Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Strategic steps to ward off negative potential during digital campaigns ahead of the Indonesian general election in 2024
Political activities such as general election campaigns in Indonesia have been elaborated on a digital basis. Digital election campaigns place the public as sources or intermediaries, in contrast to campaigns before the digital era which only placed the public as consumers or recipients. Through social media, people are free to support the candidates they want to elect. On the one hand, digital election campaigns are often used as a tool to bring down political opponents in unhealthy ways because, through social media, people are easily propagated so digital election campaigns have the potential to be filled with hoaxes, hate speech, and black campaigns. This research aims to look for strategic steps that can be taken by the government and society so that the digital campaign ahead of the 2024 elections in Indonesia is not filled with hoaxes, hate speech, and black campaigns. This research is qualitative research in the nature of a literature study to collect information relevant to the topic of discussion. The data sources used come from reference books and scientific articles. Before finding strategic steps to counteract the negative potential of digital campaigns ahead of the election, researchers first look for and analyze the factors that underlie the negative potential of digital campaigns ahead of the election. The research results show that four factors underlie the emergence of negative potential for digital campaigns ahead of the election, including ambition for power, political polarization, societal and cultural factors, and digital literacy factors. These factors were analyzed, resulting in four strategic steps that could be taken to counteract the negative potential of digital campaigns ahead of the elections in Indonesia in 2024. First, public education. second, increasing digital literacy. third, supervision and law enforcement. fourth, cooperation between institutions
SOSIALISASI DAN PENYULUHAN PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR (DAGUSIBU) PADA MASYARAKAT PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA
DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) bertujuan agar masyarakat paham dan mengerti mengenai obat. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan dan pengawasan penggunaan obat yang baik dan benar. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan praktis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat setelah dilakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang DAGUSIBU. Terlihat bahwa ada 2 partisipan mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman sebesar 100%. Selanjutnya terdapat 5 partisipan yang mengalami peningkatan sebesar 80%, ada 1 partisipan yang mengalami peningkatan 70%, 4 partisipan yang masing-masing mengalami peningkatan 60% dan 50%, 6 partisipan yang mengalami peningkatan 40%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 30%. Secara keseluruhan rata-rata peningkatan pengetahuan dan pemahaman partisipan penyuluhan mengenai DAGUSIBU sebesar 58%
Pegaruh Kepemimpinan dan Penempatan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Melalui Komitmen Pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Riau
This study aims to determine and analyze leadership and work placement on employee commitment. To analyze the influence of Leadership and Work Placement on employee performance. To analyze the effect of leadership on employee performance through commitment. To analyze the influence of Job Placement on employee performance through employee commitment. To analyze the influence of employee commitment to employee performance. In this study, the population consisted of 106 civil servant employees. While the sample used was 106 people. The data used in this study are primary data and secondary data, while the data collection technique uses a questionnaire. The data analysis technique used in this study is the data analysis used in this study is SEM. Leadership influences commitment. Work placement affects commitment. Leadership influences performance. Work placement affects performance. Leadership has a significant effect on employee performance through commitment. Work placement has a significant effect on employee performance through commitment. Commitment has a significant effect on employee performance.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepemimpinan dan penempatan kerja terhadap komitmen pegawai. Untuk menganalisis pengaruh Kepemimpinan dan Penempatan Kerja terhadap kinerja pegawai. Untuk menganalisis pengaruh Kepemimpinan terhadap kinerja pegawai melalui komitmen. Untuk menganalisis pengaruh Penempatan Kerja terhadap kinerja pegawai melalui komitmen pegawai. Untuk menganalisis pengaruh komitmen pegawai terhadap kinerja pegawai. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah pegawai sebanyak 106 orang pegawai PNS. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 106 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM. Kepemimpinan berpengaruh terhadap komitmen. Penempatan kerja berpengaruh terhadap komitmen. Kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja. Penempatan kerja berpengaruh terhadap kinerja. Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui komitmen. Penempatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui komitmen. Komitmen berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.
