National Strategic Project (PSN). However, the reality of local development shows high fiscal dependence on central transfers, weak local revenue, and vulnerability to global economic fluctuations. This study aims to assess the potential of the Natuna-Anambas Province formation in strengthening fiscal independence and improving local economic governance. Using an exploratory qualitative approach and fiscal policy analysis, this study utilizes secondary data from regional financial reports, BPS statistics, and a literature review related to fiscal decentralization and the resource curse. The results show that the regional revenue structure dominated by the General Allocation Fund (DAU) and Revenue Sharing Fund (DBH) makes Natuna and Anambas vulnerable to central policy changes and commodity price volatility. In addition, the benefits of PSN have not been fully distributed to local communities due to limited institutional capacity and lack of integration of local economic development. The establishment of a new province has the potential to be a solution if accompanied by strengthening fiscal governance, reforming DBH allocation, and economic diversification strategies. This article recommends a policy roadmap based on a multi-level governance approach to promote fiscal autonomy and inclusive and sustainable economic development

    Maritime Security and Drug Threats in the Border Waters of Bintan Regency: The Perspective of the Bintan Resort Police

    Full text link
    Bintan Regency, located in Indonesia’s Riau Islands Province, occupies a strategic maritime position adjacent to Singapore and Malaysia, making it a vital yet vulnerable zone for transnational narcotics trafficking. The geographical characteristics of extensive coastlines, scattered small islands, and numerous unofficial ports provide opportunities for smugglers to exploit weak surveillance and limited enforcement capacity. This study aims to analyze the strategies, challenges, and institutional coordination of the Bintan Resort Police (Polres Bintan) in combating maritime-based narcotics smuggling. Using a qualitative descriptive method, data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation studies, then analyzed using the Miles and Huberman model with triangulation for validation. The findings reveal that the Polres Bintan plays a crucial role in early detection and prevention through routine patrols, intelligence sharing, and coordination with the Navy, Customs, and BNN. However, enforcement remains constrained by limited personnel, only two patrol vessels, and the absence of an integrated maritime surveillance system. Inter-agency coordination is still fragmented due to overlapping authority and the lack of formal legal frameworks. Moreover, socio-economic vulnerabilities within coastal communities increase local involvement in smuggling networks. The study concludes that sustainable maritime security requires strengthening institutional synergy, enhancing technological capacity, and empowering communities as active partners in surveillance. A unified maritime governance framework is essential to transform Bintan from a vulnerable transit hub into a resilient maritime border zone for Indonesia’s narcotics control strategy

    Public Management Model in Marine Pollution Control; A Case Study of Bintan Regency

    Full text link
    Marine pollution is one of the most pressing environmental challenges in coastal areas, particularly in areas with intensive shipping and tourism activities such as Bintan Regency, Indonesia. Recurrent oil spills, accumulation of marine debris and microplastics, and degradation of mangrove and coral reef ecosystems highlight the need for an integrated governance model capable of ensuring both ecological sustainability and the socio-economic resilience of coastal communities. This study aims to assess the performance of public management in controlling marine pollution in Bintan and propose a governance model that emphasizes strengthening institutional coordination, preventive measures, and accountability mechanisms. The method used is a case study with a qualitative-descriptive approach, based on secondary data obtained from government documents, environmental regulations, media reports, and international scientific articles. Data were analyzed using thematic content analysis techniques to identify key issues, institutional roles, and the effectiveness of policy instruments. The results show that although regulatory frameworks such as PP No. 19/1999, DIKPLHD Bintan, and MARPOL obligations are in place, implementation in the field remains fragmentary and reactive, reflected in the recurrence of black oil pollution and limited ship waste reception facilities. This study emphasizes the importance of a polycentric governance model that integrates Integrated Coastal Zone Management (ICZM), collaborative governance between state and non-state actors, and economic instruments such as indirect fee schemes for wastewater treatment facilities. In conclusion, strengthening monitoring capacity, participatory evaluation, and multi-level actor integration are key to reducing the rate of recurrent pollution while protecting Bintan\u27s coastal ecosystems and communities

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