Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Persepsi Peserta Didik Terhadap Pemanfaatan Quizizz Paper Mode dalam Asesmen Formatif pada Pembelajaran IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka
Transformasi pendidikan di Indonesia, khususnya pada pendidikan di sekolah dasar mengalami transformasi yang signifikan pascapandemi Covid-19. Selain itu, implementasi Kurikulum Merdeka juga mendorong guru-guru untuk merdeka dalam merencanakan, melaksanakan, hingga mengevaluasi pembelajaran di dalam kelas. Salah satunya berinovasi dalam digitalisasi pembelajaran. Tren yang berkembang turut memperkenalkan salah satu platform yaitu Quizizz dengan fitur paper mode. Fitur tersebut merupakan kombinasi dari pelaksanaan pembelajaran secara semi-online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi peserta didik kelas V terhadap pemanfaatan platform Quizizz dengan fitur paper mode sebagai instrumen asesmen formatif dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian berupa deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan penggunaan platform Quizizz dengan fitur paper mode mendapatkan respon yang sangat baik sebagai alat/media untuk asesmen formatif dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS kelas V di SD Swasta Toan Hwa Tanjungpinang. Aspek pengukuran persepsi yang dilakukan terdiri atas aspek kemudahan untuk digunakan, aspek minat dan motivasi, aspek konsentrasi belajar, dan aspek penilaian
IMPLEMENTASI PRINSIP PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN KEMAYORAN KOTA JAKARTA PUSAT
Penelitian ini berfokus pada prinsip-prinsip Good Governance dalam pemberian pelayanan publik di kantor kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif, termasuk wawancara, dokumentasi, dan observasi, untuk mengumpulkan data. Penelitian ini memberikan gambaran umum tentang penelitian sebelumnya dan kerangka teoritis yang terkait dengan topik penelitian. Identifikasi masalah adalah inefisiensi administrasi dalam memperpanjang izin, yang menciptakan ketidakpastian dalam waktu pemrosesan dan mempengaruhi kualitas pemberian layanan publik. Lokasi penelitian adalah kantor kecamatan Kemayoran, dan fokusnya adalah pada prinsip-prinsip Good Governance dalam pemberian layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong dan menghambat penerapan prinsip prinsip Good Governance dalam pemberian layanan publik. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang kualitas pemberian layanan publik berdasarkan prinsip-prinsip Good Governance dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan prinsip-prinsip tersebut
Implementasi PBL Berbasis Lesson Study untuk meningkatkan Keterampilan Argumentasi Mahasiswa: Implementation of Lesson Study Based PBL to improve Students\u27 Argumentation Skills
Argumentation skills are important to train in learning, so that students have logical reasoning, a clear and rational view of the things being studied. This research aims to examine the implementation of the lesson study-based problem based learning (PBL) model in improving students\u27 argumentation skills. The method used in this research is classroom action research with a quantitative descriptive approach carried out in two cycles. Data was collected using pretest-posttest instruments, argumentation skills observation sheets (Toulmin\u27s argumentation pattern), and lesson study-based PBL syntax implementation observation sheets. The results showed that there was an increase in the implementation of PBL syntax from cycle I (76.9%) to cycle II (92.3%). Likewise, there was a significant increase in students\u27 argumentation skills in each cycle. In the first cycle, there was an increase in the distribution of posttest scores where the percentage of students began to reach levels 3 and 4, while in the second cycle, there was a further increase where the majority of students managed to reach levels 3 and 4 in argumentation skills. The conclusion of this research is that the implementation of lesson study-based PBL can effectively improve students\u27 argumentation skills. It is recommended that further research conduct an in-depth study of the content in each component of argumentation so that a more holistic understanding of students\u27 argumentation skills is obtained
Pendampingan guru SD dalam mendesain pembelajaran tematik di Desa Purwodadi
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD Swasta Iskandar Muda Desa Purwodadi Kecamatan Sunggal bertujuan untuk mengatasi sebagian permasalahan prioritas yang dihadapi oleh guru-guru dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik di sekolah. Permasalahan prioritas yang ditemukan yaitu: (1). Banyak guru yang belum memahami cara menyusun RPP yang baik dan menerapkan pembelajaran tematik secara efektif, (2). Media pembelajaran tematik di sekolah masih sangat terbatas, (3). Banyak guru yang tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan dalam membuat media pembelajaran tematik, (4). Sekolah tidak memiliki alat bantu media audio visual seperti proyektor (infocus). Untuk mengatasi permasalahan ini, solusi yang diterapkan meliputi: (1). Pelatihan desain pembelajaran tematik, (2). Workshop pembuatan media pembelajaran tematik, (3). Praktik penggunaan media pembelajaran tematik, (4). Pengadaan alat bantu audio visual berupa infokus untuk mitra. Metode yang diterapkan meliputi pelatihan, workshop, praktik, dan pendampingan. Pengumpulan data pemahaman dan keterampilan guru dalam mempersiapkan dan menerapkan pembelajaran tematik sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan PKM menggunakan angket, wawancara langsung dan lembar observasi. Hasil kegiatan PKM menunjukkan kemajuan yang signifikan, antara lain: (1) Para guru menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan kemampuan mendesain pembelajaran tematik, (2) Beberapa media pembelajaran tematik berhasil dibuat oleh guru-guru yang terlibat, (3) Guru-guru kini lebih terampil dalam memanfaatkan media pembelajaran tematik, dan (4) Satu unit infokus telah diserahkan ke sekolah sebagai alat bantu visual
Pengaruh Variasi Salinitas dan Kalsium Karbonat (CaCO3) dalam Menumbuhkan Alga pada Artificial Live Rock
Live rock adalah batuan hidup alami yang umumnya digunakan sebagai karang hias, habitat bagi biota serta penambah estetika pada akuarium. Eksploitasi besar-besaran live rock alam dapat mengancam kelestarian dan kestabilan ekosistem perairan. Artificial live rock adalah salah satu alternatif atau solusi untuk menggantikan live rock alami. Artificial live rock adalah batuan hidup buatan manusia yang biasanya terbuat dari bahan ramah lingkungan seperti batu apung, semen dan pasir dan merupakan salah satu produk bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula dan komposisi bahan dasar yang paling sesuai dalam membuat artificial live rock serta menganalisa pengaruh variasi kalsium karbonat dan salinitas dalam menumbuhkan alga pada artificial live rock. Eksperimen dilakukan selama 2 (dua) bulan menggunakan metode kuantitatif experimental. Variabel yang diamati antara lain laju pertumbuhan alga, observasi perubahan warna serta monitoring kualitas air (suhu, salinitas dan pH). Variasi konsentasi kalsium karbonat (CaCO3) menggunakan 5 (lima) jenis formula; 0%, 10%, 25%, 50%, dan 75%. Pengujian variasi salinitas menggunakan 3 (tiga) perlakuan; salinitas rendah (10 ppt), salinitas sedang (30 ppt) dan salinitas tinggi (50 ppt). Hasil eksperimen menunjukkan konsentrasi kalsium karbonat berpengaruh terhadap perubahan warna produk artificial live rock, semakin tinggi konsentrasi kasium karbonat, maka semakin cerah artificial live rock yang dihasilkan. Hasil eksperimen juga menunjukkan konsentrasi kalsium karbonat tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat pertumbuhan alga. Sementara itu eksperimen penggunaan variasi salinitas menunjukkan kadar salinitas memengaruhi laju pertumbuhan alga. Artificial live rock di akuarium bersalinitas 10 ppt dan 30 ppt lebih cepat ditumbuhi alga dibandingkan dengan artificial live rock di akuarium bersalinitas 50 ppt.Live rock adalah batuan hidup alami yang umumnya digunakan sebagai karang hias, habitat bagi biota serta penambah estetika pada akuarium. Eksploitasi besar-besaran live rock alam dapat mengancam kelestarian dan kestabilan ekosistem perairan. Artificial live rock adalah salah satu alternatif atau solusi untuk menggantikan live rock alami. Artificial live rock adalah batuan hidup buatan manusia yang biasanya terbuat dari bahan ramah lingkungan seperti batu apung, semen dan pasir dan merupakan salah satu produk bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula dan komposisi bahan dasar yang paling sesuai dalam membuat artificial live rock serta menganalisa pengaruh variasi kalsium karbonat dan salinitas dalam menumbuhkan alga pada artificial live rock. Eksperimen dilakukan selama 2 (dua) bulan menggunakan metode kuantitatif experimental. Variabel yang diamati antara lain laju pertumbuhan alga, observasi perubahan warna serta monitoring kualitas air (suhu, salinitas dan pH). Variasi konsentasi kalsium karbonat (CaCO3) menggunakan 5 (lima) jenis formula; 0%, 10%, 25%, 50%, dan 75%. Pengujian variasi salinitas menggunakan 3 (tiga) perlakuan; salinitas rendah (10 ppt), salinitas sedang (30 ppt) dan salinitas tinggi (50 ppt). Hasil eksperimen menunjukkan konsentrasi kalsium karbonat berpengaruh terhadap perubahan warna produk artificial live rock, semakin tinggi konsentrasi kasium karbonat, maka semakin cerah artificial live rock yang dihasilkan. Hasil eksperimen juga menunjukkan konsentrasi kalsium karbonat tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat pertumbuhan alga. Sementara itu eksperimen penggunaan variasi salinitas menunjukkan kadar salinitas memengaruhi laju pertumbuhan alga. Artificial live rock di akuarium bersalinitas 10 ppt dan 30 ppt lebih cepat ditumbuhi alga dibandingkan dengan artificial live rock di akuarium bersalinitas 50 ppt
PEMBERDAYAAN POTENSI IBU-IBU PESISIR DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA PADA SENTRA INDUSTRI KERUPUK SEI LEKOP KABUPATEN BINTAN
Berdasarkan potensi sumber daya laut dan reputasi yang dimiliki Kabupaten Bintan sebagai pusat produksi kerupuk ikan yang terkenal, maka pengembangan bisnis kerupuk ikan di Kabupaten Bintan memiliki prospek yang menjanjikan. Selain itu, pengembangan bisnis kerupuk ikan di Kabupaten Bintan juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, seperti peningkatan pendapatan dan peningkatan lapangan kerja di sektor perikanan dan kerajinan. Tujuan pengabdian ini untuk peningkatan kualitas produk, pemasaran produk, penyediaan laporan keuangan yang dapat menambah nilai jual dari produk yang dihasilkan, sehingga meningkatkan perekonomian keluarga pada sentra industri kerupuk Sei Lekop Kabupaten Bintan. Target kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui sosialisasi dan pelatihan dalam membuat packaging yang baik sesuai aturan yang berlaku telah tercapai dapat ditunjukkan dengan partisipasi peserta (Ibu-ibu Sentra kerupuk Sei Lekop Kabupaten Bintan) agar bisa mahir menggunakan alat-alat pembuat kemasan. Untuk selanjutnya target penyusunan laporan finalisasi dan output dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat difinalisasi sesuai jadwal
The Influence of Adding Matos Soil Stabilizer to the Foundation Layer of a Road Body Stabilized Using Lime on it’s Physical Properties.
From the perspective of Civil Engineering, soil is a collection of minerals, organic matter, and relatively loose deposits, which are located on bedrock. The relatively weak bonds between grains can be caused by carbonates, organic matter, or oxides precipitating between the particles. The space between the particles can contain water, air, or both. The process of physical soil formation that changes rock into smaller particles, occurs due to the effects of erosion, wind, water, humans, or the destruction of soil particles due to changes in temperature or weather. Soil stabilization with lime and matos soil stabilizer is an alternative soil improvement by adding additives. Soil stabilization with lime and matos soil stabilizer as a mixture of crushed soil, lime, matos soil stabilizer, and water which is then compacted to produce a new material, where strength, deformation characteristics, resistance to water, weather, and so on can be adjusted with the need for road pavement, building and road foundations, streams, retaining walls and so on.
The physical properties test used is water content (w), γ = soil volume weight (gr/cm3), specific gravity (Gs), atterberg limits, permeability, hydrometer and gradation analysi
STEM dalam merdeka belajar sebagai salah satu strategi pembelajaran matematika
Artikel ini membahas perlunya strategi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam pendidikan, khususnya pembelajaran matematika. Seiring perkembangan zaman, teknologi informasi yang pesat dan tuntutan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, strategi STEM memunculkan beberapa permasalahan dalam penerapannya. Siswa dan guru menunjukkan penurunan minat terhadap ilmu pengetahuan, terutama fisika, kimia, dan matematika. Dampaknya terasa pada pembelajaran matematika terkait sumber belajar guru yang digunakan di dalam kelas. Adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menjadi solusi untuk memfasilitasi guru dalam menghadapi tantangan ini. Kegiatan berfokus pada pelatihan guru matematika di sekolah menengah untuk mengembangkan pembelajaran matematika dengan strategi STEM dalam merdeka belajar. Mitra yang terlibat adalah guru dalam MGMP Matematika di Mempawah Hilir. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi langsung yang digunakan untuk melihat kinerja guru dalam melakukan diskusi dengan kelompoknya dan wawancara, serta dokumentasi untuk menggali lebih dalam respons mereka terkait kegiatan PKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya upaya guru meningkatkan partisipasi siswa dalam sains dan matematika. Inisiatif termasuk pengembangan keterampilan STEM, kolaborasi dengan industri, dan pendirian taman teknologi. Dari sini, tujuan utama adalah meningkatkan pemahaman guru dan siswa pentingnya STEM dalam kehidupan nyata. Kesimpulan menyoroti pentingnya reformasi kurikulum dan pembelajaran lebih menarik bagi guru dan siswa terhadap matematika. Disadari bahwa masih banyak perlu diperbaiki dalam hal pengetahuan, minat, dan sikap terhadap strategi STEM. Saran disampaikan tentang perlunya standar jelas dan investasi dalam penelitian dan pendidikan untuk mencapai tujuan dari strategi pembelajaran STEM yang baik
INOVASI PELAYANAN PUBLIK PADA APLIKASI MOBILE JKN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KOTA TANGERANG
Pelayanan publik dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan organisasi atau instansi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan hadirnya teknologi informasi akan memudahkan pelayanan sektor kesehatan termasuk pelayanan BPJS kesehatan cabang kota Tangerang, aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, Aplikasi mobile JKN merupakan suatu bentuk transformasi digital model bisnis BPJS Kesehatan yang semula berupa kegiatan administrasi dilakukan di kantor cabang, ditransformasi ke dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta dimana saja dan kapan saja tanpa Batasan waktu (selfservice). Dalam penerapan aplikasi mobile JKN ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui serta menggunakan Mobile JKN, masih adanya keluhan penggunaan aplikasi ini. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui, bagaimana pandangan masyarakat terhadap aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bagaimana faktor penghambat dalam penggunaan aplikasi mobile JKN, serta bagaimana upaya yang dilakukan BPJS Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik pada aplikasi mobile JKN. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa upaya yang dilakukan BPJS kesehatan melalui aplikasi mobile JKN sudah cukup baik
Evaluasi Rencana Peruntukan Ruang Kota Tanjungpinang Terhadap Kesesuaian Habitat Ekosistem Mangrove Berdasarkan Kriteria Ekologi
Ekosistem mangrove penting bagi wilayah kepulauan untuk melindungi pantai dari bahaya gelombang tinggi yang mengakibatkan banjir dan erosi pantai. Namun, mangrove hanya dapat tumbuh pada kondisi sesuai kriteria ekologi ekosistem mangrove. Pelestarian ekosistem mangrove perlu diintegrasikan kedalam perencanaan tata ruang kota pesisir. Menyusun rencana tata ruang kota pesisir di pulau kecil harus adaptif terhadap perubahan lingkungan dengan berbasis pada ekologi ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis kesesuaian habitat mangrove dengan rencana pola ruang RDTR Kota Tanjungpinang. Kesesuaian habitat ekosistem mangrove di Kota Tanjungpinang berdasarkan kriteria ekologi mangrove diperoleh luas lahan yang sangat sesuai yaitu seluas 1227,87 Ha, sesuai 2651,52 Ha, dan kriteria cukup sesuai dengan luas 412,84 Ha. Zona budidaya antara lain berupa zona perumahan, perdagangan jasa, perkantoran, industri pada rencana peruntukan ruang RDTR Kota Tanjungpinang berada pada lahan yang memiliki kesesuaian habitat ekosistem mangrove berdasarkan kriteria ekologi.Ekosistem mangrove penting bagi wilayah kepulauan untuk melindungi pantai dari bahaya gelombang tinggi yang mengakibatkan banjir dan erosi pantai. Namun, mangrove hanya dapat tumbuh pada kondisi sesuai kriteria ekologi ekosistem mangrove. Pelestarian ekosistem mangrove perlu diintegrasikan kedalam perencanaan tata ruang kota pesisir. Menyusun rencana tata ruang kota pesisir di pulau kecil harus adaptif terhadap perubahan lingkungan dengan berbasis pada ekologi ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis kesesuaian habitat mangrove dengan rencana pola ruang RDTR Kota Tanjungpinang. Kesesuaian habitat ekosistem mangrove di Kota Tanjungpinang berdasarkan kriteria ekologi mangrove diperoleh luas lahan yang sangat sesuai yaitu seluas 1227,87 Ha, sesuai 2651,52 Ha, dan kriteria cukup sesuai dengan luas 412,84 Ha. Zona budidaya antara lain berupa zona perumahan, perdagangan jasa, perkantoran, industri pada rencana peruntukan ruang RDTR Kota Tanjungpinang berada pada lahan yang memiliki kesesuaian habitat ekosistem mangrove berdasarkan kriteria ekologi