The impact of high school students’ enthusiasm for game-based learning (GBL) on their enthusiasm for mathematics learning
The low interest of students in mathematics learning can negatively impact their academic performance. Game-based learning has been implemented to increase students\u27 interest and enthusiasm for studying mathematics. This study aims to analyze the impact of high school students\u27 enthusiasm for game-based learning on their enthusiasm for mathematics learning. The research uses a quantitative method through an online questionnaire distributed to 216 West Sumatra and North Sumatra high school students. Data were analyzed using binary logistic regression to understand the effect of game-based learning on students\u27 enthusiasm for mathematics. The results show that students\u27 enthusiasm for game-based learning through traditional and online games significantly influences their interest in mathematics learning, with a model accuracy rate of 90.7%. Additionally, the game-based learning approach boosts students\u27 interest and facilitates collaboration and critical thinking skills. This study concludes that game-based learning is an effective method for enhancing students\u27 enthusiasm for mathematics, and it is recommended that teachers integrate this approach into high school mathematics curricula
Developing podcast for listening material for grade 10
This study aimed to developedpodcast for listening material for grade 10. The subject of this research was the tenth grade, which consisted of 22 students. The location of this research was in the MAN Tanjungpinang. The type of this research was development research with ADDIE model. The researcher focused on developing podcast for listening matrial that was suitable for students’ daily activity and their environment. There were five stages namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The data obtained from students’ need questionnaires, expert validation questionnaire, and small group try out questionnaire. The results showed that the podcast validation results for students\u27 listening material for class X were valid and did not need revisions. Podcasts were directly implemented to students. Based on the results of student implementation of the practicality test sheet, it was found that podcasts for listening material for grade 10 were very appropriate and practical
Pelatihan strategi pembelajaran melalui penggunaan bahasa matematika bagi guru-guru Maitreyawira
Dukungan guru dalam pembelajaran terhadap pemahaman bahasa matematika oleh siswa dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir logis, analitis, dan kritis. Namun, guru masih kurang dalam menggunakan bahasa matematika pada proses pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan masih minimnya pengetahuan dan keterampilan guru terhadap penggunaan bahasa matematika dalam pembelajaran. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) pada kegiatan ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan guru matematika Yayasan Maitreyawira dalam merancang strategi pembelajaran matematika melalui penggunaan bahasa matematika. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam 3 level kompetensi, yaitu level 1 tentang pengertian bahasa matematika yang dari fenomena yang ada di sekitar; level 2 berkenaan dengan strategi pembelajaran menggunakan bahasa matematika; level 3 mengimplementasikan strategi pembelajaran yang dirancang guru ke dalam kelas simulasi. Pencapaian 3 level kompetensi ini dilakukan secara berjenjang. Metode pelatihan meliputi Focus Group Discussion (FGD), proyek, presentasi, dan implementasi pengajaran pemodelan matematika secara simulai. Tiga puluh guru matematika dari guru SD sampai guru SMA, dari Yayasan Cahaya Maitreyawira Palembang, mengikuti kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid. Data dikumpulkan melalui pemberian angket yang bertujuan untuk melihat kepuasan peserta pelatihan dan dokumen hasil kerja guru untuk melihat kemampuan guru dalam merancang strategi pembelajaran matematika. Pelaksanaan pelatihan telah berjalan dengan baik. Respons peserta menunjukkan kepuasan terhadap pelatihan yang diberikan dan hasil pelatihan menunjukkan guru mampu merancang startegi pembelajaran matematika di topik bilangan pecahan melalui penggunaan bahasa matematika dengan baik. Peserta pelatihan mampu mengimplementasikan strategi pembelajaran pada topik pecahan yang dirancang kepada siswa di dalam kelasnya. Kemampuan guru dalam menggunakan strategi pembelajaran melalui penggunaan bahasa matematika di kelas menunjukkan penguasaan guru terhadap 3 level kompetensi dalam pelatihan ini
Pendampingan Musyarawah Guru Mata Pelajaran (MGMP) matematika dalam merancang LKPD berbasis pemecahan masalah
Pemecahan masalah matematika merupakan satu kemampuan yang harus dimiliki peserta didik untuk menyelesaikan soal-soal level Higher Order Thinking Skill (HOTS). Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik di Indonesia disebabkan salah satunya karena peserta didik belum terbiasa menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah. Selain itu, dalam buku cetak, referensi, atau LKPD yang digunakan peserta didik belum berbasis pemecahan masalah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pendampingan yang bertujuan untuk mendukung Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dalam merancang LKPD berbasis pemecahan masalah yang dapat digunakan peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 1 Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 23 Sekolah Menengah Atas dan sederajat dari Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan tiga tahapan yakni, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan pendampingan MGMP Matematika dalam merancang LKPD berbasis pemecahan masalah menunjukkan ketercapaian kegiatan sebesar 86,67%. Di mana indikator ketercapaian pelatihan tertinggi terletak pada materi PkM yang diberikan dalam bentuk kegiatan pendampingan MGMP Matematika dalam merancang LKPD berbasis pemecahan masalah telah sesuai dengan kebutuhan peserta. Kegiatan PkM ini menghasilkan LKPD berbasis pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk pembelajaran bagi peserta didik
