Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Peningkatan Literasi Keuangan dan Pasar Modal bagi Siswa SMAN 1 Lawang
Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman pasar modal di kalangan siswa SMAN 1 Lawang. Rendahnya literasi keuangan di Indonesia, dengan hanya 38% populasi yang memiliki literasi keuangan memadai (SNLIK 2021), menunjukkan pentingnya upaya peningkatan, terutama di kalangan siswa sekolah menengah. Literasi keuangan yang baik dapat membantu siswa dalam pengelolaan keuangan pribadi dan pengambilan keputusan investasi yang bijak. Metode yang digunakan meliputi lokakarya, seminar, dan simulasi pasar modal. Praktisi keuangan dan akademisi dilibatkan dalam penyampaian materi yang komprehensif. Simulasi pasar modal digunakan untuk memberikan pengalaman langsung dalam strategi investasi dan pengelolaan risiko. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam literasi keuangan siswa, dengan skor literasi meningkat sebesar 27% setelah program. Sebagian besar siswa juga berhasil memahami dasar-dasar pasar modal dan mampu melakukan simulasi investasi secara mandiri. Keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan dan dukungan sekolah juga berperan penting dalam kesuksesan program ini. Kesimpulannya, program ini memberikan dampak positif bagi siswa SMAN 1 Lawang dalam memahami literasi keuangan dan pasar modal. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membantu siswa membuat keputusan finansial yang lebih cerdas di masa depan, serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi
Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Pantai Trikora Bintan, Kepulauan Riau
Wisata pantai merupakan kegiatan wisata yang dilakukan untuk bersantai seperti rekreasi, berenang, berjemur dan olahraga dilingkungan pantai yang didukung fasilitas yang lengkap, nyaman dan aman serta akses yang mudah untuk dijangkau. Kabupaten Bintan khususnya pesisir timur Pulau Bintan menawarkan beragam pantai yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Sepanjang pesisir timur Pulau Bintan tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Pantai Trikora. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Pantai Trikora menegaskan bahwa lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata pantai skala massal yang paling favorit di Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesesuaian wisata pantai dengan mempertimbangkan kapasitas jumlah fasilitas sarana prasarana, kenyaman keamanan dan akses yang mudah serta jumlah pengunjung yang diperbolehkan untuk kegiatan wisata pantai di pantai Trikora Bintan. Penelitian dilakukan disepanjang pantai Trikora dengan 6 (enam) area pengamatan yaitu Pantai Atok, Pantai Jazz, Pantai Kita, Pantai Nenek, Pantai Tergok, dan Pantai Trikora 4. Analisis kesesuaian (suitability analysis) wisata menggunakan Multi Criteria Analysis (MCA) dengan kalkulasi jarak spasial (euclidian distance) untuk menentukan zona- zona spasial dan luasnya. Kemudian daya dukungnya mengunakan perhitungan Boullon’ Carrying capacity mathematical model (BCCMM). Hasil penelitian menunjukan bahwa Real Carrying Capacity (RCC) disepanjang pantai Trikora Bintan ditinjau dari aspek kesesuaian, maka kawasan yang sangat sesuai untuk wisata pantai luas 594.412 m2 dan berenang seluas 665.800 m2. Daya dukung kawasan pantai mampu menerima kunjungan wisatawan sebanyak 433 orang setiap hari dengan 3 zona dan daya dukung untuk berenang sebanyak 12.131 orang setiap hari dengan 4 zona.Wisata pantai merupakan kegiatan wisata yang dilakukan untuk bersantai seperti rekreasi, berenang, berjemur dan olahraga dilingkungan pantai yang didukung fasilitas yang lengkap, nyaman dan aman serta akses yang mudah untuk dijangkau. Kabupaten Bintan khususnya pesisir timur Pulau Bintan menawarkan beragam pantai yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Sepanjang pesisir timur Pulau Bintan tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Pantai Trikora. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Pantai Trikora menegaskan bahwa lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata pantai skala massal yang paling favorit di Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesesuaian wisata pantai dengan mempertimbangkan kapasitas jumlah fasilitas sarana prasarana, kenyaman keamanan dan akses yang mudah serta jumlah pengunjung yang diperbolehkan untuk kegiatan wisata pantai di pantai Trikora Bintan. Penelitian dilakukan disepanjang pantai Trikora dengan 6 (enam) area pengamatan yaitu Pantai Atok, Pantai Jazz, Pantai Kita, Pantai Nenek, Pantai Tergok, dan Pantai Trikora 4. Analisis kesesuaian (suitability analysis) wisata menggunakan Multi Criteria Analysis (MCA) dengan kalkulasi jarak spasial (euclidian distance) untuk menentukan zona- zona spasial dan luasnya. Kemudian daya dukungnya mengunakan perhitungan Boullon’ Carrying capacity mathematical model (BCCMM). Hasil penelitian menunjukan bahwa Real Carrying Capacity (RCC) disepanjang pantai Trikora Bintan ditinjau dari aspek kesesuaian, maka kawasan yang sangat sesuai untuk wisata pantai luas 594.412 m2 dan berenang seluas 665.800 m2. Daya dukung kawasan pantai mampu menerima kunjungan wisatawan sebanyak 433 orang setiap hari dengan 3 zona dan daya dukung untuk berenang sebanyak 12.131 orang setiap hari dengan 4 zona
Blockchain dan Teknologi Informasi: Pembawa Perubahan Mahasiswa di Kota Medan
This study aims to analyse the effect of blockchain and information technology on student change in Medan City. The population in this study was 363 students in the Accounting Study Programme at Mikroskil University. The sampling method used the Slovin formula and obtained 78 students who became research samples. The data testing method used is a quantitative method using a structural equation model with the SmartPLS 3.2.9 programme. The results showed that blockchain has no influence on student change in Medan City, while information technology is able to influence student change in Medan City
Displacement Characteristics of Stiffened Column-Beam End-Plate Joints: A Comparative Study
This study investigates the mechanical behavior of extended end-plate moment connections in steel structures, with a focus on the variations in stiffener angle and position. Utilizing finite element analysis (FEA), three models featuring different stiffener configurations were assessed to evaluate their rotational capacity and displacement characteristics. The results indicate that adding a stiffener to the moment connection between the beam and the column at the bottom of the connection increases the rotational capacity by 32.60% when comparing the flush type of end plate to a model with a 45° single rib stiffener. Additionally, the implementation of double stiffeners significantly enhances the rotational capacity, improving performance by up to 59.85% compared to unstiffened configurations. Increasing the angles of the stiffeners further optimizes load distribution and structural integrity. These findings highlight the importance of stiffener design in moment connections, particularly regarding rotational capacity. Future research should explore the effects of bolt pretension and the use of varied bolt diameters for further optimization
KLASIFIKASI JENIS POHON MANGROVE BERDASARKAN CITRA DAUN MENGGUNAKAN METODE K-NEAREST NEIGHBOUR (KNN)
Studi ini dilakukan untuk mengimplementasikan algoritma KNN (K-Nearest Neighbour) dalam klasifikasi bakau menggunakan citra daun. Penelitian ini menggunakan 1.550 data citra daun Mangrove dengan menggunakan python dibagi menjadi empat kelas oleh Avicennia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba. Tingkat keberhasilan klasifikasi yang dicapai oleh sistem menggunakan metode K-Nearest Neighbour mencapai 93,75% dengan nilai k = 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model KNN bisa mengklasifikasi jenis Avicennia alba dan Sonneratia alba dengan jelas, namun terdapat sedikit kesalahan dalam spesies Bruguiera gymnorrhiza dan Rhizophora apiculata karena memiliki kemiripan ciri tekstur antara satu dengan yang lain
Klasifikasi Tingkat Kesegaran Cumi-Cumi (Loligo vulgaris) Menggunakan Metode Support Vector Machine Berbasis Citra Digital
Determining the freshness level of squid (Loligo vulgaris) is crucial to ensure the quality and safety of seafood products. This study develops an automatic classification system based on digital image processing using the Support Vector Machine (SVM) algorithm. The freshness categories are divided into three classes: Fresh, Not Fresh, and Spoiled. The images used were preprocessed through cropping, resizing to a uniform size, augmentation, and color space conversion. Feature extraction involved color features (RGB and HSI) and texture features (using the Gray Level Co-occurrence Matrix or GLCM). The SVM model was trained using the RBF kernel and evaluated on a separate test dataset to measure its classification performance. The results showed that combining color and texture features significantly improved the accuracy, reaching 87.65% on the test data. As a practical implementation, the system was developed into a graphical user interface (GUI) using MATLAB, enabling users to predict squid freshness directly. This study demonstrates that the proposed method has promising potential as an early solution for digital and efficient quality control in the seafood industry. Penentuan tingkat kesegaran cumi-cumi (Loligo vulgaris) sangat penting untuk memastikan mutu dan keamanan konsumsi produk laut. Penelitian ini mengembangkan sistem klasifikasi otomatis berbasis citra digital menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM). Kategori kesegaran dibagi menjadi tiga kelas: Segar, Tidak Segar, dan Busuk. Citra yang digunakan telah melalui proses preprocessing seperti cropping, resize ke ukuran seragam, augmentasi, serta konversi ruang warna. Ekstraksi fitur mencakup informasi warna (RGB dan HSI) serta tekstur (menggunakan metode GLCM). Model SVM dilatih menggunakan kernel RBF dan diuji pada data uji terpisah untuk menilai performa klasifikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi fitur warna dan tekstur mampu meningkatkan akurasi hingga 87,65%. Sebagai bentuk implementasi, sistem ini dikembangkan dalam antarmuka pengguna (GUI) menggunakan MATLAB untuk memudahkan prediksi kesegaran secara langsung. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan yang diusulkan berpotensi digunakan sebagai sistem awal dalam pengawasan mutu hasil laut secara digital dan efisien.
TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN GILI SEJANGAN DESA LABUHAN KURIS KABUPATEN SUMBAWA
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang unik dan khas di wilayah perairan tropis. Indonesia sendiri berada di wilayah segitiga terumbu karang dunia sehingga seluruh penjuru dunia menjadikan Indonesia sebagai pusat keanekaragaman hayati terumbu karang dunia. tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memulihkan terumbu karang yang telah rusak, melakukan perawatan, monitoring, dan evaluasi hasil transplantasi karang, membuat spot diving maupun snorkeling, melakukan edukasi kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Samawa, mahasiswa Program Studi Ilmu Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Teknologi Sumbawa dan stakeholders lainnya tentang pentingnya ekosistem terumbu karang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 24-25 April 2024 di Gili (Pulau) Sejangan Desa Labuhan Kuris, Dusun Labuhan Terata, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Prosedur pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari dua tahapan yaitu penyampaian materi dan transplantasi karang. Hasil kegiatan pengabdian transplantasi terumbu karang menunjukkan antusias masyarakat, akademisi dan stakeholders dan tertarik melakukan rehabilitasi terumbu karang. Selain kegiatan sosialisasi dan transplantasi karang ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengelolaan fungsi kawasan terumbu karang dan dapat diterapkan secara aplikatif untuk memulihkan kondisi terumbu karang agar tetap terjaga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir
STRATEGI PEMASARAN MADU KELULUT (TRIGONA) SEBAGAI ALTERNATIF PELUANG USAHA MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG PRODUK UNGGULAN DESA PENAGA
Kandungan gizi dan manfaat kesehatan madu lebah tanpa sengat yang dibuat oleh lebah Trigona menjadikannya sebagai produk lokal yang menjanjikan bagi UMKM di Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Agar dapat bersaing di pasar yang lebih besar, UMKM tersebut harus mengatasi sejumlah kendala, terutama yang terkait dengan identifikasi produk dan taktik pemasaran. Dengan menggunakan teknik yang lebih canggih dan kekinian, program ini bertujuan untuk membantu UMKM Madu Lebah Tanpa Sengat dalam meningkatkan identitas merek dan mengembangkan pemasaran produk. Metode yang digunakan meliputi wawancara mendalam dengan pemilik UMKM dan partisipasi aktif dalam kegiatan pendampingan, seperti pembuatan logo baru, desain ulang kemasan, sertifikasi halal, serta pelatihan pemasaran digital menggunakan media sosial. Peningkatan penjualan dan citra produk, serta daya tarik konsumen, merupakan hasil dari pendampingan tersebut. Penggunaan media sosial dan penciptaan identitas produk yang kuat dapat membantu UMKM menjadi lebih kompetitif dan meningkatkan ekonomi lokal, seperti yang ditunjukkan oleh program ini
SOSIALISASI LITERASI EKOSISTEM PESISIR PADA SMA/SMK DI KOTA TANJUNGPINANG, KEPULAUAN RIAU
Wilayah pesisir dan laut Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, mencakup ekosistem seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang, yang memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Kepulauan Riau, wilayah laut yang mencapai 96% dari total wilayahnya menyimpan keanekaragaman laut yang tinggi. Ekosistem pesisir memiliki peranan yang sangat penting bagi manusia. Namun, kegiatan manusia banyak yang menyebabkan kerusakan ekosistem. Sosialisasi ekosistem pesisir di sekolah sebagai upaya untuk dapat membantu meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pengetahuan tentang ekosistem pesisir dan memotivasi mereka untuk terlibat dalam pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA/SMK tentang konsep dasar ekosistem pesisir, ancaman yang dihadapi dan langkah-langkah untuk menjaga keberlanjutannya melalui sosialisasi berupa presentasi melalui paparan materi dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan jawaban benar siswa berdasarkan pre-test dan post-test. Hasil perbandingan pre-test dan post-test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jawaban benar yang dijawab oleh siswa-siswi SMAN 6 Tanjungpinang, SMKN 5 Tanjungpinang, dan SMA Islam de Green Camp. Pentingnya hasil pengabdian ini terletak pada peningkatan literasi dan pemahaman ekosistem pesisir bagi siswa SMA/SMK, yang dapat menjadi model sosialisasi berulang ke sekolah-sekolah lain
Kekerasan di Layar: Analisis Simulacra dalam Representasi Anak di Media Online
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk representasi kekerasan pada anak melalui media online. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori simulacra dari Jean Baudrillard. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan kekerasan di media online mempengaruhi representasi kekerasan pada anak. Akhirnya anak bukan hanya merepresentasikan kekerasan yang ada tapi juga menginternalisasi citra dan narasi yang diproduksi oleh media. Proses imitasi, citra atau duplikasi dari representasi realitas kekerasan kemudian melampui realitas yang ada sehingga membentuk realitas baru. Kasus-kasus kekerasan anak yang disebabkan oleh media online dapat menggunakan game online, media sosial, film dan televisi hingga aktivitas kreatif yang sering diakses anak. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa desensitisasi terjadi pada anak karena paparan yang berulang