Pembimbingan persiapan menghadapi Kompetisi Sains Madrasah bidang matematika terintegrasi
Kementerian Agama Republik Indonesia setiap tahun menyelenggarakan acara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) sebagai sarana berkompetisi siswa madrasah. MTs Negeri 3 Sleman selama ini masih berada pada peringkat yang belum memuaskan sehingga ingin meningkatkan peringkat dalam ajang tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan memfasilitasi peningkatan kemampuan siswa pada pemecahan masalah soal KSM Matematika dengan mengadakan pembimbingan menghadapi KSM khususnya bidang matematika terintegrasi. Kegiatan pembimbingan ini menggunakan metode dengan tahapan yaitu: 1) Persiapan, berupa koordinasi dengan pihak terkait; 2) Pelaksanaan, berupa pretes, pendalaman materi matematika dan keagamaan, serta membahas soal KSM bidang matematika terintegrasi, dan posttes; 3) Monitoring dan Evaluasi, berupa analisis keterlaksanaan kegiatan. Data diperoleh dari tes dan dianalisis dengan rata-rata. Berdasarkan hasil tes dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan penguasaan peserta pembimbingan dalam mengerjakan latihan soal-soal KSM bidang matematika terintegrasi. Kesimpulan dari hasil wawancara adalah bahwa kegiatan pembimbingan ini sangat bermanfaat dan dapat menambah minat peserta dan kesiapan peserta pembimbingan untuk mewakili madrasah mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) pada bidang matematika terintegrasi. Kepala madrasah, guru matematika, dan wakil kepala madrasah juga sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini berlanjut pada semester berikutnya
SOSIALISASI BAHAYA PENGGUNAAN FORMALIN PADA PRODUK HASIL PERIKANAN DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA
Formalin merupakan bahan tambahan pangan yang berbahaya bagi organ tubuh manusia apabila dikonsumsi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tentang bahaya penggunaan formalin pada produk hasil perikanan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi secara umum terdiri atas tahap persiapan, tahap sosialisasi dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat setelah dilakukan kegiatan sosialisasi. Terlihat ada 3 partisipan mengalami peningkatan sebesar 100%. Kemudian ada 6 partisipan yang mengalami peningkatan sebesar 80%, 2 partisipan mengalami peningkatan 70%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 60%, 4 partisipan yang masing-masing mengalami peningkatan 50% dan 40%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 30%. Secara keseluruhan rata-rata peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden sebesar 60%
Pengaruh Self Efficacy, Kecerdasan Emosional, Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau Melalui Dengan Organization Citizenship Behaviour
Employee performance is how employees contribute to the organization, both in terms of absence at work, quality of work, quantity of work period and attitude in the organizational environment. The purpose of this study was to determine the effect of self-efficacy through organizational citizenship behavior on employee performance at the Regional Secretariat of the Riau Islands Province. To determine the effect of emotional intelligence through organizational citizenship behavior on employee performance at the Regional Secretariat of the Riau Islands Province. To determine the effect of leadership through organizational citizenship behavior on employee performance at the Regional Secretariat of the Riau Islands Province. The research method is quantitative, using Structural Equation Modeling abbreviated as SEM, a multivariate analysis method that can be used to describe the relationship of linear relationships simultaneously between observation variables (indicators) and variables that cannot be measured directly (latent variables). SEM is a multivariate statistical analysis method. Based on the study, it was found that Self Efficacy with the mediation of Organization Citizenship Behavior can have a significant effect on performance at the Regional Secretariat of the Riau Islands Province. Emotional Intelligence with the mediation of Organization Citizenship Behavior can have a significant effect on performance at the Regional Secretariat of the Riau Islands Province. Leadership with Organization Citizenship Behavior mediation cannot have a significant effect on performance at the Regional Secretariat of the Riau Islands Province.Kinerja pegawai ialah bagaimana kontribusi pegawai terhadap organisasi, baik dalam absensi di tempat kerja, kualitas kerja, kuantitas kerja masa kerja dan sikap dalam lingkungan organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self efficacy melalui organization citizenship behaviour terhadap kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Untuk mengetahui pengaruh kecerdasaran emosional melalui organization citizenship behaviour terhadap kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan melalui organization citizenship behaviour terhadap kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Metode penelitian yaitu dengan kuantitatif, dengan menggunakan Structural Equation Modeling disingkat SEM merupakan metode analisis multivariat yang dapat digunakan untuk menggambarkan keterkaitan hubungan linier secara simultan antara variabel pengamatan (indikator) dan variabel yang tidak dapat diukur secara langsung (variabel laten). SEM merupakan suatu metode analisis statistik multivariat. Berdasarkan penelitian maka ditemukan bahwa Self Efficacy dengan mediasi Organization Citizenship Behaviour dapat berpengaruh signifikan terhadap kinerja pada Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Kecerdasan Emosional dengan mediasi Organization Citizenship Behaviour dapat berpengaruh signifikan terhadap kinerja pada Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Kepemimpinan dengan mediasi Organization Citizenship Behaviour tidak dapat berpengaruh signifikan terhadap kinerja pada Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau